Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi sebagai salah

satu Akademi Kesehatan ikut berperan serta membantu meningkatkan

mutu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan radiologi.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebagai proses belajar mengajar

yang merupakan wahana pengembangan wawasan mahasiswa

pendidikan tenaga kesehatan yang menghasilkan tenaga kesehatan

yang siap pakai yang dapat memberikan pelayanan kesehatan

seoptimal mungkin dengan tujuan kualitas yang memadai dalam ruang

lingkup yang efektif dan efesien.

Selama melakukan PKL I di RSUD Labuang Baji pemeriksaan

ekstremitas sering kami temukan dengan kasus yang tergolong agak

banyak termasuk fraktur pada os femur dan yaitu fraktur, dimana fraktur

atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang dan di tentukan

sesuai jenis dan luasnya. Fraktur dapat terjadi jika tulang dikenai stress

yang lebih besar dari yang dapat di absorsi. Fraktur dapat disebabkan

oleh cedera dan benturan seperti pukulan langsung, gaya meremuk,

gerakan mendadak, kontraksi otot ekstrim, dan kelemahan tulang akibat

penyakit kanker atau Osteoporosis pada fraktur patologis. Frakturpun

bisa diakibatkan oleh peristiwa Trauma dan Fraktur karna tergilas

disebabkan tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan

sehingga terjadi beberapa pecahan tulang.

1
Berdasarkan uraian di atas maka saya mengangkat kasus

dengan judul Teknik Pemeriksaan Os Femur Pada Kasus Fraktur

Transversal 1/3 Tengah.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Kualitas Radiograf Pada Pemeriksaan Os Femur di

RSUD Labuang baji ?

2. Teknik pemeriksaan apa yang digunakan pada pemeriksaan Os

Femur pada kasus Fraktur Transversal 1/3 Tengah?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui teknik pemeriksaan Os Femur pada kasus

Fraktur transversal 1/3 Tengah.

2. Untuk mengetahui anatomi, fisiologi dan patologi pada Os Femur.

D. Manfaat penulisan

1. Manfaat Praktis

Dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis serta

memberikan informasi kepada pembaca mengenai pemeriksaan os

Femur dengan proyeksi AP dan Lateral.

2. Manfaat Ilmiah

Sebagai sumber informasi untuk mengetahui lebih dekat mengenai

Teknik Pemeriksaan Os Femur dengan kasus Fraktur Transversal

1/3 Tengah.

2
3. Manfaat Institusi

Dapat dijadikan sebagai acuan literatur atau bahan pustaka bagi

Mahasiswa ATRO mengenai Teknik Pemeriksaan os femur.

4. Manfaat Masyarakat

Dapat dijadikan sumber untuk memperluas ilmu pengetahuan

tentang Teknik Pemeriksaan os Femur.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Lokasi PKL I

1. Gambaran Umum RS

Sejarah dan sekilas tentang RSUD LABUANG BAJI

RSUD Labuang Baji didirikan zending Gereja Geforment

Tahun1938, dan pada tanggal 12 Juni di Resmikan dengan kapasitas

dan tempat tidur sebanyak 25 TT. Dan pada Tahun 1946-1948 RS

Labuang baji mendapat bantuan dari pemerintah Indonesia Timur

(NIT) dengan merehabilitasi gedung-gedung yang hancur / rusak

akibat perang Dunia II .

Tahun 1946-1951 Zending ,mendirikan bangunan pelayan

spesifik serta penambahan jumlah tempat tidur menjadi 170 TT sejalan

dengan perkembangannyamaka pada Tahun 1952-1955 pemerintah

kota praja memberikan bantuan penambahan ruangan perawatan

sehingga kapasitas tempat tidur menjadi 190 TT.

Sejak Tahun 1955 Rs Labuang Baji dibiayai oleeh pemerintah

Daerah Tk. 1 Sulawesi Selatan dan berubah namanya menjadi Rumah

Sakit Daerah Labuang Baji (RSUDLB). Dan pada Tahun 1960 oleh

Zending RSUD Labuang Baji diserahkan penuh kepada Pemerintah

Daerah Tk. 1 Provisi Selawesi Selatan dan menjadi milik penuh

Pemerintah Daerah Tk. 1 Sulawesi Selatan.

