Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY.

DI MALANG DENGAN MASALAH DIABETES MELITUS

KASUS

Ny. A. mengatakan sebelumnya tidak pernah mengetahui tentang penyakit NY. A.

mengatakan bahwa penyakit yang dideritanya sekitar kurang lebih 1 tahun yang lalu ketika

ada pemeriksaan cek darah gratis, Ny A. mengalami penyakit DM yang termasuk dalam

diabetes melitus kering dan non organic karena pola makan yang salah. Ny. A mengetahui

penyakitanya saat periksa ke dokter, tetapi Ny.A tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran

dokter.

Ny. A. menyatakan tidak memiliki riwayat penyakit turunan dalam keluarga, hanya

saja, keluarga memiliki kesehatan yang bermacam-macam Ny. A. memiliki penyakit diabetes

melitus, suaminya Tn. J. Memiliki penyakit ambieien, Tn. I memiliki riwayat penyakit maag

dan orang tua Tn J tidak memiliki penyakit apapun. Apabila salah satu anggota keluarga,

status kesehatannya menurun, maka keluarga hanya menggunakan obat seadanya yang di

ketahui dari iklan tv tanpa mengerti sebab-sebab penyakit dan tidak membawa ke pelayanan

kesehatan yang tersedia.

Ibu Ny. A pernah menderita sakit jantung dan meninggal pada usia 87 tahun, sama

halnya dengan ayah dan ibunya yang meninggal karena penyakit yang tidak spefisik dan Tn J

tidak mengerti tentang penyakit orangtuanya karena ia masih kecil.

A. PENGKAJIAN
1. Data Umum
1. Kepala Keluarga (KK) : Tn J
2. Usia : 52
3. Suku : Jawa
4. Alamat : Jl. Jombang
5. Agama : Islam
6. Pekerjaan KK : Petani
7. Pendidikan KK : SMP
8. Tempat/Tanggal lahir : Purwodadi
9. Komposisi Keluarga :

NO Nama Umur JK Hub. Tempat/Tanggal Pekerjaan Pendidikan

dengan lahir

KK
1. Ny. A 50 P Istri Purwodadi, 1 Wiraswasta SD

september 1967
2. Tn. I 23 P Anak Purwodadi, 5 Pelajar SMP

Mei 1994
3. Nn. 16 P Anak Purwodadi. 20 Pelajar SMP

W juli 2001

Genogram :

Ket : : Laki - laki

: Perempuan

: Klien

: Tinggal serumah

: Meninggal

10. Tipe Keluarga : Keluarga ini tergolong dalam keluarga inti karena dalam satu

keluarga terdiri dari ayah yang berusia 52 tahun, ibu yang berumur 50 tahun dan

anaknya yang berusia 23 tahun dan 16 tahun. Tn. J dan Ny. A mengatakan dalam

keluarganya tidak terdapat masalah yang dirasakan setiap keluarga yang dapat

mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.


11. Suku/Bangsa : Tn. J dan Ny A berasal dari suku jawa, dengan Bahasa yang

digunakan sehari-hari adalah Bahasa jawa namun tak jarang keluarga


menggunakan Bahasa Indonesia. Tn J mengatakan budaya yang dianut tidak

sepenuhnya tumbuh di dalam keluarga mereka. Keluarga menempatkan Tn J pada

posisi tertinggi dalam pengambilan keputusan yang mutlak dan seluruh keluarga

harus patuh pada aturan dalam keluarga. Kebiasaan keluarga tidak memiliki

pantangan.
12. Agama : Keluarga menganut agama islam. Tn. J dan istrinya rajin sholat 5 waktu

bersama anak-anaknya. Selain itu, orang tua sering mengajak anak-anaknya untuk

melakukan puasa senin kamis dengan harapan apa yang dicita-citakan dapat

tercapai sesuai kehendakNya. Tn. J biasanya melaksanakan kewajiban sholat

Jumat di Masjid wilayah rumahnya. Tn. J dan Ny. A mengatakan bahwa ia sangat

percaya kepada Tuhan YME dan sangat berserah diri tentang apapun di dalam

keluarga baik itu mengenai kesehatan, keutuhan dalam rumah tangganya, jodoh

anak-anaknya, rezeki, dan lainnya.


