Anda di halaman 1dari 6

Tutorial Informasi Obat II:

Penggunaan Obat pada Masa Kehamilan

Apakah informasi yang diperlukan untuk memperjelas pertanyaan dan


meminimalkan risiko pasien pada saat menyarankan/menjawab pertanyaan?

Panduan pertanyaan yang diajukan kepada penanya:


Background:
Apakah wanita tersebut sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan?
Apabila sedang hamil, saat ini adalah minggu keberapa masa kehamilan?
Apakah jenis, indikasi, dosis, frekuensi, rute dan lama pemberian obat yang
digunakan oleh wanita tersebut?
Bilamana atau pada minggu keberapa kehamilan, obat mulai digunakan?
Apakah obat tersebut pernah digunakan pada kehamilan sebelumnya?
Apakah wanita tersebut pernah hamil sebelumnya?
Apakah ada riwayat malformasi atau keguguran?
Foreground:
1. Terapi: menentukan efek suatu intervensi pada pasien (gejala, morbiditas,
mortalitas, dan biaya)
2. Bahaya: memastikan efek yang potensial membahayakan pasien
3. Diagnosis banding: pada pasien dengan kondisi klinis tertentu, membandingkan
frekuensi temuan klinis yang mendasari penentuan suatu penyakit (dari penyakit
yang lain)
4. Diagnosis: penentuan jenis penyakit dengan melakukan tes, seperti: pemeriksaan
laboratorium, foto, dan klinik; untuk membedakan antara menderita atau tidak
menderita penyakit tersebut
5. Prognosis: memperkirakan peristiwa yang akan terjadi di masa depan pada pasien,
khususnya yang berhubungan dengan penyakit atau penyembuhan setelah operasi

Seorang apoteker X menelepon PIO untuk menanyakan keamanan metoklopramid


sebagai obat mual wanita hamil karena ada resep dari bidan di klinik bersalin yang
terletak di sebelah apotik. Pada resep tersebut tertulis iter 5x dan det 2x untuk

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya MK Informasi Obat II


metoclopramide No. XXX dengan signa 3 dd1. Selain metoklopramid, obat mual
yang juga sering diresepkan adalah ondansetron dan mediamer B6. Klinik bersalin
tersebut memberikan pelayanan perawatan antenatal hingga pertolongan persalinan
normal.

Pertanyaan: Penanya
Nama : Apoteker x
Bagaimana keamanan metoklopramid,
Jabatan : Apoteker
ondansentron, dan mediamer B6
Alamat : Surabaya
sebagai obat mual muntah pada wanita
Telp : 9999
hamil?
Latar belakang pertanyaan

Keamanan penggunaan obat seperti Ondansentron, Metoklopramid, dan Mediamer


B6 sebagai obat mual muntah pada wanita hamil

Patients: Apoteker X

Intervention/Exposure: Metoklopramid, Ondansentron, Mediamer B6

Comparator: -

Outcomes: Keamanan metoklopramid, ondansentron, dan Mediamer B6 sebagai


obat mual muntah

Referensi (P: primer; S: sekunder; T: tersier)

http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-outcome-of-nausea-and-
vomiting-of-pregnancy (T)
http://community.cochrane.org/features/interventions-nausea-and-vomiting-early-
pregnancy (T)

MEDSCAPE (T)

Jawaban

- Wanita yang mengonsumsi vitamin B6 memiliki masa tinggal di rumah sakit


yang sedikit lebih lama dibandingkan dengan plasebo namun tidak ada bukti
jelas adanya perbedaan pada hasil lainnya termasuk jumlah episode muntah

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya MK Informasi Obat II


rata-rata, tingkat masuk rumah sakit, atau efek samping
- Metoklopramid intravena (1,2 sampai 1,8 mg / jam secara intravena) ditambah
diphenhydramine (50 mg setiap enam jam) melaporkan bahwa muntah
meningkat pada 36 persen pasien dan lebih efektif daripada kombinasi
droperidol (0,5 sampai 1 mg / jam) plus diphenhydramine yang telah
digunakan pada kohort pasien sebelumnya. Dalam seri lain, terapi kombinasi
dengan metoclopramide dan pyridoxine lebih unggul daripada monoterapi
dengan prochlorperazine atau prometazine dalam mengurangi jumlah episode
muntah. Kehamilan yang terpapar metoclopramide selama trimester pertama
kehamilan tidak memiliki peningkatan risiko kelainan kongenital, keguguran,
atau lahir mati yang signifikan dibandingkan dengan kehamilan yang tidak ada
gejala.
- Penggunaan Ondansentron pada wanita hamil yaitu tidak ada data
menginformasikan hubungan yang buruk pada janin,

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya MK Informasi Obat II


Tutorial Informasi Obat II:

Penggunaan Obat pada Masa Menyusui

Apakah informasi yang diperlukan untuk memperjelas pertanyaan dan


meminimalkan risiko pasien pada saat menyarankan/menjawab pertanyaan?

