Anda di halaman 1dari 14

Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan

Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi


Di Panti Wreda Al- Islah Malang

EFEKTIVITAS HIDROTERAPI TERHADAP PENURUNAN


TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
DI PANTI WREDA AL- ISLAH MALANG

Inggrid Evi Dilianti1), Erlisa Candrawati2), Ragil Catur Adi W.3)

1)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
2), 3)
Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
E-mail : inggrid.sintan@gmail.com

ABSTRAK

Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2013 adalah 31,7% yang berarti hampir 1 dari 3
penduduk usia 18 tahun ke atas menderita hipertensi. Cara penatalaksanaan penderita
hipertensi yaitu farmakologis dan nonfarmakologis, untuk mengurangi efek samping dari
penggunaan bahan kimia berkepanjangan lebih baik menggunakan cara nonfarmakologis
dengan melakukan hidroterapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas
hidroterapi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti
Wreda Al-Ishlah Malang. Desain penelitian mengunakan quasi experimental design
dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 25
lansia penderita hipertensi dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive
sampling yang berarti pengambilan sampel sesuai kriteria sebanyak 20 sampel. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Metode analisis data yang digunakan
yaitu independeny t test. Hasil penelitian membuktikan sebelum dilakukannya hidroterapi
lebih dari separuh (70,0%) lansia mengalami hipertensi derajat II dan setelah dilakukannya
hidroterapi separuh (50,0%) lansia mengalami tekanan darah normal. Hasil independent t
test didapatkan p-value = (0,000) < (0,050) sehingga hidroterapi efektif terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Wreda Al-Islah Malang.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada keluarga yang memiliki lansia penderita
hipertensi melakukan hidroterapi selama 10 menit pada pagi dan sore hari sampai tekanan
darah dinyatakan normal.

Kata Kunci : Hidroterapi, hipertensi, lansia, tekanan darah

193
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

HYDROTHERAPY EFFECTIVENESS TO DECREASE BLOOD PRESSURE IN


ELDERLY PATIENTS WITH HYPERTENSION IN AL-ISLAH NURSING HOME
MALANG

ABSTRACT

The prevalence of hypertension in Indonesia in 2013 is 31.7% which means that almost 1
in 3 population aged 18 years and over suffer from hypertension. How to manage
hypertensive patients ie pharmacological and nonpharmacological, to reduce the side
effects of prolonged chemicals use to be better using nonpharmacological way by doing
hydrotherapy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of hydrotherapy
to decrease blood pressure in elderly patients with hypertension in Al-Ishlah nursing home
Malang. The research design used a quasi-experimental design with nonequivalent control
group design. The population in this study as was many as 25 elderly patients with
hypertension by determining the sample research using purposive sampling with sampling
according to the criteria of 20 samples. The data collection technique used was
observation. Data analysis method used independent t test. The results showed that before
hydro therapy more than half (70.0%) of the elderly had grade II of hypertension and after
half of (50.0%) of hydro therapy the elderly had normal blood pressure. Independent t test
results obtained p value = (0.000) <(0.050) so that hydrotherapy was effective to the
decrease of blood pressure in the elderly patient of hypertension in Al-Islah nursing home,
Malang. Based on the results of the study, it is suggested to families who have elderly
patients with hypertension to do hydrotherapy for 10 minutes in the morning and evening
until the blood pressure is declared as normal.

Keywords: Hydrotherapy, hypertension, elderly, blood pressure

PENDAHULUAN Transisi epidemologi disebabkan oleh


adanya perubahan-perubahan sosial,
Indonesia saat ini dihadapkan pada ekonomi, lingkungan dan perubahan
masa terjadinya transisi epidemiologi, struktur penduduk, yang mengakibatkan
transisi demografi, dan transisi teknologi masyarakat berperilaku hidup tidak sehat:
yang mengakibatkan terjadinya misalnya kurang aktifitas fisik, kebiasaan
perubahan pola penyakit dari penyakit merokok, makanan berlemak dan kalori
infeksi menjadi peyakit tidak menular. yang tinggi, serta kebiasaan minum

