Anda di halaman 1dari 11

PEMINDAH DAYA II

Prinsip kerja dan komponen utama transmisi otomatis CVT

1. BAMBANG HAMBALI 5152122001

2. DIAN ANJASMARA 5152122002

Dosen pengampu : Drs. Khoiri M.pd

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017-2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat uhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya.

Makalah ini merupakan salah satu tugas rutin yang disusun untuk memenuhi tugas mata
Kuliah Pemindah Daya II dengan topik Transmisi cvt. Dalam makalah ini penulis
membahas mengenai komponen utama cvt dan cara kerja cvt.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis menyadari adanya berbagai kekurangan, baik
dalam isi materi maupun penyusunan kalimat. Namun demikian, perbaikan merupakan hal
yang berlanjut sehingga kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini sangat penulis
harapkan. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membaca dan mempelajari makalah ini.

Medan. 16 Oktober 2017

Kelompok 3

Pemindah Daya II i
DAFTA ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ ii
BAB I ......................................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................................... 1
B. Tujuan ...................................................................................................................... 1
BAB II ....................................................................................................................................... 2
A.PENGERTIAN CVT ........................................................................................................ 2
B. KOMPONEN UTAMA CVT ................................................................................... 3
C. CARA KERJA CVT................................................................................................ 5
BAB III...................................................................................................................................... 8
A. Kesimpulan ............................................................................................................. 8
B. Daftar Pustaka.................................................................................................................8

Pemindah Daya II ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

CVT adalah kepanjangan dari continuos variable transmission. Yaitu system


pemindah kecepatan secara full otomatis sesuai dengan putaran mesin, mesin ini tidak
memakai gigi transmisi. Tapi sebagai gantinya menggunakan dua buah puli (depan dan
belakang ) yang dihubungkan dengan sebuah belt.

B. Tujuan

Agar mahasiswa mengetahui komponen utama sistem transmisi CVT dan bagaimana
proses prinsip kerjanya.

Pemindah Daya II 1
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN CVT

Continous Variable Transmission (CVT) adalah sistem transmisi yang tidak memiliki
gigi perseneling seperti pada mobil bertransmisi manual ataupun mobil bertransmisi matik
konvensional.

Sebagai pengganti gigi 1,2,3,4 tetap pada gigi satu dan tidak perlu mengoper tuas
perseneling. Untuk penggantinya digunakan dua puli yakni puli penggerak dan puli yang
digerakkan, kedua puli tersebut dihubungkan dengan belt (sabuk dari serat baja).

Puli penggerak tersebut bisa menyesuaikan kecepatan yang dibutuhkan mobil, jadi bisa cepat
bisa juga lebih lambat secara otomatis.

Jika RPM mesin naik maka kecepatan akan disesuaikan dengan otomatis. Awalnya,
puli yang menggerakkan rasionya lebih kecil namun lama-lama menjadi besar sesuai dengan
kebutuhan kecepatan mobil. Sedangkan puli yang diputar (digerakkan), tadinya besar lama-
lama jadi kecil.

Cara kerja tranmisi CVT ini cukup halus, selain tidak ada hentakan akibat proses
perpindahan gigi juga karena pergerakan transmisinya menggunakan belt. Namun untuk
akselerasinya, mobil bertransmisi CVT tidak sebaik mobil bertransmisi matik konvensional
dan manual.

Pemindah Daya II 2
Kelebihan transmisi CVT adalah lebih mudah dikendarai karena tinggal bermain gas
dan rem saja layaknya mengendarai motor matik, akselerasinya lebih lembut tanpa ada
hentakan perpindahan gigi perseneling, mempunyai engine brake yang cukup kuat sehingga
jika melewati turunan kerja rem tidak terlalu berat jika dibandingkan mobil matik
konvensional, lebih irit bahan bakar karena penggunaan rpm mesin relatif stabil, dan tidak
naik turun seperti mobil manual dan matik yang selalu menaik turunkan rpm mesin untuk
perpindahan gigi.

Punya kelebihan bukan berarti tidak punya kelemahan, kelemahan dari sistem
transmisi CVT adalah lebih susah untuk diperbaiki ketika rusak, karena memiliki sistem yang
kompleks, selain itu mobil bertransmisi CVT tidak bisa dibuat berkendara secara kasar
karena mesin akan mudah rusak.

B. KOMPONEN UTAMA CVT

1. Primary Pulley

Primary pulley berfungsi sebagai penggerak utama system CVT dimana putaran
yang didapatkan dari input shaft digunakan untuk menggerakkan secondary pulley
melalui Metal Belt

2. Metal Bellt

Metal Belt atau sabuk metal terbuat dari baja yang dibentuk menjadi Belt
berfungsi untuk meneruskan tenaga putaran dari Primary Pulley ke secondary
pully.

