Anda di halaman 1dari 5

Judul : Kewirausahaan Untuk Mahasiswa dan Umum

Penulis : Prof. Dr. H. Buchari Alma

Penerbit : Penerbit Alfabeta

Tahun Terbit : Cetakan Kedua tahun 2016

Jumlah Halaman : 284 Halaman

Ukuran : 16 x 24 cm

Harga : Rp. 47.000

Wirausaha merupakan potensi bagi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam
mutu wirausaha itu sendiri. Tetapi Kenyataan yang dihadapkan adalah rendahnya jumlah
wirausaha dan mutunya yang belum bisa dikatakan hebat. Sehingga persoalan yang timbul
adalah persoalan mendesak pertumbuhan wirausaha untuk suksesnya pembangunan. Namun,
kebanyakan orang masih saja kurang berminat untuk menekuni profesi tersebut. Dalam hal ni
dilatarbelakangi oleh pandangan negatif masyarakat terhadap profesi ini. Sehingga Keinginan
besar mereka adalah bagaimana nanti anaknya mampu selesai kuliah cepat dan sesegera mungkin
mendapatkan Pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tetapi, di zaman sekarang
perubahan besarpun mulai terjadi seperti adanya para kaula muda yang terjun ke dalam dunia
bisnis karena dianggap sebagai suatu hal yang menjanjikan sehingga lambat laun pandangan
negative masyarakat terhadap profesi ini pun mulai berkurang bahkan berbalik menjadi
pandangan positif terhadap pelaku bisnis. Dan pada akhirnya wirausaha adalah sebagai inovator
yang selalu melihat peluang, bersemangat, mampu menaklukkan cara berpikir yang lamban dan
malas.

Wiraswasta adalah Seseorang yang memiliki pribadi hebat, produktif, kreatif,


melaksanakan kegiatan perencanaan bermula dari idenya sendiri Wirausaha adalah orang yang
melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaaatkan
peluang tersebut. Ada pandangan yang menyatakan wiraswasta sebagai pengganti entrepreneur.
Ada juga pandangan untuk istilah enterprenenur digunakan istilah wirausaha. Akhirnya
disimpulkan bahwa istilah wiraswasta sama saja dengan wirausaha, walaupun rumusannya
berbeda-beda tetap karakteristiknya sama.
Di Indonesia wanita melakukan wirausaha didorong oleh R.A kartini yang telah
menginspriasi banyak wanita di dalam dan luar negeri. Kita jumpai wanita yang bergerak dalam
bidang bisnis yang lebih dikenal dengan istilah Wanita Pegusaha, wanita yang berwirausaha.
Mereka mendirikan asosiasi, yaitu Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Semua bidang
usaha terbuka bagi wanita dan ini merupakan tantangan bagi kaum wanita yang selalu
memperjuangkan hak emansipasi. Faktro penunjang soerang wanita berwirausaha adalah naluri
kewanitaan yang bekerja lebih cermat, pandai mengantisipasi masa depan, kerjasama dalam
rumah tangga dapat diterapkan dalam kehidupan usaha. Di sisi lain, hambatannya adalah factor
kewanitaan , dimana sebagai ibu rumah tangga ada masa hamil sehingga dapat mengganggu
jalannya bisnis. Wanita juga mempunyai factor emosional dalam mengambil keputusan sehingga
acapkali tidak berpikir secara rasional.

Intrapreneurship merupakan suatu metode mendorong serta memberikan fasilitas,


membuka kesempatan bagi seseorang dalam organisasi untuk menciptakan, mengerjakan sesuatu
yang beda dari orang lain dengan penuh tanggung jawab. Dalam intrapreneurship karyawan bisa
mengembangkan visinya, tujuan dan kegiatannya. Karakter pemimpin dalam intrapreneurship
haruslah seorang visioner leader, fleksibel dan mampu mendorong kreatifitas sehingga akan
membentuk kerja sama tim yang baik. Untuk membangun suasana intrapreneurship, maka
sebuah organisasi harus menerapkan prosedur yang menunjang Namun yang terpenting adalah
komitmen dari seluruh jajaran manajemen. Jadi, berilah kebebasan pada karyawan namun tetap
terkendali dan bertanggung jawab pada pekerjaannya.

