Anda di halaman 1dari 30

BAGIAN KEPERAWATAN MATERNITAS

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

PENGKAJIAN IBU NIFAS

Nama/NIM Mahasiswa :
Nama RS/Ruangan :
Hari/Tanggal/Waktu :
Pembimbing :

Nama/Umur Ibu : .../ thn G.P.A


Pekerjaan : Nifas hari ke-...
Agama :. No.Med.Rec.

PENGKAJIAN AWAL

RIWAYAT PERSALINAN
(Tipe persalinan, waktu, lama kala I, II, & III, perdarahan kala III, intervensi-
intervensi selama kala I s.d kala IV, kelainan/gangguan)
....
....

KEADAAN UMUM
(Kesadaran, keadaan fisik, fatique, warna kulit, dll)

Keluhan:

Vital sign:

KEPALA

THORAKS DAN DADA


(Keadaan umum jantung dan paru, kondisi payudara, keadaan dan sekresi putting)

Keluhan:

ABDOMEN
(Tinggi, lokasi, dan tenderness fundus; pelebaran diasiasis rektus abdominalis;
ada/tidaknya luka operasi dan keadaan luka. Kondisi kandung kemih)

Keluhan:

EKSTREMITAS BAWAH
(Ada/tidaknya varises, edema, tanda-tanda homand, refleks dan nadi perifer)

Keluhan:

PERINEUM
(Ada/tidaknya robekan, tipe dan penyembuhan episiotomi, serta kebersihannya,
ada/tidaknya edema, hemorrhoid, dll)

Lokea (jumlah, warna, konsistensi, dan bau)

Keluhan:

PEMENUHAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI


Mobilisasi Fisik:

Istirahat dan Tidur:

Asupan Nutrisi:

ELIMINASI BOWEL DAN URINE


(Waktu pengosongan pertama, spontan atau bantuan, jumlah dan frekuensi
pengosongan selanjutnya)

Keluhan:

ADAPTASI PSIKOLOGIS
(Bonding and attachment, fase adaptasi psikologis, tanda-tanda blues)

KESIMPULAN

PENGKAJIAN LANJUTAN IBU MASA NIFAS

Penilaian Tanggal dan Waktu


Warna:
Normal,pucat,sianosis kemerahan
Suhu:
Hangat, panas, dingin
Kulit
Kelembaban:
Kering, basah, lembab, berkeringat
Kondisi tempat IV:
Paten, macet, tanda infeksi
Kondisi:
Lembut, berisi, penuh, bengkak, merah,
nyeri
Mamae
Putting:
Normal,datar,masuk kedalam,
merah,nyeri,pecah,lecet
Tinggi:
U/U = pd umbilikus
J/U = jari di atas umbilikus
U/J = jari bawah umbilikus
Uterus
Posisi:
Midline, kanan umbilikus, kiri umbilikus
Konsistensi:
Kenyal, lembut, kenyal dengan massage
Warna:
Rubra,serosa,alba
Jumlah:
Waktu ganti duk,
Lochia
Luas duk yang basah
Bau:
+ = ada
0 = tidak berbau/normal
Perineum Kondisi:
Utuh/menyatu, bengkak, edema,
haematom, bersih, kotor

Episiotomi:
N= bersih,kering,menyatu,edema,
kemerahan,pengeluaran
Hemorrhoid:
+ = ada
0 = tidak ada
Edema,lembut,nyeri

Abdomen:
Lembut, distensi

Bising usus/peristaltic:
Normal,heperaktif,hipoaktiv
0=tidak ada,flatus
Insisi:
Normal (menyatu,kering,bersih),
edema,kemerahan,nyeri,
tidak bisa dilihat, drainage
Seksio Sesarea
Balutan:
Kering dan terbalut, basah, tidak terbalut
Pengangkatan jahitan =

Suara nafas:
Bersih, rales,ronchi,wheezing pada
inspirasi, wheezing pada ekspirasi
Posisi:
Miring ke kanan dan kiri, supine,semi
fowler,fowler
Edema:
+1 edema minimal pada area
Pedal & pretibial
+2 edema ditandai pada eks
tremitas bawah dan tangan
+3 edema terdapat pada wa
jah, dinding abdomen ba
eah dan sacrum
Kardiovaskular
+4 edema anasarca (edema
Massiv general & ascites)
Homans sign, kiri dan kanan:
0 = negatif
+ = positif
Hipotensi orthostatic:
=+
0=-
TD
Nadi
Vital Sign
RR
Suhu
Status Tenang,cemas,gelisah,takut,bermusuhan
Emosional Depresi,labil,afek datar
Di tempat tidur

Ambulasi
Aktivitas
Ke kamar mandi

Mandi dgn waslap


di tempat tidur
Mandi guyur
Hygiene
Pericare

Foley care

Nafsu makan:
Puasa,baik,cukup,tidak ada
Diet
Tipe:
Cairan jernih,MI, MII, MB
Feses:
Konsistensi
Waktu BAB/frekuensi
Urine:
Waktu pengosongan,jumlah,
+ = spontan
Eliminasi
0 = tindakan (kateter)
Foley:
Patent,irigasi,pelepasan

