Anda di halaman 1dari 38

Universitas Kristen Krida Wacana

Fakultas Kedokteran

Laporan Keluarga Binaan di UPTD Puskesmas DTP Cilamaya Kabupaten Karawang


dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga

Oleh:
Yudha Adi Pradana S.Ked

Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Karawang, Agustus 2017

1
1. Laporan Kasus ISPA

Puskesmas : UPTD Puskesmas DTP Cilamaya


Alamat : Desa Tegal Waru, Kecamatan Cilamaya Kabupaten Karawang

Desa yang dikunjungi : Desa Tegal Waru


Kecamatan : Cilamaya
Waktu Kunjungan : Sabtu, 26 Agustus 2017

I. Identitas Pasien
a. Nama : Ny. Sulistiawati
b. Tempat dan Tanggal Lahir : Karawang, 6 Juli 1982
c. Umur : 35 Tahun
d. Jenis Kelamin : Perempuan
e. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
f. Pendidikan : SD
g. Alamat : Desa Tegal Waru
h. Status Perkawinan : Menikah
i. Agama : Islam
j. Kewarganegaraan : Indonesia
k. Telepon :-

II. Riwayat Biologis Keluarga


a. Keadaan Kesehatan Sekarang : Sedang
b. Kebersihan Perorangan : Sedang
c. Penyakit yang Sering diderita : Demam, sakit tenggorokan
d. Penyakit Keturunan :-
e. Penyakit Kronis :-
f. Kecacatan Anggota Keluarga : Tidak ada
g. Pola Makan : Cukup
h. Pola Istirahat : Sedang
i. Anggota Keluarga yang Serumah : 2 orang

III. Psikologis Keluarga


a. Kebiasaan Buruk : Sering tidur larut, suka makan gorengan
b. Pengambilan Keputusan : Kepala keluarga
c. Ketergantungan Obat : Tidak ada
d. Tempat Mencari Pelayanan Kesehatan : Puskesmas
e. Pola Rekreasi : Kurang

2
IV. Keadaan Rumah/Lingkungan
a. Jenis Bangunan : Permanen
b. Lantai Rumah : Keramik
c. Luas Rumah : 150 m2
d. Penerangan : Kurang
e. Kebersihan : Kurang
f. Ventilasi : Kurang
g. Dapur : Ada
h. Jamban Keluarga : Ada
i. Sumber Air Minum : PAM (Ledeng)
j. Sumber Pencemaran Air : Tidak ada
k. Pemanfaatan Pekarangan : Pekarangan dimanfaatkan untuk
menjemur pakaian.
l. Sistem Pembuangan Air Limbah : Ada
m. Tempat Pembuangan Sampah : Ada
n. Sanitasi Lingkungan : Kurang

V. Spiritual Keluarga
a. Ketaatan Beribadah : Baik
b. Keyakinan tentang Kesehatan : Baik

VI. Keadaan Sosial Keluarga


a. Tingkat Pendidikan : Kurang
b. Hubungan antar Anggota Keluarga : Baik
c. Hubungan dengan Orang Lain : Baik
d. Kegiatan Organisasi Sosial : Baik
e. Keadaan Ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


a. Adat yang Berpengaruh :-
b. Lain-lain :-

VIII. Daftar Anggota Keluarga


No Nama Lengkap Jenis Tempat Lahir Tanggal Lahir Status
Kelamin
1. Deden Laki-laki Karawang 07-12-1985 Kepala Keluarga
2. Sulistiawati Perempuan Karawang 06-07-1982 Istri
3. Wage Laki-laki Karawang 015-05-2014 Anak

3
IX. Keluhan Utama
Batuk, pilek dan demam ringan sejak 2 hari yang lalu.

X. Keluhan Tambahan
Pusing

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak 2 hari yang lalu pasien mengeluh batuk, pilek dan demam. Batuk kering dan tidak
berdahak. Pilek disertai dengan lendir berwarna bening encer dan demam ringan. Pasien juga
mengatakan sedikit pusing. Pasien mengatakan bahwa 4 hari yang lalu mengkonsumsi
gorengan dan akhir-akhir ini kurang tidur. Riwayat alergi dan pengobatan disangkal.

XII. Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat ISPA (+), riwayat TB (-), riwayat penyakit paru dan jantung (-)

XIII. Riwayat Penyakit dalam Keluarga


Di dalam keluarga OS, tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama.

XIV. Riwayat Personal Sosial


Pasien tinggal bersama dengan suami dan anak dalam satu rumah. Hubungan antar keluarga
maupun dengan tetangga sekitar baik.

XV. Pemeriksaan Fisik


Status Generalis
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan : 50 kg
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 82 x/menit, isi dan tegangan cukup, reguler
Suhu : 37,5 oC
Pernafasan : 20 x/menit teratur
Keadaan Gizi : Cukup
Kesadaran : Compos Mentis
Sianosis : Tidak ada
Edema : Tidak ada
Mobilisasi (aktif/pasif) : Aktif

Mata
Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

4
THT
Telinga dbn
Hidung: mukosa hiperemis (+), sekret (+) berwarna bening encer, konkha edema(+)
Tenggorokan: tonsil T2-T2, faring hiperemis (+)

Jantung
BJ I-II normal, murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

Paru
Vesikuler +/+, rhonki -/- wheezing -/-

Abdomen
Tidak ditemukan kelainan, bising usus (+) normoperistaltik

Ekstremitas
Akral hangat, edema -/-, kalor (-), nyeri tekan (-), nyeri saat bergerak (+), deformitas (-)

