Anda di halaman 1dari 9

DEFINISI

Liposom adalah vesikel sederhana dimana suatu volume cairan seluruhnya


diselubungi oleh membran yang tersusun atas molekul lipid (biasanya fosfolipid).
Liposom terbentuk secara spontan ketika lipid tersebut didespersikan kedalam
media cair, yang kemudian membentuk vesikel vesikel dengan ukuran diameter
mulai dari puluhan nanometer hingga puluhan micron. Karakteristik liposom
tergantung pada proses pembuatannya dan komponen dari lapis lipid penyusunnya.
Liposom dapat berbentuk unilamellar (dengan satu dwi lapis lipid mengintari inti
aukeus) atau multilamellar (beberapa lapis dwi lapis lipid mengitari inti akueus
secara konsentris) (Kibbe, 2000)
Nilai lebih dari liposom adalah liposom dapat dibuat dari bahan bahan
alami sehingga struktuk dwi lapis lipid pada membran liposom menyerupai bagian
lipid membran sel hidup. Kemampuan liposom menyerupai membran alami dan
juga didegradasi untuk jalur yang sama, membuat liposom menjadi pilihan yang
sangat aman dan epektif dalam aplikasi medis (Martin, 1983).

Struktur umum liposom

ETIMOLOGI
Nama Liposom yang berasal dari dua kata bahasa Yunani: 'LIPO' berarti
lemak dan 'Soma' berarti tubuh. Liposom dapat berbentuk pada berbagai ukuran
seperti konstruksi uni-lamelar atau multi-lamelar, dan namanya berkaitan dengan
blok-blok struktural bangunan, fosfolipid, dan tidak dengan ukurannya. Sebaliknya,
istilah Nanosome ini berhubungan dengan ukuran dan diciptakan pada awal 1990-
an untuk menunjukkan liposom khusus dalam kisaran nanometer yang rendah;
liposom dan Nanosome tidak sinonim. Liposom tidak perlu memiliki kandungan
lipophobic, misalnya seperti air, walaupun biasanya ada. (Jufri, 2008).

PENEMUAN
Liposom pertama kali dijelaskan oleh ahli Hematologi Inggris, Dr Alec D
Bangham FRS, pada tahun 1961 (diterbitkan 1964), di Institut Babraham,
Cambridge. Mereka ditemukan saat Bangham dan RW Horne yang menguji
mikroskop elektron baru institut tersebut dengan menambahkan noda negatif noda
pada fosfolipid kering. Sudah jelas menunjukkan adanya kemiripan dengan
plasmalemma, dan gambarpada mikroskop memperlihatkan sebagai bukti nyata
pertama untuk membran sel yang merupakan struktur lipid bilayer. (Andrew et al.,
2012).
Telah ditemukan bahwa fosfolipid yang dikombinasikan dengan air segera
membentuk suatu bola karena salah satu ujung masing-masing molekul larut dalam
air, sedangkan ujung lainnya adalah tidak larut dalam air. Obat yang larut dalam air
ditambahkan ke dalam air terperangkap di dalam agregasi ujung hidrofobik, obat
yang larut dalam lemak digabungkan ke dalam lapisan fosfolipid (Andrew et al.,
2012).
Dalam beberapa kasus liposom melekat pada membran selular dan
tampaknya berfusi dengan mereka, melepaskan isinya ke dalam sel. Kadang-
kadang mereka diambil oleh sel, dan fosfolipid mereka digabungkan ke dalam
membran sel sementara obat yang terperangkap di dalam dilepaskan. Dalam kasus
fagositosis sel, liposom tersebut yang ditangani, dinding fosfolipid ditindaklanjuti
oleh organel yang disebut lisosom, dan obat tersebut dilepaskan. Sistem pengiriman
Liposomal sebagian besar masih eksperimental; mekanisme yang tepat dari
tindakan mereka dalam tubuh masih dalam penelitian, seperti halnya bagaimana
untuk menargetkan mereka kepada jaringan penyakit tertentu (Andrew et al.,
2012).

SIFAT DASAR LIPOSOM


Liposom mempunyai bagian dalam yang mengandung obat,lapisan air yang
dikelilingi oleh suatu bagian luar lipid dua lapis (lipid biliyer), dan rentang ukuran
0,5 sampai 100 m. liposom dapat digunakan untuk menurunkan efek samping obat
obat antitumor dan antibiotik.(Martin, 1983).
Ada tiga cara umum dari penyiapan liposom konvensional :
1. Fase pemisahan
2. Metode penyemprotan atau shear melalui celah, dan
3. Coacervation
Pemilihan metode bergantung pada obat,persyaratan hasil dan sifat
lipid. Formasi dua lapis liposom bergantung pada orientasi hidrofobik dan
hidrofilik dari lipid (Martin, 1983).

