Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KLINIK

PERCOBAAN 1
PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM

Oleh :
PRAMITHA GALUH AJENG P. (P27838113035)

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK


POLTEKKES KEMENKES SURABAYA
2014
PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM

ABSTRAK

Setiap kegiatan praktikum merupakan kegiatan yang bersifat ilmiah, dengan mempunyai
suatu tujuan tertentu disamping untuk membantu berbagai macam konsep, pengertian dan
kaidah serta teori yang didapat dari perkuliahan. Selain itu, praktikum ini juga bermaksud untuk
mengembangkan keterampilan dalam menggunakan alat - alat serta dengan metode tertentu.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memperkenalkan alat-alat laboratorium serta
fungsinya dalam praktikum kimia dasar. Pertama praktikan dikenalkan dengan alat-alat yang
ada di laboratorium yang dipakai untuk melakukan percobaan-percobaan. Kemudian praktikan
diajarkan cara memakai alat-alat sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Hasil yang didapatkan adalah praktikan dapat mengenal dan mengetahui alat-alat
laboratorium beserta fungsinya. Antara lain cara pembacaan miniskus pada alat gelas kaca,
yaitu apabila larutan berwarna bening, maka miniskus yang dibaca adalah dasar miniskus,
sedangkan bila larutan berwarna gelap, maka miniskus yang dibaca adalah posisi atas miniskus,
atau untuk lebih memudahkan dapat menggunakan kertas gelap yang diletakkan di belakang
gelas kaca. Selain itu praktikan dapat melakukan pengeringan suatu zat yang dihasilkan dari
endapan dengan menggunakan oven.

Kata kunci : Alat-alat laboratorium

I. PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah memperkenalkan pembakar gas dan alat
gelas serta fungsinya dalam praktikum kimia.

1.2 Latar Belakang


Dalam kegiatan ilmiah suatu percobaan biasanya dilaksanakan di
laboratorium. Dalam melakukan percobaan di laboratorium tentunya seorang
praktikan harus mengenal alat-alat yang akan dipergunakan. Pengenalan alat-alat
yang akan dipergunakan dalam laboratorium ini sangat penting guna kelancaran
percobaan yang dilaksanakan diantaranya adalah menghindari kecelakaan kerja
dan gagalnya percobaan.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memperkenalkan alat-alat
laboratorium beserta fungsinya dalam praktikum kimia klinik. Praktikan
dikenalkan dengan alat-alat yang ada di laboratorium yang akan dipakai ketika
melakukan percobaan-percobaan. Kemudian praktikan diajarkan cara memakai
alat-alat sesuai dengan fungsinya masing-masing. Hasil yang didapatkan adalah
praktikan dapat mengenal dan mengetahui alat-alat laboratorium beserta
fungsinya. Seperti cara pengisian buret yang benar.

II. DASAR TEORI


Dalam memulai praktik di laboratorium kita harus mengenal dan memahami cara
pengunaan semua peralatan dasar yang biasanya digunakan dalam laboratorium kimia.
Praktikum di laboratorium merupakan sarana yang efektif untuk melatih dan
mengembangkan aspek kongrutif dan psikomotorik mahasiswa, serta wajib bekerja sama
antar mahasiswa. Melalui praktikum di laboratorium sangat membantu mahasiswa dalam
memahami teori yang diperoleh dalam perkuliahan. Laboratorium merupakan tempat yang
memiliki bermacam-macam alat yang digunakan untuk penelitian, dari yang sederhana
sampai alat yang cukup besar. Alat-alat di laboratorium ada yang terbuat dari kaca, plastik,
karet, kuarsa, platina, logam, dan lain-lain. Alat tersebut ada yang berfungsi sebagai
wadah, alat bantu, dan lain-lain. Dalam praktikum di laboratorium, kebersihan adalah salah
satu hal yang penting. Dimana, data yang dihasilkan menjadi tidak akurat, jika percobaan
dilakukan di tempat yang terkontaminasi. Selain itu, dalam hal kerapian juga hendaknya
mencakup pemeliharaan perabot-perabot laboratorium. Di dalam laboratorium supaya tidak
terjadi kecelakaan dan kesalahan dalam praktikum, maka perlu adanya aturan dan
persiapan teknik keja serta pengenalan alat dan bahan yang ada di laboratorium. Serta hal
yang utama adalah berhati-hati dalam melaksanakan praktikum. Dalam praktikum kimia,
ada empat bagian yaitu pengenalan alat gelas, pembakaran, penyaringan, dan titrasi.
III. METODOLOGI
3.1 Alat dan Deskripsi Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah:

