Anda di halaman 1dari 18

Penyusunan Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi

Prosesur Audit Kertas Tgl.Pela Pelak


Kerja ksanaan sana

p
Keberadaan atau Keterjadian
1. Lakukan pengamatan terhadap (termasuk pengamatan
terhadap pemisahan fungsi):
a) Persetujuan atas surat permintaan pembelian
b) Order pembelian
c) Penerimaan barang
d) Pembuatan bukti transaksi
2. Ambil sampel transksi pembelian dari register bukti kas
keluar dan lakukan verifikasi terhadap tanggal,nama
pemasok,dan jumlah moneter dan nonmonoter.Lakukan
pula pemeriksaan terhadap dokumen pendukung berikut
ini:
a) Bukti kas keluar
b) Laporan permintaan barang
c) Surat order pembelian yang telah diotorisasi
d) Surat permintaan pembelian yang telah diotorisasi
e) Faktur dari pemaso
Kelengkapan
3. Pemeriksa bukti digunakannya formulir bernomor urut
tercetak dan pertanggungjawaban pemakai formulir
tersebut(surat order pembelian, laporan penerimaan
barang,bukti kas keluar).periksa secara selintas nomor urut
bukti kas keluar yang dicatat dalam register bukti kas
keluar.
4. Ambil sampel bukti kas keluar yang disetujui dan lakukan
pengusutan ke dokumen dan catatan akuntasi berikut ini:
a) Laporan penerimaan barang
b) Faktur dari pemasok
c) Surat order pembelian
Penilaian atau alokasi
5. Untuk sampel yang diambiln pada langkah ke-2 atas
periksa bukti adanya:
a) Persetujuan pembelian semestinya untuk setiap
transaksi pembelian
b) Pengecekan independen terhadap pecantuman
harga barang dalam bukti kas keluar.
c) Pengecekan independen terhadap keakuratan
perhitungan dalam bukti kas keluar
6. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting
ke buku pembantu dan jurnal untuk memperoleh keyakinan
bahwa tidak terjadi kekeliruan posting jumlah moneter atau
akun.

Gambar 15.6 Program untuk Pengujian Pengendalian Terhadap Transaksi


Pembelian.
Penjelasan Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap
Transaksi Pembelian.

Lakukan pengamatan terhdap prosedur persetujuan atas permintan pebelian,


order pemebleian, penerimaan barang, Pembuatan bukti kas keluar.
Pengamatan ini ditujukan untuk membuktikan: (1) adanya pemisahan tiga
fungsi pokok: fungsi operasi,fungsi penyimpanan,dan fungsi akuntasi dalam
penangana system pembelian, (2)setiap transaksi pembelian dilaksanankan oleh
lebih dari satu unit organisasi sehingga tercipta adanya pengecekan intern dalam
setiap pelaksanaan transaksi tersebut.dalam pengamatan terhadap pelaksanaan
transaksi pembelian ini,auditor melakukan pengamtan terhadap:
1. Persetujuan pada surat permintaan pembelian yang dilaksanakan oleh fungsi
gudang atau fungsi pemakai
2. Perstujan pada surat permintaan otorisasi invsetasi dan surat permintaan
reparasi oleh ,anajemen puncak.
3. Penerimaan barang yang dilaksanankan oleh fungsi penerimaan barang.
4. Pencatatan kewajiban perusahaan kepada pemasok yang dilaksanankan
oleh fungsi utang.

Ambil samper transaksi pemebelian dari register bukti kas keluar dan lakukan
pemeriksaan terhadap dokumen pendukung. aktifitas pengendalian yang diambil
oleh auditor dalam pemeriksaan bukti kas keluar tersebut:
1. Penggunaan formulir bukti kas keluar yang bernomor urut tercetak
2. Adanya pertanggungjawaban penggunaan formulir bukti kas keluar yang
bernomor urut tercetak tersebut.
3. Tanda tangan otorisasi atas bukti kas keluar dari yang berwenang.
4. Kesesuaian informasi yang dicantumkan dalam bukti kas keluar dengan
iformasi yang tercantim dalam dokumen pendukungnya (misalnya informasi
nama pemasok,nama dan spesifikasi barang,kuantitas,kualitas,dan kondisi
barang yang diterima,dan satuan barang).
5. Kelengkapan dokumen pendukung bukti kas keluar(surat permintaan
pembelian,surat order pembelian,laporan penerimaan barang,faktur dari
pemasok.)
6. Tanda tangan otorisasi atas dokumen dari pendukung yang berwenang.
7. Ketelitian pencatatan informasi yang tercantum dalam bukti kas keluar
kedalam buku pembantu persediaan,buku pembantu biaya,buku pembantu
aktiva tetap, dan regiter bukti kas keluar,

