Anda di halaman 1dari 14

Nama : Safira Halidaningsih

NIM : 135020300111061

Kelas : CA

BAB II

LINGKUNGAN PELAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan wajib (statutory financial report) merupakan produk ligkungan


pelaporan keuangan yang paling penting. Informasi dalam laporan keuangan dinilai relatif
berdasarkan (1) kebutuhan informasi dari pengguna laporan keuangan dan (2) sumber informasi
alternatif seperti data ekonomi dan industri, laporan analsis, dan pengungkapan sukarela
manager. Faktor-faktor utama tersebut adalah prinsip-prinsip akutansi yang berlaku umum
(GAAP), motivasi manager, mekanisme pengawasan dan pelaksanaan, badan pengatur, sifat
industri, dan sumber informasi lain.

2.1.1 Laporan Keuangan Wajib

Berikut akan dijelaskan tiga kategori dalam:laporan keuangan wajib, antara lain :

1. Laporan Keuangan

Laporan ini sering kali digunakan untuk memublikasikan produk, jasa, dan pencapain
perusahaan kepada pemegang saham dan pihak lain. dokumen wajib yang serupa dengan laporan
tahunan adalah Form 10-K, yang harus diserahkan perusahaan publik kepada SEC. Ketika
menganalisis informasi kuartalan, perlu dipahami dua faktor berikut:

musim (seasonality). saat memeriksa tren/kecenderungan, harus dipertimbangkan dampak


musim. Misalnya, perusahaan ritel menghasilkan pendapatan laba yang tinggi pada kuartal
keempat tahun kalender.

penyesuain akhir tahun (year-end adjustment). Perusahaan sering kali membuat penyesuain
(misalnya, penghapusan persedian) pada kuartal terakhir.

2. Pengumuman Laba.

Perusahaan sering kali mempublikasikan ringkasan informsi penting lebih dulu melalui
pengumuman laba (earnings announcement). Pengumuman laba memberikan ringkasan
informasi penting mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan baik untuk periode
kuartalan maupun tahunan. Informasi rinci pada laporan keuangan dapat dianalisis untuk
memberikan gambaran mengenai kinerja dan prospek perusahaan masa datang yang tidak dapat
diperoleh dari ringkasan informasi saat pengumuman laba.

3. Laporan Wajib Lainnya


Selain laporan keuangan, perusahaan harus membuat laporan lain yang diwajibkan SEC.
Beberapa laporan pnting merupakan laporan proksi (proxy statement), yang harus dikirim
bersamaan dengan undangan rapat pemegang saham tahunan; Form 8-K, yang berisi laporan
mengenai kejadian yang tidak biasa seperti perubahan audtor; dan prospektus (prospectus).

2.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Laporan Keuangan Wajib

Berikut akan dijelaskan pihak-pihak yang mempengaruhi laporan keuangan antara lain :

1. Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (GAAP)

Laporan keuangan dibuat berdasarkan prinsip-prinsip akutansi yang berlaku umum


(generally accepted accounting principles-GAAP), yang merupakan aturan dan panduan akutansi
keuangan. Definisi GAAP. GAAP merupakan kumpulan standar, pengumuman, pendapat,
interpretasi, dan panduan praktik.dari sudut pandan analisis, jenis aturan dan panduan akutansi
yang paling penting adalah:

Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Accounting Standard-SFAS) merupakan


aturan dan interprestasi pada SFAS dibuat oleh FASB setelah melalui proses pengesahan
dan termasuk kedalam hukum akuntansi.

Opini Badan Prinsip Akuntansi (Accounting Princples Board-APB Opinion ) APB


Opinion tetap digunakan sebagai standar kecuali jika digantikan oleh pengumuman
berikutnya dari FASB.

Buletin penelitian akutansi (accounting research bulletin-ARB). ARB merupakan


pendahuluan dari APB opinion.

Pengumuman pendahuluan AICPA (AICPA Pronouncement). Aicpa memiliki peran


sebagai pengarah dalam penetapan standar.

Bulletin EITF (EITF Bulletin). Buletin ini dipublikasikan oleh tim satuan kerja FSAB.

