Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KIMIA FISIKA III

PENGARUH PH, KONSENTRASI DAN JENIS PELARUT TERHADAP


AKTIVITAS ENZIM AMYLASE PADA TAUGE

DISUSUN OLEH :
1. BAIQ SUMIATUN AZLUZI (E1M014004)
2. NURUL FUADY (E1M014041)
3. SITI RAHMAH (E1M014052)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MATARAM
2015
MEKANISME FASA CAIR
Pengaruh pH, Konsentrasi Dan Jenis Pelarut Terhadap Aktivitas Enzim Amylase Pada
Tauge

A. Tujuan
1. mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim pada tauge
2. mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap aktivitas enzim pada tauge
3. Mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas enzim pada tauge

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengaruh konsentrasi pada kerja enzim yang ada di tauge ?
2. Bagaimana pengaruh jenis pelarut terhadap laju reaksi enzim yang ada di tauge ?
3. Bagaimana pengaruh pH terhadap aktivitas enzim pada tauge?

C. Hipotesis
1. Semakin besar konsentrasi pada enzim akan mempercepat laju reaksinya dikarenakan
banyaknya partikel yang akan bertumbukan secara efektif
2. Pelarut terbagi menjadi polar, non polar dan semi polar yang mengakibatkan perbedaan
dari aktivitas enzimnya akibat perbedaan pelarut
3. Aktivitas enzim amylase pada tauge memiliki aktivitas yang tinggi pada pH asam karena
enzim pada umumnya bekerja pada pH rendah (asam).

D. Landasan teori
Enzim adalah molekul protein yang berperan sebagai biokatalis dan berfungsi untuk
mengkatalisis reaksi-reaksi metabolisme yang berlangsung pada mahkluk hidup. Fungsi ini
dipengaruhi oleh faktor lingkungannya seperti temperatur, keasaman (pH), konsentrasi
substrat, konsentrasi enzim dan aktivator. Pada kondisi optimum, laju reaksi enzimatik akan
bekerja secara optimum, sehingga diperoleh produk yang lebih banyak. Laju reaksi enzimatik
akan bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim, akan tetapi laju reaksi dapat
mencapai konstan bila jumlah substrat bertambah terus sampai melewati batas kemampuan
enzim (Mappiratu dan Nurhaeni, 2009).
Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat tertentu. Kekhasan inilah cirri
suatu enzim. Ini sangat berbeda dengan katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja
terhadap berbagai macam reaksi. Fungsi suatu enzim adalah sebagai katalis untuk proses
biokimia yang terjadi didalam sel maupun diluar sel. Suatu enzim dapat mempercepat reaksi
108 sampai 1011 kali lebih cepat dari pada apabila reaksi tersebut dilakukan tanpa katalis. Jadi
enzim dapat berfungsi sebagai katlis yang sangat efisien, disamping itu mempunyai derajar
kekhasan yang tinggi. Seperti juga katalis lainnya, maka enzim dapat menurunkan energy
aktivitas suatu reaksi kimia. Reaksi kimia ada yang membutuhkan energy (energi endorgani)
dan ada pula yang menghasilkan energy atau mengeluarkan energy (eksorgonik) (Ana,
Poedjadi, 2005)
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa factor, terutama adalah substrat, suhu,
keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman)
optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein yang dapat mengalami perubahan
bentuk jika suhu dan keasaman berubah, diluar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat
bekerja secara optimal atau struktur akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan
enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain.
Inhibitor adalah molekul yang menurunkan ativasi enzim, sedangkan activator adalah yang
meningkatkan aktifitas enzim. Banya obat dan racun adalah inhibitor enzim (Anonim, 2009)

E. Alat dan bahan


1. Alat
a. Tabung reaksi 8 buah
b. Rak tabung reaksi
c. Pipet tetes
d. Lumping dan alu
e. Stopwatch
f. Gelas kimia
g. Pengaduk
h. Pemanas
i. Spatula
j. corong
2. Bahan
a. Larutan amilum 1 %
b. Asam cuka
c. Larutan detergent
d. Larutan iodium 10 %
e. Ekstrak tauge
f. Aquades
g. Kertas saring
h. Indicator universal
i. Larutan alcohol

F. Prosedur Kerja
a. Memasukkan touge kedalam lumpang alu sampai hancur
b. kemudian touge dihancurkan membentuk homogennya.
c. Menyaring ekstrak touge yang telah dihancurkan dengan kain saring. Kemudian filtrat
yang dihasilkan selanjutnya akan dimasukkan kedalam masing-masing tabung.

