Anda di halaman 1dari 18

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

KOMITE KEPERAWATAN

KOMITE KEPERAWATAN R S X
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kesehatan sebagai hak asasi manusia merupakan tanggung jawab Pemerintah dan
seluruh elemen masyarakat yang harus diwujudkan dalam bentuk pemberian
berbagai upaya kesehatan melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang
berkualitas dan terjangkau.

Penyelenggaraan Pelayanan Praktik Keperawatan merupakan bagian integral dari


pelayanan kesehatan dan saling mendukung dengan pelayanan yang diberikan oleh
profesi kesehatan lainnya. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan
dalam bentuk kerja tim dimana pasien sebagai pusat perawatan petugas (Patient
Centered Care) salah satunya adalah tenaga keperawatan yang merupakan tenaga
profesi yang terbanyak di rumah sakit.

Pelayanan keperawatan di rumah sakit memiliki proporsi paling besar karena


dilaksanakan terus menerus selama 24 jam oleh tenaga keperawatan, sehingga baik
buruknya citra rumah sakit seringkali dinilai dari tampilan/ kinerja keperawatan.
Keperawatan perlu meningkatkan kemampuan profesionalnya baik individu maupun
kelompok dan membina hubungan kerja dengan tim kesehatan lainnya di RS X

Komite Keperawatan adalah wadah non structural bersifat fungsional yang terdiri dari
tenaga ahli keperawatan atau profesi Keperawatan yang dibentuk untuk memberikan
masukan atau pertimbangan strategic tentang peningkatan mutu pelayanan
keperawatan atau memperbaiki mutu pelayanan keperawatan kepada direktur
keperawatan atau pimpinan tertinggi keperawatan di Rumah Sakit.

Komite Keperawatan bertugas membantu kepala/direktur Rumah Sakit dalam


melakukan kredensial, pembinaan disiplin dan etika profesi keperawatan dan
kebidanan serta pengembangan profesional berkelanjutan termasuk memberi
masukan guna pengembangan standar pelayanan dan standar asuhan keperawatan
dan kebidanan. Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya, diperlukan dukungan,
kebijakan internal staf keperawatan, serta dukungan sumber daya dari rumah sakit.

Falsafah Komite keperawatan di rumah sakit mengacu pada falsafah rumah sakit
dengan berlandaskan nilai-nilai luhur profesi. Pencapaian visi dan misi Komite
Keperawatan senantiasa menselaraskan visi dan misi rumah sakit dengan
mengedepankan kualitas asuhan pelayanan, asuhan keperawatan yang berlandaskan
pada Bio Psiko Sosio Spiritual.

A. TUJUAN
Umum :
Sebagai pedoman bagi rumah sakit dalam menyelenggarakan komite keperawatan
guna meningkatkan professionalisme perawat dan meningkatkan mutu/kualitas
pelayanan keperawatan di rumah sakit

Khusus
1. Terbentuknya persamaan pemahaman, persepsi dan cara pandang
penyelenggaraan komite keperawatan di rumah sakit.
2. Terselenggaranya komite keperawatan yang memiliki tata kelola klinis
(clinical governance) yang baik dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit.
3. Terbangunnya iklim professionalisme keperawatan dalam rangka
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
4. Terselenggaranya pelayanan keperawatan yang berkualitas di setiap tatanan
pelayanan kesehatan di rumah sakit.

B. SASARAN
Sasaran Pedoman Penyelenggaraan Komite Keperawatan di Rumah Sakit adalah :
1. Direktur Rumah Sakit
2. Stakeholder terkait (Instalasi Rawat, Organisasi Profesi, Institusi
Pendidikan, Unit/komite mutu, pokja Akreditasi RS, dll)
3. Pimpinan Keperawatan dan perawat pelaksana

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Pedoman Penyelenggaraan Komite Keperawatan di Rumah Sakit
adalah professionalisme keperawatan di rumah sakit, komite keperawatan, sub- sub
komite keperawatan, pembinaan dan pengawasan.
BAB II
GAMBARAN UMUM KOMITE KEPERAWATAN
Dalam tatanan pelayanan keperawatan di rumah sakit saat ini setahap demi
setahap telah terjadi pergeseran perawat dari vocational menuju professionalisme.
Pergeseran mendasar disebabkan karena tekanan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi keperawatan, perkembangan keperawatan global dan
regional, tekanan tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan-asuhan
keperawatan yang bermutu dan terjangkau, serta tekanan perkembangan Sistem
Pemberian Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat yang menuntut penyesuaian
pelayanan-asuhan keperawatan.