XVI. Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan

XVII. Diagnosis Penyakit


ISPA e.c Faringitis

XVIII. Diagnosis Keluarga


-

XIX. Anjuran Penatalaksanaan Masalah


a. Promotif
Penyuluhan tentang definisi ISPA, gejala ISPA, faktor-faktor risiko terjadinya ISPA dan
pencegahan ISPA.
b. Preventif
Istirahat yang cukup, pola hidup dan pola makan yang baik dan sehat, kurangi makanan
berminyak dan gorengan, rajin berolahraga, memakai masker apabila sedang terkena
batuk/pilek supaya tidak menularkan ke orang lain.
c. Kuratif
Tirah baring, anti-piretik, anti-histamin dan anti-tusif dapat diberikan seperti pemberian
Paracetamol 3x500mg, CTM 3x4mg, Ambroxol 3x30mg.
d. Rehabilitatif

5
Rehabilitatif adalah suatu kegiatan difokuskan kepada mempertahankan kualitas hidup
penderita yang telah mengalami penyakit yang cukup berat. Dalam hal ini belum perlu
dilakukan selain rutin kontrol ke puskesmas bila ada keluhan.
XX. Prognosis
a. Penyakit
Ad bonam.
b. Keluarga
Adanya hubungan yang baik antar anggota keluarga pasien serta keluarga yang sangat
mendukung kesehatan pasien dapat membuat suasana keluarga yang sehat jasmani dan
rohani dan prognosisnya baik untuk pasien maupun keluarganya.
c. Masyarakat
Untuk masyarakat sekitar pasien tinggal, prognosisnya ad bonam. Diharapkan untuk
melakukan tindakan preventif dengan memberitahukan kepada orang sekitar yang sedang
menderita ISPA agar memakai masker supaya tidak menularkan kepada orang lain.

XXI. Resume
Pasien perempuan 35 tahun, sejak 2 hari yang lalu mengeluh batuk, pilek dan demam. Batuk
kering dan tidak berdahak. Pilek disertai dengan lendir berwarna bening encer dan demam
ringan. Pasien juga mengatakan sedikit pusing. Pasien mengatakan bahwa 4 hari yang lalu
mengkonsumsi gorengan dan akhir-akhir ini kurang tidur. Riwayat alergi dan pengobatan
disangkal. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa mukosa hidung hiperemis (+),
sekret (+) berwarna bening encer, konkha edema +/+, pada pemeriksaan tenggorokan
didapatkan faring hiperemis (+).
Dari hasil kunjungan rumah dengan pendekatan kedokteran keluarga, didapatkan bahwa
pengetahuan pasien mengenai penyakit dan bagaimana penerapan dalam pencegahan
penyakit masih kurang, sehingga tindakan promotif dan preventif sangat penting dilakukan
untuk meningkatkan derajat kesehatan.

6
Lampiran Kasus ISPA et Causa Nasofaringitis

Foto 1. Anamnesis Pasien

Foto 2. Rumah Bagian Dalam.

7
Foto 3. Keadaan Langit-Langit

Foto 4. Kondisi Kamar dimana Pencahayaan Kurang dan Baju ditumpuk.

Foto 5. Ventilasi

8
Foto 6. Kondisi Dapur.

Foto 7. Kondisi Langit-Langit di Dapur

Foto 8. Jamban Keluarga. Foto 9. Kondisi Penampungan Air untuk Mandi.

9
2. Laporan Kasus Hipertensi Grade II

Puskesmas : Cilamaya
Alamat : Desa Tegal Waru, Kecamatan Cilamaya Kabupaten Karawang

Desa yang dikunjungi : Desa Tegal Waru


Kecamatan : Cilamaya
Waktu Kunjungan : Sabtu, 26 Juli 2017

I. Identitas Pasien
a. Nama : Ny. Fahmi
b. Tempat dan Tanggal Lahir : Karawang, 12 November 1952
c. Umur : 64 Tahun
d. Jenis Kelamin : Perempuan
e. Pekerjaan : Tidak Bekerja
f. Pendidikan : Tidak Sekolah
g. Alamat : Desa Tegalwaru
h. Status Perkawinan : Menikah
i. Agama : Islam
j. Kewarganegaraan : Indonesia
k. Telepon :-

II. Riwayat Biologis Keluarga


a. Keadaan Kesehatan Sekarang : Sedang
b. Kebersihan Perorangan : Sedang
c. Penyakit yang Sering diderita : Pusing, sakit kepala, badan pegal-pegal
d. Penyakit Keturunan : Hipertensi
e. Penyakit Kronis : Hipertensi
f. Kecacatan Anggota Keluarga : Tidak ada
g. Pola Makan : Kurang, pasien makan 2 kali sehari dengan menu
yang tidak seimbang dan sering makan makanan
asin (ikan asin).
h. Pola Istirahat : Sedang
i. Anggota Keluarga yang Serumah : 2 orang
III. Psikologis Keluarga
a. Kebiasaan Buruk : Suka makan makanan yang asin, sering
tidur larut.
b. Pengambilan Keputusan : Anak
c. Ketergantungan Obat : Tidak ada
d. Tempat Mencari Pelayanan Kesehatan : Puskesmas
e. Pola Rekreasi : Kurang
10
IV. Keadaan Rumah/Lingkungan
a. Jenis Bangunan : Permanen
b. Lantai Rumah : Keramik
c. Luas Rumah : 200 m2
d. Penerangan : Kurang
e. Kebersihan : Kurang
f. Ventilasi : Kurang
g. Dapur : Ada
h. Jamban Keluarga : Ada
i. Sumber Air Minum : PAM (Ledeng)
j. Sumber Pencemaran Air : Tidak ada
k. Pemanfaatan Pekarangan : Pekarangan dimanfaatkan untuk
membakar sampah
l. Sistem Pembuangan Air Limbah : Ada
m. Tempat Pembuangan Sampah : Ada
n. Sanitasi Lingkungan : Sedang

