Anda di halaman 1dari 34

Contoh Karya Ilmiah

Nah setelah mengetahui cara menulis karya ilmiah, langkah langkah penulisan karya ilmiah serta hal hal
yang harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah, selanjutnya saya akan memberikan beberapa
contoh karya ilmiah. Silahkan dilihat di bawah ini :

Contoh Karya Tulis Ilmiah Pendidikan

"Judul Karya Ilmiah : Menumbuhkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran"

A. Pendahuluan

Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang
menyenangkan. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan
kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. S.C. Utami Munandar (1985:11)
menyatakan bahwa minat dapat juga menjadi kekuatan motivasi. Prestasi seseorang selalu dipengaruhi
macam dan intensitas minatnya. Minat menimbulkan kepuasan. Seorang anak cenderung untuk
mengulang-ulang tindakan-tindakan yang didasari oleh minat dan minat ini dapat bertahan selama
hidupnya.

Dengan demikian, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan belajar
siswa. Disamping itu minat belajar juga dapat mendukung dan mempengaruhi proses belajar mengajar
di sekolah. Namun dalam prakteknya tidak sedikit guru Seni Budaya (Kesenian) menemukan kendala di
dalam kelas, karena kurangnya minat siswa dalam pembelajaran Seni Budaya khususnya seni rupa. Jika
hal ini terjadi, maka proses belajar mengajar pun akan mengalami hambatan dalam mencapai tujuan
pembelajaran.

Berdasarkan pengalaman penulis, pada saat pembelajaran berlangsung siswa kurang bergairah dalam
mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas
dengan semangat. Sebagian besar siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan perasaan terpaksa
atau takut. Hal ini menyebabkan tugas yang diberikan hasilnya kurang memuaskan sehingga terkesan
asal jadi. Jika mereka ditanya, alasannya mereka tidak mempunyai bakat di bidang seni atau tidak punya
bakat menggambar. Dengan kondisi seperti ini, guru perlu mencari upaya bagaimana menumbuhkan
minat belajar siswa terutama dalam pembelajaran Seni Rupa.
B. Konsep Minat Belajar

Pengertian minat

Minat sering dihubungkan dengan keinginan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam
diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar. The Liang Gie (1994:28) mengungkapkan bahwa minat
berarti sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya
kegiatan itu. Menurut Slameto (dalam Djaali 2006:121) minat adalah rasa lebih suka dan rasa
keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Sedangkan menurut Crow and
Crow (dalam Djaali 2006:121) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang
mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman
yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

Pengertian Belajar

Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang belajar, pada umumnya mereka
memberikan penekanan pada unsur perubahan dan pengalaman. Menurut Witherington (dalam
Sukmadinata 2007:155) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang
dimanifestasikan sebagai pola respon yang baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan,
pengetahuan, dan kecakapan. Crow and Crow (dalam Sukmadinata 2007:155) mengemukakan bahwa
belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Sedangkan menurut
Hilgar (1962:252) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses di mana suatu perilaku muncul atau
berubah karena adanya respon terhadap sesuatu situasi.

Berdasarkan penekanan unsur pengalaman tentang definisi belajar dikemukakan para ahli, antara lain
menurut Di Vesta and Thompson (1970:112) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku
yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman. Gage and Berliner (1970:256) mengemukakan
bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang muncul karena pengalaman. Sedangkan
menurut Hilgard (1983:630), mengemukakan bahwa belajar dapat dirumuskan sebagai perubahan
perilaku yang brelatif permanen yang terjadi karena pengalaman.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar

Minat belajar peserta didik sangat menentukan keberhasilannya dalam proses belajar. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut bersumber pada dirinya dan luar dirinya atau
lingkungannya antara lain sebagai berikut :
Faktor dalam diri siswa, yang terdiri dari :

Aspek jasmaniah, mencakup kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu siswa. Kondisi fisik yang
prima sangat mendukung keberhasilan belajar dan dapat mempengaruhi minat belajar. Namun jika
terjadi gangguan kesehatan pada fisik terutama indera penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat
menyebabkan berkurangnya minat belajar pada dirinya. (Kumpulan Tugas Sekolahku)

Aspek Psikologis (kejiwaan), menurut Sardiman (1994:44) faktor psikologis meliputi perhatian,
pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat,dan motif. Pada pembahasan berikut tidak
semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya sebagian saja yang sangat berhubungan dengan
minat belajar.

Faktor dari luar siswa, meliputi:

Keluarga, meliputi hubungan antar keluarga, suasana lingkungan rumah, dan keadaan ekonomi
keluarga.

Sekolah, meliputi metode mengajar, kurikulum, sarana dan prasarana belajar, sumber-sumber belajar,
media pembelajaran, hubungan siswa dengan temannya, guru-gurunya dan staf sekolahserta berbagai
kegiatan kokurikuler.

Lingkungan masyarakat, meliputi hubungan dengan teman bergaul, kegiatan dalam masyarakat, dan
lingkungan tempat tinggal.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa faktor-faktor dari diri siswa dan dar luar siswa saling berkaitan
dalam menumbuhkan minat belajar. Jika faktor-faktor tersebut tidak mendukung mengakibatkan kurang
atau hilangnya minat belajar siswa. Kurang atau hilangnya minat belajar siswa disebabkan oleh banyak
hal yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Menurut JT. Loekmono
(1985:97), faktor-faktor yang menyebabkan kurang atau hilangnya minat belajar sisbwa adalah sebagai
berikut :

D. Faktor-faktor yang dapat menumbuhkan minat belajar

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat
pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut
Tanner and Tanner (1975) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru
pada siswa. Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang bahan yang akan
dismpaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya di
masa yang akan datang. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal ini biasa dicapai dengan cara
menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang sensasional, yang sudah diketahui siswa.

