Anda di halaman 1dari 22

KESETIMBANGAN DAN DINAMIKA BENDA TEGAR

1. Identitas
a. Nama Pengembang UKB : Tim MGMPS
b. Asal Sekolah : SMA Negeri 1 Jember
c. Nama Mata Pelajaran : FISIKA
d. Semester :1
e. Kompetensi Dasar :

3.6 Menerapkan konsep torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada
benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari-hari.
4.6 Merencanakan dan melaksanakan percobaan titik berat dan keseimbangan benda
tegar.
Dari LOTS ke
f. Indikator Pencapaian Kompetensi : HOTS
Dalam
mengembangkan 3.6.1 Mendiskripsikan pengertian momen gaya dan memberikan contoh
kemampuan berpikir, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
LOTS dan HOTS 3.6.2 Menganalisis besarnya momen gaya pada suatu benda.
merupakan satu
kesatuan:
3.6.3 Menganalisis konsep momen kopel yang bekerja pada suatu benda yang
pengembangan dikenai gaya
kemampuan 3.6.4 Mendiskripsikan pengertian momen inersia dan penerapannya dalam
menganalisis, kehidupan
mengevaluasi, dan 3.6.5 Menganalisis besarnya momen inersia partikel
mencipta selalu harus 3.6.6 Menganalisis besarnya momen inersia pada benda tegar
didasarkan pada
3.6.7 Mendiskripsikan pengertian titik berat
pengetahuan dan
pemahaman (tentang
3.6.8 Menganalisis cara menentukan letak titik berat
apa) dan pengetahuan 3.6.9 Menganalisis penerapan konsep titik berat dalam kehidupan sehari-hari
dan pemahaman 3.6.10 Menganalisis koordinat titik berat untuk benda berdimensi satu
tentang kemampuan 3.6.11 Menganalisis koordinat titik berat untuk benda berdimensi dua.
(skills) yang akan 3.6.12 Menganalisis koordinat titik berat untuk benda berdimensi tiga
dikembangkan dan 3.6.13 Menganalisis hukum I Newton pada dinamika rotasi.
digunakan.
3.6.14 Menganalisis hukum II Newton pada dinamika rotasi
Sebagaimana namanya,
sekecil apa pun suatu 3.6.15 Menganalisis besarnya nilai momentum sudut.
keterampilan, harus 3.6.16 Menganalisis hubungan antara momentum sudut dengan torsi.
dilatih dan menjadi 3.6.17 Memformulasikan hukum kekekalan momentum sudut pada gerak rotasi.
terlatih sampai tingkat 3.6.18 Menganalisis besarnya energi kinetik rotasi yang bekerja pada suatu benda.
master 3.6.19 Menganalisis besarnya energi dalam gabungan gerak rotasi dan translasi (benda
yang menggelinding).
3.6.20 Menganalisis besarnya usaha dalam gerak rotasi.

4.6.1 Menganalisis konsep momen gaya


4.6.2 Menyelidiki peristiwa dari penerapan momen inersia
4.6.3 Menyelidiki peristiwa dari penerapan titik berat
4.6.4 Menyelidiki peristiwa dari penerapan titik berat.
4.6.5 Menyelidiki peristiwa dari penerapan hukum I dan II Newton pada dinamika
rotasi
4.6.6 Menyelidiki peristiwa dari penerapan hukum kekekalan momentum sudut
4.6.7 Menyelidiki besarnya energi pada sebuah benda yang mengalami gerak rotasi
dan translasi
Mencerminkn HOTS,
karakter, literasi, 4C
g. Materi Pokok : Kesetimbangan dan Dinamika Benda Tegar
h. Alokasi Waktu : 12 jp
i. Tujuan Pembelajaran :

Melalui diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan analisis, peserta didik dapat
menerapkan prinsip momen gaya dan merancang percobaan untuk menentukan
momen gaya pada suatu benda beserta presentasi hasil dan makna fisisnya, sehingga
peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
melalui belajar inkuiri, mengembangakan sikap jujur, peduli, dan bertanggungjawab,
serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi,
kreativitas (4C).

