Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Hari/tanggal :
Jam/waktu :
Pokok Bahasan : Nutrisi dan Produktivitas Pada Pasangan Usia Subur
Sub Bahasan : Pemberian Nutrisi dan mengetahui masa produktif pada usia subur
Sasaran : Pasangan Usia Subur
Penyuluhan : Kelompok
Tempat :

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mendapatkan penjelasan tentang Nutrisi dan Produktivitas pada pasangan
usia subur selama 15 menit, diharapkan para pasangan muda dapat mengerti dan
memahami tentang jenis-jenis nutrisi yang perlu dan harus dikonsumsi serta
mengetahui masa produktif.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mendapatkan penjelasan tentang hypnobirthing, diharapkan calon ibu
mampu :
1. Menjelaskan pengertian usia subur
2. Mengetahui Nutrisi Pada Usia Subur
3. Mengetahui Dampak Kekurangan Nutrisi
4. Mengetahui Usia Produktif wanita untuk hamil

III. Garis-Garis Besar Materi


1. Pengertian usia subur
2. Nutrisi Pada Usia Subur
3. Dampak Kekurangan Nutrisi
4. Usia Produktif Wanita untuk hamil

IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

V. Media dan Alat Peraga


1. Leaflet
2. Flip Chart (lembar balik)
VI. Proses Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Respon Waktu
1. Pendahuluan
a. Menyampaikan salam
a. Membalas salam
2 menit
b. Menjelaskan tujuan
b. Mendengarkan
c. Kontrak waktu
c. Memberi respon
d. Tes awal
2. Inti

1 Menjelaskan pengertian usia


subur Mendengarkan dengan penuh 8 menit
2 Mengetahui Nutrisi Pada Usia perhatian
Subur
3 Mengetahui Dampak
Kekurangan Nutrisi
4 Mengetahui Usia Produktif
wanita untuk hamil

3. Penutup Menanyakan yang belum jelas


Tanya jawab Aktif bersama menyimpulkan
Tes akhir Membalas salam 5 menit
Menyimpulkan hasil penyuluhan
Memberi salam penutup

VII. Evaluasi
a. Mengajukan pertanyaan lisan
1) Tes awal
a) Apa manfaat dari perencanaan kehamilan ?
b) Apa pengaruh terhadap janin jika kehamilan tidak direncanakan ?
2) Tes akhir
Mengajukan pertanyaan yang sama dengan tes awal.

b. Observasi
1) Respon/tingkah laku masyarakat saat diberikan pertanyaan, apakah diam/menjawab
(benar/salah)
2) Masyarakat antusias/tidak.
3) Masyarakat mengajukan pertanyaan/tidak.
Materi
I.Pengertian Usia Subur
Usia subur (PUS) berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-laki dan
perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ reproduksinya sudah
berfungsi dengan baik.
Pada masa ini pasangan usia subur harus dapat menjaga dan memanfaatkan kesehatan
reproduksinya yaitu menekan angka kelahiran dengan metode keluarga berencana, sehingga
jumlah dan interval kehamilan dapat diperhitungkan untuk meningkatkan kualitas reproduksi
dan kualitas generasi yang akan datang.