Visi, Misi Dan Motto RSUD LABUANG BAJI

VISI : Rumah Sakit unggulan Sulawesi Selatan

4
MISI : - Mewujudkan profesionalisme SDM

- Meningkatkan saran % prasaran RS

- Memberikan pelayanan Prima

- Efisiensi biaya Rumah Sakit

- Meningkatkan kesejahteraan karyawan

MOTTO : SIPAKABAJI/ Siap dengan pelayanan Komunikatif,

bermutu, aman jujur dan ikhlas

Fasilitas Pelayanan

1) Rawat Jalan

a. Poliklinik Interna

b. Poloklinik Bedah

c. Poloklinik Mata

d. Poliklinik TB Paru

e. Poliklinik TB MDR

f. Poliklinik KB/KIA

g. Poliklinik Saraf

h. Poloklinik Ortopedhi

i. Poloklinik Urologi

j. Poliklinik Gigi & Mulut

k. Poliklinik Endokrin

l. Poliklinik Cardiologi

m.Poliklinik Pisioteraphi

n. Poliklinik Kulit & Kelamin

o. Poliklinik Anak

5
p. Poloklinik THT

q. Poliklinik Jiwa

r. Poliklinik Bedan & Saraf

s. Poliklinik Gizi

2) Instalasi Rawat Inap

a. 17 ruang perawatan umum

b. 6 ruang perawatan khusus ( ruang bedah sentral, Bedah

kebidanan/kandungan, Perawatan khusus, kamar intensif,

hemodialisa, kamar bersalin) dan Perawatan CVCU.

c. Fasilitas tempat tidur mulai dari kelas VVIP sampai kepada

IRD berjumlah 367 tempat tidur.

3) Pelayanan kamar Operasi

a. Bedah Umum

b. Bedah Orthopedhi

4) Pelayanan Hemolidialisa

2 . Gambaran Umum Unit Radiologi

Instalasi Radiologi pada,terletak di dekat pintu masuk rumah sakit,dan

dekat dengan ruang ICCU/ICU serta apotik,di unit radiologi RSUD

Labuang Baji terdapat beberapa jenis pesawat radiologi yang di

peruntukan untuk menjunjang pemeriksaan dan penegakan diagnosa, di

unit radiologi terdapat 1 unit pesawat fluoroscopy yang di beli oleh pihak

rumah sakit di Unit 2 ada pesawat Rontgen konvensional,dan ada pula

dua mobile rongent yang di beli oleh pihak rumah sakit,di unit radiologi

6
terdapat juga pesawat gigi panoramic dan terdapat 1 unit alat USG ,untuk

ruang prosessing film menggunakan CR.

Tabel 1. Rekapitulasi Tindakan Pemeriksaan PKL I di

Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar Periode 2016

NO JENIS PEMERIKSAAN TARGET REALISASI %

1 THORAX 25 31 124

2 KNEE JOINT 3 8 266,6

3 BNO 3 POSISI 2 3 150

4 ANTEBRACHI 3 1 33,3

5 CRANIUM 3 2 66,6

6 OS PEDIS 3 2 66,6

7 HUMERUS 3 4 133

8 CERVICAL 5 3 60

9 LUMBOSACRAL 3 4 133,3

10 ANKLE JOINT 3 1 33,3

11 PELVIS 3 4 133

12 THORACOLUMBAL 3 2 66,6

13 WRIST JOINT 3 1 33,3

14 FEMUR 3 2 66,6

7
B. Tinjauan Umum Tentang Anatomi, Fisiologi dan Patologi

1. Anatomi Fisiologi Os Femur

Gambar 1. Anatomi Os Femur

( Sumber : Atlas Anatomi Manusia. Jilid 1 : 2012 : 254 )

Os Femur adalah salah satu tulang panjang dari penyusun kerangka

tubuh.Bentuk dari tulang Femur menyerupai bentuk silinder yang

memanjang.Os Femur terbagi atas tiga bagian yaitu bagian proximal,

medial, dan distal.

a. Proximal Femur

Adalah bagian tulang femur yang berdekatan dengan pelvis.

