Anda di halaman 1dari 16

DOMESTIKASI DAN PENGEMBANGBIAKAN

DALAM UPAYA PELESTARIAN IKAN LALAWAK (Barbodes sp.)

YULFIPERIUS

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2

PERNYATAAN MENGENAI DISERTASI DAN


SUMBER INFORMASI

Dengan in i saya menyatakan bahwa disertasi Domestikasi dan


Pengembangbiakan Dalam Upaya Pelestarian Ikan Lalawak (Barbodes sp) adalah
karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan
tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang
diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis telah disebutkan dalam teks dan
dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir disertasi ini.

Bogor, 21 Maret 2006

Yulfiperius
NRP B661020031
3

ABSTRAK

YULFIPERIUS. Domestikasi dan Pengembangbiakan dalam Upaya Pelestarian


Ikan Lalawak (Barbodes sp.). Dibimbing oleh MOZES R. TOELIHERE,
RIDWAN AFFANDI dan DJADJA SUBARDJA SJAFEI.
Domestikasi merupakan suatu upaya agar hewan, termasuk ikan, yang
biasa hidup liar (tidak terkontrol) menjadi dapat hidup dan dikembangbiakkan
dalam kondisi yang terkontrol. Dalam penelitian ini dipelajari tentang varietas
ikan lalawak yang terdapat di perairan umum dan kolam masyarakat, adaptasi
terhadap lingkungan dan pakan buatan serta pengembangbiakannya. Varietas ikan
lalawak diuji berdasarkan karyotipenya, morfometrik -meristik, dilanjutkan dengan
uji t dan analisis komponen utama. Pengaruh perlakuan terhadap lingkungan
budidaya dan pakan buatan serta pengembangbiakannya diuji dengan
menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukeys. Terdapat
perbedaan susunan kromosom ikan lalawak (sungai dan kolam) dibandingkan
dengan ikan lalawak jengkol, tetapi jumlah kromosomnya sama yaitu 24 pasang
(2n=48). Berdasarkan uji t, antara ikan lalawak jengkol dengan kolam dibedakan
oleh 10 karakter morfometrik, ikan lalawak jengkol dengan lalawak sungai
dibedakan oleh 13 karakter morfometrik dan untuk ikan lalawak kolam dengan
ikan lalawak sungai dibedakan oleh 13 karakter morfometrik. Hasil analisis
komponen utama menunjukkan bahwa 52.46% penyebaran kelompok ikan -ikan
tersebut terhadap sumbu utama 1, 2 dan 3 tidak memperlihatkan pengelompokan
yang nyata. Lingkungan media pemeliharaan (alkalinitas) yang baik untuk
pertambahan bobot haria n dan kelangsungan hidupnya adalah 85 ppm CaCO3.
Pertambahan bobot individu, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, efisiensi
pakan, retensi protein dan retensi lemak terbaik dihasilkan oleh pakan yang
mengandung protein sebesar 29.27%. Sedangkan pakan yang terbaik untuk
memperbaiki performans reproduksi ikan lalawak (indeks kematangan gonad,
fekunditas, bobot telur, diameter telur, jumlah induk yang memijah, derajat tetas
telur, total larva yang dihasilkan dan ketahanan larva) adalah pakan yang
mendapatk an tambahan vitamin C dan E sebesar 19.40:226.9 mg/kg pakan. Secara
umum dapat disimpulkan bahwa ikan lalawak dapat didomestikasikan dan
dibudidayakan dalam kondisi lingkungan terkontrol dan pemberian pakan yang
memadai.
4

ABSTRACT

YULFIPERIUS. Domestication and Breeding of the Lalawak Fish, Barbodes sp.


