Anda di halaman 1dari 11

Amenore Primer

PENDAHULUAN

Semua orang menginginkan memiliki keturunan yang sempurna, baik jasmani


maupun rohani. Cacat atau tidaknya seorang anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor,
salah satunya adalah kelainan kromosom. Kelainan kromosom selain terjadi karena
bawaan, juga dapat terjadi karena nondisjunction saat ibu membentuk sel telur, sehingga
hilangnya sebuah kromosom kelamin selama mitosis setelah zigot XX atau XY terbentuk,
seperti sindrom Turner atau malah terjadi trisomi atau penambahan kromosom. Sindrom
Turner dinamai oleh Henry Turner, seorang endokrinologi Oklahoma, yang digambarkan
pada tahun 1938. Di Eropa, ini sering disebut sindrom turner Ullrich atau bahkan Ullrich
Turner Sindrom Bonnevie yang mengakui bahwa kasus-kasus sebelumnya juga telah
dijelaskan oleh dokter Eropa.
Sindrom Turner terjadi pada 1 dari setiap 2.500 anak perempuan, sindrom
memanifestasikan dirinya dalam beberapa cara. Ada kelainan fisik karakteristik, seperti
perawakan pendek, pembengkakan, dada lebar, garis rambut rendah, rendah-set telinga,
dan leher berselaput. Anak perempuan dengan sindrom Turner biasanya mengalami
disfungsi gonad (ovarium tidak bekerja), yang mengakibatkan amenore (tidak adanya
siklus menstruasi) dan kemandulan.

1
Pemeriksaan Fisik
- Inspeksi : melihat konsisi langsung pasien
Perawakan pendek (tinggi < 150 cm) pada usia dewasa merupakan temuan
utama pada semua gadis penderita Sindrom Turner.
Web neck : leher pendek dan pada pangkalnya seperti bersayap. Kulit pada
leher Sindrom Turner sangat kendur sehingga mudah ditarik/ bergelambir.
Kubitus valgum : deformitas dari siku dimana siku berdeviasi menjauhi garis
tengah tubuh sewaktu diekstensikan.
- Palpasi : meraba bagian tubuh pasien Sindrom Turner, yakni pada bagian lehernya
kulit sangat kendur sehingga mudah ditarik.
- Tinggi dan berat badan
Ukurlah tinggi badan pasien dalam posisi berdiri. Tafsirkan tinggi dan berat badan
relatif terhadap riwayat keluarga dan riwayat berat badan masa lampau.
Target height / mid parental height :
Laki laki = {TB ayah + (TB Ibu + 13 )} x
Perempuan = {TB Ibu + (TB ayah 13 )} x

Prakiraan tinggi dewasa (potensi tinggi genetik) dapat dihitung dari midparental
height dengan rumus Potensi tinggi genetik = mid parental height 8,5 cm
(Potensi tinggi genetik adalah rentang nilai tinggi badan akhir seseorang akibat dari
kedua orang tua biologis)
Distribusi lemak, otot dan jaringan ikat
Wanita normal mempunyai pusat gaya berat di daerah pinggul dan relatif
mempunyai lebih banyak lemak daripada otot. Otot lebih dominan pada pria,
dengan masa terbesar yang berpusat di sekitar bahu.
Kematangan Seksual
Perkembangan seksual wanita mencerminkan efek androgen dan estrogen.
Perkembangan seksual pria hanya mencerminkan efek androgen saja. Gangguan
perkembangan beberapa ciri tertentu mencerminkan kekurangan atau
ketidakefektifan rangsangan masing-masing hormon. Jumlah hormon abnormal
atau produksi hormon pada waktu yang abnormal juga dapat berefek pada tinggi
badan melalui efeknya pada epifisis tulang.

2
Perhatikanlah efek estrogen dan peranan dalam perkembangan sifat-sifat tersebut;
puting susu, areola, kelenjar mammae, labia minora, vulva, vagina, uterus dan
ovarium.

