Anda di halaman 1dari 31

CRITICAL BOOK REPORT

MATA KULIAH MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH & MANAJEMEN PENDIDIKAN

Pengampu : Deni Adriani, M.Pd

OLEH:

YOLANDA MONICA HALAWA

7163343029

FAKULTAS EKONOMI PENDIDIKAN TATA NIAGA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga CBR ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam CBR ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan CBR saya.

Medan, Oktober 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Otonomi dalam pendidikan perlulah dilaksanakan dalam menjawab tuntutan persaingan
global dan dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan jaman serta
kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah. Otonomi daerah ini merupakan
implementasi dari azas desentralisasi yang telah diterapkan.
Dengan ditetapkannya kebijakan otonomi daerah ini maka mulai dari wilayah provinsi
hingga kota/kabupaten akan mengurusi sendiri urusan daerahnya. Setiap daerah
tersebut akan memiliki wewenang, hak, dan tanggung jawab sendiri untuk mengurus
rumah tangganya sesuai dengan batasan dan kewenangan yang diberikan oleh
pemerintah pusat.
Otonomi daerah ini diharapkan dapat mengefisienkan pelayanan publik di masyarakat
sehingga dalam penerapannya masyarakat menjadi lebih dekat dengan pemerintah.
Salah satu bidang yang didesentralisasikan adalah bidang pendidikan, dimana dalam
penerapan di sekolah disebut Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
Manajemen Berbasis Sekolah ini merupakan kebijakan dalam sistem penyelenggaraan
dan pengelolaan sekolah yang dilakukan secara mandiri. Sistem ini memberikan
peluang bagi sekolah untuk mengatur pengelolaan sekolahnya secara demokratis,
professional, dan dinamis. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemerataan
pendidikan, mutu sekolah dan peningkatan efisiensi masyarakat.

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut yaitu :

1. Apa pengertian kebijakan dari Manajemen Berbasis Sekolah?


2. Bagaimana Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam bidang pendidikan?
3. Apa dampak dari penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam pengelolaannya?

C. TUJUAN

1. Untuk lebih mengetahui tentang konsep dari Manajemen Berbasis Sekolah


2. Untuk lebih mengenal seperti apa penerapan dari Manajemen Berbasis Sekolah
3. Untuk memenhi tugas Critical Book Report
BAB II

PEMBAHASAN

Judul Buku yang Dikritik : Judul Buku Pembanding :


Manajemen Berbasis Sekolah Manajemen Pendidikan
Penulis : Dr. E. Mulyasa, M.Pd Penulis : Tim Dosen
BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN
A. Otonomi Daerah
1. Upaya peningktan mutu pendidikan
dilakukan dengan menetapkan
tujuan dan standar kompetensi
pendidikan, yaitu melalui konsensus
nasional antara pemerintah dengan
seluruh lapisan masyarakat.
2. Peningkatan efisiensi pengelolaan
pendidikan mengarah pada
pengelolaan pendidikan berbasis
sekolah, dengan memberi
kepercayaan yang lebih luas kepada
sekolah.
3. Peningkatan relevansi pendidikan
menagarah pada pendidikan
berbasis masyarakat.
4. Pemerataan pelayanan pendidikan
mengarah pada pendidikan yang
berkeadilan.
B. Relevansi Pendidikan
Relevansi pendidikan salah satu
masalah pokok pendidikan di Indonesia,
perlu adanya penyesuaian dan
peningkatan materi program pendidikan
agar secara lentur bergerak cepat
sejalan dengan tuntutan dunia kerja
serta tuntutan kehidupan masyarakat
yang berubah secara terus menerus.
C. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
MBS merupakan salah satu upaya C. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
pemerintah untuk mencapai keunggulan
masyarakat bangsa dalam penguasaan 1. Pengertian Manajemen Berbasis
ilmu dan teknologi, yang ditunjukkan Sekolah (MBS)
dengan dalam penguasaan ilmu dan
teknologi, yang ditunjukan dengan Secara umum, Manajemen Berbasis
pernyataan politik dalm Garis-Garis Sekolah (MBS) dapat diartikan sebagai
Besar Haluan Negara. model pengelolaan yang memberikan
otonomi (kewenangan dan tanggung
jawab) lebih besar kepada sekolah,
memberikan fleksibilitas keluwesan-
keluwesan kepada sekolah, dan
mendorong partisipasi secara langsung
warga sekolah (guru, siswa, kepala
sekolah, karyawan) dan masyarakat
(orang tua siswa, tokoh masyarakat,
ilmuwan, pengusaha, dan sebagainya).

Kritik :
Kelebihan : bab 1 ini kelebihannya yaitu
kelengkapan penjelasan pendahulu sehingga
lebih awal memahami isi buku