Priksa bukti dugunakannya formulir bernomor urut tercetak dalam


pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
Penggunaan nomor urut tercetak menjamin kelengkapan transaksi yang
dicatat dalam catatan akuntansi. Dalam transaksi pembelian,formulir bukti kas
keluar, laporan penerimaan barang, dan surat order pembelian harus bernomor urut
tercetak dan pemakai formulir tersebut dipertanggungjawabkan melalui pemakaian
nomor urut tersebut.

Ambil sampel bukti kas keluar yang disetujui dan lakukan pengusutan ke
dokumen pendukung dan catatan akuntasni yang bersnkutan.
Untuk membuktikan bahwa setiap transaksi pembelian didahului dengan
adanya otorisasi pembelian barang atau jasa, auditor mengambil sampel bukti kas
keluar adri arsip dokumen tersebut yang disimpan oleh fungsi utang(unpaid voucher
file) dan yang disimapan oleh fungsi akuntansi biaya (paid voucher file).jika dalam
pemeriksaan terhadap bukti kas keluar tersebut auditor menjumpai adanya nomor
bukti kas keluar yang tidak ada,auditor meminta pertanggungjawaban mengenai hal
tersebut dari fungsi utang. Jika fungsi utang dapat mempertanggungjawabkan tidak
adanya nomor bukti kas keluar tersebut, auditor dapat memperoleh keyainan
mengenai adanya unsur pengendalian intern yang baik daa system informasi
akuntansi pembelian. Disamping itu, auditor juga melakukan pemeriksaan terhadap
tanda tangan otorisasi yang tercantum dalam bukti kas keluar. Auditor juga
menyusut posting data dalam bukti kas keluar ke buku pambantu sedian, buku
pembantu biaya, buku pembantu akvira tetap, dan register bukti kas keluar.
Periksa adanya pengecekkan independen terhadap posting kebuku pembantu
dan jurnal.
Untuk menguji keandalan prosedur pencatatan transaksi pembelian, auditor
menguji ketelitian posting ringkasan register bukti kas keluar kedalam akun yang
bersangkutan dalam buku besar (misalnya akun Sediaan, Biaya, Akvira Tetap).
Auditor mengambil sampel rekapitulasi bulanan jumlah kolom-kolom rupiah dalam
register bukti kas keluar dan membandingkannya dengan jumlah yang di-posting
dalam akun yang bersangkutan dalam buku besar.

PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN-


TRANSAKSI PENGELUARAN KAS

Fungus yang Terkait


Berikut fungsi yang terkait dalam transaksi pengeluaran kas berada di tangan
unit organisasi berikut ini.

Nama fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi

1. Fungsi yang memerlukan Bagian Pemasaran atau bagian-bagian lain


Pengeluaran kas
2. Fungsi pencatat uang Bagian Utang
3. Fungsi keuangan Bagian Kasa
4. Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya
5. Fungsi akuntansi umum Bagian Akuntansi Umum
6. Fungsi audit intern Bagian Audit Intern
7. Fungsi penerima kas Bagian Kasa

Fungsi setiap unit oragnisasi yang terkait dalam transaksi pengeluaran kas tersebut
diuraikan berikut ini.
Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas.

Jika suatu fungsi memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembeian


jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi yang bersangkutan mengajukan
permintaan cek kepada fungsi pencatat uang. Permintaan cek ini harus
mendapatkan persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan. Jika perusahan
menggunakan voucher payable system, fungsi pencatat utang kemudian membuat
bukti kas keluar (voucher) untuk memungkinkan fungsi keuangan megisi cek
sejumlah permintaan yang diajukan oleh fungsi yang memerlukan pengeluaran kas.

Fungsi pencatat utang.

Fungsi ini bertanggung jawab atas pembuatan bukti kas keluar yang
memberikan otorisasi fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek sebesar yang
tercantum dalam dokumen tersebut. Dalam metode pencatatan utang tertentu (full-
fledged voucher system), fungsi pencata utang juga bertanggung jawab untuk
menyelenggarakan arsip bukti kas keluar yang belum dibayar (unpaid voucher file)
yang berfungsi sebagai pembantu utang.