Salah satu cara memperkuat


budaya literasi

j. Materi Pembelajaran
a. Lihat dan baca pada Buku Teks Pelajaran (BTP): (1)Nugroho Prasetyo, Aris,
dkk. 2016. Buku Siswa Fisika X Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam.
Mediatama, (2) MGMP Fisika. 2016. Buku Pintar Belajar Fisika SMA Kelas X.
Sagufindo Kinarya, dan (3) Kanginan, Marthen. 2016. Fisika untuk SMA Kelas
XI. Jakarta: Penerbit Erlangga, (4)Internet: www.e-dukasi.net.

2. Peta Konsep
Apersepsi

3. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan
Sebelum belajar pada materi ini silahkan kalian membaca dan memahami cerita
di bawah ini.

Suatu hari Anton sedang memasang sebuah mur dan baut pada sepeda
motornya. Jika pada saat itu ada 3 kunci/engkol yang sama untuk memasang
mur dan baut ke sepeda, namun kunci-kunci tersebut memiliki panjang yang
berbeda.
Menalar, berpikir kritis

Pertanyaan:
a. Kunci mana yang akan dipilih Anton?
b. Mengapa Anton memilih kunci tersebut?
c. Apa yang dirasakan Anton ketika memilih kunci tersebut? Semakin
besarkah tenaga yang dia kerjakan?
d. Gambarkan arah tenaga pada saat Anton memutar mur dan baut
menggunakan kunci/engkol!

Untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut, silahkan kalian lanjutkan ke


kegiatan belajar berikut dan ikuti petunjuk yang ada dalam UKB ini.

Salah satu cara b. Kegiatan Inti


memperkuat 1) Petunjuk Umum UKB
budaya literasi a) Baca dan pahami materi pada Buku Teks Pelajaran Kanginan,
Marthen. 2016. Fisika untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga .
Halaman 256-297.
b) Setelah memahami isi materi dalam bacaan berlatihlah untuk
berfikir tinggi melalui tugas-tugas yang terdapat pada UKB ini baik
bekerja sendiri maupun bersama teman sebangku atau teman lainnya.
c) Kerjakan UKB ini dibuku kerja atau langsung mengisikan pada bagian
yang telah disediakan.
d) Kalian dapat belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan ayo
berlatih, apabila kalian yakin sudah paham dan mampu
menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar
vector kalian boleh sendiri atau mengajak teman lain yang sudah siap
untuk mengikuti tes formatif agar kalian dapat belajar ke UKB
berikutnya.

2) Kegiatan Belajar
Ayoikuti kegiatan belajar berikut dengan penuh kesabaran dan
konsentrasi !!!

Kegiatan Belajar 1
Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh
konsentrasi !

1. Pengertian Momen Gaya


Momen gaya atau torsi
didefinisikan sebagai hasil
perkalian silang antara
vector posisi titik kerja gaya
dengan vector gaya.

KETERANGAN :
F : Gaya
O : Pusat massa benda/pusat momen
: Jarak antara garis kerja gaya dengan pusat massa benda.

(a) Gaya F yang garis kerjanya mengenai pusat massa benda (O) membuat benda
bergerak Translasi.
(b) Gaya F yang garis kerjanya mempunyai jarak tertentu () dari pusat massa benda (O)
dan menyebabkan benda menjadi berotasi disebut momen gaya/torsi.
Untuk memutarkan titik O, diperlukan momen gaya/torsi. Dinyatakan secara matematis,
yaitu :
=
Keterangan:
F : gaya
r : vector kedudukan
: momen gaya
Jika antara sudut r dan F adalah ,
maka besar momen gaya adalah :
=
Keterangan:
= lengan momen (m)
F = gaya (N)
= momen gaya (mN)

2. Arah Momen Gaya


Momen gaya merupakan besaran Vektor, arah momen gaya di tentukan oleh aturan
tangan kanan(gambar 9.6) atau juga dapat dinyatakan menurut arah gaya (gambar
6.7).
3. Resultan beberapa Momen Gaya
Jika pada suatu benda bekrja beberapa buah gaya yang membentuk beberapa
moemen gaya, maka resultan momen gaya sama dengan jumlah aljabar dari masing-
masing gaya itu.

= (. )

Contoh

Budi sedang memutar sebuah baut menggunakan engkol yang memiliki panjang
20 cm dengan gaya sebesar 10 N.