No. Nama Alat Keterangan Kegunaan Gambar Alat


1 Gelas kimia Bahan: gelas borosilikat. Untuk mengukur
1000 ml volume larutan yang
Volume : 1000 ml. tidak memerlukan
tingkat ketelitian yang
Berskala teratur dan tinggi
permanen warna putih
Menampung zat kimia

Memanaskan cairan

Media pemanasan
cairan

2 Gelas kimia Bahan: gelas borosilikat. Untuk mengukur


100 ml volume larutan yang
Volume : 100 ml. tidak memerlukan
tingkat ketelitian yang
Berskala teratur dan tinggi
permanen warna putih
Menampung zat kimia

Memanaskan cairan

Media pemanasan
cairan
3 Erlenmeyer Bahan: gelas borosilikat. Untuk menyimpan dan
100 ml memanaskan larutan
Volume : 100 ml.
Menampung filtrat
Mulut sempit. hasil penyaringan

Menampung titran
(larutan yang dititrasi)
pada proses titrasi
4 Gelas ukur Gelas dengan penutup. Untuk mengukur volume
100 ml Dasar bundar, Terbuat larutan tidak
dari kaca atau plastik memerlukan tingkat
yang tidak tahan panas. ketelitian yang tinggi
dalam jumlah tertentu
Kapasitas: 100 ml.

5 Erlenmeyer Bahan: gelas borosilikat. Tempat mereaksikan zat


250 ml Volume : 250 ml. dan atau mencampur zat

Mulut lebar.

6 Pembakar Kapasitas 100 ml, Untuk membakar zat


spirtus bertutup untuk mencegah atau memanasi larutan.
penguapan, bahan kaca

7 Tabung Bahan: gelas borosilikat, Untuk mereaksikan zat.


reaksi Ukuran: 15 x 150mm.
Per pak 50 buah.

8 Batang Batang gelas, dengan Untuk mengaduk larutan


pengaduk ujung bulat dan ujung
yang lain pipih.

Panjang 15 cm.

9 Indikator strips, satu boks isi: 100 Untuk identifikasi


universal pH: 0-14 keasamaan larutan/zat
dan lainnya.
10 Lampu Bahan : plastik. Untuk menyelidiki
senter Penggunaan umum. beberapa campuran yang
Jumlah baterai : 2. bersifat suspensi
Ukuran D.

11 Penjepit Bentuk rahang: persegi. Untuk menjepit tabung


tabung Pegas : dipoles nikel reaksi.
reaksi dengan diameter: 10 -25
mm.

12 Pipet tetes Bahan:Gelas. Panjang: Untuk meneteskan


150 mm dengan karet larutan dengan jumlah
kualitas baik. kecil.

13 Spatula Bahan: plastik, kedua Pengambil zat kristal


plastik ujung bundar. Panjang:
150 mm

14 Spatula Terbuat dari bahan Pengambil zat yang


logam stainles stail: bibir tidak bereaksi dengan
lonjong, panjang : 150 logam.
mm.

15 Termomete Jangkauan pengukuran - Untuk mengukur suhu


r alkohol 10 C - 110 C. larutan
16 Kaca arloji terbuat dari kaca bening, - Sebagai penutup gelas
terdiri dari berbagai kimia saat memanaskan
ukuran diameter. sampel

- Tempat saat
menimbang bahan kimia

- Tempat untuk
mengeringkan padatan
dalam desikator

17 Botol botol tinggi bertutup Berfungsi sebagai


semprot yang terbuat dari plastik. tempat menyimpan
aquades. Cara
menggunakannya
dengan menekan badan
botol sampai airnya
keluar.