Pemindah Daya II 3
3. Seconday Pulley

Secondary Pulley berfungsi meneruskan putaran dari Primay pulley ke reduction


gear.

4. Oil Pump

Oil pump atau pompa oli berguna untuk mensirkulasikan pelumas yang
dibutuhkan komponen dan menyedikan tekanan operasi control hidrolic untuk
menggerakkan pulley

5. Tiga sensor Kecepatan dan satu sensor Tekanan

Dalam system CVT terdapat 4 sensor dimana 3 sensor kecepatan


(NT,NIN,NOUT) dan 1 sensor tekanan ( Oli pressure Sensor)

Pemindah Daya II 4
C. CARA KERJA CVT
Secara teknis pada teknologi CVT, gigi konvensional digantikan oleh drum drum
yang ukurannya tidak tetap dan drive belt dari baja. Drive Belt dari baja yang fleksible
tersebut akan bekerja pada tiap sisi dari drum. Diameter dari tiap drum tersebut di kontrol
oleh komputer dari transmisi yang juga akan menerapkan atau mengurangi tekanan oli ke
bagian bergerak dari setiap drum. Ini adalah rasio pada gigi rendah ( gigi 1 ).

Pada saat berada di rasio yang tinggi ( Top Gear ), tekanan minyak yang tinggi akan
masuk ke puli penggerak ( drive pulley ) dan di lepaskan dari puli yang digerakkan. Diameter
dari drum juga berbalik sehingga pulley yang digerakkan akan bekerja lebih cepat
dibandingkan dengan pulley penggerak.

Diantara dua posisi tersebut, rasio dari rendah ke tinggi, komputer dari transmisi akan
mempersiapkan tekanan minyak yang seimbang pada tiap drum. Hal ini akan menghasilkan
rasio yang benar sesuai dengan kondisi jalan pada saat itu dan posisi akselerator.

1. Gear Train

D posisi

Keceptan rendah :

Pada saat kecepatan rendah ukuran puli primer lebih kecil dari puli sekunder menyebabkan
putaran yang diterima puli sekunder kecil.Akibatnya, kecepatan kendaraan menjadi rendah.

Kecepatan tinggi :

Pemindah Daya II 5
Pada saat kecepatan tinggi tekanan oli pada system CVT meningkat kemudian terdeteksi oleh
oil pressure sensor mengakibatkan pulley sekunder berubah menjadi kecil dan pulley primer
menjadi besar.Akibatnya, putaran output lebih besar dari puritan in dan kecepatan kendaraan
menjadi tinggi.

N dan R position

Pada saat posisi N:

Pada saat posisi Netral putaran yang diterima dari input hanya sampai planetary gear dan
tidak diteruskan menuju pulley.Akibatnya putaran tidak sampai ke roda makanya mobil bisa
idle

Pada saat posisi R :

Pada saat posisi R atau mundur putaran yang diterima melalui input di teruskan oleh sun gear
akan tetapi ring gear terkunci dan tidak berputar yang mengakibatkan putaran yang di
salurkan menuju pulley berubah arah.

Pemindah Daya II 6
2. Mekanisme forward and Reverse ( Maju dan Mundur)

Pada saat mengemudi maju putaran yang di terima dari inputshaft di teruskan ke planetary
gear set dimana kopling maju (Forward clutch) dalam kondisi bekerja dan Reverse Brake
dalam kondisi Off sehingga putaran out put yang di hasilkan sama seperti putaran input.

Pada saat mengemudi mundur putaran dari inputshat di teruskan ke sun gear dan planet gear
sehingga putaran yang dihasikan berubah karena clutch forward tidak bekerja dan Reverse
brake bekerja menahan ring gear.

Pemindah Daya II 7
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Continous Variable Transmission (CVT) adalah sistem transmisi yang tidak memiliki gigi
perseneling seperti pada mobil bertransmisi manual ataupun mobil bertransmisi matik
konvensional.

Komponen utama transmisi CVT :

1. Primary Pulley

2. Metal Bellt

3. Seconday Pulley

B. Daftar Pustaka

https://www.otosia.com/berita/melihat-lebih-dekat-teknologi-transmisi-cvt.html

http://duniaotomotifbjm-id.blogspot.co.id/2011/12/konstruksi-mesin-cvt-pada-mobil.html

https://jualhonda.net/apa-itu-cvt-pada-mobil/

Pemindah Daya II 8