Pemeriksaan Penunjang

- Laboratorium
Pemeriksaan kadar gonadotrophin plasma, terutama hormon perangsang folikel
(FSH) sangat meningkat di atas kadar kontrol sesuai umur selama masa bayi, pada
usia sekitar 2-3 tahun terjadi penurunan progresif pada kadarnya sampai kadar ini
mencapai titik terendah pada usia 6-8 tahun, pada usia 10-11 tahun, kadar ini
meningkat sampai kadar dewasa kastrasi.2 Selain itu juga dapat dilakukan
pemeriksaan hormon LH (Luteinizing hormon). Hasil LH akan meningkat dari
normal pada sindrom Turner.

- Analisis kromosom
Analisis kromosom atau karyotyping adalah tes untuk memeriksa kromosom dalam
sampel sel, yang dapat membantu mengidentifikasi masalah genetik sebagai
penyebab gangguan atau penyakit. Tes ini dapat berupa hitung jumlah kromosom
dan mencari perubahan struktural kromosom.2 Tes ini dapat dilakukan pada hamper
jaringan apapun, seperti : cairan ketuban, darah, sumsum tulang. Sampel tersebut
akan diperiksa dibawah mikrosop untuk memerika bentuk, ukuran, dan jumlah
kromosom.
Penderita dengan sindrom Turner menunjukan tiga kariotipe: sebanyak 57%
memiliki 45,X ,sekitar 14% kelainan structural kromosom X, dan 29%
menunjukkan bersifat mosaik.

- USG (Ultrasonografi)
USG dapat dilakukan pada ovarium dan ginjal. Dimana pada ovarium tampak
bergaris pada 90% penderita, hal ini terjadi karena ovarium mengalami degenerasi
dan menghilang. Serta pada 1/3 penderita sindrom Turner memiliki defek pada
ginjal, ginjal berbentuk seperti sepatu kuda.

3
Diagnosis Banding
Sindrom Klinefelter adalah kelainan genetik pada laki-laki yang diakibatkan oleh
kelebihan kromosom X. Laki-laki normal memiliki kromosom berupa XY, namun
penderita sindrom klinefelter umumnya memiliki kromosom seks XXY. Penderita sindrom
klinefelter akan mengalami infertilitas, keterbelakangan mental, dan gangguan
perkembangan ciri-ciri fisik yang diantaranya berupa ginekomastia (perbesaran kelenjar
susu dan berefek pada perbesaran payudara)

Penyebabnya Terjadi Sindroim Klinefelter adalah Kelebihan kromosom X pada laki-laki


terjadi karena terjadinya nondisjungi meiosis (meiotic nondisjunction) kromosom seks
selama terjadi gametogenesis (pembentukan gamet) pada salah satu orang
tua.Nondisjungi meiosis adalah kegagalan sepasang kromosom seks untuk memisah
(disjungsi) selama proses meiosis terjadi. Akibatnya, sepasang kromosom tersebut akan
diturunkan kepada sel anaknya,sehingga terjadi kelebihan kromosom seks pada anak.
Sebesar 40% nondisjungsi meiosis terjadi pada ayah, dan 60% kemungkinan terjadi pada
ibu. Sebagian besar penderita sindrom klinefelter memiliki kromosom XXY, namun ada
pula yang memiliki kromosom XXXY, XXXXY, XXYY, dan XXXYY.

