Anda di halaman 1dari 7

1

Khutbah Jumat di Masjid Baitusalam Gumbeng, Purwosari, Gunungkidul

Jumat Legi, 17 Dzulhijjah 1438 H (08-09-2017)

Empat Hal Penghambat Rezeki

Khutbah Pertama

Maasyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah

Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah
anugerahkan pada kita sekalian. Allah masih memberikan kita nikmat sehat, umur panjang. Juga
lebih dari itu, kita masih diberikan nikmat iman dan Islam.

Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit.





Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang
banyak. (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana
dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)
Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada
2
dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabiin, serta para ulama
yang telah memberikan contoh yang baik pada kita.

Kata Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaadul Maad,

Ada empat hal penghambat rezeki:


1. Tidur pagi
2- Sedikit shalat
3. Bermalas-malasan
4. Sifat khianat
(Zad Al-Maad, 4:378)

Jamaah shalat Jumat yang semoga dirahmati Allah

Pertama

Kenapa sampai tidur pagi bisa jadi penghambat datangnya rezeki?

Karena waktu pagi adalah waktu penuh berkah.

Dari sahabat Shakhr Al-Ghamidiy radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,



Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.

Apabila Nabi shallallahu mengirim peleton pasukan, beliau shallallahu alaihi wa sallam
mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini, pen) adalah
seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia
menjadi kaya dan banyak harta. Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wadaah.
(HR. Abu Daud, no. 2606. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Sedangkan di antara kita memanfaatkan waktu Shubuh dan pagi untuk:
3
1- Malas dan enggan bangun shubuh
2- Kalau tidak bangun Shubuh, bangun paginya jam 6 saat matahari telah terbit
3- Setelah Shubuh tidak rutinkan dzikir pagi atau baca Al-Quran, malah kembali lagi ke
tempat tidur. Kalau menunggu pun bada Shalat Shubuh di masjid sampai matahari
meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit) lalu mengerjakan Shalat Isyraq dua
rakaat akan mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna dan
sempurna.

Dan ini bahayanya jika meninggalkan shalat Shubuh, maka akan lepas dari jaminan Allah.

Dari Jundab bin Abdillah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam bersabda,









Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah
menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya
dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam. (HR. Muslim, no. 657)

Bahkan yang sering tidak shalat Shubuh termasuk orang munafik.





Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat Isya.
Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan
mendatanginya walau sambil merangkak. (HR. Bukhari, no. 657)

Kedua

Sedikit shalat berarti kurang ketakwaan, padahal takwa itulah pembuka pintu rezeki. Allah
berfirman dalam ayat,

) 2(







)3(
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Barang siapa yang
bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah
4
melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan
bagi segala sesuatu. (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Ketiga

Bermalas-malasan juga jadi sebab rezeki sulit datang. Karena seorang muslim dituntut kerja dan
tawakkal pada Allah. Contohilah burung seperti yang disebutkan dalam hadits berikut.




Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki
sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada
sore hari dalam keadaan kenyang. (HR. Tirmidzi, no. 2344; Ibnu Majah, no. 4164; Ahmad, 1:30.
Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan
bahwa sanad hadits ini hasan)

Imam Ahmad pernah ditanya mengenai seseorang yang cuma mau duduk-duduk saja di rumahnya
atau hanya berdiam di masjid, dan ia berkata, Aku tidak mau bekerja sedikit pun dan hanya mau
menunggu sampai rezekiku datang. Imam Ahmad pun berkata, Orang ini benar-benar bodoh.
Padahal Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagaimana hadits burung di atas bahwa
burung saja bekerja dengan berangkat pada pagi hari. Para sahabat Nabi yang mulia pun
berdagang dan bekerja dengan hasil kurma mereka. Merekalah sebaik-baik teladan. (Fath Al-
Bari, 11:306)

Jadi tidaklah boleh beralasan karena sibuk ibadah dan berdakwah, sampai malas bekerja.

Ibnu Allan mengatakan bahwa As-Suyuthi berkata, Al-Baihaqi mengatakan dalam Syuab Al-
Iman, Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai, enggan melakukan usaha untuk
memperoleh rezeki. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rezeki
karena burung tersebut pergi pada pagi hari untuk mencari rezeki. (Dalil Al-Falihin, 1:335)

Inilah keutamaan bagi seseorang yang rajin mencari nafkah untuk keluarganya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,







Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah
satunya berkata, Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak. Yang lain
mengatakan, Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit. (HR. Bukhari, no. 1442
5
dan Muslim, no. 1010).

Keempat

Tidak amanah, ini juga jadi sebab orang sulit percaya. Kalau yang lain sulit percaya, bagaimana ia
mudah mendapatkan pekerjaan, mendapatkan tanggungjawab sehingga mendapatkan rezeki
dengan mudah?

Ketahuilah bahwa orang yang berkhianat terhadap amanat pun menyandang salah satu sifat
munafik. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi
amanat, maka ia ingkar. (HR. Bukhari, no. 33 dan Muslim, no. 59).

Termasuk di sini pula adalah tidak amanah dalam melunasi utang. Ingatlah bahwa utang akan
menyusahkan seseorang di akhirat kelak. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,




Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham,
maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di
akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham. (HR. Ibnu Majah, no. 2414. Syaikh Al-Albani mengatakan
bahwa hadits ini shahih.)

Demikian khutbah pertama ini.

Khutbah Kedua









6
Maasyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah

Kami ingatkan lagi bagi yang malas bangun Shubuh, ingatlah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu
anhu berikut.













Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika
tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, Malam masih panjang, tidurlah! Jika ia bangun
lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan.
Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan
bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi
malas. (HR. Bukhari, no. 1142 dan Muslim, no. 776)

Mari kita koreksi diri, untuk tidak biasa tidur pagi apalagi sampai ketinggalan shalat Shubuh, juga
memperhatikan shalat, tidak malas-malasan dan berusaha menjaga amanah.

Moga Allah memberi taufik dan hidayah.

Di akhir khutbah ini Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat di hari Jumat.

Kata Nabi shallallahu alaihi wa sallam,





Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya
sepuluh kali. (HR. Muslim, no. 408)








.


Marilah kita memanjatkan doa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di hari Jumat
7
yang penuh berkah ini.