13. Status Sosial Ekonomi Keluarga : Status sosial keluarga termasuk yang pas-pasan

membuat keluarga ini belum dapat memberikan sumbangan yang teratur bagi

masyarakat atau kepedulian sosialnya belum terpenuhi seperti sumbangan materi,

dan tidak berperan aktif dalam kegiatan masyarakat. Tn. J dan Ny.A bersama-sama

dalam mencari nafkah untuk keluarga. Menurut Ny. A pendapatan mereka cukup

untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka termasuk dalam pendidikan anak

mereka dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya


14. Aktivitas Sosial Ekonomi Keluarga : khususnya ketika dalam waktu luang dan

ketika Tn. J dan Ny. A mengunjungi anaknya yang sekolah di luar kota.

II Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

15. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini : Tahap keenam dimana keluarga mulai

melepas anak sebagai seorang dewasa.


a. Melepas anak untuk hidup mandiri sebagai individu yang dewasa. Hal

tersebut belum terpenuhi karena anak paling sulung saat ini masih tinggal
bersama kedua orangtuanya dikarenakan Tn. I selaku anak tertua dalam

keluarga tersebut hingga saat ini tidak mendapatkan pekerjaan dikarenakan

asik dengan dunianya sendiri.


b. Membantu anak lebih mandiri untuk memulai keluarga yang baru. Hal

tersebut belum terpenuhi karena Tn. I belum menikah dan belum berencana

untuk menikah.
c. Mempertahankan keharmonisan keluarga. Ada masalah dalam keluarga

untuk mempertahankan keharmonisan keluarga hingga saat ini. Tn. I jarang

berkumpul dan berkomunikasi dengan keluarga karena sering menghabiskan

waktu di luar rumah.


d. Penataan kembali sebagai peran orang tua. Orang tua selalu berusaha untuk

memenuhi tugasnya demi keutuhan keluarga mereka. Orang tua yang andil

besar dalam pemenuhan struktur kekuatan keluarga pun sangat membantu

dalam pemenuhan peran senagai orang tua.

16. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


Semua tahap perkembangan keluarga sudah terpenuhi, tinggal tugas dalam

memenuhi kebutuhan perkembangan tiap individu sesuai usianya tinggal tugas

perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. Seperti pada Tn. I selaku anak

pertama dalam keluarga tersebut yang sudah tidak bersekolah, tetapi belum

mendapat pekerjaan tetap dan waktu Tn . I diisi dengan menghabiskan waktu di

luar rumah tanpa ada tujuan.


17. Riwayat kesehatan keluarga inti
Tn. J dan Ny. A berasal dari Purwodadi. Mereka berpacaran selama tiga tahun

dan menikah pada tahun 1980. Anak pertama adalah Tn I yang lahir di tahun

1994 sedangkan anak terakhir adalah Nn. W lahir pada tahun 2001. Tn. J

mengatakan bahwa ada riwayat penyakit turunan dalam keluarga mereka

sepanjang yang Ny. A ketahui. Yaitu, penyakit jantung Hanya saja kesehatan

masing-masing anggota keluarganya berbeda-beda. Ny. A memiliki penyakit


Diabetes Mellitus yang bukan karena garis keturunan, hanya karena pola hidup

Ny. A yang kurang baik saat masih muda, Tn. J memiliki penyakit ambeien, dan

Nn. W tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Menurut Tn. J apabila tahap

kesehatan terganggu maka keluarga hanya mengandalkan obat-obatan yang

mereka liat dari iklan televisi tanpa membawa ke tempat pelayanan kesehatan

dikarenakan takut karena masalah biaya pengobatan yang mahal.


18. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Ibu Ny A pernah menderita sakit jantung dan meninggal di usia 87. Sama halnya

dengan Ibu Ny A, Tn A ayah Ny A juga menderita penyakit jantung dan

meninggal tanpa ada tindakan medis yang diberikan. Tn J mengatakan ayah dan

ibunya tidak pernah menderita sakit spesifik. Tn J mengatakan Ayahnya

meninggal saat usia 65 tahun, dan ibunya meninggal di umur 40 tahun. Tn J

tidak begitu mengetahui secara jelas menganai keadaan ibunya, karena saat

ibunya meninggal Tn J masih kecil.

III. Data Lingkungan

19. Karakteristik Rumah

Keterangan : Jendela

Rumah yang dimiliki saat ini adalah milik sendiri atas nama

kepemilikan orang tua Tn. J.. Tipe rumah tersebut adalah tipe 60

dengan luas rumah 260 m2 yang terdiri dari 1 ruang tamu, 1 ruang
keluarga, 2 ruang kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi, 1 WC, 1

garasi yang masing-masing ruangan memiliki 1 pasang jendela

kecuali pada toilet, WC dan garasi. Tiap ruangan dimanfaatkan

semaksimal mungkin, hanya saja ada 2 kamar tidur yang lebih

sering kosong yaitu kamar tidur Nn. N dan Nn.W dikarenakan

keduanya sedang melanjutkan perkuliahan. Selain itu peletakan

perabotan rumah diletakkan sesuai keinginan pemilik.

Keadaan umum lingkungan rumah pun bersih dan tertata rapi.

Bagian depan lingkungan rumah terdapat taman yang tertata rapi

dengan tempat pembuangan sampah yang berada di belakang rumah

keluarga tersebut. Biasanya keluarga ketika ingin membuang

sampah, mereka membuang dulu dibelakang rumah

Untuk pelayanan keamanan yang ada, keluarga mengatakan bahwa

di daerah tersebut aman karena poskampling. Keluarga mengatakan

bahwa apabila lingkungan aman dan bersih maka warganya pun

nyaman dan tenang serta bebas dari bibit penyakit.

20. Karakteristik tetangga dan komunitas

Lingkungan tetangga umumnya berasal dari daerah sekitar Jawa Tengah,

walaupun ada juga keluarga yang bukan berasal dari Jawa Tengah. Keluarga dan

masyarakat sekitar pun memiliki kebiasaan yang sama. Ny. A yang juga sering

berkumpul dengan ibu-ibu sekitar rumah sambil berbincang-bincang khususnya

saat berbelanja pada penjual sayur keliling. Lingkungan sekitar rumah pun

tampak kurang menjaga kebersihan Tn. J bekerja sebagai petani dan Ny. A
bekerja sebagai wiraswasta yaitu berjualan di pasar. Dilihat dari kondisi

tersebut, tampak keluarga ini mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

21. Mobilisasi geografi keluarga

Keluarga Tn. J tidak pernah berpindah tempat dari rumahnya saat ini, mereka

sudah menempati rumah di daerah tersebut selama 24 tahun. Untuk sarana

transportasi, keluarga Ny A dan Tn. J mengendarai sepada pancal bersama saat

keluar rumah.

22. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Tn. J terkadang mengikuti kelompok kerja bakti di lingkungan RT setempat

serta aktif dalam pertemuan 1x/bulan. Tetapi anaknya kurang bergaul dengan

lingkungan setempat karena kesibukan masing-masing anak mereka. Hubungan

antara keluarga pihak Tn. J dan keluarga besar Ny. A sangatlah baik, ditandai

dengan saling berkurung dengan keluarga satu dengan keluarga yang lain.

