Anda di halaman 1dari 10

DINAMIKA GEN DALAM POPULASI

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Evolusi


Yang Dibina Oleh Ibu Siti Imroatul Maslikah, S. Si, M. Si.

Oleh :
Kelompok 7 Offering C

Arwinda Probowati 120341421929


Evi Ria Rahayu 120341421972
Valeria Christy Octavia 120341421940

UNIVERSTAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dinamika gen dalam populasi merupakan dasar yang baik untuk
mengungkap adanya proses evolusi. Selama perkembangan zaman, evolusi
selalu menjadi bahan pergunjingan yang beragam pendapat berfluktuasi
tingkat kebenarannya. Mungkin sampai sekarang orang beranggapan
bahwa evolusi adalah perubahan yang terjadi secara bertahap dalam kurun
waktu yang lama sehingga memunculkan spesies baru. Maka, di dalam
genetika populasi dapat tergambarkan secara kuantitatif tentang evolusi.
Evolusi terjadi pada tingkat populasi dan tidak pada tingkat spesies.
Sehingga perubahan-perubahan yang terjadi dari generasi ke generasi
dalam suatu populasi dilihat dari macam gen dan aliran gen yang
melibatkan proses perkawinan.
Pada proses perkawinan maka terjadi saling tukar informasi
genetik antara dua individu yang akan menghasilkan individu-individu
baru dengan sifat yang sama atau sifat yang berbeda. Bisa dikatakan
dengan adanya interaksi perkawinan maka akan memunculkan variasi
genetik antara individu yang menuju ke arah spesiasi. Sifat yang
diturunkan tersebut bisa ditinjau dari frekuensi genotip atau yang lebih
spesifik lagi adalah keberadaan gen dalam genom yang akan mempunyai
frekuensi alel dalam populasi. Tentu saja faktor penyebab perubahan
materi genetik dalam suatu populasi tidak saja tercipta dari proses
perkawinan saja (biotik), tetapi juga dari faktor abiotik. Adanya faktor
intern dan ekstern tersebut maka dalam perkembangan dari generasi ke
generasi terjadi peningkatan dan penurunan variasi genetik.
Dari latar belakang tersebut, dalam makalah ini akan memperjelas
terjadinya evolusi melalui pendekatan mikroevolusi secara kuantitatif.
Sejalan dengan pernyataan tersebut Hadi (2011) mengatakan bahwa
genetika populasi yang penting untuk memahami evolusi molekular.
Sehingga evolusi secara kuantitatif sehingga didapatkan konsep evolusi
yang lebih bermakna.
B. Rumusan Masalah
Ada pun rumusan masalah yang diangkat berdasarkan latar
belakang tersebut adalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian dari dinamika gen dalam populasi?
2. Faktor eksternal dan faktor internal apa yang menyebabkan perubahan
gen di dalam satu generasi suatu populasi?
3. Bagaimana cara menghitung frekuensi genotip dan alel dalam suatu
populasi?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang dijabarkan, maka tujuan dari
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian dinamika gen dalam populasi.
2. Untuk mengetahui faktor eksternal dan faktor internal yang menjadi
penyebab perubahan gen di dalam satu generasi suatu populasi.
3. Untuk mengetahui cara menghitung frekuensi genotip dan alel dalam
suatu populasi.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian dinamika gen dalam populasi