194
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

alkohol yang diduga sebagai faktor risiko peningkatan yaitu dari 7,6% pada tahun
terjadinya penyakit tidak menuar 2007 menjadi 9,5% pada tahun 2013.
(Rahajeng & Sulistyowati, 2009). Berdasarkan Profil Kesehatan Jawa
Penyakit hipertensi sebagai salah satu Timur tahun 2010, selama tiga tahun
penyakit tidak menular yang menjadi berturut-turut (2008-2010) hipertensi
masalah yang besar dan serius, karena selalu berada di urutan ketiga penyakit
prevelensi penyakit hipertensi yang tinggi terbanyak di puskesmas sentinel di Jawa
dan cenderung meningkat. Hipertensi Timur. Berdasarkan Hasil Riset
sering kali tidak menunjukkan gejala Kesehatan Dasar tahun 2013
sehingga menjadi pembunuh diam- diam menyebutkan kecenderungan prevalensi
(the silent killer of death) dan menjadi hipertensi pada usia 18 tahun menurut
penyebab utama timbulnya penyakit provinsi di Indonesia tahun2013, Jawa
jantung, stroke dan ginjal (Suiraoka, Timur berada pada urutan ke-6
2012). (Kemenkes RI, 2013). Berdasarkan data
World Health Organization (WHO, 10 penyakit terbanyak di Kota Surabaya
2013) memperkirakan 1 milyar duduk di menunjukkan bahwa terjadi peningkatan
dunia menderita penyakit hipertensi dan pada kejadian hipertensi yaitu pada tahun
dua per-tiga diantaranya berada di Negara 2011 dan 2012 berada di peringkat ke-7
berkembang yang berpenghasilan rendah- dengan masing-masing persentase
sedang. Prevalensi hipertensi sebesar 3,3% dan 3,06%. Pada tahun
diperkirakan akan terus meningkat dan 2013 hipertensi berada pada peringkat ke-
dipredisksi pada tahun 2025 sekitar 29% 2 yaitu sebesar 13,6% (Dinkes Surabaya,
orang dewasa diseluruh dunia menderita 2014). Hasil Dinas Kesehatan kota
hipertensi, sedangkan di Indonesia angka Malang tahun 2015, laporan dari rumah
mencapai 31,7% (Kemenkes RI, 2013). sakit dan pukesmas kasus hipertensi lebih
Di Indonesia pada tahun 1995 satu dari banyak diderita oleh perempuan dengan
sepuluh orang berusia 18 tahun keatas jumlah 36,09%, sedangkan pada laki-
menderita hipertensi, kemudian kondisi laki berjumlah 35,46% dan gabungan dari
ini meningkat menjadi satu dari tiga keduanya sejumlah 35,92%.
orang menderita hipertensi pada tahun Penyebab penyakit hipertensi secara
2007. Prevalensi di Indonesia sebesar umum diantaranya terbagi menjadi dua
31,7% atau satu dari tiga orang dewasa golongan yaitu primer dan sekunder.
mengalami hipertensi, dan 76,1% Hipertensi primer adalah hipertensi yang
diantaranya tidak menyadari sudah tidak diketahui penyebabnya seperti
terkena hipertensi (Kemenkes RI, 2013). keturunan, umur, jenis kelamin, tekanan
Prevalensi hipertensi berdasarkan psikologis, stress, kegemukan (obesitas),
Kemenkes RI (2013), mengalami kurang olahraga, dan kolestrol tinggi.

