Anda di halaman 1dari 20

BAB I

LANDASAN TEORI
KISTOMA OVARII

I. PENGERTIAN
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung
telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput
yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium

II. KLASIFIKASI
Diantara tumor-tumor ovarium ada yang bersifat neoplastik dan non neoplastik.
Adapun klasifikasi tumor ovarium adalah sebagai berikut:
1. Tumor non neoplastik
a. Tumor lain
- Kista folikel
- Kista korpus luteum
- Kista lutein
- Ksta inklusi germinal
- Kista endometrium
b. Tumor akibat radang
2. Tumor neoplastik jinak
a. Kistik
- Kistoma ovarii simplek
- Kistadenoma ovarii serosum
- Kistadenomasteroid
- kistadermoid
b. solid
- fibroma, leimioma, fibradenoma, papiloma, angioma,limfangioma
- tumor bremer

III. PATOFISIOLOGI KISTA OVARII


Kista biasanya berasal dari indung telur/ ovarium sehingga disebut kista
ovarium. Sebagian besar kista ovarium disebabkan perubahan kadar hormon
pada siklus menstruasi dan pelepasan sel telur dari indung telur. Dalam diri
seorang wanita dapat bertumbuh satu atau beberapa kista. Sebagian dari kista
ini menetap atau bahkan menghilang tanpa pengobatan atau operasi. Pada usia
menopause, kegiatan ovarium menurun sehingga diharapkan kista akan
mengecil atau menghilang. Asal usul penyebab kista ovarium sampai sekarang
belum ada jawaban pasti. Diduga ada sel-sel yang mengalami perubahan sifat.
Kista umumnya tanpa gejala dan tanda. Bila kista terpelintir atau pecah akan
timbul rasa sakit terutama pada perut bawah. Bila tumor besar, perut terasa
membesar dan perasaan penuh. Kadang-kadang menstruasi sakit.

IV. PENYEBAB
Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab. Penyebab inilah yang nantinya
akan menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa tipe kista ovarium, tipe
folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemikan. Kista jenis ini
terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol.
Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada
keadan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus
menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini
tidak terbuka sehingga menimbulkan bendungan cairan yang nantinya akan
menjadi kista
Cairan yang mengisi kista sebagian besar berupa darah yang keluar akibat dari
perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium. Pada beberapa
kasus, kita dapat pula diisi oleh jaringan abnormal. Tubuh seperti rambut dan
gigi. Kista jenis ini disebut dengan kista dermoid

V. GAMBARAN KLINIK
Kebanyakan tumor ovarium tidak menunjukkan gejala dan tanda. Terutama
tumor ovarium. Gejala dan tanda tersebut berupa benjolan diperut mungkin ada
keluhan rasa berat, gangguan atau kesulitan defekasi karena desakan, odem
tungkai karena tekanan pada pembuluh balik/limfe dan rasa sesak karena
desakan diafragma ke kranial

VI. DIAGNOSIS
Diagnosis didasarkan pada :
1. Pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan ditemukan tumor di rongga perut bagian bawah dan atau
di rongga panggul, maka setelah diteliti sifat-sifatnya (besar lokalisasi,
permukaan, konsistensi, apakah dapat digerakkan atau tidak perlu
ditentukan jenis tumor)
2. Laparaskopi
Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor
berasal dari ovarium atau tidak, dan unutk menetukan sifat tumor-tumor itu
3. Ultrasonografi
Dengan pemeriksaan dapat ditentukan letak dan batas tumor apakah tumor
berasal dari uterus, ovarium/kandung telur, apakah tumor kistik/solid dan
dapat dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bekas dan
yang tidak
4. Foto Rontgen
Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks.
Selanjutnya pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat adanya gigi
dalam tumor
5. Parasentesis
Pungsi pada asites berguna untuk menentukan sebab asites. Perlu
diingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan kavum peritonium
dengan isi kista tertusuk
VII. DIAGNOSIS BANDING
1. Kehamilan
2. Asites
3. Peritonitis TBC
4. Tumor abdomen lain