Pengaruh pH dan jenis pelarut


1. Menyiapkan jenis pelarut yang digunakan ( Air, Asam Cuka, Alkohol, Detergent)
1. Mengukur PH masing-masing larutan dengan indicator universal
2. Menyiapkan 4 buah tabung reaksi mengisi larutan sebagai tabel berikut :

Tabung Amilum Larutan I2 Jenis pelarut


Air Asam cuka Alcohol Detergent
A 1 ml 1 tetes 1 ml
B 1 ml 1 tetes 1 ml
C 1 ml 1 tetes 1 ml
D 1 ml 1 tetes 1 ml

3. Menambahkan 1 ml larutan enzim kedalam masing-masing tabung.


4. Mengamati perubahan warna dari warna ungu menjadi warna putih reaksi tersebut
dan menghitung waktunya.
5. Membuat kurva reaksi antara pH / jenis pelarut dan waktu reaksi.

Pengaruh konsentrasi

1. menyiapkam 4 buah tabung reaksi dan mengisi larutan seperti tabel berikut:

Tabung Amilum Air I2 Enzim

A 1 ml 1 ml 1 tetes 0,5 ml

B 1 ml 1 ml 1 tetes 1 ml

C 1 ml 1 ml 1 tetes 2 ml

D 1 ml 1 ml 1 tetes 3 ml

2. Mengocok larutan, setelah itu mendiamkan pada suhu kamar

3. Mengamati perubahan warna dari larutan dan menghitung waktunya

4. Membuat kurva reaksi antara konsentrasi enzim dan waktu reaksi


G. HASIL PENGAMATAN

1. Pengaruh pH dan jenis pelarut

Jenis pelarut ( PH) Waktu (s)

Air ( PH 7) 12 .

Detergent ( PH 9) 69

Alkohol ( PH 8) 50

Asam Cuka ( PH 2) 103

2. Pengaruh konsentrasi

mL enzim Waktu (s)

0.5 mL 341

1 mL 312

2 mL 261

3 mL 216

H. ANALISIS DATA
Rumus V= 1/T
Pengaruh pH dan jenis pelarut
1. Laju reaksi pelarut air ( pH 7)
V= 1/T = 1/ 12 = 8,3 10-2
2. Laju reaksi pelarut detergen ( pH 9)
V= 1/T = 1/ 69 = 1,4 10-2
3. Laju reaksi pelarut alcohol ( pH 8)
V= 1/T = 1/ 50= 2 10-2
4. Laju reaksi pelarut asam cuka (pH 2)
V= 1/T = 1/ 103 = 0.9 10-2
Grafik yang menggambarkan hubungan antara laju reaksi dengan pH larutan dan
jenis pelarut

Pengaruh konsentrasi
1. Laju reaksi untuk volume 0.5 mL
V= 1/T = 1/ 341 = 2.9 10-3
2. Laju reaksi untuk volume 1 mL
V= 1/T = 1/ 312 = 3,2 10-3
3. Laju reaksi untuk volume 2 mL
V= 1/T = 1/ 261= 3.8 10-3
4. Laju reaksi untuk volume 3 mL
V= 1/T = 1/ 216 = 4 10-3

Grafik yang menggambarkan hubungan antara laju reaksi dengan pH larutan dan
jenis pelarut
I. PEMBAHASAN
Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis(senyawa yang
mepercepat proses tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Adapun tujuan ingin di
ketahui yaitu menentukan aktivitas enzim pada pengaruh pH dan pengaruh konsentrasi, dan
enzim yang digunakan yaitu enzim amilase yang terdapat pada tauge. Sebagian besar enzim
adalah protein, namun tidak semua protein adalah enzim. Enzim bekerja secaara spesifik dan
bekerja pada pH dan suhu tertentu.
Pada perlakuan pertama yaitu mengenai pengaruh pH dan jenis pelarut terhadap
kerja enzim, dimana jenis pelarut yang digunakan adalah air, asam cuka, alcohol, dan
detergen. Sebelum dicampurkan dengan enzim, masing-masing pelarut diukur pH-nya
menggunkan indicator universal. Setelah diukur, didapatkan pH masing-masing pelarut adalah
pH air sebesar 7, pH alcohol adalah 8, pH detergent adalah 9 dan pH asam cuka adalah 2.
Selanjunya yaitu larutan yang memiliki kadar pH yang berbeda-beda yaitu pH 2, 7, 8 dan 9 di
masukkan kedalam 4 tabung kemudian menambahkan amilum 1 ml selanjutnya
menambahkan lagi dengan larutan iodium, dimana amilum adalah polisakarida yang terbentuk
dari jutaan molekul maltose yang berbentuk spiral, dan akan mengurung iodium dalam
spiralnya sehingga terbentuk warna biru gelap,kemudian di tambahkan dengan ekstra tauge
yang mana kandungan enzim amilase yang terdapat pada ekstra tauge akan mengubah amilum
menjadi D-glukosa.
Adapun waktu kerja enzim pada masing-masing jenis pelarut yaitu pada air
sebesar 12 detik, detergent 1 menit 9 detik, alcohol 50 detik, asam cuka 1 menit 43 detik.
Dari waktu tersebut kita bisa menentukan laju reaksi masing-masing pelarut dengan
menghitung 1/T dari waktu masing-masing pelarut. Sehingga didapatkan laju masing-masing
pelarut adalah untuk air 8,3 10-2, untuk detergent 1,4 10-2, untuk alcohol 2 10-2, dan untuk
asam cuka 0,9 10-2. Sehingga dapat dilihat bahwa enzim bekerja dengan baik pada pH yang
tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa yaitu pada pH netral yaitu pH 7. Dimana, hubungan
antara laju reaksi dengan jenis pelarut dan pH digambarkan oleh grafik dibawah ini:

Selanjutnya mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap kerja enzim, dimana hasil


yang di peroleh dari pengaruh konsentrasi adalah volume 3 ml membutuhkan waktu sebesar 3
menit 36 detik, 2 ml sebesar 4 menit 21 detik, 1 ml sebesar 5 menit 12 detik dan 0.5 ml
sebesar 5 menit 41 detik. Sama halnya seperti pengaruh pH dan jenis pelarut terhadap kerja
enzim, untuk mengetahui laju reaksi dari pengaruh konsentrasi ditentukan dengan menghitung
nilai 1/T dari waktu masing-masing pelarut. Laju reaksi masing-masing adalah untuk 3 ml
enzim nilainya adalah 4 10-3, untuk 2 ml sebesar 3.8 10-3, untuk 1 ml sebesar 3,2 10-3 dan
untuk 0.5 ml sebesar 2.9 10-3.. Pada perlakuan ini masing-masing tabung di tambahkan
dengan amilum, air pada pH 7 ,iodium dan enzim dengan konsentrasi yang berbeda. Bahwa
dapat di lihat semakin rendah konsentrasi enzim maka kerja enzim tersebut lambat, begitu
pula bila konsentrasi enzim terlalu tinggi maka kerja enzim tersebut cepat. Hal ini dapat
dilihat dari hasil pengamatan di mana larutan yang konsentrasi enzimnya 3 ml lebih cepat
kerja enzimnya dibandingakan dengan konsentrasi enzimnya 2 ml, 1ml dan 0.5 ml. Sehingga
dapat di ketahui rendahnya konsentrasi enzim sangat mempengaruhi system kerja enzim itu
sendiri. Hubungan antara konsentrasi enzim dengan laju reaksi dapat digambarkan dalam
grafik di bawah ini:

Adapun tujuan dari penambahan iodium untuk mengetahui waktu reaksi dari
larutan tersebut sampai mengalami perubahan warna menjadi warna putih. Penambahan
larutan dengan pH7 bertujuan agar enzim tersebut,dapat bekerja , karena diketahui bahwa
enzim dari tauge dapat bekerja dengan baik pada pH normal.
Pada kurva yang di peroleh melalui percobaan dapat di lihat bahwa aktivitas
enzim paling tinggi pada pH 7,0. Hal ini menunjukkan bahwa pada pH 7,0 enzim memliki
aktivitas maksimum,sehingga pH optimum untuk enzim amilase pada ekstrak touge adalah
7,0 seperti yang terlihat pada kurva hubungan pH dengan laju reaksi (aktivitas enzim).

J. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan, analisis data dan kesimpulan dapat di simpulkan
bahwa :
a. Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi pH maka aktifitas
enzim semakin lambat.
b. Pengaruh konsentasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi konsentrasi maka
aktifitas enzim semakin lambat.
c. Sifat kerja enzim sangat di pengaruhi oleh pengaruh suhu,konsentrasi, dan pH.
d. pH optimum untuk enzim amilase pada ekstra tauge adalah pH 7,0.
e. Aktifivitas enzim dan konsentrasi enzim memiliki hubungan perbandingan yang lurus
dimana semakin besar konsentrasi maka tinggi aktivitas enzim tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009. Enzim.(http: //id.Wikipedia.org/Wiki/enzim) Diakses 26 Oktober 2011


