Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

TERMODINAMIKA

KONSEP GAS IDEAL (VACUM FRYING)

Oleh:
Ade Setiawan
NIM A1C016037

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gas adalah salah satu keadaan yang dimiliki oleh materi. Gas memiliki sifat

kontradiktif dengan padatan dan cairan. Gas tidak memiliki urutan dan menempati

setiap ruang yang diberikan. Perilaku gas sangat dipengaruhi oleh variabel seperti

temperatur dan tekanan.

Pengolahan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan umur simpan

buah. Pengolahan akan meningkatkan penganekaragaman pangan serta

mengurangi kehilangan hasil panen. Sebagian tanaman buah-buahan bersifat

musiman atau tidak berbuah sepanjang tahun. Bentuk pengolahan ini meliputi

pengeringan, penggorengan , pemasakan.

Pada saat musim panen kebanyakan buah dan sayuran itu dijual dalam

bentuk buah atau sayuran segar, sehingga harga jual sangat tergantung pada

kondisi kesegaran buah atau sayuran tersebut. Tentunya dengan kondisi buah atau

sayuran yang masih segar harga jualnya akan baik, tetapi jika kondisinya sudah

layu, maka harga jual akan turun bahkan banyak yang dibuang karena sudah

busuk. Untuk mengatasi hal ini, buah atau sayuran tersebut harus diolah dan

dibuat produk lain untuk mendapatkan nilai tambah dan lebih awet. Banyak cara

untuk mengolah bahan makanan salah satunya adalah dengan cara menggoreng

dengan mesin vacum frying.

Oleh karena itu penanganan pasca panen buah atau sayuran ini perlu

diperhatikan dengan baik. Salah satu penanganan pasca panen dari buah-buahan
atau sayuran musiman, sebagai upaya untuk mengatasi merosotnya harga buah-

buahan dan sayuran musiman di pasaran disaat panen raya adalah dengan

perlakuan penggorengan vacum frying untuk mendapatkan keripik buah yang

dapat digunakan sebagai wujud dari penganekaragaman.

B. Tujuan

1. Praktikan dapat memhami konsep gas ideal.

2. Praktikan dapat memahami sifat gas dan uap.

3. Praktikan dapat memahami penerapan sifat gas dalam kehidupan sehari-hari

(salah satunya dengan vacum frying).


II. TINJAUAN PUSTAKA

Gas ideal merupakan suatu model yang digunakan dalam teori kinetik gas.

Anggapan mikroskopis gas ideal untuk model ini adalah sebagai berikut:

(Sumarjono, 2005)

1. Jumlah partikel gas sangat banyak.

2. Partikel gas tersebar merata dan gerakanya sangat acak.

3. Jarak antara partikel gas jauh lebih besar dari pada ukuran partikel gas.

4. Gaya antar partikel gas hanya bekerja jika terjadi tumbukan.

5. Semua tumbukan yang terjadi, baik tumbukan antar partikel maupun

tumbukan antar partikel dengan dinding wadah adalah elastis sempurna

6. Berlaku hukum gerak newton.

Penggoreng vakum mempunyai prinsip kerja yaitu dengan tekanan titik

didih rendah dapat mempertahankan warna alami dan aroma dari keripik. Kondisi

vakum menyebabkan penurunan titik didih minyak dari 110-2000C menjadi 80-

1000C, sehingga dapat mencegah terjadinya perubahan rasa, aroma dan warna dari

bahan seperti mangga, nangka dan lain-lainnya. Pada kondisi demikian juga

membuat irisan buah tidak mengalami perubahan aroma dan warna karena suhu

penggorengan rendah (Lastriyanto, 1998).

Mesin vacum frying atau mesin penggoreng hampa adalah mesin yang

berfungsi untuk memproduksi keripik buah ataupun sayur dengan cara melakukan

penggorengan secara vakum tanpa merubah rasa buah tersebut. Mesin vacum

frying ini dikenal juga dengan mesin penggoreng hampa yang dapat membuat
keripik mangga, keripik melon, keripik salak, dan aneka keripik buah lainnya.

Selain buah, vacum frying dapat digunakan untuk membuat keripik sayur ataupun

ikan (Dikti, 2000).

