Anda di halaman 1dari 3

PENGUKURAN BUDAYA

KESELAMATAN PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman :


04.32.20 0 1/2

Ditetapkan oleh
DIREKTUR

SPO Tanggal Terbit :

PMKP 13/11/2017

dr. Dewi Mustika, M. Kes


NIP. 196901112000122002
Menurut Blegen (2006) dan Hamdani (2007), budaya keselamatan
pasien adalah persepsi yang dibagikan diantara anggota organisasi
yang ditujukkan untuk melindungi pasien dari kesalahan tata laksana
maupun cidera akibat intervensi. Persepsi ini meliputi kumpulan
norma, standar profesi, kebijakan komunikasi dan tanggung jawab
dalam keselamatan pasien. Budaya ini kemudian mempengaruhi
keyakinan dan tindakan individu dalam memberikan pelayanan.
Pengertian
Budaya keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam
keseluruhan budaya organisasi yang diperlukan dalam institusi
kesehatan. Budaya keselamatan didefinisikan sebagai seperangkat,
keyakinan, norma, perilaku, peran, dan praktek social maupun teknis
dalam meminimalkan pajanan yang membahayakan atau
mencelakakan karyawan, manajemen, pasien atau anggota
masyarakat lainnya.
1. Meningkatkan kesadaran staf Rumah Sakit mengenai
keselamatan pasien
2. Mendiagnosa dan menilai keadaan budaya keselamatan pasien
saat itu
3. Mengidentifikasi kekuatan atau kelebihan suatu area/unit
Tujuan untuk pengembangan program keselamatan pasien
4. Menguji perubahan trend budaya keselamatan pasien
sepanjang waktu
5. Mengevaluasi dampak budaya dari inisiatif dan intervensi
keselamatn pasien
6. Mengadakan perbandingan baik internal maupun eksternal
PENGUKURAN BUDAYA
KESELAMATAN PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman :


04.32.20 0 1/2

- UU Rep. Indonesia No. 44 tahun 2009 tentang RS


- UU Rep. Indonesia No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik
- UU Rep. Indonesia No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
- UU Rep. Indonesia No. 29 tahun 2004 tentan Praktik
Kebijakan Kedokteran
- Peraturan Menteri Kesehatan Rep. Indonesia No. 11 tahun
2007 tentang Keselamatan
- Peraturan Menteri Kesehatan Rep. Indonesia No. 12 tahun
2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit
- Keputusan Direktur RSUD Jagakarsa Nomor 290 Tahun 2017
1. Seluruh personel/staf memiliki kesadaran yang konstan dan aktif
tentang hal yang potensial menimbulkan masalah
2. Baik staf maupun organisasi mampu membicarakan kesalahan,
belajar dari kesalahan tersebut dan mengambil tindakan perbaikan
3. Bersikap terbuka dan adil / jujur dalam membagi informasi secara
terbuka dan bebas, dan penanganan adil bagi staf bila insiden
terjadi
4. Pimpinan terkait menerangkan bahwa penyebab insiden
keselamatan pasien tidak dapat dihubungkan dengan sederhana ke
staf yang terlibat. Semua insiden berkaitan juga dengan system
Prosedur tempat orang itu bekerja
5. Perubahan nilai, keyakinan dan perilaku menuju keselamatan
pasien penting bukan hanya bagi staf, melainkan juga semua
orang yang bekerja di rumah sakit serta pasien dan keluarganya.
Tanyakan apa yang bisa mereka bantu untuk meningkatkan
keselamatan Pasien
6. Penjelasan atau pemahaman tentang aktivitas organisasi yang
bersifat resiko tinggi dan rentan kesalahan
7. Lingkungan yang bebas menyalahkan, sehingga orang dapat
melapor kesalahan tanpa penghukuman
PENGUKURAN BUDAYA
KESELAMATAN PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman :


04.32.20 0 1/2

Semua Unit di RSUD Jagakarsa


Unit Terkait