18 Pipet berupa pipa kurus Berguna untuk


berukuran dengan skala di mengukur dan
sepanjang dindingnya memindahkan larutan
dengan volume tertentu
secara tepat.

19 Klem buret terbuat dari besi atau untuk memegang buret


baja yang digunakan untuk
titrasi.

20 Klem terbuat dari besi atau untuk menghubungkan


bosshead alumunium statif dengan klem
manice atau pemegang
corong.

21 Stirrer Terbuat dari magnet digunakan untuk


magnetic mengaduk larutan
22 Spectronic Mempunyai skala digunakan untuk
20 mengukur absorbansi
larutan berwarna dalam
proses spektrofotometri.

23 Chromatogr terbuat dari kaca digunakan dalam proses


aphy kromatografi kertas.

24 Statif terbuat dari besi atau untuk menegakkan


baja, mempunyai 3 kaki buret, corong, corong
pisah dan peralatan gelas
lainnya pada saat
digunakan.

25 Gambar Memuat 114 nama Untuk mengenali


dinding unsur, tiap unsur diberi beberapa unsur yang
sistem keterangan mengenai sudah ditemukan
periodik nomor massa , nomor terdapat di alam dan
unsur atom, . Ukuran (80 x yang belum terdapat di
120) cm. alam.

26 Kertas Ukuran: 58 x 58 cm, Untuk menyaring


saring larutan.

27 Mortal dan Poslen di glasir. Menghaluskan zat yang


alu Diameter dalam: 8 cm. masing bersifat
Alu panjang: 9 cm. padat/kristal.

28 lup (kaca Diameter: 50 mm. Untuk memperbesar


pembesar) Bertangkai. Bingkai penglihatan pada saat
kaca: logam. mengamati zat suspensi,
gerak brown, dan lain
sebagainya.
29 Kondenser Gelas borosilikat. Untuk destilasi larutan
Panjang jaket kaca 300
mm. Diameter pipa
masukan-keluaran OD:8,
tanpa ada sambungan
gelas.
30 Klem Satu baud pengencang Untuk menjepit
universal jepitan, ukuran panjang erlenmeyer dan lain-lain.
sekitar 15 cm, bukaan
rahang dapat
menggenggam beker 50
ml

31 Kaki tiga Satu ring diamater 80 Untuk penyangga


mm dengan tiga kaki pembakar spirtus
panjang 8 cm. Diameter
luar : 8 mm.

32 Boshead Dua pasang tempat Penjepit klem universal


jepitan, 2 pasang jepitan
yang saling menyilang
siku-siku.

33 Labu Bahan borosilikat. Untuk destilasi larutan


destilasi Berlengan, kapasitas
125, dilengkapi karet
penutup berlubang kira-
kira 6 mm

34 Neraca Kapasitas: 311 g, pan Untuk menimbang zat.


tunggal bahan stainless
steel, ketelitian 10 mg.
Bahan : Die-casting.
Tipe: tiga lengan. cast
aluminium body and
beam, stainless steal pan
and bow.
35 Pipa kapiler Diameter: 8 mm. Untuk mengalirkan gas
Diameter dalam: 0.8 ke spesimen tertentu.
mm. Panjang 15 cm.

36 volumetrik Bahan : gelas borosilikat, Untuk mengukur volume


berskala tunggal, kelas larutan
A, kapasitas: 25 cm3.
Jenis: amber.