bab 1 ini tidak adanya kelengkapan


Kelemahan : bab 1 ini tidak ada kekurangan
pendahuluan nya hanya saja MBS yang
dijelaskan
BAB 2 Konsep Dasar Manajemen Berbasis BAB 2 Konsep Dasar Manajemen
Sekolah Berbasis Sekolah
A. Manajemen Sekolah
Manajemen sekolah kerap diartikan A. Manajemen sekolah
sebagai administrasi sekolah. Berkaitan
dengan itu, terdapat 3 pandangan MBS memerlukan upaya-upaya
berbeda; penyatupaduan atau penyelarasan
1. Administrasi lebih luas dari pada sehingga pelaksanaan pengaturan
manajemen berbagai komponen sekolah tidak
2. Melihat manajemen lebih luas dari
tumpang tindih, berbenturan, saling
pada administrasi
3. Pandangan yang manggap bahwa lempar tugas dan tanggung jawab.
manajemen identik dengan Dengan begitu, tujuan yang telah
administrasi. ditetapkan dapat tercapai secara efektif
Terdapat fungsi-fungsi pokok dan efisien.
manajemen yaitu : perencanaan,
pelaksanaan, pengawasa, dan B. Manajemen berbasis sekolah
pembinaan. (MBS)
B. Manajemen Berbasis Sekolah
1. Tujuan MBS MBS merupakan paradigma baru
- Meningkatkan efisiensi; pendidikan yang memberikan otonomi
diperoleh melalui keleluasaan luas pada tingkat sekolah (pelibatan
mengelola sumberdaya masyarakat) dalam kerangka kebijakan
partisipasi masyarakat dan pendidikan nasional. Selain itu, MBS
pnyederhanaan birokrasi.
juga merupakan salah satu wujud dari
- Meningkatkan mutu; partisipasi
orang tua terhadap sekolah, reformasi pendidikan yang menawarkan
fleksibilitas pengelolaan sekolah kepada sekolah untuk menyediakan
dan kelas pendidikan yang lebih baik dan memadai
- Meningkatkan pemerataan bagi para peserta didik.
pendidikan; partisipasi
masyarkat yang memungkinkan C. MBS Sebagai proses
pemerintah lebih berkonsentrasi pemberdayaan
pada kelompok tertentu.
2. Manfaat MBS Ada delapan langkah pemberdayaan,
- MBS mendorong dalam kaitannya dengan MBS yaitu :
profesionalisme guru dan kepala
sekolah sebagai pemimpin di 1. Menyusun kelompok
sekolah guru sebagai penerima
- MBS menekankan keterlibatan awal atas rencana progam
maksimall berbagai pihak pemberdayaan;
- MBS dapat lebih meningkatkan 2. Mengidentifikasi dan
kesejahteraan guru di sekolah membangun kelompok
sehingga dapat lebih peserta didik di sekolah;
berkonsentrasi pada tugas. 3. Memilih dan melatih guru
3. Faktor-faktor yanb Perlu dan tokoh masyarakat
Diperhatikan yang terlibat secara
a. Kewajiban Sekolah langsung dalam
Sekolah dituntut mampu implementasi MBS;
menampilkan pengelolaan 4. Membentuk dewan
sumber daya secra transparan, sekolah, yang terdiri dari
demokratis, tanpa monopoli, dan unsur sekolah, unsur
bertanggung jaawab baik masyarakat di bawah
terhadap masyarakat maupun pengawasan pemerintah
pemerintah. daerah;
b. Kebijakan dan Prioritas 5. Menyelenggarakan
Pemerintah pertemuan-pertemuan
Kebijakan-kebijakan yang para anggota dewan
menjadi prioritas nasional sekolah;
terutama yang berkaitan denngan 6. Mendukung aktivitas
program peningkatan melek kelompok yang tengah
huruf dan angka, efisiensi =, berjalan;
mutu, dan pemerataan 7. Mengembangkan
pendidikan. hubungan yang harmonis
c. Peran Orang Tua dan antara sekolah dan
Masyarakat masyarakat;
- Berpartisipasi dalam 8. Menyelenggarakan
pembuatan berbagai keputusan lokakarya untuk evaluasi.
- Mengawasi dan membantu
sekolah dalam pengelolaan
kegiatan belajar-mengajar
d. Peranan Profesionalisme dan
Manajerial
1. Memiliki kemamppuan
untuk berkolaborasi dengan
guru dan masyarakat
2. Memiliki pemahaman dan
wawasan yang luas tenteng
teori pendidikan dan
pembelajaran
3. Memiliki kemampuan dan
keterampilan untuk
menganalisis situasi
sekarang berdasarkan apa
yang harus ny serta mapu
memperkirakan kejadian
dimasa depan berdasarkan
situasi sekarang
4. Memiliki kemauan dan
kemampuan untuk
mengidentifikasi masalah
dan kebutuhan efektivitas
pendidikan sekolah
5. Mampu memanfaatkan
berbagai peluang,
menjadikan tantangan
sebagai peluang.
e. Pengembangan Profesi
- Pemerintah harus menjamin
bahwa semua unsur penting
tenaga kependidikan menerima
pengambangan profesi yang
diperlukan untuk sekolah agar
secara efektif
- Dapat mengambil manfaat yang
ditawarkan MBS
- Melibatkan diri dalam diskusi-
diskusi tentang MBS dan
berinsiatif untuk
menyelenggarakan pelatihan
tentang aspek-aspek yang
terkait.
4. Karateristik Manajemen Berbasis
Sekolah
1. Bagaiaman sekolah dapat
mengoptimalkan kinerja
organisasi sekolah,
2. Proses belajar mengajar,
3. Pengelolaan sumber daya
manusia
4. Pengelolaan sumber daya dan
administrasi
C. MBS Sebagai Proses Pemberdayaan
1. Pemberdayaan berhubungan dengan
upaya peningkatan kemampuan
masyarakat untuk memegang
kontrol
2. Adanya kesamaan dan kesepadanan
kedudukan dalam hubungan kerja
3. Menggunakan pendekatan
partisipatif
4. Pendidikan untuk keadilan

Kritikan :
Bab 2 ini hampir sama dengan buku
Kelebihan : bab 2 ini dapat diperjelas dengan
lengkap sehingga bisa dipahami untuk utama penjelasan yang lengkap dan
penjelasan selanjutnya
dapat dimengerti

