Anda di halaman 1dari 5

PROPOSAL BANTUAN

BIBIT TANAMAN PALA

DI AJUKAN
OLEH :

KELOMPOK TANI

BONTO SUNGGU II

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO


KECAMATAN RUMBIA
DESA LEBANG MANAI
TAHUN 2017
A. LATAR BELAKANG
Komoditas Pala memegang peranan penting dalam pembangunan
perkebunan khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya karena
kontribusinya yang nyata dalam penyediaan kebutuhan bahan baku terutama bagi
industri rokok kretek, peningkatan pendapatan petani, peningkatan devisa negara,
penyediaan kesempatan kerja ditingkat on farm, industri farmasi dan perdagangan
serta sektor informal.
Saat ini sebagian besar hasil Pala ( 90 %) digunakan sebagai bahan baku
pembuatan industri rokok kretek (PRK), sisanya untuk memenuhi kebutuhan
industri makanan dan obat obatan. Oleh karenanya tidak dapat disangkal bahwa
peran Pala dalam perekonomian nasional cukup besar terutama dalam bentuk
penerimaan Rempah-rempah pada tahun 2009 sebesar Rp 50,5 triliun dan pada
tahun 2010 mencapai Rp. 58 triliun.
Kondisi Pala nasional mengalami pasang surut mengingat fluktuasi harga
Pala yang cukup besar dan biaya panen dan pengolahan cukup tinggi. Sementara
itu di sisi teknis, tanaman Pala mempunyai karakteristik yang khas yaitu adanya
panen besar diikuti panen kecil pada tahun berikutnya serta panen raya pada
periode tertentu. Pada saat panen besar atau panen raya harga cenderung menurun
sampai dibawah break event yang mengakibatkan petani merugi dan kemudian tidak
memelihara tanamannya. Hal tersebut mengakibatkan pertanaman kurang baik dan
produktivitas rendah. Sementara itu kondisi di lapangan menunjukan bahwa
banyak tanaman Pala yang sudah tua dan rusak, adanya serangan Hama/Penyakit,
kurangnya pemeliharaan tanaman dan belum menggunakan bibit unggul. Untuk
itu, dalam rangka mempertahankan keseimbangan penawaran dan permintaan Pala
dalam jangka panjang, diperlukan upayaupaya untuk meningkatkan produktivitas
tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Jeneponto
melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan guna meningkatkan produktivitas Pala
dimaksud sekaligus meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Jeneponto
adalah perluasan areal tanaman Pala .
Desa Lebang Manai merupakan salah satu desa di kecamatan Rumbia
Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan memiliki lahan yang subur untuk
mengembangkan berbagai jenis tanaman pertanian. Salah satu tanaman yang
sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki harga jual cukup tinggi adalah
tanaman Pala . Tanaman Pala mau dikembangkan oleh masyarakat Lebang Manai
namun populasinya masih sangat terbatas sehingga tidak memberikan nilai
tambah untuk meningkatkan pendapatan. Disamping itu dalam pengembangannya
petani membutuhkan bibit unggul sehingga hasil produksi sesuai yang diharapkan.
Dalam rangka mensukseskan program Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Jeneponto , maka Masyarakat Desa Lebang Manai dapat dijadikan
sebagai salah satu wilayah pengembangan tanaman Pala .

B. GAMBARAN KELOMPOK TANI


Kelompok Tani Bonto Sunggu II telah dibentuk sejak tahun 2014 dengan
jumlah anggota kelompok sebanyak 25 orang yang semuanya berdomisili di
Pabaeng-baeng Dusun Bonto Sunggu Desa Lebang Manai Kecamatan Rumbia,
Kabupaten Jeneponto . Pada dasarnya kelompok ini telah mengupayakan berbagai
kegiatan usaha tani, memiliki lahan potensial untuk pengembangan Pala seluas 25
ha .
C. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman Pala melalui penerapan teknologi
budidaya dan penggunaan bibit unggul.
2. Meningkatkan pendapatan petani Pala di lokasi kegiatan
3. Mendukung pengembangan kawasan Pala
4. Memenuhi permintaan pasar baik dalam negeri maupun luar negeri

D. DASAR PELAKSANAAN
Dasar Pelaksanaan Kegiatan ini adalah :
1. Program Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kehutanan dan
Perkebunan
2. Program Kerja Pemerintah Kecamatan Rumbia
3. Program Kerja Pemerintah Desa Lebang Manai
E. KEBUTUHAN DANA
Dana yang dibutuhkan untuk pengembangan tanaman Pala 25 Ha :
- Biaya pengadaan bibit : 5.100 Batang x Rp. 15.000 : Rp. 76.500.000

- Biaya pembersihan lahan : 500 HOK x Rp. 40.000 : Rp. 20.000.000

- Biaya penggalian lubang : 250 HOK x Rp. 40.000 : Rp. 10.000.000

- Biaya Penaman : 125 HOK x Rp. 40.000 : Rp. 5.000.000

Total : Rp. 111. 500.000

Jenis pekerjaan/bahan yang tidak termuat dalam kebutuhan dana


dilakukan/disiapkan secara swadaya oleh anggota kelompok.

F. STRUKTUR KELOMPOK TANI


Terlampir

G. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat untuk mendapat perhatian Bapak Kepala
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jeneponto sebagai bentuk dukungan
bagi kami dalam mengembangkan usaha pengembangan tanaman Pala di Desa
Lebang Manai.

Atas perhatian dan bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami

Kelompok Tani
BONTO SUNGGU II
Ketua, Sekretaris

TOMO MAKKU