Diskusi
a. Berapakah momen gaya yang dihasilkan jika arah gaya tegak lurus dengan
panjang engkol?
b. Berapakah momen gaya yeng dihasilkan jika antara gaya dan panjang
engkol membentuk sudut 30?
Membiasakan
berpikir
sistematis dan
logis

a. = r F = 0,2 x 10 = 2 Nm
b. = sin = 0,2 x 10 x sin 30 = 1 Nm

Ayoo berlatih!
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan contoh di atas, maka:
Anda bisa mencoba latihan berikut:
Tentukan torsi tiap gaya dan torsi totalnya terhadap poros O.

Apabila kalian telah mampu mengerjakan soal diatas, jika telah memahami,
maka kalian bisa melanjutkan pada kegiatan belajar 2 berikut.

Kegiatan Belajar 2

Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh konsentrasi !

Besaran massa kali kuadrat jaraknya terhadap sumbu putar ini, ternyata sangat
penting artinya untuk menganalisis sifat gerak berputar. Besaran 2 ini
kemudian disebut momen inersia.
Sebuah partikel bermassa yang berputar pada sebuah sumbu berjarak dari ,
dikatakan memiliki momen inersia sebesar:
= 2

Momen inersia merupakan besaran skalar. Satuannya dalam SI ialah 2 . Untuk


momen inersia sebuah benda terhadap suatu sumbu putar, dapat dipandang
sebagai jumlah momen inersia partikel-partikel penyusunannya.

= 2

atau = 1 12 + 2 22 + 3 32 +
Berkolaborasi Karakter

Lakukan langkah kegiatan berikut


1. Bentuklah kelompok yang terdiri 4-5 orang secara heterogen tanpa
membedakan suku dan agama!
2. Bacalah LKS berikut dan lakukan kegiatan praktikum bersama
kelompokmu
MOMEN INERSIA

Nama Anggota Kelompok:

1. 3.

2. 4.

Pertanyaan: Hipotesis:

TUJUAN
o Menganalisis besaran yang mempengaruhi momen inersia

ALAT DAN BAHAN


o Dua batang kayu dengan ukuran dan massa sama (tebal dan lebar jangan terlalu besar).
o Satu buah batang kayu dengan massa yang lebih besar (panjangnya harus sama dengan
batang sebelumnya).
o Paku dengan panjang 10 cm.
o Karet gelang.

VARIABEL
o Variabel bebas :
o Variabel control :
o Variabel terikat :

CARA KERJA
o Lubangi ketiga batang kayu yang telah disediakan, dengan ukuran lubang harus sedikit
lebih besar dari diameter paku.
Untuk kayu yang massanya sama, 1 batang dilubangi dengan posisi lubang di ujung
batang (beri label batang 1). Sedangkan untuk yang satunya dilubangi di tengah-tengah
(beri label batang 2).
Untuk massa yang lebih besar, lubangi di ujung (beri label batang 3).
o Setelah diberi lubang, ambil batang 1 dan masukkan paku pada lubangnya.
o Ikatlah dengan karet ujung paku yang runcing agar batang tidak lepas.
o Peganglah salah satu ujung paku dengan tangan kanan, kemudian putarlah kayu tersebut
dengan poros di ujung oleh tangan kiri.
o Peganglah salah satu ujung paku dengan tangan kanan, kemudian putarlah kayu tersebut
dengan poros di ujung oleh tangan kiri.
o Jagalah batang tersebut agar tetap berputar hanya menggunakan tangan kanan tanpa
bantuan tangan kiri.
o Lakukan langkah 2-5 untuk batang 2 dan 3.

PERTANYAAN

1. Bandingkan karakteristik sensasi yang Anda rasakan saat memutar batang 1 dan batang 2.
Jelaskan apa yang Anda rasakan!
2. Bandingkan karakteristik sensasi yang Anda rasakan saat memutar batang 1 dan batang 3.
Jelaskan apa yang Anda rasakan!
3. Jika ditinjau secara keseluuhan, bagaimanakah hubungan antar massa dan posisi poros
putar dengan sensasi yang Anda rasakan!

Jika sudah memahami, lanjutkan pada kegiatan ayo berlatih berikut.


Menujukkan kegiatan belajar yang
bertahap dan berlanjut
Ayo berlatih!!