V. Spiritual Keluarga
a. Ketaatan Beribadah : Baik
b. Keyakinan tentang Kesehatan : Baik

VI. Keadaan Sosial Keluarga


a. Tingkat Pendidikan : Kurang
b. Hubungan antar Anggota Keluarga : Baik
c. Hubungan dengan Orang Lain : Baik
d. Kegiatan Organisasi Sosial : Baik
e. Keadaan Ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


a. Adat yang Berpengaruh :-
b. Lain-lain :-

VIII. Daftar Anggota Keluarga


No Nama Lengkap Jenis Kelamin Tempat Lahir Tanggal Lahir Status
1. Fahmi Perempuan Karawang 07-03-1952 Kepala Keluarga
2. Eva Perempuan Karawang 10-05-1977 Anak
3. Agus Laki-Laki Karawang 05-07-1976 Menantu

11
IX. Keluhan Utama
Sakit kepala dan pusing yang hilang timbul sejak 3 tahun.

X. Keluhan Tambahan
Badan pegal-pegal, lemas.

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak 5 tahun terakhir pasien sering merasa pusing dan sakit kepala disertai dengan badan
pegal-pegal dan lemas. Nyeri kepala dirasakan berdenyut dan pada bagian tengkuk leher
terasa tegang. Pasien sudah menderita hipertensi sejak 5 tahun namun jarang minum obat
anti-hipertensi. Pasien juga jarang berobat ke puskesmas karena kendala kendaraan dan
kondisi fisik yang sudah lemas sehingga sulit berjalan.

XII. Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi (+)

XIII. Riwayat Penyakit dalam Keluarga


Di dalam keluarga OS, tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama.

XIV. Riwayat Personal Sosial


Pasien tinggal bersama dengan anak dan menantu dalam satu rumah. Hubungan antar
keluarga maupun dengan tetangga sekitar baik.

XV. Pemeriksaan Fisik


Status Generalis
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan : 45 kg
Tekanan Darah : 160/100 mmHg
Nadi : 90 x/menit, isi dan tegangan cukup, reguler
Suhu : 36 oC
Pernafasan : 18 x/menit teratur
Keadaan Gizi : Kurang
Kesadaran : Compos Mentis
Sianosis : Tidak ada
Edema : Tidak ada
Mobilisasi (aktif/pasif) : Pasif

Mata
Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

12
Jantung
BJ I-II normal, murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

Paru
Vesikuler +/+, rhonki -/- wheezing -/-

Abdomen
Tidak ditemukan kelainan, bising usus (+) normoperistaltik

Ekstremitas
Akral hangat, edema -/-

XVI. Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan

XVII. Diagnosis Penyakit


Hipertensi grade II.

XVIII. Diagnosis Keluarga


-

XIX. Anjuran Penatalaksanaan Masalah


a. Promotif
Penyuluhan tentang definisi hipertensi, gejala hipertensi, faktor-faktor risiko terjadinya
hipertensi dan pencegahan hipertensi misal dengan penyuluhan tentang hidup sehat,
kurangi makanan yang banyak mengandung garam, beraktifitas fisik, tidak merokok.
b. Preventif
Kegiatan skrining dan deteksi untuk menemukan penyakit. Kegiatan yang dapat
dilakukan antara lain pemeriksaan kesehatan setiap tahun agar dideteksi hipertensi atau
tidak, menerapkan pola hidup sehat seperti menurunkan asupan garam, meningkatkan
konsumsi buah dan sayur, menurunkan asupan lemak, menurunkan berat badan berlebih,
dan melakukan latihan fisik/olah raga teratur.
c. Kuratif
Bila ditemukan kasus, maka dapat dilakukan pengobatan dini agar penyakit tersebut tidak
menjadi parah. Terapi yang dapat diberikan adalah Amlodpin 1 x 5mg, atau Captopril 1
x 25mg.
d. Rehabilitatif
Rehabilitatif adalah suatu kegiatan difokuskan kepada mempertahankan kualitas hidup
penderita yang telah mengalami penyakit yang cukup berat. Pada pasien belum perlu
dilakukan tindakan rehabilitatif selain pemeriksaan tekanan darah teratur ke puskesmas

13
untuk memastikan tekanan darah dalam batas terkontrol dan untuk memeriksakan tanda-
tanda kerusakan organ target dan komplikasi akibat hipertensi.

XX. Prognosis
a. Penyakit
Bila pasien teratur meminum obat yang diberikan dan selalu memeriksa tekanan
darahnya ke Puskesmas secara teratur, dan didukung dengan pola hidup sehat yang baik
maka prognosis penyakit pasien adalah baik (dubia ad bonam).
b. Keluarga
Adanya hubungan yang baik antar anggota keluarga pasien serta keluarga yang sangat
mendukung kesehatan pasien dapat membuat suasana keluarga yang sehat jasmani dan
rohani dan prognosisnya baik untuk pasien maupun keluarganya.
c. Masyarakat
Untuk masyarakat sekitar pasien tinggal, karena hipertensi yang diderita pasien tidak
menular, maka prognosisnya ad bonam.