Harry Kitson (dalam The Liang gie 1995:130) mengemukakan bahwa ada dua kaidah tentang minat (the
laws of interest), yang berbunyi :

Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, usahakan memperoleh keterangan tentang
hal itu

Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, lakukan kegiatan yang menyangkut hal itu.

Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin
mengenai mata pelajaran itu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang
mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan. ensiklopedi, guru dan siswa
senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang
berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti
apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat
siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh.

JT. Loekmono (1985:98), mengemukakan bahwa cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar pada diri
siswa adalah sebagai berikut :

Periksalah kondisi jasmani anak, untuk mengetahui apakah segi ini yang menjadi sebab.

Gunakan metode yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangsang
anak untuk belajar

Menolong anak memperoleh kondisi kesehatan mental yang lebih baik.

Cek pada orang atau guru-guru lain , apakah sikap dan tingkah laku tersebut hanya terdapat pada
pelajaran saudara atau juga ditunjukkan di kelas lain ketika diajar oleh guru-guru lain.

Mungkin lingkungan rumah anak kurang mementingkan sekolah dan belajar. Dalam hal ini orang-
orang di rumah perlu diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak. (Kumpulan Tugas Sekolahku)

Cobalah menemukan sesuatu hal yang dapat menarik perhatian anak, atau tergerak minatnya. Apabila
minatnya tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di sekolah.
Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan dapat dipahami bahwa banyak sekali faktor yang
dapat menumbuhkan atau membangkitkan minat belajar bagi siswa. Tinggal bagaimana upaya yang
harus kita lakukan sebagai seorang guru dalam memecahkan masalah ini, sehingga siswa terbantu untuk
menemukan minatnya dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda
memerlukan penanganan yang berbeda pula, termasuk dalam hal menumbuhkan minat belajarnya.
Dengan adanya upaya dari guru dan pihak lain dalam menumbuhkan minat belajar bagi siswa,
diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang akhirnya tertuju pada keberhasilan belajar siswa.

Penutup

Minat belajar merupakan salah satu komponen yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Untuk
menumbuhkan minat belajar pada diri siswa, terlebih dahulu kita harus memperhatikan apa yang
menjadi latar belakang yang menyebabkan berkurang atau bahkan hilangnya minat belajar. Setelah itu
baru kita mengambil langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan minat belajar
pada diri siswa. Dengan demikian upaya untuk menumbuhkan minat belajar sesuai dengan sasarannya.

Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat kita tarik beberapa kesimpulan yang berkaitan
dengan upaya menumbuhkan minat belajar pada peserta didik. Pertama, pahami dan kenali terlebih
dahulu kondisi fisik dan psikologis siswa. Kedua, gunakan teknik dan metode yang bervariasi dalam
penyajian materi pembelajaran. Ketiga, penggunaan media pembelajaran hendaknya dapat merangsang
siswa untuk tertarik ikuti serta dalam pembelajaran. Keempat, pahami kondisi lingkungan keluarga,
masyarakat, dan sekolah sehingga kita dapat mencari jalan keluar dalam menumbuhkan minat belajar
siswa.

Rujukan

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Munandar, S.C. Utami. 1985. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah: Petunjuk bagi Para
Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sardiman, AM.1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar: Pedoman bagi Guru dan Calon Guru.
Jakarta: Rajawali Pers.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Djaali, H. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Gie, The Liang. 1995. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta: Liberty.
Loekmono,JT. 1985. Bimbingan bagi Anak Remaja yang bermasalah. Jakarta: CV. Rajawali.

=====================================================================================
=====================================================================================
=====================================================================================
=====================================================================

Contoh Karya Ilmiah Globalisasi

Judul Karya Ilmiah : pengaruh dan dampak globalisasi terhadap kehidupan masyarakat

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-
Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Karya Ilmiah PKN ini dengan baik.

Karya Ilmiah ini diharapkan mampu membantu saya dalam memperdalam mata pelajaran PKN dalam
kegiatan belajar. Selain itu, Karya Ilmiah ini diharapkan agar dapat menjadi bacaan para pembaca agar
menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab karena materi ini disajikan mengarah pada
terbentuknya arah globalisasi yang berpengaruh terhadap kehidupan social dan budaya.

Oleh karena itu, Karya Ilmiah ini diharapkan agar bangsa Indonesia memiliki sikap yang kritis terhadap
situasi, kondisi dan juga dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat Indonesia.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca Karya
Ilmiah ini dengan tulus ikhlas. Semoga Karya Ilmiah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi saya dan
pembaca. Amin

Cianjur, 11 Februari 2013

Penulis

ABSTRAK
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia
melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain
sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota
dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-
perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.

Dampak Positif :

Perubahan tata nilai dan sikap

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi

Tingkat kehidupan yang lebih baik

Dampak Negatif :

Pola hidup konsumtif

Sikap individualistik

Gaya hidup kebarat-baratan

Kesenjangan Sosial

DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii

ABSTRAK ....................................................................................................... iii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1

I.1 Latar belakang ........................................................................................ 1

I.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 1


I.3 Tujuan .................................................................................................... 1

BAB II KAJIAN TEORITIS .......................................................................... 2

II.1 Pengertian Globalisasi ........................................................................... 2

II.2 Proses Globalisasi ................................................................................. 2

II.3 Dampak Globalisasi .............................................................................. 3

II.3.1 Dampak Positif ........................................................................... 3

II.3.2 Dampak Negatif .......................................................................... 5

II.4 Pengaruh Globalisasi ............................................................................. 6

II.5 Contoh Kasus ........................................................................................ 7

BAB III PENUTUP ......................................................................................... 8

III.1 Kesimpulan .......................................................................................... 8

III.2 Saran..................................................................................................... 8

III.3 Penutup ................................................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 9

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya, dari zaman
purbakala sampai dengan zaman sekarang. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai
sekarang. Perkembangan manusia pun semakin barkembang pesat. Perkembangan itu membawa
perubahan perubahan besar pada kehidupan manusia. Misalnya, pada pakaian, teknologi, makanan,
dsb. Sebagai contoh misalnya Indonesia. Indonesia pada saat ini, sudah mulai mengikuti perkembangan
dunia. Hal ini dapat disebut bahwa Indonesia mengalami proses globalisai. Untuk itu, karya tulis ilmiah
ini akan memberitahukan dampak dampak dari globaliasasi dan cara- cara penanggulangan dampak
negatif globalisasi.