VIII. AKIBAT KOMPLIKASI


1. Perdarahan komplikasi kista yang sedikit-sedikit akan menyebabkan
pembesaran kista
2. Putaran tangkai dapat trjadi pada tmor bertangkai dengan diameter 5cm
atau lebih
3. Infeksi tumor terjadi jika dekat tumor ada sumber kuman pathogen seperti
apendiccitis, divertikulitis, atau salphingitis akut
4. Robekan dinding kista, jika terjadi robekan kista disrtai haemoragi yang
timbul secara akut

IX. PENANGANAN
1. Tumor ovarium neoplastik memerlukan operasi dan tumor non neoplastik
tidak. Jika tumor ovarium tidak memberi gejala dengan diameter < 5 cm
kemungkinan kista tersebut kista folikel atau korpus luteum (tumor non
neoplastik)tumr Kn mengLmi pengecilan spontan dan menghilang. Dalam
hal ini dilakukan observasi 2-3 bulan. Jika selama observasi dilihat
peningkatan dalam pertumbuhan tumor kemungkinan bersifat neoplastik
dan dipertimbangkan suatu pengobatan operatif
2. Tindakan opersai pada tumor neoplastik yang tidak ganas adalah
pengankatan tumor dengan mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang
mengandung tumor. Jika tumor besar atau ada komplikasi dilakukan
pengangkatan ovarium, disertai pengangkatan tuba (salphingo-
ooforektomi)
3. Jika terdapat keganasan opersai yang tepat adalah histeroktomi dan
salphingo-ooforektomo bilateral
X. STADIUM KLINIK TUMOR GANAS OVARIUM BERDASARKAN
PEMBAGIAN MODIFIKASI FIGO
Stadium I
Tumor tumbuh terbatas pada ovarium
Stadium IA
Terbatas 1 ovarium, kapsula utuh, tidak ada tumor pada permukaan ovarium
Stadium IB
Terbatas 2 ovarium, kapsula utuh, tidak ada tumor pada permukaan ovarium
Stadium IC
Terbatas pada satu atau 2 ovarium, disertai salah satu keadaan kapsula robek,
terdapat sel tumor pada cairan asites atau hasil bilasan ruang peritonium

Stadium II
Tumor pada 1 atau 2 ovarium isertai infiltrasi ke dalam rongga pelvis
Stadium IIA
Infiltrasi ke uterus dan atau tuba fallopii
Stadium IIB
Infiltrasi ke jaringan dalam rongga pelvis
Stadium IIC
Salah satu dari IIA atau IIB disertai adanya sel ganas pada cairan asites atau
hasil bilasan ruang peritonium

Stadium III
Tumor pada satu atau dua ovarium disertai infiltrasi luas ke jaringan peritonial
di luar pelvis dan atau kelenjar lymfe regional
Stadium IIIA
Mikroskopik terdapat infiltrasi ke jaringan peritonial di luar pelvis
Stadium IIIB
Makroskopik terdapat infiltrasi ke jaringan peritonial
Stadium IIIC
Infiltrasi ke jaringan peritonial di luar pelvis lebih dari 2 cm dan atau kelenjar
lymfe regional

Stadium IV
Tumor pada satu atau dua ovarium dengan metastasis yang sangat jauh
BAB II
ASUHAN KEBIDANAN TEORI
KISTOMA OVARII