Ciri fisik penderita sindrom ini :


Gejala klinis dari sindrom klinefelter ditandai dengan
perkembangan ciri-ciri seksual yang abnormal atau tidak berkembang, seperti testis yang
kecil dan aspermatogenesis (kegagalan memproduksi sperma).
Testis yang kecil diakibatkan oleh sel germinal testis dan sel selitan (interstital cell)
gagal berkembang secara normal. Sel selitan adalah sel yang ada di antara sel gonad dan
dapat menentukan hormon seks pria.
Selain itu, penderita sindrom ini juga mengalami defisiensi atau kekurangan hormon
androgen, badan tinggi, peningkatan level gonadotropin, danginekomastia.
Penderita klinefelter akan mengalami ganguan koordinasi gerak badan, seperti kesulitan
mengatur keseimbangan, melompat, dan gerakan motor tubuh yang melambat
Dilihat dari penampakan fisik luar, penderita klinefelter memiliki otot yang kecil,
namun mengalami perpanjangan kaki dan lengan

Diagnosis Kerja
Sindrom Turner atau Sindrom Ullrich (disgenesis gonad), ditandai dengan
hipogonadisme primer pada fenotipe perempuan.3-6 Hal ini terjadi akibat monosomi parsial
atau total lengan pendek kromosom X. Pada sekitar 57 % pasien, kromosom X hilang
sehingga terbentuk kariotipe 45,X. pasien ini mengidap penyakit paling parah. Didiagnosis
saat lahir atau pada masa anak-anak. Ini adalah kelainan kromosom di mana semua atau
bagian dari salah satu kromosom seks tidak ada (manusia tidak terpengaruh memiliki 46
kromosom, dimana 2 adalah kromosom seks). Khas perempuan memiliki 2 kromosom X,
tapi dalam sindrom Turner, salah satu kromosom seks hilang atau memiliki kelainan

4
lainnya. Dalam beberapa kasus, kromosom hilang hadir dalam beberapa sel tetapi tidak
yang lain, suatu kondisi yang disebut sebagai mosaicism atau 'Turner mosaicism'.
Sindrom Turner ini ditemukan sekira-kiranya 1 dari setiap 2500 kelahiran bayi perempuan.
Sumber lain menyatakan bahwa 1 dari setiap 5000 kelahiran bayi perempuan. Bagi wanita
yang normal, mereka memiliki sepasang kromosom X pada pasangan yang ke-23, tapi
untuk wanita yang mewarisi sindrom Turner, mereka hanya memiliki satu kromosom X
pada pasangan yang ke 23, tetapi kromosom ini mampu berfungsi sepenuhnya seperti
wanita yang normal. Dalam tes yang lebih jarang dijumpai, kedua X kromosom ikut pada
pasangan ke 23 tetapi tidak normal. Bagi kariotype wanita yang normal dilabel 46,XX;
individual dengan sindrom Turner adalah 45,X0. Dalam sindrom Turner, ciri-ciri seksual
wanita hadir tetapi kurang berkembang.

Gambar 2. Kariotype sindrom Turner 45,X

Diagnosis kerja pada sindrom Turner pada usia remaja dan dewasa merupakan hasil dari
anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang yang memperlihatkan manifestasi klinik,
berupa:

Saat pubertas, karateristik seks sekunder tidak berkembang. Genitalia tetap seperti
bayi, perkembangan payudara kurang memadai, dan rambut pubis sedikit.
Status mental pasien biasanya normal, tetapi dapat ditemukan kekurangan ringan
pada pengolahan informasi visual-spasial nonverbal.
Ciri yang utama untuk dapat menegakkan diagnosis yakni pada pasien dewasa
denga tubuh pendek (tinggi jarang melebihi 150 cm).

5
Amenorea : sindrom Turner adalah penyebab tunggal terpenting amenorea primer.
Hal ini dikarenakan pasien ini tidak memiliki ovarium karena mengalami
degenarasi. Sindom Turner menyebabkan kemandulan.
Pada pemeriksaan kariotype atau analisis kromosom menunjukan hasil 45,X.
Normalnya pada wanita 46,XX.
Pada beberapa pasien 50% terjadi autoantibodi terhadap kelenjar tiroid, dan
separunya dari pasien tersebut mengalami gejala klinis hipotiroidisme.
Pada sebagian kecil pasien dapat terjadi : intoleransi glukosa, obesitas, dan
resistensi insulin
Webbed neck (kulit di antara leher dan bahunya menyatu, seperti selaput)
Lymphedema (pembengkakan) dari tangan dan kaki
Garis rambut yang pendek pada leher bagian belakangnya
Luas dada (dada perisai) dan luas-spasi puting, low-sat ears
Peningkatan berat badan, obesitas
Coarctation aorta, Horseshoe ginjal
Visual gangguan sklera, kornea, glaukoma, dll
Infeksi telinga dan gangguan pendengaran