Bab 2 ini masih terdapat bahasa yang


Kelemahan : bab 2 ini masih ada penulisan
yang tidak baku dan bahasa asing beratakan membuat pembaca pun
bingung
BAB 3 Manajemen Komponen-komponen BAB 3 Manajemen Komponen-
Sekolah
A. Manajemen Kurikulum dan Program komponen Sekolah
Pengajaran A. Manajemen Kurikulum dan
Manajemen kurikulum dan program
pengajaran mencakup kegiatan Program Pengajaran
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian Manajemen kurikulum
kurikulum. Karena itu level sekolah
paling penting adalah bagaimana merupakan seluruh proses
merealisasikan dan menyesuaikan kegiatan yang direncanakan
kurikulum tersebt dengan kegiatan
pembelajaran. secara sungguh-sungguh serta
B. Manajemen Tingkat Pendidikan pembinaan secara kontinyu
Manajemen pendidikan bertujuan untuk
mendayagunakan tenaga kependidikan terhadap situasi belajar secara
secara sefektif dan efisien untuk efektif dan efesien demi
mencapai hasil yang optimal, namum
tetap dalam kondisi yang membantu tercapainya tujuan
menyenangkan. Manajemen tenaga pendidikan yang telah
kependidikan mencakup: (1)
perencanaan pegawai (2), pengadaan ditetetapkan.
pegawai, (3) pembinaan dan a. Kegiatan yang berhubungan
pengembangan pegawai, (4) promosi
dan mutasi, (5) pemberhentian , (6) dengan Tugas
kompensasi, dan (7) penilaian pegawai. Guru/Pengajar
C. Manajemen Kesiswaan
Manajemen kesiswaan atau manajemen 1. Pembagian guru yang
kemuridan peserta didik adalah penataan dijabarkan dari struktur
dan pengaturan terhadap kegiatan
peswrta didik, mulai masuk sampai program pengajaran,
dengan keluarnya peserta didk tersebut dan ketentuan tentang
dari suatu sekolah. Manajemen
kesiswaan bertujuan untuk mengatur beban mengajar wajib
berbagai kegiatan dalam bidang bagi guru.
kesiswaan agar kegiatan pembelajaran
dis ekolah dapat berjalan lancar, tertib, 2. Tugas guru dalam
teratur, serta mencapai tujuan
mengikuti jadwal
pendidikan sekolah.
D. Manajemen Keuangan dan Pembiayaan pelajaran
Dalam penyelenggaraan pendidikan,
Ada 4 jenis jadwal
keuangan dan pembiayaan merupakan
potensi yang sangat menentukan dan pelajaran untuk guru,
merupakan bagian yang tak terpisahkan
yaitu:
serta komponen yang menetukan
terlaksananya kegiatan-kegiatan proses a) Jadwal pelajaran
belajar mengajar di sekolah.
kurikurer.
Sumber keuangan dan pembiayaan dapat
dikelompokkan atas 3 sumber yaitu: (1) b) Jadwal pelajaran
Pemerintah, (2) Orang tua atau peserta
kokurikurer.
didik, dan (3) masyarakat.
E. Manajemen Sarana dan Prasarana c) Jadwal pelajaran
Pendidikan
ekstra-kurikurer
Manajemen Sarana dan prasarana
pendidikan berugas mengatur dan d) Jadwal pelajaran
menjaga sarana dan prasarana
yang tatap muka
pendidikan agar dapat memberikan
kontribusi secara optimal dan berarti dan non tatap
pada jalannya proses pendidikan.
muka
F. Manajemen Hubungan Sekolah dengan
Masyarakat 3. Tugas guru dalam
Hubungan sekolah dengan masyarakat
kegiatan PBM
bertujuan antara lain untuk (1)
Memajukan kualitas pemebelajaran, (2) Tugas ini merupakan
Memperkokoh tujuan, dan (3)
serangkaian kegiatan
Menggairahkan masyarakat untuk
menjalin hubunga dengan sekolah. Jika pengajaran/instruksion
hubungan sekolah dengan masyarakat
al untuk mencapai hasil
berjalan baik, maka rasa tanggngjawab
dan partisipasi masyarakat untuk pengajaran yang
memajukan seklolah juga baik dan
optimal, yaitu:
tinggi.
G. Manajemen Layanan Khusus a) Membuat desain
Manajemen layanan khusus meliputi
instruksional
manajemen perpustakaan, kesehatan,
dan keamanan sekolah yang merupakan b) Melaksanakan
komponen penting dari MBS yang
pengajaran
efektif dan efisien.
c) Mengevaluasi
hasil pengajaran.
B. Manajemen Tenaga
Kependidikan
Manajemen tenaga kependidikan
(guru dan personil) mencakup
beberapa hal yaitu:
1. perencanaan pegawai,
2. pengadaan pegawai,
3. pembinaan dan
pengembangan pegawai,
4. promosi dan mutasi
5. pemberhentian pegawai,
6. kompensasi, dan
7. penilaian pegawai.
Hal ini menunjukkan,
bahwa keberhasilan pengelolaan
pendidikan pada sebuah sekolah
apabila Kepala Sekolah memiliki
kemampuan untuk menciptakan
kondisi yang melibatkan pada
semua unsur pengelola sekolah.

C. Manajemen Kesiswaan
Salah satu tugas sekolah diawal
tahun pelajaran baru adalah
menata siswa. Manajemen
kemuridan adalah penataan dan
pengaturan kegiatan yang
berhubungan dengan peserta
didik (murid), awal pendaftaran
sampai mereka lulus, tetapi bukan
sekedar pencatatan data peserta
didik, melainkan meliputi aspek
lebih luas yang secara operasional
dapat membantu upaya
pertumbuhan murid melalui
proses pendidikan di sekolah.
Tanggung jawab Kepala sekolah
dalam mengelola bidang
kemuridan adalah:
1. Kehadiran murid di sekolah
dan masalah-masalah
bidang kemuridan
2. Penerimaan,
orientasi,klasifikasi, dan
pembagian kelas murid dan
pembagian program studi.
3. Evaluasi dan pelaporan
kemajuan belajar murid
4. Program supervisi bagi
murid yang mempunyai
kelainan, seperti mengulang
pengajaran (remid),
5. Pengendalian kedisiplinan
murid belajar di sekolah
6. Program bimbingan dan
penyuluhan bagi seluruh
murid.
7. Program kesehatan dan
keamanan murid belajar,
terutama ketenangan belajar
murid di kelas.
8. Penyesuaian pribadi, sosial,
dan emosional murid
(Mulyasa, 2002:46).
D. Manajemen Keuangan dan
Pembiayaan
Keuangan dan pembiayaan
merupakan salah satu sumber
daya yang secara langsung
menunjang efisiensi dan
efektivitaas pengelolaan
pendidikan.
Dalam penyelenggaraan
pendidikan, keuangan dan
pembiayaan merupakan potensi
yang menentukan dan merupakan
bagian yang tak terpisahkan
dalam kajian manajemen
pendidikan. Komponen keuangan
dan pembiayaan merupakan
komponen produksi yang
menentukan terlaksananya
kegiatan-kegiatan proses
pembelajaran di sekolah bersama
dengan komponen lain.
Komponen utama manajemen
keuangan meliputi:
1. Prosedur anggaran
2. Prosedur akuntansi keuangan
3. Pembelanjaan, pergudangan,
dan prosedur pendistribusian
4. Prosedur investasi
5. Prosedur pemeriksaan
E. Manajemen Sarana dan
Prasarana Pendidikan
Sarana pendidikan adalah
peralatan dan perlengkapan yang
secara langsung dipergunakan
dan menunjang proses
pendidikan, khususnya proses
belajar mengajar. Adapun yang
dimaksud dengan prasarana
pendidikan adalah fasilitas yang
secara tidak langsung menunjang
jalannya proses belajar mengakar.
Manajemen sarana dan prasarana
pendidikan bertugas mengatur
dan menjaga sarana dan prasarana
pendidikan agar dapat
memberikan kontribusi secara
optimal dan berarti pada jalannya
proses pendidikan.