Terdiri atas : kepala (head), leher (neck), greater, dan lesser

trochanter.

1) Kepala (Head)

Bentuk kepala femur melingkar dan merupakan bagian yang

menempel dengan pelvis membentuk Hip joint.

8
2) Leher ( Neck )

Leher femur menyerupai bentuk piramida memanjang, serta

merupakan penghubung antara kepala femur dengan trochanter.

3) Greater (Trochanter)

Adalah prominance besar yang berlokasi di bagian superior

dan lateral tulang femur. Lesser trochanter merupakan prominance

kecil yang berlokasi di bagian medial dan posterior dari leher dan

body tulang femur.

b. Medial Femur

Adalah bagian tulang femur yang membentuk body dari femur

menyerupai bentuk silinder yang memanjang.

c. Distal Femur

Bagian anterior dari distal femur merupakan lokasi tempat

melekatnya tulang patella, terletak 1,25 cm di atas knee joint.

Bagian posterior dari distal femur terdapat dua buah condilus, yaitu

condilus lateral dan condilus medial. Kedua condilus ini dipisahkan

oleh forsa intercondilus.

2. Patologi Os Femur

Patologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari

tentang penyakit, dimana meliputi pengetahuan dan pemahaman dari

perubahan fungsi dan struktur pada penyakit dari tingkat molekuler

sampai dengan pengaruhnya pada setiap individu.

Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma

atau tenaga fisik. Kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan

9
tulang itu sendiri, dan jaringan lunak disekitar tulang akan akan

menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak

lengkap. Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah,

sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruh

ketebalan tulang.

Angulasi dan oposisi adalah dua istilah yang sering dipakai

untuk menjelaskan fraktur tulang panjang.Derajat dan arah angulasi

dari posisi normal suatu tulang panjang dapat menunjukkan derajat

keparahan fraktur dan tipe penatalaksanaan yang yang harus

diberikan.Angulasi dijelaskan dengan memperkirakan derajat

devisiasi fragmen distal dari sumbu longitudinal normal, menunjukkan

apeks dari sudut tersebut. Oposisi menunjukkan tingkat pergerakan

fraktur dari permukaan asalnya dan dipakai untuk menjelaskan

seberapakah proporsi satu fragmen tulang yang patah menyentuh

permukaan tulang fragmen yang lain.

C. Tinjauan Umum Teknik Pemeriksaan

Untuk melakukan pemeriksaan os femur biasanya pasien

mengalami Fraktur,terdapat Tumor atau adanya Corpus Alienum di

dalam Os Femur pasien. Proyeksi pemeriksaan Os femur ada 2 yaitu

AP dan Lateral.Yaitu :

1. Proyeksi AP :

a) Posisi Pasien : Supine diatas meja pemeriksaan dengan kedua

tungkai lurus

10
b) Posisi Obyek : Tungkai yang akan difoto diatur true AP

dengancara Pelvisdiatur trueAPdengan

mengatur SIAS kanan &kiri berjarak sama

terhadap `meja pemeriksaan, Kneejoint true AP

denganmengatur condylus lateral dan medial

berjaraksama terhadap meja pemeriksaan.

c) FFD : 90 - 100 cm

d) CR : Vertikal tegak lurus film

e) CP : Pertengahan os femur yang difoto

f) Faktor Eksposi : kV 64, mA 160, S 8,0

g) Processing : menggunakan CR

2. Proyeksi Lateral

a) Posisi Pasien : Pasien supine diatas meja pemeriksaan

b) Posisi Objek : tungkai yang di foto lurus dan diatur True Lateral

terhadap meja pemeriksaan.

c) FFD : 90-100 cm

d) CR : Vertikal tegak lurus film

e) CP : Pertengan Os Femur

f) Faktor eksposi : kV:64 , mA: 160, S: 8,0

g) Processing : menggunakan CR

11
BAB III

METODE PEMERIKSAAN

A. Tempat dan Waktu Pemeriksaan

Laporan kasus yang kami ambil , tempat di ruang Instalasi Radiologi

RSUD Labuang Baji. Adapun waktunya pada Tanggal 11 Desember

2016 Pukul 09.20 Wita.

B. Kronologi Riwayat Pasien

Pasien dari ruang UGD di bawah ke ruang Instalasi Radiologi

dengan menggunakan brangkar dan diantar oleh 2 orang perawat.