Panduan pertanyaan yang diajukan kepada penanya:


Background:
Berapakah usia bayi, apakah bayi tersebut lahir prematur atau cukup bulan (37
minggu)? Apakah bayi dalam kondisi sehat, tidak mengalami gangguan fungsi
ginjal atau hati?
Apakah bayi pernah terpapar obat tersebut selama kehamilan atau pada waktu
menyusui, dan jika ya apakah menimbulkan masalah terkait obat?
Apakah jenis, indikasi, dosis, frekuensi, rute dan lama pemberian obat yang
digunakan oleh ibu menyusui tersebut?
Bagaimana bila obat tersebut dihentikan (tidak digunakan)? Apakah pernah
mencoba atau mempertimbangkan penggunaan obat lain?
Foreground:
1. Terapi: menentukan efek suatu intervensi pada pasien (gejala, morbiditas,
mortalitas, dan biaya)
2. Bahaya: memastikan efek yang potensial membahayakan pasien
3. Diagnosis banding: pada pasien dengan kondisi klinis tertentu, membandingkan
frekuensi temuan klinis yang mendasari penentuan suatu penyakit (dari penyakit
yang lain)
4. Diagnosis: penentuan jenis penyakit dengan melakukan tes, seperti: pemeriksaan
laboratorium, foto, dan klinik; untuk membedakan antara menderita atau tidak
menderita penyakit tersebut
5. Prognosis: memperkirakan peristiwa yang akan terjadi di masa depan pada pasien,
khususnya yang berhubungan dengan penyakit atau penyembuhan setelah operasi
Seorang ibu baru melahirkan mengalami alergi dan iritasi kulit di kedua telapak
tangannya akibat sabun cuci. Pada saat di apotik dia membeli setirizin yang menurut
tetangganya ampuh dan tidak ngantuk dan metilprednisolon. Ibu tersebut

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya MK Informasi Obat II


menyampaikan bahwa ASI nya banyak dan dia memberikan ASI eksklusif untuk
bayinya yang sekarang berusia 3 bulan. Ibu tersebut juga menyampaikan bahwa
perkembangan peningkatan berat badan bayinya baik padahal bayinya lahir prematur
(32minggu). Pada waktu lahir berat badan bayinya hanya 2,13kg; sekarang berat
badan bayinya sudah 4,6kg.

Pertanyaan: Penanya
Nama : Ibu Ririn
Apakah pada ibu tersebut pemberian
Jabatan : Ibu Rumah Tangga
setirizin dan metal prednisolon efektif
Alamat : Jl. Mer Surabaya Timur
untuk alergi dan iritasi kulit di kedua
Telp : 99999
telapak tangan?

Latar belakang pertanyaan

Pemilihan obat yang efektif untuk alergi dan iritasi kulit di kedua telapak tangannya
akibat sabun cuci, sedangkan ibu tersebut sedang menyusui

Patients: ibu

Intervention/Exposure: setirizin dan metilprednisolon

Comparator: -

Outcomes: alergi dan iritasi kulit di kedua telapak tangan

Referensi (P: primer; S: sekunder; T: tersier)

- https://www.drugs.com/cetirizine-hcl.html (P)
- Blenkinsopp, Alison, dkk. 2009. Symptoms in The Pharmacy : a Guide to the
Management of Common Ilness 6th ed. New Delhi: Markono Print Media : 136
(T)
- Schaefer, Christof, dkk. 2007. Drugs During Preganancy and Lactation.
Chennai, India : Elsevier (T)

Jawaban

- Penggunaan setirizin terhadap ibu menyusui harus diperhatikan karena

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya MK Informasi Obat II


setirizine dapat masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi. Oleh
karena itu penggunaannya harus dengan dagnosis dokter lebuh dahulu
- Penggunaan metiprednisolon juga tidak diperlukan karena obat tersebut
digunakan sebagai obat antiinflamasi yang artinya jika obat digunakan tidak
akan efektif
- Alergi dan iritasi pada kulit di kedua telapak tangan ibu tersebut disebabkan
akibat sabun cuci. Dilihat berdasarkan paparannya kemungkinan ibu tersebut
terkena irritan contact dermatitis, yaitu alergi dan iritasi yang diakibatkan
paparan bahan kimia yang dapat merusak permukaan kulit lebih cepat.iritasi
tersebut menghilangkan minyak dan kelembaban dari lapisan luar, yang
memungkinkan iritasi kimia untuk menembus lebih dalam dan menyebbakan
kerusakan lebih lanjut oleh trigger inflamasi. Irritant contact dermatitis,
diberikan pengobatan topikal saja seperti lotion ataupun pelembab kulit,
bahkan jika mengiritasi lebih lanjut bisa diberikan kortikosteroid topikal.
Untuk penggunaan antihistamin oral dihindari untuk ibu yang menyusui. Jika
iritasi semakin parah perlu ditindaklanjuti ke dokter terutama jika mulai
muncul papula, bulle, dsbnya.

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya MK Informasi Obat II