Anda di halaman 1dari 2

TEMAN HIDUP

Dia indah meretas gundah Dia yang selama ini ku nanti..Membawa sejuk, memanja rasa Dia
yang selalu ada untukku Di dekatnya aku lebih tenang Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku..Berdua kita hadapi dunia Kau milikku ku milikmu kita
satukan tuju..Bersama arungi derasnya waktu..Kau milikku, ku milikmuKau milikku, ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang Bersamanya jalan lebih terang..Tetaplah bersamaku jadi teman
hidupkuBerdua kita hadapi duniaKau milikku ku milikmu kita satukan tuju..Bersama arungi
derasnya waktu Bila di depan nanti..Banyak cobaan untuk kisah cinta kita Jangan cepat
menyerah Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu..Tetaplah bersamaku jadi
teman hidupku Berdua kita hadapi dunia Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju Bersama
arungi derasnya waktu..Kau milikku, ku milikmu Kau jiwa yang selalu aku pujA

SEWINDU
Sudah sewindu ku di dekatmu Ada di setiap pagi, di sepanjang hari Tak mungkin bila engkau tak
tahu Bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama..Setiap pagi ku menunggu di depan
pintu Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu..Sesaat dia datang pesona bagai pangeran Dan beri kau
harapan bualan cinta di masa depan Dan kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua
malam kita..Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu Dan tak ada lagi tutur manis ku
merayumu..Setiap pagi ku menunggu di depan pintu Siapkan senyum terbaikku agar cerah
harimu Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan Dan
kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua malam kita..Oh tak akan lagi ku
menemuimu di depan pintu Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu Oh tak akan lagi ku
menemuimu di depan pintu Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu..Jujur memang sakit di
hati Bila kini nyatanya kau memilih diaTakkan lagi ku sebodoh iniLarut di dalam angan-angan
tanpa tujuan..Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu Dan tak ada lagi tutur manis ku
merayumu Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu Dan tak ada lagi tutur manis ku
merayumu

SEPATU

Kita adalah sepasang sepatu Selalu bersama tak bisa bersatu


Kita mati bagai tak berjiwa Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan..Kamu sang sepatu kiri


Ku senang bila diajak berlari kencang..Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama Tapi tak bisa apa-apa


Terasa lengkap bila kita berdua.. Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana ..Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Ku senang bila diajak berlari kencang ..Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan ..Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama Tapi tak bisa apa-apa


Kita sadar ingin bersama Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

GAJAH

setidaknya punya tujuh puluh tahuntak bisa melompat kumahir berenang bahagia melihat kawan yang
berenangberkumpul bersama sampai ajal,besar dan berani berperi sendiriyang aku hindari hanya semut
keci lotak ini cerdas kurakit bernafas wajahmu tak akan pernah kulupa
waktu kecil dulu mereka mengatakanmereka panggilku gajahkini ku beri tahu puji dalam olokan mereka
ingatku marah jabat tanganku panggil aku gajah
kau temanku kau doakan akupunya otak cerdas aku harus sanggup bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku
kecil kita tak tahu apa-apawajar terlalu cepat marahkecil kita tak tahu apa-apayang terburuk kelak bisa
jadi yang terbaikyang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
kau temanku kau doakan akupunya otak cerdas aku harus sanggupbila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengkukau temanku kau doakan akupunya otak cerdas aku harus sanggup
bila jatuh gajah lain membantu tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku