Anda di halaman 1dari 27

PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN

HASIL BELAJAR SISWA READING DALAM BAHASA INGGRIS PADA KELAS XI MAN .... KECAMATAN ....
KABUPATEN .... SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE
PTK BAHASA INGGRIS SMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5
untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN
PTK SMA 012).

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Semua guru pasti dihadapkan pada kondisi pembelajaran dengan jumlah siswa, gender, latar belakang
etnis, agama, sosio-ekonomi, budaya, tingkah laku dan kemampuan akademik siswa yang beraneka
ragam sehingga untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran, bukanlah suatu hal yang
mudah. hal tersebut merupakan kondisi dalam proses belajar mengajar di kelas, dimana guru dituntut
profesional untuk melaksanakan semua itu.

Peranan yang diemban oleh guru tidak hanya sekedar mengupayakan agar siswa dapa memperoleh
berbagai ragam ilmu pengetahuan dan keterampilan. Akan tetapi lebih dari itu, seorang guru harus dapat
mendorong siswa untuk dapat bekerja secara berkelompok dalam rangka menumbuhkan daya nalar, cara
berpikir logis, sistematis, kreatif, cerdas, dan rasa ingin tahu dan dapat menumbuhkan keaktifan siswa di
dalam proses pembelajaran.

Sistem pendidikan sekarang ini lebih menekankan pada siswa sebagai manusia yang memiliki potensi
untuk belajar dan berkembang. Contoh ptk bahasa inggris sma pdf Siswa harus aktif dalam pencarian
dan pengembangan pengetahuan. Melalui sistem tersebut diharapkan di kelas siswa aktif dalam belajar,
aktif berdiskusi, berani menyampaikan gagasan dan menerima gagasan dari orang lain dan memiliki
kepercayaan diri yang tinggi (Zamroni dalam Raesita, 2012:9). Seperti dikemukakan oleh (Thelen dalam
Joyce, Weil, Calhoun 2011:318) seorang guru sebagai pelayan kemanusiaan memiliki suatu keterampilan
dalam mengajar salah atu diantaranya keterampilan dalam mengembangkan sikap ingin tahu siswa
melalui pembelajaran yang beragam sehingga berkreasi dan berfikir kritis. Dari uraian tesebut dapat
telihat bahwa guru dituntut untuk memiliki jiwa kepedulian terhadap anak didiknya sehingga mampu
membangkitkan dan mengembangkan keaktifan siswa dalam belajar agar mendapatkan hasil belajar
yang maksimal.

Salah satu solusi yang ditawarkan untuk membenahi sistem pendidikan saat ini yaitu diterapkannya
metode pembelajaran yang lebih inovatif, sebagai contohnya yaitu penerapan Metode Cooperative
Leaning tipe Group Investigation. Joyce, Weil, Calhoum (2011:36) menyatakan bahwa inti dari metode
Group Investigation adalah membuat sebuah kelompok demokrasi yang mendefinisikan dan mengatasi
beberapa masalah terkait dengan signifikansi sosial. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa dalam penggunaan metode Group Investigation tersebut siswa belajar dalam
kelompok untuk memecahkan masalah atau mempelajari suatu topik secara berkelompok.

Sardiman (2011) mengemukakan bahwa dalam belajar sangat memerlukan keaktifan siswa. Dimana guru
harus berupaya untuk mengaktifkan kegiatan belajar mengajar karena dengan melibatkan siswa secara
aktif dalam proses pembelajaran mereka dapat mengembangkan keterampilan dan mampu mendorong
siswa untuk memperoleh hasil belajar yang baik. Proses belajar tersebut sejalan dengan pembelajaran
dengan menggunakan metode Group Investigation. Zingaro (2008) beranggapan bahwa lingkungan
pendidikan seharusnya menjadi cerminan nyata yang akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk
membuat pilihan, mendiskusikan dan memikirkan ide-idenya. Begitu pula Narrudin (2009) menyatakan
bahwa Group Investigation merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran kooperatif yang
menekankan pada partisipasi dan keaktifan siswa dalam mencari informasi dari bahan-bahan yang
tersedia. Contoh ptk bahasa inggris sma kurikulum 2013 Berdasarkan pendapat kedua tokoh tersebut
maka dapat diartikan Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran yang dirancang
untuk melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. (Johnson and Johnson dalam Joyce,
Weil, Calhoun 2011:304) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif Group Investigation mampu
meningkatkan keaktifan dan hasil belajar dengan peningkatan dramatis (30 hingga 95 persen). Angka
tersebut merupakan tingkat aktivitas belajar dan hasil belajar yang terjadi dalam pembelajaran yang
kondusif.

Mata pelajaran Bahasa Inggris dipahami oleh siswa sebagai pelajaran yang membosankan dan tidak
menarik, sehingga pada akhirnya berpengaruh terhadap sikap siswa yang kurang aktif dan tidak
termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran. Hal ini berakibat pada rendahnya hasil belajar yang
diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran ini. Padahal, mata pelajaran Bahasa Inggris adalah salah satu
mata pelajaran yang sangat penting, karena mata pelajaran ini di samping menjadi salah satu mata
pelajaran yang diujiannasionalkan juga mencakup komponen kemampuan untuk mengenal, menyikapi,
dan mengapresiasi ilmu bahasa, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku yang kritis,
kreatif dan mandiri.

Berdasarkan catatan dokumentasi, proses pembelajaran di kelas XI MAN .... Kecamatan .... Kabupaten ....
pada kompetensi dasar Reading Skill dengan metode pengajaran ceramah ternyata tidak mampu
meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar sehingga pada saat penilaian hasil belajar yang diperoleh
sangat tidak maksimal.
Kurangnya keaktifan siswa terhadap pelajaran mengakibatkan rendahnya tingkat daya serap terhadap
materi pelajaran yang dipelajari khususnya reading skill. Catatan dokumentasi tahun lalu dari guru kelas
XI dengan murid berjumlah 31 orang terdapat 16 orang siswa tuntas dengan kriteria ketuntasan minimal
(KKM= 65) dan 15 siswa lain nilainya berada di bawah kriteria ketuntasan minimal. Jika kita lihat dalam
presentase maka siswa yang nilainya mencapai KKM sebanyak 51,72% dan siswa yang belum mencapai
KKM sebanyak 48,28%. Sungguh merupakan suatu masalah serius yang patut mendapat penanganan
secara tepat. PTK bahasa inggris sma doc

Ketuntasan belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar reading skill dalam Bahasa Inggris adalah peserta didik,
pengajar, sarana prasarana, dan penilaian. Rendahnya ketuntasan belajar reading skill dalam Bahasa
Inggris dipengaruhi oleh keaktifan siswa dimana rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran
dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru monoton sehingga siswa cenderung
bosan dan tidak mau berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, keaktifan siswa yang kurang dalam proses
belajar mengajar ini mengakibatkan hasil belajar siswa tidak maksimal.

Masalah ini yang mendorong munculnya gagasan untuk menekankan kepada pengajaran yang dapat
memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih melatih kemampuan berpikir, bernalar dan menggali
segenap potensi yang ada pada dirinya. Siswa diarahkan agar mampu menempatkan dirinya sebagai
pemeran penting dalam proses pembelajaran yaitu suatu proses belajar yang melibatkan siswa secara
aktif. PTK bahasa inggris sma doc Strategi pembelajaran ini merupakan suatu bentuk inovasi untuk dapat
menciptakan situasi pembelajaran yang menantang dan menyenangkan agar dapat meningkatkan hasil
belajar siswa.

Rendahnya keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran reading skill dalam Bahasa Inggris telah
lama menjadi permasalahan guru di MAN .... Kecamatan .... Kabupaten ..... Telah berbagai strategi
pembelajaran model kelompok diterapkan dan dilakukan, namun proses pembelajaran hanya didominasi
oleh siswa yang pandai, sementara siswa yang berkemampuan rendah dan sedang tidak memperlihatkan
partisipasinya dalam pembelajaran, sehingga tidak terjadi interaksi dalam pembelajaran, terutama
interaksi antara siswa dengan siswa. Kondisi yang seperti itu dapat menyebabkan tujuan pembelajaran
kelompok tidak terwujud karena siswa tidak mampu bekerja sama, tidak mampu menyampaikan
pendapat dan menanggapi pendapat orang lain. Hal ini merupakan kegagalan guru dalam proses
pembelajaran. Ada kecenderungan pembelajaran terpusat kepada guru (teacher centered). Tidak ada
umpan balik (feedback) dari siswa sehingga proses pembelajaran tidak maksimal. Dengan demikian
dapat dipastikan bahwa hasil belajar siswa tidak sesuai dengan harapan.

Upaya untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI MAN .... Kecamatan ....
Kabupaten .... dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris khususnya reading skill, perlu penggunaan
metode pembelajaran yang tepat, yang dapat membangkitkan keaktifan siswa dalam proses
pembelajaran. Pembelajaran yang terpusat kepada guru (teacher centered) harus diubah menjadi
pembelajaran yang terpusat kepada siswa (student centered). Artinya, pembelajaran terfokus pada
penguasaan siswa atas materi dan penciptaan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, sehingga
memudahkan siswa memahami pelajaran yang disajikan oleh guru. Download PTK Bahasa Inggris sma
lengkap Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan memberikan pengaruh yang besar untuk
menjaga kelangsungan belajar siswa dalam tingkat kesungguhan belajar yang tinggi.

Berdasarkan masalah tentang kurangnya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar yang berdampak
pada hasil belajar siswa yang kuran maksimal pada mata pelajaran Bahasa Inggris di MAN ....
Kecamatan .... Kabupaten ...., sehinga diangkat dalam penulisan PTK ini dengan judul : PENERAPAN
METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA READING DALAM BAHASA INGGRIS PADA KELAS XI MAN .... KECAMATAN .... KABUPATEN ....
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016, dengan alasan dapat dilakukannya peningkatan keaktifan
belajar dan hasil belajar siswa di MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .....

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan informasi dari berbagai pihak dan observasi yang dilakukan oleh peneliti di MAN ....
Kecamatan .... Kabupaten ...., banyak sekali permasalahan yang terjadi di kelas, diantaranya:

1 Bahasa Inggris dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan dan tidak menarik sehingga
banyak siswa yang tidak menyukai Bahasa Inggris. Hal tersebut berdampak pada keaktifan belajar dan
hasil belajar siswa.

2 Metode pembelajaran yang diterapkan guru masih konvensional, monoton, dan berpusat pada guru
(teacher centered), siswa mendengarkan materi yang disampaikan guru dengan ceramah sehingga siswa
kurang aktif dalam proses pembelajaran.

3 Guru kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif menggali kemampuannya dalam proses
belajar mengajar.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkann hasil analisis masalah yang terjadi, maka peneliti merumuskan permasalahannya yaitu
Apakah penggunaan metode Cooperative Learning Tipe Group Investigation dapat meningkatkan
keaktifan belajar dan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya reading skill pada siswa kelas
XI di MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .... Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah-masalah yang dijumpai dalam pembelajaran, maka tujuan penelitian ini adalah
untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris
khususnya reading skill kelas XI MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .... semester II tahun pelajaran
2015/2016 melalui penerapan metode Cooperative Learning tipe Group Investigation.
1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan diperoleh dari implementasi penggunaan strategi pembelajaran kooperatif
dalam pembelajaran berorientasi pada manfaat teoretis dan manfaat praktis. Contoh ptk bahasa inggris
sma doc Manfaat teoritis yang dapat diambil adalah bahwa hasil implementasi konsepsi dapat dijadikan
sebagai bahan referensi dalam memperkaya pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran di Sekolah
Dasar.

a) Manfaat Teoritis

1. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan ilmu pengetahuan dalam bidang penelitian
tindakan kelas;

2. Memberikan ilustrasi gambaran secara lengkap kondisi proses perbaikan pembelajaran Bahasa Inggris
melalui PTK di kelas XI MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .... Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016;

3. Dengan PTK ini dapat mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penggunaan metode Cooperative
Learning tipe Group Investigation dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar pada mata
pelajaran Bahasa Inggris khususnya reading skill kelas XI MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .... Semester
II Tahun Pelajaran 2015/2016;

b) Manfaat Praktis

Manfaat praktis yang dapat dirasakan secara langsung dari penelitian ini selain untuk persyaratan
mengajukan kenaikan pangkat dan golongan juga memberikan manfaat bagi siswa, guru, sekolah, dan
perpustakaan sekolah. PTK bahasa inggris sma doc

1. Manfaat bagi siswa

Dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

2. Manfaat bagi guru

Sebagai alternatif dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan pembelajaran


Bahasa Inggris di SMA/MA.

3. Manfaat bagi sekolah

Sebagai bahan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

DOWNLOAD PTK BAHASA INGGRIS SMA KELAS XI TERBARU


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Metode Cooperative Learning Tipe Group Investigation

Peneliti memilih metode Cooperative Learning Tipe Group Investigation dengan alasan melalui
penerapan metode Cooperative Learning Tipe Group Investigation siswa dapat lebih berpartisipasi aktif
dalam pembelajaran sehingga pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan lebih baik karena adanya
timbal balik antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran.

Peran guru sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Download ptk bahasa inggris sma kelas xi
Menurut Satori, dkk (2008:23), fungsi dan peran guru adalah sebagai motivator dan inovator dalam
pembangunan pendidikan, perintis dan pelopor pendidikan, penelitian dan pengkajian ilmu
pengetahuan dan pengabdian. Sebagai motivator guru harus mampu untuk meningkatkan motivasi siswa
untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu cara untuk membangkitkan keaktifan siswa dalam
pembelajaran adalah dengan menggunakan metode yang tepat, inovatif dan menarik bagi siswa.
Santyasa (2007) mendefinisikan metode pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang melukiskan
prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Dengan demikian metode pembelajaran sangat penting untuk merancang atau memperesiapakan proses
penyampaian materi ajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. PTK bahasa inggris sma doc

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan metode Cooperative Learning tipe Group
Investigation merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang inovatif. Slavin (2010:2 16) menyatakan
bahwa dalam belajar kooperatif siswa bekerja dalam kelompok dan saling membantu untuk menguasai
materi pelajaran. Interaksi tersebut mengandung makna bahwa belajar kooperatif secara nyata semakin
meningkatkan pengembangan sikap sosial dan belajar dari temansekelompok dalam berbagai sikap
positif. Belajar kooperatif dapat meningkatkan sikap sosial dan kemampuan kognitif.

Terdapat dua teori utama yang mendasari metode Cooperative Learning tipe Group Investigation yaitu
teori motivasi dan teori kognitif. Teori motivasi menekankan pada insentif-insentif yang diperlukan untuk
akademik sedangkan teori kognitif menekankan pada akibat yang ditimbulkan dari kerja kelompok. Teori
motivasi membahas tujuan dan penghargaan yang harus dicapai siswa dalam pembelajaran kooperatif.
Salah satu ciri dari pembelajaran kooperatif adalah adanya saling ketergantungan pada kesuksesan atau
kegagalan kerja kelompok. Siswa bisa berhasil mencapai tujuan pembelajaran bila kelompoknya juga
berhasil mencapai tujuan tersebut.
Teori kognitif yang diterapkan dalam pembelajaran kooperatif ada dua yaitu teori perkembangan dan
elaborasi. Teori perkembangan berasumsi bahwa interaksi antar siswa dalam menyelesaikan sebuah
tugas dapat meningkatkan penguasaan materi. Contoh ptk bahasa inggris sma pdf Pada saat seorang
siswa berinteraksi dengan siswa lain, mereka harus menjelaskan dan mendiskusikan pendapatnya.
Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang dipelajari.

Usaha untuk memecahkan konflik yang muncul pada saat aktivitas kooperatif dapat meningkatkan
pemahaman siswa. Teori elaborasi menyatakan salah satu cara belajar yang sangat efektif adalah dengan
menjelaskan materi pelajaran kepada orang lain. Aktivitas belajar kooperatif menekankan pada berpikir
elaboratif dan sangat potensial untuk meningkatkan kedalaman pemahaman, kualitas penalaran, dan
ingatan jangka panjang.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Cooperative Learning tipe Group Investigation
merupakan metode pembelajaran yang efektif di sekolah dasar dan metode ini dianjurkan untuk
diterapkan dalam pembelajaran (Winarta, 2006:7 6). Namun pada kenyataan yang terjadi masih banyak
guru yang menerapkan metode pembelajaran ceramah.

Joyce, Weil, Calhoun (2011:307) menyatakan bahwa belajar berdasar aktivitas secara umum jauh lebih
efektif dari pada yang didasarkan ceramah, materi dan media. Hal ini memberikan asumsi bahwa belajar
yang baik adalah mengajak atau melibatkan siswa untuk terlibat sepenuhnya baik fisik, mental, indera
dan pikiran. Melalui gerakan fisik dapat meningkatkan proses mental yang dikontrol oleh aktivitas otak
melalui proses berpikir untuk memecahkan masalah menjadi lebih mudah. Inilah inti dari materi
pembelajaran dengan strategi kelompok diksi. Sehingga penggunaan metode Cooperative Learning tipe
Group Investigation sangat cocok untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Menurut Huda (2011:123) Group Investigation adalah suatu metode pembelajaran yang dikembangkan
oleh sharan dan sharan ini lebih menekankan pada pilihan dan kontrol siswa daripada menerapkan
teknik-teknik pengajaran di ruang kelas. Menurut Suprijono (20 12:93) mengemukakan bahwa
penggunaan metode Group Investigation maka setiap kelompok akan bekerja untuk melakukan
investigasi sesuai dengan masalah yang sedang dibahas. Dari dua pendapat diatas dapat disimpulkan
pembelajaran dengan menggunakan Group Investigation adalah pembelajaran yang melibatkan aktivitas
siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Contoh ptk
bahasa inggris sma kurikulum 2013 Kondisi ini ternyata sejalan dengan apa yang dikemukakan Narudin
(2009) Group Investigation merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran kooperatif yang
menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar. Slavin (2010:2 14)
mengemukakan enam langkah pembelajaran menggunakan Metode Group Investigation yaitu:

1. Grouping (menetapkan jumlah anggota kelompok)

2. Planning (menetapkan apa yang akan dipelajari, bagaimana mempelajari, siapa melakukan apa).

3. Investigation (saling tukar informasi dan ide, berdiskusi, klarifikasi, mengumpulkan informasi,
menganalisis data, membuat inferensi).
4. Organizing (anggota kelompok menulis laporan, merencanakan presentasi laporan, penentuan
penyaji,moderator, dan notulis).

5. Presenting (salah satu kelompok menyajikan, kelompok lain mengamati, mengklarifikasi, mengajukan
pertanyaan atau tanggapan).

6. Evaluating (masing-masing siswa melakukan koreksi terhadap laporan masing-masing).

Menurut Huda (2011:124) langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode Group Investigation


terdiri dari:

1. Siswa dibentuk kedalam kelompok kecil secara heterogen

2. Masing-masing kelompok diberi tugas/ proyek

3. Setiap anggota berdiskusi dan menentukan informasi apa yang akan dikumpulkan, bagaimana
mengolahnya, bagaimana menelitinya, dan bagaimana menyajikan hasil penelitian didepan kelas.

4. Selama proses penelitian atau investigasi siswa akan terlibat dalam aktivitas berpikir tingkat tinggi,
seperti sintesis, meringkas, hipotesis, dan kesimpulan.

5. Menyajikan laporan akhir

Metode ini melatih siswa untuk membangun pengetahuan mereka sendiri secara aktif dan tekanan
terletak pada proses pembelajaran yang berlangsung, selain pada hasil yang akan dicapai dan
menekankan pada partisipasi siswa dan guru. Peran guru dalam pengajaran dengan menggunakan
metode group investigation adalah sebagai fasilitator yang terlibat dalam proses kelompok (membantu
pembelajar dalam merumuskan rencana, bertindak, dan mengatur kelompok) serta beberapa kebutuhan
dalam sebuah penelitian (pengetahuan tentang metode yang digunakan). Guru berfungsi sebagai
konselor akademik, dimana saat siswa mengalami kebingungan maka guru membantu mereka dalam
memecahkan masalah dan mengumpulkan data yang relevan. PTK bahasa inggris sma doc Dalam
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Group Investigation terdapat dampak
instruksional dan dampak pengiringnya sebagaimana dikemukakan oleh Joyce, Weil, dan Calhoun
(2011:322) yaitu

Dampak instruksional:

1. Proses dan pengelolaan kelompok efektif

2. Pandangan konstruktifis tentang pengetahuan

3. Disiplin dalam penelitian kolaboratif

Dampak pengiring:

1. Kemandirian sebagai pembelajar


2. Penghargaan pada martabat orang lain

3. Penelitian sosial sebagai pandangan hidup

4. Kehangatan dan interpretasi interpersonal

Dampak instruksional dan dampak pengiring tersebut merupakan manfaat dari metode Group
Investigation, disamping merupakan penelitian akademik yang mandiri bagi siswa, metode ini juga
memadukan interaksi sosial dalam proses pembelajarannya sehingga timbul hubungan yang positif antar
siswa, selain itu juga meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-teman yang berbeda dengan
dirinya, baik itu ras, etnik, maupun dari sisi akademis. Selain itu juga meningkatkan rasa kepedulian dan
ketergantungan yang positif antar sesama. Beberapa hal penting yang harus diketahui dalam
pelaksanaan metode Cooperative Learning tipe Group Investigation menurut Slavin (2010:215)
berpendapat bahwa hal tersebut diantaranya :

1. Menguasai kemampuan kelompok

Kesuksesan implementasi dari group investigation sebelumnya menuntut pelatihan dalam kemampuan
komunikasi dan sosial untuk memperoleh informasi. Fase ini sering disebut sebagai meletakkan landasan
kerja atau pembentukan tim. Merencanakan ukuran kelompok (jumlah anggota setiap kelompok)
dibutuhkan untuk menghindari terjadinya ketidakseimbangan kerja antar kelompok. Hal ini bertujuan
untuk meningkatkan sosialisasi antar siswa serta meningkatkan rasa saling menghargai dalam perbedaan
(jenis kelamin serta kemampuan pemahaman), selain itu semakin kecil kelompok, maka membuat semua
anggota didalamnya aktif terlibat dan berpatisipasi.

2. Perencanaan kooperatif

Penting bagi Group Investigation adalah perencanaan yang kooperatif. Siswa menentukan apa yang akan
mereka investigasikan sehubungan dengan upaya untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi;
sia pa akan melakukan apa; dan bagaimana mereka menampilkan proyek mereka yang sudah selesai ke
hadapan kelas . Biasanya ada pembagian tugas dalam kelompok yang mendorong tumbuhnya
interdependensi yang bersifat positif di antara anggota kelompok. Download PTK Bahasa Inggris sma
lengkap Siswa bersama-sama melakukan penyelidikan masalah dengan menggali sumber yang
dibutuhkan serta membagi tugas dan kemudian mempresentasikannya di hadapan kelompok lain.

3. Peran guru

Kelas yang melaksanakan proyek Group Investigaton, guru hanya bertindak sebagai nara sumber dan
fasilitator. Guru tersebut berkeliling di antara kelompok-kelompok yang ada dan untuk melihat bahwa
mereka bisa mengelola tugasnya, dan membantu setiap kesulitan yang mereka hadapi dalam interaksi
kelompok, termasuk masalah dalam kinerja terhadap tugas-tugas khusus yang berkaitan dengan proyek
pembelajaran.

Metode Group Investigation dapat meningkatkan keaktifan siswa, melalui kegiatan penelitian serta
penyajian hasil penelitian, selain itu juga aspek emosional lebih penting karena mereka belajar
bagaimana bekerja dengan kelompok. Berdasarkan pendapat Slavin (2010:215) dan Huda (2011:128),
maka dapat dikaji langkah-langkah yang harus dilakukan guru pada pembelajaran menggunakan Group
Investigation yang dilakukan dalam penelitian terdiri dari:

Pra pembelajaran

1. Guru menyiapkan ruang,alat dan media pembelajaran

2. Guru mengatur tempat duduk siswa

3. Mengatur kesiapan siswa menerima pembelajaran

Kegiatan awal pembelajaran

4. Guru menyampaikan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

5. Guru melakukan kegiatan apersepsi/ mengidentifikasi topik

Kegiatan inti pembelajaran

6. Mengidentifikasi topik dan mengatur murid kedalam kelompok/ Grouping

Pada tahap ini para siswa bergabung dalam kelompoknya yang dibentuk secara heterogen (baik itu dari
jenis kelamin, kemampuan akademik (nilai pretest yaitu nilai rendah, sedang, dan tinggi), dan etnik).

7. Merencanakan tugas yang akan dipelajari/ Planning

a. Kelompok mendiskusikan bersama didalam kelompok hal apa yang ingin mereka ketahui terkait
dengan topik yang telah ditentukan.

b. Kelompok menentukan apa yang akan mereka ketahui terkait topik dengan kalimat tanya. Contoh ptk
bahasa inggris sma doc

c. Setiap kelompok merencanakan koordinasi pembagian tugas masingmasing anggota dalam kelompok

8. Melaksanakan investigasi/ Investigation

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah:

a. Guru mengarahkan siswa pada sumber informasi yang bisa diakses (perpustakaan: majalah, buku,
interner, dan ahli (guru).

b. Siswa mengumpulkan informasi dari sumber yang telah diarahakan guru.

c. Siswa mendata informasi.

Ditahap ini siswa melakukan pengamatan terhadap obyek yang akan diteliti, serta mengumpulkan data
dari pengamatan, baik itu berupa gambar maupun data tertulis. Dalam kegiatan ini para anggota
kelompok berkontribusi/ berpartisipasi untuk usaha yang dilakukan kelompoknya serta selama proses
siswa bertukar pendapat dan berdiskusi.

9. Menyiapkan laporan akhir/ Organizing

Tahapan yang terdapat dalam tahap ini yaitu:

a.Mengorganisasi/ menata data yang diperoleh melalui kegiatan investigasi

b. Menulis laporan

c.Merencanakan presentasi laporan: penentuan penyaji, moderator, dan notulis.

d. Waktu/ durasi

10. Mempresentasikan laporan akhir/ Presenting

a. Setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitian

b. Presentasi dilakukan secara klasikal

Salah satu kelompok menyajikan, kelompok lain mengamati, mengklarifikasi, dan mengajukan
pertanyaan atau tanggapan sehingga semua siswa dapat mendengarkan penjelasan materi dari
kelompok lain yang berbeda materi dengan kelompoknya.

c. Bagian presentasi tersebut melibatkan pendengar aktif, dalam hal ini yaitu teman sekelas mereka.

Kegiatan akhir pembelajaran

11. Evaluasi/ Evaluation

Dalam tahap meliputi:

a. Para siswa saling memberikan umpan balik berupa masukan, kritik, saran, dan pujian mengenai topik
yang mereka presentasikan. Download ptk bahasa inggris sma kelas xi Berbagi pengalaman mengenai
proses kerjasama kelompok antar anggota.

b. Setiap kelompok mendata informasi dan menyimpulkan informasi dari kelompok lain.

c. Guru melakukan konfirmasi tentang informasi dari masing-masing kelompok guna mengecek/
memastikan kebenarannya.

Selain itu guru dan siswa mengevaluasi proses pembelajaran (menejemen waktu, pembagian tugas
dalam kelompok, dan keefektifan pencarian informasi).

12. Guru mengadakan refleksi untuk mengetahui apakah tujuan pembelajarannya yang ditentukan
tercapai atau tidak.
Berdasarkan tahapan pembelajaran Group Investigation menurut Slavin (2010:215) dan Huda (2011:124)
tersebut, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan adalah pembelajaran yang mengikutsertakan siswa
dalam pembelajaran bahkan semua kegiatan dari tahap perencanaan hingga evaluasi dilakukan oleh
siswa. Dalam hal ini siswa lebih aktif dalam belajar disamping juga belajar untuk bersosialisasi dengan
teman lainnya.

2.1.2 Keaktifan Belajar

Peneliti tertarik dengan keaktifan belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan alasan
pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif dan siswa tidak hanya mendengar dan
menulis saja tetapi juga melibatkan semua aspek termasuk didalamnya emosional maupun mentalnya
karena tanpa adanya keaktifan siswa maka pelajaran tidak berlangsung dengan baik. Dengan adanya
keaktifan siswa dalam proses belajar/ pembelajaran maka pembelajaran menjadi lebih bermakna,
dimana siswa mendapat kesempatan untuk turut berperan serta dalam kegiatan belajar serta belajar
untuk bekerjasama dengan teman lain.

Aunurrahman (2009: 119) menyatakan keaktifan belajar siswa dalam merupakan persoalan penting dan
mendasar yang harus dipahami, dan dikembangkan setiap guru dalam proses pembelajaran. Sehingga
keaktifan siswa perlu digali dari potensi-potensinya, yang mereka aktualisasikan melalui aktifitasnya
untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Rochman Natawijaya dalam Depdiknas, 2005 : 31, belajar aktif adalah Suatu sistem belajar mengajar
yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil
belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Contoh ptk bahasa inggris
sma pdf

Menurut Nana Sudjana (2007:72), keaktifan belajar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar
dapat dilihat dalam (1) turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; (2) terlibat dalam pemecahan
masalah; (3) bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya;
(4) berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah; (5) melatih diri
dalam memecahkan masalah atau soal; serta (6) menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang
diperoleh.

Keaktifan menurut Aunurrahman, Rochman Natawijaya , dan Nana Sudjana dapat diartikan segala
kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar.
Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri.
Mereka aktif membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam
kegiatan pembelajaran yang aktif meliputi aspek kognitif afektif dan psikomotorik.

Dimyati dan Mudjiono (2009) dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar, siswa dituntut
untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya. Pendapat tersebut menyatakan
bahwa yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar adalah kesempatan bagi
siswa untuk berperan serta sehingga keaktifan siswa saat pembelajaran timbul, bukan keaktifan guru.
Sebagaimana dikemukakan oleh Hamalik (2008:179) menyatakan bahwa saat bekerja mereka
memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan aspek tingkah laku lainnya, serta mengembangkan
keterampilan yang bermakna untuk hidup dimasyarakat. Dalam kegiatan belajar siswa hendaknya siswa
turut mengambil bagian sehingga siswa akan lebih aktif mengikuti pelajaran dan dapat memperoleh
pengetahuan sehingga dapat mengembangkan dan menerapkan ketrampilan yang didapatnya dalam
kehidupan sehari-hari. Pelaksanan kegiatan belajar mengajar hendaknya menitikberatkan pada Student

Center sehingga mereka akan menemukan dengan sendirinya pengetahuan (inquiry).

Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran memberikan peluang kepada siswa untuk
lebih memahami gagasan dan guru akan mengetahui kemungkinan gagasan siswa yang salah dan guru
akan memperbaiki kesalahannya. Contoh ptk bahasa inggris sma kurikulum 2013 Jadi sangat sesuai
apabila dilakukan penerapan metode Cooperative Learning tipe Group Investigation, karena semua siswa
aktif baik itu dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannnya.

Pelaksanaan pembelajaran yang aktif adalah pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara
aktif dan siswa tidak hanya mendengar dan menulis saja tetapi juga melibatkan semua aspek termasuk
didalamnya emosional maupun mentalnya karena tanpa adanya keaktifan siswa maka pelajaran tidak
berlangsung dengan baik. Keaktifan siswa sangat besar nilainya bagi pengajaran para siswa (Hamalik,
2008:180) karena:

1. Para siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri

2. Berbuat sendiri akan mengambangkan seluruh aspek pribadi siswa secara integral

3. Memupuk rasa kerjasama yang harmonis dikalangan siswa

4. Para siswa bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri

5. Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis

6. Mempererat hubungan sekolah dan masyarakat, dan hubungan antara orang tua dengan guru

7. Pengajaran diselenggarakan secara realistis dan konkret sehingga mengembangkan pemahaman dan
berpikir kritis serta menghindari verbalitas

8. Pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana aktivitas kehidupan di masyarakat.

Sejalan dengan pendapat Hamalik tersebut, maka dengan adanya keaktifan siswa dalam proses belajar/
pembelajaran maka pembelajaran menjadi lebih bermakna, dimana siswa mendapat kesempatan untuk
turut berperan serta dalam kegiatan belajar serta belajar untuk bekerjasama dengan teman lain.

Kriteria Instrumen Keaktifan Siswa

Wardani (2012:2 13) Kriteria Instrumen yang digunakan tergantung pada skala dan jumlah butir
pertanyaan atau pernyataan yang digunakan. PTK bahasa inggris sma doc Skala likert yang digunakan
penulis berisi 20 butir pernyataan dengan 5 pilihan utnuk mengukur minat peserta didik.
Skor butir pernyataan yang digunakan bersifat positif dengan pilihan sangat setuju, setuju, kurang setuju,
tidak setuju, dan sangat tidak setuju (5,4,3,2,1). Skor tertinggi untuk instrument tersebut adalah 20 x 5 =
100 dan skor terendah adalah 20 x 1 = 20. Skor ini dikualifikasikan menjadi 2 kategori keaktifan yaitu
kategori aktif dan kurang aktif . Berdasarkan kategori ini dapat ditentukan keaktifan peserta didik
dikatakan baik apabila skor angka keaktifan mencapai 75.

2.1.3 Hasil Belajar

Menurut Sudjana (20 10:22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia
menerima pengalaman belajarnya. Dimyati dan Mudjiono (2009:200) menyatakan bahwa belajar
merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar, sedangkan menurut Uno (2008)
hasil belajar merupakan perubahan peilaku yang relatif menetap dalam diri seseorang dengan
lingkungannya. Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar tersebut
dapat ada karena siswa telah melakukan proses belajar, dan dalam proses belajar tersebut siswa
mendapat pengalaman dari pengajaran gurunya, baik itu langsung maupun tidak langsung, sehingga
terjadi perubahan perilaku sebagai akibat dari pengaruh lingkungan belajarnya.

Hasil belajar dapat dibedakan menjadi dampak pengajaran dan dampak pengiring (Dimyati dan
Mudjiono). Dampak pengajaran yaitu hasil yang dapat diukur, seperti nilai rapor, angka dalam ijazah,
sedangkan dampak pengiring

adalah terapan pengetahuan dan kemampuan dibidang lain atau suatu transfer data. Hasil belajar tidak
hanya tertuang dalam nilai-nilai angka dalam rapor saja tetapi penerapan dari pengetahuan yang didapat
merupakan hasil belajar, dimana mereka belajar dan kemudian menerapakn apa yang telah dipelajari.
Hasil belajar yang ditandai oleh perubahan perilaku menurut Suprijono (20 10:4) memiliki ciriciri:

1. Sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari

2. Kontinu atau kesinambungan dengan perilaku lainnya

3. Fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup

4. Positif atau berakumulasi

5. Aktif atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan

6. Permanen atau tetap

7. Bertujuan atau terarah

8. Mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan

Perubahan perilaku sebagai hasil belajar mencakup seluruh aspek kemanusiaan yang menjadi bekal
untuk kehidupannya, terutama bagi siswa untuk mengahdapi kehidupan sosialnya kelak. Download PTK
Bahasa Inggris sma lengkap Adapun tujuan penilaian hasil belajar menurut (Arifin, 2011:13) adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan

2. Untuk mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap peserta didik terhadap rogram
pembelajaran

3. Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan

4. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan peserta didik

5. Untuk seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik sesuai dengan jenis pendidikan tertentu

6. Untuk menentukan kenaikkan kelas

7. Untuk menetapkan peserta didik sesuai dengan potensi yang telah dimilikinya

Oleh karena itu penilaian hasil belajar sangat bermanfaat, terutama bagi peserta didik. Bagi peserta
didik, hasil belajar berguna untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang
disampaikan serta untuk mengetahui kelebihan atau potensi dan kekurangan yang dimilikinya. Adapun
fungsi hasil belajar (Arifin, 2011:293) adalah sebagai berikut:

- Fungsi formatif, yaitu untuk memberikan umpan balik dan memperbaiki proses pembelajaran serta
mengadakan remedial bagi peserta didik.

- Fungsi sumatif, yaitu untuk menentukan nilai/ angka kemajuan hasil belajar peserta didik dalam mata
pelajaran tertentu, sebagai bahan laporan kepada pihak tertentu, penentuan kenaikan kelas dan
penentuan lulus tidaknya peserta didik. PTK bahasa inggris sma doc

- Fungsi diagnostik, yaitu untuk memahami latar belakang peserta didik yang mengalami kesulitan
belajar, dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memecahkan kesulitan tertentu.

- Fungsi penempatan, yaitu untuk menempatkan peserta didik dalam situasi

pembelajaran yang tepat sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.

Berdasarkan fungsi hasil belajar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar tidak hanya
menilai tentang bagaimana pemahaman siswa tetapi juga untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran
yang sudah dilaksanakan, mengatasi kesulitan belajar peserta didik serta untuk mengontrol kemajuan
peserta didik. Dalam penelitian ini, hasil belajar dari fungsi sumatif diartikan sebagai peningkatan
kemampuan kognitif siswa yang diukur melalui pretest dan posttest guna memperoleh data berupa nilai.

2.1.4 Pembelajaran Bahasa Inggris

Pembelajaran Bahasa Inggris sebaiknya dilaksanakan secara inquiri ilmiah (Scintientificinquiry) untuk
menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai
aspek penting kecakapan hidup. Contoh ptk bahasa inggris sma doc Oleh karena itu pembelajaran
Bahasa Inggris di SMP/MTs menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui
penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan praktek reading, speaking, listening.

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) Bahasa Inggris di SMP/MTs merupakan standar
minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam
pengembangan kurikulum di setiap Satuan Pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada
pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan (pengetahuan sendiri
yang difalitasi oleh guru).

2.2 Kerangka Pikir

Alur kerangka pikir yang ditujukan untuk mengarahkan jalannya penelitian agar tidak menyimpang dari
pokok-pokok permasalahan, maka kerangka berpikir dilukiskan dalam sebuah gambar skema agar
penelitian mempunyai gambaran yang jelas dalam melakukan penelitian. Adapun skema itu adalah
sebagai berikut :

Gambar 1

Skema Kerangka Pikir

Pada kondisi awal proses pembelajaran guru belum menerapkan Metode Cooperative Learning tipe
Group Investigation, sehingga nilai pada mata pelajaran Bahasa Inggris rendah. Kondisi tersebut
mendorong penulis yang berkolaborasi dengan guru kelas untuk melakukan tindakan, tindakan yang
diberikan berupa penerapan metode Cooperative Learning tipe Group Investigation, Group Investigation
diterapkan pada siklus I pertemuan I dan pertemuan II, dimana pada pertemuan ini siswa akan
melakukan berbagai investigasi berkaitan dengan materi yang sedang di pelajari bersama kelompoknya
sehingga akam mendorong siswa untuk bersikap aktif dalam mengikuti pelajaran. Download ptk bahasa
inggris sma kelas xi Sedangkan pada pertemuan III digunakan untuk uji kompetensi, kemudian setelah itu
guru merefleksikan tindakan tersebut. Apabila tindakan pada siklus I belum dapat memenuhi KKM maka
perlu diadakan tindakan pada siklus II, sehingga dari hasil tindakan penerapan Cooperative Learning tipe
Group Investigation diduga dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa.

2.4 Hipotesis Tindakan

Penerapan Metode Cooperative Learning Tipe Group Investigation diduga dapat meningkatkan keaktifan
belajar dan hasil belajar reading dalam Bahasa Inggris kelas XI MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .....
PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAHASA INGGRIS SMA

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Setting dan Subjek Penelitian

3.1.1 Setting penelitian

a. Tempat penelitian

Penelitian dilaksanakan di MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .... pada peserta didik Kelas XI, semester II
tahun pelajaran 2015/2016. Jumlah peserta didik Kelas XI adalah 31 siswa. Jumlah keseluruhan kelas di
Kelas XI adalah 6 kelas serta jumlah seluruh siswa dari Kelas XI.1 sampai dengan Kelas XI.6 sejumlah 177
siswa. Contoh ptk bahasa inggris sma pdf PBM berlangsung dari pukul 07.00 sampai dengan 12.30 siang.

b. Waktu penelitian Penelitian dilakukan pada semester II Tahun Pelajaran 2015/2016.

3.1.2 Subjek penelitian

Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .... Semester II Tahun Pelajaran
2015/2016. Jumlah siswa Kelas XI adalah 31 siswa, terdiri dari 15 siswa perempuan dan 16 siswa laki
laki. Rata rata orang tua mereka dalah petani dan sarana dan prasarana belajar di rumah dan di
sekolah kurang.

3.2. Jenis penelitian dan pendekatan

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Disebut PTK karena merupakan penelitian
yang memerlukan tindakan untuk menanggulangi masalah dalam bidang pendidikan dan dilaksanakan
dalam kelas atau sekolah dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu hasil penelitian
diuraikan secara deskriptif dan bersifat kuantitatif artinya penelitian yang menggunakan ukuran dengan
angka-angka hasil

perhitungan sebagai tolak ukur keberhasilannya. Proses penelitian berbentuk siklus. Siklus berlangsung
dua kali, tiap siklus tiga kali tatap muka dan tiap kali tatap muka masing-masing 70 menit. Setiap siklus
terdiri empat kegiatan pokok, yaitu: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing),
dan refleksi (reflection). Sejalan dengan pendapat tersebut di atas maka alur penelitian dilaksanakan
sesuai dengan yang dikemukakan oleh Arikunto (2007:16) dengan tahapan yang lazim dilalui, meliputi:
(1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi

3.3. Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian atau apa saja yang menjadi titik perhatian suatu penelitian Suharsimi
Arikunto (2006:94). Sedangkan menurut Sugiyono (2008:38) variabel penelitian adalah segala sesuatu
yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
entang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. PTK bahasa inggris sma doc Dengan demikian yang
dimaksud variabel adalah obyek penelitian. Variabel terdiri dari 2 macam, yaitu:

1. Variabel Independen (Variabel Bebas)

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau
tim bulnya variabel terikat, (Sugiyono:39).

2. Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Variaael terikat erupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas, (Sugiyono:39).

Variabel dalam penelitian ini ada 3 yaitu. Variabel bebas (X) dalah Cooperative Learning tipe Group
Investigation. Contoh ptk bahasa inggris sma kurikulum 2013 Variabel terikat (Y) yaitu keaktifan belajar
dan hasil belajar siswa Kelas XI pada mata pelajaran Bahasa Inggris.

3.4. Rencana Tindakan

3.4.1. Perencanaan penelitian

Perencanaan penelitian, yaitu:

a. Permohonan izin

Persiapan dengan minta izin kepada kepala sekolah dan guru Kelas XI untuk melakukan observasi
wawancara kepada guru kelas, serta melaksanakan pembelajaran.

b. Observasi

Kegiatan ini dilakukan untuk mandapatkan gambaran tentang Kelas XI MAN .... Kecamatan ....
Kabupaten .... pada pembelajaran Bahasa Inggris dengan tindakan penerapan Metode Cooperative
Learning tipe Group Investigation dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa. Hal ini
dikerjakan secara langsung sebab peneliti adalah guru kelas tersebut.

c. Pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran:

1. Menentukan standart kompetensi dan kompetensi dasar.

2. Mengembangkan standart kompetensi dan kompetensi dasar dalam indikator.

3. Indikator kemudian dikembangkan menjadi tujuan pembelajaran.

4. Merumuskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan guru didalam kelas.

5. Menetapkan alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan materi dan
memberikan evaluasi kepada siswa.

Dari perencanaan penelitian yang telah dibuat kemudian guru melakukan pembelajaran yang telah di
rencanakan. PTK bahasa inggris sma doc Kegiatan perencanaan pembelajaran dilaksanakan dengan dua
siklus. Siklus I dan Siklus II, tiap siklus masing masing dua kali pertemuan.

Pelaksanaan penelitian tindakan adalah sebagai berikut :

1. Siklus I

a. Perencanaan

1) Identifikasi masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah.

2) Menetapkan kompetensi dasar dan indikator.

3) Merencanakan pembelajaran

4) Memilih bahan pelajaran yang sesuai

5) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran

6) Menyiapkan lem bar observasi

7) Menyiapkan tes hasil belajar yang sudah divalidasi

8) Menetapkan indikator keaktifan mencapai kategori baik dengan persentase 65% sampai dengan
84,99%.