195
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

Sedangkan hipertensi sekunder adalah meningkatkan konsumsi buah dan sayur,


hipertensi yang disebabkan oleh penyakit penurunan berat badan berlebihan, latihan
lain seperti penyempitan arteri yang fisik dan terapi komplementer. Terapi
mensuplai darah ke ginjal, aterosklerosis komplementer ini bersifat terapi
(penebalan dinding arteri yang pengobatan alamiah diantaranya adalah
menyebabkan hilangnya elastisitas dengan terapi herbal, terapi nutrisi,
pembuluh darah) (Smeltzer & Bare, 2002 relaksasi progresif, meditasi, terapi tawa,
dalam Damayanti 2014). akupuntur, akupresur, aromaterapi,
Akibat tingginya tekanan darah yang refleksiologi dan hidroterapi (Sudoyo,
lama tentu saja akan merusak pembuluh 2006 dalam Damayanti 2014).
darah seluruh tubuh, ginjal, dan otak. Salah satu upaya yang bisa dilakukan
Konsekuensi pada hipertensi yang lama untuk menurunkan atau mengontrol
tidak terkontrol adalah gangguan tekanan darah yaitu Hidroterapi
penglihatan, okulasi koroner, gagal (hydrotherapy) yang sebelumnya dikenal
ginjal, dan stroke. Selain itu jantung juga sebagai hidropati (hydropathy) adalah
membesar karena dipaksa meningkatkan metode pengobatan menggunakan air
beban kerja saat memompa melawan untuk mengobati atau meringankan
tingginya tekanan darah (Smeltzer & kondisi yang menyakitkan dan
Bare, 2002 dalam Damayanti 2014). merupakan metode terapi dengan
Morbiditas dan mortalitas yang pendekatan lowtech yang
terjadi pada pasien hipertensi dapat mengandalkan pada respon-respon tubuh
dicegah dengan intervensi yang terhadap air. Beberapa keuntungan yang
mempertahankan tekanan darah di bawah diperoleh dari terapi air antara lain: untuk
140/90 mmHg. Intervesi yang dilakukan mencegah flu/demam, memperbaiki
dapat berupa intervensi farmakologis dan fertilitas, menyembuhkan kelelahan,
nonfarmakologis. Intervensi farmakologis meningkatkan fungsi imunitas,
yaitu dengan menggunakan obat-obatan meningkatkan energi tubuh, dan
anti hipertensi seperti diuretik, penyekat membantu kelancaran sirkulasi darah.
saluan kalsium, ACE inhibitor, -bloker, Hidroterapi rendam air hangat merupakan
-bloker, serta vasodilator arteriol yang salah satu jenis terapi alamiah yang
fungsinya untuk menurunkan kecepatan bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi
denyut jantung, volume sekuncup, atau darah, mengurangi edema, meningkatkan
Total Peripheral Resistance (TPR) relaksasi otot, menyehatkan jantung,
(Corwin, 2009). Sedangkan intervensi mengendorkan otot- otot, menghilangkan
nonfarmakologis meliputi menghentikan stress, nyeri otot, meringankan rasa sakit,
merokok, menurunkan konsumsi alkohol, meningkatkan permeabilitas kapiler,
menurunkan asupan garam dan lemak, memberikan kehangatan pada tubuh

196
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

sehingga sangat bermanfaat untuk terapi dimana 14 orang tersebut penderita


penurunan tekanan darah pada hipertensi, hipertensi. Hasil wawancara
dan prinsip kerja dari hidroterapi ini yaitu menunjukkan bahwa lansia tersebut
dengan menggunakan air hangat yang belum mengetahui hidroterapi (rendam
bersuhu sekitar 40,5- 43 C secara kaki air hangat) dapat menurunkan
konduksi dimana terjadi perpindahan tekanan darah. Selanjutnya mereka
panas dari air hangat ke tubuh sehingga mengatakan jika mereka merasakan
akan menyebabkan pelebaran pembuluh pusing, sakit kepala, penglihatan kabur
darah dan dapat menurunkan ketegangan dan seperti melayang-layang yang sering
otot (Perry & Potter, 2006 dalam terjadi saat cuaca panas dan saat mereka
Damayanti). kelelahan yang merupakan gejala
Penelitian terkait yang pernah hipertensi ringan mereka lebih memilih
dilakukan oleh Ilkafah (2016) perbedaan untuk istirahat seperti duduk, berbaring,
penurunan tekanan darah lansia dengan minum air putih dan tidur yang dapat
obat anti hipertensi dan terapi rendam air mengurangi gejala tersebut.
hangat memberikan pengaruh yang Tujuan penelitian untuk mengetahui
signifkan terhadap penurunan tekanan efektivitas hidroterapi terhadap
darah, dan penelitian oleh Destia. D penurunan tekanan darah pada lansia
(2014) adanya perbedaan antara sebelum penderita hipertensi di Panti Wreda Al-
dan sesudah pemberian hidroterapi Ishlah Malang.
rendam air hangat terhadap penurunan
tekanan sistolik dan diastolik. Rendam air
hangat sudah banyak dibuktikan dapat METODE PENELITIAN
menurunkan tekanan darah sehingga
banyak penderita tidak meminum obat Penelitian ini menggunakan
lagi tetapi belum banyak penelitian metode eksmperimen atau penelitian
tentang efektivitas terapi tersebut bertujuan mencari pengaruh perlakuan
dibandingkan dengan menggunakan obat tertentu terhadap yang lain dalam kondisi
anti hipertensi. Oleh karena itu, yang terkendalikan. Pendekatan yang
diperlukan penelitian tentang perbedaan digunakan dalam penelitian ini adalah
penurunan tekanan darah antara terapi quasi experimental design dengan
rendam air hangat dengan penggunaan nonequivalent control group design.
obat anti hipertensi. Populasi dalam penelitian ini adalah
Studi Pendahuluan dilakukan pada lansia penderita hipertensi di Panti Wreda
tanggal 24 November 2016 di panti Al-Islah Malang sebanyak 25 dengan
Wreda Al-Islah Malang melalui penentuan sampel penelitian
wawancara terhadap 15 orang lansia menggunakan purposive sampling yang

