Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan

Nida Nadhifah

1137040051

Sintesis dan Karakterisasi Garam Tunggal dan Garam Rangkap NaCl dan KAI(SO4)2.12H2O

1. Sintesis NaCl

Pada percobaan sintesis NaCl digunakan sampel soda kue yang mengandung
NaHCO3.NaCl dikenal sebagai garam adalah zat yang memiliki tingkat osmotik yang tinggi.
Dengan kemampuan tingkat osmotik yang tinggi ini maka apabila NaCl terlarut di dalam air
maka air tersebut akan mempunyai nilai atau tingkat konsentrasi yang tinggi. Tujuan dari
percobaan ini yaitu untuk menentukan kemurnian NaCl dengan cara penguapan dan kristalisasi,
menentukan % rendemen NaCl dan menghitung presentase hilangnya NaCl yang didapatkan
secara murni.NaHCO3 merupakan senyawayang
termasukkelompokgaramdantelahdigunakansejak
lama.Senyawainimerupakankristaldalambentukserbuk.
Natriumbikarbonatlarutdalamakuadesmembentuksenyawanatriumhidroksida:
NaHCO3(s) + H2O Na+ + CO32- + H3O+
Prinsip dari percobaan ini yaitu dengan melakukan titrasi oleh HCl yang menghasilkan
garam NaCl yang terbentuk antara soda kue dan larutan HCl. Titrasi dilakukan dengan
menggunakan bantuan indikator metil merah. Tujuan ditambahkannya indikator metil merah
yaitu untuk menentukan titik akhir titrasi. Perubahan warna yang dihasilkan yaitu dari warna
putih kekuningan menjadi merah muda kekuningan. Pada saat proses penitrasian larutan soda
kue dengan HCl terbentuk gelembung seperti buih. Dari
reaksinatriumhidroksidadenganasamklroridainididapatkannatriumklorida,
halinidapatterlihatdaripersamaan:
NaOH + HCl NaCl + H2O
Setelah itu hasil titrat dimasukan kedalam wadah untuk dilakukan penguapan agar
menghilangkan air darilarutangaram tersebut,
sehinggahasilakhirdapatterbentuknyagaramdarisintesisterhadap soda kue. Kemudian dilakukan
penimbangan. Didapatkan hasil berat wadah dan padatan NaCl yaitu sebesar 86,17 gram.
2. Sintesis KAl(SO4)2.12H2O

Pada percobaan selanjutnya yaitu pembuatan tawas menggunakan bahan alumunium foil
dicampur dengan KOH 4 M. Tawas (alum) adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa
kristal dan bersifat isomorf. Tawas ini dikenal dengan nama KAl(SO4)2.12 H2O yang dikenal
banyak sebagai koagulan didalam pengolahan air maupun limbah. Kristal tawas ini cukup mudah
larut dalam air, dan kelarutannya berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan suhu. Alum merupakan
salah satu senyawa kimia yang dibuat dari molekul air dan dua jenis garam, salah satunya
biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium, juga seing dikenal dengan alum, mempunyai rumus formula yaitu
K2SO4..Al2(SO4)3.24H2O. Alum kalium merupakan senyawa yang tidak berwarna dan mempunyai
bentuk kristal octahedral atau kubus ketika kalium sulfat dan aluminium sulfat keduanya
dilarutkan dan didinginkan. Larutan alum kalium tersebut bersifat asam. Alum kalium sangat larut
dalam air panas. Ketika kristalin alum kalium dipanaskan terjadi pemisahan secara kimia, dan sebagian
garam yang terdehidrasi terlarut dalam air.

Pada percobaan pembuatan tawas ini digunakan alumunium foil sebagai pembuatan
utama tawas. Proses awal yaitu dengan memotong kecil kecil alumunium foil yang akan dipakai
sebanyak 0,515 gram, dengan tujuan agar reaksi yang terjadi antara alumunium foil dan KOH
berlangsung lebih cepat karena salah satu faktor yang dapat memepengaruhi laju reaksi adalah
luas permukaan. Semakin besar luas permukaan maka semakin cepat pula reaksi itu
berlangsung.Kemudian potongan-potongan kecil alumunium foil tersebut ditambahkan larutan
KOH 4 M. dilarutkan dengan KOH karena alumunium lebih cepat bereaksi dengan larutan basa
kuat yang akan membentuk garam kalium aluminat. Pada penambahan KOH, reaksi berjalan
cepat dan bersifat eksoterm karena menghasilkan kalor. Dalam reaksi ini terbentuk gas H2 yang
ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung gas. Gelembung-gelembung gas hilang
setelah semua aluminium bereaksi. Setelah Al larut, dihasilkan larutan berwarna hitam. Reaksi
antar Al dan KOH berlangsung melalui persamaan berikut:

2Al (s) + 2KOH (aq) + 2H2O (l) -> 2KAlO2 (aq) + 3H2 (g)

Kemudian ditambahkan 15ml larutan asam sulfat.


