Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI IBU NIFAS

Disusun Oleh:

Yori Novriani

Akademi Keperawatan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang

Tahun 2016/2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI IBU NIFAS

Pokok bahasan : Nutrisi

Sub Pokok Bahasan : Nutrisi Ibu Nifas

Sasaran : Pasien Post Partum dan keluarga

Hari / tanggal : Sabtu, 03 Mei 2017

Waktu : 15 menit

Oleh : Yori Novriani

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan pasien post partum
dan keluarga dapat memahami tentang nutrisi ibu nifas.

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan post partum dan
keluarga dapat menjelaskan tentang :

a. Pengertrian nutrisi
b. Pentingnya nutrisi untuk ibu menyusui.
c. Akibat kurangnya nutrisi ibu menyusui.
d. Nutrisi yang diperlukan ibu nifas.
e. Cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan secara benar.
B. Pokok Materi
1. Pengertian nutrisi
2. Pentingnya nutrisi untuk ibu menyusui.
3. Akibat kurangnya nutrisi ibu menyusui.
4. Nutrisi yang diperlukan ibu nifas.
5. Cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan secara benar.

C. Metode Penyuluhan
Ceramah dan tanya jawab

D. Media Penyuluhan
Leaflet

E. Kegiatan
Tabel kegiatan penyuluhan :

No. Kegiatan Penyuluhan Waktu Respon Peserta


1. Pendahuluan : 5 menit - Menjawab salam
- Memberi salam - Menyimak
- Menyampaikan pokok bahasan - Menyimak
- Menyampaikan tujuan - Menyimak
- Melakukan apersepsi
a.

2. Isi 5 menit Memperhatikan


Penyampaian materi

3. Penutup 5 menit - Menyampaikan


- Diskusi jawaban
- Kesimpulan - Mendengarkan
- Evaluasi jawaban
- Memberikan salam penutup - Menjawab salam
a.
F. Evaluasi

Peserta mampu menyebutkan kembali tentang :

1. Pengertian nutrisi
2. Pentingnya nutrisi untuk ibu menyusui.
3. Akibat kurangnya nutrisi ibu menyusui.
4. Nutrisi yang diperlukan ibu nifas.
5. Cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan secara benar.

G. Referensi
Hamilton, Persisi Mery. 1995. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC
Marmi.2014.Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas.Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Lampiran
MATERI
NUTRISI IBU NIFAS

A. NUTRISI
Nutrisi ibu post partum yaitu nutrisi yang seharusnya dikonsumsi ibu pasca
melahirkan prinsipnya yaitu tinggi kalori dan protein.
Nutrisi di butuhkan oleh ibu post partum sebagai sumber tenaga, zat pembangun
dan zat pengatur tubuh supaya pertumbuhan dan perkembangan bayi yang
disusui dapat tumbuh dengan sehat dan memperlancar produksi ASI serta dapat
mempertahankan kesehatan ibu sendiri.
Ibu post partum memerlukan makanan yang mengandung tinggi protein, sayuran
daun hijau dan buah-buahan setiap hari.

B. Pentingnya Nutrisi Pada Ibu Menyusui


1. Pemulihan tubuh pasca persalinan
2. Cadangan tenaga
3. Kesehatan yang optimum
4. Mempersiapkan untuk menyususi sehingga ASI untuk bayi berkecukupan.

C. Akibat Kurangnya Nutrisi Ibu Menyusui


1. Menghambat pemulihan tubuh pasca persalinan.
2. Kelelahan
3. Gangguan kesehatan
4. Kurangnya produksi ASI.

D. Nutrisi Ibu Nifas


1. Karbohidrat (Sebagai sumber energi)
Gandum, beras, kentang, singkong, ubi jalar, jagung.
2. Protein (Membantu dalam penyembuhan jaringan dan produksi ASI)
Daging, sapi, ayam, ikan, telur, susu, tahu, temped an kacang-kacangan.
3. Lemak ( Membantu perkembangan otak bayi dan retina mata)
Minyak jagung, ikan
4. Serat (Mempermudah ekskresi dan meningkatkan kekuatan otot serta
penambahan cairan tubuh)
Sayur dan buah-buahan
5. Iodium (Meningkatkan pertumbuhan fisik dan mental)
Garam beryodium
6. Vitamin C dan Vitamin A (Membantu meningkatkan daya tahan tubuh,
membantu produksi ASI)
Vit A : Hati, sayuran hijau tua dan kuning.
Vit C : Buah-buahan atau sayuran berwarna hijau dan kuning.
7. Cairan (Mencegah dehidrasi dan diproduksi ASI)

Kebutuhan kalori untuk ibu menyusui adalah 2900 kalori, pagi, siang dan sore
serta selingan.

E. Cara Memilih, Mengolah dan Menyajikan Makanan Secara Benar


1. Memilih bahan makanan yang masih segar.
2. Jangan merendam sayuran yang sudah dipotong terlalu lama.
3. Gunakan peralatan memasak yang bersih.
4. Jangan merebus sayuran terlalu lama.
5. Masaklah daging dan ikan sampai benar-benar matang, lebih baik direbus
daripada digoreng.
6. Jangan menggunakan bahan plastik untuk menyajikan makanana panas.
7. Hindari menghangatkan makanan berkali-kali.