XXI. Resume
Pasien 65 tahun dengan keluhan sakit kepala dan juga pusing yang hilang timbul sejak 5
tahun terakhir. Pasien mempunyai riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu namun jarang
minum obat antihipertensi. Pasien juga jarang berobat ke puskesmas karena kendala
kendaraan dan kondisi fisik yang sudah lemas sehingga sulit berjalan. Saat ini kondisi pasien
dalam keadaan sedang, didapatkan tekanan darah 160/100 mmHg yang menunjukkan
hipertensi grade II.
Pasien tinggal bersama dengan anak, menantu dan cucunya, kesehariannya hanya di rumah
saja, tidak bekerja. Pasien juga sering mengkonsumsi makanan yang asin dan sudah tidak
meminum obat anti hipertensi. Keadaan ekonomi pasien kurang, dan pengetahuan akan
pentingnya kesehatan juga kurang. Dari hasil kunjungan rumah dengan pendekatan
kedokteran keluarga, didapatkan bahwa pengetahuan pasien mengenai penyakit dan
bagaimana penerapan dalam pencegahan penyakit masih kurang, sehingga tindakan promotif
dan preventif sangat penting dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan.

14
Lampiran Kasus Hipertensi Grade II

Foto 1. Anamnesa

Foto 2. Kondisi Dapur

Foto 3. Kondisi Alat Minum

15
Foto 4. Kondisi Ventilasi

Foto 5. Kamar Mandi

16
Foto 6. Kondisi Jamban

17
3. Laporan Kasus Osteoarthritis Regio Genu Bilateral

Puskesmas : Cilamaya
Alamat : Desa Tegal Waru, Kecamatan Cilamaya Kabupaten Karawang

Desa yang dikunjungi : Desa Malangsari


Kecamatan : Cilamaya
Waktu Kunjungan : Senin, 10 Juli 2017

I. Identitas Pasien
a. Nama : Ny. Tuti
b. Tempat dan Tanggal Lahir : Karawang, 17 Agustus 1962
c. Umur : 55 Tahun
d. Jenis Kelamin : Perempuan
e. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
f. Pendidikan : SD
g. Alamat : Desa Tegal Waru
h. Status Perkawinan : Menikah
i. Agama : Islam
j. Kewarganegaraan : Indonesia
k. Telepon :-

II. Riwayat Biologis Keluarga


a. Keadaan Kesehatan Sekarang : Sedang
b. Kebersihan Perorangan : Sedang
c. Penyakit yang Sering diderita : Pusing, pegel-pegel, nyeri lutut
d. Penyakit Keturunan :-
e. Penyakit Kronis :-
f. Kecacatan Anggota Keluarga : Tidak ada
g. Pola Makan : Cukup
h. Pola Istirahat : Sedang
i. Anggota Keluarga yang Serumah : 2 orang

III. Psikologis Keluarga


a. Kebiasaan Buruk : Sering jalan jauh, sering tidur larut.
b. Pengambilan Keputusan : Suami
c. Ketergantungan Obat : Tidak ada
d. Tempat Mencari Pelayanan Kesehatan : Puskesmas
e. Pola Rekreasi : Kurang

18
IV. Keadaan Rumah/Lingkungan
a. Jenis Bangunan : Permanen
b. Lantai Rumah : Keramik
c. Luas Rumah : 10 m x7 m
d. Penerangan : Cukup
e. Kebersihan : Cukup
f. Ventilasi : Cukup
g. Dapur : Ada
h. Jamban Keluarga : Ada
i. Sumber Air Minum : PAM (Ledeng)
j. Sumber Pencemaran Air : Tidak ada
k. Pemanfaatan Pekarangan : Pekarangan dimanfaatkan untuk menjemur
pakaian
l. Sistem Pembuangan Air Limbah : Ada
m. Tempat Pembuangan Sampah : Ada
n. Sanitasi Lingkungan : Kurang

V. Spiritual Keluarga
a. Ketaatan Beribadah : Baik
b. Keyakinan tentang Kesehatan : Baik

VI. Keadaan Sosial Keluarga


a. Tingkat Pendidikan : Kurang
b. Hubungan antar Anggota Keluarga : Baik
c. Hubungan dengan Orang Lain : Baik
d. Kegiatan Organisasi Sosial : Baik
e. Keadaan Ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


a. Adat yang Berpengaruh :-
b. Lain-lain :-

VIII. Daftar Anggota Keluarga


No Nama Lengkap Jenis Kelamin Tempat Lahir Tanggal Lahir Status
1. Budi Laki-laki Karawang 05-03-1951 Kepala Keluarga
2. Tuti Perempuan Karawang 11-08-1962 Istri
3. Neneng Perempuan Karawang 02-04-1988 Anak

19
IX. Keluhan Utama
Nyeri pada lutut kanan dan kiri sejak 1 tahun terakhir.
X. Keluhan Tambahan
Pusing, pegel-pegel.

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak 1 tahun terakhir pasien sering merasa nyeri pada lutut kanan dan kirinya. Nyeri pada
lutut terutama bertambah saat berjalan, menekuk kaki, bangun dari duduk yang lama dan saat
sholat. Pasien mengatakan saat bangun tidur lututnya sering terasa kaku sekitar setengah jam
dan pada saat berjalan lutunya sering berbunyi kretek-kretek.

XII. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien baru pertama kali mengeluh hal ini.