Seorang wirausahawan harus percaya diri, berorientaasi pada tugas dan hasil,
pengambilan resiko karena wirausaha penuh resiko dan tantangan, lalu sifat yang tidak selalu
mengekor kepada orang lain, juga mampu berorientasi ke masa depan dan yang paling utama
adalah kreaktivitas. Bagi wirausahawan, tentu pembicaraan lebih focus pada bisnis, mana
ancaman yang harus dihindarkan dan mana peluang yang dapat dimanfaatkan, bertukar fikiran
dengan relasi adalah bahan pembicaraan utama bagi pelaku bisnis.

Perbedaan antara entrepreneur dengan pemimpi beda tipis, keduannya sama-sama


menginginkan sesuatu, tapi pemimpi berhenti sebatas angan-angan dan melamun, sedangkan
wirausaha berjuang mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan (SWA, Des.06.07). Wirausaha
yang kreatif tidak kehabisan akal bila ada tantangan, mereka mengubahnya menjadi peluang.
Kreativitas dan intelegensi mempunyai perbedaan. Orang yang kreatif belum tentu
intelegensinya tinggi begitupun sebaliknya. Sebetulnya tidak ada rahasia seorang wirausahawan
tetapi pengusaha hanya perlu kreatif dan selalu menciptakan inovasi.

Kepribadian adalah keseluruhan kualitas psikis yang diwarisi atau diperoleh yang khas
pada seseorang yang mebuatnya unik. Jadi kepribadian yang produktif adalah kepribadian yang
mampu meningkatkan kegunaan (utility). Temperamen menunjukkan cara bereaksi yang bersifat
tetap. Sedangkan istilah watak dibentuk oleh pengalaman semasa kanak-kanak dan dapat
berubah pada batas tertentu karena diperolehnya pengalaman-pengalaman baru.

Produktivitas suatu pekerjaan sangat tergantung kepada kemauan para pekerja untuk
bekerja lebih giat. Agar pekerja lebih giat melakukan pekerjaan maka mereka perlu diberi
motivasi agadengan berbagai cara. Pada umumnya tingkah laku manusia dilakukan secara sadar,
artinya selalu didorong keinginan untuk mencapai tujuan tertentu. Disinilah peran penting
motivasi. Bagi Seorang wirausahawan, penggunaan imanjinasi dan intuisi akan sangat membantu
kemajuan usahanya. Dengan adanya pengalaman, ada data, mau berpikir, senang ada tantangan,
akan memaksa seseorang meningkatkan intuisinya. Ahli agama mengatakan intuisi itu adalah
suara hati yang merupakan hidayah dari yang mahakuasa. Tentulah arahnya bukan ke arah yang
negative.

Mau sukses dalam berwirausaha, kerja keras adalah kuncinya. Kerja keras merupakan
modal dasar untuk keberhasilan seseorang . Rasulullah sangat marah melihat orang pemalas dan
suka berpangku tangan.Demikianlah setiap pengusaha yang sukses selalu menempuh saat-saat ia
harus bekerja keras membanting tulang dalam merintis usahannya. Wirausaha jarus mengetahui
dan memahami seluk beluk ilmu menjual. Kegiatan menjual merupakan kegiatan dasar
wirausaha. Pekerjaan menjual merupakan keahlian yang tidak mungkin diganti dengan mesin.
Seorang penjual professional harus memiliki dedikasi tinggi utnuk melayani kebutuhan dan
mengatasi masalah yang dihadapi oleh pembeli.. Karir seorang penjual tergantung pada bakat
alamiah seseorang, juga bagaimana seseorang belajar untuk menjual produknya. Seni dalam
menjual adalah jika seorang wirausaha pandai menggunakan semua keahlian yang dia punya
untuk menjual produknya.
Sangat banyak usaha yang bisa digarap, semuanya tergantung oleh minat seseorang,
modal, relasi, dan berbagai peluang lainnya. Pilihan usaha yang akan dikembangkan ini
tergantung kepada minat, pengetahuan, dan fasilitas yang ada pada masing-masing kelompok.
Jadi, kalau dikaji lebih lanjut, bagi orang-orang kreatif banyak terbuka lapangan untuk
berwirausaha. Kita harus berupaya seoptimal mungkin walalupun pada akhirnya Allah jualah
yang akan menentukan. Perdagangan besar ialah segala aktivitas marketing yang menggerakkan
dari produsen ke pedagang eceran dalam skala besar. Pedagang eceran adalah suatu kegiatan
menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Sehingga keduanya sangat berkontribusi dalam
aktivitas penjualan.