I. PENGKAJIAN
Anamnesa
Tanya jawab antara penderita dan pemeriksa
(dep kes RI, BPPK hal 53)
A. Data Subjektif
a. Biodata
Nama
Ditanyakan nama dengan tujuan agar dapat mengenal atau memanggil
penderita dan tidak keliru dengan penderita lain
Umur
Untuk menentukan prognosa dan factor yang mempercepat
perkembangan ovarium
(Sulaiman Sastra winata:159)
Agama
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap
kesehatan klien. Dengan diketahuinya agama klien akan memudahkan
bidan melakukan pendekatan didalam melaksanakan asuhan kebidanan
(Dep Kes RI 1995: 14)
Suku bangsa
Ditanyakan untuk mengetahui kebiasaan masyarakat dalam pergaulan
Pendidikan
Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya karena tingkat
pendidikan mempengaruhi sikap dan perilaku kesehatan seseorang
(Manajemen kebidanan : 14)
Pekerjaan
Untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonomi penderita
agar nantinya dapat mengetahui faktor-faktor resiko kista ovarium
Alamat
Untuk mengetahui ibu tinggal dimana, menjaga kemungkinan jika ada
ibu yang namanya sama. Ditanyakan alamatnya, agar dapat dipastikan
ibu mana yang hendak ditolong
(Cristina, 1993:84)
b. Keluhan utama
Keluhan utama yang sering didapatkan pada wanita dengan kistoma
ovarium yaitu :
Terjadi perubahan pola menstruasi (Hypomenorhea) bila kedua
ovariumitu membesar dan dysminorhea yang hebat dari biasanya
Terdapat nyeri yang hebat dan terus menerus tapi kadang-kadng pola
rasa nyeri itu hanya sebentar
Bila terdapat torsi pada ovarium kanan, keluhan keluhannya dapat
menyerupai apendiccitis akut, misalnya sakit sekonyong-konyong di
perut kana bawah, enek-enek dan muntah-muntah, terdapat defense
muscular, nadi cepat dan suhu badan naik, walaupun tidak pernah lebih
dari 380C
Bila tumor/kista agak besar, terasa perasaan berat dan sakit serta merasa
adanya benjolan di perut bawah
Bila terjadi peradangan kista, biasanya terdapat keluhan-keluhan seperti
sakit, nyeri tekan, perut tegang, demam dan lekositosis
c. Riwayat penyakit
Riwayat penyakit sekarang
Perjalan gejala dan tindakanyang sudah dilakukan
Riwayat penyakit dahulu
Perjalanan gejala dan penyakit yang pernah diderita dan untuk
mengetahui riwayat penyakit yang dialami oleh ibu
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat kista keluarga atau di lingkungan terdekat
d. Riwayat obstetri
Riwayat menstruasi
pada pasien dengan kista biasanya terjadi perubahan siklus menstruasi.
Hal ini disebabkan adanya pembesaran pada kedua ovarium sehingga
aliran darah serta hormon estrogen dan progesteron dapat tidak dapat
disalurkan secara normal yang dapat menyebabkan jaringan kedua
ovarium rusak
- Menarche : untuk mengetahui alat kelamin dalam keadaan
normal atau tidak
- Siklus haid : untuk mengetahui freukensi haid dalam satu bulan
- Lamanya haid : untuk mengetahui berapa hari haid berlangsung
- Banyaknya darah : untuk mengetahui jumlah darah yang dikeluarkan
- Sifat darah : untuk cair atau berbeda-beda warnanya bau
- Haid nyeri/tidak : untuk mengetahui penyebab rasa nyeri pada saat
haid
(obstetri fisiologi, hal: 154)
e. Riwayat perkawinan
Dihubungkan dengan kesehatan alat reproduksi ibu. Dimana, dengan
perkawinan yang lebih muda bisa terjadi penambahan hormon
prostaglandin yang dapat membantu pengecilan kista
f. Riwayat KB
Penggunaan kontrasepsi KB pil dapat mengurangi resiko terjadinya
kista, karena dengan penggunaan pil dapat menekan terjadinya proses
ovulasi yang difokuskan pada kista yang tidak mengarah pada
keganasan
g. Pola aktivitas sehari-hari
Nutrisi
Ditanyakan jenis makanan atau minuman yang sering dikonsumsi ibu.
Nutrissi yang penting diperhatikan karena banyaknya jenis makanan
yang mengandung bahan pengawet, pewarna yang dapat memicu
terjadinya kista ovarium
Eliminasi
- BAB : ditanyakan untuk mengetahui pola BAB ada tidaknya
kesulitan BAB
- BAK : ditanyakan untuk mengetahui pola BAK, adakah nyeri
atau tidak pada saat BAK
Istirahat
Untuk mengetahui berapa lama pasien istirahat, adakah gangguan pola
istirahat ibu yang dapat mengganggu penyakit yang diderita ibu
Aktivitas
Ditanyakan untuk mengetahui aktifitas apa saja yang dilakukan pasien
sehari-hari
Personal hygene
Kebersihan merupakan salah satu hal pokok yang perlu diperhatikan
untuk meminimalkan terjadinya infeksi lebih lanjut
Seksual
Pada ibu dengan kista biasanya terjadi nyeri pada saat berhubungan,
kadang terjadi perdarahan

B. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum : baik/cukup/lemah
b. Kesadaran : composmentis/apatis/delirium/stupor/coma
c. TTV : TD : normalnya 100/60 130/90 mmHg
N : normalnya 60-90 x/menit
Rr : normalnya 16-24 x/menit
S : normalnya 36,5-37,50C
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Tujuan dari pemeriksaan inspeksi ialah untuk melihat keadaan umum
penderita, melihat gejala dari kista dan mungkin melihat adanya
kelainan
- Muka
Pucat/tidak. Sehubungan dengan gangguan perfusi jaringan sehubungan
dengan terjadinya anemia. Kecemasan dan ketakutan ibu terhadap
penyakit yang diderita sehingga ibu menjadi pucat
- Mata
Konjungtiva pucat/tidak. Sehubungan dengan kista yang terkadang
pecah, sehingga menyebabkan perdarahan didalam sehingga ibu
menjadi pucat
- Abdomen
Pada ibu dengan kista ovarium terdapat pembesaran di perut
- Genetalia
Dilihat adanya pengeluaran pervaginam/tidak. Pada ibu dengan kista
kadang disertai dengan pengeluaran darah pervaginam berarti sebagian
dari kista pecah
- Ekstremitas
Dilihat adanya oedem/tidak. Pada ibu dengan kista biasanya disertai
denga oedem tungkai
b. Palpasi
- Abdomen
Pada ibu dengan kista ovarii terdapat rabaan benjolan kadang terdapat
nyeri tekan pada abdomen
3. Pemeriksaan penunjang
a. Laparaskopi digunakan untuk menentukan asal dari kista dan sifat-sifat
dari kista biasanya digunakan pada stadium I
b. USG pada stadium I,II,III,IV
c. Rontgen pada stadium II,III,IV
d. Parasentesis I,II,III,IV

II. INTERPRETASI DATA DASAR


A. Dx : Ny dengan kista ovarium
B. Ds : - ibu mengatakan terdapat benjolan di perut
- Ibu mengatakan perdarahan menstruasi tidak seperti biasa
- Ibu mengatakan nyeri pada saat menstruasi
- Ibu mengatakan nyeri perut tembus pinggang
C. Do : k/u : baik
Kesadaran : composmentis
TTV : TD : normalnya 100/60 130/90 mmHg
N : normalnya 60-90 x/menit
Rr : normalnya 16-24 x/menit
S : 36,5 37,5 0C
1. Pemeriksaan fisik
Muka : pucat/tidak. Sehubungan dengan gangguan perfusi jaringan
sehubungan dengan anemia. Kecemasan dan ketakutan ibu terhadap penyakit
yang diderita sehingga ibu menjadi pucat
Mata :Konjungtiva pucat/tidak. Sehubungan dengan kista yang
terkadang pecah, sehingga menyebabkan perdarahan didalam sehingga ibu
menjadi pucat
Abdomen : pada ibu dengan kista ovarium terdapat pembesaran di perut
Genetalia : dilihat dengan adanya pengeluaran pervaginam atau tidak
D. Masalah : ibu dengan kista ovarium biasanya merasa cemas dengan
keadaannya dalam operasinya nanti
E. Kebutuhan : konseling tentang yang akan dilakukan dan memberi
dukungan pada ibu

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL


CA Ovarium
Ds : ibu mengatakan sakit punggung dan perut kembung
Ibu mengatakan bengkak anggota bawah
Ibu mengatakan terdapat benjolan di bagian perut bawah
Ibu mengatakan keluar darah dari kemaluan, nyeri saat kencing
Do : TTV : TD : 100/60 130/90 mmHg
N : 70-90 x/menit
Rr : 20-30 x/menit
S : 36,5-37,5 0C
Pemeriksaan fisik
- Terdapat benjolan di perut bagian bawah
- Terdapat pengeluaran pervaginam
- Oedem pada ekstremitas bawah
Pemeriksaan penunjang
USG : teraba massa dan kadar CA-25 darah meningkat
Antisipasi
Pembedahan : kemoterapi
: radioterapi pengamatan berlanjut
: imunoterapi
Kolaborasi tim medis