Pasien diminta foto rontgen pada femur dengan klinis Luka daerah

Paha setelah fraktur transversal.

Pasien mengalami kecelakaan sehingga pasien mengalami cedera

yang cukup serius sehingga mengakibatkan paha sebelah kiri nyeri

kesakitan.

C. Persiapan Pasien

Pada pemeriksaan ini pasien memerlukan persiapan khusus

karna pasien non koperatif dan merupakan pasien cros table.

D. Prosedur Kerja

1. Menjelaskan kepada pasien bahwa kita akan melakukan foto rontgen

sesuai dengan keluhan pasien/permintaan dokter yaitu femur.

2. Melepaskan segala bentuk yang bisa mengganggu proses

pencitraan seperti besi dll.

12
3. Pasien supine diatas meja pemeriksaan dengan organ yang ingin di

periksa di posisikan AP dan lateral

4. Factor eksposi di berikan seoptimal mungkin

5. Menghindari terjadinya pengulangan foto.

6. Ukuran kolimasi dibatasi secukupnya

7. Processing Film dengan menggunakan Processing Computer

Radiologi ( CR )

13
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN LAPORAN KASUS

A. Hasil Pemeriksaan Laporan Kasus

1. Data Pasien

a. Nama : Tn.A

b. Umur : 27 tahun

c. Jenis Kelamin : Pria

d. Alamat : jl. Cenderawasih V

e. Tanggal :11-12-2016

f. Jenis Pemeriksaan : Os Femur AP dan Lateral

g. Klinis : Fraktur daerah paha setelah

Kecelakaan

h. Status Peserta : BPJS

i. No. Foto : 4210

j. Asal Pasien : UGD

k. Dokter Yang Mengirim : dr. pratiwi

l. Dokter Yang Baca : dr. Amir, Sp.Rad

2. Persiapan Alat dan Bahan yang digunakan

a. Pesawat Sinar-X

14
Gambar 2. Pesawat Sinar-X

(Dokumentasi RSUD Labuang Baji, 2016)

b. Faktor Eksposi : kV:64, mA:160, S:8,0

Gambar 3.Control Panel

(Dokumentasi RSUD Labuang Baji, 2016)

c. Processing Film yang digunakan : CR/ Computer Radiologi

15
Gambar 4. Foto Processing CR

(DokumentasiRSUD Labuang Baji, 2016)

d. Kaset dan Film yang digunakan

Gambar 5.Kaset dan Film

(DokumentasiRSUD Labuang Baji, 2016)

3. Teknik Pemeriksaan

a. Pengertian

Os Femur adalah salah satu tulang panjang dari penyusun

kerangka tubuh.Bentuk dari tulang Femur menyerupai bentuk

silinder yang memanjang.Os Femur terbagi atas tiga bagian yaitu

bagian proximal, medial, dan distal.

16
b. Tujuan Pemeriksaan

1. Untuk mengetahui Os Femur secara menyeluruh

2. Untuk mengetahui gambaran radiograf Os Femur.

c. Proyeksi

a. Proyeksi Anterior Posterior ( AP)

Gambar 6 foto pemeriksaan Os Femur AP

(Dokumentari RSUD Labuang Baji)

1. Posisi Pasien : Baring diatas brangkar atau

supine diatas meja pemeriksaan

2. Posisi Obyek : Tungkai yang akan difoto diatur true

AP dengan cara Pelvis diatur true

AP dengan mengatur SIAS kanan

&kiri berjarak sama terhadap `meja

pemeriksaan, Knee joint true AP

dengan mengatur condylus lateral

17
dan medial berjarak sama terhadap

meja pemeriksaan.