Merupakan tanggung jawab moral bagi perawat untuk memberikan


pelayanan-asuhan yang benar dan baik kepada masyarakat yang sesuai dengan
kemajuan / perkembangan, serta harus sesuai dengan tingkat penerimaan, budaya,
dan daya emban masyarakat.

Perubahan profesionalisme keperawatan dibangun dalam tiga elemen yaitu:


organisasi profesi, pendidikan keperawatan dan pelayanan keperawatan, dimana
ketiga elemen tersebut saling berinteraksi satu dengan lainnya dan tidak
terpisahkan.

Gambar 1. Tiga elemen menuju profesionalisme Keperawatan

Organisasi Profesi
Keperawatan

Titik masuk

Pendidikan Pelayanan
Keperawatan Keperawatan

Untuk dapat mewujudkan tercapainya pelayanan yang berkualitas diperlukan


adanya tenaga keperawatan yang professional, memiliki kemampuan intelektual,
tekhnikal, dan interpersonal, bekerja berdasarkan standar praktek, memperhatikan
kaidah etik dan moral.

Model praktek keperawatan profesional (professional governance)


hendaknya dilandasi dengan akontabilitas perawat, adanya tanggung jawab dan
wewenang yang ditetapkan oleh berbagai proses tertentu di dalam organisasi rumah
sakit. Proses tersebut harus mencakup perangkat yang meliputi standard praktek,
mutu profesi (Quality Assurance, Continuing Nursing Education, dan proses
peer/proses perawat seminat).

Proses profesionalisme praktek keperawatan di dalam organisasi rumah


sakit harus mempunyai kebebasan untuk berfungsi secara efektif, adanya dukungan
dari sejawat dan pimpinan, adanya kejelasan ekspektasi tentang lingkungan kerja,
adanya sumber yang tepat untuk praktek secara efektif dan iklim organisasi yg
terbuka.

Pengaturan dan kontrol praktek profesi tersebut dalam organisasi rumah


sakit dilakukan melalui komite keperawatan rumah sakit yang memiliki peran
sebagai perawat eksekutif yang melaksanakan praktek professional, mencakup
praktek administratif dan praktek klinik, serta manajemen mutu.

Komite Keperawatan merupakan perwakilan kelompok profesi perawat,


bertugas membantu direksi dalam melakukan kredensial, pembinaan etik dan
disiplin profesi keperawatan serta pengembangan profesional berkelanjutan
(continuing profesional development/CPD) termasuk didalamnya menentukan
standar asuhan keperawatan dan standar standar operasional keperawatan.

2.1 TUGAS POKOK KOMITE KEPERAWATAN


a) Memberikan masukan untuk pertimbangan kepada Direktur . RS X dalam hal
pelayanan keperawatan diminta atau tidak diminta.
b) Mendapatkan informasi dari Direktur . RS X dalam hal penyelenggaraan dan
pengembangan pelayanan Keperawatan.

2.2 HAL-HAL YANG SPESIFIK DARI KOMITE KEPERAWATAN


Komite Keperawatan mempunyai fungsi meningkatkan profesionalisme tenaga
keperawatan yang bekerja di Rumah Sakit dengan cara:
a. Melakukan Kredensial bagi seluruh tenaga keperawatan yang akan melakukan
pelayanan keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit
b. Memelihara mutu profesi tenaga keperawatan
c. Menjaga disiplin, etika, dan perilaku profesi perawat dan bidan.

Dalam melaksanakan fungsi Kredensial, Komite Keperawatan memiliki tugas


sebagai berikut:
a. Menyusun daftar rincian Kewenangan Klinis dan Buku Putih
b. Melakukan verifikasi persyaratan Kredensial
c. Merekomendasikan Kewenangan Klinis tenaga keperawatan
d. Merekomendasikan pemulihan Kewenangan Klinis
e. Melakukan Kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan
f. Melaporkan seluruh proses Kredensial kepada Ketua Komite Keperawatan
untuk diteruskan kepada kepala/direktur Rumah Sakit

Dalam melaksanakan fungsi memelihara mutu profesi, Komite Keperawatan


memiliki tugas sebagai berikut:
a. menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai areapraktik
b. merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan
tenaga keperawatan.
c. melakukan audit keperawatan dan kebidanan
d. memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.