Dalam suatu populasi spesies, tidak mungkin antar individu
memiliki kemiripan 100% secara fisik. Artinya tidak mungkin ada
kesamaan seluruhnya pada fenotip atau morfologis. Diperkuat oleh
pernyataan Widodo, dkk (2003) bahwa antara dua individu dalam satu
spesies dapat berbeda karena variasi berbagai faktor antara lain genetik,
umur, jenis kelamin, makanan, stadium umur hidup, bentuk tubuh, habitat
dan lain-lain. Hal ini ada kaitannya dengan penurunan sifat melalui
proses perkawinan yang merekombinasi informasi genetik dari induk.
Menurut Armansyah (2013) menyatakan bahwa genetika populasi adalah
bidang biologi yang mempelajari komposisi genetik suatu populasi dan
perubahan komposisi genetik yang disebabkan oleh berbagai faktor
termasuk seleksi alam. Diperjelas oleh Arida (2009) genetika populasi
adalah cabang ilmu biologi yang membahas tentang interaksi gen di dalam
suatu populasi. Sedangkan Kuswanto (2012) berpendapat bahwa genetika
populasi adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat pada tingkat
populasi dari pewarisan gen yang mengontrol suatu sifat dalam populasi.
Karena dalam wilayah populasi, maka yang diwariskan adalah frekuensi
gen. Dapat disimpulkan bahwa dinamika gen dalam populasi adalah
perubahan susunan materi genetik individu pada populasi yang disebabkan
oleh adanya interaksi antar gen, menyebabkan pewarisan frekuensi alel
yang berbeda dan seleksi alam.
Adanya interaksi gen tersebut menyebabkan keanekaragaman gen
di dalam populasi. Keanekaragaman gen adalah variasi atau perbedaan gen
yang terjadi dalam suatu spesies (Sridianti, 2014). Sehingga
keanekaragaman gen menjadi bukti nyata adanya dinamika gen di dalam
populasi yang dapat disebabkan adanya interaksi gen, mutasi, adaptasi,
dan seleksi alam. Untuk mempelajari genetika populasi sangat berkaitan
erat dengan konsep gene pool yaitu konstitusi genetik suatu populasi
(Widodo,dkk, 2003). Gen pool adalah total gen yang dimiliki oleh semua
individu di dalam populasi.
Adanya perubahan genetik di dalam suatu populasi maka akan
terjadi perubahan secara molekular. Molekular karena kajiannya tentang
pewarisan frekuensi gen. Perubahan tersebut yang dapat dilihat ada dua
yaitu genotip dan fenotip. Deskripsi susunan genetik suatu populasi dapat
diketahui dari macam genotip yang terdapat pada populasi. Misalnya
dalam populasi tertentu terdapat tiga macam genotipe, yaitu AA, Aa, dan
aa. Maka, proporsi atau persentase genotipe AA, Aa, dan aa akan
menggambarkan susunan genetik populasi tempat mereka berada. Adapun
nilai proporsi atau persentase genotipe tersebut dikenal dengan istilah
frekuensi genotipe. Jadi, frekuensi genotipe dapat dikatakan sebagai
proporsi atau persentase genotipe tertentu di dalam suatu populasi. Dengan
perkataan lain, dapat juga didefinisikan bahwa frekuensi genotipe adalah
proporsi atau persentase individu di dalam suatu populasi yang tergolong
ke dalam genotipe tertentu. Di samping dengan melihat macam dan jumlah
genotipenya, susunan genetik suatu populasi dapat juga dideskripsi atas
dasar keberadaan gennya. Hal ini karena populasi dalam arti genetika,
seperti telah dikatakan di atas, bukan sekedar kumpulan individu,
melainkan kumpulan individu yang dapat melangsungkan perkawinan
sehingga terjadi transmisi gen dari generasi ke generasi. Dengan demikian,
deskripsi susunan genetik populasi dilihat dari gen-gen yang terdapat di
dalamnya sebenarnya justru lebih bermakna bila dibandingkan dengan
tinjauan dari genotipenya.
2. Faktor eksternal dan faktor internal dalam dinamika gen populasi
Telah dikatakan bahwa interaksi gen dan seleksi alam menjadi
penyebab perubahan gen di dalam populasi. Sudah dijelaskan juga
pengaruhnya dari interaksi gen tersebut. Sekarang hubungannya dengan
seleksi alam akan dijelaskan. Seleksi alam erat kaitannya dengan
hubungan makhluk hidup dengan lingkungan (abiotik). Hubungan tersebut
dikatakan sebagai suatu bentuk adaptasi yang pasti mengubah susunan
genetis di dalam tubuh individu dan berdampak pada perubahan di dalam
populasinya. Dimana yang dapat bertahan, maka dia yang bisa meneruskan
atau memperbanyak keturunannya. Bagi individu yang tidak bertahan, dia
akan mati dan susunan genetis di dalam populasi akan berubah. Peristiwa
ini bisa dikatakan sebagai peningkatan variasi dan penurunan variasi.
Peningkatan variasi adalah adanya mutasi dan gene flow. Mutasi
Mutasi adalah perubahan pada materi genetik suatu makhluk yang terjadi
secara tiba-tiba, acak, dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisme
hidup yang bersifat terwariskan (heritable). Mutasi juga dapat diartikan
sebagai perubahan struktural atau komposisi genom suatu jasad yang dapat
terjadi karena faktor luar (mutagen) atau karena kesalahan replikasi
(Warianto,2011). Sedangkan gene flow migrasi alleles dari satu populasi
atau spesies lain dimana mereka mungkin hadir atau pada suatu frekuensi
berbeda.
Penurunan variasi dapat disebabkan dua faktor yaitu seleksi alami
dan genetik drift. Seleksi alami adalah faktor utama dalam penurunan
variabilitas atau keanekaragaman. Hal ini dapat terjadi karena mulanya
suatu populasi tersebut memiliki tingkat variabilitas yang tinggi, karena
perubahan dari faktor luar (menyebabkan mutasi) sehingga yang
mengalami adaptasi melalui mutasi yang dapat bertahan. Sedangkan yang
tidak mampu beradaptasi akan mati. dan variasi semula dalam populasi
akan menurun. Genetic drift menurut Scoville adalah perubahan jumlah
alel yang ada dalam populasi karena peristiwa tertentu. Jadi genetic drift
ini dapat mengakibatkan perubahan dan menyebabkan alel tertentu hilang
dari gene pool terutama jika alel ini diwariskan kepada keturunannya.
Misalnya dengan hadirnya individu baru dalam populasi tersebut. Individu
itu akan berhubungan dengan individu asli dalam populasi dan
mengakibatkan munculnya alel baru dan memusnahkan alel yang lama.
Hal ini terjadi karena adanya pengganggu kesetimbangan dalam populasi
tersebut terutama bagi populasi yang jumlah individunya terbatas atau
kecil.

