Anda di halaman 1dari 9

PT.

KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

BAB. III
GAMBARAN LOKASI STUDI

2.1 Gambaran Umum Lokasi Studi


AIRNAV indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
pelayanan navigasi penerbangan Indonesia seperti Pelayanan
Pemanduan lalu lintas udara, Pelayanan Telekomunikasi penerbangan,
Pelayanan informasi aeronautika, Pelayanan Informasi SAR
penerbangan, Pelayanan informasi Meteorologi penerbangan. Airnav
berdiri Pada tanggal 10 April 2013, di Sheraton Bandara Hotel telah
mengadakan rapat koordinasi dengan Direksi Perum LPPNPI AP1 dan
AP2 dan general manager dari 26 bandara.Rapat koordinasi diadakan
karena Perum LPPNPI baru-baru ini dalam bentuk Peraturan
Pemerintah No.77 tahun 2013 , dan pada tahun 2013 diharapkan akan
berjalan dengan sebaik-baiknya. Bandar udara ini termasuk salah satu
bandara yang dikelola oleh PT. (Persero) Angkasa Pura II.

2.2 Letak Geografi


Secara geografis AIRNAV terletak di Kecamatan Blang Bintang
Kabupaten Aceh Besar 16 km dari pusat Kota Banda Aceh dan berada
di posisi 05.31LU dan 95.25 BT dengan ketinggian rata-rata 19,6 m
diatas permukaan laut.
Kondisi topografi dan geomorfologinya merupakan bagian dari gugusan
pergunungan, perbukitan dan lembah. Apabila ditinjau dari letak
geografis aceh juga termasuk wilayah yang terdekat dengan negara
tetangga terutama Asia.

2.3 Kondisi Eksisting Bangunan Studi


Untuk menunjang kegiatan navigasi penerbangan perlu adanya
bangunan sarana dan prasarana yang memadai bagi semua
penerbangan guna untuk meningkatkan pelayanan bagi kepentingan

II-1
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

penyediaan jasa pelayanan navigasi penerbangan sesuai dengan standar


yang berlaku untuk mencapai efisiensi dan efektivitas penerbangan
dalam lingkup nasional dan internasional di Kecamatan Blang Bintang.
Kondisi eksisting bangunan di lingkungan LPPNPI AirNav perlu
dilakukan pengembangan agar dapat lebih digunakan semaksimal.
Adapun bangunan sarana dan prasarana yang terdapat di area Airnav
yaitu gedung operasi, gedung tower, parkir roda 2, rumah listrik dan
tiang bendera. Kondisi bangunan eksisting tersebut perlu dilakukan
pengembangan dan penambahan bangunan diantaranya seperti rencana
resevoir, taman dan kanopi gedung operasional , rencana perlebaran
saluran drainase, renovasi rumah jaga locator radar, perbaikan papan
nama, pemasangan keramik gedung tower dan glide path dan
pengecatan tiang radar, VHF-ER dan ILS. Adapun kondisi eksistingnya
dapat dilihat pada Gambar 2.1 sampai dengan Gambar 2.10 berikut ini.

Gambar 2.1 Kondisi eksisting gedung administrasi

Dari gambar 2.1 menunjukkan bahwa kondisi gedung administrasi belum


terdapat drop off. Dilihat dari sisi bagian depan dan belakang bangunan
ini hanya memiliki beberapa tangga saja dan sedikit teras.

II-2
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

Gambar 2.2 Kondisi eksisting saluran drainase

Kondisi saluran drainase sudah mengalami kerusakan sehingga aliran air


tidak mengalir dengan sempurna. Sebagian dari saluran tersebut sudah
terputus dan roboh. Dengan melihat kondisi saluran ini dapat dijelaskan
bahwa saluran ini tidak dapat berfungsi lagi.