Praktik Industri (industry practices). Praktik industri dapat digunakan sebagai acuan untuk
mengevaluasi tingkat konservatisme atau agresivitas dari kebijakan akutansi suatu
perusahaan,

Penetapan Standar Akutansi. Penetapan standar akutansi di amrka serikat berbeda dengan
banyak negarra lain merupakan tanggung jawab dari pihak swasta bersama dengan profesi
akutansi.

Peran Securities and Exchange Commission (SEC). badan pengawas pasar modal AS, SEC,
merupakan badan independen, sepauh berbentuk badan pemerintah yang mengeluarkan undang-
undang pasar modal tahun 1993 dan 1994. SEC dapat mengganti, memodifikasi, atau membuat
pelaporan keuangan dan persyaratan pengungkapan baru. Badan ini dapat dipandang sebagai
otoritas tertingggi dalam pelaporan keuangan.
International Accounting Standards. Standar Akuntansi Internasional (International
Accounting Standards-IAS) merupakan standar yang dikeluarkan oleh International Accounting
Standards Boards (IASB), yang merupakan badan perwakilan dari akuntan dan pihak terkait lain
dari berbagai negara.

2. Manajer

Pihak yang paling bertanggung jawab atas laporan keuangan yang wajar dan akurat
adalah manajer. Penilaian manajer dilakukan karena standar akuntansi sering kali
memungkinkan manajer untuk memilih di antara alternatif metode akuntansi dan juga karena
estimasi diperlukan untuk dapat menghitung angka akuntansi.Penilaian pada akuntansi keuangan
dapat melibatkan kebebasan mannajerial (managerial discretion). Namun dalam praktiknya,
banyak manajer yang menyalahgunakan kebebasan itu untuk melakukan manajemen laba dalam
mempercantik laporan keuangan. Manajemen laba (earnings management) ini dapat mengurangi
tingkat keprcayaan atas proses pelaporan. Biasanya manajer akan menolak standar yang : (1)
mengurangi laba yang dilaporkan ; (2) meningkatkan fluktuasi laba; atau (3) mengungkapkan
informasi kompetetif mengenai segmen, produk, atau rencana tertentu.

2.1.3 Mekanisme Pengawasan dan Pelaksanaan.

1. Securities and exchange commission.

SEC memainkan peranan aktif dalam memonitor pelaksanaan standar akuntansi. Semua
perusahaan publik harus menyerahkan laporan keuangan yang telah di audit (laporan 10-K dan
10-Q) untuk SEC.

2. Auditor

Inti dari laporan auditor adalah pendapat atau opini audit. Auditor dapat memberikan (1)
pendapat wajar tanpa pengecualian, (2) pendapat dengan satu atau beberapa pengecualian, (3)
menolak memberikan pendapat.

3. Tata Kelola Perusahaan (corporate governance).

Salah satu mekanisme pengawasan laporan keuangan penting adalah tata kelola dalm
perusahaan. Seorang analisis perlu mempelajari mekanisme tata kelola perusahaaan yang ada.
Tata kelola yang memungkinkan kualitas laba dan akuntansi yang juga tidak baik..

4. Tuntunan Hukum (Litigation).

Pengawasan penting atas manajer (dan juga auditor) adalah ancaman tuntunan hukum.
Ancaman tuntunan hukum ini mempengaruhi manajer untuk memilih praktik pelaporan
engungkapan wajib dan sukarela yang lebih bertanggung jawab.

2.1.4 Sumber Informasi Alternatif.


1. Informasi Ekonomi, industri, dan perusahaan.

Investor menggunakan informasi ekonomi dan industri untuk memperbarui ramalan


perusahaan. Dampak informasi ekonomi berbeda untuk tiap inustri dan perusahaan tergantung
dari sejauh mana laba dan resiko perusahaan terkait dengan berita tersebut. Sebagai tambahan,
informasi khusus mengenai perusahaan mempengaruhi perilaku pemakai-sebagai contoh berita
mengenai akuisisi, divestasi, perubahan manjer, dan perubahan auditor.

2. Pengungkapan Sukarela (Volountary Disclosure).

Pengungkapan sukarela oleh manajer merupakan sumber informasiang semakin penting.