in the Effort for its Conservation. Supervised by MOZES R. TOELIHERE,
RIDWAN AFFANDI and DJADJA SUBARDJA SJAFEI.
Domestication is a human effort to change wild animal life from natural
enviro nment condition to become domestic animal, live in artificial and controlled
condition, where they can grow and reproduce. The aims of the research on
Barbodes spp (pond lalawak, river lalawak and lalawak jengkol) were to study the
varieties from natural water environment, the possibility of their culture and
reproduction in controlled condition by feeding with artificial feed enriched with
vitamin C and E. The fish variety based on their different morphological
characters, karyotypes of chromosomes, and were test by t- test and PCA. The
effect of artificial feed on treatments of culturing effort and reproductive activity
were analysed by ANOVA and Tukeys test. The chromosomes of the fish from
natural environment and ponds are different from lalawak jengkol but they all
have the same chromosome number (2n=48). Based on the morphological
character analysis the lalawak jengkol differed from pond lalawak by 10
characters, from river lalawak by 13 characters and river lalawak is differed from
pond lalawak by 13 characters. Based on PCA the fish spread in major axis 1, 2
and 3 (52.46%) it means there is no significant grouping. Good alkalinity culture
environment for better daily growth rate and survival rate was 85 ppm CaCO3.
Fish fed with protein 29.27%, significantly improved individual weight gain, daily
growth rate, feed conversion, feed efficiency, protein and fat retention. Continued
feeding with the diet of 19.40:226.9 mg VCE/kg of feed significantly produced
highest gonado somatic index, fecundity, egg weight, egg diameter, number of
spawning broodstock, hatching rate, and total number of lalawak larvae. It is
generally concluded that the lalawak fish can be domesticated and cultured under
favorable environment condition and controlled feeding.

Key words: domestication, breeding, lalawak fish (Barbodes sp)


5

Hak cipta milik Yulfiperius, tahun 2006


Hak cipta dilindungi
Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari
Institut Pertanian Bogor, sebagian atau seluruhnya dalam
Bentuk apa pun, fotokopi, mikrofilm, dan sebagainya
6

DOMESTIKASI DAN PENGEMBANGBIAKAN


DALAM UPAYA PELESTARIAN IKAN LALAWAK (Barbodes sp.)

YULFIPERIUS

Disertasi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Doktor pada
Program Studi Biologi Reproduksi

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2006
7
8

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Sawahlunto pada tanggal 4 Juli 1965 sebag ai anak


sulung dari pasangan H. Dalimi dan Hj. Yulidar. Pendidikan sarjana ditempuh di
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Bung Hatta, lulus
pada tahun 1988. Pada tahun 1999, penulis diterima di Program Studi Ilmu
Perairan pada Program Pascasarjana IPB dan menamatkannya pada tahun 2001.
Kesempatan untuk melanjutkan ke program doktor pada Program Studi Ilmu
Biologi Reproduksi dan pada perguruan tinggi yang sama diperoleh pada tahun
2002. Beasiswa pendidikan pascasarjana diperoleh dari Departemen Pendidikan
Nasional Republik Indonesia.
Penulis bekerja sebagai Penyuluh Pertanian Spesialis dari tahun 1989
hingga 1990. Sejak pertengahan tahun 1990 penulis bekerja sebagai tenaga
pengajar pada Fakultas Pertanian Universitas Hazairin di Bengkulu. Selama
bekerja penulis pernah dipercayakan sebagai Ketua Jurusan Perikanan, Pembantu
Dekan III, Dekan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat,
Pembina Resimen Mahasiswa, dan Manajer sepak bola.
Selama mengikuti program S3, penulis menjadi sekretaris wacana program
studi biologi reproduksi, institut pertanian bogor. sebuah artikel dengan judul
pengaruh alkalinitas terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan
lalawak (Barbodes sp.), dalam proses siap terbit pada jurnal masyarakat iktiologi
indonesia dan artikel lain yang akan diterbitkan adalah kebutuhan protein pakan
untuk pertumbuhan ikan lalawak (Barbodes sp.), pada jurnal akuakultur dan
kebutuhan vitamin C dan E (VCE) di dalam pakan untuk memperbaiki performans
reproduksi ikan la lawak jengkol (Barbodes sp.) pada jurnal Ilmu Perairan dan
Perikanan Indonesia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian
Bogor. Karya-karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari program S3 penulis.
9

PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala
karuniaNya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Judul yang dipilih
dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2003 ini adalah
Domestikasi dan Pengembangbiakan dalam Upaya Pelestarian Ikan
Lalawak, Barbodes sp.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Prof. Dr. Mozes R. Toelihere,
M.Sc, Bapak Dr. Ir. H. Ridwan Affandi, DEA dan Bapak Dr. Ir. Djadja Subardja
Sjafei selaku pembimbing. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada
Bapak Dr. drh. Heru Setijanto selaku Dekan FKH dan pimpinan sidang ujian
Doktor, Ibu Dr. Ir. Iin Siti Djunaidah, M.Sc. dan Ibu Dr. drh. Tuty L. Yusuf, MS
selaku dosen penguji luar komisi. Disamping itu, penghargaan penulis sampaikan
kepada Bapak H. Engkat Sukatna (alm.) dan keluarga, Bapak Ir. Nanang N dan
keluarga beserta semua teman -teman yang tidak mungkin disebutkan satu persatu,
Bapak H. Yoyok dan keluarga, serta Bapak Wasjan selaku teknisi Laboratorium
Nutrisi Ikan, Bapak Ranta selaku teknisi Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan,
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Pimpinan
Pondok Pesantren Mahad Al-Zaytun. Selanjutnya penghargaan juga penulis
sampaikan kepada Mulyadi, Angga AS, SPi, Cut Nanda Defira, S.Si, M.Si, Emir
N, ST, Sunyi L, AMd, Damrizal dan Elly, yang telah membantu selama
pengumpulan data. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada kedua orang
tua dan mertua, serta istri tercinta Ir. Zulfa Yandes, M.Si beserta kedua puteri
tersayang Fina Feryandes dan Annisa Amalliah yang selalu mendoakan dan juga
merupakan sumber inspirasi baik dikala gundah dan dikala suka. Tidak lupa pula
kepada Bapak Zulkarnaen Hazairin SH, Rektor dan Dekan Fakultas Pertanian
UNIHAZ serta semua pihak yang telah memberikan arahan, masukan dan
bantuan baik moril maupun materil yang tidak dapat dituliskan namanya satu
persatu.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Maret 2006

Yulfiperius
10

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL........................................................................................ i
DAFTAR GAMBAR................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................ v
1 PENDAHULUAN.................................................................................. 1
Latar Belakang.................................................................................. 1
Tujuan Penelitian.............................................................................. 4
Manfaat Penelitian............................................................................ 4
2 PENELUSURAN RAGAM VARIETAS, POTENSI REPRODUKSI
DAN EKOLOGI IKAN LALAWAK (Barbodes sp.)............................ 7
Pendahuluan..................................................................................... 7
Bahan dan Metode............................................................................ 9
Hasil dan Pembahasan...................................................................... 19
Kesimpulan....................................................................................... 41
3 PENGARUH ALKALINITAS TERHADAP TINGKAT KERJA
OSMOTIK, KONSUMSI OKSIGEN, PERTUMBUHAN DAN
KELANGSUNGAN HIDUP IKAN LALAWAK (Barbodes sp.)......... 43
Pendahuluan..................................................................................... 43
Bahan dan Metode........................................................................... 44
Hasil dan Pembahasan..................................................................... 46
Kesimpulan...................................................................................... 52
4 KEBUTUHAN PROTEIN PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN
IKAN LALAWAK (Barbodes sp)......................................................... 53
Pendahuluan..................................................................................... 53
Bahan dan Metode........................................................................... 54
Hasil dan Pembahasan..................................................................... 56
Kesimpulan...................................................................................... 63
5 KEBUTUHAN VITAMIN C DAN E DI DALAM PAKAN UNTUK
MEMPERBAIKI PERFORMANS REPRODUKSI IKAN
LALAWAK JENGKOL (Barbodes sp.)................................................ 64
Pendahuluan..................................................................................... 64
Bahan dan Metode............................................................................ 67
Hasil dan Pembahasan...................................................................... 70
Kesimpulan....................................................................................... 98
6 PEMBAHASAN UMUM....................................................................... 100
7 KESIMPULAN...................................................................................... 105
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 106
LAMPIRAN................................................................................................. 116
11

