Anda di halaman 1dari 5

SAYA APOTEKER PROFESIONAL DAN ISLAMI

Apoteker adalah sarjana farmasi yg telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah
jabatan apoteker. Profesional adalah orang yang memiliki pekerjaan berdasarkan keahlian yang
memenuhi persyaratan keilmuan dan kemampuan di bidang profesinya. Profesionalisme adalah
perwujudan aktif dari tindakan suatu keahlian.
Islam adalah Agama / Dien yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW
untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya, dirinya sendiri dan sesama manusia.
Pada dasarnya Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, rahmat untuk semesta alam, untuk urusan
dunia dan akhirat, maka dari itu Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia mulai dari segi
ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Profesionalisme Islam adalah perwujudan aktif dari tindakan suatu keahlian berdasarkan
nilai- nilai Islam. Profesi Apoteker Islami merupakan kemauan individu apoteker untuk
melakukan praktek kefarmasian sesuai syarat legal yang berlaku serta memenuhi syarat
kompetensi apoteker dan etik kefarmasian berdasarkan nilai nilai Islam.
Motivasi yang saya acu yaitu motivasi spiritual yaitu motivasi yg dibangun berdasarkan
prinsip perintah & larangan Allah SWT.
Visi
1. Menjadi apoteker yang menjalankan sumpah janji apoteker sebaik-baiknya sesuai dengan
syariat islam.
2. Menjadi apoteker profesional dan islami yang memiliki etos kerja yang tinggi dan semua
berlandaskan ibadah kepada Allah SWT dan menjadi apoteker yang mengedepankan
kepentingan orang lain.
Misi
1. Atas izin Allah SWT saya tidak akan melanggar kode etik dan peraturan perundang-
undangan ataupun syariat islam dalam menjalankan praktek keprofesian.
2. Pengabdian pada masyarakat di bidang kefarmasian/profesi apoteker, untuk membantu
masyarakat terkait dengan masalah kesehatannya dengan niat ikhlas semata karena Allah
SWT.
3. Berbisnis sesuai dengan syariat islam dan menjauhi larangannya.
Dalam menjalankan visi dan misi saya harus istiqamah yang berarti jika berhadapan dengan
segala rintangan masih tetap qiyam berdiri. Konsisten berarti tetap menapaki jalan yang lurus
walaupun sejuta halangan menghadang saya harus tetap istiqamah dan selalu menjadikan Allah
SWT tujuan akhir dalam setiap perbuatan saya dalam menjalankan praktek keprofesian.
Saya harus bekerja sesuai aturan dan tidak melenceng dari aturan. Karena aturan itu bukan
hanya dibaca tetapi juga harus dipahami dan dipatuhi. Menjalankan tugas kefarmasian dengan
penuh tanggung jawab sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang. Bahwasanya
seorang Apoteker di dalam menjalankan tugas kewajibannya serta dalam mengamalkan
keahliannya harus senantiasa mengharapkan bimbingan dan keridhaan Allah SWT agar tidak
melenceng dari syariat islam. Apoteker di dalam pengabdiannya serta dalam mengamalkan
keahliannya selalu berpegang teguh kepada sumpah/janji Apoteker.
Saya ingin memiliki etos kerja yang tinggi, saya akan bersikap jujur, teratur, disiplin/tepat
waktu, teliti, rasional dalam mengambil keputusan dan tindakan, bersedia menerima perubahan,
gesit dalam memanfaatkan kesempatan, ketulusan dan percaya diri dalam menjalankan tugas
keprofesian saya, bersungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa dan menjadikan semua yang
saya lakukan berlandaskan ibadah kepada Allah SWT.
Saya sebagai apoteker islami harus simpati dan empati kepada pasien untuk mengedepankan
kepentingan orang lain. Tetapi saya lebih mengedepankan empati (ikut sedih) daripada hanya
bersimpati (merasa kasihan). Saya ingin menyentuh lengan atau jari pasien saya nanti (catatan :
bukan lawan jenis). Saya ingin tatap matanya dan berusaha merasakan apa yang pasien rasakan.