Katalisator pening bagi pengungkapan sukarela adalh Safe harbor Rules. Aturan ini memberikan
proteksi hukum atas kesalahan manajer yang tidak disengaja dalam memberikanpengungkapan
sukarela.

3. Perantara Informasi (Information Intermediries).

Perantara informasi, atau analisis, memainkan peranan penting dan unik dalam pelaporan
keuangan. Di satu sisi, analisis mencerminkan suatu kelompok pemakai yang terpelajar dan aktif.
Di sisi lain, analisis merupakan sumber informasi alternatif yang penting. Perantara informasi
mencerminkan suatu industri yang terlibat dalam pengumpulan, pemrosesan, interpetasi, dan
pemilihan informasi mengenai prospek keuangan suatu perusahaan. Mereka dianggap melakukan
satu atau lebih dari empat fuungsi berikut :

1. pengumpulan informasi

2. interpretsi infoormasi

3. analisis prospektif

4. rekomendasi.

2.2 SIFAT DAN TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

2.2.1 Tujuan Akuntansi Keuangan

1. Pertanggungjawaban

Konsep pertanggungjawaban (stewardship) telah mendominasi laporan keuangan selama


bertahuntahun. Dipandang dari perspektifini, manajer merupakan penanggung jawab atas
penjagaan aktva, peningkatan kekayaan ekuitas investor, dan perlindungan terhadapkreditor.

2. Informasi untuk pengambilan keputusan.

Perubahan dalm akuntansi menjadi perspektif informasi (information perspective) praktis


menekan informasi yang relevan untuk keputusan usaha, dan lebih menekankan standar
akuntansi sebagai alat prediksidan kegunaanya dalam pengambilan keputusan dibanding alat
pengukurtanggung jawab dan kinerja.

2.2.2 Prinsip-Prinsip Akuntansi yang Penting

Hal ini mencangkup pemahaman prinsip yang mendasari pengukuran aktiva, kewajiban,
ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian.

1. Jurnal Berpasangan

Prinsip jurnal berpasangan atau jurnal ganda (double entry) mendasari fungsi pencatatan
akuntansi. Memahami akuntansi jurnal berpasangan membantu analisis laporan keuangan karena
akan membantu rekonstruksi transaksi usaha. Sistem jurnal berpasangan ini menggunakan dua
catatan atas setiap transaksi usaha.

2. Biaya Historis

Sistem akuntansi bertujuan untuk melaporkan informasi yang wajar dan objektif . karena
nilai aktiva yang diperoleh melalui transaksi tawar-menawar yang wajar (arms length) biasanya
wajar dan objektif, biaya historis (historical cost) dari transaksi aktual ini biasanya disajikan
dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, meskipun kadang kita menyesuaikan nilai biaya
historis, kita mengakui bahwa biaya historis merupakan hasil kompromi antara relevansi dan
keandalan.

3. Akuntansi Akrual

Akuntansi modern menerapkan basis akrual sebagai pengganti basis arus kas yang lebih
tradisional. Berdasarkan akuntansi akrual (accrual accounting), pendapatan diakui saat dihasilkan
dan beban saat terjadi, tanpa memperhatikan penerimaan atau pembayaran kas.

4. Pengungkapan Penuh

Prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle) mengharuskan informasi yang


disajikan pada laporan keuangan mencerminkan keseimbangan antara penyajian (1) cukup rinci
sehingga informasi dapat mengubah keputusan (atau relevan) dan (2) cukup ringkas dan
sederhana sehingga informasi dapat dipahami dan hemat biaya.

5. Materialitas

Materialitas (matriality), menurut FASB, merupakan sejauh mana kelalaian


mencantumkan atau salah saji informasi akuntansi yang, dengan memperhatikan situasi,
memungkinkan penilaian seseorang yang menggunakan informasi tersebut akan berubah atau
terpengaruh dengan kelalaian atau salah saji tersebut.

6. Konservatisme
Konservatisme mengurangi tingkat keandalan dan relevansi informasi akuntansi melalui
dua cara. Pertama, konservatisme menyajikan aktiva dan laba terlalu rendah. Kedua,
konservatisme menyebabkan penundaan pengakuan kabar baik pada laporan keuangan, namun
secepatnya mengakui kabar buruk.

