Anda di halaman 1dari 5

KOMUNIKASI PADA BAYI DAN BALITA

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk
memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun
tidak langsung (melalui media).
SESAAT setelah dilahirkan, bayi sudah mampu berkomunikasi dengan orang lain melalui
gerakan tubuh dan suara. Menangispun menjadi sarana komunikasi bagi sikecil. Setiap
tangisannya memiliki arti yang berbeda. Ketika merespon tangisan dan berinteraksi dengannya
membantu bayi belajar tentang cara berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya.

Fase pertumbuhan dan perkembangan komunikasi bayi meliputi:


fase prelinguistic/pralinguistik
kata pertama
kalimat pertama
kemampuan bicara egosentris dan memasyarakat
perkembangan semantik
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa :
a. Intelegensi (kecerdasan)
b. Jenis kelamin
c. Bilingual (dua bahasa)
d. Status tunggal atau kembar
e. Rangsangan/ dorongan orang tua.

Adapun cara memberikan dukungan rangsangan aktif :


Memperbaiki model orang tuanya.
Mendorong kemampuan komunikasi verbal dan non verbal.
Anak pengalaman untuk berbicara.
Mendorong anak untuk mendengar.
Menggunakan kata yang pasti dan benar.

Prinsip komunikasi efektif pada anak meliputi :


a. Kesabaran mendengar.
b. Role playing, bermain peran sebagai guru, ayah-ibu dan sebagainnya yang dapat
mengekspresikan kemampuan anak dalam hal pikiran, emosi, perasaan dan keinginan
mereka secara bebas.

Prinsip komunikasi efektif pada anak meliputi :


a. Kesabaran mendengar.
b. Role playing, bermain peran sebagai guru, ayah-ibu dan sebagainnya yang dapat
mengekspresikan kemampuan anak dalam hal pikiran, emosi, perasaan dan keinginan
mereka secara bebas.

Ada beberapa cara berkomunikasi dengan bayi. Sebab faktor komunikasi juga sangat mendukung
tumbuh kembang bayi.
1. Bicara dengan suara yang wajar
Ini merupakan cara yang alami untuk membantu bayi membedakan berbicara di lingkungan yang
tenang dengan di tempat yang ramai.
2. Bicara saat suasana tenang
Hindari bicara saat anak menagis.Sebaiknya, ia ditenangkan lebih dahulu.
3. Kurangi suara-suara yang tidak perlu
Misalnya, kecilkan suara musik saat bicara dengan bayi.
4. Gendonglah bayi
Atau ambil posisi sejajar dengan bayi, kemudian bicara sambil saling menatap mata.Misalnya,
anda sedang menari dengan bayi, katakan anda dan bayi sedang menari.
5. Ekspresi jelas
Berbicaralah dengan ekspresi jelas. Apakah anda sedang gembira atau mengkhawatirkannya.
6. Kenali sinyal-sinyal dan bahasa tubuh bayi
Apakah ia sudah ingin berhenti atau masih ingin beraktivitas.
7. Pusatkan perhatian pada respon bayi
Tanggapi pesan-pesan yang disampaikannya melalui bahasa tubuh atau ekspresi wajahnya.
8. Gunakan komunikasi positif, jelas dan konsisten.
Untuk membantu bayi menyerap suara orang tua. Ini dapat membimbing bayi memahami
maksud orang tua.
9. Jadilah pendengar aktif
Menunjukkan minat dan menghargai lawan bicara sangatlah penting dalam berkomunikasi.
Apakah anda pendengar yang baik atau bukan, bayi akan meniru apa yang ia lihat. Anda model
bagi si kecil untuk menjadi pendengar aktif.
Bayi tidak selalu mengerti kata-kata. Tapi Anda masih dapat berkomunikasi dengan bayi Anda
menggunakan nada suara, sentuhan dan bahasa tubuh. Seorang bayi dari hari ke hari akan
mengalami perkembangan bahasa dan kemampuan bicara, namun tentunya tiap anak tidak sama
persis pencapaiannya, ada yang cepat berbicara ada pula yang membutuhkan waktu agak lama.
Untuk membantu perkembangannya ibu dapat membantu memberikan stimulasi yang
disesuaikan dengan keunikan masing-masing anak.
Pada usia bayi 0-2 bulan, sering-seringlah mengajak mereka berkomunikasi pada segala
suasana, pada saat menidurkan, menyusui, memakaikan baju. Berbicaralah dengan intonasi yang
lembut, dan jangan mengabaikan tangisannya, karena itulah cara mereka berkomunikasi untuk
yang pertama kalinya.