37 Rak tabung Bahan: Plastik , jumlah Tempat tabung reaksi


reaksi lubang: 40 , diameter: 16
mm

38 Selang Diameter dalam: 6 mm, Untuk pengaliran air ke


kondenser tebal dinding: min. 1.5 kondensor
mm, Panjang:15 m;
Bahan: karet latek sangat
elastis.
39 Statif dasar Dimensii: landasan: 210 Merangkai peralatan
persegi x 145 mm.panjang praktikum
batang: 600 dengan
diamater batang: 10 mm.
Material : cast iron di
cat.

40 Plat alas Bahan: logam anti karat. Alas tempat pemanasan


pembakara Tanpa asbes. Ukuran:
n 100 x 100 mm.

41 Kawat Diameter 0.5 mm, Untuk megnidentifikasi


Nikrom panjang: 150 mm, zat dengan cara uji nyala
Tangkai pemegang:
gelas.
42 Selang Diameter: kira-kira 15 Untuk percobaan difusi
Dialisis mm. Selaput osmosis
semipermiabel.

Panjang 20 cm.

43 Bola hisap Tipe: bola karet kenyal Untuk menghisap


dengan 3 knop. Bola larutan yang akan diukur
karet tidak mudah
lembek.

44 Sentrifuge Berupa alat elektronik berfungsi untuk


mengendapkan dan
memisahkan padatan
dari larutan.

45 Erlenmeyer Berupa gelas yang Dipakai untuk


Buchner diameternya semakin ke menampung cairan
atas semakin mengecil, hasil filtrasi
ada lubang kecil yang
dapat dihubungkan
dengan selang ke pompa
vakum. Terbuat dari
kaca tebal yang dapat
menahan tekanan sampai
5 atm. Ukurannya mulai
dari 100 mL hingga 2 L

46 Corong Berupa corong yang Untuk memisahkan


pisah bagian atasnya bulat campuran larutan yang
dengan lubang pengisi memiliki kelarutan yang
terletak di sebelah atas, berbeda. Biasanya
bagian bawahnya digunakan dalam proses
berkatup. Terbuat dari ekstraksi.
kaca
47 Klem Terbuat dari besi atau Berfungsi untuk
manice alumunium memegang peralatan
gelas yang dipakai pada
proses destilasi. Bagian
belakangnya
dihubungkan dengan
statif menggunakan
klem bosshead.

48 Desikator Berupa panci bersusun Tempat menyimpan


dua yang bagian sampel yang harus
bawahnya diisi bahan bebas air
pengering, dengan Mengeringkan
penutup yang sulit padatan
dilepas dalam keadaan
dingin karena dilapisi
vaseline. Ada 2 macam
desikator : desikator
biasa dan vakum.
Desikator vakum pada
bagian tutupnya ada
katup yang bisa dibuka
tutup, yang dihubungkan
dengan selang ke pompa.
Bahan pengering yang
biasa digunakan adalah
silika gel.

49 Corong Berupa corong yang Cara menggunakannya


Buchner bagian dasarnya berpori dengan meletakkan
dan berdiameter besar. kertas saring yang
Terbuat dari porselen, diameternya sama
plastik atau kaca. dengan diameter corong.
Berguna untuk
menyaring sampel agar
lebih cepat kering

50 Kawat kasa Kawat yang dilapisi Digunakan sebagai alas


dengan asbes dalam penyebaran panas
yang berasal dari suatu
pembakar.
51 Corong Terbuat dari plastik atau Untuk menyaring
kaca tahan panas dan campuran kimia dengan
memiliki bentuk seperti gravitasi.
gelas bertangkai, terdiri
dari corong dengan
tangkai panjang dan
pendek

52 Buret Berupa tabung kaca Untuk mengeluarkan


bergaris dan memiliki larutan dengan volume
kran di ujungnya. tertentu, biasanya
Ukurannya mulai dari 5 digunakan untuk titrasi.
dan 10 mL (mikroburet)
dengan skala 0,01 mL,
dan 25 dan 50 mL
dengan skala 0,05 mL.

53 Sumbat Terbuat dari karet Digunakan untuk


Karet menutup

54 Pipet Bentuk tengahnya Dipakai untuk


Gondok membesar dan ujungnya mengambil larutan
meruncing dengan volume tertentu
dan tepat.