Penambahanasamsulfatinidilakukansecaraperlahansambildiaduk, halinibertujuan agar semua Al
yang berada di dalamnyadapatbereaksisempurnadenganpembentukanendapan yang
sempurnasecara teratur. Reaksiyang dihasilkandarireaksiantar Al dan KOH
denganasamsulfatmenghasilkanendapan berwarna putih dan larutan menjadi berwarnaputih
keruh.

2KAlO2 (aq) +2H2O (l) + H2SO4(aq) -> K2SO4(aq) + Al(OH)3 (s)

Warnaputih yang terbentukberasaldarisenyawaAl(OH)3.Senyawa Al(OH)3 yang


bersifatbasadicampurkandenganasamsulfat.Hal tersebutbertujuanuntukmembentukkation-kation
(K+dan Al3+) yang merupakanelemenelemen yang diperlukanuntukmembentuktawas.

H2SO4(aq) + K2SO4(aq) + 2Al(OH)3 (s) > 2Kal(SO4)2 (aq) + 6H2O

Selanjutnyacampurandidinginkan dengan ice batu.Padasaatpendinginanini,


larutandibiarkandiudaraterbukahinggadingin, padasaatiniendapan yang
terbentukadalahKAl(SO4)2.12H2O. tujuan pendinginan tersebut untuk mempercepat terbentuknya
endapan Kristal putih dari tawas. Kemudian setelah didapatkan kristal putih lalu disaring dengan
tujuan agar terpisah dari filtratnya. Selanjutnya Kristal dikeringkan dan ditimbang. Didapatkan
berat Kristal tersebut sebesar 5,73 gram.

Kemudian dilakukan uji penjernihan pada air kotor dengan menggunakan tawas hasil
sintesis dan tawas komersial. Prinsip penjernihan air adalah dengan menggunakan stabilitas
partikel partikel bahan pencemar dalam bentuk koloid. Tawas sebagai koagulan didalam
pengolahan air maupun limbah. Tawas ditambahkankedalam air sehinggamenyebabkanpartikel-
partikeltersuspensiakanmengendapdankemudian air dapatdiolahlebihlanjut. Salah satunyadengan
proses filtrasi. Kemudiandidesinfeksilaludapatdikonsumsi.

Dari hasil yang telah didapatkan bahwa air menjadi lebih jernih ketika dimasukan tawas
sintesis. Selain itu proses penjernihan air kotor dengan tawas sintesis lebih cepat dibandingkan
dengan tawas komersial.
Kesimpulan

Pada percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa :

1. Kemurnian dari NaCl yang dihasilkan yaitu sebesar 5,85 gram


2. Nilai % rendemen dari NaCl yaitu 99,145%
3. Pembuatantawasdarilimbahalumunium foil dapatdilakukandengankatalis KOH 4 M dan
H2SO4. Dan didapat Kristal putih dengan berat 5,73 gram
4. Nilai % rendemen dari tawas yaitu 51,604%
5. Air menjadi lebih jernih ketika dimasukan tawas sintesis. Selain itu proses penjernihan
air kotor dengan tawas sintesis lebih cepat dibandingkan dengan tawas komersial.

Daftar Pustaka

- Austin, George T. 1996. Shreves Chemical Process Industries (Industri Proses Kimia),
terj. E. Jasjfi, edisirevisi, Cet.1. Jakarta: Erlangga.
- Keenan, C.W. 1999. Kimia untuk UniversitasJilid 2. Jakarta: Erlangga.
- Saito, Taro. 2004. Kimia Anorganik. Kanagawa Univeersity:Iwanami Publishing
Company
- Suhendar, Dede. 2013. Kimia Anorganik III. Bandung: UIN SGD
- Thoifah. Pengaruh Suhu Pertumbuhan pada Laju Pertumbuhan Kristal Tunggal Garam
Rochelle (KNaC6H606.4H20), Jurnal Fisika dan Aplikasinya 3, No. 2 (2007), h. 1.
- Wirjosurnarto, Arsono . Orientasi Krtstal Tunggal Paduan Aluminium, Jurnal
Metalurgi 4, No. 2 (1968), h. 39-48.