Pada usia 2-6 bulan, sering-seringlah mengajak mereka berbicara dengan menggunakan
intonasi yang berbeda-beda, dan juga ekspresi wajah yang menyenangkan. Ajaklah mereka
menyanyikan lagu-lagu yang berirama riang dan lakukanlah berulang-ulang, dan jangan lupa
untuk mengajak mereka bercanda.
Pada usia 6-12 bulan, berbicaralah dengan kata-kata yang sederhana dengan intonasi dan
pengucapan yang jelas, karena kelak mereka akan menirukannya. Berbicaralah sambil diikuti
gerakan, agar mereka lebih mudah memahami arti kata dan korelasinya. Kenalkan pula mereka
dengan berbagai macam suara, suara binatang, pesawat, mobil, dan lain sebagainya.

Pada usia 12-18 bulan, berikanlah pilihan kepada mereka, tawarkan warna baju yang ingin
dipakai, pilihan makanan yang diinginkan. Jangan lupa untuk mengajak mereka membaca,
bacakan buku cerita sederhana yang mempunyai banyak gambar dan warna-warna yang cerah,
sambil mengajak mereka bermain peran.
Hal-hal diatas selain dapat menstimulasi anak, tentunya akan menjadi kegiatan yang
menyenangkan antara orangtua dan anak.