3. Cara menghitung frekuensi genotip dan alel

Frekuensi gen adalah perbandingan antara gen yang satu dengan


gen lainnya di dalam suatu populsi. Misal suatu populasi mempunyai gen
dominan A dan gen resesif a. Kedua gen tersebut sama-sama adaptif. Maka
generasi yang bergenotif AA, Aa maupun aa mempunyai daya fertilitas
dan viabelitas yang sama. Gene pool yaitu sekumpulan informasi genetik
yang dibawa oleh semua individu di dalam populasi. Deskripsi susunan
genetik suatu populasi mendelian dapat diperoleh apabila mengetahui
macam genotipe yang ada dan juga banyaknya masing-masing genotipe
tersebut. Genotip individu diploid maksimal hanya memiliki 2 alela suatu
gen. Hal ini terjadi dari suatu populasi, bahwa setiap jumlah dari berbagai
macam alela suatu gen yang diperhitungkan. Contoh gen A hanya memliki
bentuk alela A dan a pada populasi yang dapat berbiak secara seksual. Jika
alela A merupakan 80% dari jumlah kedua alela dan alela a adalah 20%
dari jumlah kedua alela, maka dapat dikatakan bahwa frekuensi A dan a
pada gene pool (total gen yang dimiliki oleh semua individu) populasi ini
adalah 0,8 dan 0,2. jika frekuensi ini berubah seiring pergeseran waktu,
maka perubahan ini merupakan petunjuk adanya evolusi. Cara menghitung
perbandingan genotip yang akan berada dalam populasi ini dapat
menggunakan perhitungan seperti Punnet square. Dari frekuensi
tersebut, perbandingan sperma yang membawa alela A dan a adalah 0,8 :
0,2, begitu juga untuk ovum.
Sperma
0,8 0,2
Ovum
0,8 0,64 0,16
0,2 0,16 0,04

Hasil perhitungan tersebut, menunjukkan bahwa frekuensi


homozigot dominan (AA) dalam populasi adalah 0,64 sedangkan
heterozigot adalah 0,32 dan heterozigot resesif adalah 0,04. Maka
frekuensi gene pool dari generasi pada waktu dilakukan perhitungan
(populasi hipotesis) adalah 0,8 dan 0,2 dan perbandingkan adalah 0,64:
0,32: 0,04.
Secara terpisah Hardy-Weinberg menemukan suatu rumusan yang
menyatakan frekuensi suatu alel dalam populasi akan tetap berada dalam
keseimbangan. Hukum Hardy-Weinberg adalah suatu rumus yang dapat
menjelaskan mengenai mekanika evolusi dalam populasi. Hukum ini dapat
menggambarkan perimbangan genotipe yang berbeda akan tetap sama
sepanjang waktu. Hukum Hardy-Weinberg ini berfungsi sebagai parameter
evolusi dalam suatu populasi. Bila frekuensi gen dalam suatu populasi
selalu konstan dari generasi ke generasi, maka populasi tersebut tidak
mengalami evolusi. Bila salah satu saja syarat tidak dipenuhi maka
frekuensi gen berubah, artinya populasi tersebut telah dan sedang
mengalami evolusi. Hukum Hardy-Weinberg ini akan berlaku jika
beberapa syarat berikut ini terpenuhi