DAFTAR TABEL
Halaman
1 Nisbah ciri/karakter morfometrik ikan uji................................ 12
2 Kriteria penilaian tingkat kematangan gonad ikan lalawak
secara anatomis (mengacu kepada Effendi 1997).................... 13
3 Kriteria penilaian tingkat kematangan gonad ikan lalawak
secara histologis (mengacu kepada Siregar 1999)................... 14
4 Nilai HNPS, r dan bentuk kromosom....................................... 19
5 Parameter fisika-kimia air yang di amati................................. 19
6 Ciri morfologis ikan lalawak (Barbodes sp.)........................... 20
7 Nilai Rerata 24 karakter nisbah morfometrik ikan lalawak
jengkol dan ikan lalawak sungai........................................... 22
8 Nilai Rerata 24 karakter nisbah morfometrik ikan lalawak
jengkol dan ikan lalawak kolam........................................... 22
9 Nilai Rerata 24 karakter nisbah morfometrik ikan lalawak
sungai dan ikan lalawak kolam............................................. 23
10 Matrik nilai euclidean nisbah karakter morfometrik ikan
lalawak jengkol, lalawak sungai dan lalawak kolam............... 27
11 Karakter meristik ikan lalawak jengkol, lalawak sungai dan
lalawak kolam.......................................................................... 28
12 Jumlah kromosom dan kariotip ikan lalawak jengkol,
lalawak sungai dan lalawak kolam........................................... 31
13 Nilai indek kematangan gonad (IKG), fekunditas (F),
bobot telur (BT) dan diameter telur (DT)................................. 32
14 Kriteria tingkat kematangan gonad ikan lalawak (Barbodes
sp.) secara anatomis ................................................................. 33
15 Parameter fisika dan kimia pada masing-masing stasiun
penelitian.................................................................................. 35
16 Indeks of Preponderance (IP) makanan ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 37
17 Hubungan panjang berat dan faktor kondisi............................ 39
18 Tingkat kerja osmotik (TKO), tingkat konsumsi oksigen
(KO), pertumbahan bobot mutlak (PBM), laju pertumbuhan
harian (LPH) dan kelangsungan hidup (KH), pada masing-
masing perlakuan selama penelitian......................................... 47
19 Komposisi pakan uji ikan lalawak........................................... 55
20 Hasil proksimat pakan uji......................................................... 55
12

21 Pertumbuhan bobot mutlak (PBM), laju pertumbuhan harian


(LPH), konversi pakan (KP), efisiensi pakan (EP), retensi
protein (RP) dan retensi lemak (RL) masing-masing
perlakuan selama penelitian..................................................... 56
22 Rerata komposisi kimiawi (proksimat) tubuh ikan lalawak
(Barbodes sp.) pada awal dan akhir percobaan (%)................. 59
23 Komposisi pakan uji ikan lalawak yang ditambah vitamin C
dan E......................................................................................... 67
24 Hasil proksimat pakan uji yang sudah ditambah
VCE.......................................................................................... 68
25 Kadar protein, lemak, karbohidrat, dan abu di dalam telur,
LoHr dan L2Hr (% bobot kering)............................................ 71
26 Kandungan vitamin C dan E (VCE) dalam telur, larva 0 hari
(LoHr) dan larva 2 hari (L2Hr) (g/g bobot kering)................ 71
27 Kandungan asam lemak di dalam hati, telur, larva 0 hari
(LoHr) dan larva 2 hari (L2Hr) (g/g bobot kering)................ 73
28 Nilai rerata hepato somatik indek (HSI), indek kematangan
gonad (IKG), fekunditas (F), bobot telur (BT), diameter telur
(DT), jumlah induk memijah (JIM), derajat tetas telur (DTT),
total larva (TL) dan ketahan larva (KL)................................... 74
29 Jumlah telur yang dihasilkan untuk setiap ulangan pada
masing-masing perlakuan (butir/ekor)..................................... 79
30 Bobot telur pada setiap ulangan pada masing-masing
perlakuan (g/btr)..................................................................... 82
31 Diameter telur pada setiap ulangan pada masing-masing
perlakuan (mm/btr)................................................................... 84
32 Jumlah induk yang memijah (JIM) pada setiap ulangan pada
masing-masing perlakuan (%).................................................. 86
33 Derajat tetas telur pada setiap ulangan pada masing-masing
perlakuan (%)........................................................................... 88
34 Total larva yang dihasilkan pada setiap ulangan untuk
masing-masing perlakuan (ekor/induk).................................... 90
35 Derajat ketahanan larva yang dihasilkan pada setiap ulangan
untuk masing-masing perlakuan (%)........................................ 96
13