197
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

berarti pengambilan sampel sesuai Berdasarkan Tabel 1 didapatkan


kriteria sebanyak 20 sampel. lebih dari separuh (75,0%) responden
Pada penelitian ini memiliki berumur antara 70-75 tahun dan separuh
kriteria inklusi yaitu bersedia menjadi 10 (50,0%) responden tidak pernah
responden, wanita berusia 70-85 tahun, sekolah.
hipertensi essensial, responden tidak
mengikuti program meditasi lainnya, dan Tabel 1. Distribusi frekuensi berdasarkan
responden yang tidak mengonsumsi obat. karakteristik responden di panti
Instrumen yang digunakan peneliti untuk Wreda Al-Islah Malang
mendapatkan hasil dari veriabel Variabel Kategori f (%)
independen dengan menggunakan 70-75 tahun 15 75,0
76-80 tahun 4 20,0
sphygmomanometer dan stestoscope, Umur
81-85 tahun 1 5,0
sedangkan variabel dependen Total 20 100,0
menggunakan thermometer air, baskom, Tidak Sekolah 10 50,0
handuk, dan wadah air atau termos air SD 8 40,0
Pendidikan
hangat. Teknik pengumpulan data yang SMP 2 10,0
digunakan adalah lembar observasi. Total 20 100,0
Metode analisa data yang digunakan
yaitu uji independen t-test dengan Berdasarkan Tabel 2 didapatkan
menggunakan SPSS. sebelum dilakukannya hidroterapi lebih
dari separuh 7 (70,0%) responden
mengalami hipertensi derajat II pada
HASIL DAN PEMBAHASAN kelompok perlakuan dan sebagian besar 8
(80,0%) responden mengalami hipertensi
derajat II pada kelompok kontrol di Panti
Wreda Al-Ishlah Malang.

Tabel 2. Distribusi frekuensi tekanan darah sebelum melakukan hidroterapi selama 10


menit pada lansia penderita hipertensi di Panti Wreda Al-Ishlah Malang
Perlakuan Kontrol
Tekanan Darah Total
f (%) f (%)
Normal 0 0,0 0 0,0 0
Pre hipertensi 0 0,0 0 0,0 0
Hipertensi derajat I 3 30,0 2 20,0 5
Hipertensi derajat II 7 70,0 8 80,0 15
Total 10 100,0 10 100,0 20

198
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

Berdasarkan Tabel 3 didapatkan kelompok perlakuan terdapat 5 responden


setelah melakukan hidroterapi selama 10 mengalami penurunan tekanan darah
menit dalam 6 hari pada pengukuran ke- menjadi normal sesudah melakukan
6 separuh 5 (50,0%) responden hidroterapi selama 6 hari dan untuk
mengalami tekanan darah normal pada kelompok kontrol yang tidak diberikan
kelompok perlakuan dan sebagian besar 9 perlakuan hidroterapi terdapat 1
(90,0%) responden mengalami hipertensi responden mengalami peningkatan
derajat II pada kelompok kontrol di Panti tekanan darah menjadi hipertensi derajat
Wreda Al-Ishlah Malang. Berdasarkan II.
data dapat dipahami bahwa untuk

Tabel 3 Distrib usi Frekuensi Tekanan Darah Setelah Dilakukannya Hidroterapi Selama
10 Menit Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Wreda Al-Ishlah Malang
Perlakuan Kontrol
Tekanan Darah Total
f (%) f (%)
Normal 5 50,0 0 0,0 5
Pre hipertensi 3 30,0 0 0,0 3
Hipertensi derajat I 2 20,0 1 10,0 3
Hipertensi derajat II 0 0,0 9 90,0 9
Total 10 100,0 10 100,0 20

Tabel 4. Efektivitas hidroterapi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita
hipertensi di panti Wreda Al-Islah Malang
Efektivitas hidroterapi Sesudah
p-
terhadap penurunan tekanan Pre Hipertensi Total
Normal value
darah hipertensi derajat I
Hipertensi derajat I 2 (20%) 1 (10%) 0 (0%) 3 (30%)
Sebelum
Hipertensi derajat II 3 (30%) 2 (20%) 2 (20%) 7 (70%)
0,000
10
Total 5 (50%) 3 (30%) 2 (20%)
(100%)

Berdasarkan Tabel 4 didapatkan dilakukannya hidroterapis elama 10 menit


dari 7 (70%) responden yang mengalami dalam 6 hari pada lansia penderita
hipertensi derajat II (>160/>100 mmHg) hipertensi di Panti Wreda Al-Ishlah.
terdapat penurunan tekanan darah untuk Penelitian ini mengunakan uji t test
pengukuran ke- 6 pada 3 (30%) untuk menentukan efektivitas terapi
responden menjadi normal setelah hidroterapi terhadap penurunan tekanan