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


- Kolaborasi dengan dr SpoG untuk tindakan lebih lanjut
- Terapi : pasang infus RL, skiren, pemasangan dower kateter

V. INTERVENSI
1. Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan keluarga
R/ menjalin hubungan yang baik antara pasien dan petugas kesehatan
2. Jelaskan hasil pemeriksaan dan beritahu tindakan yang akan dilakukan
R/ mengetahui hasil pemeriksaan dan beritahu tindakan yang akan dilakukan
selanjutnya
3. Lakukan inform consent
R/ sebagai pertanggungjawaban dan pertanggung gugatan yang dimiliki oleh
petugas kesehatan untuk melakukan tindakan medis
4. Persiapan untuk tindakan operasi
R/ mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan sebelum pasien masuk
kamar operasi
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal/jam
Setelah menyusun rencana tindakan, langkah selanjutnya adalah
melaksanakan rencana yang disusun berdasarkan diagnosa dan masalah
yang disesuaikan dengan kondisi klien

VII. EVALUASI
Merupakan langkah terakhir dalam manajemen kebidanan yang
merupakan acuan dari keberhasilan rencana aasuhan
BAB III
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN
MRS : 3-01-2010 jam : 20.00
No Reg : 12-53-56
Ruangan : arjuno 3-1 RSBR

Data Subyektif
a. Biodata
Nama : Ny R nama suami : Tn S
Umur : 39 tahun umur : 40 tahun
Agama : islam agama : islam
Bangsa/suku : indonesia/jawa bangsa/suku : indonesia/jawa
Pendidikan : IRT pendidikan : IRT
Alamat : jl simowau Indah Barat Blok KA-7
b. Status perkawinan
Status : kawin usia saat kawin : 25 tahun
c. Keluhan utama
Ibu mengatakan nyeri perut kanan temus pinggang 1 bulan ini
Ibu mengatakan haid lancar, tiap haid nyeri
Ibu mengatakan ada benjolan pada perut bagian kanan dan kiri
d. Riwayat menstruasi
Menarche : 13 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 2-3 hari
Sifat darah : cair tidak bergumpal
Disminorhea : ya
Flour albus
- Warna : putih jernih
- Bau : tidak berbau
- Konsistensi : encer
- Keluar pada: sebelum menstruasi, lama 1-2 hari
Sesudah menstruasi, lama 1-2 hari
e. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas, dan anak yang lalu
NO suami kehamilan persalinan anak KB
UK penyulit penolong Jenis penyulit Jenis BBL umur
persalinan kelamin
1 I 9 - bidan Spt - L - 13 IUD
bulan tahun
2 I 9 - Bidan spt - P - 7 IUD
bulan tahun

f. Riwayat kesehatan
Riwayat kesehatan ibu sekarang
Ibu mengatakan mengikuti kB iUD, perdarahan pada saat berhubungan 1
bulan terakhir, nyeri perut kanan tembus pinggang dan ibu merasakan
adanya benjolan pada perut bagian kanan dan kiri
Riwayat kesehatan ibu yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti asma,
DM, Hypertensi, penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, PMS,
penyakitkronis seperti jantung, hypertensi
Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit
menurun dan penyakit menular seperti DM, asma,
hypertensi,TBC,hepatitis serta penyakit menular seksual
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit seperti
yang diderita ibu saat ini
g. Pola aktifitas sehari-hari
Pola nutrisi
- Ibu makan 2-3 x/hari, minum 8-9 gelas/hari, ibu sering mengkonsumsi
makanan dengan pewarna buatan, pengawet
Pola eliminasi
- Ibu mengatakan BAK 5-6 x/hari, kadang terasa nyeri. BAB 1x/hari kadang
mengalami defekasi
Pola aktivitas
- Sehari-hari ibu melakukan pola aktivitas sehari-hari
Pola reproduksi dan seksual
- Nyeri saat berhubungan, kadang terjadi perdarahan 1 bulan terakhir
h. Riwayat psikososial
- Ibu merasa sedih setelah mengetahui penyakitnya, suami berusaha
menenagkan ibu dan keluarga menerima dengan keadaan ibu dan berharap
ibu bisa sembuh