I.2. Rumusan Masalah

a) Apa yang dimaksud dengan globalisasi?

b) Bagaimana proses globalisasi?


c) Hal hal apa saja yang timbul akibat proses globalisasi?

d) Pengaruh apa yang dibawa oleh globalisasi?

e) Bagaimana sikap kita agar tidak terbawa pengaruh arus negatif globalisasi?

I.3. Tujuan

Tujuannya dari laporan yang saya buat ini adalah :

kita dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan dari proses globaliasasi baik dampak positif
maupun dampak negatif.

Dan kita dapat mengetahui bagaimana sikap kita dalam menerima perubahan perubahan yang
terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

BAB II

KAJIAN TEORITIS

II.1. Pengertian Globalisasi

Kata globalisasi diambil dari global yang maknanya universal. Globalisasi belum memiliki definisi atau
pengertian yang pasti kecuali sekedar definisi kerja sehingga maknanya tergantung pada sudut pandang
orang yang melihatnya.

Ada beberapa definisi global yang dikemukakan oleh beberapa orang sebagai berikut :

a. Malcom Waters, seorang professor sosiologi dari Universitas Tasmania, berpendapat, globalisasi
adalah sebuah proses social yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi
kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang.

b. Emanuel Richter, guru besar pada ilmu politik Universtas Aashen, Jerman, berpendapat, bahwa
globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan yang menyatukan masyarakat yang
sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.

c. Princenton N Lyman, mantan duta besar AS di Afrika Selatan, berpendapat bahwa globalisasi adalah
pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara di
dunia dalam hal perdagangan dan keuangan.

d. Selo Soemardjan, bapak Sosiologi Indonesia, berpendapat bahwa Globalisasi adalah terbentuknya
organisasi dan komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang
sama.
II.2. Proses Globalisasi

Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya
telah ada sejak berabad-abad lamanya. Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi
semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi,
dan transportasi. Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet
dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam (handphone) dengan segala fasilitasnya.

Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan.
Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga
ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan
mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota
dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-
perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.

II.3. Dampak Globalisasi

II.3.1. Dampak Positif

Dampak positif globalisasi adalah sebagai berikut:

a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap

Adanya globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua
irasional menjadi rasional.

b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam
beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik

Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan
salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dampak positif globalisasi menurut bidangnya, adalah:

1. Globalisasi bidang hukum, pertahanan, dan keamanan.

a. Semakin menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dilaksanakannya


hak-hak asasi manusia.
b. Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan
bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak.

c. Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang lebih profesional,
transparan, dan akuntabel.

2. Globalisasi bidang sosial budaya.

a. Meningkatkan pemelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik,
maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.

b. Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian,
rasional, sportif, dan lain sebagainya.

3. Globalisasi bidang ekonomi sektor perdagangan.

a. Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komodit lain memberi peluang kepada Indonesia
untuk ikut bersaing mereput pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil,
dan bahan tambang.

b. Arus masuk perdagangan luar negeri menyebakan defisit perdagangan nasional.

4. Globalisasi bidang ekonomi sektor produksi.

Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-


negara berkembang dengan pertimbangan keuntungan geografis.

II.3.2 Dampak Negatif

Dampak negatif globalisasi adalah sebagai berikut :

a. Pola Hidup Konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah.
Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistik

Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi
membutuhkanorang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk
sosial.

c. Gaya Hidup Kebarat-baratan


Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai
menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan
lain-lain.

d. Kesenjangan Sosial

Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus
globalisasimaka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan.
Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

Dampak negatif globalisasi menurut bidangnya, adalah:

1. Globalisasi bidang hukum, pertahanan, dan keamanan.

a. Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin
berkurang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pihak tentara dan polisi.

b. Perubahan dunia yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir masyarakat secara global. Sifat
sifat masyarakatnya adalah pragmatisme, hedonisme, primitif,dan konsumerisme

c. Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial


sehingga dalam keadaan tertentu.

2. Globalisasi bidang sosial budaya.

a. Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi,
maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.

b. Semakin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup
berikut ini. Individualisme (mengutamakan kepentingan diri sendiri).

II.4. Pengaruh Globalisasi

Di Zaman Globalisasi saat ini banyak pengaruh yang mempengaruhi remaja. Ada pengaruh yang positif
ada juga pengaruh yang negatif. Sebagai remaja yang baik kita harus memanfaatkan alat - alat /
teknologi yang sudah canggih sehingga mampu menguasainya.

Indonesia adalah negara yang masyarakatnya mempunyai etika yang baik. Tapi saat ini banyak sekali
remaja yang tidak sopan, tidak menghormati orang yang lebih tua darinya. Mungkin itu adalah pengaruh
negatif dari Globalisasi. Dan itu menyebabkan pergaulan bebas, narkoba, dll. Hal - hal itulah yang harus
kita hindari.
Tapi kita juga tidak boleh menyalahkan adanya Zaman Globalisasi, karena jika tidak ada Zaman
Globalisasi kita tidak akan mengenal alat - alat komunikasi yang canggih. Nilai moral bangsa dinilai dari
etika masyarakatnya. Jadi, jika ingin mempunyai nilai moral bangsa yang baik kita harus menjaga etika.
Gunakan slogan " Jika ingin dihormati, Hormatilah orang lain." Agar kita sopan terhadap orang lain. Jadi,
kita dianggap bangsa yang berbudi baik dimata bangsa lain.