F. Manajemen Hubungan Sekolah


dengan Masyarakat
Manajemen Hubungan
Sekolah dengan Masyarakat
merupakan seluruh proses
kegiatan yang direncanakan dan
diusahakan secara sengaja dan
bersungguh-sungguh serta
pembinaan secara kontiyu untuk
mendapatkan simpati dari
masyarakat, sehingga kegiatan
operasional sekolah semakin
efektif dan efisien,demi
membantu tercapainya tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan.
Secara lebih jelasnya maka
Husemas dapat dilihat dari fungsi,
tujuan, manfaat, dan bentuk-
bentuk operasionalnya.
1. Fungsi dari Husemas adalah
menarik simpati masyarakat
pada umumnya serta publik,
sehingga dapat
meningkatkan relasi serta
amino masyarakat terhadap
sekolah tersebut yang pada
akhirnya menambah income
bagi sekolah yang
bermanfaat bagi bantuan
terhadap tercapainya
tujuaan yang telah
ditetapkan.
2. Tujuan dari Husemas
adalah meningkatkan
popularitas sekolah di mata
masyarakat.
3. Manfaat dari Husemas
adalah menambah simpati
masyarakat yang dapat
meningkatkan harga diri
sekolah ,serta dukungan
masyarakat terhadap
sekolah secara spiritual dan
material.
4. Bentuk-bentuk operasional
dari Husemas bisa
bermavam macam
tergantung pada kreatifitas
sekolah, kondisi, dan
situasi sekolah , fasilitas
dan sebagainya.
5. Kegiatan olah raga dan
kesenian merupakan sarana
Husemas misalya
PORSENI.
6. Menyediakan fasilitas
sekolah untuk kepentingan
masyarakat.
7. Mengikutsertakan sivitas
akademika sekolah
dalam kegiatan kegiatan
masyarakat.
8. Mengikutsertakan tokoh-
tokoh masyarakat dalam
kegiatan kurikuler dan
ekstrakurikuler sekolah.
Dengan demikian sekolah
sebagai pusat kebudayaan dan
ilmu pengetahuan bagi
masyarakat,sedangkan
masyarakat sebagai sumber
informasi dan inspirasi bagi
sekolah seta sebagai lapangan
pengabdian bagi par peserta didik.

G. Manajemen Layanan Khusus


Manajemen layanan khusus
meliputi manajemen
perpustakaan,kesehatan,dan
keamanan sekolah.

Kritikan :
Kelebihan : bab 3 pejelasan ang tepat membuat
pemabaca mudah menyimpulkan nya
bab 3 penjelasannya hampir sama
dengan buku utma yang membuat
pembaca bagi awam mudah
menyimpulkan

Kelemahan :
BAB 4 Implementasi Manajemen Berbasis BAB 4 MANAJEMEN
Sekolah IMPLEMENTASI KURIKULUM
A. Pendahuluan
A. Strategi Implementasi MBS Kurikulm sebagai rancangan
Implementasi MBS akan berlangsung pendidikan mempunyai
secara efektif dan efisien apabila kedudukan yang sangat strategis
didukung oleh sumber daya manusia dalam seluruh aspek kegiatan
yang profesional untuk mengoperasikan pendidikan. Landasan pokok
sekolah, dana yang cukup, serta dalam pengembangan kurikulum
dukungan masyarakat atau orang tua dikelompokkan ke dalam 4 jenis
yang tinggi. yaitu : landasan fisolofis,
landasan psikologi, dan landasan
1. Pengelompokan Sekolah ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam rangka implementasi B. Konsep Dasar
MBS diperlukan pengelompokan 1. Pengertian Manajemen
sekolah berdasarkan kemampuan Kurikulum
manajemen dan ditemui tiga Sebagai suatu sistem
ketegori sekolah, yaitu baik, pengelolaan kurilum yang
sedang dan kurang. kooperatif, komrehensif, dan
2. Pentahapan Implementasi MBS sistematik dalam rangka
Penerapan MBS secara mewujudkan ketercapaian
emnyeluruh sebagau realisasi tujuan kurikulum
desentralisasi pendidikan 2. Ruang Lingkup Manajemen
memerlukan perubahan- Kurikulum
perubahan mendasar terhadap Mengutamakan untuk
aspek-aspek yang menyangkut merealisasikan dan
keuangan, ketenagaan, merelvansikan antara
kurikulum, sarana dan prasarana, kurikulum yang baik
serta partisipasi masyarakat. 3. Prinsip dan Fungsi
3. Perangkat Implementasi MBS Manajemen Kurikulum
Rencana sekolah merupakan Produktivitas
salah satu perangkat terpenting Demokratisasi
dalam pengelolaan MBS. dengan Kooperatif
membaca rencana sekolah, Efektivitas dan
seseorang dapat melihat efisiensi
gambaran lengkap tentang suatu Mengarahkan visi
sekolah. Namun keberhasilan 4. Komponen-Komponen
implementasi manajemen Kurikulum
berbasis sekollah juga sangat a. Komppoonen Tujuan
bergantung pada kemampuan b. Komponen isi / materi
dan kemauan politik pemerintah. pembelajaran
c. Komponen metode
B. Model MBS (Model Australia) d. Komponen evaluasi
1. Konsep Pengembangan e. Kasus
MBS dibangun dengan
memperhatikan kebijakan dan
panduan dari pemerintahnegara
bagian di satu pihak dan
partisipasi masyarakat melalui
School Council (SC) dan Parent
and Community Association
(P&C).
2. Ruang Lingkup Kewenangan
Aspek-aspeknya meliputi:
a. Menyusun serta
mengembangkan
kurikulum dan proses
pembelajaran
b. Melakukan pengelolaan
sekolah
c. Membuat perencanaan,
pelaksanaan, dan
pertanggungjawaban
d. Menjamin dan
mengusahakan sumber
daya manusia dan
keuangan
3. Jenis Pengorganisasian MBS
a. Standar Flexibility Option
(SFO)
b. Enchanced Flexibility
Option (EO1)
c. Enchanced Flexibility
Option (EO2)

C. Prospek Gaji Guru dalam MBS


Guru yang merupakan pemeran utrama
dalam proses pendidikan memerlukan
insentif sebagai imbalan dalam
pekerjaannya. Namun gaji guru di
setiap daerah tidaklah sama karna
mempertimbangan kemampuan APBD
untuk mengeluarkannya.