3. Central Ray (CR) : Tegak lurus terhadap kaset

4. Central Point (CP) : Pertenahan Os Femur

5. FFD : 90-100 cm

6. Kolimasi :

a .Batas Atas : Hip Joint

b . Batas Bawah : Knee Joint

7. Pengaturan Faktor Eksposi : kV =64 , mA = 160, s= 8,0

8. Prosesing Film yang digunakan : Processing CR

b. Proyeksi Laretal dengan penyinaran Horizontal

Gambar 7 foto pemeriksaan Os Femur Lateral

(Dokumentari RSUD Labuang Baji)

1. Posisi Pasien: Pasien supine diatas meja pemeriksaan

2. Posisi Objek : tungkai yang di foto lurus dan diatur True

Lateral terhadap meja pemeriksaan.

3. CR : Horizontal tegak lurus film

18
4. CP : Pertengahan Os Femur

5. FFD : 90-100 cm

6. Kolimasi :

a .Batas Atas : Hip Joint

b . Batas Bawah : Knee Joint

7. Faktor eksposi : kV:64 , mA: 160, S: 8,0

8. Processing : menggunakan CR

4. AnalisiS Radiografi

Gambar 8.Hasil Radiograf Proyeksi AP dan lateral


(Dokumentasi RSUD Labuang Baji)

1. Hasil Radiografi

Articulatio genu tampak jelas dan objek yang fraktur dapat di

lihat dengan jelas.

2. Kriteria gambar

Kriteria gambar sudah memenuhi standar karena sudah

dapat memperlihatkan detail yang baik.

3. Hasil Interpretasi Dokter

Hasil setelah dibaca oleh Dokter yaitu:

19
a. Fraktur Transversal 1/3 Tengah

b. Pemendekan Positif , Angulasi Positif

c. Humeroglunoid Normal

d. Artikulatio Kubiti Normal

4. Kelebihan dan kekurangan hasil foto

1. Kelebihan :

a. Dapat memperlihatkan kontras yang baik

b. Dapat memperlihatkan secara jelas fraktur pada

femur

2. Kekurangan :

a. Pada hasil radiograf dari proyeksi AP, gambar

tampak dengan jelas. Namun, pada proyeksi

Lateral gambar terpotong disebabkan pasien cros

table ia tidak dapat bergerak/miring. Jadi yang

tampak dengan jelas hasil radiografnya adalah

proyeksi Ap.

b. Terpotong anatomi os Femur pada proyeksi lateral

mulai dari caput femoris, collom femoris,

trochanter major dan trochanter minor sampai

pada 1/3 dari corpus femoris.

B. Pembahasan Laporan kasus

Prosedur kerja dalam pemeriksaan Os Femur pertama tama

mengambil pengantar pasien di bagian pendaftaran, kemudian

pengantar tersebut diregistrasi.Sebelum memanggil pasien alangkah

20
baiknya mengatur farktor eksposi , guna untuk mempersingkat waktu.

Kemudian memanggil pasien sesuai dengan pengantar yang telah

diregist. Perlu diperhatikan sebelum mengekspos, harus mengecek

pengantar yang di terima apakah nama dan jenis pemeriksaan dalam

pengantar sesuai dengan keluhan pasien atau tidak. Kemudian saat

ingin memposisikan pasien, gunakan bahasa yang sopan agar pasien

merasa nyaman dan mudah di mengerti pula oleh pasien. Setelah

posisi pasien sudah dianggap bagus jangan lupa instruksikan kepada

pasien agar tidak bergerak pada saat pemeriksaan untuk menghidari

adanya Unsharpness ( pengkaburan akibat pergerakan ).

Kontras dalam pemeriksaan Os Femur baik, tapi ketika ingin

mendapatkan kontras yang bagus, harus pandai mengatur factor

eksposi. Densitas juga baik dalam pemeriksaan Os Femur, dan jika

ingin mendapatkan densitas yang baik mAs jangan terlalu tinggi.

Begitupula dengan detail harus memperhatikan factor eksposi supaya

objek yang ingin diperiksa bisa nampak dengan jelas. Ketajaman hasil

radiografi bisa terlihat baik ketika kV dinaikkan supaya objek nampak

jelas dan tidak kabur (Unsharpness). Melindungi diri dari pasien yang

diperiksa dari bahaya radisi dengan alat protek radiasi.