55 Pipa U Berbentuk U Untuk tempat percobaan


Berwarna putih redoks
bening

56 Plat Tetes Terbuat dari porselen Digunakan untuk


Terdapat lubang- menempatkan zat-zat
lubang kimia

57 Termomete Terbuat dari gelas Digunakan untuk


r Raksa Ujungnya berwarna mengukur suhu
putih (temperatur), ataupun
Terdapat angka-angka perubahan suhu larutan.
ukuran
3.2. Bahan Zat Kimia
Daftar Nama Asam-Basa Kuat & Asam-Basa Lemah
Asam Kuat :

1. Asam klorida (HCl)

2. Asam nitrat (HNO3)

3. Asam sulfat (H2SO4)

4. Asam bromida (HBr)

5. Asam iodida (HI)

6. Asam klorat (HClO3)

7. Asam perklorat (HClO4)

Asam lemah :

1. Asam format (HCOOH)

2. Asam asetat (Asam cuka) (CH3COOH)

3. Asam fluorida (HF)

4. Asam karbonat (H2CO3)

5. Asam sitrat (C6H8O7)

6. Asam sianida (HCN)

7. Asam nitrit (HNO3)

8. Asam borat (H2Bo3)

9. Asam silikat (H2SIO3)

10. Asam antimonit (H2SbO3)

11. Asam antimonat (H2SbO4)

12. Asam stanat (H2SnO3)


13. Asam stanit (H2SnO2)

14. Asam plumbat (H2PbO3)

15. Asam plumbit (H2PbO4)

16. Asam oksalat (H2C2O4)

17. Asam benzoat (C6H5COOH)

18. Asam hipoklorit (HClO)

19. Asam sulfit (H2SO3)

20. Asam sulfida (H2S)

21. Asam fosfit (H3PO3)

22. Asam fosfat (H3PO4)

23. Asam arsenit (H3AsO3)

24. Asam arsenat (H3AsO4)

25. Asam flosianat (H5CN)

26. Asam finol (C6H5OH)

27. Asam askorbat (C5HO6)

28. Asam laktat (C3H5O3)

Basa kuat :
1. Litium hidroksida (LiOH)

2. Natrium hidroksida (NaOH)

3. Kalium hidroksida (KOH)

4. Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)

5. Rubidium hidroksida (RbOH)

6. Stronsium hidroksida (Sr(OH)2)

7. Sesium hidroksida (CsOH)


8. Barium hidroksida (Ba(OH)2)

9. Magnesium hidroksida (Mg(OH)2)

10. Berilium hidroksida Be(OH)2)

Basa lemah :