Poedjadi,Ana dkk.2005.Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press)
Mappiratu dan Nurhaeni. 2009. Penuntun Praktikum Enzim Pangan. Jurusan Kimia Fmipa
Universitas Tadulako, Palu.
JURNAL PROYEK MEKANISME FASA CAIR

a. Proyek mekanisme fasa cair ini mulai dikerjakan pada tanggal 8 desember 2016, diawali
dengan pembuatan proposal atau rangkaian kegiatan proyek yang akan dilakukan. Pada hari
kamis tanggal 8 desember 2016 jam 14.30 WITA kami berkumpul untuk menentukan ide dan
rangkaian kegiatan untuk percobaan pertama mengenai mekanisme fasa cair. Saat berkumpul
untuk menentukan judul, masing-maing orang dari kelompok kami mempunyai ide yang
berbeda, yaitu sebagai berikut :
Baiq sumiatun Azluzi : pengaruh pH, jenis pelarut dan konsentrasi terhadap aktivitas
enzim pada tauge
Nurul Fuady : pengaruh perlakuan penambahan detergent kedalam larutan yang
bertaburkan lada
Siti Rahmah : pengaruh jenis pelarut terhadap aktivitas enzim pada kentang
karena disini terdapat perbedaan ide, otomatis ada berbagai macam pendapat diantara kami,
akan tetapi itu tidak membuat kami berselisih antara satu dengan yang lain, kami menelaah
masing-masing ide yang kami tawarkan dan bagaimana perkiraan untuk kedepannya.
Akhirnya setelah mencari referensi dari berbagai sumber dan menanyakan kepada beberapa
dosen, akhirnya judul yang kami gunakan adalah judul dari usulan Baiq Sumiatun azluzi,
karena pembahasan diperkirakan akan lebih kompleks karena membahas tentang pH,
konsentrasi dan jenis pelarut.
b. Pada tanggal 10 desember, kelompok kami mengajukan judul beserta rangkaian percobaan
kepada kak Hasnawati, pengajuan judul kami ini tergolong paling lambat dikarenakan
beberapa hal, yaitu perbedaan pendapat yang mesti kami pikirkan bersama terlebih dahulu
sehingga bisa didapatkan hasil fixnya.
c. Pada tanggal 15 desember 2016, kami melakukan kegiatan percobaan di laboratorium.
Mencoba melakukan kegiatan proyek, akan tetapi pada tanggal 15 desember 2016 ini, proyek
percobaan yang kami lakukan dinyatakan gagal karena ekstrak tauge yang kami gunakan
kurang mencukupi, sehingga percobaan pertama kami hentikan sampai disini.
d. Pada tanggal 17 desember 2016, kami mencoba kembali proyek mekanisme fasa cair, dan
percobaan ini kami anggap berhasil, karena adanya perubahan warna dari masing-masing
ekstrak tauge yang ditambahkan dengan pelarut yang berbeda. Meskipun percobaan yang
kami lakukan ini tergolong berhasil, akan tetapi kami belum bisa membuat video percobaan
dikarenakan tidak ada kak Jono di laboratorium sehingga kami tidak bisa meminta indicator
universal dan kami tidak bisa mengukur pH masing-masing jenis pelarut, sehingga percobaan
kami hentikan.
e. Pada hari senin tanggal 19 desember 2016, kami lagi-lagi melakukan percobaan tentang
mekanisme fasa cair. Tantangan yang kami hadapi pada hari senin ini lumayan berbeda
dengan hari-hari sebelumnya. Malam senin, Kami sudah mengingatkan satu sama lain untuk
membawa perlengkapan praktikum (bahan-bahan yang dibutuhkan) besok jam 07.00 am.
Akan tetapi ekspektasi kami tidak sesuai dengan realita yang ada, pada tanggal 19 desember
2016 ini kami janji untuk percobaan jam 07.00, akan tetapi kami datang ke laboratorium jam
08.00. pada saat kami sedang menumbuk tauge sebagai bahan utama dan menyiapkan bahan-
bahan untuk melakukan pembuatan video, beberapa teman kami datang untuk mengingatkan
bahwa ada kuliah organik jam 08.40, sedangkan kami lagi bersiap-siap untuk taken video.
Harapan penyelesaian pembuatan video mekanisme fasa cair kami hilang seketika, karena
kami harus mengikuti perkuliahan. Dan akhirnya kami mencuci beberapa alat yang sudah
kami gunakan.
f. Hari kamis tanggal 22 desember 2016, kami melakukan percobaan lagi, dan hari ini kami
bertekad untuk menyelesaikan video percobaan, karena deadline sudah semakin dekat