Fungsi keuangan.

Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggung jawab untuk


mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur
via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur. Karena system perbankkan
dinegara kita belum memudahkan pembayaran dengan cek untuk kreditur di luar
kota, dan untuk kreditur yang menpunyai bank yang berbeda dengan bank
perusahan pembayar, maka umumnya pembayaran kepada kreditur dilakukan
computer dalam layanan clearing-nya, prosedur pembayaran dengan cek yang
dikirim melalui pos mudah dilakukan.

Fungsi akuntansi biaya.

Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi akuntansi bertanggung jawab atas


pencatatan transaksi pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan sediaan.
Fungsi akuntansi umum.

Dalam system akuntansi pengeluaran kas, fungsi akuntansi bertanggung


jawab atas pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau
register cek.

fungsi audit intern.

Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggung jawab untuk


melakukan penghitungan kas (cash count) secara periodic dan mencocokkan hasil
penghitungan dengan saldo kas menurut catatan akuntansi ( akun Kas dalam buku
besar). Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan secara
mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang ada di tangan membuat
rekonsiliasi bank secara periodic.

Dokumen

Dua dokumen yang digunakan dalam transaksi pengeluaran kas dapat dilihat
berikut ini.

Transaksi Dokumen Sumber Dokumen Pendukung

Pengeluaran kas Bukti kas keluar Permintaan cek

Kuitansi

Cek

Permintaan cek (check request).

Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan


pengeluaran kas kepada fungsi pencatat uang untuk membuat bukti kas keluar.
Dalam transaksi pembelian barang, pengeluaran kas untuk pembayaran utang
kepada pemasok tidak memerlukan dokumen permintaan cek, karena system
pembelian secara otomatis mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung (seperti
surat order pembelian, laporan penerimaan barang, faktur dari pemasok) ketangan
fungsi pencatat utang, sehingga fungsi ini memiliki dasar untuk membuat bukti kas
keluar. Berdasarkan permintaan cek yang diajukan olleh fungsi yang bertanggung
jawab untuk pengadaan jasa, fungsi pencatat utang membuat bukti kas keluar.

Bukti kas keluar.

Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengaluaran kas kepada fungsi


keuangan sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Di samping itu,
dokumen ini berfungsi sebagai surat pemberitahuaan (remittanceadvice) yang
dikirim kepada kreditur dan berfungsi pula sebagai dokumen sumber bagi
pencatatan berkurangnya utang.

Cek.

Dari sudut system informasi akuntansi, cek merupakan dokumen yang


digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang
kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada cek. Ada dua pilihan
dalam penggunaan cek untuk pembayaran: (1) check issuer membuat cek atas
nama, atau (2) check issuer membuat cek atas unjuk. Cek atas nama dibuat dengan
cara mengisi nama orang atau perusahan yang akan menerima pembayaran pada
ruang Atas penyerahan cek ini bayarlah kepada dan mencoret kata-
kata atau pembawa. dengan cek atas nama ini, bank hanya membayarkan
sejumlah uang yang tercantum dalam cek kepada orang atau perusahan yang
namanya tercantum pada cek tersebut. Jika system perbankkan mengembalikan
cancelled check kepada check issuer, pada halaman belakang cek akan
dicantumkan endorsement orang atau perusahan uang namanya di tulis pada
halaman muka cek, sehingga cancelled check dapat berfungsi sebagai tanda
penerimaan pembayaran yang baik bagi check issuer.

Cek atas unjuk dapat dibuat dengan cara mengisi kata tunai pada ruang
Atas penyerahan cek ini bayarlah kepada dan membiakan tanpa
mencoret kata-kata atau pembawa. Siapa saja yang dapat menyerahkan cek ini ke
bank berhak untuk menerima penyerahan uang dari bank sebesar yang tercantum
dalam cek.

Kuitansi.

Dokumen ini merupakan bukti tanda terima cek dari penerima cek
pembayaran.

Catatan Akuntansi

Catatan akuntansi yang digunakan dalam system akuntansi pengeluaran kas


adalah:

1. Rgistrasi cek (check register)


2. Buku besar(general ledger)

Register cek.