2.2.3 Keterbatasan Informasi Laporan Keuangan

Ramalan, laporan. Dan rekomendasi analis bersama dengan sumber informasi alternatif
lain merupakan pesaing utama informasi akuntansi. Apakah keunggulan dari sumber alternatif
ini? Paling tidak ada tiga hal yaitu :

1. Tepat waktu.

Laporan keuangan dibuat paling sering setiap kuartal dan biasanya dipublikasikan tiga
sampai enam pekan setelah akhir kuartal.

2. Frekuensi.

Frekuensi terkait erat dengan tepat waktu. Laporan keuangan dibuat secara berkala,
biasanya tiap kuartal.

3. Orientasi ke masa depan.

Sumber informasi alternatif, khususnya laporan dan ramalan analis, menggunakan


informasi yang berorientasi ke masa depan.

2.3 AKRUAL-DASAR AKUNTANSI KEUANGAN

Laporan keuangan utamanya dibuat berdasarkan basis akrual. Standar akuntansi


mengharuskan kosep akrual. Para pendukung basis ini yakin bahwa akuntansi akrual lebih
uanggul dibandingkan akuntansi bebasis kas, baik untuk mengukur kinerja maupun kondisi
keuangan. Statement of Financial Accounting Concept No. 1 menyatakan bahwa Informasi
mengenai laba perusahaan berdasarkan akuntansi akrual biasanya memberikan indikasi
kemampuan perusahaan untuk menghasikan arus kas saat ini dan masa depan yang lebih baik
dibandingkan dengan informasi yang dibatasi oleh aspek keuangan berupa penerimaan dan
pembayaran kas.

2.3.1 Kerangka Akuntansi Akrual

1 Konsep Akrual

Akuntansi akrual bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemakai mengenai


konsekuensi aktivitas usaha terhadap arus kas perusahaan di masa depan secepat mungkin
dengan tingkat kepastian yang layak. Hal ini dapat dicapai dengan mengakui pendapatan dan
beban saat terjadi, tanpa memperhatikan apakah terdapat arus kas pada saat yang bersamaan.
Penyesuaian akrual dicatat setelah membuat asumsi dan estimasi yang layak, tanpa
mengorbankan keandalan informasi akuntansi secara material. Karenanya, penilaian merupakan
bagian terpenting dari akuntansi akrual, serta mekanisme aturan dan institusi yang diciptakan
untuk memastikan kendalannya.

2. Akrual dan Arus Kas

Untuk melihat hubungan antara akrual dan arus kas penting untuk mengenali beberapa
jenis arus kas. Arus kas operasi mengacu pada kas yang berasal dari aktivitas operasi perusahaan.
Arus kas bebas mencerminkan dampak tambahan investasi dan divestasi terhadap aktiva
operasional.

3. Akrual Akrual Mengurangi Masalah Ketepatan Waktu dan Pengaitan.

Perbedaan antara akuntansi akrual dan akuntansi kas merupakan masalah tepat waktu dan
pengaitan. Akuntansi akrual mengatasi masalah tepat waktu maupun pengaitan yang selalu
terdapat pada akuntansi kas. Masalah tepat waktu (timing) mengacu pada arus kas yang tidak
selalu terjadi bersamaan dengan aktivitas usaha yang menghasilkan kas tersebut.

4. Proses Akrual-Pengakuan Pendapatan dan Pengaitan Beban.

Akuntansi akrual memiliki pengaruh khusus terhadap laporan laba rugi melalui
pengakuan pendapatan dan pengaitan beban. Hal ini akan dijelaskan sebagai berikut

Pengakuan pendapatan. Hal ini berarti bahwa perusahaan telah melakukan tugasnya.
Pendapatan direalisasi saat memperoleh kas dari penyerahan barang atau jasa.
Pendapatan dapat direlisasi saat memperoleh aktiva (biasanya piutang) yang dapat siubah
menjadi kas atau setara kas, dari penyerahan barang dan jasa.

Pengaitan beban. Proses pengaitan ini berbeda untuk dua jenis beban. Beban yang berasal
dari produksi suatu produk atau jasa disebut biaya produk (product costs), dan diakui saat
produk atau jasa diserahkan.