199
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

darah pada lansia penderita hipertensi di hidroterapi sehingga mengurangi minat


Panti Wreda Al-Islah Malang, responden melakukannya. Faktor risiko
keapsahaan data dilihat dari tingkat penyebab meningkatnya tekanan darah
signifikasi () kurang dari 0,050. Hasil seperti usia dan stres. Kejadian hipertensi
uji t test diketahui p-value = (0,000) < derajat II sebelum melakukan hidroterapi
(0,050) sehingga H1 diterima yang artinya disebabkan oleh faktor usia didapatkan
ada efektivitas terapi hidroterapi terhadap 75,0% responden berumur antara 70-75
penurunan tekanan darah pada lansia tahun, hal ini dapat dipahami bahwa
penderita hipertensi di Panti Wreda Al- semakin meningkatnya usia maka terjadi
Islah Malang. Berdasarkan data perubahan alamiah di dalam tubuh yang
didapatkan dari 7 (70%) responden yang mempengaruhi jantung, pembuluh darah
mengalami hipertensi derajat II terdapat dan hormon yang mempengaruhi
penurunan tekanan darah untuk peningkatan tekanan darah (Triyanto,
pengukuran ke- 6 pada 3 (30%) 2014). Faktor stress pada responden
responden menjadi normal setelah disebabkan oleh lingkungan dimana
dilakukannya hidroterapi selama 10 menit lansia merasa tidak diperhatikan oleh
dalam 6 hari pada lansia penderita keluarga karena tinggal di Panti Wreda
hipertensi di Panti Wreda Al-Ishlah. Al-Ishlah Malang, hal tersebut
menyebabkan peningkatan emosi yang
Tekanan darah sebelum dilakukannya dialami lansia sehingga meningkatkan
hidroterapi stimulasi simpatik, frekuensi darah, curah
Berdasarkan Tabel 2 didapatkan jantung dan tahanan vascular perifer.
bahwa sebelum dilakukannya hidroterapi Efek stimulasi simpatik meningkatkan
lebih dari separuh 7 (70,0%) responden menyebabkan tekanan darah lansia
mengalami hipertensi derajat II pada menjadi hipertensi derajat II (Price,
kelompok perlakuan dan sebagian besar 8 2005). Faktor lain seperti pendidikan
(80,0%) responden mengalami hipertensi responden yang rendah dimana sebanyak
derajat II pada kelompok kontrol di Panti 50,0% lansia tidak pernah sekolah
Wreda Al-Ishlah Malang. Hipertensi sehingga tidak mengetahui cara
derajat II merupakan meningkatnya penurunan tekanan darah yang mudah
tekanan darah sistolik > 160 dan diastolik dilakukan.
>100 mmHg yang dialami lansia Berdasarkan hasil penelitian maka
(NHLBI, 2013). tindakan menurunkan tekanan darah yang
Responden yang mengalami mudah dilakukan responden yang
hipertensi derajat II sebelum melakukan mengalami hipertensi derajat II yaitu
hidroterapi dikarenakan kurangnya melakukan hidroterapi. Menurut Setyoadi
informasi tentang cara melakukan dan Kushariyadi (2011), cara melakukan

