Anda di halaman 1dari 10

5 More Next Blog Create Blog Sign In

THE OIL PALM PLANTERS

Selasa, 29 Maret 2011 Laman


Beranda
STRUKTUR BIAYA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
TANAMAN MENGHASILKAN
Pengikut
A. Struktur Biaya Perkebunan

Struktur Biaya pada perkebunan Kelapa Sawit adalah demikian pentingnya, sebab hanya struktur biaya yang
dikelola dan dikontrol dengan tepat , usaha perkebunan akan memperoleh hasil keuntungan yang lebih baik.

Sistim akuntansi yang digunakan di perkebunan kelapa sawit, umumnya menguraikan Biaya Produksi kedalam
beberapa Kategori Biaya, yang mana setiap kategori biaya dibagi dalam beberapa Group Biaya. Adapun
Group biaya itu sendiri terdiri atas beberapa Komponen Biaya yang merupakan sejumlah Elemen Biaya
sebagai dasar perhitungan pengeluaran biaya real. Secara skematis uraian Biaya Produksi perkebunan kelapa
sawit tersebut dapat dilihat pada halaman berikut ini.

Terdapat tiga kelompok Kategori Biaya, yaitu Ex-Factory Cost, Cash Cost dan Book Cost. Gross Profit
Before Tax dihitung dari Net sales dikurangi Book Cost.
Penguraian Biaya Produksi menjadi Komponen Biaya ditujukan untuk meng identifikasi
berbagai biaya agar dapat dijadikan pedoman bagi perencanaan Budget dan Akuntansi
serta membuat terbentuknya sistim kontrol yang efektif pada management biaya.

1. Elemen Biaya Produksi Arsip Blog


2014 (4)
Semua komponen biaya produksi selalu meliputi tiga prinsip elemen biaya, yakni Upah Tenaga Kerja biasa 2011 (52)
dilakukan melalui mekanisme PK (PK Perintah Kerja), Biaya Material dilakukan melalui mekanisme PO Mei (12)
(PO Purchase Order) dan Proporsi atas pembebanan Biaya Angkutannya. April (13)
Setiap biaya per komponen akan bervariasi tergantung kepada besarnya biaya rata-rata upah buruh, jumlah Maret (27)
material yang digunakan sesuai harga yang berlaku saat itu dan besarnya biaya angkutan. Ketiga elemen STRUKTUR BIAYA
tersebut benar-benar menjadi dasar terjadinya variasi dalam biaya produksi. PERKEBUNAN
KELAPA SAWIT
Survey Detil untuk
Komponen & Element Biaya Rancangan Tata
Ruang Kebun
Manajemen Sumber Daya
Katagori Biaya Kelompok Biaya Komponen Biaya Elemen Biaya Manusia Perkebunan
BIOFUEL DARI KELAPA
Ex-Factory Cost Perawatan Kebun - Pembasmian Lalang - Upah termasuk SAWIT
- Pengendalian Gulma Tunjangan dan Luas Areal dan Produksi
Lembur Kelapa Sawit
- Pemupukan Indonesia 196...
- Pangkas Pelepah Mophologi Kelapa Sawit
- Rawat Infrastruktur PROCESS PERMIT FOR
- Pengendalian Hama & - Harga Material OIL PALM ESTATE
Penyakit FLOW PROSES PABRIK
KELAPA SAWIT
Panen - Alat Panen - Angkutan Tenaga TANYA JAWAB
kerja & Material TENTANG KOPERASI
- Angkutan TBS 2
- Perawatan TPH TANYA JAWAB
TENTANG KOPERASI
Pabrik - Pengolahan TBS TANYA JAWAB INTI
PLASMA 3
- Pemeliharaan Alat &
TANYA JAWAB INTI
Mesin PLASMA 2
TANYA JAWAB INTI
- Pemeliharaan Bangunan PLASMA 1
Pabrik PENERIMAAN TBS DI
PABRIK KELAPA
- Laboratorium