23. Sistem pendukung keluarga

Fasilitas yang dimiliki kelurga untuk menunjang kesehatan keluarga sangat

minim sekali. Secara fisik keluarga memiliki fasilitas untuk mempermudah jika

bepergian maupun untuk keperluan kesehatan. Secara psikologis, Tn J

mengatakan bahwa apabila salah satu anggota keluarga mengeluh sakit maka

Tn. J akan memberikan obat dan perawatan seadanya karena kali ke rumah sakit

tidak mempunyai biaya serta saudara keluarga ini kebanyakan jauh dari tempat

tinggalnya

IV. StrukturKeluarga

24. Struktur Peran


Tn J mengatakan sudah mampu menjalankan perannya sebagai kepala keluarga

dan pencari nafkah serta pelindung keluarga. Ny. A mengatakan sudah cukup
memenuhi perannya sebagai ibu rumah tangga yang lebih mengerti akan kondisi

yang sedang dialami oleh keluarganya serta sebagai tempat curhat untuk semua

anggota keluarga. Namun terkadang Ny. A merasa bahwa perannya dalam

mengarahkan anak untuk menuju kemandirian belum cukup terpenuhi. Nn W

sekarang sedang melanjutkan studinya di luar kota, sedangkan anak laki-lakinya

menjadi pengangguran sehingga ibu merasa gagal dalam menasehati anak laki-

lakinya, karena saat menasehati anak laki-lakinya tidak pernah mempedulikan

nasehat ibunya. Meskipun Tn J dan Ny A merasa kebutuhan tercukupi dengan

penghasilan mereka berdua. Dalam pembagian tugas di keluarga, tidak ada

pembagian tugas rumah tangga yang jelas di rumah. Hanya saja Tn J dan Ny A

saling membagi tugas dan menyadari untuk saling membantu dalam melakukan

tugasnya.
25. Nilai Atau Norma Keluarga
Tn. J mengatakan nilai dan norma yang dianut sama seperti yang berlaku di

masyarakat. Contohnya, anak-anak Tn J dilarang pulang melebihi jam 9 malam,

apabila melakukan kesalahan segera minta maaf kepada yang bersangkutan

dalam hal tersebut.


26. Pola Komunikasi Keluarga.
Pola komunikasi dalam keluarga yang digunakan adalah pola komunikasi

tertutup, karena salah satu anggota keluarga yaitu Tn I tidak mempedulikan

keadaan keluarga, dia hanya mempedulikan dirinya sendiri, dia setiap hari hanya

bermalas-malasan tidak mau mencari pekerjaan. Sedangkan Tn J dan Ny A

sendiri sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Tn J berbicara

dengan Tn I hanya seperlunya saja.


27. Struktur Kekuatan Keluarga.
Pengambil keputusan di keluarga adalah Tn. J selaku sebagai ayah/kepala

keluarga tetapi melalui tahap musyawarah/ diskusi. Apabila ada sesuatu yang

sangat penting dan Tn. J tidak berada di rumah, biasanya Ny. A yang mengambil
keputusan untuk anggota keluarganya. Setelah Tn. J pulang, Ny. A baru

mendiskusiknnya dengan Tn. J selaku ayah dan kepala keluarga. Tetapi ada

salah satu anggota keluarga yang tidak berperan aktif dalam bermusyawarah di

lingkup keluarga, karena anggota keluarga tersebut selalu menghindar jika ada

musyawarah atau ada masalah dalam keluarga.

V. Fungsi Keluarga

28. Fungsi Afektif

Ny. A mengatakan hubungan dalam keluarga kurang dekat karena Ny. A dan Tn.

J sibuk dalam bekerja serta anaknya sering keluar rumah tanpa ada tujuan.

29. Fungsi Sosialisasi


Ny. A dan Tn J mengatakan hubungan keluarga dengan masyarakat di

lingkungan sekitar tempat tinggalnya cukup baik. Tn. J terkadang mengikuti

kegiatan pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh Rtnya setiap bulan. Ny. A

mengatakan hubungan dengan keluarganya tidak begitu dekat karena kesibukan

mereka yang berbeda-beda.


