Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

TEKNIK RADIOGRAFI 3
Dosen Pengampu : Sri Mulyati, S. Si, MT

Disusun oleh :

Nama : Rohmatullah

NIM : P1337430116030

Kelas : 2A

PRODI D-III TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIL DAN RADIOTERAPI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN

SEMARANG

2017
1. Apakah yang dimaksud dengan corpus alienium?
JAWAB :
Corpus alienium atau benda asing adalah adanya benda di dalam tubuh yang
keberadaannya tidak diinginkan yang dapat menyeabkan terganggunya fungsi organ
atau dapat menimbulkan rasa sakit pada bagian tubuh tempat adanya benda asing
tersebut. Benda asing yang masuk kedalam tubuh dibedakan menjadi 2, yaitu logam
dan non logam. Benda logam akan tampak radioopac pada radiograf, sedang pada
jenis non logam benda akan tampak radiolusen pada hasil radiografnya.

2. Ada berapakah metode yang digunakan untuk pemeriksaan corpus alienium?


JAWAB :
Dalam pemeriksaan radiologi corpus alienium ini terdapat 2 metode yang digunakan
oleh petugas radiografer.

3. Jelaskan dari masing-masing metode yang digunakan saat pemeriksaan corpus


alienium!
JAWAB :
a. Metode triangulasi
Metode ini digunakan untuk menentukan kedalaman benda asing dengan
akurat. Pasien diposisikan supine diatas meja pemeriksaan dengan mengatur tubuh
pasien true AP karena bisa mengakibatkan distorsi pada hasil radiograf, dan
lubang tempat masuknya benda asing telah ditandai diatas permukaan kulit
misalnya denga tinta penanda (skin marking). Metode ini hanya menggunakan
satu film, penderita dan film tetap diam. Dilakukan dua kali eksposi pada satu
film, serta ISD dan TSD dicatat dan diukur dengan teliti.
b. Metode paralaks
Pasien di posisikan senyaman mungkin dan harus diposisikan sesuai dengan
posisi pembedahan dan diupayakan dekat dengan benda asing. Daerah masuknya
benda asing di fluoroscopy. Terawang benda asing hingga jelas dan letakkan ring
superposisi dengan benda asing.lokalisir diletakkan sejajar dengan MSS. Atur
TSD sejauh 1/10 FFD. Pergerakan tabung diatur tegak lurus dengan lokalisir.
Pemotretan dilakukan dua kali eksposi pada satu film. Arah tabung pada
pemotretan satu dan dua vertikal tegak lurus. Luas lapangan diatursehingga objek
dan area lokalisir masuk dalam film.
Pengaturan eksposi :
- kV eksposi satu dan dua sama
- mAs eksposi satu dan dua adalah setengah mAs total yang diperlukan.

4. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari masing-masing metode yang digunakan


pada pemeriksaan corpus alienium!
JAWAB :
a. Persamaan :
- Peralatan (equipment)
- Dilakukan dua kali eksposi pada satu film
- ISD nya 1/10 FFD
- Menggunakan prinsip sinar oblik
- Identifikasi permukaan kulit (marking skin surface)
- Pergeseran tabung (tube shift) : 6 cm
- Aplikasi
- Pengukuran (deepth measurement)

b. Perbedaan :
NO METODE TRIANGULASI METODE PARALAKS
1. Untuk mengetahui kedalaman benda Untuk menentukan kedalaman benda
asing dengan akurat asing pada organ yang memiliki
ketebalan dan memungkinkan
mengalami pergerakan.
2. Tidak menggunakan lokalisir Menggunakan lokalisir
3. Dilakukan dengan modalitas Dilakukan setelah dokter bedah telah
fluoroscopy menentukan rute dan penempatan tubuh
yang akan digunakan untuk menentukan
BA
5. Bagaimana cara mengevaluasi letak benda asing dari dua metode?
JAWAB :
a. Metode triangukasi
- Metode ini menggunakan prinsip sinar oblik
- Cara menentukan kedalaman benda asing : kedalaman benda asing metode
triangulasi dengan mengukur menggunakan segitiga kongruen.
b. Metode paralaks
- Radiograf yang dihasilkan akan tampak benda asing tergambar dua buah
- Radiograf titik=titik pada lokalisir akan tampak dua lubang dari titik-titik
pada lokalisir
- Cara menentukan kedalaman benda asing : menggunakan jangka sorong
kemudian cari jarak yang sama antara pergeseran bayangan pada benda
asing dengan pergeseran gambaran titik-titik pada lokalisir.

6. Berikan ilustrasi atau contoh kasus pada masing-masing metode pada


pemeriksaan corpus alienium!
JAWAB :
a. Metode paralaks : Pasien asal Sukaharjo bernama Dani (14 tahun) mengeluhkan
sakit yang luar biasa di bagian perut selama seminggu. Kemudian dilakukan
pemeriksaan foto abdomen dan ternyata hasil foto didalam perut terdapat
tumbuhan toge.
b. Metode triangulasi
- Pasien bernama Ana (35 tahun) datang ke unit radiologi dengan kasus
kecelakaan lalu lintas. Pasien mengeluh sakit pada area orbita karena pada
area orbitanya terkena pecahan kaca mobil. Radiografer diminta untuk
mengambil foto untuk mengetahui sebera dalam pecahan kaca tersebut
tertancap di bagian orbita.
7. Pemeriksaan radiologi benda asing pada daerah pelvis dilakukan dengan
menggunakan metode triagulasi. Adapun SID yang digunakan adalah 100 cm dan
ketebalan pelvis 18 cm. Hasil ISD pada radiograf adalah 1,5 cm. Berapa kedalaman
benda asing dari MSS? Berikan ilustrasi gambar terhadap ukuran-ukuran diatas!
JAWAB :
Diketahui :
- SID/ FFD : 100 CM
- Tebal pelvis (t) : 18 cm
- ISD : 1,5 cm
- TSD : 1/10 FFD
= 100/10
= 10 cm
Ditanya :
x = ....? dan ilustrasi gambar
Dijawab :
d = 13,04 cm
jadi ketebalan benda asing dari film adalah 13,04 cm
x=td
= 18 13,04
= 4,96 cm
*jadi, kedalaman benda asing dari MMS adalah 4,96 cm
Gambar llustrasi :

8. Pemeriksaan radiologi benda asing pada daerah pelvis dilakukan dengan


menggunakan metode triangulasi. Adapun SID yang digunakan adalah 90 cm dan
ketebalan pelvis 20 cm. Hasil pengukuran ISD pada radiograf adalah 1,3 cm. Berapa
kedalaman benda asing dari MSS? Berikan ilustrasi gambar terhadap ukuran-ukuran
diatas!
JAWAB :
Diketahui :
- SID/ FFD : 100 CM
- Tebal pelvis (t) : 20 cm
- ISD : 1,3 cm
- TSD : 1/10 FFD
= 90/10
= 9 cm
Ditanya :
x = ....? dan ilustrasi gambar
Dijawab :
d = 11,35 cm
Jadi kedalaman benda asing dari film adalah 11,35 cm
x=td
= 20 11,35
= 8,65 cm
*jadi, kedalaman benda asing dari permukaan adalah 8,65 cm
Gambar Ilustrasi :

Anda mungkin juga menyukai