converted by Web2PDFConvert.com
- Laboratorium SAWIT
- Penanganan Limbah PANEN KELAPA SAWIT
- Pengolahan Air Baku PENGENDALIAN HAMA &
Pabrik PENYAKIT KELAPA
SAWIT
Umum Kebun - Tunjangan Kesehatan dan PEMELIHARAAN
TANAMAN KELAPA
(Biaya per ha sejak Tunjangan Sosial SAWIT
tanam, TBM dan PENANAMAN KELAPA
TM) SAWIT DI LAPANGAN
- Asuransi PERSIAPAN TANAM
KELAPA SAWIT
- Pensiun
PEMELIHARAAN BIBIT
- Supervisi KELAPA SAWIT
- Gaji Staff PEMBIBITAN KELAPA
- Pemeliharaan Fasilitas SAWIT
Perumahan & Bangunan BENIH KECAMBAH
Kantor KELAPA SAWIT
- Komunikasi KESESUAIAN LAHAN
UNTUK KEBUN
- Pajak & Kontribusi KELAPA SAWIT
RANCANGAN BLOK
Cash Cost Biaya - Biaya Angkutan CPO dari KEBUN KELAPA
SAWIT
Pemasaran (FOB) Pabrik ke Pelabuhan
PEMBUKAAN LAHAN
- Biaya Pengapalan UNTUK KEBUN
- Asuransi KELAPA SAWIT
Tanya Jawab Inti Plasma
Overhead Kantor - Gaji dan Tunjangan Tanya Jawab Kebun
Kelapa Sawit 1
Pusat
- Pensiun
- Administrasi Kantor
- Tunjangan Kesehatan &
Sosial
- Pemeliharaan Bangunan
Kantor
- Asuransi
- Komunikasi
- Pajak & Kontribusi
- Konsultan

Book Cost Depresiasi - Semua Asset berdasarkan


kelasnya

a Upah Tenaga Kerja


Biaya upah tenaga kerja di perkebunan terdiri atas upah Buruh Harian , Upah Buruh Bulanan dan Upah
Borong. Dasar perhitungan upah buruh diperoleh dari kebijakan pemerintah tentang Upah Minimum Propinsi
(UMP) dengan kenaikan tahunan rata-rata 9 12 persen, ditambah rasio Tunjangan Catu Beras, yang
ditetapkan sebesar 15 kg bagi pekerja per bulan, 9 kg per bulan untuk istri dan 7,5 kg per bulan untuk anak,
dengan pembatasan jumlah anak 3 orang.

Harga dasar beras ditetapkan oleh pemerintah dengan kenaikan rata rata 5 7 persen setiap tahunnya. Selain
daripada itu, pekerja juga memperoleh tambahan yang disebut Fringe Benefit yang terdiri atas Premi, Lembur,
jaminan kesehatan dan sosial, sehingga gaji yang dibayarkan kepada buruh, besarnya dapat bervariasi sesuai
skala upah , antara 110 hingga 400 persen dari upah pokoknya hariannya . Selain daripada itu, pekerja juga
akan memperoleh tunjangan satu bulan gaji tambahan setiap tahun sebagai Tunjangan Hari Raya.

Contoh Cara Perhitungan Upah Tenaga Kerja

Upah Rp / HK Rp./Bln

1. UMK (yang berlaku) 32,000.0 960,000.0


2. Premi Dan Lembur 6,400.0 160,000.0

3. Tunjangan Kesehatan & Biaya 3,200.0 80,000.0


Sosial
4. Tunjangan Catu Beras 11,160.0 279,000.0
TOTAL UPAH 52,760.0 1,319,000.0

converted by Web2PDFConvert.com
Catatan :