Seorang ahli mesin sedang


mendesain suatu bagian mesin yang
terdiri dari tiga penyambung yang
dihubungkan oleh tiga penopang
ringan. Ketiga penyambung dapat
dianggap sebagai partikel yang
dihubungkan oleh batang-batang
ringan (massanya dapat diabaikan).
a. Berapakah momen inersia
bagian mesin itu terhadap
poros melalui A?
b. Berapakah momen inersia
terhadap poros yang
bertepatan dengan batang BC!
Apabila kalian sudah mampu mengerjakan latihan ini, maka kalian bisa
melanjutkan pada kegiatan belajar 3 berikut.

Kegiatan Belajar 3
Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh konsentrasi !
Semua benda di bumi mempunyai berat. Berat suatu benda dapat dianggap terkonsentrasi pada
satu titik yang di sebut pusat gravitasi atau titik berat. Pada titik berat ini gaya-gaya yang bekerja
menghasilkan momen resultan sama dengan nol. Karena itulah benda yang di tumpu pada titik
beratnya akan berada dalam keseimbangan statik. Dengan kata lain titik berat adalah titik tangkap
dari semua gaya yang bekerja. Contoh berikut ini menunjukkan bagaimana menentukan letak
resultan gaya yang sejajar.

Contoh soal

Empat buah gaya masing-masing F1 = 20N, F2 = 30N, F3 = 40N dan F4 = 10N bekerja pada
sepanjang sumbu x seperti gambar berikut. Tentukanlah letak resultan keempat gaya tersebut!

Jawab:
gaya F1= 20 N dengan x1=-1m
gaya F2=30 N dengan x2=1m
gaya F3=40 N dengan x3=2m
gaya F4= 10 N dengan x4=3m

Letak resultan keempat gaya tersebut dapat di tentukan dengan persamaan


Benda dengan berat w tersusun atas partikel-partikel dengan berat w1, w2, w3, .... yang terletak
pada koordinat (x1,y2,z3), (x2,y2,z2), (x3,y3,z3) dan seterusnya...

Letak titik resultan gaya-gaya tersebut secara umum dapat ditentukan dengan persamaan

w1= w2= w3= berat masing-masing partikel


X1 = letak partikel 1 pada sumbu x
X2 = letak partikel 2 pada sumbu x
X3 = letak partikel 3 pada sumbu x

y1 = letak partikel 1 pada sumbu y


y2 = letak partikel 2 pada sumbu y
y3 = letak partikel 3 pada sumbu y

z1 = letak partikel 1 pada sumbu z


z2 = letak partikel 2 pada sumbu z
z3 = letak partikel 3 pada sumbu z

Titik berat benda homogen satu dimensi (garis)

Untuk benda-benda berbentuk memanjang seperti kawat , massa benda dianggap diwakili oleh
panjangnya (satu dimensi) dan titik beratnya dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:
Contoh soal :
Tentukanlah letak titik berat benda homogen satu dimensi
seperti gambar berikut ini!
Titik berat benda-benda homogen berbentuk luasan (dua dimensi)

Jika tebal diabaikan maka benda dapat dianggap berbentuk luasan (dua dimensi), dan titik
berat gabungan benda homogen berbentuk luasan dapat ditentukan dengan persamaan berikut:

A1 = Luas Bidang 1
A2 = Luas bidang 2
x1 = absis titik berat benda 1
x2 = absis titik berat benda 2
y1 = ordinat titik berat benda 1
y2 = ordinat titik berat benda 2

Titik berat benda homogen berbentuk luasan yang bentuknya teratur terletak pada sumbu simetrinya.
Untuk bidang segi empat, titik berat diperpotongan diagonalnya, dan untuk lingkaran terletak dipusat
lingkaran. Titik berat bidang homegen di perlihatkan pada tabel berikut:
Titik berat benda-benda homogen berdimensi tiga

Letak titik berat dari gabungan beberapa benda pejal homogen berdimensi tiga dapat ditentukan
dengan persamaan:

V1=Volume Benda 1
V2= Volume Benda 2
x1 = absis titik berat benda 1
x2 = absis titik berat benda 2
y1 = ordinat titik berat benda 1
y2 = ordinat titik berat benda 2
Ayoo berlatih!
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan contoh di atas, maka:
Anda bisa mencoba latihan berikut:

1. Dimanakah titik berat dari bangun seperti pada gambar di bawah ini?

Kegiatan Belajar 4

Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh konsentrasi !
1. Hukum I Newton (Keseimbangan Benda Tegar)
Keadaan keseimbangan tercapai jika resultan gaya yang bekerja pada sistem benda tidak
dapat mengubah keadaannya.
= 0
Hubungan mengenai momen gaya, momen inersia, dan percepatan sudut identik dengan
hubungan antar gaya, massa, dan percepatan. Maka persamaan di atas dalam dinamika rotasi
dapat menjadi
= 0

Kedua persamaan di atas dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan


keseimbangan benda tegar. Keseimbangan benda tegar sendiri dapat terbagi atas 2 jenis,
yaitu:

a. Keseimbangan benda tegar statis


Keseimbangan statis benda tegar didefinisikan sebagai benda dalam keadaan
seimbang (translasi dan rotasi), yang dipenuhi oleh = 0 dan = 0, dan benda
harus dalam keadaan diam, yang dipenuhi oleh kecepatan linier = 0 dan kecepatan
sudut = 0.
b. Keseimbangan benda tegar dinamis
Keseimbangan dinamis benda tegar didefinisikan sebagai benda dalam keadaan seimbang
(translasi dan rotasi), yang dipengaruhi oleh = 0 dan = 0, dan benda berada
dalam keadaan bergerak, yang dipenuhi oleh kecepatan linier = 0 dan kecepatan sudut
= 0.

2. Hukum II Newton
Pada dinamika translasi berlaku hukum II Newton yang berbunyi: Percepatan yang dialami
oleh suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada benda dan
berbanding terbalik dengan massa benda.

=

Karena dinamika rotasi analog dengan dinamika translasi, maka pada dinamika rotasi berlaku
pula hukum II Newton untuk gerak rotasi yang berbunyi: Percepatan sudut yang dialami suatu
benda berbanding lurus dengan resultan momen gaya luar yang bekerja terhadap poros
melalui pusat massa dan berbanding terbalik dengan momen inersia benda terhadap poros.

=

Lakukan langkah kegiatan berikut


1. Bentuklah kelompok yang terdiri 4-5 orang secara heterogen tanpa
membedakan suku dan agama!
2. Bacalah LKS berikut dan lakukan kegiatan praktikum bersama
kelompokmu
Keseimbangan Benda Tegar

Nama Anggota Kelompok:

1. 3.

2. 4.

o TUJUAN
Memformulasikan Hukum Newton untuk dinamika rotasi.

o ALAT DAN BAHAN


CD
Paku kecil
Sterofoam
Solatip

o CARA KERJA
Tutup lubang di tengah CD dengan menggunakan sterofoam dan kuatkan dengan solatip.
Pasang paku pada sterofoam (sampai menembus sterofoam).
Tancapkan pada tanah CD yang sudah dipasangkan paku.
Setelah menancap, putarlah CD tersebut dengan cara memutarnya melalui sisi CD
Amatilah apa yang terjadi akibat Anda memutar CD tersebut.

o HIPOTESIS
Hipotesis:
o KESIMPULAN
Kesimpulan:

Menujukkan kegiatan belajar yang


bertahap dan berlanjut

AYO BERLATIH........
1. Sumbu kedua roda muka dan sumbu kedua roda belakang sebuah truk
yang bermassa 1500 kg berjarak 2 m. Pusat massa truk 1,5 m di belakang
roda muka. Diandaikan bahwa percepatan gravitasi bumi adalah 10 m/s2.
Beban yang dipikul oleh kedua roda muka trus itu sama dengan..

Kegiatan Belajar 5

Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh konsentrasi !
1. Pengertian momentum sudut
Partikel yang bergerak melingkar memiliki momentum sudut. Untuk memahami hal ini,
bayangkan sebuah partikel bermassa berputar dengan kecepatan sudut pada suatu
sumbu putar yang terletak pada jarak dari partikel itu. Lalu linear partikel itu adalah =
dan nilai momentum linear partikel itu adalah:

= =

Dalam gerak rotasi, yang dimaksud momentum sudut (anguler) adalah momen momentum
linear terhadap suatu sumbu putaran. Jika momentum sudut kita beri lambang , maka dapat
didefinisikan:

= .