Jumlah anggota yang besar dalam suatu populasi. Karena


penyimpangan genetika tidak terlalu berpengaruh terhadap anggota
populasi dalam jumlah yang besar.
Tidak ada mutasi. Karena dengan adanya mutasi, gen-gen bersifat
resesif dapat berubah menjadi gen dominan atau sebaliknya yaitu gen-
gen dominan berubah menjadi gen resesif.
Tidak ada aliran gen atau migrasi gen. Keseimbangan genetika terjadi
apabila tidak terjadi migrasi gen yang masuk dalam populasi dan
keluar populasi. Migrasi gen yang masuk populasi disebut imigrasi
sedangkan yang keluar populasi disebut emigrasi.
Perkawinan secara acak. Hal tersebut karena perkawinan acak dapat
menghasilkan variasi genotipe yang lebih besar. Perkawinan tidak acak
hanya akan menghasilkan genotipe tertentu saja yang bertahan.
Tidak terjadi seleksi alam. Seleksi alam dapat menyebabkan individu
dengan alel tertentu menjadi adaptif. Individu tersebut akan bersifat
resisten dan berhasil dalam bereproduksi sehingga meningkatkan
frekuensi alel ke generasi berikutnya.

Hukum Hardy-Weiberg dapat diterapkan dalam menghitung frekuensi alel


pada suatu populasi. Keseimbangan dari frekuensi alel dalam pusat gen
dapat ditulis dengan kalimat matematika sebagai berikut.
p + 2pq + q = 1
Keterangan:
p adalah presentase individu dominan homozigot
p adalah frekuensi alel dominan
q adalah presentase individu resesif homozigot
q adalah frekuensi alel resesif
2pq adalah presentase individu heterozigot
dengan p + q = 1, maka ( p+q ) = p + 2pq + q = 1
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dinamika gen adalah dalam populasi adalah perubahan susunan materi
genetik individu pada populasi yang disebabkan oleh adanya interaksi
antar gen, menyebabkan pewarisan frekuensi alel yang berbeda dan
seleksi alam.
Factor internal dalam dinamika populasi adalah mutasi dan gene flow,
sementara factor eksternal dalam dinamika populasi adalah yaitu seleksi
alami dan genetik drift.
Cara menghitung frekuensi genotip dalam populasi gen adalah p + 2pq +
q = 1
B. Saran
Alangkah lebih baik jika dalam makalah ini referensinya lebih
diperbanyak guna menunjuang informasi yang lebih luas lagi dan juga
ditambahkan gambar untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi
makalah.
DAFTAR RUJUKAN

Arida, Evy A. 2009. Genetika Populasi dan perannya dalam usaha pelestarian
Biawak Komodo. (Online), www.sivitas.lipi.go.id, diakses tanggal 8 Maret
2015.
Armansyah, W. 2013. Genetika Populasi. (Online), www.belajarbagus.com,
diakses tanggal 8 Maret 2015.
Hadi, N. 2011. Dinamika Gen dalam Populasi. (Online)
https://nurrohmanhadi.wordpress.com, diakses tanggal 8 Maret 2015.
Kuswanto.2012.Heritabilitas/lecture.Malang:Universitas Brawijaya.
Scoville, H. Tanpa tahun. Genetic drift. (Online) www.evolution.about.com,
diakses tanggal 9 Maret 2015.
Sridianti. 2014. Pengertian Keragaman Genetik. (Online), www.sridianti.com,
diakses tanggal 8 Maret 2015.
Warianto, Chaidar. 2011. Mutasi. http://skp.unair.ac.id/repository/Guru-
Indonesia/Mutasi_ChaidarWarianto_17.pdf , Diakses tanggal 8 Maret 2015.
Widodo, H, Lestari, U & Amin, M. 2003. Bahan Ajar Evolusi. Malang: FMIPA.