30. Fungsi ReproduksI
Tn J mengatakan sebelumnya berancana memiliki 3 orang anak. Ny A

mengatakan bahwa tidak ada metode khusus yang digunakan untuk

mengendalikan jumlah anggota keluarga, Ny A tidak menggunakan KB.


31. Fungsi Ekonomi
Penghasilan Tn J dan Ny A sebagai petani dirasa kurang oleh Tn J untuk

memenuhi kebutuhan sehari-hari serta pandidikan bagi anaknya.. Jumlah

penghasilan keluarga mereka setiap bulan sekitar kurang lebih Rp. 1.200.000.
32. Fungsi Perawatan Kesehatan
Ny. A mengatakan menderita Diabetes melitus sejak satu tahun yang lalu. Ny. A

merasakan penurunan berat badan yang signifikan sebesar 7 kg 6 bulan dari

berat 55 Kg menjadi 48 Kg. Setelah diperiksakan ke rumah sakit ternyata kadar


gula darah Ny. A sangat tinggi. Akhirnya Ny A baru mengetahui bahwa dia

terkena penyalit Diabetes Melitus.

Ny A mengatakan bahwa penyakit DM adalah diakibatkan peningkatan kadar gula

darah. Ny A mengetahui bahwa penyakit DM yang dideritanya bukan penyakit

keturunan, melainkan pola makan yang salah. Ny. A mengatakan tertarik dengan

chek kesehatan gratis di salah satu rumah sakit. Saat ini Ny. A memakai gula

rendah kalori sebagai pemanis makanan yang di pakai setiap hari. Ny. A juga

mengatakan bahwa pola makannya rutin dan tepat waktu. Saat ini Ny. A rutin chek

up di RS. Tn J juga mengatakan bahwa apabila salah satu anggota keluarga ada

yang sakit maka anak anak lah yang lebih sering memperhatikan mereka.

Sebelumnya, Ny A memiliki luka, namun Ny A hanya membiarkan luka tersebut

kering sendiri hingga terdapat bekas luka.Karena saat ini Ny A menderita sakit

DM, keluarga mendukung penyembuhan bagi Ny A dengan cara mengingatkan Ny

A untuk minum obat yang ada. Pola makan keluarga Ny A hanya makan seadanya.

Dan saat sakit keluarga hanya menggunakan obat seadanya yang di ketahui dari

iklan tv tanpa mengerti sebab-sebab penyakit dan tidak membawa ke pelayanan

kesehatan yang tersedia.

VI. Stres Dan Koping Keluarga

33. Stressor jangka pendek dan panjang


Ny. A sangat mengkhawatirkan Nn. W yang merupakan siswa baru. Ny A

mengatakan bahwa Nn. W sering merasa tidak betah di sekolah barunya

tersebut. Nn. W tinggal di asrama sekolahnya. Ny A merasa khawatir jika

keadaan anaknya terganggu karena dia tidak kerasan tinggal di asrama yang

sangat disiplin dan tidak menyenangkan. Ny. A merasa cemas dan takut jika Nn.

W keluar dari sekolah tersebut karena sudah terlanjur membayar sejumlah uang.
Ny A juga merasa khawatir dengan penyakitnya, jika Ny A merasa stress kadar

gula darah Ny A cenderung meningkat. Ny A mengatakan khawatir dengan

keadaan Tn. I yang sampai saat ini belum bekerja dan masih meminta bantuan

orang tua. Ny. A menginginkan semua anaknya bekerja dan berhasil.

34. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor


Dalam merespon stress, Ny A lebih mendekatkan diri dengan yang diatas.

Begitu juga dengan Tn J. Ny A mengatakan sering sholat tahajud bersama di

malam hari.