Data objektif
1. Pemeriksaan umum
k/u : baik
kesadaran : composmentis
TTV : TD : 110/70 mmHg
N : 84 x/menit
Rr : 24 x/menit
S : 36,50C
2. Pemeriksaan fisik
Muka : tidak oedema, tidak pucat
Mata : konjungtiva anemis, sklera tidak icterus
Payudara : bentuk simetris, puting susu menonjol keluar, tidak teraba
benjolan abnormal
Abdomen : tidak terdapat bekas luka operasi, teraba benjolan di perut
bagian kanan dan kiri, konsistensi padat, permukaan teraba rata dan
halus, dapat digerakkan
Genetalia : vulva dan vagina tidak oedema, terdapat darah menstruasi,
hari ke 4 warna merah sedikit ada gumpalan
Anus : tidak ada haemoroid
Ekstremitas : tidak oedema,tidak ada varices, reflek patela ka/ki : +/+
3. Pemeriksaan penunjang
USG tanggal 03-01-2010 : massa tumor 15,3 cmx 14 cm dan 10,6 cm
susp. Kistoma ovarium
HB : 11 gr %

II. INTERPRETASI DATA DASAR


Dx : Pro Operasi Kista Ovarium
Ds : ibu mengatakan terdapat benjolan di perut kanan dan kiri
Ibu mengatakan mau dilakukan operasi besok pagi
Do : kesadaran : composmentis
TD : 110/70 mmHg Rr : 24 x/menit
N : 84 x/menit S : 36,50C
Palpasi : teraba benjolan di perut bagian kanan dan kiri,
konsistensi padat,permukaan teraba rata dan halus
dapat digerakkan
USG : massa tumor 15,3 cm x 14 cm, susp. Kistoma
ovarii

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL


-
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi Pro Operasi
Metronidazole 2x500 mg
Transamin 3x1
Infus RL

V. INTERVENSI
1. Berikan penjelasan pada ibu dan keluarga tentang penyakitnya serta terapi
yang akan dilakukan, resiko, manfaat dan prosedure tindakan
R/ dengan pengetahuan adekuat ibu lebih kooperatif sengan pemberian
tindakan
2. Berikan inform consent pada ibu dan keluarga
R/ tanda persetujuan dilakukannya tindakan operasi pada ibu
3. Berikan dukungan moral bagi ibu
R/ dukungan keluarga dapat memberikan semangat dan menumbuhkan
kepercayaan ibu
4. Observasi tanda-tanda vital
R/ deteksi adanya kelainan
5. Kolaborasi dengan laborat untuk cek laboratorium DL dan urine lengkap
R/ persiapan guna mengetahui keadaan pasien
6. Laksanakan program terapi dokter untuk persiapan operasi : pasang infus
RL, skiren, dan pasang dower kateter
R/ fungsi independent dalam persiapan operasi

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 3-1-2010
1. 22.40
Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarga tentang penyakitnya dan
tindakan yang direncanakan
2. 23.00
Memberikan dukungan moral pada ibu, menenangkan hati ibu,
memberikan inform consent
3. 23.10
Melakukan TTV
TD : 110/70 mmHg, N : 94 x/menit, Rr: 22 x/menit, mengambil sampel
darah dan urine
4. 00.15
Kolaborasi dokter dalam pemberian Kanamycin dan dulcolax
5. 01.00
Melakukan program terapi dokter yaitu pemasangan infus RL, skiren,
dan pemasangan dower kateter

VII. EVALUASI
Tanggal 04-01-2010
S : ibu mengerti penjelasan yang diberikan
Ibu siap dilakukan operasi meskipun sedikit khawatir
O : TD : 110/70 mmHg Rr : 22 x/menit
N : 90 x/menit
A : Pre Operasi Susp. Kistoma Ovarii
P : anjurkan ibu puasa
Antarkan ibu ke kamar operasi
Sertakan status pasien dalam inform consent
Kolaborasi dengan dokter dan petugas kamar operasi untuk pelaksanaan
operasi