Premi dan Lembur = 20 % dari UMK


Sub total = Rp. 6.400
Tunjangan Kesehatan & Biaya Sosial = 10 % dari UMK
Sub total = Rp. 3.200
Tunjangan Catu Beras
Pekerja = 15,0 kg
Istri = 9,0 kg
Anak (Maksimum 3 anak ) = 7,5 kg x 3 = 22,5 kg
Total beras = 46,5 kg
Asumsi Harga Beras = Rp 6.000 per kg
Tunjangan Catu Beras per bulan = Rp. 279.000
Per Hari Sub total = Rp. 11.160
(1 bulan = 25 hari kerja)

Dalam perhitungan Budget, semua tunjangan harus di tambahkan


sebagai bagian dari sub komponen upah
b Ratio Tenaga Kerja terhadap luas Lahan
Secara detil, ratio tenaga kerja terhadap luas lahan harus dihitung di setiap kategori kegiatan pada Tanaman
Menghasilkan (TM), yang terdiri dari Rawat, Panen, Biaya Umum; dengan menjumlahkan upah pokok semua
tenaga kerja pada setiap kategori sehingga diperoleh angka Total Gaji Tenaga Kerja.

Untuk kemudian dihitung Upah Rata-Rata dengan membagi Total Gaji Tenaga Kerja yang dibayar dengan
jumlah Tenaga Kerjanya.

Seluruh pembayaran fringe benefit tenaga kerja untuk kemudian dirubah menjadi jumlah Mandays atau Hari
Kerja Orang (HK) dengan cara membagi Total Fringe Benefit dengan Upah Rata Rata.

Sama halnya dengan Pembayaran pada setiap Kontraktor harus di rubah menjadi HK, dengan cara ; total nilai
pembayaran kepada semua Kontraktor dibagi dengan Upah Rata-Rata

Tabel Ratio Tenaga Kerja per Ha Luas Lahan

KATAGORI HARIAN TETAP HARIAN LEPAS TOTAL


HK/Ha HK/Ha HK/Ha
RAWAT
A. Pokok
B. Premi/Lembur
C. Kontraktor

PANEN
A. Pokok
B. Premi/Lembur
C. Kontraktor

UMUM
A. Pokok
B. Premi/Lembur
C. Kontraktor

TOTAL
A. Pokok
B. Premi/Lembur
C. Kontraktor

GRAND TOTAL

Variasi ratio tenaga kerja per perkebunan per tahun pada setiap kategori pekerjaan dipengaruhi oleh Volume
Pekerjaan, tersedianya Material, Tingkat Produksi dan tersedianya Alat Berat atau peralatan lainnya.

converted by Web2PDFConvert.com
Sebagai contoh, pekerjaan Rawat dapat bervariasi karena besar-kecilnya jumlah material pupuk yang di
aplikasikan di lapangan, atau adanya tindakan pengendalian khusus karena serangan hama.

Sementara jumlah tenaga panen selalu melekat pada kegiatan panen dan tenaga pabrik selalu proposional
pada level produksi yang dihasilkan.

Jumlah gaji yang dibayarkan setiap bulan kepada pekerja, relatif konstan, perbedaan kecil bisa saja terjadi di
pekerjaan rawat dan umum, namun kelompok ini masuk sebagai kelompok Biaya Tetap (Fixed Costs).
Sementara jumlah tenaga kerja panen dan pabrik ber fluktuasi seirama dengan volume produksi dan
dimasukkan sebagai Variable atau Semi-Variable Costs.

1. Harga Material
Harga material selalu naik setiap tahun, dengan variasi yang berbeda-beda untuk setiap jenis material
bergantung kepada beberapa hal umum seperti :

Material yang paling mempengaruhi biaya Rawat adalah Pupuk, yang secara bertahap
terus naik sejalan dengan naiknya harga bahan bakar minyak. Kecuali apabila
pemerintah memberikan lagi subsidi.
Barang-barang import seperti mesin-mesin dan peralatan serta suku-cadang, bahkan
juga Chemical yang belum diproduksi di dalam negeri, kenaikannya sangat dipengaruhi
oleh nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Material yang sudah di produksi di dalam negeri juga meningkat seiring dengan
kenaikan upah rata-rata

2. Biaya Transport
Biaya Transport dipengaruhi secara langsung oleh kenaikkan harga bahan bakar minyak
dan suku cadang serta jarak tempuh.

