Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN SIFILIS

1. PENGERTIAN
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum.
Penyakit menular seksual adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Penyakit ini sangat kronik, bersifat sistemik dan menyerang hampir semua alat tubuh.

2. ETIOLOGI
Penyebab penyakit ini adalah Treponema pallidum yang termasuk ordo spirochaetales,
familia spirochaetaceae, dan genus treponema. Bentuk spiral, panjang antara 6 15 m,
lebar 0,15 m. Gerakan rotasi dan maju seperti gerakan membuka botol. Berkembang
biak secara pembelahan melintang, pembelahan terjadi setiap 30 jam pada stadium aktif.

3. KLASIFIKASI
Sifilis dibagi menjadi sifilis kongenital dan sifilis akuisital (didapat). Sifilis kongenital
dibagi menjadi sifilis dini (sebelum dua tahun), lanjut (setelah dua tahun), dan stigmata.
Sifillis akuisita dapat dibagi menurut dua cara yaitu:

Klinis (stadium I/SI, stadium II/SII, stadium III/SIII)


Epidemiologik, menurut WHO dibagi menjadi:
o Stadium dini menular (dalam satu tahun sejak infeksi), terdiri atas S I, S II,
stadium rekuren, dan stadium laten dini.
o Stadium lanjut tak menular (setelah satu tahun sejak infeksi), terdiri atas
stadium laten lanjut dan S III.

4. GEJALA KLINIS
Sifilis Akuisita

1. Sifilis Dini
o Sifilis Primer (S I)
o Sifilis Sekunder (S II)
2. Sifilis Lanjut

G. Komplikasi

Tanpa pengobatan, sifilis dapat membawa kerusakan pada seluruh tubuh. Sifilis juga
meningkatkan resiko infeksi HIV, dan bagi wanita, dapat menyebabkan gangguan selama
hamil. Pengobatan dapat membantu mencegah kerusakan di masa mendatang tapi tidak
dapat memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.

Benjolan kecil atau tumor


Disebut gummas, benjolan-benjolan ini dapat berkembang dari kulit, tulang, hepar, atau
organ lainnya pada sifilis tahap laten. Jika pada tahap ini dilakukan pengobatan, gummas
biasanya akan hilang.

Infeksi HIV
Orang dewasa dengan penyakit menular seksual sifilis atau borok genital lainnya
mempunyai perkiraan dua sampai lima kali lipat peningkatan resiko mengidap HIV. Lesi
sifilis dapat dengan mudah perdarahan, ini menyediakan jalan yang sangat mudah untuk
masuknya HIV ke aliran darah selama aktivitas seksual.

Penatalaksanaan Keperawatan

Memberikan pendidikan kepada pasien dengan menjelaskan hal-hal sebagai berikut:

1. Bahaya PMS dan komplikais

2. Pentingnya mamatuhi pengobatan yang diberikan

3. Cara penularan PMS dan pengobatan untuk pasangan seks tetapnya

4. Hindari hubungan seks sebelum sembuh dan memakai kondom jika tidak
dapat dihindarkan lagi.

5. Pentingnya personal hygiene khususnya pada alat kelamin

6. Cara-cara menghindari PMS di masa mendatang.

I. Pengkajian Keperawatan

Sifilis merupakan infeksi kronik menular yang dapat menyebabkan penurunan


daya imum seseorang dan bersifat kongenital sehingga dapat mengakibatkan kematian
dan kemandulan.

1. Aktivitas

Gejala: kelelahan terus- menerus, kaku kuduk, malaise,.

Tanda: kelemahan, perubahan tanda- tanda vital.

2. Sirkulasi

Gejala: komplikasi kardiovaskuler, aneurisma.

Tanda: tekanan darah kadang-kadang naik.

3. Intergritas ego

Gejala: ansietas, kuatir dan takut.kurang pengetahuan tentang penyakit.