JENIS JENIS LIPOSOM


Menurut Raymond (2009) terdapat beberapa jenis liposom yaitu:
a. Vesikel Multi Lamellar (MLV)
Liposom multi lamellar dapat dikatakan sebagai bentuk awal lipososm
MLV merupakan lposom multi kompartemen dengan ukuran vesikel 100 nm
sampai dengan 1000 nm dan setiap vesikel biasanya terdiri atas lima atau lebih
lamella konsentris. Liposom MLV sangat cocok untuk proses enkapsulasi dari
berbagai subtansi dan dapat dibuat beragai macam komposisi lipid.
b. Vesikel Unilamellar kecil (SUV)
SUV memiliki variasi ukuran terkecil,ukuran SUV didasarkan pada
kekuatan ionisasi medium cair dan komposisi lemak pada membran, yaitu ukuran
+ 15 nm untuk liposom yang berasal dari lesitin telur murni pada salin normal dan
+ 25 nm untuk liposom DPC
c. Vesikel unilamellar besar (LUV)
LUV memiliki ukuran yang lebih besar dari SUV, liposom ini memiliki
ukuran 500-1000 nm, vesikel ini dapat dibuat dengan metode injeksi eter dan fusi
liposom jenis SUVdengan diinduksi kalsium
d. Vesikel unilamellar Intermediate (IUV)
Liposom ini berukuran 100-200 nm,IUV dapat bertahan lebih lama dalam
sirkulasi dan stabilitasnya baik sehingga sangat bermanfaat dalam penghantaran
obat.