MAKALAH KOMUNIKASI BAYI KOMUNIKASI BAYI Bentuk-Bentuk Prabicara Pada Masa


Bayi Menurut Hurlock (1980) ada dua aspek komunikasi, yaitu mengerti apa yang dimaksud
oleh orang lain dan kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan diri sendiri kepada
orang lain sehingga dapat dimengerti. Kemampuan tersebut sudah diletakkan pada masa bayi,
dimana kemampuan untuk mengerti akan dapat dicapai pada masa bayi sedangkan kemampuan
berbicara akan terjadi menjelang masa bayi berakhir. Belajar bicara merupakan tugas yang lama
dan sulit, dan karena bayi belum cukup matang untuk belajar hal tersebut maka bentuk-bentuk
pengganti komunikasi yang mereka gunakan sampai mereka siap berbicara dikenal dengan
bentuk-bentuk prabicara. Bentuk Komunikasi Prabicara merupakan pengganti berbicara yang
efektif, bayi akan terus menggunakan bentuk komunikasi ini bahkan sampai setelah bayi mampu
belajar bicara. Berikut ini penjelasan bentuk-bentuk Prabicara pada masa bayi. 1. Menangis
Menangis salah satu dari cara pertama bayi berkomunikasi dengan dunia. Tangisan bayi
merupakan tanda bayi berusaha untuk dapat berkomunikasi. Menurut Ostwald dan Pelzman
(1974) menerangkan bahwa menangis adalah tindakan sosial yang pertama dari bayi, Ini
menandakan suatu peralihan dari pihak bayi, dari diam-diam bergantung pada ibu menjadi
mampu berhubungan dengan dunia luas. Tangisan bayi neonatal berangsur-angsur berbeda
sehingga pada minggu ke tiga atau ke empat dapat diketahui apa maksud tangis bayi melalui
nada, intensitas, gerakan-gerakan badan yang mengiringinya. Misalnya, rasa sakit diungkapkan
dengan tangisan yang keras dan melengking dengan rintihan dan rengekan di antaranya.
Menangis karena sakit perut diserta dengan jeritan aneh yang tinggi nadanya berganti-ganti
dengan otot kaki yang tegang dan tarikan-tarikan kaki. Sebelum usia tiga tahun, kebanyakan bayi
sudah belajar bahwa menangis adalah cara yang manjur untuk memperoleh perhatian. 2.
Berceloteh Dengan berkembangnya mekanisme suara, bayi dapat mengeluarkan sejumlah bunyi
eksplosif. Bunyi-bunyi eksplosif kemudian akan berkembang menjadi ocehan. Bunyi-bunyi
eksplosif yang ditimbulkan dalam berceloteh lambat laun akan meningkat dan kemudian akan
menjadi pembentukkan dasar berbicara yang sesungguhnya. Berceloteh dimulai pada bulan ke
dua atau ke tiga, mencapai puncaknya pada usia delapan bulan yang kemudian akan berangsur-
angsur berubah menjadi bicara yang benar-benar. Ocehan akan menghilang sama sekali pasa saat
masa bayi berakhir. Pada usia enam bulan sebagian besar bayi sudah dapat menggabungkan
huruf hidup tertentu dengan huruf mati seperti ma-ma, na-na, da-da. 3. Isyarat Bayi
menggunakan gerakkan isyarat sebagai pengganti bicara, bukan sebagai pelengkap pembicaraan
seperti biasa digunakan oleh orang dewasa. Sekalipun bayi sudah dapat mengeungkapkan
beberapa kata, banyak bayi terus menggunakan isyarat yang dikombinasikan dengan kata-kata
untuk membuat kalimat. Dengan mengulurkan tangan dan tersenyum, bayi dapat menyampaikan
gagasan bahwa ia ingin digendong. Kalau bayi mendorong piringnya dan pada saat yang
bersamaan mengatakan tidak berarti bayi mencoba menyampaikan bahwa ia tidak mau makan. 4.
Ungkapan-ungkapan emosi Bentuk prabicara yang paling efektif adalah ungkapan emosi. Hal ini
disebabkan karena tidak ada yang lebih ekspresif daripada isyarat-isyarat wajah yang oleh bayi
digunakan untuk mengatakan keadaan emosinya kepada orang lain. Misalnya, kalau bayi senang,
ia akan menenangkan badannya; melambaikan tangan dan kakinya; tersenyum dan menyuarakan
bunyi-bunyi seperti bentuk tertawa. KOMUNIKASI BAYI PADA TINGKAT
PERKEMBANGAN INDRA Komunikasi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang
melibatkan banyak indra tubuh, sehingga perkembangan indra tubuh merupakan hal yang pokok
dalam kegiatan komunikasi pada berbagai tingkat usia. 1. Penglihatan Pada masa bayi mata bayi
belum berkembang sempurna sehingga penglihatannya kabur. Dalam usia 1 minggu anak telah
mampu merespon cahaya. 2. Pendengaran Indra pendengaran merupakan fungsi dengan tingkat
kematangan paling rendah di antara fungsi indra bayi baru lahir. Pada saat lahir bayi dikatakan
masih tuli namun mulai hari ke 3 sampai hari ke 7 bayi sudah mampu bereaksi terhadap suara
dari lingkungannya. 3. Penciuman Dan Pengecapan Hidung dan lidah merupakan indra yang
