Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

TATA LAKSANA PELAYANAN

Tata laksana pelayanan di ruang Anggrek dan VK pada umumnya dikerjakan secara

team work, dilakukan sesuai asuhan kebidanan dan asuhan keperawatan serta

terdokumentasikan dengan baik.

4.1. Peningkatan Mutu Pelayanan

4.1.1 Jenis pelayanan di VK / Kamar Bersalin

1. Sebagai penerima jejaring rujukan Maternal

Pasien yang di rujuk, baik dari faskes 1 maupun bidan praktek mandiri yang

memerlukan tindakan lebih lanjut atas kegawat daruratan maternal dapat

melakukan rujukan melalui :

Sistem jejaring rujukan maternal neonatus (Sijarimas), yang terpantau dalam

24 jam

Langsung datang melaui IGD RS Aminah

2. Pelayanan pasien persalinan normal maupun dengan tindakan

3. Pelayanan pasien dengan tindakan kebidanan

4.1.2 Jenis pelayanan di rawat inap Anggrek

1. Pemeriksaaan dan konsultasi oleh dokter spesialis.

Pasien baru yang sudah dikonsultasikan melalui telepon oleh dokter jaga IGD

atau dokter umum poliklinik akan divisite keesokan harinya atau hari itu juga

bila dokter spesialis yang bersangkutan belum visite ke pasien yang lain. Saat

visite dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan visik dan memberikan

therapy yang dibutuhkan pasien serta membandingkan pada intruksi yang sudah

dia berikan melalui telepon, serta memberikan tandatangan pada cap stempel

yang sudah disediakan pada catatan perkembangan pasien terintegrasi.


2. Perawatan sesuai dengan standar asuhan kebidanan dan keperawatan secara

berkala.

Bidan melakukan asuhan kebidanan sejak pasien baru masuk sesuai dengan

keilmuan yang dimilikinya. Adapun standar asuhan kebidanan yang diberikan

sesuai standar Varney (SOAP) meliputi pengkajian (anamnese), pemeriksaan

fisik dan kebidanan, penetapan diagnosa dan penetapan masalah potensial,

melakukan rencana tindakan , melaksanakan implementasi, dan evaluasi

dengan mengutamakan kerja kolaboratif terhadap tenaga kesehatan profesional

lainnya.

3. Edukasi pasien oleh bidan atau dokter.

Perawat dan dokter wajib memberikan edukasi terhadap pasien, keluarga dan atau

pengunjung, sehingga terciptanya lingkungan rawat inap yang aman serta perilaku

masyarakat rawat inap yang sehat.

4. Perawatan dan akomodasi di ruang perawatan.

5. Pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis.

Hasil pemeriksaan yang ditemukan dokter spesialis akan dikomunikasikan kepada

keluarga dan atau pasien untuk ditegakkan diagnosa medis yang mengarahkan

pengobatan apa yang harus dilakukan oleh dokter spesialis.

6. Pemeriksaan penunjang diagnostik.

Pemeriksaan diagnostik direkomendasikan oleh dokter spesialis, dan diinformasikan

kepada keluarga dan atau pasien sehingga keluarga dan atau pasien dapat mengambil

keputusan terbaik terhadap kondisi kesehatannya.

7. Tindakan yang bersifat invasive.


Tindakan invasive yang dilakukan harus dikomunikasikan dan dimintai informed

consent kepada keluarga inti dan atau pasien sendiri. sehingga keputusan yang

diambil dapat dipertanggungjawabkan secara legal.

8. Pemberian obat-obatan pada pasien sesuai dengan catatan daftar obat pasien dan

instruksi dokter spesialis.

Obat-obatan yang dicatat dokter spesialis untuk dilanjutkan pemberian oleh perawat

dilakukan sesuai intruksi tertulis dengan memperhatikan benar nama pasien, benar

nama obat, benar dosis obat, benar waktu pemberian, benar rute pemberian, benar no

rekam medis. untuk obat-obat high alert dilakukan double check agar tidak terjadi

kesalahan dalam pemberian yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap pasien.

9. Pelayanan Tranfusi Darah.

Pelayanan transfusi darah dilakukan setelah ada instruksi dari dokter spesialis dengan

bekerjasama terhadap PMI kota tangerang atau PMI kabupaten tangerang. Bila kedua

PMI tersebut tidak tersedia terhadap produk darah yang dibutuhkan dapat

mengkonfirmasi ke PMI DKI Jakarta atau PMI Tangerang Selatan. Untuk wadah dan

transportasi produk darah menggunakan wadah kotak berisi es dan bila wadah

digunakan oleh petugas lain maka PMI akan menyediakan wadah untuk produk darah.

pengambilan dilakukan oleh keluarga dan bila keluarga tidak bisa mengambil maka

rumah sakit membantu menyediakan tenaga kurir dari luar.

10. Pemberian Surat Rujukan.

11. Pemakaian peralatan yang tersedia seperti oksigen.

1. Alur Pelaporan Mutu

4.2.