Ada suatu keunggulan wirausaha sukses dibandingkan dengan wirausaha yang gagal
terletak pada dinamika dan efektifitas kepemimpinan. Variabel utama kepemimpinan yaitu
kepemimpinan melibatkan orang lain, kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan,
kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan.
Perbedaan antara pemimpin atau yang bukan pemimpin dapat dilihat dari sifat-sifat
kepribadiannya seperti mempunyai kekuatan fisik dan keramahan. Kemudian dapat dilihat
seorang pemimpin dalam mempengaruhi karyawannya. Keterampilan kepemimpinan terbagi
tiga, pertama suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk melaksanakan suatu
pekerjaan. Kedua, kemampuan untuk bekerja sama. Dan ketiga seorang pemimpin mampu
berpikir dang mengungkapkan pemmikirannya dalam bentuk model kerangka kerja.

Sebelum menyusun marketing plan maka wirausaha harus mengetahui konsep pemasaran
dan segala informasi setelah dikumpulkan baru seorang wirausaha mendesain marketing
plannya. Perencanaan yang harus disiapkan adalah analisa situasi perusahaan dan lingkungan
analisa dan penilaian peluang, kekuatan dan kelemahan yang diahadapi di pasar. Perkembangan
kehidupan dalam manajemen pemasaran adalah konsep produksi yaitu bagaimana mampu
memproduksi barang yang sangat diinginkan dan dibutuhkan konsumen, konsep produk yang
sesuai dengan selera produsen, konsep penjualan yaitu seorang produsen menjual produknya
menggunakan teknik pemasaran, konsep pasar dimana barang yang dijual sesuai selera
konsumen di pasar yang ditargetkan. Dalam bisnis, pelanggan adalah hal yang paling harus
diutamakan. Dalam memasarkan, peran kunci dipegang oleh seorang sales atau maketing. Lalu
seorang marketing mampu merencanakan strategi pemasaran yang efektif dan efisien untuk
meningkatkan jumlah penjualan. Mendesain strategi dapat digunakan dengan beberapa variabel
yaitu pertama segmentasi pasar adalah pengelompokan pasar dalam beberapa kelompok tertentu.
Kedua, Marketing budget adalah penetapan jumlah dana utnuk kegiatan marketing. Ketiga,
Timing yaitu seorang pemasar mampu mengatur waktu dalam memasarkan produknya. Keempat,
penggunaan bauran pemasaran yaitu kegiatan mengkombinasikanberbagai kegiatan marketing.
Juga adanya market intelligent yang digunakan untuk pengumpulan informasi yang berguna bagi
pemasaran.

Seorang wirausaha baru cenderung melaksanakan kegiatan trial and error atau coba-coba
sehingga diperlukannya perencanaan dalam memulai suatu bisnis. Suatu rencana kerja harus
dibuat tertulis dan resmi guna menjalankan perusahaan (business plan) merupakan perangkat
tepat untuk memegang kendali perusahaan. Business plan perlu disusun karena merupakan
legitimasi dari sebuah usaha yang akan didirikan. Permasalahan etika di kalangan pelaku bisnis
adalah suatu masalah yang bisa dikatakan serius dimana seorang pelaku bisnis serng melakukan
pelanggaran yang dapat merugikan orang lain. Jadi perilaku etis itu adalah perilaku yang
mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena kegiatan bisnis adalah suatu
nilai ibadah dalam kacamata islam..

Jika kita melakukan usaha hanya berorientasi pada keuntungan atau laba, sehingga tidak
heran apabila seorang pelaku bisnis menggunakan segala cara untuk memperoeh keuntungan.
Dalam islam seoang pelaku usaha haruslah dengan senang hati, gembira dan mampu meberikan
kesan yang baik terhadap pembeli. Kegiatan berdagang harus dijadikan sebagai hobi agar
seorang pelaku usaha merasa nyaman terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Berbeda dengan
islam berdagang adalah sarana ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt. Caranya
adalah melakukan aktivitas bisnis semata-mata hanya mengharap Ridha Allah Swt agar tedapat
unsur keberkahan di dalamnya.