Dalam pencatatan utang dengan Voucher payable system, transaksi untuk


mencatat transaksi pembeli digunakan dua jurnal: register bukti kas keluar dan
register cek. Register bukti kas keluar digunakan untuk mencatat utang yang timbul,
sedangkan register cek digunakan untuk mencatat pengeluaran kas dengan cek.
Jika system perbankan mengembalikan cancelled check kepada check issuer,
register cek ini digunakan pula untuk mencatat cancelled check yang telah dilakukan
endorsement oleh penerima pembayaran.

Buku besar.

Akun buku besar yang terkait dalam transaksi pengeluaran kas adalah:
utang Usaha dan Kas.
Salah Saji Potensial, Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan, dan Posedur
Audit untuk Pengujian Pengendalian yang dapat Digunakan oleh Auditor
terhadap Transaksi Pengeluaran Kas

Gambar 15.8 meringkas salah saji potensial dalam setiap transaksi pengeluaran
kas, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit yang dapat
digunakan oleh auditor untuk melakukan pengujian pengendalian setiap tahap
transaksi pengeluaran kas.

Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas.

Berdasarkan salah saji yang diperkirakan akan terjadi dalam trasaksi


pengeluaran kas sebagaimana dirinci dalam gambar 15.8, aktivitas pengendalian
yang dapat mencegah dan mendeteksi salah saji tersebut mencakup:

1. Penandatangan cek harus me-review bukti kas keluar dan dokumen


pendukungnya.
2. Pembubuhan cap lunas terhadap bukti kas keluar yang telah dibayar beserta
dokumen pendukungnya.
3. Pengecekan secara independen antara cek dengan bukti kas keluar.
4. Pertanggungjawaban semua nomor urut cek.
5. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi.
6. Rekonsiliasi bank secara periodic oleh pihak ketiga yang independen.
7. Pengecekan secara independen terhadap tanggal yang tercantum dalam
bonggol cek (check stub) dan tanggal pencatatannya.
Tahap Salah saji Aktivitas Pengujian KK K H P PP
Transaksi Potensial Pengendalian yang Pengendalian yang K A
Diperlukan Dapat Dilaksanakan
Pembayaran Cek Penandatangan cek Lakukan pengamatan
utang dikeluarkan harus mereview bukti terhadap prosedur
untuk kas keluar dan
pembelian kelengkapan
yang tidak dokumen
diotorisasi. pendukungnya.

Bukti kas Bubuhkan caplunas Periksa cap lunas


keluar terhadap bukti kas yang tercantum
dibayar keluar yang telah dalam bukti kas
lebih dari dibayar beserta keluar yang telah
satu kali. dokumen dibayar beserta
pendukungnya. dokumen
pendukungnya.

Cek Pengecekan Pelaksanaan kembali


dikeluarkan independen antara pengecekan
dengan cek dengan bukti kas independen
jumlah keluar
yang salah
Pencatatan Cek yan Pertanggungjawabkan Periksa
dikeluarkan semua nomor urut pertanggungjawabka
tidak cek. n semua nomor urut
dicatat. cek.

Kesalahan Pengecekan secara Review bukti adanya


dalam independen posting pengecekan
pencatatan ke dalam jurnal independen.
cek. dengan akun control
kas dalam buku
besar.

Rekonsiliasi bank Periksa rekonsiliasi


secara periodikoleh bank.
pihak yang
independen.

Cek tidak Pengecekan Lakukan pengamatan


dicatat independen terhadap terhadap prosedur
segera. tanggal yang pelaksanaan kembali.
tercantum dalam
bonggol cek (cheque
stub) dengan tanggal
pencatatannya.
Catatan: KK: keberadaan atau keterjadian, K: kelengkapan, HK: hak dan kewajiban,
PA: penilaian atau alokasi, PP: penyajian dan pengungkapan.

Gambar 15.8 salah Saji Potensial, Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan, dan
Prosedur Audit untuk Pengujian Pengendalian yang dapat Digunakan oleh
Auditor terhadap Transaksi Pengeluaran Kas.

Penandatangan cek harus me-review bukti kas keluar dan dokumen


pendukungnya. Untuk menjamin bahwa cek yang dikeluarkan adalah untuk
pembayaran transaksi pembelian yang telah disetujui, penandatangan cek
diwajibkan untuk melakukan review terhadap bukti kas keluar dan dokumen
pendukungnya, sebelum ia menandatangani cek. Review dilakukan terhadap:
1. Jumlah moneter yang dicantumkan dalam cek sama dengan jumlah moneter
yang tercantum dalam bukti kas keluar.
2. Kelengakapan dokumen pendukung bukti kas keluar.
3. Seriap dokumen pendukung ditandatangani oleh manajer yang berwenang.
4. Bukti kas keluar ditandatangani oleh manajer yang berwenang.