Vacum frying adalah mesin pengggoreng hampa udara. Prinsip utama kerja

alat adalah melakukan pengorengan pada kondisi vakum yaitu pada tekanan 65-70

cmHg (dibawah tekanan atmosfer normal). Kondisi vakum ini menyebabkan

penurunan titik didih minyak dari 110-1200C sehingga dapat mencegah terjadinya

perubahan rasa, aroma dan warna bahan makanan (Massinai, 2005).

Mekanisme kerja untuk vacum frying adalah buah yang sudah disiapkan

dimasukkan ke dalam tabung penggorengan vakum. Pada kondisi vakum, titik

didih air mengalami penurunan sehingga suhu penggorengan dapat diturunkan

sebesar 50 60 C atau 5 6 dekade. Setelah vacum frying mencapai 700 mg,

keranjang penggorengan yang didalam tabung penggorengan diputar

pengungkitnya 180. Dengan demikian produk yang mengalami kerusakan warna,

aroma, rasa dan nutrisi akibat panas seperti produk buah-buahan dan sayuran

dapat diproses dengan teknologi penggorengan vakum ini. Di sisi lain kerusakan

minyak dan akibat-akibat yang ditimbulkan dapat diminimumkan karena proses

dilakukan pada suhu dan tekanan rendah. Artinya minyak goreng dapat digunakan

berkali-kali proses. Struktur kimianya tidak rusak karena hanya digunakan pada

suhu 80 90 C (IP2TP, 2000).

Keunggulan dari mesin vacum frying ini yaitu pengoperasian dan

perawatannya mudah, harganya terjangkau dibanding dengan harga mesin lain

yang sejenis, tenaga yang dibutuhkan lebih efisien (cukup satu orang saja), serta
mesin lebih awet dan tahan lama karena tidak mudah karatan. Hal ini terjadi

karena uap air yang dihasilkan dari proses penggorengan dikondensasikan dan

disedot keluar melalui pipa kapiler sehingga mesin tidak mudah terkena

korosi/karatan (Dikti, 2000).

Aplikasi tekanan sub atmosferik (vakum) terhadap proses penggorengan

akan menurunkan titik didih air yang dikandung bahan pangan, sehingga keripik

bengkoang akan matang pada suhu rendah. Hal ini menyebabkan aroma dan rasa

dari buah bengkoang akan tetap terjaga dan warna keripik bengkoang akan bagus

karena tidak gosong (Sijbring, 1974).

Teknik penggorengan dengan Vacum Frying ini akan menghasilkan kualitas

yang lebih baik dibanding dengan penggorengan biasa, diantaranya: (Tim Asisten,

2017)

1. Tidak mengubah warna buah dan sayuran.

2. Hasil penggorengan lebih renyah.

3. Aroma tidak berubah.

4. Kandungan serat tinggi.

5. Lebih tahan lama meskipun tanpa pengawet.


III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Air

2. Alat Tulis

3. Alat vacum frying

4. Stopwatch

5. Termokopel

6. Termometer

B. Prosedur Kerja

1. Datang praktikum tepat waktu sebelum praktikum dimulai.

2. Masuk ke ruang praktikum (laboratorium).

3. Mendengarkan asisten praktikum menjelaskan materi dan menerangkan alat

vacum frying.

4. Mencatat dan mendokumentasikan hasil pengamatan.


DAFTAR PUSTAKA

Akisif, Sahri. 2016. Gas Ideal dan Teori Kinetik Gas. Jakarta.
Dewantara, Aguk. 2012. Pengaruh Waktu Penggorengan Vakum terhadap Kadar
Air dan Organoleptik Keripik Kulit Pisang. UNDIP. Semarang.
Dikti. 2000. Modul Pembelajaran Interaktif. Atau http://en.dikti.org.go (diakses
tanggal 17 Maret 2013).
Fan, Liu-ping dan Min Zhang. 2007. Vacuum Frying of Carrot Chips. Southern
Yangtze University. Wuxi, China.
IP2TP. 2000. Laporan Akhir Penelitian Adaptif Teknologi Pasca Panen Buah-
Buahan. Jakarta : UNEP.
Lastriyanto, A. 1998. Mesin Penggoreng Hampa Sistem Water-jet Kajian Teknis,
Ekonomis dan Model Penerapan pada Industri Kecil. Teknik Pertanian UB.
Malang.
M. Mariscal, P. Bouchon. 2008. Comparison Between Atmoshperic and Vacuum
Frying of Apple Slices. Vol: 174. Department of Chemical and Bioprocess
Engineering, Pontificia Universidad Catlica de Chile. Santiago, Chile.
Massiani, R., dkk. 2005. Pengolahan Sekunder Buah-buahan Menggunakan
Vacuum frying. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Kalimantan Tengah.
Nur Fitri, Shofiyatun dan I Wayan Budiarta. 2012. Optimasi Proses
Penggorengan Vakum (Vacuum Frying) Keripik Daging Sapi. IPB. Bogor.
Sijbring. 1974. Occurence Of Various Sugar In Foods. In Sugar in Nutrition, ed.
H. L. Sipple and K. W. McNutt, pp. 67-80. Acadmic Press. New York,
USA.
Sumarjono, dkk. 2005. Fisika Dasar 1. Universitas Negeri Malang. Malang.
Tim Asisten. 2017. Modul Praktikum Termodinamika. Universitas Jenderal
Soedirman. Purwokerto.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Gambar Alat