Kritik :
Penjelasan pun hampir serupa dengan
Kelebihan : mudah dipahami karena
penjelasan nya terlalu mudah dipahami buku utama sehingga pembaca mudah
memahami
Kelemahan : masih ada penulisan yang tidak -
pembaca pahami

BAB 5 Efektiitas, Efisiensi, dan Produktiitas BAB 5 EFEKTIFITAS, EFISIENSI,


MBS DAN PRODUKTIVITAS
A. Efektivitas MANAJEMEN BERBASIS
Efektivitas berkaitan dengan SEKOLAH
terlaksananya semua tugas pokok, A. Efektivitas MBS
tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan Efektivitas MBS, barometer
adanya partisipasi aktif dari anggota. efektivitas dapat dilihat dari kualitas
Efektivitas dapat dijadikan barometer program, ketepatan penyusunan,
untuk mengukur keberhasilan kepuasan, keluwesan, dan adaptasi,
pendidikan. Barometer efektivitas dapat semangat kerja, motivasi,
dilihat dari kualitas program , ketepatan ketercapaian tujuan, ketepatan waktu,
penyusunan, kepuasan, keluwesan, dan serta ketepatan
adaptasi, semangat kerja, motivasi, pendayagunaan sarana, prasarana,
ketercapaian tujuan, dan sumber belajar dan sumber belajar dalam
dalam meningkatkan kualitas meningkatkan kualitas pendidikan di
pendidikan di sekolah. sekolah.

B. Efisiensi B. Efisiensi MBS


Efisiensi mengacu pada ukuran Efisiensi dapat diklasifikasikan
penggunaan sumber daya yang langka menjadi dua yaitu efisiensi internal
oleh organisasi dan juga merupakan dan efisiensi eksternal. Efisiensi
perbaningan antara iput dan output, internal menunjuk kepada hubungan
tanag dan hasil,perbelanjaan dan antara output pendidikan (pencapaian
pemasukan, biaya, serta kesenangan belajar) dan input (sumberdaya) yang
yang dihasilkan. Upaya peningkatan digunakan untuk
efisiensi pendidikan,dapat ditentukan memproses/menghasilkan output
oleh 2 hal, yakni manajemen pendidikan pendidikan. Sedang efisiensi
yang profesional dan partisipasi dalam eksternal adalah hubungan antara
pengelolaan pendidikan yang meluas. biaya yang digunakan untuk
menghasilkan tamatan dan
C. Produktivitas keuntungan kumulatif (individual,
Produktivitas dalam dunia penddikan sosial, ekonomik, dan non-
berkaitan dengan keseluruhan proses ekonomik) yang didapat setelah pada
penataan dan penggunaan sumber daya kurun waktu yang panjang diluar
untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah.
secara efektif dan efisien. Ada 4 hal
yang digunakan dalam mengukur C. Produktivitas MBS
produktivitas pendidikan ataupun MBS, Jika faktor produktivitas diatas
yaitu (1) Tenaga kerja Kependidikan, dihubungkan dengan MBS, dapat
(2) Guru dan gaji Guru, (3) Ahli dikemukakan bahwa karakteristik
ekonomi dan sekolah, (4) Pendidikan umum sekolah yang produktif dapat
dan pertumbuhan ekonomi, dan (5) dilihat dari bentuk dan sifat
Analisis Produktivitas Pendidikan. organisasi sekolah tersebut.
Kritikan:
Kelebihan : bab 5 ini membuat pembaca fokus Bab 5 ini pun hampir sama membuat
untuk menghayati yang terjadi dalam bab ini pembaca fokus dan juga penulisan yang
mudah dimengerti