5. Akrual Jangka Pendek dan Jangka Panjang.

Akrual jangka pendek (short-term accruals) mengacu pada perbedaan waktu yang pendek
antara laba dan arus kas. Akrual ini menyebabkan adanya pos modal kerja pada neraca (aktiva
lancar dan kewajiban lancar) serta disebut juga aktual modal kerja (working capital accrual).
Akrual jangka panjang (long-term accrual) disebabkan oleh kapitalisasi. Kapitalisasi aktiva
merupakan proses penangguhan biaya yang terjadi pada periode kini karena manfaatnya
diharapkan terjadi pada periode masa depan.

2.3.2 Relevansi dan Keterbatasan Akuntansi Akrual

Berikut akan dibahas kelebihan dan kekurangan konseptual serta empiris akuntansi akrual
terhadap akuntansi kas dalam pengukuran kinerja dan peramalan arus kas masa depan.
1. Relevansi Akuntansi Akrual

Relevansi Konseptual Akuntansi Akrual. Baik akrual jangka pendek maupun jangka
panjang penting bagi relevansi laba dibandingkan dengan arus kas seperti penjelasan berikut :

Relevansi akrual jangka pendek. Akrual jangka pendek memperbaiki relevansi


akuntansi dengan cara mencatat pendapatan dan beban saat terjadi.

Relevansi akrual jangka panjang. Untuk melihat penggunaan akrual jangka panjang,
ingat bahwa arus kas bebas dihitung dengan mengurangkan investasi pada aktiva
operasi jangka panjang dari arus kas operasi.

Keunggulan akrual dalam menyajikan informasi relevan atas kinerja dan kondisi
keuangan suatu perusahaan , dan untuk memprediksi arus kas masa depan

Kinerja keuangan. Pengakuan pendapatan dan pengaitan biaya menghasilkan angka


laba yang lebih unggul dibandingkan arus kas untuk mengevaluasi kinerja keuangan.

Kondisi keuangan. Sistem akuntansi berdasarkan arus kas menghasilkan neraca yang
tidak dapat mencerminkan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Prediksi arus kas masa depan. Arus kas ini bukan merupakan alat prediksi arus kas
masa depan yang terbaik. Namun, laba akrual merupakan prediksi arus kas masa
depan yang lebih baik.

2. Relevansi Empiris Akuntansi Akrual.

Kritik atas akuntansi akrual menekankan rendahnya keandalan akrual dibandingkan


dengan arus kas yang dianggap lebih andal. Para pendukung akrual menyatakan bahwa relevansi
tambahan akuntansi akrual dapat menjadi kompensasi rendahnya keandalan tersebut.

2.4 PENGANTAR ANALISIS AKUNTANSI KEUANGAN

Analisis akuntansi merupakan persyaratan penting bagi analisis keuangan yang efektif.
Pada bagian ini, akan dijelaskan pentingnya analisis akuntansi, termasuk mengidentifikasi
sumber distorsi akuntansi dan pembahasan kebutuhan penting untuk melakukan analisis. Juga
dikenalkan dua konsep laba alternatif yang penting dalam analisis. Kemudian akan dibahas
manajemen, motifasi dan strateginya, serta implikasinya terhadap analisis.

2.4.1 Kebutuhan akan Analisis Akuntansi

Kebutuhan akan analisis akuntansi disebabkan dua alasan. Pertama, akuntansi


memperbaiki akuntansi kas dengan mencerminkan aktivitas usaha pada waktu yang lebih tepat.

1. Distorsi Akuntansi
Distorsi akuntansi merupakan penyimpangan dari informasi yang dilaporkan pada
laporan keuangan terhadap relitas usaha sebenarnya. Distorsi ini timbul dari sifat akuntansi
akrual yang meliputi standar, kesalahan estimasi, keseimbangan antara relevan dan andal, serta
kebebasan dalam aplikasinya.