Etika seharusnya diajarkan sejak dini oleh orang tuanya. Anak biasanya menirukan kegiatan orang
tuanya,maka dari itu orang tua seharusnya melakukan kegiatan yang mampu memberikan arti etika
baik. Dan mampu dimengerti oleh si anak. Dengan didikan yang baik anak tersebut akan menjadi anak
yang sopan kelak. Dan anak tersebut juga harus mempunyai iman yang kuat. Sehingga, mampu melawan
pengaruh buruk Globalisasi seperti Narkoba, Sex bebas, dll.

Oleh karena itu, agar kita tidak terjerumus ke dalam pengaruh negatif globalisasi kita harus mengikuti
langkah langkah seperti berikut:

a. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam
negeri.

b. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.

c. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.

d. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

e. Perlunya perhatian para orang tua dalam memantau pergaulan dan cara hidup anaknya.

II.5. Contoh Kasus

Ada contoh kasus seorang pria 17 tahun, kecanduan games sejak kelas I SMA. Awalnya ia seorang murid
teladan di sekolahnya, kemudian ia menjadi pencandu games setelah perceraian kedua orang tuanya.
Akhirnya ia sekarang ini ditangani psikiater karena ia mulai sering membayangkan dirinya menjadi
salahsatu pemain peran dari games yang dimainkannya. Ia mulai tidak bisa membedakan antara dunia
nyata dan dunia maya. Latar belakang keluarga, ayah pengusaha, ibunya guru salah satu SMA.

BAB III

PENUTUP

III.1. Kesimpulan
Kita harus bersikap selektif dalam mengikuti perkembangan globalisasi. Ambilah sisi positif dari proses
globalisasi. Dengan adanya proses globalisasi dalam kehidupan, kita dapat memperoleh informasi
dengan cepat, membuat kehidupan semakin baik, makin berkembangnya teknologi. Orang tua adalah
orang yang berperan penting dalam mendidik anak agar tidak terbawa arus negative globalisasi.

III.2. Saran

Dengan begitu, kami menyarankan agar kalian jangan sampai terbawa hal hal buruk dalam pergaulan.
Dan untuk para orang tua, kalian adalah orang yang sangat penting dalam hal mengontrol anak anda,
apalagi yang memiliki anak remaja, pengawasan orang tua adalah yang paling utama sebelum
pengawasan guru, teman, maupun orang lain.

Dan kalian harus bersikap selektif dalam mengikuti setiap perkembangan globalisasi. Dan
gunakanlah teknologi,informasi, dan komunikasi dengan sebaik baiknya.

III.3. Penutup

Sekian hal hal yang dapat kami bahas dan sampaikan. Mohon maaf bila ada salah kata. Mudah
mudahan dapat bermanfaat bagi kalian. Dan kami mengharapkan sumbangan pikiran, kritikan, maupun
saran. Terima Kasih.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kuntowijoyo, Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam
Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.

2. Sapardi Djoko Damono, Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil
dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.

3. http://www.isomwebs.com/2012/karya-ilmiah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-
kebudayaan-daerah

4. http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatifglobalisasi-dan-
modernisasi diakses pada 2 Oktober 2011

=====================================================================================
=====================================================================================
=====================================================================================
================================
Contoh Karya Ilmiah tentang Sampah

Judul Karya Ilmiah : Pengaruh Sampah terhadap Lingkungan

BAB I

PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang

Sampah adalah suatu barang yang sudah tidak terpakai lagi dan tidak di gunakan lagi. Apabila
tidak di tangani dengan benar akan menimbulkan bau yang tidak sedap, sumber berbagai penyakit,
penyumbatan saluran air dan juga dapat menyebabkan banjir. Seiring berjalannya waktu maka di
temukanlah cara untuk menanggulangi sampah. Kalau dulu sampah hanya di biarkan sampai
menimbulkan bau tak sedap, sekarang sampah di manfaarkan menjadi sumber penghasilan. Misalnya,
sampah organik yaitu : sampah sisa-sisa makanan di jadikan kompos, pupuk dll. Sedangkan sampah
anorganik diantaranya sampah plastik di jadikan kerajinan tangan atau di daur ulang.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah karya tulis ilmiah ini adalah
Bagaimana pengaruh sampah terhadap lingkungan?.

1.4 Tujuan Penulisan

Mengetahui jenis dan sifat sampah

Mengetahui manfaat pengolahan sampah

Mengetahui pengaruh sampah terhadap lingkungan

1.5 Manfaat Penulisan

Masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan.

Banyak kreativitas yang di hasilkan leh masyarakat

Lingkungan menjadi bersih dan nyaman


BAB II

JENIS JENIS SAMPAH

Sampah sangatlah lekat dengan kita, dimana pun kita berada pastilah kita menemui sampah.
Berdasarkan bahan dasar dan kandungan yang terdapat di dalamnya sampah di bagi menjadi tiga:

2.1. Sampah Organik

Sampah organik adalah sampah yang dapat diurai, yang mudah membusuk. Sampah ini termasuk
sampah basah yang dapat diolah menjadi kompos.

Contoh sampah organik adalah :

Sisa makanan

Sayuran

Dedaunan dan sebagainya

2.2. Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah sampah yang tidak terurai, yang tidak dapat membusuk. Sampah ini
termasuk sampah kering yang dapat di jadikan sampah komersial atau sampah yang laku di jual kembali
untuk diolah kembali menjadi barang yang bisa di gunakan lagi.