Kelemahan :
BAB 6 Kepemimpinan dalam MBS BAB 6 KEPEMIMPINAN
PENDIDIKAN
A. Pengertian Kepemimpinan A. Pendahuluan
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai Kepemimpinan pendidikan
kegiatan untuk mempengaruhi orang- adalah kemampuan untuk
orang yang diarahkan terhadap menggerakkan pelaksanaan
pencapaian tujuan organisasi. pendidikan, sehingga tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan
B. Gaya Kepemimpinan dapat tercapai nsecara efektif dan
Gaya Kepemimpinan merupakan suatu efisien.
pola perilaku seorang pemimpin yang B. Konsep Dasar
khas pada saat memperngaruhi anak 1. Fungsi Pemimpin Pendidikan
buahnya, apa yang dipilih untuk a. Membantu terciptanya
dikerjakan, dan caranya bertindak dalam suasana persaudaraan
memperngaruhi anggota kelompok. b. Membantu kelompok
untuk mengorganisir
C. Kepemimpinan dalam peningkatan c. Membantu kelompok
Kinerja dalam menetapkan
Kegagalan dan keberhasilan suatu prosedur kerja
organisasi ditentukan oleh kuat tidaknya d. Bertanggung jawab dalam
kepemimpinan. Semakin tinggi mengambil keputusan
kepemimpinan yang diduduki oleh bersama dengan
seseorang dalam organisasi, nilai dan kelompok
bobot strategi dari keputusan yang e. Bertanggungjawab dalam
diambilnya makin besar; begitu juga mengembangkan dan
sebaliknya. Dalam rangka melaksanakan mempertahankan
MBS, kepala sekolah sebagai pemimpin eksistensi organisasi
harus memiliki berbagai kemampuan 2. Tipe-tipe Kepemimpinan
diantaranya: (1) Pembinaan disiplin, (2) Pendidikan
Pembangkitan Motivasi, dan (3) - Tipe otoriter : diktator
Penghargaan. - Tipe Laissez-faire :
bebas
D. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang - Tipe demokratis :
Efektif memutilasi anggota-
Kinerja kepala sekolah dalam kaitannya anggota
dengan MBS adalah segala upaya yang - Tipe Pseudo-demokratis
dilakukan dan hasil yang dapat dicapai : manipulasi diplomatik
oleh kepala sekolah dalam 3. Syarat-syarat Pemimpin
mengimplementasikan MBS di Pendidikan
sekolahnya untuk mewujudkan tujuan Rendah hati
pendidikan secara efektif dan efisien. Suka menolong
Sabar
Jujur, adil
Keahlian dalam
jabatan
4. Keterampilan yang Harus
dimiliki Pemimpin
Keterampilan dalam
memimpin
Harus bisa menguasai
cara-cara
kepemimpinan
Keterampilan dalam
hubungan insani
Harus saling
menghargai
Keterampilan dalam
proses kelompok
Meningkatkan
partisipasi anggoa-
anggota
Keterampilan dalam
administrasi personil
Menggunakan
keahlian dan
kesanggupan secara
efektif dan efisien
Keterampilan dalam
menilai
Kegiatan yang
dilaksanakan sampai
dimana suatu tujuan
sudah dicapai
5. Pendekatan tentang Teori
Munculnya Pemimpin
1) Seseorang aka menjadi
pemimpin karena ia
memang dilahirkan untuk
menjadi pemimpin
2) Seseorang akan menjadi
pemimpin kalau
lingkungan, waktu dan
keadaan memungkinkan
3) Untuk menjadi seorang
pemimpin perlu bakat
yang dibina supaya
berkembang
4) Setiap orang bisa menjadi
pemimpin hanya dalam
situasi tertentu saja
6. Pendekatan dalam
Mempelajari Kepemimpinan
Pendidikan
1) Pendekatan Sifat
2) Pendekatan keperilakuan

Kritikan :
Kelebihan : Penjelasan mengenai Sama hal nya dengan buku tama
kepemimpinan membuat ita bisa memahami
penjelasan yang membuat pembaca
lebih mudah karena wawasan yang dipaparkan
dalam bab ini lengkap semakin lebih luas pengetahuannya

Kelemahan :

BAB 7 Koordinasi, Komunikasi, Supervisi, BAB 7 SUPERVISI PENDIDIKAN


dalam MBS
A. Koordinasi Dalam Manajemen
A. Koordinasi dalam MBS
Berbasis Sekolah
Pada hakikatnya koordinasi merupakan
Koordinasi dalam MBS adalah untuk
proses penyatupaduan kegiatan yang
menumbuhkan sikap egaliter, serta
dilakuakn pegawai dan berbagai satuan
meningkatkan rasa kesatuan dan
lembaga sehingga dapat berjalan selaras
persatuan diantara para kepala sekolah
dan serasi sehingga tujuan lembaga
dan guru-guru dengan tetap menghargai
secara keseluruhan dapat diwujudkan
wewenang dan kewajiban masing-
secara optimal.
masing.
1. Manfaat Koordinasi
1. Macam-macam Koordinasi
Manfaat koordinasi dalam MBS
a. Koordinasi vertical.
yaitu (1) menghilangkan dan
b. Koordinasi horizontal.
menghindarkan perasaan
c. Koordinasi fungsional
terpisahkan satu sama lain, (2)
menghindarkan perasaan bahwa
MBS koordinasi dapat dilakukan dalam
dirinya atau jabatannya paling
setiap tahap dari proses dan bidang
penting, (3) menghindari
garapan manajemen tersebut. Koordinasi
timbulnya rebutan fasilitas, (4)
dalam MBS mencakup semua program
menumbuhkan kesadaran para
pengelolaan terhadap subjek, objek, dan
kepala sekolah utnuk saling
bidang garapan sekolah.
memberitahu masalah yang
dihadapi, dsb.

2. Macam-macam Koordinasi
a. Koorinasi Intern, yang
terbagi menjadi 3 yaitu (1)
Koordinasi vertikal, (2)
Koordinasi Horizontal, dan
(3) Koordinasi diagonal.
b. Koordinasi Ekstern,
termasuk Koordinasi
fungsional.

3. Cara Melakukan Koordinasi


Koordinasi dapat dilakuakn
secara formal dan informal,
melalui konferensi lengkap,
pertemua berkala, pembentukan
panitia gabungan, pembetukan
badan koordinasi staff,
wawancara dengan bawahan, B. Komunikasi Dalam Manajemen
memorandum berantai, buku Berbasis Sekolah
pedoman lembaga, tata kerja, Komunikasi dalam MBS dapat dibedakan
dsb. menjadi dua,
yaitu komunikasi intern dan ekstern.
B. Komunikasi dalam MBS 1. Komunikasi Intern
1. Komunikasi Intern Komunikasi intern yang terbina
a. Dasar, tujuan, dan dengan baik akan memberikan
manfaat Komunikasi kemudahan dan keringanan dalam
intern melaksanakan serta memecahkan
Upaya membina masalah sekolah menjadi tugas
komunikasi tidak sekadar bersama.
untuk menciptakan 2. Komunikasi Ekstern
kondis yang menarik dan Komunikasi ekstern merupakan
hangat, tetapi akan komunikasi yang antara sekolah
mendapatkan makna denga lingkunan sekitar untuk
yang mendalam dan mendapatken masukan-masukan
berarti bagi pendidikan dari lingkungan yang berkaitan
dalam suatu sekolah. dengan kegiatan-kegiatan yang
b. Prinsip Komunikasi dilakukan di sekolah.
Prinsip Komunikasi yaitu
bersifat terbuka, mampu
mengemukakan
pendapat,
mengambangkan
kebiasaan untuk
berdiskusi terbuka,
mendorong untuk
mengambil keputusan
yang paling baik, dan
berlaku sebagai pengarah.
c. Memecahkan masalah
bersama di sekolah.

