Anda di halaman 1dari 12
PREVALENSI MAKALAH Oleh Wahyu Adinda Yuli Pratiwi NIM 152310101186 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2016

PREVALENSI

MAKALAH

Oleh

Wahyu Adinda Yuli Pratiwi NIM 152310101186

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER

2016

PREVALENSI MAKALAH diajukan guna melengkapi tugas ilmu dasar keperawatan IIB Oleh Wahyu Adinda Yuli Pratiwi NIM

PREVALENSI

MAKALAH

diajukan guna melengkapi tugas ilmu dasar keperawatan IIB

Oleh

Wahyu Adinda Yuli Pratiwi NIM 152310101186

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER

2016

PEMBAHASAN

  • A. Definisi Prevalensi Secara umum

Prevalensi adalah gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru.

Menurut Kamus Kesehatan

Prevalensi adalah seberapa sering suatu penyakit atau kondisi

terjadi pada sekelompok orang. Prevalensi dihitung dengan membagi jumlah

orang yang memiliki penyakit atau kondisi dengan jumlah total orang dalam

kelompok.

Menurut World Health

Prevalensi yaitu jumlah individu atau persentasi populasi yang terinfeksi

pada waktu tertentu

Menurut Azwar (1993:73),

prevalensi ialah gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang

ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu disuatu kelompok masyarakat

tertentu.

Penghitungan nilai prevalensi digunakan jumlah seluruh penduduk,

sehingga kebal atau tidaknya seseorang terhadap suatu penyakit tidak

dipersoalkan saat menghitung nilai prevalensi. Angka prevalensi

sebenarnya bukan suatu nilai rata-rata yang murni, karena mereka yang

tidak mungkin terkena penyakit, juga dimasukkan dalam penghitungan,

sedangkan nilai rata-rata murni dalam epidemiologi merupakan

perbandingan suatu peristiwa dibagi dengan jumlah penduduk yang

mungkin terkena peristiwa atau mempunyai resiko terhadap penyakit

tersebut.

Faktor faktor yang mempengaruhi Prevalensi Rate, yaitu :

1.

Frekuensi orang (Person) yang telah sakit pada waktu yang lalu

2.

Frekuensi orang (person) yang sakit yang baru ditemukan

3.

Lamanya (time) menderita sakit.

Manfaat Prevalensi

Mendeskripsikan beban penyakit pada populasi

Mendeskripsikan status penyakit pada populasi

Menaksir frekuensi paparan

Menaksir kebutuhan pelayanan kesehatan untuk individu -

individu yang terkena penyakit

Penurunan angka prevalensi antara lain dipengaruhi oleh :

1.

Menurunnya insiden

2.

Lamanya sakit yang menjadi pendek

3.

Perbaikan pelayanan kesehatan

Secara umum nilai prevalensi dibagi menjadi dua macam yaitu

:

  • 1. Angka prevalensi periode (Period Prevalence rate)

Angka prevalensi periode adalah jumlah penderita lama dan baru

suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu dibagi

dengan jumlah penduduk pada jangka waktu yang bersangkutan dalam

persen.

Rumus :

=

jumlah penderita lama dan baru

jumlah penduduk pertengahan tahun

x K

Nb

: K = 100%

Nilai period prevalence rate sebenarnya jarang dipergunakan,

karena didalam nilai ini terkandung nilai point prevalence rate yakni

jumlah penderita yang ditemukan pada awal pengamatan serta nilai

incidence rate yakni jumlah penderita baru yang muncul selama

periode pengamatan. Nilai period prevalence rate dipergunakan untuk

suatu penyakit yang sulit diketahui saat munculnya, misalnya penyakit

kanker atau penyakit kelainan jiwa.

Contoh:

Desa sumbersari dengan jumlah penduduk sebanyak 100 orang, sejak

tiga bulan yang lalu sebanyak 20 orang dibawa ke rumah sakit karena

mengalami HIV dan selanjutnya pada hari ini 10 orang lainnya terpaksa

dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena juga menderita

penyakit HIV. Berapakah nilai period prevalence rate berdasarkan kasus

tersebut?

Jawab :

Diket : Jumlah penderita lama

= 20 orang

Jumlah penderita baru

= 10 orang

Jumlah penduduk pertengahan

= 100 orang

K

= 100%

Ditanya : Angka Prevalensi Periode?