Contoh sampah anorganik adalah :

Plastik

Kertas

Gelas atau kaca

Botol

2.3. Sampah Berbahaya


Sampah Berbahaya adalah sampah yang beracun penyabab infeksi, mempunyai sifat korosif.
Korosif adalah sifat suatu subtansi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memeroleh
dampak negatif. Sampah ini biasanya berasal dari limbah pabrik yang merusak sungai setempat karena
memiliki racun. Sampah ini sangat memengaruhi linkungan dan mengakibatkan kerusakan yang
merugikan bagi kehidupan makhluk hidup.

Contoh sampah berbahaya adalah :

Logam

Pestisida

Zat kimia

Sisa perindustrian

BAB III

CARA PENGOLAHAN SAMPAH

Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan dari material


sampah. Hal ini biasanya dihasilkan dari kegiatan manusia, dan dikelola untuk mengurangi dampaknya
terhadap kesehatan, lingkungan. Pengelolaan ini melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif. Praktek
pengelolaan sampah berbeda antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan, berbeda juga
perumahan dan industri. sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan di daerah perkotaan biasanya
menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area industri biasanya
ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. Metode ini berbeda-beda tergantung banyak hal,
diantaranya tipe zat sampah, tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area. Dan caranya
dibagi rata dengan jenisnya, dari sampah organik, sampah anorganik, dan sampah berbahaya.

3.1 Pengolahan Sampah Organik

Sampah organik tergolong sampah yang gampang busuk.seperti sisa makanan, dedaunan dan masih
banyak lagi. Sebenarnya sampah jenis ini masih bisa kita manfaatkan lagi. Asalkan kita tahu kegunaan
dan juga cara mengolahnya. Jenis sampah organik bisa kita manfaatkan lagi menjadi pupuk kompos.
Karena sampah organik berasal dari makluk hidup. Pengomposan yaitu zat tanaman, sisa makanan atau
kertas, bisa diolah dengan menggunakan proses biologis. Contoh dari pengelolaan sampah
menggunakan teknik ini adalah Green Bin Program (program tong hijau) yaitu seluruh sampah organik
dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.

3.2 Pengolahan Sampah Anorganik

Sampah anorganik sebaiknya kita daur ulang kembali. Jangan membuangnya secara sembarangan,
karena jenis sampah ini tidak mudah untuk hancur. Kita memerlukan kreatifitas tinggi untuk mengubah
sampah tersebut menjadi suatu barang yang mempunyai nilai beda. Proses pengambilan barang yang
masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. Ada beberapa
cara daur ulang, pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi. Kedua
mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang.Sampah yang biasa dikumpulkan
adalah kaleng minum aluminum, kaleng baja makanan atau minuman, kertas, koran, majalah, dan
kardus. Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena
bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

3.3 Sampah Berbahaya

Tahap penanganan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dari rumah tangga dimulai dari
pemilahan. Sampah B3 harus dipilah dan dipisahkan dari sampah organik dan anorganik. Kemudian
sampah B3 yang sudah terkumpul dimasukkan dalam wadah yang aman. Pastikan menggunakan sarung
tangan saat melakukannya. Selanjutnya, jika penganangan sampah B3 dilakukan secara terkoordinasi
dengan warga masyarakat di perumahan sekitar, maka tahap selanjutnya adalah dengan pewadahan
dan pengumpulan besar, pengangkutan dan penyimpanan sementara. Semuanya harus dilakukan
dengan metode pengelolaan sampah B3 yang sesuai dengan aturan pemerintah dan anjuran ahli. Dalam
menyikapi sampah B3 Sebagai warga juga konsumen perlu memiliki peran yang baik. Usahakan
mengurangi konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya beracun, dan lebih memilih produk
ramah lingkungan. Kita juga bisa memperpanjang umur dengan memakai suatu produk dengan
pemakaian yang bijak. Misalnya dengan merawat baterai alat elektronik agar awet atau menghemat
penggunaan bahan pembersih. Perlu diketahui juga bahwa produsen memegang peran yang sama
pentingnya. Produsen wajib mencantumkan material yang dikategorikan sebagai kandungan berbahaya
ataupun beracun pada semua produknya. Tujuannya agar konsumen tahu cara penanganannya.
Produsen juga memiliki kewajiban untuk melakukan upaya-upaya yang dirasa perlu untuk mengolah
produk tersebut setelah digunakan. Dan jika terjadi pencemaran lingkunga, produsen wajib bertanggung
jawab untuk memulihkannya. Dengan mengetahui apa itu sampah B3 dan peran apa yang bisa kita
lakukan untuk menanggulanginya, semoga keluarga dan lingkungan kita tetap sehat dan aman untuk
selamanya.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Simpulan

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah
merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya
produk-produk yang tak bergerak.

Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase
yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan
dengan polusi.

4.2 Saran

Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam
diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya
masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat
diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya alam ini.

Sebaiknya setiap rumah tangga melakukan pembuangan sampah dengan cara memilahkan sampah
sesuai jenisnya. Agar pihak TPA(tempat pembuangan akhir) mudah untuk dijadikan sesuai kebutuhan.

=====================================================================================
=====================================================================================
=====================================================================================
================================

Contoh Karya Ilmiah tentang Bahaya Merokok

Judul Karya Ilmiah : Pengaruh rokok terhadap kesehatan dikalangan masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Seperti yang kita ketahui rokok tidak asing lagi kita dengar dan kita lihat, kini setiap toko atau warung
sudah memperjual belikan rokok, hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat karena
rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, hipertensi, gangguan kehamilan dan janin.

Selain itu hal ini juga dapat merusak kadar kadar jati diri bangsa. Sekarang banyak siswa yang
mengkomsumsi rokok. Ini semua membuktikan bahwa rokok sudah merajalela dikalangan masyarakat.
Mengkomsumsi rokok juga dapat mengakibatkan rusaknya mental masyarakat.