Gejala lain mungkin termasuk rahang bawah kecil (micrognathia), cubitus valgus (berbalik-
out siku), kuku terbalik lembut, lipatan palmar dan kelopak mata terkulai. Kurang umum
adalah tahi lalat berpigmen, gangguan pendengaran, dan langit-langit tinggi-arch (rahang
sempit). Sindrom Turner memanifestasikan dirinya berbeda di setiap wanita dipengaruhi
oleh kondisi, dan tidak ada dua individu akan berbagi gejala yang sama.

6
Gambar 3. Manifestasi klinik sindrom Turner

Patogenesis

Faktor risiko sindrom Turner tidak dikenal. Nondisjunctions meningkat dengan usia ibu,
seperti untuk sindrom Down, tapi efek yang tidak jelas untuk sindrom Turner. Sindrom
Turner terjadi karena kelainan kromosom yang berkaitan dengan jumlah (aneuploidi).3-6
Penyebab utama aneuploidi adalah nondisjunction (kelainan pemisahan kromosom) saat
meiosis atau setelah pembuahan sewaktu mitosis. Nondisjunction dapat mengenai
autosomal atau kromosom seks. Nondisjunction saat meiosis menghasilkan gamet-gamet
haploid yang memiliki kelainan komplemen kromosom. Jika sepasang kromosom seks
gagal untuk memisahkan selama pembentukan telur atau sperma, hal ini disebut sebagai
nondisjunction. Ketika abnormal telur menyatu dengan sperma yang normal untuk
membentuk embrio, embrio yang mungkin akan berakhir dengan kehilangan satu daru
kromosom seks (X bukan XX). Sebagai embrio tumbuh dan sel-sel membagi, setiap sel
dari tubuh bayi akan kehilangan salah satu dari kromosom X. Kelainan ini tidak diwarisi
dari orang tua yang terkena karena wanita dengan sindrom Turner biasanya steril dan tidak

7
bisa punya anak. Pada sekitar 20% dari kasus-kasus sindrom Turner, salah satu kromosom
X yang abnormal. Mungkin berbentuk seperti cincin, atau kehilangan beberapa bahan
genetik. Sekitar 30% anak dengan kelainan hanya hilang kromosom X dalam beberapa sel
mereka. pola kromosom campuran ini dikenal sebagai pola Mosaicsm.

8
Gadis, 16 tahun

SINDROM TURNER

defek pada kromosom X


(karena nondisjunction atau delesi lengan pendek Xp)

Kehilangan aksi gen Kehilangan aksi gen


SHOX (Short Stature pengatur perkembangan
Homebox) dan fungsi ovarium

Disgenesisepifisis Disgenesis gonad

Ovarium tidak berkembang

Kehilangan aksi gen


SHOX (Short Stature
Estrogen tidak diproduksi
Homebox)

Tdk terjadi Aktivitas Menghambat Amenorheae


Abnormalitas pada respon
penggabungan osteoblastik perkembangan primer
pertumbuhan tulang (tdk
awal dari epifisis menurun jaringan ikat
sempurnanya faktor
dengan batang stroma payudara,
transkripsi oleh sel-sel
tulang panjang pertumbuhan Sel teka folikel
granulosa yang
sistem duktus yang tidak
diekspresikan pada
luas, dan deposit berkembang dan
osteoblas
lemak menghasilkan
prekursor
Pertumbuhan hormon
tulang terlambat androgen

Short Stature
Keterlambatan Menghambat
perkembangan pertumbuhan
ciri kelamin rambut aksila
sekunder dan pubis