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang akibat tekanan

eksternal yang melebihi daya tulang sendiri atau fraktur biasa juga

terjadi akibat kelainan patologi tulang itu sendiri.

Adapun Teknik yang di gunakan di RSUD Labuang Baji dalam

pemeriksaan Os Femur yaitu AP dan Lateral ( cross table ) .Dengan

21
menggunakan proyeksi AP dan lateral ( cross table ) dapat membantu

seorang dokter untuk Menegakkan Suatu Diagnosa.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

22
1. Kualitas Radiografi Foto Os Femur pada Kasus fraktur di Instalasi

Radiologi RSUD Labuang Baji memiliki Kualitas Radiografi baik

dikarenakan sudah dapat memperlihatkan detail dengan baik

2. Tenik pemeriksaan pada os femur adalah proyeksi AP dan pada

proyeksi Lateral. Tetapi pada proyeksi lateral bukan menggunakan

arah penyinaran dari arah vertikal melainkan harus menggunakan

arah penyinaran dari arah horizontal disebabkan pasien non

kooperatif tidak dapat bergerak/miring biasa disebut cross table dan

teknik pemeriksaan atau penyinaran yang paling baik pada teknik

pemeriksaan Os Femur pada kasus Fraktur Transversal pada

Instalasi Raadiologi RSUD Labuang Baji pada proyeksi Lateral yaitu

lateral dari arah Horizontal.

B. Saran

1. Radiografer hendaknya memberikan factor eksposi yang sesuai agar

kualitas radiograf yang dihasilkan mudah di baca oleh seorang

Dokter Radiologi atau sudah memenuhi standar radiograf.

2. Seorang radiolog hendaknya memperhatikan Teknik pemeriksaan

Foto yang diberikan kepada pasien serta arah penyinarannya baik itu

merupakan pasien kooperatif dan Non Kooperatif.

DAFTAR PUSTAKA

Adityanurmahendra, 2013. Teknikradiografi Femur (Online)

Ellis Harold, 2006. Clinical Anatomi. London : Black well

23
F. Pausen, 2012. Atlas anatomi Manuasia. Jakarta : EGC

Murtala Bachtiar, 2012. Radiologi Trauma dan Emergenci. Bogor :IPB

Nurul-aiyun, 2012. Teknik Pemeriksaan Os Femur (Online)

R.Gest Thomas, 2009. Anatomi. Jakarta : Erlangga

Syaifuddin, 2002. Fungsi Sistem Tubuh Manusia. Jakarta : Widya

Medika

LAMPIRAN 1
BIODATA PENULIS

Nama Lengkap : Miftahul Khairati


Nama Panggilan : Miftah
NIM : 15029

24
Kelas : II.A
Tempat/Tgl Lahir : Jeneponto, 22 Februari 1997
Asal Daerah : Jeneponto
Asal SMA : Pon-Pes An-Nuriyah
Alamat : Jl. Dr Ratulangi
Hobby : Membaca terutama buku sosial
Contact Person
Hp : 085145566945
Fb : Miftahul Kharati
Line : filsafatumum
Email : ukhtimiftah97@gmail.com
Pengalaman Organisasi :
1. Ketua Bidang Tabligh PIKOM IMM Atro
2. Departement kerohanian BEM Atro
JUDUL KARYA LAPORAN KASUS DIBUAT :
1. PKL I : TEKNIK PEMERIKSAAN OS FEMUR

PADA KASUS FRAKTUR


TRANSVERSAL 1/3 TENGAH

LAMPIRAN 2
FOTO SURAT PENGANTAR PHOTO

25
Surat Permintaan PemeriksaanOs Femur dengan Diagnosa Fraktur Transversal
(Dokumentasi RSUD Labuang Baji, 2016)

LAMPIRAN 3
FOTO HASIL BACA LAPORAN KASUS

26
Hasil baca oleh Dokter yaitu:

1. Fraktur Transversal 1/3 Tengah

2. Pemendekan Positif , Angulasi Positif

3. Humeroglunoid Normal

4. Artikulatio Kubiti Normal

LAMPIRAN 4
STRUKTUR ORGANISASI RADIOLOGI

27
Kepala Instalasi Radiologi
Dr. Hj. Isdiana Kaelan, Sp.Rad
Dr. H. M. ABDUH,Sp.Rad
Nip: 19590929 198703 2 008 Nip: 19620610 199501 1 001
Koordinator Proteksi Radiasi
Dr. A M I R, Sp. Rad
Nip: 19601212 198901 1 001 Nasrul Rahim , S. Si
Kepala Ruangan Nip: 19660530 199203 2 007