B. Rumusan masalah

1. Apakah yang melatarbelakangi masyarakat menggunakan rokok ?

2. Bagaimana pengaruh rokok dikalangan masyarakat ?

3. Bagaimana upaya penanggulangan penggunaan rokok dikalangan masyarakat?

C. Tujuan penelitian

1. Untuk mengetahui latar belakang masyarakat menggunakan rokok.

2. Untuk mengetahui pengaruh rokok dikalangan masyarakat.

3. Untuk mengetahui upaya penanggulangan rokok dikalangan masyarakat.

D. Manfaat penelitian

Untuk mengetahui dampak positif dan negatif terhadap rokok dan mengetahui seluk beluk rokok.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut.


Bab I merupakan bab pendahuluan yang mengungkapkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan,
manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

Bab II merupakan bab tinjauan pustaka dan kerangka pikir yang menguraikan tentang tinjauan pustaka
dan kerangka pikir.

Bab III merupakan bab metodologi penulisan yang menjelaskan sumber data, metode pengumpulan
data.

Bab IV merupakan bab pembahasan yang berisi tentang narkotika di kalangan remaja.

Bab V merupakan bab penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Rokok / Tembakau

Menurut, Drs. Yayan Suherian di buku sosiologinya halaman 69 mengatakan bahwa tembakau
mengandung racun nikotin keras, untungnya nikotin lenyap pada waktu tembakau terbakar urap saraf
dapat menimbulkan ketagihan. TIRmerupakan zat yang mengandung dalam tembakau yang dapat
menimbulkan penyakit kanker paru-paru mengapa para remaja harus diselamatkan dari bahaya
Narkotika! Orang tua tidak selamanya kuat dan hidup.

Orang tua itu bila sudah umur 55 Tahun ke atas, tenaganya tidak kuat lagi untuk bekerja. Umur 55 tahun
untuk pegawai negeri sudah mulai pensium dan harus di ganti dengan angkatan mudah . peran remaja
haruslah mempersiapkan diri menjadi orang besar berjiwa besar dan tangguh menghadapi kesulitan
kesulitan dan mampu mengatasinya.

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung
negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.Rokok
dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada
ujung lainnya.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan
dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga
umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat
ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada
kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk
keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh.Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua
Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian
membawa tembakau ke Eropa.Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan
Eropa.Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang
merokok hanya untuk kesenangan semata-mata.Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan
saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, disamping
menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek
buruk bagi kelahiran, dan emfisema.

Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok,
bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.

Rokok berdasarkan bahan pembungkus.

Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.

Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.

Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.

Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.

Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.

Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk
mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus
untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan
yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok berdasarkan proses pembuatannya.

Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan caradigiling atau dilinting
dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.

Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya,
material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat
rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran
sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya,
dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa
rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu
menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan
mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter
ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokoksama besar.

Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :

1. Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan
aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam Filter Internasional, Djarum Super, dll.

2. Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin
yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild,
U Mild, LA Light, Surya Slim, dll.

Rokok berdasarkan penggunaan filter.

Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.

Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

Hidup Bebas Tanpa Rokok

Kebanyakan perokok, yang jarang merokok, ataupun yang bisa menghabiskan 2 pack rokok setiap hari,
ingin berhenti merokok.Kita tahu bahwa disamping rasa rokok yang enak, energi yang timbul setelah
merokok, dan perasaan nyaman setelah menghirup udara, ada keinginan untuk berhenti karena takut
akan bahaya merokok atau hal lain.

Takut terkena kanker di kemudian hari, kolesterol meningkat, detak jantung tidak beraturan, penyakit
maag, hingga masalah penampilan seperti gigi menguning dan nafas bau tembakau serta baju bau
asbak.Alasan orang untuk merokok bermacam-macam. Ada yang merokok karena ingin mendapat efek
segar, atau karena kebiasaan, misalnya senang, marah, gelisah yang memicu keinginan merokok, atau
karena tubuh meminta dosis nikotin yang minimal sama dengan hari sebelumnya.

Kalau ditanya, hampir semua perokok ingin berhenti.Tetapi ini bukan perkara gampang.Pemicu
keinginan merokok bisa bermacam-macam, dan tiba-tiba datangnya. Pada saat itu, orang yang sudah
berhenti merokok selama 3 bulan sekalipun bisa kembali merokok

2. Kesehatan

Menurut Drs. Bambang Marhijanto mengatakan di kamus BHS. Indonesianya kesehatan merupakan dari
kata yang artinya keadaan badan segera tak terasa apapun.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yang
menjadi kebutuhan dasar derajat kesehatan masyarakat, salah satu aspeknya adalah tidak ada anggota
keluarga yang merokok.Sedangkan PHBS harus menjadi kewajiban saya dan para kader kesehatan
untuk mensosialisasikannya.
Setiap kali menghirup asap rokok, entah sengaja atau tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000
macam racun! Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga
mulut dan tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita
mungkiri.Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun
tidak langsung.Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di
sekitarnya.

Saat ini jumlah perokok, terutama perokok remaja terus bertambah, khususnya di negara-negara
berkembang.Keadaan ini merupakan tantangan berat bagi upaya peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Bahkan organisasi kesehatan sedunia (WHO) telah memberikan peringatan bahwa dalam
dekade 2020-2030 tembakau akan membunuh 10 juta orang per tahun, 70% di antaranya terjadi di
negara-negara berkembang.

Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei
sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah
diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang.Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui
dengan jelas.Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya
berbagai penyakit.Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker
rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta
gangguan kehamilan dan cacat pada janin.

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang
terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga
dengan perokok pasif.

ZAT KIMIA

Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni tembakau. Di Indonesia,
tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek,
tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau
tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah).

Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan
formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol.Zat-zat ini beracun, mengiritasi,
dan menimbulkan kanker (karsinogen).