A. Kategori dan Karakteristik Biaya


Komponen Biaya dalam setiap Kategori di klasifikasikan menurut Karakteristiknya menjadi
FIXED, VARIABLE dan SEMI-VARIABLE COST.

KATEGORI 1 : EX FACTORY COST


Fixed Cost. Yang masuk dalam klasifikasi Fixed Cost adalah :

A. Rawat Tanaman Menghasilkan (TM), Biaya aktualnya per hektar atas seluruh
komponen biaya yang muncul harus DI WASPADAI di perkebunan. Apabila tidak
dilakukan kontrol yang ketat terhadap hasil kerja Rawat ini, maka beban biaya akan
tetap sama. Artinya hasil kerja rawat nol, beban tetap ada. Fluktuasi Biaya rawat per
hektar per tahun terutama di akibatkan oleh biaya pemupukan yang dilaksanakan
berdasarkan hasil analisa daun.

B. Overhead, Biaya aktual overhead secara mayoritas adalah Fixed Cost, dengan
pengecualian bagi Staf Pabrik termasuk teknisi Pabrik dimana beban gaji danfringe
benefit nya dibebankan secara langsung pada biaya pengolahan. Sementara itu gaji,
dan social expenses untuk staf kebun dibebankan pada Overhead bersama-sama
dengan komponen biaya lainnya seperti social expenses buruh harian, pensiun,
pajak, asuransi dll. Untuk selanjutnya biaya aktual Overhead per hektar dapat dihitung
berdasarkan luas kebun TM yang dikelola.

Variable Cost, yang termasuk dalam klasifikasi Variable Cost adalah :

Panen dan Angkutan . Biaya Panen per Kg Tandan Buah Segar (TBS) adalah
tergantung kepada Output tiap pemanen, gaji dan premi pemanen, Sedangkan biaya
angkutan TBS tergantung kepada Output angkutan dan biaya operasi alat angkut (Truk
atau Traktor). Total biaya panen dan angkutan per Kg TBS sangat bervariasi tergantung
besarnya jumlah TBS yang di panen. Secara progresif biaya panen dan angkutan TBS per
Kg TBS akan naik apabila upah panen naik dan biaya operasi alat transport juga naik.

Semi-Variable Cost, yang termasuk dalam klasifikasi Semi-Variable Cost adalah :

Pengolahan dan Maintenance Pabrik. Kelompok biaya disini merupakan kombinasi

converted by Web2PDFConvert.com
antara Fixed Cost dan Variable Cost.
Yang termasuk Fixed Cost adalah : Gaji Teknisi, Maintenance Pabrik, Mesin dan
Peralatan Pabrik, Limbah dan Administrasi.

Yang termasuk Variable Cost adalah : Semua biaya Pengolahan termasuk biaya operasi
Power Plant dan peralatannya ( Upah buruh , Bahan Bakar Minyak dll)

Biaya Pengolahan sangat bervariasi antara satu Pabrik dengan Pabrik lainnya tergantung
kondisi pabrik dan kapasitas pabrik. Throughput aktual, jumlah tenaga kerja serta
Volume Palm Product ( CPO & Kernel)yang dihasilkan merupakan faktor penentu yang
utama

KATEGORI II : CASH COST

Kategori Biaya yang termasuk dalam Cash Cost dapat di klasifikasikan sebagai Semi-
Variable Cost. Dimana Kegiatan Despatch atau pengeluaran Produk dari pabrik ke
Shipping Terminal dan Operasi Pengangkutan dari shipping Terminal ke tujuan termasuk
dalam Variable Cost. Sementara itu biaya penjualan yang ada di Head Office adalah Fixed
Cost

KATEGORI III : BOOK COST


Kategori Biaya disini adalah Fixed Cost, yang merupakan jumlah dari perhitungan
Depresiasi Asset dengan persentase yang tetap sesuai kelas Asset.