Gambar 1. Vacum frying

Keterangan :

a. Pompa vacum water jet

b. Tabung penggoreng

c. Kondensor

d. Unit pemanas

e. Unit pengendali operasi (panel kontrol)

f. Bagian pengaduk penggorengan

g. Mesin peniris minyak (spiner)

2. Prinsip Kerja Alat

Vacum frying, sebagai mesin pengolah makanan ini bekerja dengan prinsip

Bernoulli (konsep dasar aliran fluida/ zat cair dan gas). Dimana semburan air dari
pompa yang dilalui pipa menghasilkan efek venture/ sedotan (vakum). Dengan

menggunakan 7 atau 8 nosel, pipa khusus menghisap udara hingga tekanan di

dalam tabung penggorengan turun hingga 7,52 cmHg, sehingga dengan tekanan

7,52 cmHg maka titik didih air akan turun menjadi 45,8 0C. Air didalam tabung

penggorengan selanjutnya didinginkan di kondensor dengan sirkulasi air

pendingin. Setelah dingin, air dimasukkan ke dalam bak air sebagai cadangan uap

air yang telah mengalami kondensasi ditampung di penampungan kondesat.

3. Bagian Alat dan Fungsi

a. Pompa vacum water jet, berfungsi untuk menghisap udara di dalam

ruang penggoreng sehingga tekanan menjadi rendah serta untuk

menghisap uap air dari bahan yang digoreng.

b. Tabung penggoreng, berfungsi untuk mengkondisikan bahan sesuai

tekanan yang diinginkan. Di dalam tabung dilengkapi keranjang buah

setengah lingkaran.

c. Kondensor, berfungsi untuk mengembunkan uap air yang dikeluarkan

selama penggorengan. Kondensor ini air sebagai pendingin.

d. Unit pemanas, berfungsi sebagai pemanas yang menggunakan kompor

gas LPG.

e. Unit pengendali operasi (panel kontrol), berfungsi untuk mengaktifkan

alat vakum dan unit pemanas.

f. Bagian pengaduk penggorengan, berfungsi untuk mengaduk buah yang

berada di dalam tabung penggorengan.


g. Mesin peniris minyak (spiner), berfungsi untuk meniriskan kandungan

minyak kripik yang sudah jadi.

4. Pemanfaatan vacum frying

Pemanfaatan vacum frying pada bidang keteknikan pertanian antara lain :

a. Pembuatan kripik buah, dengan adanya vacum frying dapat memudahkan

kita dalam pembuatan kripik buah. Karena dengan vacum frying kita

tidak perlu mengeringkan buah secara konvensional dengan bantuan

matahari lagi, namun dapat dengan mudah dikeringkan dengan vacum

frying secara moderen.

b. Pembuatan kripik sayur, dengan menggunakan alat hasil

penggorengannya akan lebih baik dan maksimal seperti tidak mengubah

warna sayur, lebih renyah, berserat tinggi, aroma tetap sama, dan lebih

tahan lama (awet).

B. Pembahasan

Gas ideal adalah suatu gas yang diidekan oleh manusia, secara real gas ideal

tidak ditemukan di permukaan bumi. Gas real pada tekanan di bawah kira-kira

dua kali tekanan atmosfer dapat dilakukan sebagai gas ideal. Bahkan dalam hal

uap jenuh pada kesetimbangan dengan uap cairnya persamaan keadaan gas ideal

bisa dipakai jika tekanan uapnya rendah (Sahri, 2016).