2. Tujuan Analisis

Kebutuhan informasi pemakai berbeda berdasarkan tujuan dan analisis mereka. Pada
analisis ekuitas, informasi akuntansi harus memberikan gambaran yang tidak bias mengenai
posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Informasi ini juga harus memfasilitasi perhitungan
potensi laba perusahaan di masa depan

2.4.2 Manajemen Laba

Manajemen laba dapat didefinisikan sebagai intervensi manajemen dengan sengaja


dalam proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi tujuan pribadi (Schipper, 1989).
Manajemen laba dapat berupa kosmetik, jika manajer memanipulasi akrual yang tidak
memiliki konsekuensi arus kas. Manajemen laba juga dapat murni jika manajer memilih
tindakan dengan konsekuensi arus kas dengan tujuan mengubah laba.

1. Strategi Manajemen Laba

Terdapat tiga jenis strategi manajemen laba, antara lain :

Meningkatkan Laba (Increasing Income). Salah satu strategi manajemen laba adalah
meningkatkan laba yang dilaporkan pada periode kini untuk membuat perusahaan
dipandang lebih baik.

Mandi Besar (Big Bath). Strategi ini dilakukan melalui penghapusan sebanyak
mungkin pada satu periode. Periode yang dipilih biasanya periode dengan kinerja
yang buruk (sering kali pada masa resesi di mana perusahaan lain juga melaporkan
laba yang buruk) atau peristiwa saat terjadi satu kejadian yang tidak biasa seperti
perubahan manajemen, merger, atau restrukturisasi.

Penataan laba (Income Smoothing). Perataan laba merupakan bentuk umum


manajemen laba. Pada strategi ini, manajer meningkatkan atau menurunkan laba yang
dilaporkan untuk mengurangi fluktuasinya.

2. Motivasi Melakukan Manajemen Laba

Motivasi melakukan manajemen laba biasanya dilatari oleh hal-hal sebagai berikut :

Intensif Perjanjian. Banyak perjanjian yang menggunakan angka akuntansi. Misalnya


manajer tidak mendapat bonus jika laba lebih rendah dari batas bawah dan tidak
mendapatkan bonus tambahan saat laba lebih tinggi dari batas atas.
Dampak Harga Saham. Intensif manajemen laba lainnya adalah potensi dampak terhadap
harga saham. Misalnya, manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikkan harga saham
perusahaan sementara sepanjang satu kejadian tertentu seperti merger yang dilakukan
atau penawaran surat berharga, atau rencana untuk menjual saham atau melaksanakan
opsi.

Intensif lain. Terdapat beberapa alasan manajemen laba lainnya. Laba sering kali
diturunkan untuk menghindari biaya politik dan penelitian yang dilakukan badan
pemerintah misalnya untuk ketaatn undang-undang antimonopoli dan IRS.

3. Mekanisme Manajemen Laba

Mekanisme manajemen laba antara lain sebagai beriku :

Pemindahan Laba. Pemindahan laba merupakan manajemen laba dengan memindahkan


laba dari satu periode ke periode lainnya. Pemindahan laba dapat dilakukan dengan
mempercepat atau menunda pengakuan pendapatan atau beban. Contoh pemindahan laba
adalah sebagai berikut :

Mempercepat pengakuan pendapatan dengan membujuk distributor atau pedagang untuk


membeli kelebihan peroduksi pada akhir tahun fiskal.

Menunda pengakuan beban dengan mngkapitalisasi beban dan mengamortisasi sepanjang


periode masa depan.

Memindahkan beban pada eriode beriku dengan mengadopsi metode akuntansi tertentu.

Membuat biaya yang terjadi hanya satu waktu tertentu seperti penurunan nilai aktiva dan
biaya restrukturisasi pada periode antara.

4. Manajemen Laba melali Klasifikasi.

Laba juga dapat ditentukan dengan secara khusus mengklasifikasikan beban (dan
pendapatan) pada bagian tertentu laporan laba rugi. Bentuk umum dari manajemen laba melalui
klasifikasi adalah memindahkan beban di bawah garis, atau melaporkan beban pada pos luar
biasa dan tidak berulang sehingga tidak dianggap penting oleh analis.

5. Implikasi Manajemen Laba terhadap Analisis Laporan Keuangan

Karena manajemen laba mendistorsi laporan kuangan, identifikasi dan membuat


penyesuaian manajemen laba menjadi tugas penting dalam analisis laporan keuangan. Namun,
meskipun kekhawatiran mengenai manajemen laba meningkat, namun manajemen laba tidak
tersebar sejauh yang diasumsikan.