II.Nutrisi Pada Usia Subur


Pasangan usia subur berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-laki dan
perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ reproduksinya sudah
berfungsi dengan baik. Ini dibedakan dengan perempuan usia subur yang berstatus janda atau
cerai. Pada masa ini pasangan usia subur harus dapat menjaga dan memanfaatkan
reprduksinya yaitu menekan angka kelahiran dengan metode keluarga berencana sehingga
jumlah dan interval kehamilan dapat diperhitungkan untuk meningkatkan kualitas reproduksi
dan kualitas generasi yang akan datang.
III.Masalah Kesehatan pada Pasangan Usia Subur
Masalah yang banyak terjadi pada pasangan usia subur. Pasangan usia subur termasuk
pada tahap perkembangan keluarga baru menikah hingga memiliki anak terakhir. Pada tahap
keluarga baru menikah memiliki tiga tugas perkembangan keluarga yaitu membentuk
pernikahan yang memuaskan bagi satu sama lain, mampu berhubungan secara harmonis
dengan sanak saudara dan perencanaan keluarga (keputusan untuk menjadi orang tua).
Nutrisi Yang Diperlukan
Nutrisi yang kita perlukan berbeda menurut usia.Diusia 20-30 tahun yang juga dikenal
sebagai tahun sibuk dan persiapan untuk mengasuh anak, diperlukan sumber serat yang baik
, vitamin-vitamin dan zat besi. Di usia 40-an, dengan kadar esterogen yang mulai menurun
dengan zat pelindung terhadap penyakit jantung yang mulai berkurang. Diperlukan makanan
kalsium tinggi kolestrol rendah. Secara umum, inilah zat-zat gizi yang diperlukan.
Pasangan subur tidak boleh mengkonsumsi makanan yang menhandung bahan pengawet,
penyedap rasa, Pasangan usia subur dapat mengkonsumsi seperti buah-buahan dan sayuran.
Pasangan usia subur membutuhkan nutrisi, yaitu:
1.Zat besi
Sumber zat besi yang baik adalah daging yang tidak berlemak. Sumber lainnya adalah
ayam,ikan, dan hasil laut lainnya. Tumbuhan yang merupakan sumber zat besi adalah
tumbuhan polong. Sayuran berdaun hijau,serealia, roti, kacang- kacangan dan biji-bijian.
Penyerapan zat besi dari tumbuhan tidak sebagai penyerapan zat besi dari hewan.
2.Kalsium
Sumber kalsium yang baik adalah produk susu. Terdiri dari susu, keju, dan yoghurt. Sumber
kalsium yang bukan produk susu adalah susu kedelai yang ditambah kalsium, ikan yang
tulangnya bisa dimakan bersama dagingnya,biji wijen, dan sayuran.
3. Folate
Tubuh memerlukan folate untuk bentuk sel baru.
Vitamin penting untuk usia produktif yaitu:
Antioksidan,Phitoestrogen,Asam lemak, Essensial, Manganese.
Dampak kekurangan nutrisi
Kekurangan nutrisi pada wanita akan berdampak pada penurunan fungsi reproduksi,
yang dapat diketahui bila seorang wanita mengalami anoreksia, maka akan terlihat
perubahan-perubahan hormonal tertentu, yang ditandai dengan penurunan berat badan,
anemia, dan sebagainya. Untuk menceggah terjadinya kekurangan pada wanita maka setiap
wanita harus mengetahui kebutuhan nutrisi bagi kesehatannya.
Akibat masalah gizi yang bisa terjadi pada usia produktif adalah:
1.Menurunnya produktivitas kerja
2.Menurunnya kemampuan belajar
3.Timbulnya penyakit-penyakit baru; hal ini lebih sering terjadi pada maslaha gizi lebih.
Adapun penyakit yang dapat muncul adalah diabetes mellitus, hipertensi, kardiovaskuler,
dan lain-lain.
4.Mudahnya terinfeksi; akibatnya kurangnya supan gizi sehingga kekebalan tubuh menjadi
menurun
5.Gangguan pertumbuhan pada remaja
IV.Usia Produktif Wanita untuk hamil
Menikah adalah salah satu metamorfosa kehidupan manusia untuk mempertahankan
keturunannya. Selain itu apabila dipandang secara psikis, merupakan kebutuhan biologis yang
dapat dipenuhi oleh anda dan pasangan. Pada beberapa program pemerintah mengatakan
bahwa usia menikah yang ideal untuk wanita adalah berusia 21 tahun sedangkan untuk laki-
laki adalah 25 tahun. Muncul pertanyaan berapa usia ideal wanita untuk hamil dan
melahirkan? Berikut adalah beberapa penjelasan yang dapat menambah pengetahuan untuk
anda.
Pada usia remaja (dibawah usia 20 tahun)
Pada Kehamilan di usia muda (termasuk usia remaja dibawah usia 20 tahun) memiliki resiko
yang lebih tinggi pada kesehatan. Pada usia dibawah 20 tahun secara ilmu kedokteran
memiliki organ reproduksi yang belum siap dan beresiko tinggi mengalami kondisi kesehatan
yang buruk saat hamil. Selain itu kondisi sel telur belum sempurna dikhawatirkan akan
menggangu perkembangan janin. Beberapa kondisi kesehatan yang mungkin terjadi
adalah tekanan darah tinggi pada ibu hamil, kelahiran prematur yaitu kelahiran di bawah usia
kandungan di bawah 37 minggu. Beberapa kondisi yang dikhawatirkan adalah berat badan
bayi yang rendah saat lahir dan mengalami depresi postpartum, dimana rasa kecemasan
setelah melahirkan. Hal yang paling dikhawatirkan adalah kematian ibu yang tingi
dikarenakan terjadinya pendarahan dan infeksi. Walaupun kondisi kesehatan setiap individu
berbeda akan tetapi pemeriksaan ahli medis harus dilakukan dengan ekstra mengingat
kondisi yang sangat rawan di usia kehamilan remaja.
Pada usia 21-35 tahun
Pada usia 21-35 tahun resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil paling rendah yaitu sekitar
15%. Selain itu apabila dilihat dari perkembangan kematangan, wanita pada kelompok umur
ini telah memiliki kematangan reproduksi, emosional maupun aspek sosial. Meskipun pada
saat ini beberapa wanita di usia 21 tahun menunda pernikahan karena belum meletakan
prioritas utama pada kehidupan baru tersebut. Pada umumnya usia ini merupakan usia yang
ideal untuk anda hamil dan melahirkan untuk menekan resiko gangguan kesehatan baik pada
ibu dan juga janin. Selain itu sebuah ahli mengatakan wanita pada usia 24 tahun mengalami
puncak kesuburan dan pada usia selanjutnya mengalami penurunan kesuburan akan tetapi
masih bisa hamil.
Pada usia diatas 35 tahun
Walaupun usia ideal untuk wanita hamil adalah usia 21- 35 tahun akan tetapi untuk anda yang
baru mendapatkan momongan di usia 35 tahun tidak perlu cemas beberapa bantuan medis
seperti check up kehamilan dan konseling genetik akan membantu anda yang mungkin
mengalami kehamilan di atas usia 35 tahun. Adapun permasalah yang muncul pada usia 35
tahun ke atas adalah diabetes gestational yaitu diabetes yang muncul ketika sedang hamil,
mengalami tekanan darah tinggi dan juga gangguan kandung kemih. Meskipun gangguan
kandung kemih mungkin saja terjadi pada ibu hamil akan tetapi pada kelompok usia ini
beresiko lebih tinggi. Selain itu kondisi kesehatan di akhir usia 30-an cenderung memiliki
kondisi medis tertentu seperti fibroid uterine yaitu pertumbuhan otot atau jaringan lain yang
berada di uterus yang memicu timbulnya tumor dan menimbulkan rasa nyeri atau
pendarahan pada kewanitaan anda semakin berkembang.