Perbedaan antara gas ideal dan gas nyata diantaranya adalah gas ideal

berlaku sebagai berikut:


1. Molekul-molekul gas merupakan materi bermassa yang dianggap tidak

mempunyai volume.

2. Gaya tarik menarik atau tolak menolak antar molekul dianggap nol.

3. Tumbukan antar molekul dengan dinding bejana adalah lenting

sempurna.

4. Memenuhi hukum gas PV = nRT.

Sedangkan pada gas real atau nyata memilki sifat-sifat sebagai berkut:

1. Volume gas nyata tidak dapat diabaikan.

2. Terdapat gaya tarik menarik atau tolak menolak antar molekul terutama

jika tekanan diperbesar atau volume diperkecil.

3. Adanya interaksi atau gaya tarik menarik antar molekul gas nyata yang

sangat kuat, menyebabkan gerakan molekulnya tidak lurus, dan tekanan

ke dinding menjadi kecil , lebih kecil daripada gas ideal.

4. Memenuhi persamaan.

P + (an2/V2) (V-nb) = nRT

Dimana:

P = Tekanan (atm)

V = Volume spesifik gas (liter)

R = Konstanta gas (0,082 L.atm/mol)

T = Suhu (K)

n = jumlah mol

a,b = Konstanta Van der Waals


Vacum frying merupakan teknologi baru yang bisa digunakan untuk

memperbaiki atribut kualitas makanan gorengan karena suhu rendah yang

dipekerjakan dan minimnya paparan oksigen (Mariscal, 2008).

Mesin penggoreng hampa (Vacum Frying) adalah mesin produksi untuk

menggoreng berbagai macam buah dan sayuran dengan cara penggorengan

hampa. Penggorengan vakum merupakan cara pengolahan yang tepat untuk

menghasilkan kripik buah dengan mutu tinggi (Koswara, 2006).

Penggorengan vakum adalah suatu metoda pengurangan kadar minyak pada

produk sambil tetap mempertahankan kandungan nutrisi produk. Teknologi ini

dapat digunakan untuk memproduksi sayuran dan buah-buahan yang didehidrasi

tanpa mengalami reaksi pencoklatan (browning) atau produk menjadi hangus.

Pada operasi penggorengan vakum, bahan pangan mentah dipanaskan dibawah

kondisi tekanan yang diturunkan (<60 Torr 8 kPa) yang dapat menurunkan titik

didih minyak dan kadar air bahan pangan tersebut (Shyu, Hau and Hwang, 1998).

Prinsip kerja penggorengan vakum adalah menghisap kadar air dalam

sayuran dan buah dengan kecepatan tinggi agar pori-pori daging buah dan sayur

tidak cepat menutup, sehingga kadar air dalam buah dapat diserap dengan

sempurna. Prinsip kerja dengan mengatur keseimbangan suhu dan tekanan vakum.

Penggorengan vakum ini menggunakan prinsip Bernoulli yaitu konsep dasar

aliran fluida atau zat cair dan gas. Dimana semburan air dari pompa yang dilalui

pipa menghasilkan efek venturi atau sedotan (vakum). Dengan menggunakan 7

atau 8 nosel, pipa khusus menghisap udara hingga tekanan di dalam tabung

penggorengan turun, sehingga dengan tekanan rendah maka titik didih air akan
turun menjadi 45,8 0C. Air di dalam tabung penggoreng selanjutnya didinginkan

di kondensor dengan sirkulasi air pendingin. Setelah dingin air dimasukkan ke

dalam bak air sedangkan uap air yang telah mengalami kondensi ditampung di

penampungan kondensat (Shidqiana, 2012).

Cara kerja mesin penggorengan vakum adalah buah atau sayuran digoreng

pada mesin penggorengan vakum, dengan medium minyak goreng. Pemanasan

minyak goreng disetting pada suhu rendah. Pemanasan ini menggunakan bahan

bakar LPG. Untuk mempercepat penggorengan, maka dilakukan penyedotan

kandungan air pada buah dengan cara pemvakuman. Pemvakuman ini

menggunakan pompa khusus, dengan tenaga listrik. Suhu penggorengan

terkontrol otomatis (60-80)C. Suhu yang terjaga rendah ini, menjadikan produk

tidak gosong, sehingga warna sesuai aslinya. Suhu juga bisa diatur sesuai

keinginan, baik diturunkan atau dinaikkan. Misalnya saja, jika Anda ingin

menggoreng bahan lain, yang suhunya butuh lebih rendah ataupun lebih tinggi

(Shidqiana, 2012).