Perusahaan perkebunan umumnya mengikuti klasifikasi d a n Depreciation Rates sesuai


ketentuan yang tercantum pada Pajak Penghasilan 1984, sebagai berikut :

a Bangunan
b Non- Bangunan

Kelas I : Memiliki umur kegunaan tidak lebih dari 4 Tahun


Kelas ll : Memiliki umur kegunaan lebih dari 4 tahun tapi kurang dari
8 tahun
Kelas lll : Memiliki umur kegunaan lebih dari 8 tahun.

Kelompok Bangunan di deoresiasi-kan menggunakan Straight Line Method, dengan rata-


rata 5 % per tahun. Sedangkan Non-Bangunan, di depresiasi-kan menggunakan Double
Declining Balance Method dengan rata-rata 50 % untuk kelas l ; 25 % untuk kelas ll dan 10 %
un tuk kelas lll.

Semua biaya yang berkaitan dengan pembangunan perkebunan di kapitalisasi dan di


klasifikasikan sebagai kelompok bangunan yang di depresiasi kan selama umur produktif
tanaman ( +/- 20 tahun)

Secara sistimatik , Kategori dan Karakteristik Biaya dapat di ringkas dalam tabel berikut ini :

Kategori Fixed Cost Variable Cost Semi - Cost Variable

Ex Factory Cost Biaya Rawat TM Biaya Panen dan Biaya Olah


Transport TBS
Fixed : Gaji dan
Tunjangan Sosial
Biaya Over Head untuk Teknisi

Pemeliharaan &
Administrasi
Variable : Pengolahan

Cash Cost Biaya Head Office Angkutan Palm


Product

Book Cost Depresiasi

converted by Web2PDFConvert.com
C. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Biaya
Unit Biaya Produksi ditentukan oleh besarnya Output Produksi dan Input Biaya Produksi,
sehingga terhadap kedua hal tersebut perlu selalu di analisa, faktor apa saja yang
memberikan pengaruh baik positif maupun negatif.

Faktor Internal

- Detil Latar Belakang Perkebunan


- Organisasi Internal(Ratio Tenaga Kerja vs luas Lahan, struktur organisasi, efisiensi)
- Skill Karyawan
- Cara kerja dan teknologi yang diterapkan di lapangan
- Infra Struktur

Faktor Eksternal

- Kebijakan Pajak, Kontrol Biaya Pembelian Material


- Inflasi
- Jarak kebun ke pelabuhan
- Permintaan Pasar

Faktor Negatif dan Faktor Positif yang mempengaruhi kepada Produksi dan Biaya Produksi
, secara sistimatis dapat dilihat pada tabel berikut.

Tingkat pengaruhnya dari semua faktor di atas terhadap produksi dan biaya produksi dapat
turun atau naik dengan adanya inter-aksi antara berbagai faktor melalui intervensi kebijakan
management untuk menjaga biaya pada level yang dapat dipertanggung jawabkan.

Namun bagaimanapun, management tentu tidak akan mampu menghilangkan semua faktor
negatif yang ada terhadap produksi maupun biaya.