XIII. Riwayat Penyakit dalam Keluarga


Di dalam keluarga OS, tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama.

XIV. Riwayat Personal Sosial


Pasien tinggal bersama dengan suami dalam satu rumah. Hubungan antar keluarga maupun
dengan tetangga sekitar baik.

XV. Pemeriksaan Fisik


Status Generalis
Tinggi Badan : 157 cm
Berat Badan : 50 kg
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 78 x/menit, isi dan tegangan cukup, reguler
Suhu : 36,2 oC
Pernafasan : 18 x/menit teratur
Keadaan Gizi : Kurang
Kesadaran : Compos Mentis
Sianosis : Tidak ada
Edema : Tidak ada
Mobilisasi (aktif/pasif) : Aktif

Mata
Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

Jantung
BJ I-II normal, murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

20
Paru
Vesikuler +/+, rhonki -/- wheezing -/-
Abdomen
Tidak ditemukan kelainan, bising usus (+) normoperistaltik

Ekstremitas
Akral hangat, edema -/-, kalor (-), nyeri tekan (-), nyeri saat bergerak (+), deformitas (-)

XVI. Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan

XVII. Diagnosis Penyakit


Osteoarthritis Regio Genu Bilateral

XVIII. Diagnosis Keluarga


-

XIX. Anjuran Penatalaksanaan Masalah


a. Promotif
Penyuluhan tentang definisi osteoarthritis, gejala osteoarthritis, faktor-faktor risiko
terjadinya osteoarthritis dan pencegahan osteoarthritis.
b. Preventif
Kegiatan skrining dan deteksi untuk menemukan penyakit. Modifikasi pola hidup,
istirahat yang teratur yang bertujuan untuk mengurangi beban pada sendi, latihan statis
dan memperkuat otot-otot
c. Kuratif
Bila ditemukan kasus, maka dapat dilakukan pengobatan dini agar penyakit tersebut tidak
menjadi parah. Terapi yang dapat diberikan adalah piroksikam tablet 20 mg sehari sekali.
d. Rehabilitatif
Rehabilitatif adalah suatu kegiatan difokuskan kepada mempertahankan kualitas hidup
penderita yang telah mengalami penyakit yang cukup berat. Dalam hal ini belum perlu
dilakukan selain rutin kontrol ke puskesmas, kecuali bila sudah terjadi deformitas.

21
XX. Prognosis
a. Penyakit
Dubia ad bonam.
b. Keluarga
Adanya hubungan yang baik antar anggota keluarga pasien serta keluarga yang sangat
mendukung kesehatan pasien dapat membuat suasana keluarga yang sehat jasmani dan
rohani dan prognosisnya baik untuk pasien maupun keluarganya.
c. Masyarakat
Untuk masyarakat sekitar pasien tinggal, karena osteoarthritis yang diderita pasien tidak
menular, maka prognosisnya ad bonam.

XXI. Resume
Pasien 55 tahun dengan keluhan sejak 1 tahun terakhir sering merasa nyeri pada lutut kanan
dan kirinya. Nyeri pada lutut terutama bertambah saat berjalan, menekuk kaki, bangun dari
duduk yang lama dan saat sholat. Pasien mengatakan saat bangun tidur lututnya sering terasa
kaku sekitar setengah jam dan pada saat berjalan lutunya sering berbunyi kretek-kretek.
Pada hasil pemeriksaan fisik didapatkan nyeri pada ekstremitas (+). Pasien sering berjalan
jauh dan jarang beristirahat, hal ini juga mempengaruhi nyeri pada kedua lutut pasien.
Dari hasil kunjungan rumah dengan pendekatan kedokteran keluarga, didapatkan bahwa
pengetahuan pasien mengenai penyakit dan bagaimana penerapan dalam pencegahan
penyakit masih kurang, sehingga tindakan promotif dan preventif sangat penting dilakukan
untuk meningkatkan derajat kesehatan.

22
Lampiran Kasus Osteoarthritis Regio Genu Bilateral

Foto 1. Anamnesa

Foto 2. Kamar

Foto 3. Dapur

23
Foto 4. Gudang Foto 5. Lemari Piring

Foto 6. Kondisi Atap

Foto 7. Kondisi Jamban

24
4. Laporan Kasus Hipertensi Grade I

Puskesmas : Cilamaya
Alamat : Desa Tegal Waru, Kecamatan Cilamaya Kabupaten Karawang
No.Register :-

Desa yang dikunjungi : Desa Tegal Waru


Kecamatan : Cilamaya
Waktu Kunjungan : Jumat, 7 Juli 2017

I. Identitas Pasien
a. Nama : Ny. Resty
b. Tempat dan Tanggal Lahir : Karawang, 15 Agustus 1965
c. Umur : 52 Tahun
d. Jenis Kelamin : Perempuan
e. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
f. Pendidikan : SD
g. Alamat : Desa Payung Sari
h. Status Perkawinan : Menikah
i. Agama : Islam
j. Kewarganegaraan : Indonesia
k. Telepon :-

II. Riwayat Biologis Keluarga


a. Keadaan Kesehatan Sekarang : Sedang
b. Kebersihan Perorangan : Sedang
c. Penyakit yang Sering diderita : Pusing, sakit kepala, badan pegal-pegal
d. Penyakit Keturunan : Hipertensi
e. Penyakit Kronis : Hipertensi
f. Kecacatan Anggota Keluarga : Tidak ada
g. Pola Makan : Baik
h. Pola Istirahat : Sedang
i. Anggota Keluarga yang Serumah : 3 orang