(4) Dalam melaksanakan fungsi menjaga disiplin dan etika profesi tenaga keperawatan,
Komite Keperawatan memiliki tugas sebagai berikut:
a. melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan;
b. melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan;
c. merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan masalah etik
dalam kehidupan profesi dan pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan;
d. merekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis; dan
e. memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan
keperawatan dan kebidanan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Komite Keperawatan berwenang:


a. memberikan rekomendasi rincian Kewenangan Klinis;
b. memberikan rekomendasi perubahan rincian Kewenangan Klinis;
c. memberikan rekomendasi penolakan Kewenangan Klinis tertentu;
d. memberikan rekomendasi surat Penugasan Klinis;
e. memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dankebidanan;
f. memberikan rekomendasi pendidikan keperawatan dan pendidikan kebidanan
berkelanjutan; dan
g. memberikan rekomendasi pendampingan dan memberikan rekomendasi
pemberian tindakan disiplin.
BAB III
Visi Misi Falsafah Nilai dan Tujuan Komite

Komite keperawatan dibentuk dengan tujuan untuk menyelenggarakan tata kelola


klinis (clinical governance) yang baik agar mutu pelayanan keperawatan dan
kebidanan yang berorientasi pada keselamatan pasien lebih terjamin dan terlindungi.
Falsafah Komite Keperawatan di rumah sakit mengacu pada falsafah rumah sakit
dengan berlandaskan nilai nilai luhur profesi. Pencapaian Visi dan misi komite
keperawatan senantiasa menselaraskan visi dan misi rumah sakit dengan
mengedepankan kualitas asuhan pelayanan asuhan keperawatan yang
berlandaskan pada Bio psiko sosio spiritual. Untuk itu komite keperawatan
sudah membuat landasan Visi, misi dan nilai untuk pencapaian tujuan organisasi

a. Visi Komite Keperawatan RS X adalah Menjadikan komite keperawatan sebagai


wadah fungsional terbaik dan terdepan dalam peningkatan mutu asuhan
keperawatan dan kebidanan di Sumatera.

b. Misi komite keperawatan:


1) Melakukan perubahan budaya (culture) dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan dan kebidanan yang lebih berkualitas
2) Menanamkan nilai nilai spiritual dalam setiap kegiatan komite
keperawatan
3) Meningkatkan kemampuan pembimbing dalam proses praktek klinik
yang berkualitas
4) Melaksanakan penelitian untuk meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan

c. Nilai Nilai komite Keperawatan adalah K om Kep yaitu :


Kom : Komitmen
K : Kebersamaan
E : Energik
P : Profesional.

Dalam menjalankan tugasnya Komite Keperawatan didukung oleh 15 (lima belas)


Staf Perawatan fungsional yang dijabat oleh seorang Kepala Staf Perawat
Fungsional sebagai anggota ex officio.
Keberhasilan untuk pencapaian visi diatas ditentukan oleh rencana yang
sistematis, bertahap, berdasarkan realita dengan menetapkan sasaran, target dan
indikator keberhasilan sebagai tolok ukur menentukan rencana berikutnya.
Dalam rangka pertanggung jawaban rencana kerja beserta anggaran komite
keperawatan tahun lalu (2012), maka dilaporkan kinerja dimaksud dengan harapan
dapat dijadikan pedoman dalam menyusun manajemen operasional strategik RS X
tahun berikutnya.
BAB III
URAIAN TUGAS DAN TAHUBJA

Tata Hubungan Kerja Komite Keperawatan dengan Satker lain


Hubungan Komite Keperawatan dengan Kepala/Direktur
(1) Kepala/direktur Rumah Sakit menetapkan kebijakan, prosedur dan sumber
daya yang diperlukan untuk menjalankan fungsi dan tugas Komite
Keperawatan.
(2) Komite Keperawatan bertanggung jawab kepada kepala/direktur Rumah
Sakit.