Kelebihan dari mesin Vacum Frying ini adalah sebagai berikut :

1. Kadar air yang tinggi pada komoditas yang digoreng dapat diserap

dengan keadaan hampa dan tekstur, rasa, warna, komoditi yang

dihasilkan tidak berubah.

2. Dengan perlakuan vacum akan menghasilkan produk agroindustri yang

memilki nilai tamabah tinggi.


3. Aman digunakan karena, penggorengan dilakukan dalam keadaan

tertutup rapat, sehingga mencegah minyak goreng panas dari cipratan

minyak mengenai tubuh selama proses penggorengan.

4. Kebersihan terjamin tidak ada tumpahan minyak selama proses.

5. Hasil penggorengan lebih renyah.

6. Dapat melakukan penggorengan dengan akurat, dengan pengaturan

temperatur secara otomatis proses penggorengan dapat berjalan sesuai

dengan temperatur yang diinginkan, sehingga terhindar dari panas yang

berlebih.

7. Dapat menggoreng dengan proses yang cepat dan kapasitas yang besar.

8. Kandungan serat tinggi.

9. Lebih tahan lama meskipun tanpa bahan pengawet.

Kekurangan dari mesin Vacum Frying ini adalah sebagai berikut:

1. Memerluhkan biaya yang sangat mahal.

2. Tidak biasa diterapkan di industri rumahan atau home industry.

3. Vacum memerluhkan bahan bakar atau listrik yang tinggi.

4. Bahan yang diolah harus memenuhi volume yang ditentukan, tidak

sedikit.

5. Tabung vacum tidak dapat menampung bahan mentah dengan kapasitas

besar.

6. Waktu penggorengan membutuhkan lebih dari satu jam, tekanan vacum

kecil.

7. Dimensi alat penggorengan besar.


Macam-macam mesin penggorengan vakum selain mesin penggorengan

vakum (vacum frying), terdapat beberapa alat atau mesin penggoreng lainnya,

diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Deep frying electric

Penggorengan dengan sistem elemen pemanas sehingga panas yang

dihasilkan dapat merata pada minyak sehingga hasil gorengan tidak gosong.

Temperatur dapat disetel sesuai dengan kebutuhan. Minyak yang dipakai bisa

lebih tahan lama karena tidak akan terjadi over heating.

2. Deep friyer gas

Mesin ini berbahan bakar gas LPG tanpa timer. Mesin Deep fryer ini

digunakan untuk menggoreng pisang, ayam goreng, kentang goreng, dll.

3. Deep frying with automatic temperature control

Pada mesin ini minyak goreng yang diinginkan akan selalu stabil, sehingga

hasil gorengan sangat bagus. Lebih irit minyak dan lebih sehat karena tidak over

heating.

Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu akhir produk yang digoreng adalah

kualitas bahan yang digoreng, kualitas minyak goreng, jenis alat penggorengan

dan sistem kemasan produk akhir. Selama penyimpanan, produk yang digoreng

dapat pula mengalami kerusakan yaitu terjadinya ketengikan dan perubahan

tekstur pada produk. Ketengikan dapat terjadi karena minyak. Hal ini dipengaruhi

oleh mutu minyak, kondisi proses penggorengan dan sistem pengemasan yang

digunakan. Pada alat penggoreng vakum ini uap air yang terjadi sewaktu proses

penggorengan disedot oleh pompa. Setelah melalui kondensor uap air


mengembun dan kondensat yang terjadi dapat dikeluarkan. Sirkulasi air pendingin

pada kondensor dihidupkan sewaktu proses penggorengan (Lastiyanto, 2006).

Praktikum Termodinamika acara kedua ini yaitu pengenalan tentang mesin

vacum frying beserta fungsinya terutama dalam bidang keteknikan pertanian,

mempelajari bagian-bagian mesin vacum frying beserta fungsi dan cara kerjanya,

mengetahui kelebihan dan kekurangan dari mesin vacum frying, dan proses cara

kerja pengolahan suatu produk menggunakan mesin vacum frying.