Saya ingin lebih banyak mendengarkan ketika pasien bercerita, memberikan yang terbaik untuk
pasien dan selalu mendoakan pasien agar diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Ketika kita
berhasil menerapkan sikap empati dalam melakukan pekerjaan kefarmasian, ada beberapa nilai
positif yang akan kita dapatkan, insyaAllah. Pertama pasien akan lebih patuh kepada Anda
karena ada hubungan emosional. Kedua pasien akan lebih taat minum obat atau patuh pada terapi
non-obat, karena pasien yakin bahwa saya ingin yang terbaik bagi pasien. Ketiga rejeki menjadi
berkah, uang gaji lebih manfaat dan tahan lama. Keempat hidup lebih ringan, banyak
mendapatkan doa dari malaikat. Karena kalau saya mendoakan 1 pasien insyaAllah ada ribuan
malaikat yang akan mendoakan kita. insyaAllah. Kelima lebih bisa mensyukuri nikmat
kesehatan yang Allah SWT berikan kepada kita. Keenam Profesi Apoteker lebih dirasakan
manfaat dan keberadaannya.
Saya harus mengabdi kepada masyarakat, saya ingin membantu masyarakat untuk
menyelesaikan masalah-masalah tentang kesehatannya. Pengabdian masyarakat yang saya
angkat adalah tentang Swamedikasi / pengobatan sendiri dan pengecekan kesehatan gratis. Era
sekarang memang sudah dikenal luas swamedikasi sehingga pasien dengan sakit biasa bisa
berobat secara mandiri tanpa harus langsung pergi ke dokter. Disini peran saya sebagai apoteker
sebagai sarana tujuan swamedikasi tersebut penting untuk memahami keluhan pasien dan
menentukan terapi aman sebagai langkah antisipasi berkembangnya penyakit. Penyakit yang
diswamedikasi berupa penyakit umum dan musiman yang sering terjadi dimasyarakat seperti
demam, pilek, diare dan sebagainya kegiatan ini dilakukan dengan niat ikhlas semata karena
Allah SWT.
Saya sebagai apoteker profesional dan islami. Ketika saya terjun di dunia bisnis ajaran yang
akan saya jadikan pijakan dalam melakukan persaingan dalam bisnis islami pertama yaitu saya
akan mencari modal halal untuk berbisnis, karena dengan modal halal itu sendiri atas izin Allah
SWT akan mendatangkan keberkahan. Saya sebagai pebisnis muslim untuk mendapatkan sesuatu
tidak akan menghalalkan segala cara, karena dengan menghalalkan segala cara merupakan
perilaku pembisnis non islami. Kedua saya akan mengingat QS An Nisa 4 : 29 yang artinya Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian secara
bathil. Dikarenakan menurut ayat tersebut Allah mengharamkan orang beriman untuk memakan,
memanfaatkan, menggunakan, harta orang lain dengan jalan yang batil, yaitu yang tidak
dibenarkan oleh syariat islam. Kita boleh melakukan transaksi terhadap harta orang lain dengan
jalan perdagangan dengan asas saling ridha, saling ikhlas yang dibenarkan oleh syariat islam.