2. Komunikasi Ekstern
a. Hubungan dengan orang
tua
Hubungan sekolah
dengan orang tua dapat
dijalin melalui banyak
cara, misalnya dengan
mendatangkan orang tua
siswa untuk memberikan
ceramah masalah
sekolah.
b. Hubungan sekolah
dengan masyarakat
Hubungan sekolah
dengan masyarakat
merupakan bentuk
komunikasi ekstern yang
dilakukan atas dasar
kesamaan tanggungjawab
dan tujuan. Dalam
masyarakat juga terdapat
individu atau pribadi
yang bersimpati terhadap
pendidikan di sekolah.
c. Supervisi dalam MBS
1. Hakikat Supervisi
Pada hakikatnya
supervisi
mengandung
beberapa kegiatan
pokok yaitu
pembinaan yang
kontinu,
pengembangan
kemampuan
profesional, dan
perbaikan situasi
belajar mengajar.
2. Tujuan dan fungsi
Supervisi
Beberapa tujuan
supervisi
pendidikan yaitu
(1) Membina
kepala sekolah dan
guru untuk
memahami tujuan
pendidikan, (2)
memperbesar
kesanggupan
kepala sekolah dan
guru2 untuk
mempersiapkan
peserta didiknya
menjadi anggota
masyarakat yang
efektif, (3)
Memperbesar
semangat guru2 dan
meningkatkan
motivasi
berprestasi, dan (4)
mengembangkan
rasa kesatuan dan
persatuan diantara
guru.

3. Teknik-teknik
Supervisi
a. Kunjungan
dan observasi
kelas
Kunjungan
dan observasi
kelas sangat
bermanfaat
untuk
mendapatkan
informasi
tentang prises
belajar
mengajar
secara
langsung,
baik yang
menyangkut
kelebihan
maupun
kekurangan
dan
kelemahanny
a.

b. Pembicaraan
individual

c. Diskusi
kelompok

d. Demonstrasi
mengajar

e. Perpustakaan
profesional

C. Supervisi dalam Manajemen Berbasis


Sekolah
1. Hakikat Supervisi : pembinaan yang
kontinu, pengembangan kemapuan
profesional personil, perbaikan C. Konsep Dasar
situasi belajar-mengajar, dengan 1. Pengertian
sasaran akhir pencapaian tujuan Supervisi pendidikan adalah
pendidikandan ertumbuhan pribadi bimbingan profesional bagi guru-
peserta didik guru yang memberikan
2. Tujuan dan fungsi supervisi : kesempatan bagi guru-guru untuk
a. Membina kepala seklah dan berkembang
guru-guru 2. Fungsi-Fungsi dan Tujuan
b. Memperbesar kesanggupan Supervisi Pendidikan
kepala sekolah dan guru-guru a. Fungsi Supervisi
c. Membantu kepala sekolah dan Pendidikan
guru mengadakan diagnosis 1) Menyelenggaraka
secara krisis n Inspeksi
d. Meningkatkan kesadaran kepala Inspeksi harus
sekolah dan guru-guru serta bersumber pada
warga sekolah lainnya data yang aktual
e. Memperbesar semangat guru- dan tidak pada
guru dan meningkatkan motivasi informasi yang
f. Membantu pimpinan sekolah sudah kalauarsa.
untuk mempopulerkan sekolah 2) Penelitian hasil
g. Melindungi orang-orang yang insfeksi berupa
disupervisi terhadap tuntutan- dada Diolah
tuntutan yang tidak wajar menjadi bahan
h. Membantu kepala sekolah dan penelitian.
guru-guru untuk dapat Sehingga
mengevaluasi aktivitasnya ditemukan teknik
i. Mengembangkan rasa kesatuan dan prosedur yang
dan persatuan efektif
3. Teknik-Teknik Supervisi 1) Penilaian
a. Kunjungan dan observasi kelas Usaha untuk
b. Pembicaraan individual mengetahui segala
c. Diskusi kelompok fakta yang
d. Demonstrasi mengajar mempengaruhi
e. Perpustakaan profesional kelangsungsan
persiapan
2) Latihan
Memperkenalkan
cara-cara baru sebagai
upaya perbaikan /
peningkatan.
3) Pembinaan
Lanjutan dan kegiatan
memperkenalkan
cara-cara baru.
a. Tujuan Supervisi
Pendidikan
1. Membina kepala
sekolah dan guru-guru
2. Memperbesar
kesanggupan kepala
sekolah dan guru-guru
3. Membantu kepala
sekolah dan guru
mengadakan diagnosis
secara krisis
4. Meningkatkan
kesadaran kepala
sekolah dan guru-guru
serta warga sekolah
lainnya
5. Memperbesar ambisi
guru untuk
meningkatkan mutu
layanannya
6. Membantu pimpinan
sekolah untuk
mempopulerkan
sekolah
7. Membantu kepala
sekolah dan guru-guru
untuk dapat
mengevaluasi
aktivitasnya
8. Mengembangkan
esprit de corps
1. Teknik-teknik Supervisi
Pendidikan
a. Kunjungan kelas secara
berencana
b. Pertemuan pribadi antar
supervisor dengan guru
c. Rapat antar supervisor
dengan para guru
d. Kunjungan antar
kelas/antar sekolah
e. Pertemuan-pertemuan
dikelompok kerja penilik

Kritikan : Bab ini penjelasannyamembuat pemaca


Kelebihan : bab ini sangat lengkap untik bisa mengerti
dipahami karena bahasa yang luas untuk
memudahkan pembaca