Aktivitas pengendalian ini ditujukan untuk menjamin asersi keberadaan atau


keterjadian serta hak dan kewajiban transaksi pengeluaran kas.

Pembubuhan cap lunas terhadap bukti kas keluar yang telah dibayar beserta
dokumen pendukungnya. untuk mengurangi resiko terjadinya pembayaran bukti
kas keluar lebih dari satu kali, bukti kas keluar yang telah dibayar dibubuhi cap
lunas di atasnya. Aktivitas pengendalian ini ditujukan untuk menjamin asersi
keberadaan atau keterjadian serta hak kewajiban transaksi pengeluaran kas.

Pengecekan secara independen antara cek dengan bukti kas keluar. untuk
menghindari penulisan jumlah moneter yang salah pada cek, diperlukan pengecekan
secara independen sebelum cek dikirimkan kepada pemasok. Aktivitas
pengendalian ini ditujukan untuk menjamin asersi penilaian transaksi pengeluaran
kas.

Pertanggungjawaban semua nomor urut cek. Formulir cek merupakan dokumen


yang dapat digunakan untuk memerintah bank agar membayar jumlah moneter
tertentu kepada pemasok. Penggunaan formulie cek harus dipertanggungjawabkan
melalui pemakaian nomor urut yang tercantum dalam formulir cek. Aktivitas
pengendalian ini ditujukan untuk menjamin asersi kelengkapan transaksi
pengeluaran kas.

Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi.


Rekonsiliasi merupakan cara pencocokan dua data yang dicatat dalam catatan
akuntansi yang berbeda namun berasal dari sumber yang sama. Data dari dokumen
sumber ini dicatat melalui dua jalur: (1) dicatat ke dalam register cek dan kemudian
diringkas ke dalam akun control Kas dan Utang Usaha dalam Buku besar, (2) dicatat
dalam buku pembantu utang sebagai rincian akun control Utang yang tercantum
dalam buku besar. Aktivitas pengendalian mengharuskan secara periodic diadakan
rekonsiliasi antara buku pembantu utang dengan akun control Utang Usaha dalam
buku besar.

Rekonsiliasi bank secara periodic oleh pihak ketiga yang independen. Aktivitas
pengendalian ini ditujukan untuk menjamin asersi keberadaan atau keterjadian,
kelengkapan, penialaian atau alokasi, serta penyajian dan pengungkapan transaksi
pengeluaran kas.

Pengecekan secara independen terhadap tanggal yang tercantum dalam


bonggol cek (check stub) dan tanggal pencatatannya. Untuk mendorong
pencatatan segera cek yang telah dibayarkan kepada pemasok ke dalam register
cek. Aktivitas pengendalian ini ditujukan untuk menjamin asersi keberadaan atau
keterjadian serta kelengkapan transaksi pengeluaran kas.

Penjelasan Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi


Pengeluaran Kas.

Lakukan pengamatan terhadap prosedur pembuatan cek dan pencatatan cek


ke dalam register cek. Pengamatan ini ditujukan untuk membuktikan: (1) adanya
pemisahan dua fungsi penyimpanan dan fungsi akuntansi dalam transaksi
pengeluaran kas, (2) setiap transaksi pengeluaran kas dilaksanakan oleh lebih dari
unit organisasi sehingga tercipta adanya pengecekan intern dalam setiap
pelaksanaan transaksi tersebut, (3) setiap pengeluaran kas segera dicatat kedalam
catatan akuntansi yang bersangkutan. Dalam pengamatan terhadap pelaksanaan
pembuatan cek ini, auditor melakukan pengamatan terhadap:

1. Review yang dilakukan oleh pembuat cek atas bukti kas keluar beserta
dokumen pendukungnya sebelum penulisan cek.
2. Review atas otorisasi yang tercantum dalam bukti kas keluar beserta
dokumen pendukungnya.
Dalam pengamatan terhadap pencatatan cek ke dalam register cek, auditor
melakukan pengaatan tanggal yang tercantum dalam bonggol cek dengan
tanggal pencacatan penegeluaran kas dalam register cek, untuk memastikan
bahwa klien melakukan pencatatan dengan segera pengeluaran kas kedalam
catatan akuntansi yang bersangkutan.