III. Psikologis Keluarga


a. Kebiasaan Buruk : Suka makan makanan yang asin, sering
tidur larut.
b. Pengambilan Keputusan : Kepala keluarga
c. Ketergantungan Obat : Tidak ada
d. Tempat Mencari Pelayanan Kesehatan : Puskesmas

25
e. Pola Rekreasi : Kurang

IV. Keadaan Rumah/Lingkungan


a. Jenis Bangunan : Permanen
b. Lantai Rumah : Semen
c. Luas Rumah : 350 m2
d. Penerangan : Cukup
e. Kebersihan : Kurang
f. Ventilasi : Kurang
g. Dapur : Ada
h. Jamban Keluarga : Tidak ada
i. Sumber Air Minum : Sumur
j. Sumber Pencemaran Air : Tidak ada
k. Pemanfaatan Pekarangan : Pekarangan dimanfaatkan untuk
menjemur pakaian .
l. Sistem Pembuangan Air Limbah : Ada
m. Tempat Pembuangan Sampah : Ada
n. Sanitasi Lingkungan : Sedang

V. Spiritual Keluarga
a. Ketaatan Beribadah : Baik
b. Keyakinan tentang Kesehatan : Baik
VI. Keadaan Sosial Keluarga
a. Tingkat Pendidikan : Kurang
b. Hubungan antar Anggota Keluarga : Baik
c. Hubungan dengan Orang Lain : Baik
d. Kegiatan Organisasi Sosial : Baik
e. Keadaan Ekonomi : Sedang

VII. Kultural Keluarga


a. Adat yang Berpengaruh :-
b. Lain-lain :-

VIII. Daftar Anggota Keluarga


No Nama Lengkap Jenis Kelamin Tempat Lahir Tanggal Lahir Status
1. Resty Perempuan Karawang 15-08-1965 Kepala Keluarga
2. Siska Perempuan Karawang 08-09-1987 Anak
3. Putri Perempuan Karawang 04-10-2016 Cucu

26
IX. Keluhan Utama
Sakit kepala dan pusing yang hilang timbul sejak 1 tahun.

X. Keluhan Tambahan
Badan pegal-pegal, lemas.

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak 1 tahun terakhir pasien sering merasa pusing dan sakit kepala disertai dengan badan
pegal-pegal dan lemas. Nyeri kepala dirasakan berdenyut dan pada bagian tengkuk leher
terasa tegang. Pasien sudah menderita hipertensi sejak 3 tahun namun jarang minum obat
antihipertensi.

XII. Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi (+)

XIII. Riwayat Penyakit dalam Keluarga


Di dalam keluarga OS, tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama.

XIV. Riwayat Personal Sosial


Pasien tinggal bersama dengan suaminya dalam satu rumah. Hubungan antar keluarga
maupun dengan tetangga sekitar baik.

XV. Pemeriksaan Fisik


Status Generalis
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 68 kg
Tekanan Darah : 150/90 mmHg
Nadi : 81 x/menit, isi dan tegangan cukup, reguler
Suhu : 36,3 oC
Pernafasan : 20 x/menit teratur
Keadaan Gizi : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Sianosis : Tidak ada
Edema : Tidak ada
Mobilisasi (aktif/pasif) : Aktif

Mata
Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-
Jantung
BJ I-II normal, murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

27
Paru
Vesikuler +/+, rhonki -/- wheezing -/-
Abdomen
Tidak ditemukan kelainan, bising usus (+) normoperistaltik

Ekstremitas
Akral hangat, edema -/-

XVI. Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan

XVII. Diagnosis Penyakit


Hipertensi grade I.

XVIII. Diagnosis Keluarga


-

XIX. Anjuran Penatalaksanaan Masalah


a. Promotif
Penyuluhan tentang definisi hipertensi, gejala hipertensi, faktor-faktor risiko terjadinya
hipertensi dan pencegahan hipertensi misal dengan penyuluhan tentang hidup sehat,
kurangi makanan yang banyak mengandung garam, beraktifitas fisik, tidak merokok.
b. Preventif
Kegiatan skrining dan deteksi untuk menemukan penyakit. Kegiatan yang dapat
dilakukan antara lain pemeriksaan kesehatan setiap tahun agar dideteksi hipertensi atau
tidak, menerapkan pola hidup sehat seperti menurunkan asupan garam, meningkatkan
konsumsi buah dan sayur, menurunkan asupan lemak, menurunkan berat badan berlebih,
dan melakukan latihan fisik/olah raga teratur.
c. Kuratif
Bila ditemukan kasus, maka dapat dilakukan pengobatan dini agar penyakit tersebut tidak
menjadi parah. Terapi yang dapat diberikan adalah Captopril 1 x 25 mg.
d. Rehabilitatif
Rehabilitatif adalah suatu kegiatan difokuskan kepada mempertahankan kualitas hidup
penderita yang telah mengalami penyakit yang cukup berat. Pada pasien belum perlu
dilakukan tindakan rehabilitatif selain pemeriksaan tekanan darah teratur ke puskesmas
untuk memastikan tekanan darah dalam batas terkontrol dan untuk memeriksakan tanda-
tanda kerusakan organ target dan komplikasi akibat hipertensi.