NIKOTIN

Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan
darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan
ketergantungan pada pemakainya.Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah
bisa membuat seseorang ketagihan. Di Amerika Serikat, rokok putih yang beredar di pasaran memiliki
kadar 8-10 mg nikotin per batang, sementara di Indonesia berkadar nikotin 17 mg per batang.

TIMAH HITAM (Pb)


Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang
habis diisap dalam satu hari akanmenghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam
yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok berat
menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh!

GAS KARBONMONOKSIDA (CO)

Karbon Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-
sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk
pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut
tempatnya di sisi hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam
darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 15 persen.
Berlipat-lipat!

TAR

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat
karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah
dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran
pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara
kadar tar dalam rokok berkisar 24 45 mg.

DAMPAK PARU-PARU

Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru.Pada
saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak
(hiperplasia).Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya
sel dan penumpukan lendir.Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan
kerusakan alveoli.

Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru
dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru
menahun (PPOM).Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk
emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini.Didapatkan
hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-
paru.Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya
kanker paru-paru.

Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen.
Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok,
kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

DAMPAK TERHADAP JANTUNG


Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner
(PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6
juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta
adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat
penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).

Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut.Bukan hanya
menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan
perifer.

Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap
samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh
perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang
akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.

Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat
karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap
samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping
daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai
beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.

Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain
meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga
merugikan kerja miokard.

Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen
miokard.Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin,
meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta
menyebabkan gangguan irama jantung.Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian
tubuh lainnya.Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit
(penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.

Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen


untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin,
mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding
pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas
darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.

Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh
darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah. Di samping itu, asap rokok mempengaruhi
profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida
darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.
B. Kerangka Pikir

1. Kerangka Pikir Penulis

Rokok adalah tembakau mengandung racun nikotin keras, untungnya nikotin hanya lenyap pada
tembakau terbakar urap saraf dapat menimbulkan ketagihan. TIR merupakan zat yang mengandung
dalam tembakau yang dapat menimbulkan penyakit kanker paru paru.

Kesehatan dalam keadaan badan segar tak terasa apapun. Oleh sebab itu di duga ada pengaruh yang
ditimbulkan rokok terhadap tingkat kesehatan siswa.

Kesehatan merupakan faktor utama penunjang kebugaran tubuh seorang namun karena adanya rokok
mengakibatkan kondisi tubuh melemah.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Dalam penulisan penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada masyarakat pengguna rokok yang ada
di Makassar.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2011 sampai 1 Februari 2011.

B. Populasi dan Sampel


Populasi adalah sekelompok elemen yang lengkap.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja.

Sedangkan sampel yaitu himpunan bagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi
penelitian.Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari masyarakat yang ada di Kota
Makassar.

Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Sistematis dimana
pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

C. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

a. Data kuantatif yaitu data yang berbentuk pengolahan angka atau bilangan atau data numerik untuk
dapat menghasilkan penafsiran yang kokoh.

b. Data kualitatif yaitu data yang diperoleh berupa pernyataan atau tulisan yang dijadikan pertimbangan
dalam memperoleh suatu kesimpulan untuk memperjelas pemecahan masalah berupa tanggapan
responden.

2. Sumber Data

a. Data Primer adalah data yang diperoleh melalui hasil penelitian langsung terhadap obyek yang diteliti.
Data tersebut diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan hasil angket dari responden.
Jawaban responden kemudian diberi skor dan ditabulasikan.

b. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber, antara lain dari dokumentasi/tulisan
(buku-buku, laporan-laporan, karya ilmiah dan hasil penelitian) dan dari informasi pihak-pihak yang
berkaitan dengan kajian yang diteliti.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :

1. Riset kepustakaan, adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara melakukan peninjauan
pustaka dari berbagai literatur karya ilmiah, majalah, dan buku-buku yang menyangkut teori-teori yang
relevan dengan masalah yang dibahas.

2. Riset lapangan, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan di lokasi (objek penelitian) secara
langsung yang terdiri dari :

a. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung pada masyarakat, khususnya remaja
pengguna rokok.
b. Angket, untuk mengetahui lebih jelas pemahaman masyarakat terhadap penggunaan rokok.

E. Variabel Penelitian

Berdasarkan pokok permasalahan dan hipotesis yang telah dikemukakan, maka variabel yang akan
diteliti dalam penelitian ini adalah:

a. Variabel independen (variabel bebas) yang dilambangkan dengan (x) adalah faktor yang
mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dalam hal ini adalah rokok.

b. Variabel dependen (variabel terikat) yang dilambangkan dengan (Y) adalah variabel yang dipengaruhi
oleh variabel independen. Dalam hal ini variabel dependen adalah masyarakat.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrument penelitian yang telah dikembangkan oleh Dessy
Sutianto (2007) yang terdiri dari 10 pertanyaan angket sesuai dengan variabel penelitian yang
digunakan.Angket untuk disebarkan kepada responden yang merupakan bagian dari anggota
organisasi.Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan judul karya tulis penulis.Alat
ukur yang digunakan untuk angket ini adalah metode skala likert.Metode ini merupakan metode
penskalaan, pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan
skalanya.Untuk melakukan penskalaan dengan metode ini responden diminta untuk menyatakan
kesesuaian atau tidak kesesuaian terhadap isi pertanyaan dalam 4 kategori jawaban yakni dengan skala
sebagai berikut.

a. Skala 1 = sangat rendah

b. Skala 2 = rendah

c. Skala 3 = baik

d. Skala 4 = sangat baik

Untuk mengantisipasi agar jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang sesungguhnya pasti atau bukan
ragu-ragu, maka penulis meniadakan pilihan jawaban ragu-ragu (Undecided).Hal ini sesuai dengan
pernyataan Hadi Sutrisno dalam Sutianto (2007). Alas an untuk meniadakan jawaban ragu-ragu adalah:
1) Kategori Undecided mempunyai arti ganda. Bisa diartikan belum bias member jawaban, netral atau
ragu-ragu.Kategori yang memiliki arti ganda (multi intertable) ini diharapkan dalam instrument. 2)
Tersedianya jawaban di tengah menimbulkan kecenderungan menjawab ketengah (centraltendesi
effect) terutama bagi mereka yang ragu-ragu atas kecenderungan jawabannya. 3) Disediakan jawaban di
tengah akan menghilangkan banyaknya data penelitian, sehingga mengurangi banyaknya info yang
sepatutnya dapat diperoleh dari responden.
G. Metode Analisis