Tanda: cemas, gelisah, bertanya-tanya terus tentang penyakit, menyendiri.

4. Eliminasi
Gejala: penurunan berkemih, nyeri pada saat kencing, kencing keluar Nanah.

Tanda: kencing bercampur nanah,nyeri pada saat kencing.

5. Makanan dan cairan

Gejala: anoreksia, nausea

Tanda: vomiting

6. Hygiene

Gejala: kurang kebersihan genitalia

7. Neurosensori

Gejala: pusing, paresis

Tanda: Kerusakan SSP, atralgia

8. Nyeri dan kenyamanan

Gejala: nyeri BAK

Tanda: gelisah dan perilaku menghindari nyeri

9. Interaksi sosial

Gejala: kurang percaya diri bergaul dengan masyarakat

J. Diagnosa Keperawatan

a. Nyeri kronis b.d adanya lesi pada jaringan

Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan pada klien, nyeri klien hilang dan
kenyamanan terpenuhi

Kriteria:

Nyeri klien berkurang

Ekspresi wajah klien tidak kesakitan

Keluhan klien berkurang

Skala 0-1

TTV TD: 110/80-120/90 mmHg, T: 360-370C, HR: 70-100x/mnt, RR:16-20x/mnt


Intervensi:

1. Kaji riwayat nyeri dan respon terhadap nyeri

2. Kaji kebutuhan yang dapat mengurangi nyeri dan jelaskan tentang teknik

mengurangi nyeri dan penyebab nyeri

1. Ciptakan lingkungan yang nyaman (mengganti alat tenun)

2. Kurangi stimulus yang tidak menyenangkan

3. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgetik

b. Hipertermi b.d proses infeksi

Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan pada klien, klien akan memiliki suhu
tubuh normal

Kriteria:

Suhu 3637 C

Klien tidak menggigil

Klien dapat istirahat dengan tenang

Intervensi:

o Observasi keadaan umum klien dengan tanda vital tiap 2 jam sekali

o Berikan antipiretik sesuai anjuran dokter dan monitor keefektifan 30-60 menit

o kemudian

o Berikan kompres di dahi dan lengan

o Anjurkan agar klien menggunakan pakaian yang tipis dan longgar

o Berikan minum yang banyak pada klien


c. Kerusakan integritas kulit b.d. substansi kimia (T. pallidum)

Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan pada klien, klien memiliki integritas
kulit yang baik.

Kriteria:

Integritas kulit yang baik bias dipertahankan (sensasi, elastic, temperature, hidrasi,
pigmentasi).

Tidak ada luka/lesi pada kulit

Perfusi jaringan baik

Menunjukkan adanya perbaikan kulit dan mencegah terjadinya cidera berulang.

Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan perawatan


alami.

Intervensi:

o Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar.

o Hindari kerutan pada tempat tidur.

o Jaga kenersihan kulit agar tetap bersih dan kering.

o Monitor kulit akan adanya kemerahan.

o Monitor status nutrisi pasien.

o Mandikan pasien dengan sabun dan air hangat.

d. Cemas b.d proses penyakit

Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan pada klien, cemas berkurang atau
hilang

Kriteria:

Klien merasa rileks

TTV TD: 110/80-120/90 mmHg, T: 360-370C, HR: 70-100x/mnt, RR:16-20x/mnt

Klien dapat menerima dirinya apa adanya

Intervensi:

o Kaji tingkat ketakutan dengan cara pendekatan dan bina hubungan saling percaya
o Pertahankan lingkungan yang tenang dan aman serta menjauhkan benda-benda
berbahaya

o Libatkan klien dan keluarga dalam prosedur pelaksanaan dan perawatan

o Ajarkan penggunaan relaksasi

o Beritahu tentang penyakit klien dan tindakan yang akan dilakukan


secara sederhana.

Posted by Tulus Andi at 5:03 AM


http://tulus-andi.blogspot.com/2009/06/asuhan-keperawatan-sifilis-syphilis.html