28
XX. Prognosis
a. Penyakit
Bila pasien teratur meminum obat yang diberikan dan selalu memeriksa tekanan
darahnya ke Puskesmas secara teratur, dan didukung dengan pola hidup sehat yang baik
maka prognosis penyakit pasien adalah baik (dubia ad bonam).
b. Keluarga
Adanya hubungan yang baik antar anggota keluarga pasien serta keluarga yang sangat
mendukung kesehatan pasien dapat membuat suasana keluarga yang sehat jasmani dan
rohani dan prognosisnya baik untuk pasien maupun keluarganya.
c. Masyarakat
Untuk masyarakat sekitar pasien tinggal, karena hipertensi yang diderita pasien tidak
menular, maka prognosisnya ad bonam.

XXI. Resume
Pasien 52 tahun sering merasa pusing dan sakit kepala sejak 1 tahun yang lalu. Hal ini disertai
dengan badan pegal-pegal dan lemas. Nyeri kepala dirasakan berdenyut dan pada bagian
tengkuk leher terasa tegang. Pasien sudah menderita hipertensi sejak 3 tahun namun jarang
minum obat antihipertensi.
Saat ini kondisi pasien dalam keadaan sedang, didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg yang
menunjukkan hipertensi grade I.
Pasien tinggal bersama dengan anak dan cucunya. Keadaan ekonomi pasien sedang,
pengetahuan akan pentingnya kesehatan masih kurang. Dari hasil kunjungan rumah dengan
pendekatan kedokteran keluarga, didapatkan bahwa pengetahuan pasien mengenai penyakit
dan bagaimana penerapan dalam pencegahan penyakit masih kurang, sehingga tindakan
promotif dan preventif sangat penting dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan.

29
Lampiran Kasus Hipertensi Grade I

Foto 1. Kondisi Dalam Rumah.

Fotot 2. Tumpukan barang

Foto 3. Tempat Mencuci

Foto 4. Dapur

30
Foto 5. Tempat mencuci

31
5. Laporan Kasus Morbus Hansen

Puskesmas : Cilamaya
Alamat : Desa Tegal Waru, Kecamatan Cilamaya Kabupaten Karawang

Desa yang dikunjungi : Desa Tegal Waru


Kecamatan : Cilamaya
Waktu Kunjungan : Senin, 10 Juli 2017

I. Identitas Pasien
l. Nama : Ny. Warni
m. Tempat dan Tanggal Lahir : Karawang, 04-12-1984
n. Umur : 33 Tahun
o. Jenis Kelamin : Perempuan
p. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
q. Pendidikan : SD
r. Alamat : Desa Malang Sari
s. Status Perkawinan : Menikah
t. Agama : Islam
u. Kewarganegaraan : Indonesia
v. Telepon :-

II. Riwayat Biologis Keluarga


a. Keadaan Kesehatan Sekarang : Sedang
b. Kebersihan Perorangan : Kurang
c. Penyakit yang Sering diderita : Pusing
d. Penyakit Keturunan : Tidak ada
e. Penyakit Kronis : Tidak ada
f. Kecacatan Anggota Keluarga : Tidak ada
g. Pola Makan : Baik
h. Pola Istirahat : Sedang
i. Anggota Keluarga yang Serumah : 2 orang

III. Psikologis Keluarga


a. Kebiasaan Buruk : Sering tidak memakai alas kaki saat keluar
b. Pengambilan Keputusan : Kepala keluarga
c. Ketergantungan Obat : Tidak ada
d. Tempat Mencari Pelayanan Kesehatan : Puskesmas
e. Pola Rekreasi : Kurang

32
IV. Keadaan Rumah/Lingkungan
a. Jenis Bangunan : Permanen
b. Lantai Rumah : Semen
c.
Luas Rumah : 350 m2
d. Penerangan : Kurang
e. Kebersihan : Kurang
f. Ventilasi : Kurang
g. Dapur : Ada
h. Jamban Keluarga : Ada
i. Sumber Air Minum : Sumur
j. Sumber Pencemaran Air : Tidak ada
k. Pemanfaatan Pekarangan : Pekarangan dimanfaatkan untuk
menjemur pakaian .
l. Sistem Pembuangan Air Limbah : Ada
m. Tempat Pembuangan Sampah : Ada
n. Sanitasi Lingkungan : Kurang

V. Spiritual Keluarga
a. Ketaatan Beribadah : Baik
b. Keyakinan tentang Kesehatan : Baik
VI. Keadaan Sosial Keluarga
a. Tingkat Pendidikan : Kurang
b. Hubungan antar Anggota Keluarga : Baik
c. Hubungan dengan Orang Lain : Baik
d. Kegiatan Organisasi Sosial : Baik
e. Keadaan Ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


a. Adat yang Berpengaruh :-
b. Lain-lain :-

VIII. Daftar Anggota Keluarga


No Nama Lengkap Jenis Kelamin Tempat Lahir Tanggal Lahir Status
1. Adit Laki-laki Karawang 02-11-1980 Kepala Keluarga
2. Warni Perempuan Karawang 04-12-1984 Istri
3. Desi Perempuan Karawang 15-02-2012 Anak

IX. Keluhan Utama


Bercak putih pada kulit sejak 2 bulan yang lalu.

33
X. Keluhan Tambahan
Badan lemas dan kepala pusing.

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengeluh bercak putih pada kulit sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya terdapat bercak
kemerahan kecil di daerah lengan kanan bawah semakin lama semakin membesar dan
meluars dan menyebar ke lengan atas, dada, perut, punggung, wajah dan lutut. Pasien tidak
mengeluh gatal ataupu nyeri pada bercak tersebut. Pasien merasakan tebal tapi tidak terlalu
jelas dengan daerah kulit normal yang dirasakan.