Direktur Utama

KOMITE KOMITE KEP DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR


KEPERAWATAN
MEDIS

Mitra
Bertari SEKRETARIS

SUB-KOMITE SUB-KOMITE SUB-KOMITE

KREDENSIAL MUTU PROFESI DISIPLIN

PEER
GROUP

a. Uraian Tugas Per-Jabatan


Komite Keperawatan bertanggung jawab kepada Direktur . RS X dalam hal
terlaksananya Asuhan Keperawatan Profesional sesuai standar yang telah
ditetapkan, menyusun program pengembangan SDM, pendidikan dan penelitian
keperawatan serta menjalankan, memantau dan atau membina etika profesi.

b. Pola Ketenagaan dan Kualifikasi SDM Komite Keperawatan


Kualifikasi Jumlah SDM
no Jabatan Pendidikan Kebutuhan Saat ini
Ada Masih
1. rangkap sebagai
Ketua S2 Keperawatan 1 SPF PD
Ada Masih
2. rangkap sebagai
Sekretaris S1 Keperawatan 1 SPF ICU
2 orang (ketua
dan sekretaris
Sub Komite merangkap
3. Kredensial S1 Keperawatan anggota) Belum ada
2 orang (ketua
Sub Komite dan sekretaris
Etika dan merangkap
4. disiplin S1 Keperawatan anggota) Belum ada
2 orang (ketua
dan sekretaris
Sub Komite merangkap
5 mutu S1 Keperawatan anggota) Belum ada
6 SPF S1 Keperawatan 15 orang Sudah ada

c. Uraian Tugas Per-Jabatan :


1. Ketua Komite Keperawatan
I Nama Jabatan : Ketua Komite Keperawatan
Persyaratan Jabatan(minimal) : Minimal Ners dengan pengalaman klinik lebih
dari 5 tahun.
II Atasan Langsung : Direktur .
Bawahan Langsung : Ka sub komite keperawatan dan Ka SPF
Koordinasi Langsung : Ka sub komite keperawatan dan Ka SPF

III Ringkasan Jabatan :


Bertanggung Jawab mengkoordinir anggota komite dalam meningkatkan
profesionalisme tenaga keperawatan serta mengatur tata kelola klinis yang baik
agar mutu pelayanan keperawatan dan pelayanan kebidanan yangberorientasi
pada keselamatan pasien di Rumah Sakit lebih terjamin dan terlindungi.
TUGAS POKOK HASIL
1. Memberikan masukan untuk Terjalinnya koordinasi dan kerjasama
pertimbangan kepada Direktur . RS Dr yang baik antara Komite keperawatan
M Djamil Padang dalam hal dengan Direktur dalam pelaksanaan
pelayanan keperawatan diminta atau mutu layanan keperawatan
tidak diminta
2. Memantau pelaksanaan kegiatan Berjalannya evaluasi mutu asuhan
peningkatan mutu dan evaluasi mutu keperawatan dalam pelaksanaan
keperawatan supervise dan audit keperawatan

3. Memberikan rekomendasi Terdapatnya rekomendasi kewenangan


kewenangan klinis perawat pada klinis yang akan diberikan penugasan
direktur klinis oleh direktur
3. Mengkomunikasikan informasi hasil Terjalinnya sistem kerjasama dengan
telaah mutu keperawatan kepada semua pihak terkait dengan mutu
semua yang terkait, misalnya komite keperawatan
mutu rumah sakit.

4. Mengusulkan solusi kepada Memberikan masukan pada direksi


manajemen atas masalah yang terkait diminta atau tidak diminta.
dengan keprofesionalan tenaga dan
asuhan dalam sistem pemberian
asuhan, misalnya sistem pelaporan
pasien, penugasan staf
5. Memprakarsai perubahan dalam Terciptanya program perubahan budaya
meningkatkan mutu asuhan pelayanan keperawatan yang lebih baik
keperawatan.

6. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan - Program kerja tahunan Komite


tenaga keperawatan, menyampaikan keperawatan dan laporan kinerja
laporan kegiatan Komite Keperawatan tahunan.
secara berkala (setahun sekali)
kepada Direktur..

wewenang
1. Mendapatkan informasi dari Direktur . RS X dalam hal penyelenggaraan dan
pengembangan pelayanan Keperawatan.

2. Memprakarsai perubahan dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan.

2. Sekretaris Komite Keperawatan

3.