Analisis data dilakukan dengan cara menganalisa jawaban-jawaban yang telah diberikan responden yang
tercantum pada angket. Teknik analisis data yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah teknik
analisis stalitis infrensional korelasional. Teknik penulis, uji statistik yang dipergunakan adalah
produknya momen pearson dengan rumus sebagai berikut :

n x y ( x) ( y)

Rxy=

{n x2 ( x)2 }{ y2- ( y)2}

Keterangan :

R = Keofisien Korelasi

x = Skor butir item dari variabel x

y = Skor butir item dari variabel y

x y = Hasil kali dengan skor butir item

N = Jumlah sampel

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Hasil Angket

Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan membagikan angket yang berisi pertanyaan-
pertanyaan mengenai variabel x dan y, kuesioner yang telah diberikan kepada responden selanjutnya
ditanggapi dengan memberikan tanda cheklist () guna memperoleh data untuk kemudian dikelola oleh
kami selaku peneliti.
Angketberisi masing-masing 10 pertanyaan dengan 4 jenis pilihan tanggapan yang masing-masing
memiliki point berikut pilihan tanggapan :

Sangat Setuju (SS) : 4 poin

Setuju (S) : 3poin

Tidak Setuju (TS) : 2 poin

Sangat Tidak setuju (STS) : 1 poin

Tabel 4.1

Distribusi statistik deskriftif variabel x dengan variabel y dengan presentase faktor disrtibusi hubungan
penggunaan rokok di kalangan masyarakat

No Variabel Jumlah responden Skor

1.

2. X

Y 30 orang

30 orang 897

888

Jumlah 60 orang 1785

Dilihat dari jumlah responden 30 orang dengan 2 variabel sehingga berjumlah 30 x 2 = 60. hasil
pengolahan data variabel x dengan skor897 dengan variabel y dengan skor 888 maka jumlah 1785.

Hasil analisis data penggunaan rumus korelasi produk moment yaitu sebagai berikut :

n x y ( x) ( y)

Rxy=

{n x2 ( x)2 }{n y2- ( y)2}

30 (28313) (897) (888)


Rxy=

{30(29239) - 804609} {30(28128) - 288544}

52854

69561 55296

52854

3846445056

= 0,85

Dilihat dari hasil perhitungan tersebut tampak bahwa koefisien korelasi dari pengolahan data kuesioner
dengan rumus produk momen person adalah 0,81 menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel x
(rokok) dan variabel y (penggunaan rokok dikalangan masyarakat), maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa ada pengaruh penggunaan rokok dikalangan masyarakat.

2. Hasil wawancara

Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan terhadap narasumber dapat disimpulkan bahwa
sebagian besar masyarakat telah mengkonsumsi rokok.Kebanyakan dari mereka sulit untuk berhenti
merokok karena mereka telah mengalami ketergantungan terhadap rokok.Mereka tidak memikirkan
dampak yang ditimbulkan oleh rokok sangat besar.Salah satu latar belakang mereka menggunakan
rokok adalah untuk menghilangkan stress, atas dasar solidaritas, dan lain-lain.Adapun kerugian yang
mereka alami yaitu kerugian dibidang materi dan kesehatan.Sebagian dari mereka ingin berhenti
merokok dan upaya-upaya yang mereka lakukan untuk berhenti merokok adalah tidak bergaul dengan
orang-orang yang merokok, berniat dan bertekad untuk berhenti merokok.
B. Pembahasan

Berdasarkan jawaban-jawaban para responden baik yang tertuang di dalam angket maupun wawancara,
maka terjawablah permasalahan pada bab sebelumnya.Masyarakat menggunakan rokok untuk
menghilangkan stress, atas dasar solidaritas dan lain-lain.

Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh rokok dikalangan masyarakat adalah masalah kesehatan dan
keuangan. Masalah kesehatan tersebut yaitu, kanker, serangan jantung, hipertensi, gangguan kehamilan
dan janin.

Upaya-upaya untuk menanggulangi agar masyarakat tidak merokok lagi yaitu, mengajarkan kepada
masyarakat cara hidup sehat, mengadakan penyuluhan tentang bahaya rokok, dan sebagainya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A .Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut.

1. Masyarakat menggunakan rokok untuk menghilangkan stress, atas dasar solidaritas dan lain-lain.
2. pengaruh yang ditimbulkan oleh rokok dikalangan masyarakat adalah masalah kesehatan dan
keuangan. Masalah kesehatan tersebut yaitu, kanker, serangan jantung, hipertensi, gangguan kehamilan
dan janin.

3. Upaya-upaya untuk menanggulangi agar masyarakat tidak merokok lagi yaitu, mengajarkan kepada
masyarakat cara hidup sehat, mengadakan penyuluhan tentang bahaya rokok, dan sebagainya.

B. Saran

1. Sebaiknya prilaku mengkonsumsi rokok dihindari

2. Jangan membawa pemantik atau korek, hal ini dapat mengurangi penggunaan rokok di tempat
umum.

3. Harga rokok sebaiknya dinaikkan, agar para perokok berpikir panjang untuk membeli rokok yang
sangat mahal.

4. Diutamakan bergaul dengan orang-orang yang tidak merokok.

5. Jika sudah terlanjur menjadi perokok, berusahalah untuk berhenti secara perlahan.