Anda di halaman 1dari 4

NAMA : GEDE KRISNAWAN

NIM : 145020300111006

STANDARD SETTING : POLITICAL ISSUES

Teori Regulasi Teori Kepentingan Umum (Public Interest Theory)

Teori ini mengusulkan bahwa regulasi adalah hasil dari permintaan publik untuk memperbaiki
kegagalan pasar. Dalam teori ini, pusat kewenangan, yaitu regulator, diasumsikan memiliki
kepentingan yang besar terhadap society at heart, sehingga hal ini dapat membuat pada saat
regulator menyusun peraturan akan menghasilkan yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat.

Permasalahan yang timbul dalam Public Interest Theory adalah : Terdapat tugas yang sangat
kompleks dalam menentukan jumlah regulasi yang tepat. Terdapat permasalahan yang serius yang
terletak pada motivasi dari badan regulator. Teori

Kepentingan Kelompok (Interest Group Theory)

Teori ini memberikan pandangan bahwa sebuah industri beroperasi dalam kepentingan group.
Bervariasinya kepentingan dalam group akan mempengaruhi Legislature dalam hal jumlah dan tipe
dari regulasi.

Standar Pengaturan di Kanada dan Amerika Serikat

1. The Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA)

2. The Ontario Securities Commission (OSC)

3. The Financial Accounting Standards Board (FASB)

4. The Ontario Securities Commission (OSC)

The Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA)

CICA handbook berisi standar akuntansi keuangan dan untuk audit sebagaimana ditetapkan oleh
Dewan Standar Akuntansi (AcSB) dan Dewan Standar Auditing (AuSB) masing-masing dari CICA.
CICA handbook adalah sumber utama standar akuntansi dan audit di Kanada. Kewenangannya
ditingkatkan karena memiliki status hukum khusus.

Proses Pengaturan Standar

1. AcSB menerbitkan standar akuntansi "pada otoritasnya sendiri."

2. Standar Baru memerlukan persetujuan sekurang-kurangnya dua pertiga dari anggota


Dewan.

3. Dua pertiga atau lebih anggota Dewan AcSB harus menjadi anggota CICA.

4. Draf eksposur memungkinkan pihak yang berkepentingan untuk bereaksi dengan standar
yang diusulkan sebelum selesai.

5. Keanggotaan pada AcSB ini bersifat sukarela.


6. CICA handbook tentang bagaimana topik tertentu ditempatkan dalam agenda AcSB tersebut.

7. Harus jelas bahwa penerbitan standar baru akan membutuhkan waktu yang cukup.

8. Emerging Issues Committee (EIC) (1988) didirikan AcSB untuk menyediakan forum untuk
peninjauan isu-isu akuntansi yang muncul.

The Ontario Securities Commission (OSC)

OSC mengatur undang-undang sekuritas di Ontario, termasuk regulasi bursa saham terbesar di
negeri ini (Toronto Stock Exchange) dan merupakan salah satu komisi sekuritas paling aktif.

Peran dan Kewenangan OSC

OSC ini terdiri dari 9-14 anggota, yang ditunjuk oleh Dewan Letnan Gubernur di Ontario untuk max
lima tahun untuk melindungi investor dari praktek-praktek yang tidak adil, tidak benar, dan
penipuan, untuk mendorong pasar modal yang adil dan efisien, dan untuk menjaga kepercayaan
publik terhadap integritas mereka.

Kewenangannya berasal dari UU Sekuritas Ontario. Menurut UU ini, OSC harus mengatur:
persyaratan untuk pendekatan yang tepat waktu, akurat, dan efisien bagi informasi pembatasan
praktik pasar yang curang dan tidak adil dan prosedurnya; dan persyaratan untuk menjaga
kesehatan standar yang tinggi dan melakukan bisnis untuk memastikan perilaku yang jujur dan
bertanggung jawab oleh para pelaku pasar.

The Financial Accounting Standards Board (FASB)

The Financial Accounting Standards Board (FASB) di Amerika Serikat didirikan pada tahun 1973.
Tujuannya adalah untuk menetapkan dan meningkatkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan
untuk bimbingan dan pendidikan masyarakat di Amerika Serikat.