I Nama Jabatan : Sekretaris Komite keperawatan


Persyaratan Jabatan(minimal) : Minimal Ners dengan pengalaman klinik lebih dari 5
tahun.
II Atasan Langsung : Ketua komite keperawatan
Bawahan Langsung : - Sub komite keperawatan dan SPF
Koordinasi Langsung : - Sub komite keperawatan dan SPF

III Ringkasan Jabatan :


Bertanggung Jawab membantu ketua dalam kesekretariatan dalam meningkatkan
profesionalisme tenaga keperawatan serta mengatur tata kelola klinis yang baik
agar mutu pelayanan keperawatan dan pelayanan kebidanan yangberorientasi
pada keselamatan pasien di Rumah Sakit lebih terjamin dan terlindungi
TUGAS POKOK HASIL
1. Menjalankan fungsi organisasi dalam Berjalannya kegiatan komite keperawatan
kesekretariatan terkait dengan tugas kesekretariatan,
administrasi
2. Menjembatan tugas ketua dengan Bersama ketua komite memfasilitasi
anggota komite keperawatan terbentuknya standar, pedoman, SPO yang
dibutuhkan

4. Sub Komite Kredensial

I Nama Jabatan : Sub komite kredensial


Persyaratan Jabatan(minimal) : minimal Ners dengan pengalaman klinik 3 tahun,
II Atasan Langsung : Ketua komite keperawatan
Koordinasi Langsung : Ka Komite keperawatan dan ka SPF
III Ringkasan Jabatan :
Bertanggung Jawab merekomendasikan Kewenangan Klinis yang adekuat sesuai
kompetensi yang dimiliki setiap tenaga keperawatan
TUGAS POKOK HASIL
1. Menyusun daftar rincian Kewenangan Terdapatnya pedoman panduan klinis
Klinis dan Buku Putih keperatan sesuai dengan kewenangan klinis

2. Melakukan verifikasi persyaratan Terpenuhinya verifikasi bahan bahan


Kredensial persyaratan kredensial tenaga keperawatan

3. Merekomendasikan Kewenangan Terdapatnya format rincian kewenangan klinis


Klinis tenaga keperawatan yang direkomendasikan pada direktur melalui
ketua komite keperawatan
4. Merekomendasikan pemulihan Terlaksananya proses pemulihan
Kewenangan Klinis kewenangan klinis

5. melakukan Kredensial ulang secara Pelaksanaan kredensial berkala


berkala sesuai waktu yang ditetapkan;

melaporkan seluruh proses Pencatatan dan pelaporan lengkap beserta


Kredensial kepada Ketua Komite dokumen pendukung proses kredensial
Keperawatan untuk diteruskan keperawatan
kepada kepala/direktur Rumah Sakit;

Sub Komite Mutu Organisasi


I Nama Jabatan : Sub Komite Mutu profesi
Persyaratan Jabatan(minimal) : Minimal Ners dengan pengalaman klinik lebih dari 5
tahun.
II Atasan Langsung : Ketua komite keperawatan
Koordinasi Langsung : - Sub komite keperawatan dan SPF

III Ringkasan Jabatan :


Bertanggung jawab melakukan audit keperawatan dan merekomendasikan
kebutuhan pengembangan profesional berkelanjutan bagi tenaga keperawatan.;
TUGAS POKOK HASIL
1. Menyusun data dasar profil tenaga Berjalannya kegiatan komite keperawatan
keperawatan sesuai area terkait dengan tugas kesekretariatan,
praktik; administrasi
2. Merekomendasikan perencanaan Bersama ketua komite memfasilitasi
pengembangan professional terbentuknya standar, pedoman, SPO yang
berkelanjutan tenaga keperawatan; dibutuhkan

memfasilitasi proses pendampingan Mensosialisasikan program, standar,


sesuai kebutuhan. pedoman dan SPO dan mendampingi
perawat agar memahaminya.
melakukan audit keperawatan dan Berjalannya pelaksanaan audit keperawatan
kebidanan; dan 1 kali sebulan

Sub komite Etik dan disiplin


I Nama Jabatan : Sub Komite etik dan disiplin
Persyaratan Jabatan(minimal) : Minimal Ners dengan pengalaman klinik lebih dari 5
tahun.
II Atasan Langsung : Ketua komite keperawatan
Koordinasi Langsung : - Sub komite keperawatan dan Ka. SPF