Astuti Fridawanty, S. Si
Nip: 19781123 201001 2 001

Koordinator Koordinator Pelaksana Radigrafi


Administrasi
Menny Molle, AMR
Drs. Anymullah M, AMR Nip: 19660530 199203 2 007
Nip: 19640808 198907 1
022

Staf Administrasi Anggota Anggota


Anggota Anggota
Nurnaimah Ris, A.Md. Haerul Nurdin, AMR Andi Fitriani, S.ST
Andi Gunawan Radjab, AMR Rahmatiah M, AMR
Rad Nip: 19780604 200604 Nip: 19790827 200701
Nip: 19741013 200604 1 006 Nip: 19760703 200604
1 021 2 014
2 024
Petugas Loket

Ernawati, Polapa
Anggota Anggota Anggota

Dahriati, A. Md. Rad Suci Eka Pratiwi, A.Md. Rad Nurmala, A.Md. Rad
Petugas Kamar Gelap Nip: 19860511 201001 2 021 Nip: 19870215 201001 2 001
Nip: 19780228 201001 2 016
Hamandja
Nip: 19621118 198903
1 009

Gambar Struktur Organisasi Instalasi Radiologi

(RSUD Labuang Baji, 2016

LAMPIRAN 5

DENAH RUANGAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI RSUD


LABUANG BAJI

28
KETERANGAN :
1. Loket Radiologi 11. Ruang baca foto
2. Ruang tunggu pasien USG dan CT Scan 12. Ruang Computerized Radiography dan identifikasi foto
3. Ruang petugas jaga Radiologi (Radiografer) 13. Ruang Kamar Gelap
4. Ruang Sekertariat 14. Ruang Pemeriksaan No-Kontras A (Kamar 1)
5. Ruangan Dokter 15. Ruang Co-Assistant (Co-Ass)
6. Ruangan Pemeriksaan Ultrasonografi (A) 16. Ruang Pemeriksaan Non-Kontar B (Kamar 3)
7. Ruang Operator dan baca foto CT Scan 17. Gudang
8. Ruang Pemeriksaan CT Scaning
9. Ruang Pemeriksaan Kontras
10. Ruang Pemeriksaan Ultrasonografi (B)

LAMPIRAN 6

GAMBAR DENAH KAMAR PROCESSING FILM RADIOLOGI


RSUD LABUANG BAJI

29
1
2 10

8
4 3
11

5
6
12

Keterangan:

1. Pintu Masuk samping 10. Light Box


2. Chest Stand kaset 11. Light Box
3. Pesawat Sinar- X 12. Pintu Masuk Depan
4. Meja Permeriksaan
5. Kontrol Panel
6. Tempat penyimpanan kaset
7. Reader CR
8. Monitor CR
9. Printer

LAMPIRAN 7
DOKUMENTASI KEGIATAN MAHASISWA PKL 1

30
Foto tampak Depan RS LABUANG BAJI
(Dokumentasi RSUD Labuang Baji, 2016)

Foto tampak Depan Radiologi


(Dokumentasi RSUDLB, 2016)

31
Foto Aktivitas Saat Pemeriksaan
(Dokumentasi RSUDLB, 2016)

Foto Aktivitas saat Processing


(Dokumentasi RSUDLB, 2016

32
Foto kegiatan saat Administrasi
(Dokumentasi RSUDLB, 2016)

Foto Mahasiswa saat Seminar


(Dokumentasi RSUDLB, 2016)

33
Foto Aktivitas bersama Radiografer
( Dokumentasi RSUDLB, 2016)

Foto Bersama Teman Kelompok


(Dokumentasi RSUDLB, 2016)

34

Anda mungkin juga menyukai