2.4.3 Evaluasi Kualitas Laba


Banyak analis mendefinisikan kualitas laba sebagai sejauh mana perusahaan
mengaplikasikan konservatisme perusahaan dengan kualitas laba tinggi diharapkan memiliki
rasio harga terhadap laba (price earning rato) yang lebih tinggi dibandingkan perusahaaan
dengan kualitas laba rendah.

1. Tahapan dalam Evaluasi Kualitas Laba.

Evaluasi kualitas laba mencangkup tahapan sebagai berikut :

Identifikasi dan penilaian kebijakan akuntansi penting. Tahapan penting dalam evaluasi
kualitas laba adalah mengidentifikasi kebijakan akuntansi penting yang dipilih
perusahaan.

Evaluasi tingkat fleksibilitas akuntansi. Penting untuk menilai tingkat fleksibilitas yang
tersedia pada saat pembuatan laporan keuangan.

Tentukan strategi pelporan. Menentukan strategi pelaporan yang diadopsi oleh perusahaan.

Identifikasi dan menilai tanda bahaya. Satu tahap yang berguna dalam evaluasi kualitas
laba adlah melihat tanda bahaya.

2. Penyesuaian Laporan Keuangan

Beberapa penyesuaian umum laporan keuangan mencangkup :

Kapitalisasi sewa guna operasi jangka panjang, dengan penyesuaian atas neraca dan
laporan laba rugi.

Pengakuan beban kompensasi berbasis saham untuk penentuan laba.

penyesuaian beban tidak rutin seperti penurunan nilai aktiva dan biaya restrukturisasi.

Kapitalisasi litbang jika diperlukan.

2.5 AUDIT DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

2.5.1 Proses Audit

Analis harus mamahami implikasi pendapat audit terhadap pemakai laporan keuangan
dan harus manghargai keterbatan pendapat serta implikasinya terhadap analisis laporan
keuangan.

1. Standar Auditing yang Berlaku Umum


Auditor biasanya melakukan audit sesuai dengan standar auditing yang berlaku umum
(generally accepted auditing standards-GASS). Standar audit merupakan alat pengukur untuk
menilai kualitas prosedur audit.

2. Prosedur Auditing

Tujuan utama audit laporan keuangan adalah untuk mengidentifikasi kesalahan dan
penyimpangan, yang jika tidak terdeteksi aakan memberikan dampak material pada kewajaran
penyajian dan kesesuaian laporan keuangan dengan GAAP.

2.5.2 Laporan Audit

Bahasa laporan audit telah direvisi untuk memperkecil jarak antara tanggung jawab ingin
diasumsikan auditor dengan asumsi tanggung jawab auditor menurut kepercayaan masyarakat.
Bahasa yang diinginkan tidak teknis dan lebih eksplisit menyatakan tanggung jawab yang
diaumsikan kantor auditor, prosedur yang dilakukan dan kepastian yang diberikan.

1. Jenis Kualifikasi Audit

Terdapat beberapa jenis kualifikasi yang dapat dinyatakan oleh auditor, antara lain
sebagai berikut :

Kualifikasi Kecuali untuk

Kualifikasi kecuali untuk (except for) mencerminkan pendapat atas laporan keuangan
kecuali untuk suatu akibat yang berasal dari kondisi yang harus diungkapkan. Kualifikasi
dapat berasal dari pembatasan lingkup audit, yang karena kondisi di luar jangkauan
auditor atau karena pembatasan yang dilakukan oleh perusahaan yang diaudit,
menghasilkan kegagalan untuk mendapatkan bukti yang objektif dan dapat diverifikasi.

Pendapat Tidak Wajar

Auditor memberikan pendapat tidak wajar (adverse opinion) pada kasus di mana laporan
keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan
hal ini memiliki dampak yang material terhadap kewajaran penyajian laporan.

2.5.3 Implikasi Analisis dari Auditing

Bagian berikut akan menjelaskan implikasi aktivitas auditing terhadap analisis.