200
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

hidroterapi seperti dengan merendamkan pada pagi dan sore hari dalam waktu 6
kaki di air digunakan hangat dengan suhu hari. Penurunan tekanan darah responden
40-43 derajat celcius, sesuai dengan didasari oleh ketaatan untuk melakukan
standar internasional. Suhu air tersebut hidroterapi secara teratur setiap hari
meningkatkan kelenturan jaringan otot sesuai informasi peneliti. Responden
ikat, kelenturan pada struktur otot, yang mengalami tekanan darah normal
mengurangi nyeri, dan memberikan berhubungan dengan faktor umur
pengaruh pada sistem pembuluh darah didapatkan sebanyak (75,0%) responden
yaitu fungsi jantung dan pernafasan atau berumur antara 70-75 tahun sehingga
paru-paru. bersedia diberikan hidroterapi secara
teratur oleh peneliti.
Tekanan Darah Pada Penderita Pemberian hidroterapi yang bisa
Hipertensi menurunkan tekanan darah didasarkan
Berdasarkan Tabel 3 didapatkan oleh efek hidrostatik dan efek
bahwa setelah melakukan hidroterapi hidrodinamik. Efek hidrostatik
selama 10 menit pada pagi dan sore hari merupakan efek daya dorong air ke atas
dalam 6 hari separuh 5 (50,0%) sehingga berguna untuk melatih tulang
responden mengalami tekanan darah belakang dan sendi-sendi tulang. Efek
normal, sedangkan pada kelompok hidrodinamik merupakan variasi
kontrol sebagian besar 9 (90,0%) pergerakan dalam air yang berguna untuk
responden mengalami hipertensi derajat menguatkan otot dan ligament serta
II pada di Panti Wreda Al-Ishlah Malang. melancarkan peredaran darah dan sistem
Hasil penelitian dapat dipahami bahwa pernafasan (Akmal, 2006). Efek
untuk kelompok perlakuan terdapat 5 hidrostatik dan hidrodinamik membantu
responden mengalami penurunan tekanan tubuh dalam melakukan gerakan dalam
darah menjadi normal sesudah melakukan latihan yang nantinya berguna dalam
hidroterapi selama 6 hari dan untuk menguatkan otot-otot, sistem peredaran
kelompok kontrol yang tidak diberikan darah dan sistem pernafasan,
perlakuan hidroterapi terdapat 1 menenangkan dan relaksasi, hal ini yang
responden mengalami peningkatan menyebabkan adrenalin dalam tubuh
tekanan darah menjadi hipertensi derajat menurun, detak jantung (HR) menurun
II pada pengukuran ke 6. serta otot-otot di dinding pembuluh darah
Responden yang mengalami mengendur (vasodilatasi) sehingga
tekanan darah normal sesudah melakukan tekanan darah menurun (Hamidin, 2010).
hidroterapi untuk pengukuran ke 6 Efek biologis panas/hangat dapat
disebabkan responden dengan teratur menyebabkan dilatasi pembuluh darah
melakukan hidroterapi selama 10 menit yang mengakibatkan peningkatan

201
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

sirkulasi darah. Secara fisiologis respon aorta. Keadaan dimana kontraksi


tubuh terhadap panas yaitu menyebabkan ventrikel mulai terjadi sehingga dengan
pelebaran pembuluh darah, menurunkan adanya pelebaran pembuluh darah, aliran
kekentalan darah (viscositas), darah akan lancar sehingga akan mudah
menurunkan ketegangan otot, mendorong darah masuk kejantung
meningkatkan metabolisme jaringan dan sehingga menurunkan tekanan
meningkatkan permeabilitas kapiler. sistoliknya. Pada tekanan diastolik
Respon dari hangat inilah yang keadaan releksasi ventrikular isovolemik
dipergunakan untuk keperluan terapi pada saat ventrikel berelaksasi, tekanan di
berbagai kondisi dan keadaan dalam dalam ventrikel turun drastis, aliran darah
tubuh (Destia, dkk., 2014). Hidroterapi lancar dengan adanya pelebaran
ini juga memberikan respon relaksasi/rasa pembuluh darah sehingga akan
nyaman dimana rasa hangat yang menurunkan tekanan diastolik (Perry &
langsung menyentuh kulit dapat Potter, 2006 dalam Damayanti (2014)).
merangsang hormon endorphin untuk Hidroterapi juga memiliki efek
menimbulkan rasa rileks dan mengurangi biologis panas/hangat dapat
stress (Wijayanti, 2009). menyebabkan dilatasi pembuluh darah
Prinsip kerja hidroterapi akan yang mengakibatkan peningkatan
menyebabkan pelebaran pembuluh darah sirkulasi darah. Secara fisiologis respon
dan penurunan ketegangan otot sehingga tubuh terhadap panas yaitu menyebabkan
dapat melancarkan peredaran darah yang pelebaran pembuluh darah, menurunkan
akan mempengaruhi tekanan arteri oleh kekentalan darah (viskositas),
baroreseptor pada sinus kortikus dan menurunkan ketegangan otot,
arkus aorta yang akan menyampaikan meningkatkan metabolisme jaringan dan
impuls yang dibawa serabut saraf yang meningkatkan permeabilitas kapiler.
membawa isyarat dari semua bagian Respon dari hangat inilah yang
tubuh untuk menginformasikan kepada dipergunakan untuk keperluan terapi pada
otak perihal tekanan darah, volume darah berbagai kondisi dan keadaan dalam
dan kebutuhan khusus semua organ ke tubuh (Destia ddk., 2014).
pusat saraf simpatis ke medulla sehingga Berdasarkan hasil penelitian maka
akan merangsang tekanan sistolik yaitu cara untuk menurunkan tekanan darah
regangan otot ventrikel akan merangsang pada penderita hipertensi dengan
ventrikel untuk segera berkontraksi. Pada melakukan hidroterapi bukan hanya
awal kontraksi, katup aorta dan katup dalam beberapa minggu selama penelitian
semilunar belum terbuka. Untuk saja melainkan dilakukan untuk jangka
membuka katup aorta, tekanan di dalam waktu berkepanjangan selama 10 menit
ventrikel harus melebihi tekanan katup