Jawab

:

=

20 + 10

  • 100 100% = 30%

2.

Angka prevalensi poin (Point Prevalence rate)

Angka prevalensi poin adalah jumlah penderita lama dan baru

pada suatu saat, dibagi dengan jumlah penduduk pada saat itu dalam

persen.

Rumus :

=

jumlah penderita lama dan baru pada satu saat

jumlah penduduk saat itu

Nb

: K = 100%

Apabila waktu yang dipakai dalam menghitung point

prevalence rate terlalu singkat maka angka yang diperoleh sama

dengan angka insiden suatu penyakit. Nilai point prevalence rate

sering disebut hanya sebagai prevalence rate saja.

Nilai prevalence rate dapat dimanfaatkan untuk mengetahui

mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. Misalnya, apabila di

suatu daerah telah disediakan pelayanan kesehatan untuk penyakit

TBC, tetapi nilai prevalence rate penyakit TBC tersebut tetap tinggi,

maka hal ini memberikan gambaran bahwa mutu pelayanan yang

disediakan tidak baik. Selain itu, jika di suatu daerah ditemukan mutu

perawatan kesehatan yang buruk sehingga penderita cepat meninggal

maka dapat diperkirakan bahwa angka prevalensi penyakit di daerah

tersebut akan rendah atau menurun. Sehingga dapat disimpulkan

bahwa jika nilai prevalen disuatu daerah tinggi, ini berarti mutu

pelayanan kesehatan di daerah tersebut adalah buruk, tetapi jika nilai

prevalennya rendah, belum tentu mutu pelayanan kesehatan baik,

karena rendahnya nilai prevalen tersebut dapat disebabkan oleh dua

hal yaitu karena pelayanan kesehatan yang memang baik dan mungkin

karena mutu pelayanan kesehatan yang terlalu buruk sehingga

penderita cepat meninggal dunia.

Nilai point prevalece rate mempunyai banyak kegunaan antara

lain dapat memberikan arah pada kelompok penduduk mana yang akan

menjadi sasaran mencari kasus, kelompok mana yang akan menjadi

sasaran program kesehatan tertentu, dan penghitungan kebutuhan

sarana serta biaya pelayanan kesehatan kelompok tertentu. Jadi nilai

poin prevalensi memberikan indikasi kelompok prioritas untuk

pelayanan kesehatan, termasuk untuk pencaruian kasus. Nilai ini dapat

juga digunakan untuk mengadakan evaluasi berbagai hasil kegiatan

program kesehatan pada kelompok penduduk tertentu dan sebagai

dasar pengambilan sampel pada penelitian epidemiologi.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya nilai poin

prevalensi antara lain:

  • a. imigrasi dan emigrasi penderita, orang yang mempunyai resiko penyakit, maupun orang yang sehat;

  • b. tingkat kesembuhan dan tingkat kematian;

  • c. jumlah penderita baru;

  • d. lamanya masa sakit.

Contoh :

Desa Keranjingan dengan penduduk sebanyak 200 penduduk, 2 hari

yang lalu sebanyak 20 penduduk menderita penyakit TBC, dan hari ini

sebanyak 70 orang lainnya juga menderita penyakit TBC. Berapakah nilai

point prevalence rate berdasarkan kasus tersebut?

Jawab :

Diket

: Jumlah penderita lama

= 20 orang

Jumlah penderita baru

= 70 orang

Jumlah penduduk saat itu

= 200 orang

K

= 100%

Ditanya

: Angka Prevalensi Poin?

Jawab

:

=

20 + 70

  • 200 100% = 45%

Studi Kasus

Contoh Soal

  • 1. Dinas kesehatan mengadakan kegiatan program kesehatan pada kelompok keluarga disebuah desa. Setelah melakukan kegiatan, dinas kesehatan mengadakan evaluasi dari hasil kegiatan tersebut. Ukuran nilai apa yang digunakan untuk mengevaluasi hasil kegiatan progam kesehatan?

A.

Sangat Baik

B.

Baik

C.

Cukup Baik

D.

Tidak Baik

Jawab : B

 
  • 2. Apabila di suatu daerah telah disediakan pelayanan kesehatan untuk penyakit

TBC, tetapi nilai prevalence rate penyakit TBC tersebut tetap tinggi.