1. Implikasi Proses Audit terhadap Analisis

Auditing sebagian besar bersandar pada pendekatan penarikan sample (sampling) atas
data dan informasi yang diaudit. Ukuran sample dibatasi oleh biaya praktik audit. Harus diingat
bahwa terdapat beberap risiko jika kita bersandar pada hasil audit. Risiko ini terkait dengan
beberapa faktor seperti (1) ketidakmampuan dan atau keengganan auditor untuk mendeteksi
kecurangan pada tingkat tinggi dan untuk melakukan uji audit yang diperlukan untuk menangkap
kecurangan ini, (2) ketidakmampuan auditor untuk menilai tingkat memburuknya situasi, (3)
gambaran auditor mengenai sejauh mana tanggung jawab untuk mencari dan mengungkapkan,
dan (4) kualitas audit secara keseluruhan.

2. Implikasi Sandart Auditing terhadap Analisis Laporan Keuangan

Untuk bersandar pada laporan keuangan yang telah diaudit, analisis kita haus
memperhatikan keterbatasan proses audit. Selanjutnya, Harus dipahami apa arti laporan audit.
Akuntan publik menyatakan laporan keuangan yang disusun oleh manajemen telah ditelaah
ulang dan memastikan laporan tersebut sesuai dengan catatan yang diaudit.

2.6 KUALITAS LABA

2.6.1 Penentu Kualitas Laba

Kebutuhan akan estimasi dan interprestasi pada akuntansi akrual telah membuat beberapa
individu mempertanyakan tingkat keandalan seluruh pengukuran akrual. Bagian ini
mempertimbangkan tiga faktor yang biasanya diidentifikasikan sebagai penentu kualitas laba,
yaitu sebagai berikut :

1. Prinsip akuntansi.

Salah satu penentu kualitas laba adalah kebebasan manajemen dalam memilih prinsip-
prinsip akuntansi yang berlaku. Kebebasan ini dapat bersifat agresif(optimis) atau konservatif

2. Aplikasi akuntansi.

Penentu kulitas laba lainnya adalah kebebasan manajemen dalam menerapkan prinsip-
prinsip akuntansi yang berlaku.

3. Risiko usaha.

Penentu kualitas laba yang ketiga adalah hubungan antara laba dan risiko usaha. Hal ini
mencangkup dampak siklus dan kekuatan usaha lain terhadap tingkat, stabilitas, sumber, dan
variabilitas laba.

2.7 ANALISIS KUALITAS LABA PADA LAPORAN LABA RUGI

Penentu kualitas Laba yang penting adalah pilihan manjemen atas prinsip akuntansi dan
aplikasinya. Bahasan ini membahas beberapa pilihan akuntansi atas pengeluaran yang penting
untuk membantu kita menilai kualitas laba. Dan karenanya evaluasi pengeluaran ini mengacu
pada analisis kualitas laba pada laporan laba rugi. Dua contoh penting misalnya :
1. Beban Iklan. Sebagian besar pengeluaran untuk iklan memiliki dampak yang melampaui
periode saat ini. Hal ini merupakan penyebab lemahnya hubungan antara pengeluaran
iklan dengan kinerja jangka pendek.
2. Beban penelitian dan pengembangan. Biaya penelitian dan pengembangan atau litbang
(R&D) merupakan pengeluaran dalam laporan keuangan yang paling sulit untuk dianlisis
dan diinterpretasi

2.8 ANALISIS KUALITAS LABA PADA NERACA

2.8.1 Konservatisme dalam Pelaporan Aktiva

Kita dapat menyatakan hal ini dalam suatu preposisi Jika aktiva dinyatakan terlalu
tinggi, maka laba kumulatif dinyatakan terlalu tinggi. Hal ini dapat dibuktikan karena laba tidak
dikenakan beban yang diperlukan untuk menurunkan nilai aktiva menjadi nilai realisasinya.

2.8.2 Konsevatisme dalam Pelaporan Provisi dan Kewajiban

Analisis kita juga harus mencangkup proposisi yang terkait dengan nilai provisi dan
kewajiban terhadap laba. Secara umum, dinyatakan Jika provisi dan kewajiaban dinyatakan
terlalu rendah, maka laba kumulatif dinyatakan terlalu tinggi. Hal ini dapat dibuktikan karena
laba tidak dikenakan beban yang diperlukan untuk menaikkan nilai provisi dan kewajiban ke
dalam nilai pasarnya