202
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

pada pagi dan sore hari sampai tekanan II, pada hari ke empat sebanyak 40,0%
darah dinyatakan normal. responden mengalami hipertensi derajat I,
pada hari ke lima sebanyak 40,0%
Efektifitas Hidroterapi Terhadap responden mengalami pre hipertensi dan
Penurunan Tekanan Darah Pada pengukuran hari ke enam sebanyak
Lansia Penderita Hipertensi 50,0% responden mengalami tekanan
Berdasarkan Tabel 4 didapatkan darah normal.
dengan mengunakan uji t test didapatkan Manfaat terapi hidroterapi bagi
p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 penurunan darah yaitu memberikan rasa
diterima yang artinya ada efektivitas nyaman dan tenang. Melakukan
terapi hidroterapi terhadap penurunan hidroterapi dengan merendamkan kaki
tekanan darah pada lansia penderita dengan air hangat memberikan
hipertensi di Panti Wreda Al-Islah perpindahan panas dari air hangat ke
Malang, didapatkan sebelum dalam tubuh melalui telapak kaki. Kerja
dilakukannya hidroterapi terdapat (70%) air hangat pada dasarnya adalah
responden mengalami hipertensi derajat meningkatkan aktivitas (sel) dengan
II sedangkan setelah dilakukannya metode pengaliran energi melalui
hidroterapi pada pengukuran ke 6 konveksi (pengaliran lewat medium cair)
didapatkan (50%) penderita hipertensi sehingga terjadi pelebaran pembuluh
mengalami penurunan tekanan darah darah untuk melancarkan peredaran darah
menjadi normal. ke seluruh tubuh yang berdampak
Efektifitas penerapan terapi terhadap terjadi penurunan tekanan darah
hidroterapi terhadap tekanan darah terurama pada penderita hipertensi derajat
didapatkan penurunan tekanan darah II (Lalage, 2015).
setiap pengukuran mulai pengukuran ke - Hasil penelitian ini sepaham
1 sampai pengukuran ke-6, sesuai hasil dengan penelitian yang dilakukan oleh
penelitian didapatkan sebelum melakukan Destia ddk., (2014) membuktikan ada
terapi hidroterapi sebanyak 70% perbedaan tekanan darah sistolik sebelum
responden yang mengalami hipertensi dan sesudah dilakukan hidroterapi
derajat II, sedangkan setelah melakukan rendam hangat pada penderita hipertensi
terapi hidroterapi yang pertama dengan p-value sebesar 0,000, didukung
didapatkan sebanyak 60,0% responden oleh penjelasan Umah (2014),
mengalami hipertensi derajat II, pada hari mengemukakan rendam air hangat
ke dua masih didapatkan sebanyak 60,0% bermanfaat untuk vasodilatasi aliran
responden mengalami hipertensi derajat darah sehingga dapat mengurangi tekanan
II, pada hari ke tiga sebanyak 50,0% darah.
responden mengalami hipertensi derajat