Enema, suppositoria

Terapi Medis

Temuan Baru
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MOBILISASI DINI

DISUSUN OLEH :

Nama : Widyastuti Sitanggang

Nim : 101101031

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MOBILISASI DINI

Topik : MOBILISASI DINI

Hari / Tanggal : Jumat, 10 Juli 2015

Waktu : 17.00 WIB (30 menit)

Penyaji : Widyastuti Sitanggang

Tempat : Ruang Tanjung II RSUD DR PIRNGADI MEDAN

B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan pada ibu pasca sectio caesarea diharapkan
ibu dapat mengerti dan memahami tentang pentingnya mobilisasi dini
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan pada ibu pasca sectio caesarea diharapkan ibu
mampu : menjelaskan tentang pengertian, manfaat, kerugian serta tahapan
pelaksanaan mobilisasi dini.

C. MANFAAT
Penyuluhan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya
mobilisasi dini pada ibu pasca sectio caesarea.

D. POKOK BAHASAN
MOBILISASI DINI
E. SUB POKOK BAHASAN
1. Defenisi mobilisasi dini
2. Manfaat mobilisasi dini
3. Kerugian bila tidak melakukan mobilisasi dini
4. Waktu yang tepat untuk melakukan mobilisasi dini
5. Tahapan Pelaksanaan mobilisasi dini

F. SASARAN
Ibu pasca sectio caesarea yang berada di Ruang Tanjung II RSUD DR Pirngadi
Medan

G. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi

H. MEDIA
1. Leaflet
2. Poster
I. SETTING

Peserta penyuluhan berhadapan dengan penyaji

Keterangan :

: Penyaji (Widyastuti Sitanggang)

: Fasilitator

: Peserta penyuluhan
J. PELAKSANAAN PENYULUHAN

NO KEGIATAN A. PENYULUH PESERTA MEDIA WAKTU


AN
1 Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam - 3 Menit
2. Menjelaskan 2. Mendengarkan dan
tujuan, manfaat memperhatikan
dan cakupan
materi
2 Kegiatan inti 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan dan Leaflet 20 menit
Defenisi memperhatikan
mobilisasi dini Poster

2. Mendengarkan
2. Menjelaskan dan
manfaat memperhatikan
mobilisasi dini

3. Menjelaskan
3. Mendengarkan
kerugian tidak
dan
melakukan
memperhatikan
mobilisasi dini

4. Menjelaskan
waktu yang tepat 4. Mendengarkan
melakukan dan
mobilisasi dini memperhatikan

5. Menjelaskan dan
mendemons-
trasikan tahapan 5. Mendengarkan
pelaksanaan dan
mobilisasi dini mendemontrasika
n

3 Penutup 1. Melakukan tanya 1. Bertanya dan - 7 Menit


jawab menjawab
2. Menyimpulkan 2. Mendengarkan
materi dan
penyuluhan memperhatikan
3. Memberi salam 3. Menjawab salam
K. EVALUASI

1. Evaluasi Struktur
- Kesiapan mahasiswa memberikan materi penyuluhan
- Media dan alat memadai
- Waktu dan tempat penyuluhan sesuai dengan rencana kegiatan
2. Evaluasi Proses
- Pelaksanaan penyuluhan sesuai dengan alokasi waktu
- Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dengan aktif
- Peserta penyuluhan menanyakan tentang hal-hal yang diajukan oleh
penyuluh pada saat evaluasi

3. Evaluasi Hasil

Peserta mampu menjawab 80% pertanyaan yang diajukan


oleh penyaji saat evaluasi.
MATERI PENYULUHAN KESEHATAN

MOBILISASI DINI

A. Defenisi
Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk berjalan bangkit berdiri dan

kembali ke tempat tidur, kursi, kloset duduk, dan sebagianya disamping kemampuan

mengerakkan ekstermitas atas. (Hincliff, 1999).

Mobilisasi dini adalah pergerakan yang dilakukan sedini mungkin di tempat tidur

dengan melatih bagianbagian tubuh untuk melakukan peregangan atau belajar berjalan

(Soelaiman, 2000). Mobilisasi dini merupakan suatu aspek yang terpenting pada fungsi

fisiologis karena hal itu esensial untuk mempertahankan kemandirian (Carpenito, 2000) .

Dari Kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa mobilisasi dini adalah suatu upaya

mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan cara membimbing penderita untuk

mempertahankan fungsi fisiologis.

B. Manfaat Mobilisasi dini


a. Meningkatkan kelancaran peredaran darah

b. Mempercepat pengeluaran ASI

c. Otot-otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot perutnya

menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit

d. Mengurangi infeksi setelah melahirkan

e. Mempercepat kembalinya fungsi alat - alat perkemihan


C. Kerugian Tidak Melaksanakan Mobilisasi dini
Peningkatan suhu tubuh karena adanya involusi uterus yang tidak baik

sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi dan salah satu

dari tanda infeksi adalah peningkatan suhu tubuh.