1. Amonium hidroksida (NH4OH)

2. Aluminium hidroksida (Al(OH)3)

3. Besi (III) hidroksida (Fe(OH)3)

4. Amoniak (NH3)

5. Besi (II) hidroksida (Fe(OH)2)

6. Karbosium hidroksida (CA(OH)3)

7. Nikel hidroksida (Ni(OH)2)

8. Seng hidroksida (Zn(OH)2)

9. Kadmium hidroksida (Cd(OH)2)

10. Bismut hidroksida (Bi(OH)3)

11. Perak hidroksida (Ag(OH))

12. Emas (I) hidroksida (Au(OH))

13. Emas (III) hidroksida (Au(OH)3)

14. Tembaga (I) hidroksida (Cu(OH)2)

15. Tembaga (II) hidroksida (Cu(OH))

16. Raksa (I) hidroksida (Hg(OH))

17. Raksa (II) hidroksida (Hg(OH)2)

18. Timah (II) hidroksida (Sn(OH)2)

19. Timah (IV) hidroksida (Sn(OH)4)

20. Timbal (II) hidroksida (Pb(OH)2)


21. Mangan hidroksida (Mn(OH)2)

22. Kobalt (III) hidroksida (Co(OH)3)

23. Kobalt (II) hidroksida (Co(OH)2)

24. Anilia (C6H5NH2)

25. Dimetilamina ((CH3)2 NH)

26. Hidrasim (H2NNH2)

27. Hidroksilamida (HONH2)

28. Metilamina (CH3 NH2)

29. Urea (H2NCONH2)

30. Glukosa (C6H2O6)

31. Metil hidroksida (CH3OH)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Berikut akan diuraikan pembahasan tentang hasil percobaan ini yang berjudul
pengenalan alat-alat laboratorium. Tujuan diadakannya praktikum ini adalah agar setiap
praktikan mampu mengenal dan memahami fungsi, cara penggunaan serta perbedaan
berbagai alat yang ada dilaboratorium. Dan diharapkan agar nantinya praktikan tidak
canggung lagi di laboratorium.
Dalam percobaan yang telah kami lakukan, terdapat berbagai macam alat, berikut akan
diuraikan pengkategorian dan penanganan alat-alat yang ada di laboratorium berdasarkan
kemampuan yang dimiliki alat untuk mendukung berbagai proses yang dilakukan dalam
percobaan kimia ini. Alat-alat pemanasan terdiri atas pembakar gas, pembakar spiritus,
pemanas mantel, kompor listrik, kaki tiga, kasa, gelas beker, tabung reaksi, labu didih,
penjepit. Untuk alat-alat penimbangan terdiri atas labu ukur, labu erlenmeyer, pipet
gondok, gelas beker. Dan terakhir untuk alat titrasi terdiri atas statif, buret, labu erlenmeyer
dan corong.
Saat praktikum, baik sebelum atau sesudahnya, semua alat yang digunakan dicuci
terlebih dahulu. Ini bertujuan agar alat tetap steril sehingga menunjukkan hasil kerja yang
maksimal. Cara mencucinya adalah dicuci dengan sabun, kemudian diguyur dengan air
kran hingga bersih, dibilas dengan akuades dan dikeringkan dengan lap dan tisu.
Dilaboratorium, bahan-bahan kimia tertentu mesti disimpan dalam botol gelap
untuk menghindari bereaksinya bahan ketika terkena cahaya, contohnya adalah hidrogen
peroksida. Tetapi, jika suatu bahan tidak sensitif dengan cahaya maka dapat disimpan
dalam botol terang, misalnya H2SO4.
Dalam kegiatan pemanasan, sebelum meletakkan kaca diatas alat pemanas, harus
diletakkan kasa terlebih dahulu. Ini dimaksudkan agar pemanasan dapat merata sehingga
memberi hasil yang maksimal. Pada penggunaan pipet, tangan tidak boleh memegangi
tabung, tapi cukup dipegang pada pipet pump, ini dilakukan untuk menghindari lepasnya
tabung dari pipet pump. Untuk jepit statif dan bagian buret yang akan dijepit harus dililit
tisu untuk menghindari pecahnya tabung saat sekrup dikencangkan.

V. PENUTUP
5.1. KESIMPULAN
1. Setiap kali melakukan praktikum kita harus mengenal dan memahami cara
penggunaan alat yang dipakai saat praktikum.
2. Jika larutan berwarna gelap, maka miniskus yang dibaca adalah miniskus
atas. Jika larutan tidak berwarna atau bening, maka miniskus yang dibaca
adalah miniskus bawah.
3. Penimbangan dilakukan untuk mengetahui massa suatu zat.
4. Pengenceran adalah kegiatan untuk memperbesar konsentrasi dan volume.
5. Penyaringan adalah untuk memisahkan endapan dan larutan
6. Untuk menentukan konsentrasi suatu larutan dengan menggunakan suatu
larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya.
5.2. SARAN
Saran yang dapat diberikan agar semua praktikum menguasai materi
percobaan dan cermat serta teliti agar mendapat hasil yang maksimal, menjaga
kebersihan alat-alat laboratorium dan laboratorium. Berhati-hati ketika
menggunakan alat dan bahan yang ada dalam laboratorium