Proses Pengaturan Standar

1. Evaluasi awal masalah yang berkaitan dengan standar akuntansi dan pelaporan.

2. Masuk ke agenda FASB

3. Awal musyawarah

4. Tentatif resolusi

5. Musyawarah

6. Resolusi Akhir

7. Diperiksa

The Securities and Exchange Commission (SEC)

SEC didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1934, untuk mengatur perdagangan efek perusahaan
sekuritas yang diperdagangkan di lebih dari satu negara dan yang memenuhi tes ukuran tertentu.
The International Accounting Standards Board (IASB)

International Accounting Standards Committee (IASC) tubuh induk dari the International Accounting
Standards Board (IASB), didirikan pada 1973 oleh perjanjian antara badan akuntansi di Australia,
Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris dan Irlandia, dan Amerika Serikat.

Tujuan IASC Reorganisasi (2001)

Mengembangkan, pada kepentingan umum, satu set kualitas yang tinggi, dimengerti, dan standar
akuntansi yang berlaku global yang membutuhkan kualitas tinggi, transparan, dan informasi
sebanding dalam laporan keuangan dan pelaporan lainnya untuk membantu peserta dalam pasar
modal dunia dan pengguna lain untuk membuat keputusan ekonomi;

Mempromosikan penggunaan dan penerapan yang ketat dari standar-standar, dan

Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional
dengan solusi berkualitas tinggi.

Kewenangan IASB

Pemenuhan standar IASB tidak wajib. Kepatuhan tergantung pada masing-masing negara dan
perusahaan yang terlibat. Sementara undang-undang di banyak negara tidak mengharuskan
perusahaan untuk memenuhi standar IASB, negara-negara lain belum pergi sejauh ini.

Relationship to Theories Of Regulation

Penyusunan standar memiliki karakteristik proses penyesuaian. Pemilihan standar akuntansi


(misalnya oleh AcSB, FASB, IASB) sebaiknya mempertimbangkan konflikantar konstituensi ketimbang
pada unsur proses perhitungan.Pertimbangan ini menganggap bahwa teori kelompok kepentingan
regulasi mungkin baik sebagai prediktor standar baru daripada teori kepentingan publik.

Conflict and Compromise

Artikel Blumenthal (1992) membahas tentang draft publikasi FASB tentang penilaian sekuritas
perusahaan dengan fair value. Fair value dapat ditentukan dengan model present value atau teknik
lainnya. Dalam artikel tersebut, yang menjadi fokus utama adalah konflik konstituensi terkait dengan
SFAS 115 (akuntansi untuk investasi tertentu pada utang dan sekuritas ekuitas)

CRITERIA FOR STANDARD SETTING

Decision usefulness

Kriteria decision usefulness memicu informasi dan perspektif pengukuraran pada pelaporan
keuangan, dan studi empiris kapital market. Jadi, standar dapat menjadi decision usefulness bisa
saja salah karena tidak mempertimbangkan biaya penyediaan informasi. Untuk itu, pembuat standar
perlu mempertimbangkan kriteria lainnya ketimbangn decision usefulness saja.
Reduction Of Information Asymmetry

Dalam hal ini penyusun standar harus menggunkan pengurangan information asymetri dalam kapital
dan managerial labor market sebagai kriteria standar baru. Pengurangan information asymetri
meningkatkan operasi pasar.

Hal ini akan memperluas likuiditas pasar, mengurangi fenomena lemon dan menghasilkan
keuntungan sosial. Bagaimanapun juga, harus diperhatikan bahwa pengurangan information
asymetri sebagai kriteria bukan satu-satunya yang memadai. Seperti decision useful yang
menimbulkan biaya. Konsekuensinya, sulit untuk mengetahui kapan standar untuk mengurangi
information asymetri cost-efektif.

Economic Consequences Of New Standards

Salah satu biaya dari standar baru bagi perusahaan adalah biaya untuk memenuhi standar itu (out of
pocket). Biaya juga terjadi karena adanya kontrak. Biaya tersebut mempengaruhi kebijakan operasi
dan keuangan. Kurangnya kebebasan menajemen memilih kebijakan akuntansi juga menjadi
konsekuensi ekonomis. Untuk itu, pembuat kebijakan harus mempertimbangkan aspek tersebut.

The Political Aspects Of Standard Setting

Konsekuensi ekonomis berdampak pada aspek politis penyusunan standar. Penyusun standar harus
merekayasa konsensus yang memadai agar konstituensi dapat menerimanya. Proses penyusunan
standar harus konsisten dengan interest group theory of regulation.