Perdarahan yang abnormal. Dengan mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik

sehingga fundus uteri keras, maka resiko perdarahan yang abnormal dapat

dihindarkan, karena kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang

terbuka.

Involusi uterus yang tidak baik, Tidak dilakukan mobilisasi secara dini akan

menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan

terganggunya kontraksi uterus. Menurut (Fundamental,2006) Seorang ibu jika tidak

melakukan mobilisasi dapat mengganggu fungsi metabolik normal, yaitu: laju

metabolik, metabolisme karbahidrat, lemak protein, ketidak seimbangan dan

elaktrolit, ketidak seimbangan kalsium,dan gangguan pencernaan.keberadaan proses

infeksius pada pasien yang tidak melakukan mobilisasi mengalami peningkatan BMR

(Basal Metabolik Rate) diakibatkan karena demam atau penyembuhan luka. Demam

dan penyembuhan luka meningkatkatkan kebutuhan oksigen seluler. Pada ibu yang

tidak melakukan mobilisasi juga terjadi penurunan sirkulasi volume cairan,

penggumpalan darah pada ekstermitas bawah, dan penurunan respon otonom. Faktor-

faktor tersebut mengakibatkan penurunan aliran balik vena, diikuti oleh penurunan

curah jantung yang terlihat pada tekanan darah.

Seorang ibu juga beresiko terjadi pembentukan trombus, trombus adalah

akumulasi trombosit, fibrin, faktor- faktor pembekuan darah dan elemen sel- sel darah

yang menempel pada bagian anterior vena atau arteri, kadang- kadamg menutup

lumen pembuluh darah.


D. Tahapan Pelaksanaan Mobilisasi dini
Mobilisasi dini dilakukannya secara bertahap berikut ini akan dijelaskan tahap

mobilisasi dini pada ibu pasca seksio sesarea :

Setelah operasi, pada 6 jam pertama ibu pasca seksio sesarea harus tirah

baring dulu. Mobilisasi dini yang bias dilakukan adalah menggerakkan lengan,

tangan, menggerakkan ujung jari kaki dan memutar pergelanggan kaki, mengangkat

tumit, menenangkan otot betis serta menekuk dan menggeser kaki.

Setelah 6-10 jam, ibu diharuskan untuk dapat miring kekiri dan kekanan

mencegah thrombosis dan trombo emboli.

Setelah 24 jam ibu dianjurkan untuk dapat mulai belajar untuk duduk. Setelah

ibu dapat duduk, dianjurkan ibu belajar berjalan (Kasdu, 2003).

Hal- hal yang perlu diperlu diperhatikan dalam mobilisasi dini :

a. Janganlah terlalu cepat untuk melakukan mobilisasi dini sebab bisa

menyebabkan ibu terjatuh terutama bila kondisi ibu masih lemah atau

memiliki penyakit jantung. Apabila mobilisasinya terlambat juga dapat

menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh, aliran darah, serta

terganggunya fungsi otot.

b. Ibu post partum harus melakukan mobilisasi secara bertahap

c. Kondisi ibu post partum akan segera pulih dengan cepat bila melakukan

mobilisasi dengan benar dan tepat, dimana sistem sirkulasi dalam tubuh bisa

berfungsi normal.

d. Jangan melakukan mobilisasi secara berlebihan karena akan membebani

jantung.
JADWAL TENTATIF PRAKTIKA SENIOR DI RUANG TANJUNG II RSUD DR. PIRNGADI MEDAN

JUNI 2015 JULI 2015 AGT 2015


NO KEGIATAN 1 2 3 4 1 2 3 4 1
1. Mengajukan judul praktika senior
2. BAB I : PENDAHULUAN (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, dan Manfaat
Penulisan)
3. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA (Penjelasan Teoritis dan Evidence Based Practice yang akan
Diaplikasikan)
4. Pengurusan Surat Izin Melakukan Studi Kasus
5. BAB III: APLIKASI METODE/ IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN
a) Pengkajian Keperawatan
b) Diagnosa Keperawatan
c) Perencanaan Keperawatan
6. BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
a) Profil Ruangan/ Lokasi
b) Hasil Aplikasi Metode/ Implementasi Asuhan Keperawatan
c) Analisis/ Pembahasan
7. BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
8. Finalisasi Laporan (termasuk abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)
9. Persetujuan dan Penilaian dari Pembimbing
10. B. Persetujuan Pembantu Dekan 1
11. C. Penjilidan dan Pembuatan softcopy dan Pengumpulan Laporan Tugas Akhir
CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI

Nama : Widyastuti Sitanggang

Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 17 Februari 1993

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Kristen

Alamat : Jl. Pipit V No. 444, P.Mandala - Medan


Kewarganegaraan : Indonesia

Telepon : 081375564389

Email : liem_widya@yahoo.com

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

1999-2004 : SD Parulian 2 Medan

2004-2007 : SMP Advent 1 Medan

2007-2010 : SMA Parulian 2 Medan

2010-2014 : S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan USU

2014 s/d saat ini : Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan USU