DAFTAR GAMBAR
Halaman
1 Diagram alir pendekatan masalah............................................ 5
2 Alur rangkaian penelitian domestikasi ikan Lalawak.............. 6
3 Stasiun pengamatan penelitian................................................. 11
4 Karakter morfometrik dan merisitik ikan lalawak yang di
ukur......................................................................................... 12
5 Ikan lalawak jengkol................................................................ 21
6 Ikan lalawak sungai.................................................................. 21
7 Ikan lalawak kolam.................................................................. 21
8 A. Korelasi antar karakter pada sumbu 1 dan 2...................... 25
B. Korelasi antar karakter pada sumbu 1 dan 3....................... 25
C. Penyebaran individu pada sumbu 1 dan 2; (a) lalawak
kolam, (b) lalawak jengkol dan (c) lalawak sungai............. 26
D. Penyebaran individu pada sumbu 1 dan 3; (a) lalawak
kolam, (b) lalawak jengkol dan (c) lalawak sungai............. 27
9 Dendogram pengelompokan antara ikan lalawak sungai,
lalawak jengkol dan lalawak kolam......................................... 27
10 Susunan kromosom ikan lalawak jengkol................................ 30
11 Susunan kromosom ikan lalawak sungai dan lalawak kolam.. 30
12 Struktur histologis gonad ikan lalawak betina (Barbodes sp.)
(A) dan ikan lalawak jantan (Barbodes sp.) (B).................... 34
13 Komposisi makanan ikan lalawak (Barbodes sp.) di stasiun
satu........................................................................................... 38
14 Komposisi makanan ikan lalawak (Barbodes sp.) di stasiun
dua............................................................................................ 38
15 Komposisi makanan ikan lalawak (Barbodes sp.) di stasiun
tiga............................................................................................ 39
16 Hubungan panjang berat ikan lalawak jengkol........................ 40
17 Hubungan panjang berat ikan lalawak sungai.......................... 40
18 Hubungan panjang berat ikan lalawak kolam.......................... 41
19 Hubungan antara tingkat kerja osmotik ikan lalawak
(Barbodes sp.) dengan alkalinitas media pemeliharaan........... 47
20 Hubungan antara konsumsi oksigen ikan lalawak (Barbodes
sp.) dengan alkalinitas media pemeliharaan............................. 50
14

21 Bobot mutlak rata-rata ikan lalawak (Barbodes sp.) per


perlakuan (alkalinitas) setiap waktu pengamatan..................... 51
22 Bobot mutlak rata-rata ikan lalawak (Barbodes sp.) per
perlakuan (protein) setiap waktu pengamatan.......................... 58
23 Hubungan antara efisiensi pakan ikan lalawak (Barbodes sp.)
dengan kadar protein dalam pakan........................................... 61
24 Hubungan antara retensi protein ikan lalawak (Barbodes sp.)
dengan kadar protein dalam pakan........................................... 62
25 Hubungan antara kadar VE pakan dan IKG ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 76
26 Struktur histologis gonad ikan lalawak betina (Barbodes sp.)
(Pewarnaan hematoxylin-eosin)............................................... 77
27 Struktur anatomis gonad ikan lalawak betina (Barbodes sp.)
yang siap untuk dipijahkan....................................................... 78
28 Hubungan antara kadar VE pakan dan fekunditas ikan
lalawak (Barbodes sp.)............................................................. 80
29 Struktur histologis gonad ikan lalawak jantan (Barbodes sp.)
(Pewarnaan hematoxylin-eosin)............................................... 81
30 Struktur anatomis gonad ikan lalawak jantan (Barbodes sp.)
yang siap untuk dipijahkan....................................................... 82
31 Hubungan antara kadar VE pakan dan BT ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 83
32 Hubungan antara kadar VE pakan dan DT ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 84
33 Hubungan antara kadar VE pakan dan JIM ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 87
34 Hubungan antara kadar VE pakan dan DTT ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 89
35 Hubungan antara kadar VE pakan dan TL ikan lalawak
(Barbodes sp.) yang dihasilkan................................................ 91
36 Perkembangan telur dan larva ikan lalawak Jengkol
(Barbodes sp.).......................................................................... 94
37 Hubungan antara kadar VE pakan dan KL ikan lalawak
(Barbodes sp.) yang dihasilkan................................................ 97
15