Faktor Negatif & Positif terhadap Produksi & Biaya

Faktor Pengaruh thd Produksi Pengaruh thd Biaya

Negatif Positif Negatif Positif

INTERNAL
Latar Belakang Daerah Rendah dan Daerah Datar Daerah Rendah dan Daerah Datar hingga
Kebun sering tergenang hingga ber sering tergenang ber gelombang
gelombang

Curah Hujan < 1500 Normal s/d Berbukit-bukit -


mm penyebab stress tingginya curah
hujan > 1500mm

Drainase buruk Drainase baik sering Hujan Deras Iklim Normal

Organisasi Organisasi yang tidak Organisasi yang solid


solid

Kemampuan Kurang Terampil Terampil (Output


Personil (Output Rendah) Tinggi)

Tenik dan Teknologi Bibit kurang baik Bibit unggul tanaman tua sudah Tanaman masih
tanaman sudah tua tanaman masih sangat tinggi pendek
muda

Sering Terkena Proteksi Tanaman Sering Terkena Proteksi Tanaman


serangan Hama & terkelola baik serangan Hama & terkelola baik
Penyakit Penyakit

Pabrik Tua Pabrik baru Pabrik Tua Pabrik baru


(Efisiensi Rendah) (Efisiensi tinggi) (Efisiensi Rendah) (Efisiensi tinggi)

converted by Web2PDFConvert.com
Infrastruktur Tidak cukup ada Cukup ada Jaringan
Jaringan jalan jalan
& kondisi buruk & kondisi baik

EXTERNAL

Kebijakan Pajak dinaikan, Upah Subsidi kembali


Pemerintah naik, banyaknya diberlakukan atau
pungutan, tak ada harga pupuk di
subsidi kontrol

Inflasi Harga Barang naik

Infrastruktur Jarak tempuh kebun Jarak tempuh kebun


ke Pelabuhan jauh ke Pelabuhan dekat
(biaya angkutan (biaya angkutan
tinggi) rendah)

Kebutuhan Pasar Permintaan terus naik


Naik

Lampiran
Standar Kebutuhan HK per Ha
TBM.0 (PERAWATAN 6 BULAN)

NO ITEM ROTASI HK/ROTASI HK/HA/TH

1 CIRCLE WEEDING MANUAL 3 1,50 4,50


2 GAWANGAN
A. DAK 6 3,00 18,00
B. LALANG 6 0,50 3,00
3 PRUNING/INITIAL
4 PEMUPUKAN PER JENIS (2 jenis) 4 0,30 1,20
5 DETEKSI HAMA PENYAKIT 6 0,10 0,6
6 PEMBERANTASAN HP 2 0,50 1,00

TOTAL 28,3

Standar Kebutuhan HK per Ha


TBM.1 (PERAWATAN 12 BULAN)

NO ITEM ROTASI HK/ROTASI HK/HA/TH

1 CW :
- MANUAL 1 2,0 2,0
- CHEMIST 3 1,0 3,0
2 GAWANGAN
A. DAK 4 3 12
B. CHEMIST 2 0,4 0,8
B. LALANG 4 0,25 1,0
3 PRUNING/INITIAL
4 PEMUPUKAN PER JENIS 5 0,30 1,50
5 DETEKSI HAMA PENYAKIT 2 0,25 0,50
6 PEMBERANTASAN HP :
- Tikus 2 0,25 0,50
- Hama Daun 2 0,50 1,00
7 SENSUS HPT 2 0,10 0,2
8 SISIP :
- Sensus 1 0,3 0,3
- Sisip KS 1 0,7 0,7

TOTAL 23,5

Standar Kebutuhan HK per Ha


TBM.2 (PERAWATAN 12 BULAN)

converted by Web2PDFConvert.com
NO ITEM ROTASI HK/ROTASI HK/HA/TH

1 CPT
- Manual 1 1,5 1,5
- Chemist 3 0,8 2,4
2 GAWANGAN :
A. DAK 2 2,0 4,00
B. CHEMIST 6 0,25 1,50
C. LALANG 2 0,40 0,80
3 PRUNING/INITIAL
4 PEMUPUKAN PER JENIS (8 jenis) 8 0,25 2,00
5 DET. HPT/SENSUS HPT 12 0,1 1,2
6 PEMBERANTASAN HP :
- Tikus 2 0,25 0,50
- Hama Daun 2 0,50 1,00
7 SISIP :
- Sensus 1 0,25 0,25
- Sisip Kelapa Sawit 1 0,40 0,40