APLIKASI LIPOSOM
Liposom digunakan sebagai pembawa untuk obat-obatan dan antigen.
Menurut Jufri (2008) alasan utama untuk ini adalah bahwa mereka bisa berfungsi
terhadap beberapa tujuan yang berbeda (Tabel 1).
Tabel 1. Alasan menggunakan liposom sebagai pembawa obat
Solubilitas Liposom dapat melarutkan obat lipofilik yang sulit
diberikan secara intravena
Proteksi Liposom dapat melindungi pasien terhadap efek
samping obat enkapsulasi; dan perlindungan
terhadap iritasi lokal pada injeksi intradermal,
subkutan atau intramuskular dari obat yang
menyebabkan iritasi-jaringan.
Durasi Pemaparan Liposom dapat memperpanjang aksi obat dengan
Obat reaksi lepas lambat obat dalam tubuh karena
liposom bertindak sebagai reservoir reaksi lepas
lambat.
Langsung Mengarah ke Liposom bisa mengarahkan obat kepada suatu
Target target tertentu dengan mengubah distribusi obat
yang masuk ke dalam tubuh
Internalisasi Liposom difagositosis oleh sel, sehingga membuka
kesempatan untuk menggunakan 'obat yang
dihantar oleh liposom'. Struktur berbasis lipid
(belum tentu liposom) juga mampu membawa
material plasmid ke dalam sel melalui mekanisme
yang sama (sistem transfeksi non-virus).
Amplifikasi Liposom dapat digunakan sebagai bahan ajuvan
dalam formulasi vaksin
[Sumber: Jufri, 2008)
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa liposom merupakan
pembawa obat yang sangat fleksibel dengan banyak potensi dan memiliki track
record yang mengesankan sebagai sistem pembawa (Jufri, 2008).
Beberapa aplikasi terbaru dari sistem pengiriman obat liposomal menurut Martin
(1971) adalah sebagai berikut:
1. Liposom untuk Pernafasan Drug Delivery System
Liposom secara luas digunakan dalam beberapa jenis gangguan pernapasan.
Aerosol liposomal memiliki beberapa keunggulan dibandingkan aerosol yang biasa
adalah sebagai berikut : rilis berkelanjutan, pencegahan iritasi lokal, mengurangi
toksisitas dan, peningkatan sistabilitas dalam inti berair besar. Beberapa produk
injeberbasis liposom sekarang di pasar termasuk AmBisome, Fungisome dan
Myocet. Agar efektif, liposomal sistem pengiriman obat untuk paru-paru adalah
tergantung pada parameter berikut : komposisi lipid, ukuran, biaya, Obat dan rasio
Lipid dan sistem pengiriman. Penggunaan terbaru dari liposom untuk pengiriman
DNA ke paru-paru berarti bahwa lebih besar pemahaman penggunaannya dalam
pengiriman makromolekul melalui inhalasi sekarang muncul. Sebagian besar ini
pengetahuan baru, termasuk lipid baru dan teknik analisis dapat digunakan dalam
pengembangan liposom formulasi protein berbasis. Untuk menghirup liposom
bentuk cair atau kering diambil dan pelepasan obat terjadi selama nebulization.
Obat bubuk liposom telah diproduksi oleh pencampuran atau pengeringan.
2. Liposom di Gangguan Mata
Liposom telah banyak digunakan untuk mengobati gangguan segmen baik
anterior dan posterior dimana penyakit mata termasuk mata kering, keratitis,
penolakan transplantasi kornea, uveitis, endopthelmitis dan proliferatif retinopati
vitro. Penyakit retina yang menyebabkan kebutaan terkemuka di negara-negara
maju. Liposom digunakan sebagai vektor untuk transfeksi genetik dan monoklonal
antibodi yang ditujukan kendaraan. Teknik-teknik pengobatan baru seperti
menerapkan laser fokal untuk memanaskan diinduksi pelepasan obat liposomal dan
pewarna yang digunakan dalam pengobatan selektif tumor dan neo - vaskular
pembuluh oklusi, angiografi, pembuluh darah retina dan Choroidal stasis.
Formulasi obat liposomal telah disetujui untuk dua obat paten sampai saat ini dan
beberapa produk lainnya berada di bawah uji klinis.
3. Liposom dalam Penghantaran Vaksin
Mekanisme dimana liposom meningkatkan respon imun antigen spesifik
belum dipahami dengan jelas. Dari penelitian disposisi liposom in vivo, jelas bahwa
liposom yang berukuran besar akan diambil secara efisien oleh makrofag RES di
dalam darah dan jaringan, termasuk hati dan limpa, karena makrofag dianggap
menjadi predominan dan bertanggung jawab untuk proses yang berhubungan
dengan liposom dan antigen enkapsulasi, formulasi liposom memberikan cara yang
terbaik untuk meningkatkan penghantaran antigen dan presentasi baik humoral dan
vaksin yang menstimulasi imun seluler.
Pengaruh sifat fsikokimia liposom, seperti densitas muatan, fluiditas
membran dan densitas epitop, pada respon imun antigen telah diteliti secara luas.
Sebagai tambahan terhadap antigen, stimulator imun lain yang merupakan peptida
muramil ampifilik atau lemak yang larut seperti monofosforil lipid A dan muramil
tripeptidil fosfotidil etanolamin juga dapat digabungkan kedalam liposom untuk
meningkatkan efek adjuvannya. Belum lama ini vaksin baru hepatitis A berbasis
liposom (Epaxal) dikembangkan oleh Lembaga Vaksin dan Serum Swiss dan telah
diuji pada manusia. Vaksin ini mengandung partikel virus hepatitis A yang di
inaktifkan dalam formalin yang ditempelkan pada gelembung fosfolipid bersama
dengan virus influenza hematglutinin. Keuntungan seperti vaksin ini tidak saja
menginduksi antibodi terhadap antigen hepatitis A tapi juga protein virus influenza
yang berada di permukaan liposom.
Bila liposom yang mengandung protein atau antigen peptida yang
terenkapsulasi diabsorbsi dengan aluminium hidroksida, peningkatan respon
antibodi diamati dengan beberapa antigen, dimana dengan antigen lain adanya
aluminium hidroksida juga tidak memberikan efek atau menyebabkan pengurangan
respon antigen. Imunogenisitas protein atau antigen peptida dapat ditingkatkan
dengan formulasi liposom yang mengandung lemak A dan tergantung pada antigen,
dapat ditingkatkan lebih jauh dengan absorpsi formulasi antigen liposomal dengan
garam aluminium. Pada penelitian imunisasi kolesterol liposom dan
imunostimulasi pada kelinci aterosklerosis yang diinduksi dengan diet tinggi
kolesterol ternyata plak aterosklerosis tidak nampak pada aorta intima kelinci yang
diimunisasi dengan kolesterol Liposome.
4. Liposom dalam Penghantaran Obat Oral
Penggunaan liposom dalam penghantaran obat oral telah lama diteliti dan
dibahas belakangan ini. Tiga faktor destabilisasi utama seperti pH, garam empedu
dan enzim pankreas ada dalam saluran cerna. Beberapa metoda permukaan
membrane polimerisasi kimia telah dikembangkan untuk menutupi liposom dan
kandungannya dari lingkungan luar saluran cerna, namun, polimerisasi yang tidak
lengkap dan toksisitas bahan residu dan derivatnya tetap menjadi perhatian. Secara
alternatif, liposom dapat digunakan sebagai bahan pensolubilisasi atau bahan
pensuspensi untuk obat-obat yang sangat lipofilik dan praktis tidak larut untuk
dihantarkan sebagai mikroemulsi pada kapsul gel lunak untuk sediaan oral.
Mikroemulsi dalam bentuk kapsul gel lunak digunakan untuk meningkatkan
reprodusibilitas dan bioavaibilitas siklosporin A, yang biasanya diformulasikan
dalam tablet. Formulasi oral liposom antigen dapat pula digunakan untuk
merangsang respon kekebalan mukosal, meningkatkan penghantaran antigen ke
antigen yang ada dalam sel-sel yang secara aktif mengambil partikel dalam saluran
cerna. Manfaat tambahan menggunakan liposom untuk penggunaan seperti itu,
termasuk biokompatibilitas, fleksibilitas dalam rancangan, perlindungan antigen,
sasaran antigen ke antigen yang ada dalam sel, dan menginefektifkan stimulasi
respon imun dengan penghantaran secara oral antigen yang larut. Dalam
penggunaan aerosol oral amphotericin B yaitu aerosol dalam liposom bermuatan
netral menunjukkan hasil kecepatan eliminasi yang paling lambat. Dengan
demikian amphotericin B bermuatan netral memiliki manfaat yang lebih lama
karena memiliki waktu paruh yang lebih lama, sehingga membutuhkan frekuensi
pemberian yang lebih sedikit, menurunkan biaya terapi serta meminimalkan efek
samping.