35. Strategi koping yang digunakan


Keluarga memanfaatkan waktu luang untuk sekedar bersantai dirumah. Hal ini

ditujukan untuk refreshing dan melepas kepenatan. Biasanya lebih sering

dilakukan di hari minggu karena disaat itulah pekerjaan libur. Tn J mengatakan

menyukai tembang jawa dan pergi ke warung kopi.

36. Strategi adaptasi disfungsional


Ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Ny A saat menceritakan masalahnya

terlihat sedih
37. Harapan Keluarga
Tn. J mengatakan harapan bagi keluarganya adalah menjadi keluarga yang rukun

dan dapat menyelesaikan masalah yang keluarganya hadapi.


VII. PemenuhanKebutuhanDasarManusia

38. Praktik diet keluarga


a. Nutrisi : Ny A mengatakan porsi makannya hampir setiap hari berlebih,

karena dia tidak mampu menahan lapar. Dengan nasi satu piring (100-180

gram) lauk tempe, telur, tahu, dan sedikit sayuran. Ny A menghindari

makanan manis

setiap hari. Selain itu Ny A hanya mengetahui bahwa orang dengan DM

hanya dilarang makanan yang manis.Tn J mengatakan, makan rutin 3 kali

sehari nasi satu piring (250-300 gram) lauk pauk tahu, tempe, telur, ayam,
sedikit sayuran, dan menghindari makanan pedas. Pola makan An W tidak

teratur sehingga menyebabkan An W terkena maag.

b. Cairan : Ny A mengatakan tidak sering merasa haus, dan minum sekitar 5-6

gelas perhari @ 200 cc terkadang mengkonsumsi segelas teh rendah gula di

pagi hari. Tn J mengatakan minum sekitar 7-8 gelas perhari ditambah dengan

kopi satu gelas.


39. Istirahat dan tidur keluarga
Tn J mengatakan tidur malam sekitar 5-6 jam dan tidur siang sekitar 1-2 jam. Tn

J lebih suka tiduran di depan TV. Tn J tidur lebih awal jika merasa capek dan

untuk hari biasa Tn J tidur malam mulai jam 10 dan bangun jam 4 pagi.Ny A

mengatakan tidur sekitar 6-8 jam per hari. Ny A jarang tidur siang karena sibuk

mengurusi rumah. Ny A mengatakan tidur cukup dan merasa puas usai tidur.

Sedangkan Tn I tidurnya tidak pasti terkadang pada saat malam hari tidak tidur,

tetapi pada saat orang tuanya berangkat bekerja, dia malah tidur, sampai orang

tuanya pulang kerja.


40. Olahraga/mobilisasi

Ny A dan Tn J mengatakan tidak pernah olahraga, karena mereka sibuk bekerja,

sehingga tidak ada waktu untuk melakukan aktivitas lain selain bekerja dan

bekerja.

41. Eliminasi

Tn J : BAK sekitar 5-6 kali perhari, BAB 2-3 kali sehari dan apabila ambeien

kambuh BAB sekitar 4-5 kali sehari serta terdapat darah pada feses. Ny A : BAK

5-7 kali sehari, BAB 1-2 kali sehari.

42. Personal hygiene


Tn. J mengatakan dirinya mempunyai kebiasaan mandi 2 kali sehari,menggosok

gigi saat mandi, cuci rambut 3 kali seminggu. Ny A mandi 2 kali sehari,

menggosok gigi saat mandi dan 3 hari sekali keramas pakai sampo. Ny A jarang

memperhatikan atau merawat anggota tubuhnya utamanya kaki, karena Ny A

merasa itu tidak perlu dan Ny A jarang memotong kuku karena Ny. A suka

memiliki kuku panjang.