Gambar 4. Patogenesis sindrom Turner

9
Penatalaksanaan
Karena penyakit ini adalah penyakit genetik yang melibatkan kromosom, sindrom Turner
tidak bisa disembuhkan. Yang dilakukan hanya mengurangi simptom.2
Data menunjukkan bahwa pengobatan dengan hormon pertumbuhan manusia
rekombinan saja atau bersama dengan steroid anabolik meningkatkan kecepatan
tinggi badan. Banyak gadis dapat mencapai ketinggian 150 cm atau lebih dengan
memulai pengobatan dini.
Terapi penggantian dengan estrogen terindikasi, namun ada sedikit kesepakatan
mengenai usia optimal memulai pengobatan. kesiapan psikologis penderita untuk
mendapatkan terapi harus dipertimbangkan. Dahulu, ada kecenderungan untuk
menunda terapi penggantian dengan estrogen untuk mencapai tinggi badan
maksimal. Pertumbuhan membaik yang dicapai oleh gadis yang diobati dengan
hormon pertumuhan memungkinkan memulai penggantian estrogen pada usia 12-
13 tahun. Premarin, 0,3-0,625 mg yang diberikan setiap hari selama 3-6 bulan,
biasanya efektif untuk menginduksi pubertas. Estrogen kemudian diputar (diminum
pada hari 1-23), dan Provera, suatu progestin, ditambahkan (diminum pada hari ke
10-23) dengan dosis 5-10 mg per hari. Pada sisa bulan kalender, selama waktu
tersebut tidak diberikan pengobatan, pendarahan penarikan (withdrawal) biasanya
terjadi. sediaan estrogen lain dan regimen pengobatan sekarang juga digunakan.
Analisis kromosom prenatal pada usia ibu yang sudah lanjut telah menyingkap
frekuensi 45,X/46,XX yaitu 10 kali lebih tinggi daripada ketika didiagnosis
pascanatal. Kebanyakan penderita ini tidak memiliki manifestasi klinis sindrom
Turner, dan kada gonadotropin normal. Menyadari fenotip ringan ini penting dalam
memberikan nasehat penderita.
Pemberian konseling atau nasihat genetik adalah suatu upaya pemberian saran
terhadap orangtua atau keluarga penderita kelainan bawaan yang diduga
mempunyai faktor penyebab herediter, tentang apa dan bagaimana kelainan yang
dihadapi ini, bagaimana pola penurunannya, serta bagaimana tindakan
penatalaksanaanya, bagaimana prognosisnya dan upaya melaksanakan pencegahan
ataupun menghentikannya.

10
DAFTAR PUSTAKA
1. Goldstein JL, Brown MS. Genetik dan penyakit. Dalam: Asdie AH. Harrison:
Prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam. Edisi 16. Volume 1. Jakarta:
EGC;2005.h.388.
2. Behrman RE, Kliegman RM, Arvin AM, editor. Ilmu kesehatan anak Nelson:
sindrom turner. Edisi 16. Volume 3. Jakarta: EGC;2004.h.1992-4.
3. Harmsen R, Gallucci BB. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit.
Dalam: Price SA, Wilson LM, penyunting. Hereditas, lingkungan, dan penyakit.
Edisi 6. Vol 1. Jakarta: EGC; 2005. h. 9-40.
4. Robbins, Cotran. Dasar patologis penyakit. Edisi 7. Jakarta: EGC; 2008. h. 99-
130.
5. Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap III LC, Hauth JC, Wenstrom KD.
Obstetri williams: genetika. Edisi 21. Volume 2. Jakarta: EGC;2005.h.1052-53.
6. Effendi SH, Indrasanto E. Kelainan kongenital. Dalam: Kosim MS, Yunanto A,
Dewi R, Sarosa GI, Usman A, penyunting. Buku ajar neonatologi. Edisi 1.
Jakarta: Badan Penerbit IDAI;2008.h.63-9.

11