Kelemahan: - Masih terdapat bahasa yang belum dapat


dimengerti oleh pembacakarena mash
terdapat bahasa asing
BAB 8 Dana Pendidkan Dalam
BAB 8 Dana Pendidikan Dalam Konteks
MBS Konteks MBS
A. Klasifikasi dana pendidikan
Dana pendidikan dapat A. Klasifikasi Dana Pendidikan
diklasifikasikan menjadi 2, yaitu
1) Dana Langsung dan
1. Dana langsung dan Tidak
langsung Tidak Langsung
Dana langsung ialah dana yang
Dana langsung ialah dana
langsung digunakan untuk
operasional sekolah dan yang langsung digunakan
langsung dikeluarkan untuk
untuk operasional sekolah
kepentingan pelaksanaan proses
belajar mengajar. Sedangkan dan langsung dikeluarkan
dana tidak langsung ialah dana
untuk kepentingan
berupa keuntungan yang hilang
dalam bentuk kesempatan yang pelaksanaan proses belajar-
dikorbankan oleh peserta didik
mengajar terdiri atas
selama mengikuti kegiatan
belajar mengajar. pembangunan dan dana
rutin. Dana tidak langsung
2. Dana masyarakat dan Dana
Pribadi ialah dana berupa
Dana masyarakat adalah dana
keuntungan yang hilang
yang dikeluarkan masyarakat
untuk kepentingan pendidikan dalam bentuk kesempatan
seperti uang sekolah dan uang
yang hilang yang
buku. Sedangkan Dana Pribadi
ialah dana langsung yang dikorbankan oleh peserta
dikeluarkan dalam bentuk uang
didik selama mengikuti
kuliah, pembelian buku, dan
dana hidup. kegiatan belajar-mengajar
2) Dana Masyarakat dan
B. Manajemen Keuangan Sekolah
Keuangan dan pembiayaan sangat Dana Pribadi
menetukan ketercapaian tujuan
Dana masyarakat ialah dana
pendidikan di sekolah, yang
memerlukan sejumlah investasi dari yang dikeluarkan
anggaran pemerintah dan dana
masyarakat untuk
masyarakat.
1. Pengelolaan Dana di Sekolah kepentingan pendidikan,
Pengelolaan dana disekolah adalah
baik yang dikeluarkan
kreatif dan dinamis selaras denngan
kebutuhan perkembangan yang secara langsung maupun
terjadi di masyarakat dan
tldak langsung. Dana
lingkungan.
2. Perencanaan Pengelolaan Dana pribadi ialah dana langsung
Kegiatan merencanakan sumber
yang dikeluarkan dalam
dana untuk menunjang kegiatan
pendidikan dan tercapainya tujuan bentuk uang sekolah, uang
pendidikan di sekolah.
kuliah, pembelian buku, dan
3. Proses Penyususnan Aggaran
Format yang digunakan untuk dana hidup setiap siswa.
menyusun Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Sekolah
meliputi : (1) sumber pendapatan;
B. Manajemen Keuangan
(2) pengeluaran untuk kegiatan
belajar-mngajar, pengadaan dan Sekolah
pemeliharaan
4. Penyusunan Rencana Anggaran Keuangan dan pembiayaan
Pengeluaran Belanja Sekolah
- Adanya pencarian tambahan merupakan salah satu sumber daya
dana dari partisipasi masyarkat yang secara langsung menunjang
- Cara pengelolaannya
dipadukann sesuai dengan efektivitas dan eflsiensi
tatanan yang lajim ssuai dengan pengeIolaan pendidikan.
peraturan yang berlaku
5. Proses Pengaturan 1. Pengelolaan Dana di Sekolah
a. Penerimaan Dalam MBS strategi tersebut
b. Penggunaan
Pertanggungjawaban dapat direalisasikan melalui
penyelenggara berbagai kegiatan
berikut:
a. Melakukan analisis
internal dan eksternal
terhadap berbagai potensi
sumber dana;
b. Mengidentiflkasi,
mengelompokkan dan
memperkirakan sumber-
sumber dana yang dapat
digali dan dikembangkan;
c. Menetapkan sumber-
sumber dana
2. Rencanaan Pengelolaan Dana
Dalam hal ini Gordon
mengemukakan perencanaan
penyusunan anggaran pendidikan
dalam dua pendekatan yang umum
digunakan, yaitu pendekatan
tradisional dan Planning
Programming Budgeting System
(PPBS). Ada dua bagian dalam
penganggaran, yaitu perkiraan
Penda.
3. Proses Penyusunan Anggaran
Proses perencanaan anggaran di
sekolah, sangat sederhana dan
kepala sekolah dapat melaporkan
secara sederhana pula. Format
yang digunakan untuk menyusun
Rencana Anggaran Pendapatan
dan Belanja Sekolah (RAPBS).

Kritikan :
Kelebihan : buku ini membuat pembaca dapat Pembaca di bab ini pun mudah mengerti
memahami bagian terping di sekolah
untuk penjelasan nya

Kelemahan :-
-
BAB III

A. Kesimpulan
Manajemen berbasis sekolah adalah suatu bentuk manajemen dimana pemerintah
memberikan otonomi atau tanggung jawab yang lebih besar kepada pihak sekolah
untuk dapat merencanakan hingga mengelola kegiatan pendidikannya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan dengan melibatkan seluruh tenaga di sekolah
sekaligus masyarakat sekitar secara mandiri dan terbuka.

B. Saran
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini, masih banyak terdapat
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan
sumbangsi pikiran dari para pembaca demi penyempurnaan Critical Book Report ini.
DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, E. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: RosdakaryaDadang, H. 2011.


Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Suharto, Nugraha. 2011. Manajemen Pendidikan.
Bandung: Alfabeta; Irianto, Yoyon Bahtiar. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Saud, Udin S. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Hermawan, H Daman. 2011.
Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Triatna, Cepi. 2011. Manajemen Pendidikan.
Bandung: Alfabeta; Mulyati, Yati Siti. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta;
Komarian, Aan. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Rukmana, Ade. 2011.
Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Suryana, Asep. 2011. Manajemen Pendidikan.
Bandung: Alfabeta; Rosmiati, Tatty. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta;
Kurniadi, Achmad. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Muhtaram, H Aceng.
2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Suryadi. 2011. Manajemen Pendidikan.
Bandung: Alfabeta; Sudarsyah, Asep. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta;
Nurdin, Diding. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Nasihin, Sukarti. 2011.
Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Sururi. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung:
Alfabeta; Herawan, Endang. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Hartini, Nani.
2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Abubakar. 2011. Manajemen Pendidikan.
Bandung: Alfabeta; Kurniatun, Taufani C. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta;
uraedi. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Rosalin, Elin. 2011. Manajemen
Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Koswara, D Deni. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung:
Alfabeta; Sutarsih, Cicih. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Nurdin. 2011.
Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta; Prihatin, Eka. 2011. Manajemen Pendidikan.
Bandung: Alfabeta; Permana, H Johar. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta;
Kesuma, Dharma. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.