Ketiga, yang mana seorang muslim adalah saudara dengan muslim lainnya, dalam berbisnis tidak
menzalimi dan tidak menekan (HR Muslim). Menzalimi orang lain tidak dibenarkan karena
perbuatan zalim sangatlah identik dengan perbuatan hina dan keji, yang mana perbuatan tersebut
sangat bertentangan dengan fitrah yang Allah SWT berikan kepada manusia. Keempat saya
sebagai apoteker islami saya akan menjalankan karakter dasar nabi yaitu Shidiq, Amanah,
Fatanah dan Tabligh. Shidiq itu benar jadi saya InshaAllah tidak akan ingkar janji, semampu
saya, saya akan menepati janji, karena janji sama dengan hutang. Hukum berjanji adalah mubah,
sementara hukum menepati janji adalah wajib, sehingga melanggar janji berarti suatu
keharaman. Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu. (QS:
Al-Maidah: 1). Sebagai apoteker professional dan islami saya tidak akan menutup kecacatan
barang di apotek, misal ada barang yang kemasannya agak kotor ataupun sobek sehingga saya
akan menerangkan kekurangan dari produk itu dan tidak akan ditutupi. Karakter nabi yang kedua
yaitu amanah, yang mana saya harus dapat dipercaya, tidak mengurangi atau menambah sesuatu
dari yang seharusnya atau yang telah disepakati. Saya seorang pebisnis islami harus memiliki
sifat amanah karena allah menyebutkan sifat orang-orang mukmin yang beruntung adalah yang
dapat memelihara amanat yang diberikan kepadanya. Allah SWT. Berfirman , dan orang orang
yang memelihara amanat-amanat dan janji-janjinya (QS AlMuMinun [23] :8 ). Karakter nabi
yang ketiga yaitu tabligh (menyampaikan) saya harus menyampaikan dengan tepat apa-apa yang
harus disampaikan dengan tidak meninggalkan kejujuran dan kebenaran. Ketika saya menjadi
seorang pemimpin di apotek saya saya haruslah menjadi seseorang yang mampu
mengkomunikasikan visi dan misinya dengan benar kepada teman sejawat maupun karyawan di
apotek. Karakter nabi yang empat yaitu Fatanah (kederdasaan dan kebijaksanaan), sebagai
pemimpin di Apotek saya harus memahami,mengerti dan menghayati secara mendalam segala
hal yang menjadi tugas dan kewajiban. Karena Allah telah memberikan akal kepada manusia,
sayaharus mengoptimalkan segala potensi yang diberikan Allah SWT, saya harus selalu kreatif
dan inovatif. Saya akan menyisihkan waktu untuk berfikir kreatif dan inovatif yang mana akan
memperlakukan waktu itu sebagai waktu yang suci, dan akan menyediakan waktu untuk tafakur
agar dapat menjernihkan pikiran. Saya akan menjaga profesionalisme saya dalam menjalankan
praktek keprofesian, sehingga pasien mendapatkan kualitas pelayanan yang baik.
Saya apoteker islami yang ingin mendirikan Apotek, sehingga dalam berbisnis saya harus
menjauhi perbuatan-perbuatan yang tercela. Saya harus menghindari riba (tambahan), yang mana
riba itu sendiri haram dan sangat dibenci Allah SWT. Dalam kehidupan sekarang ini, banyak kita
dapatkan di sekeliling kita, kaum muslimin yang bermudah-mudah mencari jalan pintas
mendapatkan harta, seperti mobil dan rumah, dengan melakukan transaksi riba. Padahal, pelaku
riba mendapatkan ancaman dari Allah Taala. Allah SWT berfirman,
Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya
orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. (QS. Al Baqarah [2]: 275)
Saya juga tidak akan melakukan Ihtikar (menimbun), perbuatan tersebut merugikan orang
dengan menyembunyikan barang untuk mengambil keuntungan pada saat barang yang
disembunyikan tersebut menjadi langka atau menghilang. Ihtikar juga dapat merusak harga
pasar, sehingga orang akan membeli dengan harga yang lebih mahal.

Ketika saya mendapatkan harta dari hasil bisnis apotek saya, saya wajib menunaikan zakat. Saya
ingin sekali bisa membantu orang yang ada di sekitar saya, saya ingin sedekah tiap minggu atau
tiap bulan ke masjid ataupun ke panti asuhan secara langsung. Membantu orang-orang yang
kesusahan ataupun orang yang dijalanan saya ingin melihat senyuman dari orang-orang tersebut
karena saya membantunya.