Gambar 2.3 Kondisi eksisting glide path

Pada gambar 2.3 dan gambar 2.4 adapun kondisi eksisting dari glide path
memerlukan penambahan lantai keramik dengan luas 36,5 m2, perlebaran

II-3
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

saluran sepanjang 23,73 m serta pengecatan antena dari bahan pipa


galvanis 2 dengan tinggi antena mencapai 15, 48 m.

Gambar 2.4 Kondisi eksisting antena glide path

Gambar 2.5 Kondisi eksisting antena

II-4
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

Gambar 2.6 Kondisi eksisting tiang radar VHF-ER dan ILS

Pada gambar 2.6 menjelaskan bahwa kondisi cat tiang radar perlu
dilakukan pengecatan ulang. Adapun tinggi tiang radar ini mencapai
16,19 m dengan tiang utamanya dari baja H 20 x 20 x 1 cm dan baja siku
9 x 9 x 1 cm.

Gambar 2.7 Kondisi eksisting rumah jaga locator radar

Kondisi rumah jaga locator radar pada bagian plafond sebagian ruangan

II-5
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

dalam kondisi rusak dan berlubang sehingga dengan kondisi tersebut harus
diperbaiki dan di cat lagi. Untuk lantai ruangan ini sebagian belum
terpasang keramik sehingga perlu dilakukan pekerjaan keramik sesuai
dengan kondisi di lapangan.

Gambar 2.8 Kondisi eksisting lantai gedung tower

Pada gambar 2.8 di atas dapat dilihat bahwa kondisi eksisting lantai
gedung tower sebagian dari plat border dan tangga belum terpasang
keramik. Adapun lantai yang belum terpasang keramik adalah lantai
3,4,5 dan 6.

Gambar 2.9 Kondisi eksisting papan nama

II-6
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

Gambar 2.10 Kondisi eksisting papan nama

Dari gambar 2.9 dan 2.10 menunjukkan bahwa kondisi papan nama
radar MSSR sudah mengalami kerusakan sehingga harus dibangun
ulang kembali. Untuk papan nama Rambu N.D.B kondisi pondasi
sudah dalam tidak bisa berfungsi lagi sehingga harus dibongkar dan di
buat ulang, sedangkan untuk papannya sendiri harus di cat ulang
karena kondisi catnya sudah menggupas.

2.4 Letak Kawasan Bangunan


Kondisi wilayah studi sebagian besar merupakan daerah terbuka yang
berada di lingkungan masyarakat di Kecamatan Blang Bintang. Lokasi
lahan Airnav berada dekat dengan Bandar Udara Sultan Iskandar
Muda serta masih berada di kawasan lingkungan perumahan dan
lahan masyarakat sekitar. Kondisi kawasan studi lebih jelasnya dapat
dilihat pada Gambar berikut ini.

II-7
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

Lokasi Kegiatan

Gambar 2.6 Lokasi letak kawasan AIRNAV


Sumber : Google earth

2.5 Letak Lokasi Pertapakan


Tata letak merupakan sistem penataan massa bangunan dalam tapak.
Pengaturan tata letak ini perlu memperhatikan keterkaitan
aturan-aturan masing-masing kegiatan dalam tapak, sehingga setiap
kegiatan dapat mendukung kegiatan lainnya. Hal ini dimaksudkan
untuk mempermudah pengaturan letak pada bangunan serta tidak
menganggu sirkulasi antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya yang
ada dalam proyek pembangunan ini.

Letak lokasi pertapakan bangunan AirNav ini berada pada jalan utama di
Kecamatan Blang bintang tepatnya berada di Jalan Bandara Sultan
Iskandar Muda.

2.6 Luasan lahan


Secara garis besar, kondisi eksisting permukaan tanah di kawasan
perencanaan relatif tinggi, dengan kondisi lahan merupakan areal lahan
kosong di kawasan bandar udara Sultan Iskandar Muda. Luasan lahan
untuk lokasi Air Nav dengan luas sekitar 5.414,4321 m.

II-8
PT. KIM CIPTA
LAPORAN AKHIR

II-9