sehingga mengharuskan kami untuk melakukan pembuatan video secepatnya. Pada saat
dilaboratorium banyak kakak-kakak yang S2 dan mahasiswa farmasi melakukan percobaan di
laboratorium kimia, sehingga menyulitkan kami untuk membuat video percobaan akibat
kebisingan atau keributan serta tempat percobaan yang tidak cukup akibat keberadaan banyak
orang di laboratorium. Oleh karena adanya hambatan ini, akhirnya kami memutuskan untuk
memfoto tahap-tahap percobaan kami dan akan menggabungkannnya dalam satu video. Pada
hari ini percobaan kami selesai dengan mulus dan percobaan mekanisme fasa cair kami
anggap SELESAI. Hasil ercobaan yang kami angga selesai :
g. Ternyata oh ternyata setelah kami lihat hasil-haisl foto kami, ternyata ada beberapa kesalahan
dalam prosedur yang kami lakukan, hal ini sangat menyakitkan untuk kelompok kami, karena
kami harus mengambil gambar ulang untuk percobaan mekanisme fasa cair ini, selain itu juga
minggu terakhir di bulan desember ini kami memiliki banyak proyek (diantaranya proyek
ikatan kimia, proyek kimia bahan galian yang mengharuskan kami untuk pergi observasi
selama beberapa hari ke tempat-tempat terpencil, kemudian kuis anorganik fisik, tugas
statistika dasar) sehingga kami lumayan drop setelah mengetahui langkah percobaan kami
salah. Kemudian kami saling menyemangati antara kelompok yang satu dengan kelompok
yang lainnya, walaupun dalam hal proyek kami saling berkompetisi untuk mendapatkan hasil
yang terbaik, akan tetapi rasa kekeluargaan dan kebersamaan antara satu kelompok denngan
kelompok yang lain tidak pernah pudar. Dengan adanya proyek ini pula kami bisa merasakan
bagaimana susah senang dalam perkuliahan.
h. Pada tanggal 28 desember 2016 tepatnya pada hari rabu, kami melakukan praktikum ulang
untuk mekanisme fasa cair, dan pada hari ini pula praktikum kami dapat berjalan lancer dan
akhirnya percobaan kami selesai.
i. Tragedi pada tanggal 30 desember 2016 menimpa kelompok kami
Kejadian sebelumnya : Pada hari sabtu tanggal 24 file video dan foto yang telah kami buat.
Akibat memori HP nurul fuady penuh, akhirnya foto dan video dipindahkan ke laptopnya Siti
Rahmah karena kebetulan Baiq Sumiatun tidak berada ditempat kejadian.
Kemudian pada tanggal 30 desember 2016 ini, nurul fuady berencana untuk mengedit video
mekanisme fasa cair, saat Siti Rahmah membuka dan menyalakan laptop, ternyata laptop
yang dicoba untuk dinyalakan tidak bisa nyala. Hancurlah hati dan perasaan kami akibat
laptop tidak bisa nyala dan file ada disana, selesai kuliah dan kuis anorganik fisik, kami
mencoba untuk menyalakan laptop itu kembali, dan alhasil laptop tidak bisa nyala. Kami
berpikir bahwa mungkin ini ujian untuk kami agar kami bisa bersabar, akhirnya kami
memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan kembali berkumpul pada jam 14.00
di kosnya Siti Rahmah. Saat semuanya sudah berkumpul, kami mencoba untuk mengerjakan
proyek sambil mencoba untuk menghidupkan laptop itu lagi, tapi ternyata laptop itu belum
bisa nyala juga. Kami bertiga terdiam dalam satu ruangan membayangkan kemungkinan-
kemungkinan yang terjadi jika laptop itu tidak bisa nyala sampai besok pagi, dan bagaimana
kami bisa mempresentasikan hasil percobaan kami. Dengan penuh luka di hati, kami
mengerjakan tugas dengan membagi tugas power point dikerjakan oleh baiq sumiatun azluzi,
proposal kurva dikerjakan oleh Nurul Fuady, dan jurnal dikerjakan oleh siti rahmah. Di sela-
sela waktu mengerjakan tugas, kami mencoba untuk menghidupkan laptop, tapi belum juga
berhasil, kemudian tepat pada jam 15.49 kami mencoba untuk menghidupkan laptop, dan
akhirnyaa laptop bisa nyala, kemudian kami langsung bersorak ria sebagai penghilang beban
yang telah kami pikirkan sejak tadi, dan akhirnya semua tertawa bahagia. Dari sini kami
belajar bahwa sesulit apapun Setiap masalah pasti akan menemukan jalan keluarnya.
JURNAL PROYEK

Proyek ini