Berikut ini adalah hasil yang diperoleh pada praktikum acara 2 :

1. Gambar Alat

Gambar 2. Vacum frying

Keterangan :

a. Pompa vacum water jet

b. Tabung penggoreng

c. Kondensor

d. Unit pemanas

e. Unit pengendali operasi (panel kontrol)

f. Bagian pengaduk penggorengan

g. Mesin peniris minyak (spiner)

2. Prinsip Kerja Alat


Vacum frying, sebagai mesin pengolah makanan ini bekerja dengan prinsip

Bernoulli (konsep dasar aliran fluida/ zat cair dan gas). Dimana semburan air dari

pompa yang dilalui pipa menghasilkan efek venture/ sedotan (vakum). Dengan

menggunakan 7 atau 8 nosel, pipa khusus menghisap udara hingga tekanan di

dalam tabung penggorengan turun hingga 7,52 cmHg, sehingga dengan tekanan

7,52 cmHg maka titik didih air akan turun menjadi 45,8 0C. Air didalam tabung

penggorengan selanjutnya didinginkan di kondensor dengan sirkulasi air

pendingin. Setelah dingin, air dimasukkan ke dalam bak air sebagai cadangan uap

air yang telah mengalami kondensasi ditampung di penampungan kondesat.

3. Bagian Alat dan Fungsi

a. Pompa vacum water jet, berfungsi untuk menghisap udara di dalam

ruang penggoreng sehingga tekanan menjadi rendah serta untuk

menghisap uap air dari bahan yang digoreng.

b. Tabung penggoreng, berfungsi untuk mengkondisikan bahan sesuai

tekanan yang diinginkan. Di dalam tabung dilengkapi keranjang buah

setengah lingkaran.

c. Kondensor, berfungsi untuk mengembunkan uap air yang dikeluarkan

selama penggorengan. Kondensor ini air sebagai pendingin.

d. Unit pemanas, berfungsi sebagai pemanas yang menggunakan kompor

gas LPG.

e. Unit pengendali operasi (panel kontrol), berfungsi untuk mengaktifkan

alat vakum dan unit pemanas.


f. Bagian pengaduk penggorengan, berfungsi untuk mengaduk buah yang

berada di dalam tabung penggorengan.

g. Mesin peniris minyak (spiner), berfungsi untuk meniriskan kandungan

minyak kripik yang sudah jadi.

4. Pemanfaatan vacum frying

Pemanfaatan vacum frying pada bidang keteknikan pertanian antara lain :

a. Pembuatan kripik buah, dengan adanya vacum frying dapat memudahkan

kita dalam pembuatan kripik buah. Karena dengan vacum frying kita

tidak perlu mengeringkan buah secara konvensional dengan bantuan

matahari lagi, namun dapat dengan mudah dikeringkan dengan vacum

frying secara moderen.

b. Pembuatan kripik sayur, dengan menggunakan alat hasil

penggorengannya akan lebih baik dan maksimal seperti tidak mengubah

warna sayur, lebih renyah, berserat tinggi, aroma tetap sama, dan lebih

tahan lama (awet).


V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum Asas Black, praktikan dapat menyimpulkan

beberapa hal :

1. Gas ideal adalah suatu gas yang diidekan oleh manusia, secara real gas

ideal tidak ditemukan di permukaan bumi. Gas real pada tekanan di

bawah kira-kira dua kali tekanan atmosfer dapat dilakukan sebagai gas

ideal. Bahkan dalam hal uap jenuh pada kesetimbangan dengan uap

cairnya persamaan keadaan gas ideal bisa dipakai jika tekanan uapnya

rendah.

2. Gas adalah salah satu keadaan yang dimiliki oleh materi. Gas memiliki

sifat kontradiktif dengan padatan dan cairan. Gas tidak memiliki urutan

dan menempati setiap ruang yang diberikan. Perilaku gas sangat

dipengaruhi oleh variabel seperti temperatur dan tekanan.

3. Mesin vacum frying atau mesin penggoreng hampa adalah mesin yang

berfungsi untuk memproduksi keripik buah ataupun sayur dengan cara

melakukan penggorengan secara vakum tanpa merubah rasa buah

tersebut. Mesin vacum frying ini dikenal juga dengan mesin penggoreng

hampa yang dapat membuat keripik mangga, keripik melon, keripik

salak, dan aneka keripik buah lainnya. Selain buah, vacum frying dapat

digunakan untuk membuat keripik sayur ataupun ikan.


B. Saran

Sebaiknya asisten mengecek terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan.

Sehingga praktikum lancar dan untuk praktikum kedepannya alat lebih

ditingkatkan agar lebih mengefisienkan waktu.