VIII. Pengkajian Psikiatrik

43. Konsep Diri

Ny A mengatakan perannya sebagai orang tua akan lebih maksimal lagi jika

semua anaknya sudah menjadi bekerja dan berhasil. Tn J merasa tidak masalah

apapun dengan pekerjaan anaknya nanti yang penting halal dan bisa menculupi

kebutuhannya kelak. Tn J dan Ny A merasa tidak malu atas kondisi keluarga

mereka yang sekarang dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Ny A merasa

bingung cara mendapatkan pengobatan yang maksimal dengan penyakitnya dan

cenderung membiarkannya

44. Status kesehatan mental

Status kesehatan mental pada keluarga Tn J sadar terhadap diri sendiri dan

lingkungan. Saat diajak berinteraksi Tn J dan Ny A sangat kooperatif dan

mampu menjawab pertanyaan yang diajukan.

45. Pengkajian resiko

Ny A beresiko mengalami kecemasan karena memikirkan anak-anakya,

utamanya Tn. I yang belum mendapatkan pekerjaaan sekarang dan sering

meninggalkan rumah. Dari kecemasan tersebut Ny A berisiko mengalami

komplikasi diabetes karena peningkatan gula darah saat stress. Skala kecemasan
pada Ny A menurut skala Hars adalah 16 termasuk kecemasan sedang. Skala

Kepuasan yang ditunjukkan oleh Ny. A mengenai hidupnya saat ini adalah 8.

46. Pemeriksaan penunjang

Belum terlampir (keluarga belum menunjukkan dokumen tersebut).

47. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan Fisik Nama Anggota Keluarga


Tn. J Ny A
TD (mmHg) 130/80 130/70
Nadi (x/menit) 76 80
RR (x/menit) 18 20
BB (kg) 75 54
TB 168 157
Kepala Mosecophal Mesocephal
Rambut Sebagian hitam, sebagia Rambut bersih, beruban
beruban, lurus, tidak ada sebagian, tidak ada lesi,
ketombe, tidak mudah patah tidak ada ketombe
Konjungtiva Konjungtiva tidak anemis Konjungtiva tidak anemis, d
kornea terlihat seperti ada
selaput
Sklera Sclera tidak ikterik Sclera tidak ikterik
Hidung Bersih, tidak ada popil, tidak Bersih, tidak ada polip, tidak
terdapat secret terdapat secret
Telinga Simetris, tidak Simetris, tidak
menggunakan alat menggunakan alat
pendengaran, tidak ada pendengaran, tidak ada
serumen serumen
Mulut Mukosa bibir lembab, tidak Mukosa bibir lembab, tidak
ada sariawan, gigi bersih ada sariawan, gigi sudah
tanggal dua
Kulit Kulit normal, sudah mulai Kulit sedikit bersisik dan
keriput, tidak ada lesi kering, ada bekas luka hitam
di daerah kaki diameter 3 cm
dan 2 cm
Leher Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid kelenjar tiroid
Dada Simetris, sonor seluruh Simetris, sonor, seluruh
lapang paru, terdengar bunyi lapang paru, terdengar bunyi
vesikuler vesikuler
Abdomen Tidak teraba, masa, bising Tidak teraba masa, bising
usus 13x/menit. terdengar usus 10x/menit, terdengar
bunyi timpani bunyi tympani
Kekuatan Otot 5 5 5 5
5 5 5 5
Ekstremitas Tidak ada luka, tidak ada Terdapat bekas luka DM
edema, tidak ada lesi yang mengering dan
menghitam di ekstremitas
kaki, tidak ada edema
Turgor kulit Kurang dari 2 detik Kurang dari 2 detik
Keluhan Tidak kuat duduk terlalu Mudah capek
lama

48. Persepsi keluarga terhadap perawat


Keluarga menganggap perawat adalah orang yang bekerja dirumah sakit dan

mampu merawat orang sakit.

49. Harapan keluarga pada perawat

Ny. A berharap agar perawat mau memberikan arahan/masukan untuk kesembuhan

penyakitnya.