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1 Bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian........... 116
2 Prosedur analisis kromosom..................................................... 117
3 Prosedur analisis histologis gonad ikan................................... 118
4 Nisbah morfometrik Ikan lalawak jengkol ............................. 119
5 Nisbah morfometrik Ikan lalawak sungai................................ 120
6 Nisbah morfometrik Ikan lalawak kolam................................ 121
7 Nilai korelasi nisbah morfometrik ikan lalawak jengkol,
lalawak sungai dan lalawak kolam........................................... 123
8 Eigenvalues (nisbah morfometrik ikan lalawak kolam,
lalawak sungai dan lalawak jengkol)....................................... 124
9 Faktor koordinat dari variabel (Nisbah Morfometrik Ikan
lalawak kolam, lalawak sungai dan lalawak jengkol).............. 125
10 Tabulasi karakter meristik ikan lalawak kolam, lalawak
jengkol dan lalawak sungai..................................................... 126
11 Jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan di masing-masing
stasiun pengamatan.................................................................. 127
12 Hasil analisis statistik pengaruh alkalinitas terhadap tingkat
kerja osmotik............................................................................ 128
13 Hasil analisis statistik pengaruh alkalinitas terhadap tingkat
konsumsi oksigen ikan lalawak (Barbodes sp.)....................... 128
14 Hasil analisis statistik pengaruh alkalinitas terhadap
pertambahan bobot mutlak rata-rata ikan lalawak (Barbodes
sp.)............................................................................................ 129
15 Prosedur analisis proksimat pakan dan tubuh ikan lalawak ..... 129
16 Hasil analisis statistik pengaruh kadar protein dalam pakan
terhadap pertambahan bobot ikan lalawak (Barbodes sp.)...... 133
17 Hasil analisis statistik pengaruh kadar protein dalam pakan
terhadap laju pertumbuhan harian ikan lalawak (Barbodes
sp.)............................................................................................ 133
18 Hasil analisis statistik pengaruh kadar protein pakan terhadap
efisiensi pakan ikan lalawak (Barbodes sp.)............................ 134
19 Hasil analisis statistik pengaruh kadar protein pakan terhadap
retensi protein ikan lalawak (Barbodes sp.)............................. 134
16

20 Nilai indek kematangan gonad (IKG), Fekunditas (F), Bobot


telur BT), diameter telur (DT) dan hepato somatik indek
(HSI) ikan lalawak jengkol setiap ulangan pada masing-
masing perlakuan...................................................................... 135
21 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap nilai hepato somatik indek ikan
lalawak (Barbodes sp.)............................................................. 135
22 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap nilai indek kematangan gonad ikan
lalawak (Barbodes sp.)............................................................. 136
23 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap fekunditas ikan lalawak (Barbodes
sp.) (butir/ekor)......................................................................... 136
24 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap bobot telur ikan lalawak (Barbodes
sp.)............................................................................................ 137
25 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap diameter telur ikan lalawak (Barbodes
sp.)............................................................................................ 137
26 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap jumlah induk ikan lalawak (Barbodes
sp.) yang memijah.................................................................... 138
27 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap jumlah derajat tetas telur ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 138
28 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap total larva ikan lalawak (Barbodes
sp.)............................................................................................ 139
29 Perkembangan panjang dan berat larva ikan lalawak
(Barbodes sp.)... 140
30 Hasil analisis statistik pengaruh kadar vitamin C dan E
(VCE) pakan terhadap ketahanan larva ikan lalawak
(Barbodes sp.).......................................................................... 141