III Ringkasan Jabatan :


bertugas merekomendasikan pembinaan etik dan disiplin profesi.
TUGAS POKOK HASIL
1. Melakukan sosialisasi kode etik profesi Tersosialisasinya kode etik profesi tenaga
tenaga keperawatan; keperawatan

2. melakukan pembinaan etik dan disiplin Terdapatnya laporan penyelesaian masalah


profesi tenagakeperawatan; etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan

3. Merekomendasikan penyelesaian Terbuatnya surat laporan penyelesaian


masalah pelanggaran disiplin dan pelanggaran disiplin dan masalah etik
masalah etik dalam kehidupan profesi
dan pelayanan asuhan
keperawatan dan kebidanan
4. merekomendasikan pencabutan Adanya rekomendasi pencabutan
Kewenangan Klinis; dan kewenangan klinis
5 memberikan pertimbangan dalam Terdapatnya rekomendasi dan pertimbangan
mengambil keputusan etis dalam mengambil keputusan etis dalam
dalam asuhan keperawatan dan keperawatan dan kebidanan
kebidanan.

Ka Satuan perawat fungsional


I Nama Jabatan : ka Satuan perawat fungsional
Persyaratan Jabatan(minimal) : Minimal Ners dengan pengalaman klinik lebih dari 5
tahun.
II Atasan Langsung : Ketua komite keperawatan
Koordinasi Langsung : - Sub komite keperawatan dan SPF

III Ringkasan Jabatan :


bertugas merekomendasikan pembinaan etik dan disiplin profesi.
TUGAS POKOK HASIL
1. Melakukan sosialisasi kode etik profesi Tersosialisasinya kode etik profesi tenaga
tenaga keperawatan; keperawatan

2. melakukan pembinaan etik dan disiplin Terdapatnya laporan penyelesaian masalah


profesi tenagakeperawatan; etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan

3. Merekomendasikan penyelesaian Terbuatnya surat laporan penyelesaian


masalah pelanggaran disiplin dan pelanggaran disiplin dan masalah etik
masalah etik dalam kehidupan profesi
dan pelayanan asuhan
keperawatan dan kebidanan
4. merekomendasikan pencabutan Adanya rekomendasi pencabutan
Kewenangan Klinis; dan kewenangan klinis
5 memberikan pertimbangan dalam Terdapatnya rekomendasi dan pertimbangan
mengambil keputusan etis dalam mengambil keputusan etis dalam
dalam asuhan keperawatan dan keperawatan dan kebidanan
kebidanan.
I Nama Jabatan : Sub Komite Mutu profesi
Persyaratan Jabatan(minimal) : Minimal Ners dengan pengalaman klinik lebih dari 5
tahun.
II Atasan Langsung : Ketua komite keperawatan
Koordinasi Langsung : - Sub komite keperawatan dan SPF

III Ringkasan Jabatan :


Bertanggung jawab melakukan audit keperawatan dan merekomendasikan
kebutuhan pengembangan profesional berkelanjutan bagi tenaga keperawatan.;
TUGAS POKOK HASIL
1. Mengatur kegiatan profesi Berjalannya kegiatan komite keperawatan
keperawatan terkait dengan tugas kesekretariatan,
administrasi
2. Mengkoordinasikan pengembangan Bersama ketua komite memfasilitasi
SPF terbentuknya standar, pedoman, SPO yang
dibutuhkan

3. menjaga agar kualitas pelayanan Mensosialisasikan program, standar,


sesuai dengan standar profesi/SAK pedoman dan SPO dan mendampingi
yang sudah ditetapkan perawat agar memahaminya.
Berperan dalam membuat SPO dan Berjalannya pelaksanaan supervisi asuhan
standar pelayanan Asuhan keperawatan minimal 3 kali seminggu.
keperawatan

Sub komite Mutu Profesi


BAB VI
Kesimpulan

1. Fungsi Komite keperawatan menjaga kualitas asuhan keperawatan yang


berkesinambungan dan pengembangan profesional berkelanjutan (continuing
profesional development/CPD) termasuk didalamnya menentukan standar
asuhan keperawatan dan standar standar operasional keperawatan.
2. Mutu asuhan dan kualitas pemberi asuhan diperlukan perawat yang
mempunyai legalitas kewenangan yang akan diawasi kualitasnya dengan
penerapan kredensial dan rekredensial yang dilaksanakan oleh komite
keperawatan