203
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

KESIMPULAN 1) Melakukan penelitian dengan


perlakuan yang lebih lama (>6hari)
1) Tekanan darah sebelum dan menambahkan proses pemberian
dilakukannya hidroterapi lebih dari rendam kaki dengan air hangat
separuh 7 (70,0%) lansia mengalami (>2x/hari).
hipertensi derajat II di Panti Wreda 2) Menambah jumlah sampel penelitian
Al-Ishlah Malang. dan menerapkan perlakuan
2) Tekanan darah setelah dilakukannya hidroterapi sampai responden semua
hidroterapi separuh 5 (50,0%) lansia mengalami tekanan darah normal.
mengalami tekanan darah normal di 3) Melakukan penelitian lanjutan pada
Panti Wreda Al-Ishlah Malang. lansia penderita hipertensi dengan
3) Ada efektivitas terapi hidroterapi terapi rendam kaki dengan air hangat
terhadap penurunan tekanan darah untuk mengkhususkan pada kreteria
pada lansia penderita hipertensi di hipertensi derajat II.
Panti Wreda Al-Islah Malang dengan 4) Dapat melakukan penelitian ini lebih
p-value = (0,000) < (0,050). lanjut dengan catatan tidak
4) Hidoterapi dengan pemberian 2x mengontrol pola makan, aktifitas
sehari dalam durasi 10 menit selama sehari-hari, dan pemberian terapi
6 hari ini lebih tepat digunakan untuk lainnya. Sehingga dapat mengetahui
pengobata hipertensi derajat I. keaslian dari proses hidroterapi
5) Hidroterapi dapat menurunkan tersebut dalam penurunan tekanan
tekanan darah dikarenakan dalam darah.
proses kerja hidroerapi sangat
mempengaruhi sistem saraf,
terjadinya vasodilatasi, DAFTAR PUSTAKA
mempengaruhi viskositas, dan
memberikan efek rileks/rasa nyaman, Akmal, I. 2006. Seri Menata Rumah
sehingga efek yang diberikan Kamar Mandi. Jakarta : Gramedia
hidroterapi dalam tubuh yang Pustaka.
mengakibatkan terjadinya penurunan
tekanan darah. Corwin. 2009. Buku Saku Patofisiologi
Corwin. Jakarta: Aditya Media.

SARAN Destia, Damayanti, Umi, Priyanto . 2014.


Perbedaan tekanan Darah Sebelum
Saran untuk peneliti selanjutnya dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi
adalah: Rendam Hangat pada Penderita

204
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

Hipertensi. Jurnal Kesehatan Ngudi (Terj. Yasmin Asih, et al). Jakarta :


Waluyo Ungaran. EGC.

Dinkes Kota Surabaya, 2014. Profil Rahajeng, E & Sulistyowati, T. 2009.


Kesehatan Kota Surabaya. Surabaya: Prevalensi hipetensi dan
Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Detarminannya Di Indonesia. Maj
Kedokteran.
Dinas kesehatan malang Dinkes Kota
Malang, 2015. Profil Kesehatan Setyoadi dan Kushariyadi, 2011. Terapi
Kota Malang. Malang: Dinas Modalitas Keperawatan pad Klien
Kesehatan Kota Malang. Psikogeriatrik. Jakarta: Media
Selemba. Hal. 143
Hamidin, AS, 2010. Kebaikan Air Putih,
Terapi Untuk Penyembuhan, Diet, Smeltzer.C. S. & Brenda. G. B. 2002.
Kehamilan dan Kecantikan. Buku Ajar : Keperawatan Medikal
Yogyakarta :Media Pressindo Bedah. Jakarta : EGC.

Kemenkes RI, 2013 Balitbang Kemenkes Sudoyo, A.W. 2006. Buku ajar ilmu
RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; Penyakit dalam, Jilid I Edisi:4.
RIKESDAS. Jakarta: Balitbang Jakarta : FKUI
Kemenkes RI.
Suiraoka, I. P. 2012. Penyakit
Lalage, Z. 2015. Hidup Sehat Dengan Degeneratif Mengenal, Mencegah
Terapi Air. Yogyakarta: Abata Press. dan mengurangi faktor resiko 9
penyakit Degeneratif. Yogyakarta :
National Heart Lung and Blood Institute. Nuha Medika.
2013. Hypertension. Diakses 10
Desember 2016. Triyanto, E. 2014. Pelayanan
Keperawatan Bagi Penderita
Price, Silvia Andreson, 2005. Patologis: Hipertensi Secara Terpadu.
Konsep Klinis Proses-proses Yogyakarta: Graha Ilmu.
Penyakit. Ahli Bahasa: dr. Ibrahim
U. Penerbit. Jakarta: EGC. Umah, K. 2014. Pengaruh Terapi
rendam Kaki Air Hangat Terhadap
Potter. P. A dan Perry. A. G. 2006. Perubahan Tekanan Darah Pada
Fundamental of nursing:concept, Penderita Hipertensi. Jousnals of
process, and practice.Ed 4 Vol 2 Ners Community, ISSN 2087-0744.

205
Nursing News Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan
Volume 2, Nomor 3, 2017 Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Panti Wreda Al- Islah Malang

Vol.3. No. 6.
https://lppmunigresblog.files.wordpr
ess.com/2013.09/jurnal-keperawatan-
sama-kovernya.pdf. Diakses 05 Juli
2015

World Health Organization. 2013. Global


Atlas On Cardiovascular Disease
Prevention And Control. Geneva:
WHO.

Wijayanti, C dan Pramasanti, TA, 2009.


Terapi Komplementer Makalah
Hidroterapi. Makalah. Universitas
Sanata Dharma. Yogyakarta

206