Bagaimana gambaran mutu pelayanan yang disediakan?

A.

Angka Prevalensi

B.

Angka Prevalnsi Poin

C.

Angka Prevalensi Periode

D.

Angka 1

Jawab : B

 
  • 3. Di kecamatan sumbersari dengan penduduk sebanyak 300 penduduk. Pada 4

hari yang lalu sebanyak 5 penduduk menderita penyakit Malaria, dan hari ini

sebanyak 10 penduduk menderita penyakit Malaria. Berapakah nilai angka

prevelansi poin berdasarkan kasus tersebut?

A.

5%

C. 15%

B.

10%

D. 20%

Jawab : A

4.

Kasus penyakit Demam berdarah di kota X pada waktu dilakukan survei pada

Juli 2015 adalah 100 orang dari 5.000 penduduk di kota tersebut. Maka angka

prevalensi poin Demam Berdarah di kota tersebut

adalah. . . . .

.

  • A. 5%

C. 15%

  • B. 10%

D. 2%

Jawab : D

  • 5. Berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan kota X, penderita HIV-AIDS pada tahun 2009 sebanyak 90 orang. Jumlah populasi dikota tersebut sebanyak 5.000 orang. Dalam rangka hari AIDS sedunia pada tanggal 1 Desember 2009 dilakukan survei pada wanita WPS dan pelanggannya, ternyata di dapatkan sebanyak 10 orang terkena HIV-AIDS. Hitunglah angka prevalensi poin pada kasus di atas?

  • A. 1%

C. 3%

  • B. 2%

D. 4%

Jawab : B

  • 6. Suatu pabrik kertas dengan jumlah buruh sebanyak 500 orang, 60 orang diantaranya sejak 3 bulan yang lalu tidak masuk bekerja karana mengalami ISPA akibat asap yang ditimbulkan dari pabrik, dan pada hari ini 90 orang lainnya terpaksa pulang karena juga mengalami ISPA. Dari kasus tersebut, berapakah nilai period prevalensinya?

  • A. 10%

C. 30%

  • B. 20%

D. 40%

Jawab : C

  • 7. Dinas Kesehatan di kota X terdapat 5.000 penduduk. beberapa waktu yang lalu melakukan survei pada September Desember 2015. Hasil survei di dapat bahwa di kota tersebut 100 orang menderita Hepatitis B. Pada januari 2016 150 orang menderita Hepatitis B. Dari kasus diatas berapakah nilai periode prevalensi?

B.5%

D. 4%

Jawab : C

  • 8. Jumlah penduduk Kecamatan X pada tanggal 1 Juli 2009 adalah 100.000 orang. Berdasarkan laporan dari puskesmas setempat, diperoleh data mengenai kasus baru dan kasus lama kejadian tuberkolosis paru selama satu tahun. Total kasus baru dan lama di dapatkan sebanyak 500 orang. Dari data tersebut, dapat dihitung angka prevalensi periode penyakit tuberkolosis paru pada tahun 2009?

    • A. C. 0,3%

0,2%

  • B. D. 0,5%

0,4%

Jawab : D

  • 9. Data penderita penyakit jantung koroner disebuah rumah sakit pada awal tahun 2010 adalah 20 orang dari 200 orang pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. 2 minggu kemudian pasien penyakit jantung koroner bertambah10 orang. Berapakah Angka Prevalensi periode penyakit jantung koroner?

    • A. C. 13%

12%

15%

  • B. D. 14%

Jawab : B

10. Survei yang dilakukan dengan cara mendata 200 orang di sebuah desa X,

mendapat hasil bahwa pada awal bulan Maret 2015 12 orang menderita

hipertensi. Dan pada akhir bulan Maret 2015 penderita hipertensi betambah 8

orang. Dari data diatas berapakah angka prevalensi periode?

  • A. C. 6%

2%

  • B. D. 10%

4%

Jawab : D

Daftar Pustaka

Azwar, Azrul. 1999. Pengantar Epidemiologi. Jakarta : Binarupa Aksara.

Noor, Nur Nasri. 2008. Epidemiologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kunthi Nugrahaeni, Dyan. 2011. Konsep Dasar Epidemologi. Jakarta: EGC

Maryani, Lidya; Muliani, Rizki. 2010. Epidemologi Kesehatan. Yogyakarta:

Graha Ilmu