Anda di halaman 1dari 3

DIALOG ANATARA DOKTER DENGAN APOTEKER

Pada suatu siang, ada resep datang di Apotek WarasPharmadan Apoteker menelfon Dokter untuk
menanyakan resep tersebut.

Dialog Pasien-TTK

TTK : Selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu

Pasien : Saya mau menebus resep untuk anak saya mas

TTK : Bisa saya lihat resepnya bu

Pasien : Ini mas

TTK : Tunggu sebentar ya bu,silahkan duduk dulu..

Pasien : iya mas

Resep kemudian diskrining oleh apoteker, dan apoteker merasa ada yang salah pada resep

Dialog apoteker-dokter

Apoteker : Selamat siang dokter, benar dengan dokter sandi?

Dokter : Siang, iya benar ada apa ya?

Apoteker : Maaf menganggu waktunya dok. Ini saya Shally selaku apoteker dari apotek
Waraspharma mau menanyakan resep atas nama An. Santi dengan resep racikan
amoxsan, cortidex, CTM, alpara dan Proris F sirup.

Dokter : Iya mbak, ada masalah?

Apoteker : iya dok, sebelumnya saya mau bertanya anak santi ini sakit apa ya dok?

Dokter : lho. Gitu aja kok nanya. Emang kamu gak tau itu obat apa. Orang itu obat obatan
yang biasa dirsepkan.

Apoteker : bukan begitu dok. Saya hanya ingin memastikan saja apakah dalam resep ini perlu
cortidex.
Dokter: lho lho anda meremehkan saya mbak? Kok pertanyaannya seperti itu. Apa menurut
mbak saya gak tau tujuan saya memberikan itu?

Apoteker: maaf dok bukan seperti itu..

Dokter : jadi gini. Anak santi itu sakit radang, flu, sama panas. Apakah obatnya salah?

Apoteker:baik kalo begitu dok..munkin untuk obatnya tidak salah. Saya hanya mau
konsultasikan tentang resep obatnya, untuk obat amoxan sepertinya dosisnya
berlebih, untuk obat yg lain juga dosisnya diatas dosis lazim dok..

Dokter : masa?

Apoteker : Iya dok, bagaimana?

Dokter: ya sudah turunkan saja !

Apoteker: kemudian untuk jenis obatnya, kenapa diberikan ctm tablet, sedangkan di alpara sudah
ada..lalu untuk proris syrup apakah juga diperlukan dok?soalnya kan alpara sudah
mengandung parasetamol..sedangkan pada proris sirup mengandung ibuprofen kan
sama sama untuk analgetik antipiretik...

Dokter : sek sek mbak kok apa apa diprotes to!

Apoteker : bukan seperti itu dok, saya hanya menyarankan apakah tidak lebih baik jika digant
atau dihilangkan saja..karena ini juga demi kesembuhan pasien

Dokter : lho tapi biasanya saya juga pake itu ndakpapa i. Emang alpara sama proris itu isinya
apa? Setau saya alpara buat flu sedangkan proris itu buat demam !

Apoteker : jadi gini dok alpara itu isinya Paracetamol, phenylpropanolamine HCl,
chlorpheniramine maleate, sama dextromethorphan HBr 15.. kalau proris isinya
Ibuprofen 200 mg / sendok teh (5ml).

Dokter : yasudah kalo gitu, hapus saja ! (tut tut)

Apoteker : sabar..
Apoteker : untuk anak sinta umur 8 tahun (memanggil pasien)

Orang tua : iya mbak..

Apoteker : jadi ini resepnya ya bu.. apakah tadi sudah dijelaskan sama dokter untuk cara pakainya?

Orang tua : sudah mbak 3x sehari sesudah makan

Apoteker: iya ibu, benar sekali. Jadi lebih tepatnya diminum setiap 8 jam nggih bu, karena ini ada
antibiotiknya, supaya tidak terjadi kekosongan obat didalam tubuh maka diminumkan setiap 8 jam
sesudah makan..

Orang tua: ohh gt mbak yayaya saya mengerti. Sebenernya sama aja ya 3x shari tp sebaiknya 8 jam
sehari.

Apoteker: nggih bu bener gitu..

Orang tua: sek bentar mbak. Td kayake dokter jg bilang kalo ada sirupnya kok ini ndak ada. Apa
ketinggalan?

Apoteker: iya bu, sirupnya ndak jadi. Tadi saya sudah menghubungi dokternya. Karena isi obatnya
hampir sama makanya tidak saya masukkan bu..

Orang tua: oh gitu mbak. Yaudah saya percaya saja.

Apoteker: nanti untuk efek samping dari obat ini adalah mengantuk, diare, mual, muntah, dan pusing.
Oiya biar cepet sembuh sebaiknya istirahat yang cukup, minum air putih yang cukup sama kurangin jajan
es sama chiki.

Orang tua : oh baik kalo begitu mbak terimakasih banyak ya..

Apoteker: sama sama ibu, apakah cara pemakaian obatnya sudah jelas? Bisa minta tolong diulangi?

Orang tua : sudah mbak. Jadi ini diminum 3x sehari sesudah makan. Lebih tepatnya tiap 8 jam, dan
obatnya harus habis kan mbak?

Apoteker: iya bu benar seperti itu, ini obatnya ditebus didepan nggih bu.

Orang tua: ya sudah kalo begitu mbak saya mau pamit

Apoteker: iya bu, semoga anaknya lekas sembuh

Orang tua : makasih mbak