= 2

= 2

dengan: = massa partikel ()

= kecepatan sudut ()

= jarak tegak lurus antara partikel dan sumbu putar ()

= momentum linear ( 1 )
= momentum sudut ( 2 1 )

2. Arah momentum sudut


Untuk keperluan analisis vektor, persamaan momentum sudut seharusnya ditulis:

Sebab, dan merupakan vektor. Artinya, merupakan hasil perkalian dua vektor (perkalian
silang), yaitu antara vektor dan vektor . Bila sudut antara dan adalah , maka besar
momentum sudut kita nyatakan:

= sin

Arah momentum sudut ditentukan dengan aturan tangan kanan, seperti penentuan arah
momen gaya. Lipatlah keempat jari dari arah ke , maka ibu jari menunjukkan arah .

3. Momentum sudut pada benda berputar


Sebuah benda selalu dipandang terdiri atas banyak partikel dengan massa 1 , 2 , 3 ,
dan seterusnya. Misalnya jarak masing-masing partikel dari sumbu putaran 1 , 2 , 3 , dan
seterusnya. Semua artikel berputar dengan kecepatan sudut sama, yaitu . Jadi, momentum
sudut masing-masing partikel dapat kita tuliskan:

= 1 + 2 + 3 + dan seterusnya.

= (1 12 + 2 22 + 3 32 + )

= ( 2 )

4. Energi kinetik
Sama halnyadengan benda yang bergerak translasi, benda yang bergerak rotasi juga
memilikienergi kinetic yang disebut energi kinetic rotasi.

1
= 2
2
1
= ()2
2
1
= 2 2
2
1
= ( 2 )2
2
1
= 2
2
Apabila sebuah benda tegar melakukan gerak translasi dan gerak rotasi secara simultan
(bersamaan), maka energi kinetic bendda tegar tersebut sama dengan jumlah energi kinetic
translasi dan energi kinetic rotasi benda tersebut.

Energi kinetic translasi benda dihitung berdasarkan anggapan bahwa benda merupakan partikel
ang kecepatan liniernya sama dengan kecepatan pusat massa. Sementara itu, energi kinetic
rotasi dihitung berdasarkan anggapan bahwa benda tegar berotasi terhadap porosnya melalui
pusat massa, sehingga besarnya energi kinetic benda tegar tersebut dapat dinyatakan dengan

= +

1 1
= 2 + 2
2 2

Lakukan langkah kegiatan berikut


1. Bentuklah kelompok yang terdiri 4-5 orang secara heterogen tanpa
membedakan suku dan agama!
2. Bacalah LKS berikut dan lakukan kegiatan praktikum bersama
kelompokmu
Momentum Sudut

Nama Anggota Kelompok:

1. 3.

2. 4.

o TUJUAN
Menganalisis hukum kekekalan momentum dalam kehidupan sehari-hari.

o ALAT DAN BAHAN


Gasing kayu (diameter 10 cm)
Plastisin
Tali atau tambang 2m (usahakan terbuat dari lilitan kain perca agar tidak licin)

o CARA KERJA
a. Lilitkan tali pada gasing.
b. Lempar gasing dengan kencang agar dapat berputar lama.
c. Amati gerakannya beberapa saat.
d. Ketika gasing masih berputar kencang, lemparkan sedikit plastisin pada gasing tersebut
(plastisin harus menempel di atas gasing)
e. Amati pergerakannya.

o HIPOTESIS
Hipotesis:

o KESIMPULAN
Kesimpulan:

Yuks.... Latihan Soal

1. Gambar di bawah ini menunjukkan posisi sesaat dari benda P dan Q yang sedang berotasi
dengan kecepatan konstan 2 m/s dan 3 m/s. Tentukan momentum sudut total P dan Q
terhadap O.
c. Penutup Karakter
Bagian ini dapat
dikreasi lagi, sehingga Bagaimana kalian sekarang?
darimana guru
mendaptkn bukti Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar
tentang kemampuan
siswa dapat lebih kesetimbangan dan dinamika benda tegar, berikut diberikan Tabel untuk
terukur dan self-report mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah
ini bisa sebagai
instrumen guru sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada UKB ini di Tabel berikut.
berdasarkan hasil
pengamatan/mengecek Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi
jawaban siswa
No Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah anda sudah memahami momen gaya?
2. Apakah anda dapat menghitung besar momen gaya
yang bekerja pada suatu benda?
3. Apakah anda sudah memahami konsep momen kopel
yang bekerja pada suatu benda?
4. Apa anda memahami pengertian momen inersia?
Dorongan untuk
5. Apakah anda dapat menghitung momen inersia pada
melaksanakan
kegiatan peer
suatu benda?
instruction, 6. Apakah anda bisa mendefinisikan titik berat dan
berkolaborasi, menentukan letak titik berat pada sebuah benda?
berkomunikasi, 8. Apakah and bisa menganalisis hubungan hukum
berkarakter newton dengan dinamika rotasi pada suatu soal fisika?
9. Apakah anda memahami hubungan antara momentum
sudut dan torsi?
10. Apakah anda bisa secara mandiri memformulasikan
hukum kekekalan momentum sudut pada suatu
benda?
11. Apakah anda dapat menganalisis energi kinetik rotasi
pada benda yang berotasi?
12. Apakah anda dapat menghitung besarnya energi
gabungan gerak rotasi dan translansi pada benda yang
menggelinding?

Jika menjawab TIDAK pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah
kembali materi tersebut dalam Buku Teks Pelajaran (BTP) dan pelajari ulang
kegiatan belajar vector yang sekiranya perlu kalian ulang dengan bimbingan
Guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk mengulang lagi! Dan
apabila kalian menjawab YA pada semua pertanyaan, maka lanjutkan berikut.
Karakter

Dimana posisimu?
Ukurlah diri kalian dalam menguasai materi vector dalam rentang 0 100,
tuliskan ke dalam kotak yang tersedia.
Setelah kalian menuliskan penguasaanmu terhadap materi Vektor, lanjutkan
kegaitan berikut untuk mengevaluasi penguasaan kalian!.

HOTS: Yuk Cek Penguasaanmu terhadap Materi Kesetimbangan dan Dinamika


Menganalisis, Benda Tegar!
mengevaluasi
dan mencipta Agar dapat dipastikan bahwa kalian telah menguasi materi kesetimbangan dan
dinamika benda tegar, maka kerjakan soal berikut secara mandiri di buku kerja
kalian masing-masing.

1. Misalkan titik kerja gaya F (6, 3, -4) N ada pada posisi r (8, 3, -2) m, hitung
Laihan peserta torsi karena gaya tersebut!
didik 2. Tiga partikel identik diikat ke ujung-ujung sebuah segitiga siku-siku sama
menuangkan kaki oleh batang-batang penghubung tak bermassa. Kedua sisi yang sama
ekspresinya dan
memiliki panjang a. Momen inersia benda tegar ini untuk sumbu rotasi
kerunutan cara
menulis dan berimpit dengan hipotenusa (sisi miring) segitiga adalah..
berpiir 3. Sebuah bola tipis berongga bermassa m dan jari-jari R menggelinding dengan
kelajuan linier v sepanjang suatu bidang horizontal tanpa tergelincir (slip).
Jika momen inersia bola adalah 2/3 mR2, maka energi kinetik bola adalah..

4. Dari gambar di samping, letak titik


berat bidang homogen yang diarsir
terhadap sumbu x adalah...

5. Sebuah cincin melingkar tipis m dan jari-jari R diputar terhadap porosnya


dengan kecepatan sudut . Dua benda masing masing bermassa M diikat kuat
pada ujung-ujung diameter cincin yang saling berseberangan. Cincin sekarang
berputar dengan kecepatan sudut =

Setelah menyelesaikan soal di atas dan mengikuti kegiatan belajar kesetimbangan


dan dinamika benda tegar, bagaimana penyelesaian permasalahan pada di bagian
awal pembelajaran tadi? Silahkan kalian berdiskusi dengan teman sebangku atau
teman lain. Kemudian tuliskan penyelesaian matematika tersebutdi buku kerja
masing-masing!.

Ini adalah bagian akhir dari UKB, mintalah tes formatif kepada Guru kalian
sebelum belajar keUKB berikutnya. Sukses untuk kalian!!!