DISPOSISI LIPOSOM IN VIVO: MELIHAT MANFAAT PENELITIAN


PREKLINIS DAN KLINIS
Mekanisme yang pasti mengenai biodistribusi dan disposisi in vivo
bervariasi tergantung pada komposisi lemak, ukuran, muatan dan derajat
permukaan/hidrasi sterik. Sebagai tambahan cara pemberian mungkin akan
mempengaruhi disposisi liposom in vivo. Segera setelah pemberian intravena,
liposom biasanya terbungkus dengan protein serum dan diambil sel-sel RES dan
akhirnya dieliminiasi (Jufri, 2008).
Protein plasma akan berinteraksi dengan liposom termasuk albumin,
lipoprotein (misalnya HDL dan LDL dan sel lain yang berhubungan dengan protein.
Beberapa protein misalnya HDL akan mengubah fosfolipid dalam liposom lemak
lapis ganda, oleh sebab itu akan mendestabilisasi liposom. Proses ini secara
potensial menyebabkan kebocoran yang prematur atau disosiasi obat-obat dari
liposom. Sebagai tambahan, dalam kasus asam atau liposom yang sensitif terhadap
pH, ikatan protein akan merusak liposom yang sensitive terhadap pH. Interaksi
lemak-protein juga dapat menerangkan menurunnya secara drastis transfeksi
aktivitas DNA-kationik lemak kompleks secara in vivo (Jufri, 2008).
Pemberian liposom ukuran besar secara subkutan dan intramuskuler
mungkin akan terjebak pada tempat injeksi dan akan memberikan sebagai depot
obat. Dalam hal lain, liposom berukuran kecil (50-80 nm) yang diberikan secara
subkutan akan tertahan dalam saluran limpa dan akhirnya mereditribusi obat-obat
kedalam sirkulasi darah. Mekanisme peningkatan lokalisasi liposom disebabkan
oleh pembatasan ukuran partikel saluran limpa. Ketergantungan terhadap ukuran
latex dan partikel karbon yang pernah diteliti memperkirakan batas atas ukuran
saluran nodus limpa menjadi 20-39 nm. Oleh sebab itu, kompleks lemak obat > 40-
50 nm akan tertahan dalam limpa nodus seperti yang memasuki system limpatik
(Jufri, 2008).

DAFTAR PUSTAKA
Andrew B.c, Susanna WU, Shargel L. 2012. Biofarmasetika dan Farmakokinetika
Terapan Edisi kelima. Airlangga University Press. Surabaya.
Jufri Mahdi. 2008. Arah dan Perkembangan Liposom Drug Deliveri Sistem.
Majalah Ilmu Kefarmasian. Departemen Farmasi, Fakultas MIPA
Universitas Indonesia.
Kibbe, Arthur H. 2000. Handbook of Pharmaceutical Excipients Third Edition,
American Pharmaceutical Association Washington DC: USA.
Martin, Alfred. 1983. Physical Pharmacy. Lea & Febiger: USA.
Martin, W. 1971. Dispending of Medication 7th edition. Marck Publishing
Company: USA.
Raymond, Rowe. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth edition,
Pharmaceutical Press,London: Chicago.