TOTAL 15,55

Standar Kebutuhan HK per Ha


TBM.3 (PERAWATAN 12 BULAN)

NO ITEM ROTASI HK/ROTASI HK/HA/TH

1 CPT
- Manual 2 1,50 3,0
- Chemist 2 0,75 1,5
2 GAWANGAN
A. DAK 4 2,00 8,00
B. LALANG 4 0,25 1,00
3 PRUNING/INITIAL 1 3,00 3,00
4 PEMUPUKAN PER JENIS 9 0,25 2,50
5 DETEKSI HAMA PENYAKIT 12 0,10 1,20
6 PEMBERANTASAN HP 2 0,75 1,50
7 SENSUS HPT 2 0,10 0,20
9 KONSOLIDASI 1 0,25 0,25
10 PEMBUATAN PASAR PIKUL 1 2,00 2,00

TOTAL 24,15

Standar Kebutuhan HK per Ha

TM.1 & 2 (PERAWATAN 12 BULAN)

NO ITEM ROTASI HK/ROTASI HK/HA/TH

1 CPT :
- Manual 2 1,50 3,00
- Chemist 2 0,75 1,50
2 GAWANGAN
A. DAK 4 0,25 1,00
B. LALANG 4 0,25 1,00
3 PRUNING/INITIAL 12 0,25 3,00
4 PEMUPUKAN PER JENIS 8 0,60 4,80
5 DETEKSI HAMA PENYAKIT 12 0,1 1,20
6 PEMBERANTASAN HP 2 0,25 0,50

TOTAL 16,00

Standar Kebutuhan HK per Ha

TM.3 & 4 (PERAWATAN 12 BULAN)

NO ITEM ROTASI HK/ROTASI HK/HA/TH

1 CPT :

converted by Web2PDFConvert.com
- Manual 1 1,50 1,50
2 -
GAWANGAN Chemist 2 0,75 1,50
A. DAK 3 1,00 3,00
B. LALANG
3 PRUNING/INITIAL 12 0,25 3,00
4 PEMUPUKAN PER JENIS 8 0,60 4,80
5 DETEKSI HAMA PENYAKIT 12 0,1 1,20
6 PEMBERANTASAN HP 2 0,25 0,50

TOTAL 15,50

Standar Kebutuhan HK per Ha

TM.5 & 6 dst (PERAWATAN 12 BULAN)

NO ITEM ROTASI HK/ROTASI HK/HA/TH

1 CPT 3 0,75 2,25


2 GAWANGAN
A. DAK 3 0,75 2,25
B. LALANG
3 PRUNING/INITIAL 12 0,25 3,00
4 PEMUPUKAN PER JENIS 2 0,65 1,30
5 DETEKSI HAMA PENYAKIT 12 0,01 0,12
6 PEMBERANTASAN HP 12 0,10 1,20

TOTAL 10,12

Posted by arie malangyoedo at 02.41


+5 Rekomendasikan ini di Google

3 komentar:
condet 7 April 2011 02.01
postingan yang sangat menarik pak. ada yang saya ingin tanyakan. kemana saya bisa menghubungi
anda?
terima kasih.

kakangmas@gmail.com
Balas

Efran Martahan 11 Mei 2014 19.37


ya pak.. saya juga ingin belajar sama bapak kemana saya harus menghubungi bapak

email saya efranmojo@yahoo.com


Balas

Dini Nurfitriani 8 Februari 2016 23.59


pak sy mau berinvestasi di pabrik kelapa sawit dengan luas lahan 27.000 ha
Balas

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: Select profile...

Publikasikan Pratinjau

converted by Web2PDFConvert.com
Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger.

converted by Web2PDFConvert.com