sudah cukup peka pada masa bayi sehingga adakalanya bayi menolak makanan karena makanan
tersebut terlalu asam, pedas dsb. Bayi lebih menyukai rasa manis dan dia akan mengurangi
respons menghisap rasa asin 4. Perabaan Kulit bayi cukup peka sehingga sangat sensitiv terhadap
sentuhan tekanan dan suhu. 5. Wicara Kemampuan bicara pada tahum pertama muncul dalam 3
bentuk yang lebih dikenal sebagai bentuk PRAWICARA yaitu menangis, merengek, dan gerak
gerik. Tangisan bayi merupakan bebtuk komunikasi yang palinh banyak digunakan bayi, yang
bertujuan menunjukkan rasa lapar, sakit, kesendirian atau mkondisi sakit. Komunikasi anda
bayi 1-3 bulan Inilah momen yang berkesan bagi orang tua. Bayi menunjukkan kemajuan yang
pesat dimana dia mengenali anda sebagai orangtuanya, tertawa dan tersenyum spontan.
Kepribadiannya pun mulai terlihat, dia menjadi lebih aktif dan peka terhadap lingkungan
keluarga. Bagaimana bayi berkomunikasi di usia ini? Tangisan bayi masih menjadi komunikasi
utama dalam kehidupannya. Bayi akan menanggapi suara anda dengan tenang, tersenyum atau
sangat gembira sambil menggerakkan tangan dan kakinya. Bayi akan lebih sering tersenyum
pada orang tuanya. Tapi tidak terhadap orang asing yang jarang ditemui kecuali bila bayi digoda.
Bila di usia 2 bulan bayi hanya mengeluarkan suara seperti oh-oh, ah-ah, eh-eh, maka di
usia ini suara nya lebih bervariasi dengan memunculkan mimik wajah yang lebih menarik. Usia
Bayi (0-1 tahun) Komunikasi pada bayi yang umumnya dapat dilakukan adalah dengan melalui
gerakan-gerakan bayi, gerakan tersebut sebagai alat komunikasi yang efektif, di samping itu
komunikasi pada bayi dapat dilakukan secara non verbal. Perkembangan komunikasipada bayi
dapat dimulai dengan kemampuan bayi untuk melihat sesuatu yang menarik, ketika bayi
digerakkan maka bayi akan berespons untuk mengeluarkan suara-suara bayi. Perkembangan
komunikasi pada bayi tersebut dapat dimulai pada usia minggu ke delapan dimana bayi sudah
mampu untuk melihat objek atau cahaya, kemudian pada minggu kedua belas sudah mulai
melakukan tersenyum. Pada usia ke enam belas bayi sudah mulai menolehkan kepala pada suara
yang asing bagi dirinya. Pada pertengahan tahun pertama bayi sudah mulai mengucapkan kata-
kata awal seperti ba-ba, da-da, dan lain-lain. Pada bulan ke sepuluh bayi sudah bereaksi terhadap
panggilan terhadap namanya, mampu melihat beberapa gambar yang terdapat dalam buku. Pada
akhir tahun pertama bayi sudah mampu mengucapkan kata-kata yang spesifik antara dua atau
tiga kata. Selain melakukan komunikasi seperti di atas terdapat cara komunikasi yang efektif
pada bayi yakni dengan cara menggunakan komunikasi non verbal dengan tehnik sentuhan
seperti mengusap, menggendong, memangku, dan lain-lain. KESIMPULAN A. Kesimpulan
Dalam berkomunikasi secara nob verbal , secara serentak menggunakan semua pancaindra kita
dalam proses menerima dan mengirim berita. Bagaimana kita memakai panca indra tadi dan
bagaimana penginterpretasi berita yang diterima sangat menentukan observasi kita. Orang tua
merupakan fokus penting dalam komunikasi segi tiga walaupun tidak mengabaikan saudara
kandung, sanak saudara atau pembantunya. Dalam proses komunikasi dalam keluarga kita dapat
menggunakan langkah-langkah seperti : mendorong orang tua untuk berbicara; mengarahkan
pada pokok permasalahan; mendengar; diam sejenak; meyakinkan; menentukan masalah;
memecahkan masalah; mengantisipasi bimbingan, dan menghindari hambatan-hambatan
komunikasi. Walaupun tampaknya bayi tidak mampu berbicara, ternyata dia memilih bentuk
komunikasi prabicara seperti : 1. tangisan, 2. celoteh, isyarat dan 3. ekspresi emosional.
Kemudian bentuk komunikasi prabicara ini berkembang menjadi peran bicara dalam
berkomunikasi. Untuk mencapai ini dibutuhkan : persiapan fisik; kesiapan mental; model yang
baik untuk ditiru; kesempatan untuk praktek; motivasi yang tinggi; bimbingan yang tepat.
Komunikasi yang berkaitan dengan proses berpikir harus disesuaikan dengan tingkat
perkembangan anak. Proses berpikir pada anak-anak dimulai dari yang kongkrit ke fungsional
dan akhirnya keabstrak. DAFTAR PUSTAKA 1. Komunikasi keperawatan aplikasi dalam
pelayanan 2. Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA. December 14, 2011 3. Buku Saku Komunikasi
Dalam Keperawatan ( Ns. Anas Tamsuri, S.Kep )

Copy the BEST Traders and Make Money : http://ow.ly/KNICZ

Anda mungkin juga menyukai