XII. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa. Riwayat asma, kencing manis, darah tinggi
disangkal.

XIII. Riwayat Penyakit dalam Keluarga


Di dalam keluarga pasien, ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama.

XIV. Riwayat Personal Sosial


Pasien tinggal bersama dengan suaminya dalam satu rumah. Hubungan antar keluarga
maupun dengan tetangga sekitar baik. Pasien kurang menjaga kebersihan sehari-harinya.

XV. Pemeriksaan Fisik


Status Generalis
Tinggi Badan : 155 cm
Berat Badan : 50 kg
Tekanan Darah : 120/70 mmHg
Nadi : 78 x/menit, isi dan tegangan cukup, reguler
Suhu : 36,3 oC
Pernafasan : 18 x/menit teratur
Keadaan Gizi : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Sianosis : Tidak ada
Edema : Tidak ada
Mobilisasi (aktif/pasif) : Aktif

Mata
Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

Jantung
BJ I-II normal, murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

34
Paru
Vesikuler +/+, rhonki -/- wheezing -/-

Abdomen
Tidak ditemukan kelainan, bising usus (+) normoperistaltik

Ekstremitas
Akral hangat, edema -/-, tampak makula hipopigmentasi berbatas tegas, lesi multiple ukuran
nummular sampai plakat, dengan tepi ireguler permukaan agak kasar dan berkilat dan di
sekitarnya kulit tampak retak.

XVI. Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan

XVII. Diagnosis Penyakit


Morbus hansen

XVIII. Diagnosis Keluarga


-

XIX. Anjuran Penatalaksanaan Masalah


a. Promotif
Penyuluhan tentang definisi morbus hansen, gejala morbus hansen, faktor-faktor risiko
terjadinya morbus hansen dan cara penularan morbus Hansen.
b. Preventif
Kegiatan skrining dan deteksi untuk menemukan penyakit. Kegiatan yang dapat
dilakukan antara lain pemeriksaan kesehatan setiap tahun agar dideteksi morbus hansen
atau tidak, menerapkan pola hidup sehat seperti menurunkan asupan garam,
meningkatkan konsumsi buah dan sayur, menurunkan asupan lemak, menurunkan berat
badan berlebih, dan melakukan latihan fisik/olah raga teratur.
c. Kuratif
Bila ditemukan kasus, maka dapat dilakukan pengobatan dini agar penyakit tersebut tidak
menjadi parah. Terapi yang dapat diberikan adalah Rifampicin 600mg/bulan diminum di
depan petugas kesehatan, Dapson 100 mg/hari diminum di rumah dan Lamprene 300
mg/bulan diminum di depan petugas kesehatan dilanjutkan dengan 50 mg/hari diminum
di rumah.
d. Rehabilitatif
Rehabilitatif adalah suatu kegiatan difokuskan kepada mempertahankan kualitas hidup
penderita yang telah mengalami penyakit yang cukup berat. Pada pasien perlu dilakukan
tindakan rehabilitatif yakni diajarkan cara perawatan kulit sehari-hari.

35
XX. Prognosis
a. Penyakit
Bila pasien teratur meminum obat yang diberikan dan selalu memeriksa ke Puskesmas
secara teratur, dan didukung dengan pola hidup sehat yang baik maka prognosis penyakit
pasien adalah baik (dubia ad bonam).
b. Keluarga
Adanya hubungan yang baik antar anggota keluarga pasien serta keluarga yang sangat
mendukung kesehatan pasien dapat membuat suasana keluarga yang sehat jasmani dan
rohani dan prognosisnya baik untuk pasien maupun keluarganya.
c. Masyarakat
Untuk masyarakat sekitar pasien tinggal, walaupun morbus hansen yang diderita pasien
menular, namun butuh kontak terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama sampai
tertular maka prognosisnya dubia ad bonam.

XXI. Resume
Pasien usia 33 tahun mengeluh bercak putih pada kulit sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya
terdapat bercak kemerahan kecil di daerah lengan kanan bawah semakin lama semakin
membesar dan meluars dan menyebar ke lengan atas, dada, perut, punggung, wajah dan lutut.
Pasien tidak mengeluh gatal ataupu nyeri pada bercak tersebut. Pasien merasakan tebal tapi
tidak terlalu jelas dengan daerah kulit normal yang dirasakan.
Saat ini kondisi pasien dalam keadaan sedang, didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg. Pada
pemeriksaan fisik ekstremitas tampak makula hipopigmentasi berbatas tegas, lesi multiple
ukuran nummular sampai plakat, dengan tepi ireguler permukaan agak kasar dan berkilat dan
di sekitarnya kulit tampak retak.
Pasien tinggal bersama dengan suami dan anaknya. Keadaan ekonomi pasien kurang,
pengetahuan akan pentingnya kesehatan masih kurang. Dari hasil kunjungan rumah dengan
pendekatan kedokteran keluarga, didapatkan bahwa pengetahuan pasien mengenai penyakit
dan bagaimana penerapan dalam pencegahan penyakit masih kurang, sehingga tindakan
promotif dan preventif sangat penting dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan.

36
Lampiran Kasus Morbus Hansen

Foto 1. Kondisi Kamar yang Berantakan dan Berdebu.

Foto 2. Kondisi dalam Rumah yang Berantakan.

Foto 3. Kondisi Dapur.

37
Foto 4. Kondisi Belakang Rumah.

Foto 5. Kondisi Jamban Keluarga.

Foto 6. Gudang Penyimpanan.

38