9) Menetapkan indikator hasil belajar, yaitu jika 90% siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal
(KKM = 65) dengan rata-rata 70.

b. Tindakan

1) Kelas dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang anggota.
2) Menerapkan tindakan yang mengacu pada rencana pembelajaran.

3) Setiap anggota kelompok diberikan materi yang akan diinvestigasi.

4) Anggota kelompok mendiskusikan secara kooperatif materi yang

diberikan.

5) Selanjutnya masing-masing kelompok menyampaikan hasil penemuan kelom poknya yang berkaitan
dengan tugas/materi yang diberikan.

6) Memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik.

7) Memberikan PR kepada siswa. Contoh ptk bahasa inggris sma doc

8) Melakukan refleksi pembelajaran yang telah dilaksanakan.

c. Observasi

Melakukan observasi untuk merekam data yang diperlukan. Indikator yang diamati meliputi: (1) senang
belajar, (2) antusias, (3) merasa mudah, (4) merasa termotivasi, (5) aktif dalam kelompok, dan (6)
menjawab soal yang diberikan dengan benar.

d. Refleksi

1) Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari
setiap macam tindakan.

2) Melakukan pertemuan dengan observer untuk membahas hasil evaluasi tentang pelaksanaan
tindakan pem belajaran.

3) Mencermati berbagai kelemahan atau kelebihan yang telah terjadi

4) Menetapkan alternatif perbaikan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan pada siklus
berikutnya.

2. Siklus II

a. Perencanaan

1) Identifikasi masalah yang muncul pada siklus I yang belum teratasi dan menetapkan alternatif
pemecahan masalah.

2) Menyempurkan dan mengembangkan rencana pembelajaran tindakan

3) Menyiapkan lembar observasi


4) Menyiapkan tes prestasi belajar yang sudah divalidasi

5) Menetapkan indikator sikap mencapai kategori baik dengan persentase 65% sampai dengan 84,99%.

6) Menetapkan indikator hasil belajar, yaitu jika 90% siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal
(KKM = 65) dengan rata-rata 70. Download PTK Bahasa Inggris sma lengkap

b. Tindakan

Pelaksanaan program tindakan siklus II yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul pada siklus
I, sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang sudah ditentukan, antara lain melalui:

1) Memantapkan kemampuan dasar siswa sebelum pembelajaran dimulai.

2) Melaksanakan bimbingan individual yang lebih baik lagi pada kegiatan penerapan

3) Menerapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation lebih baik lagi untuk meningkatkan
penguasaan konsep secara bersama

4) Pada setiap sesi kegiatan penerapan lanjutan perlu ada waktu jeda untuk mengecek penguasaan
siswa, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pada sesi berikutnya.

c. Observasi

1) Melaksanakan observasi dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan yang terjadi selama
pembelajaran berlangsung, baik keberhasilan yang telah dicapai maupun kekurangan yang masih terjadi.

2) Menilai hasil tindakan.

d. Refleksi

1) Melakukan evaluasi tindakan siklus II berdasarkan data yang terkumpul.

2) Membahas hasil pelaksanaan pembelajaran untuk mengambil keputusan

3) Melakukan penilaian tindakan II

4) Para siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruksi kembali pengetahuan mereka sendiri agar
pengalaman bel ajar yang dialami dapat memberi pengetahuan baru bagi mereka dan bermanfaat untuk
memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Contoh ptk bahasa inggris sma doc

3.4.2 Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Observasi

Tindakan penerapan Metode Cooperative Learning tipe Group Investigation ini diberikan kepada siswa
Kelas XI MAN .... Kecamatan .... Kabupaten .... dengan jumlah 31 siswa yang digunakan sebagai subjek
penelitian. Bentuk tindakan yang diberikan berupa penerapan metode Cooperative Learning tipe Group
Investigation pada saat proses pembelajaran Bahasa Inggris. Tindakan penerapan metode Coopertive
Learning tipe Group Investigation dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.

3.4.3 Analisis dan Refleksi

Setiap tahap diakhiri dengan refleksi. Data yang diperoleh dari pengamatan dianalis dan dimaknai
dengan menggunakan analisis deskriptif rata-rata atau prosentase. Untuk mengetahui perubahan atas
tindakan yang telah diberikan, diadakan perbandingan dengan data hasil tindakan sebelumnya.
Download ptk bahasa inggris sma kelas xi Dari hasil analisis tersebut diadakan tindak lanjut sesuai
dengan hasil yang diperoleh jika tindakan yang telah dilakukan tidak menghasilkan perubahan yang
dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa terhadap pelajaran Bahasa Inggris.

3.5. Teknik dan Instrumen Pengumpulan data

Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan keaktifan dan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris sebelum dan sesudah diberi tindakan, peneliti
menggunakan:

1. Observasi

Untuk mengetahui perkembangan keaktifan belajar siswa dan kegiatan guru dalam mengajar dilakukan
metode observasi (pengamatan). Observasi dilakukan di Kelas XI MAN .... Dalam observasi, peneliti
memperoleh data tentang lingkungan sekolah, mengamati guru pada saat mengajar.

2. Dokumentasi

Berdasarkan Sukmadinata (2005:221) studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data
dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen baik dokumen tertulis, gam bar maupun
elektronik metode ini peneliti menggunakan untuk memperoleh data awal tentang nama siswa, no
induk, nilai hasil ulangan siswa Kelas XI di MAN ....

3. Wawancara

Berdasarkan Sukmadinata (2005:216) wawancara merupakan pertanyaan yang diajukan secara verbal
kepada orang-orang yang dapat memberikan informasi / penjelasan hal-hal yang dianggap perlu pada
penelitian ini yang diwawancara adalah kepala sekolah, guru dan beberapa siswa.

4. Tes

Tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan
akhir kegiatan tiap-tiap siklus (post tes) dengan memberikan sejumlah soal tes kepada subjek penelitian.
Contoh ptk bahasa inggris sma pdf Dalam pengumpulan data alat yang digunakan berupa soal test
sesuai dengan materi.

5. Angket
Angket yang digunakan disini merupakan angket tertutup, artinya angket yang pengisianya memberikan
centang atau menyilang dari beberapa item yang telah ditentukan oleh peneliti

3.6. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Menurut Arikunto (2002:144), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan
kesahihan suatu instrumen. Tingkat validitas dapat dilihat pada output Item-Total Statistic pada kolom
Corrected Item-Total Correlation. Hasil nilai pada kolom Corrected Item-Total Correlation dibandingkan
dengan nilai r tabel. Adapun r tabel dicari pada signifikansi 0.05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n)=31,
maka didapat r tabel sebesar 0.339. sehingga dapat diketahui nilai pada kolom Corrected Item-Total
Correlation ~ 0.339 dikatakan valid, sebaliknya nilai pada kolom Corrected Item-Total Correlation <0,339
dikatakan tidak valid.

Sedangkan reliabilitas menurut Arikunto (2002:1 54), bahwa reliabilitas menunjukkan bahwa suatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan suatu data. Adapun reliabilitas
kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik.

Untuk mengukur tingkat validitas dan reliabilitas pada tiap item dapat menggunakan program SPSS 16.0
for windows.

3.7. Indikator Kinerja

3.7.1. Indikator Hasil Belajar

Pelaksanaan tes pada akhir siklus akan membantu peneliti dalam mendapatkan data tentang
penguasaaan materi yang telah diajarkan. Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran tiap siklus, tolok
ukurnya adalah sistem belajar tuntas yaitu pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang
telah ditentukan sebesar = 65.

Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

P = ~ siswa yang tuntas belajar X 100%

~ siswa

Keterangan :

P : persentase ketuntasan belajar

~ : jumlah

Peneliti menyatakan hasil belajar Bahasa Inggris meningkat jika 90% siswa Kelas XI MAN ....
Kecamatan .... Kabupaten .... telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM = 65) dengan rata-rata 70.
3.7.2. Indikator Keaktifan

Peningkatan keaktifan ditunjukkan dengan adanya antusias siswa dalam proses pembelajaran, itu dapat
dilihat dari kemungkinan banyaknya siswa yang terlibat dalam pembelajaran hal itu dilihat dari lembar
observasi penerapan metode ekspositori pada proses pembelajaran. PTK bahasa inggris sma doc

Pembacaan kesimpulan kondisi keaktifan siswa dengan kriteria yang diadaptasi dari pedoman penilaian
(Pudji Muljono 2008 :104) seperti pada tabel berikut :

Tabel 1

Klasifikasi persentase keaktifan belajar

Rumus:

K eterangan

Tx = Persen total yang dicapai

A = jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran

B = jumlah seluruh siswa

Berdasarkan tabel klasifikasi prosentase keaktifan tersebut maka peneliti menentukan indikator kinerja
keaktifan berada pada katagori Baik, sehingga prosentase jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran
antara 65 % sampai dengan 84,99%.

3.8. Teknik Analisis Data

Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik data kuantitatif yang berupa skor
keaktifan belajar dan hasil belajar siswa dari kegiatan pembelajaran pada siklus I dan II. Data tersebut
diolah dengan menggunakan teknik analisis diskriptif. Selain teknik tersebut akan dilakukan uji validitas
dan reliabilitas paa soal dan lem bar angket keaktifan untuk memperoleh hasil yang maksimal terhadap
keaktifan belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Cara penghitungannya
dibantu dengan menggunakan program SPSS 16.00 for windows. Download PTK Bahasa Inggris sma
lengkap Berikut merupakan kisi-kisi soal post tes dapat dilihat pada tabel 1 dan tabel 2, dan kisi-kisi lem
bar angket keaktifan siswa dapat dilihat pada tabel 3:

Tabel 2

Kisi-kisi Soal Post tes Siklus I


Nilai = jawaban benar x 10 15

Nilai total = 100

Tabel 3

Kisi-kisi Soal Post tes Siklus II

Nilai = jawaban benar x 20

2 Nilai total = 100

Tabel 4

Kisi-kisi Sebaran Nomor Item Angket Keaktifan Belajar

Angket keaktifan belajar ini adalah untuk mengukur apa saja aktivitas yang dilakukan siswa dan
bagaimana keaktifan belajar itu dilakukan. Dalam menentukan skor, maka sistem skoring menggunakan
skala Likert. dengan 5 pilihan jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju
(TS), dan sangat tidak setuju (STS). Contoh ptk bahasa inggris sma doc Untuk pernyataan pada angket
keaktifan belajar skala yang digunakan adalah 5, 4, 3, 2, dan 1.

PTK BAHASA INGGRIS SMA TERBARU

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2010). Dasar-dasat Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Budiningsih, DR.C. Asri, 2012, B elajar dan P em belajaran, Jakarta: Rineka Cipta

Devi, A.T.( 2010). Skripsi: Peningkatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI)
untuk M eningkatkan Pemahaman Gaya Magnet pada Pembelajaran IPA Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 2
Wanaraja Wanarasa Banjarnegara Tahun Ajaran 2010/2011. Diunduh dari
http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=20040 (19 Desember 2011).
Dimyati & Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hamalik, O. (2008). P
roses B elajar M engajar. Jakarta: Sinar Grafika.

Hamalik, Oemar 2008, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Bandung: Bumi Aksara

Hanafiah & Suhana,C. (2010). K on sep St r a teg i P em belaja ran. Bandung: Refika Aditama.

Huda, M. (2011). Cooperative Learning (M etode, Tehnik, Struktur, dan Model Pen era pan). Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.

Joyce, Weil, Calhoun, 2011, Models Of Teaching Model-m o d e l P en g aja r a n, Yogyakarta: Pustaka
Pelajar

Mawardi, M.Pd, Sulasmono, Dr. Bambang S., 2011, B a h a n Aja r C eta k K aji a n K urikulum Pendidikan
Kewarganegaraan SD, Salatiga: Widya Sari Press

Mikarsa, L.H., Taufik, A., Prianto, L., P. (2008). Pendidikan Anak di SD. Jakarta: Univesitas Terbuka.

Musbikin, Imam, 2012, M engatasi Anak M ogok Sekolah+ M alas Belajar, Jogjakarta: Laksana

Nana Sudjana, 2007, Penelitian Hasil ProsesBelajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Narudin, D. (2009, Mar.3). Pembelajaran M etode Group Investigation. Diunduh dari:file:///F :/group
%20material/Pembelajaran%20Metode%C2%A0Group %C2%A0Investigation%20_%20AKHMAD
%20SUDRAJAT%20%20TE NTANG%20PENDIDIKAN.htm (18 Februari 2013).

Rusman, 2010, Model-model Pembelajaran M engembangkan P rofesionalisme G u r u ,Bandung:


Rajawali Press

Santyasa, I.W. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif. M akalah. D isajikan dalam Pelatihan tentang
Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru-guru SM P dan SM A di Nusa Penida, 29 Juni s.d 1 Juli 2007.

Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Satori, D. (2008). Pr ofesi K eg u r u an. Jakarta: Universitas Terbuka.

Seifert, Kelvin, 2012, Pedoman Pembelajarn & Instruksi Pendidikan, Jogjakarta: IRCiSoD

Slavin, Robert E, 2010, Cooperative Learning Teori, Riset dan Prakik, Bandung: Nusa Media

Sudjana S., 2010, Metode & TeknikPembelajaran Partisipatif, Bandung: Falah Production

Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta

Suharsimi, Ari Kunto dan Suhadjo Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2005, M etode Penelitian Pendidikan,Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Offset

Suprijono, Agus, 2012, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem, Surabaya: Pustaka Pelajar

Uno, Hamzah B., 2007, Model Pembelajaran M enciptakan P roses Belajar Mengajar yang Kreatif dan
Efektif, Gorontalo: Bumi Aksara

Wardani, Naniek Sulistya dkk.2012. Asesmen Pembelajaran SD Bahan Belajar M a n dir i. Salatiga: Widya
Sari.

Winartha, I Made, 2006, Pedoman Penulisan U sulan Penelitian,Skripsi, Dan T esi s, Yogyakarta: ANDI
Yogyakarta

Winoto, S.D. (2011). Penerapan Model Group Investigation untuk M eningkatkan Pembelajaran IPA Siswa
Kelas V SD N Kidul Dalem 2 M alang. Diunduh dari http://library.um.ac.id/free-
contents/download/pub/pub.php/48689.pdf (19 Februari 2013).

Woolfolk, Anita E, Lorraine McCune-Nicolich, 2004, M end i di k A n a k-A n a k Bermasalah (Psikologi


Pembelajaran I), Jakarta: Inisiasi Press

Zainal Arifin, 2011, Evaluasi P em belajaran,Bandung: PT.Remaja Rosdakaya

Zingaro, D. (2008). Group Investigation: Theory and Practice. Ontario Institute for Studies in Education.
Diunduh dari http://www.danielzingaro.com/gi.pdf (12 Februari 2013

Anda mungkin juga menyukai