prosedur Audit kertas Tgl. pelaksanaan


kerja Pelaksanaan
Keberadaan atau keterjadian
1. Lakukan pengamatan terhadap (termasuk
pengamatan terhadap pemisahan fungsi);
a. Pembuatan cek
b. Pencatatan cek ke dalam register cek
2. Ambil sampel transaksi pengeluaran kas
dari register cek dan lakukan verivikasi
terhadap tanggal, nama debitur, dan
jumlah moneter dan nonmoneter.
Lakukan pula pemeriksaan terhadap
dokumen pendukung berikut ini:
a. Permintaan cek
b. Bukti kas keluar
c. Kuitansi
Kelengkapan
3. Periksa bukti digunakannya formulir cek
bernomor urut tercetak dan
pertanggungjawaban pemakaian formulir
tersebut
4. Ambil sampel bukti kas keluar yang telah
dibayar dan lakukan pengusutan ke
dokumen dan catatan akuntansi berikut
ini:
a. Permintaan cek
b. Kuitansi
c. Pencatatan ke dalam register cek

Penilaian atau Alokasi


5. Untuk sampel yang diambil pada langka
ke-2 di atas periksa bukti adanya:
a. Persetujuan semestinya untuk setiap
transaksi pengeluaran kas.
b. Pengecekan independen terhadap
penulisan cek dengan bukti kas
keluar.
6. Periksa adanya pengecekan independen
terhadap posting ke buku pembantu utang
dan register cek untuk memperoleh
keyakinan bahwa tidak terjadi kekeliruan
posting jumlah moneter atau akun.

Gambar 15.9 Program Audit untuk Pengujian Pengendalian


terhadap transaksi Pengeluaran Kas
Ambil sampel transaksi pengeluaran kas dari register cek dan lakukan
pemeriksaan terhadap dokumen pendukung. Aktivitas pengendalian yang
diperiksa oleh auditor dalam pemeriksaan terhadap bukti kas keluar yang telah
dibayar tersebut adalah:

1. Penggunaan formulir bukti kas keluar dan cek yang bernomor urut tercetak;
2. Adanya pertanggungjawaban penggunaan formulir bukti kas keluar dan cek yang
bernomor urut tercetak tersebut;
3. Tanda tangan otorisasi atas bukti kas keluar dari yang berwenang;
4. Kesesuaian informasi yang dicantumkan dalam bukti kas keluar dengan
informasi yang tercantum dalam dokumen pendukungnya (misalnya informasi
nama pemasok, jimlah moneter);
5. Kelengkapan dokumen pendukung bukti kas keluar (permintaan cek, kuitansi);
6. Tanda tangan otorisasi atas dokumen pendukung dari yang berwenang;
7. Ketelitian pencatatan informasi yang tercantum dalam bukti kas keluar kedalam
buku pembantu utang dan register cek.

Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan


pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut. Auditor memeriksa apakah
klien menggunakan formulir bernomor urut tercetak pada waktu auditor mengambil
sampel bukti kas keluar dan pada waktu melakukan inspeksi terhadap formulir cek
yang belum dipakai.

Ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar dan lakukan pengusutan ke
dokumen dan catatan akuntansi yang bersangkutan. Bukti kas keluar dala arsip
tersebut dilampiri dengan permintaan cek membuktikan telah disetujuinya
pengeluaran kas kepada pamsok yang bersangkutan. Di samping itu auditor juga
melakukan pemeriksaan terhadap tanda tangan otorisasi yang tercantum dalam
bukti kas keluar. Auditor juga mengusut posting data dalam bukti kas keluar yang
telah dibayar bonggol cek, buku pembantu utang, dan register cek.
Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting kebuku pembantu
dan jurnal. Untuk menguji keandalan prosedur pencatatan transaksi pengeluaran
kas, auditor menguji ketelitian posting ringkasan register cek kedalam akun yang
bersangkutan dalam buku besar (misalnya akun Utang Usaha dan akun kas) auditor
mengambil sampel rekapitulasi bulanan register cek dan membandingkannya
dengan jumlah yang di-pposting dalam akun yang bersangkutan dalam buku besar.