Anda di halaman 1dari 5

Nama : Fransisca Depitaria

NPM : 0116124072

Kelas : Regular B2 / C

B. Soal 1 Kasus (Bobot 50%)

Pada tanggal 5 Januari 20XA ditandatangani akad pembiayaan mudharabah antara BPRS Minang
Raya dengan PT. Ufi Widi, senilai Rp. 100.000.000 untuk pembiayaan proyek renovasi 2 unit
puskesmas dari Pemerintah Kota Padang. Bagi hasil usaha didasarkan atas laba bruto proyek dengan
komposisi 25% untuk BPRS. Buatlah jurnal untuk rangkaian transaksi berikut:

1. Tanggal 5 Januari BPRS Minang Raya membuka rekening komitmen administratif


pembiayaan tersebut.
2. Tanggal 5 Januari BPRS membebankan biaya administrasi pembiayaan kepada PT Ufi Widi
sebesar 0,2 % dari nilai pembiayaan. Pembebanan langsung dilakukan dengan mendebit
rekening PT. Ufi Widi
3. Tanggal 10 Januari 20XA, BPRS mencairkan pembiayaan sebesar Rp 100.000.000 untuk
investasi mudharabah pada proyek renovasi Puskesmas yang dikelola oleh PT Ufi Widi.
4. Tanggal 10 Maret 20XA PT Ufi Widi melaporkan telah menerima uang proyek dari
pemerintah untuk puskesmas pertama dengan laba kotor sebesar Rp 20.000.000, bagi hasil
untuk BPRS (25%) langsung diserahkan secara tunai pada tanggal yang sama.
5. Tanggal 20 April 20XA PT Ufi Widi melaporkan telah menerima uang proyek dari pemerintah
untuk puskesmas kedua dengan laba kotor sebesar Rp 16.000.000, bagi hasil untuk BPRS
(25%) dibayarkan secara tunai pada tanggal 27 April 20XA.
6. Tanggal 10 Mei 20XA, saat jatuh tempo PT. Ufi Widi melunasi investasi mudharabah secara
tunai sebesar Rp 100.000.000.

Soal 2 (Bobot 50%)

Silakan anda membuat pertanyaan sendiri berikut Jawabannya. Soal yg berkaitan dengan materi
PSAK 105 (Akuntansi Transaksi Mudharabah)
Jawaban Kasus 1

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


Dr. Pos Lawan Kewajiban Komitmen 100.000.000
Adminstrasi Pembiayaan
5 Jan 20XA
Cr. Kewajiban Komitmen 100.000.000
Adminstrasi Pembiayaan
Dr. Kas/Rekening Nasabah 200.000

5 Jan 20XA
Cr. Pendapatan nasabah 200.000

Dr. Kewajiban Komitmen 100.000.000


Adminstrasi pembiayaan
Cr. Pos Lawan Kewajiban 100.000.000
Komitmen Adminstrasi
Pembiayaan

10 Jan 20XA Dr. Investasi Mudharabah 100.000.000

Cr. Kas 100.000.000

Dr. Investasi Nasabah 100.000.000

Cr. Rekening Nasabah 100.000.000

Dr. Kas 5.000.000

10 Mar 20XA
Cr. Pendapatan Bagi hasil 5.000.000
Mudharabah
Dr. Kas 4.000.000

27 Apr 20XA
Cr. Tagihan Bagi Hasil 4.000.000
Mudharabah
Dr. Kas 100.000.000

10 Mei 20XA
Cr. Investasi Mudharabah 100.000.000
Jawaban Kasus 2

Contoh soal :

PT. JIT sepakat melakukan pembayaran modal pembiayaan mudharabah secara bertahap sebanyak
tiga kali dengan komposisi :

1. Akhir tahun pertama akan dikembalikan modal mudharabah sebesar Rp 250.000.000


2. Akhir tahun kedua akan dikembalikan modal mudharabah sebesar Rp 250.000.000
3. Akhir athun ketiga akan dikembalikan modal mudharabah sebesar Rp 500.00.000

Pembayaran Saldo Nisbah


modal pembiayaan Bank Nasabah
mudharabah
Awal tahun Rp0 Rp1.000.000.000 40 60
Akhir tahun Rp250.000.000 Rp750.000.000 30 70
pertama
Akhir tahun kedua Rp250.000.000 Rp500.000.000 20 80
Akhir tahun ketiga Rp500.000.000 Rp0 0 100

Prinsip yang digunakan pada perhitungan adalah prinsip keadilan dimana modal yang
dikembalikan kepada shohibul maal pada dasarnya merupakan pengurang investasinya sehingga
nisbah yang menjadi hak shohibul maal juga menurun sejalan dengan penurunan modalnya.
Misalnya pada tahun ke-2 sebelum pengembalian modal yang kedua, PT. JIT mendapatkan laba
sebesar Rp 100.000.000,- maka bagian hak shohibul maal adalah 30% saja yaitu Rp 30.000.000,-
karena pada akhir tahun pertama PT. JIT telah mengembalikan modal sejumlah Rp 250.000.000.

Sedangkan untuk pencatatan dalam jurnal dalam pembayaran angsuran pembiayaan


mudharabah (pokok pembiayaan) bisa dalam bentuk uang kas/tunai atau modal non kas. Dalam
kasus diatas diilustrasikan bahwa PT. JIT mengembalikan modal kas sebesar Rp 250.000.000,- maka
jurnalnya menjadi :

(Dr) kas rekening PT.JIT Rp250.000.000

(Kr) pembiayaan mudharabah Rp250.000.000

Jika PT. JIT mengembalikan 20 buah computer server senilai Rp 40.000.000,-

maka jurnalnya menjadi?


Jawaban

(Dr) persediaan aktiva Rp40.000.000


mudharabah

(Dr) kerugian Rp10.000.000


penyerahan aktiva

(Kr) pembiayaan Rp50.000.000


mudharabah

Catatan : kerugian penyerahan aktiva dimaksudkan untuk mengeliminasi keuntungan yang sudah
diakui pada saat penyerahan awal aktiva mudharabah non kas.

2. Kasus Pengakuan Laba

Kasus ini menggunakan informasi yang terdapat dalam ilustrasi 1 akad mudharabah antara bank
syariah IQTISADUNA dan PT. jogja information technology (JIT) dengan pembiayaan sebesar Rp
10.000.000,- dan nisbah 40:60. Atas pengelolaan dana mudharabah tersebut PT. JIT mencatat laba
bersih sebesar Rp 10.000.000,- pada tahun pertama dan segera dibagihasilkan kepada bank syariah
IQTISADUNA pada awal tahun kedua akad. Adapun pembagian porsi untuk masing-masing pihak
adalah sebagai berikut :

Shohibul maal (bank) = Rp40.000.000


40%xRp100.000.000

Mudharib (PT. JIT) = 60%xRp Rp60.000.000


100.000.000

Buatlah Jurnal pada saat menerima bagi hasil tersebut yang dibuat oleh bank sayriah IQTISADUNA?

(Dr) kas/rekening PT JIT Rp40.000.000

(Cr) pendapatan bagi Rp40.000.000


hasil mudharabah

3. Kasus Pengakuan Rugi

Jika PT. JIT mengalami kerugian pada tahun pertama sebesar Rp 100.000.000,- dan berdasarkan
fakta yang disepakati antara kedua belah pihak terungkap bahwa kerugian terjadi karena bencana
alam sehingga mengakibatkan rusaknya sebagian aktiva mudharabah dan diluar kemampuan
mudharib untuk menghindarinya, maka jurnal yang dibuat bank syariah IQTISADUNA atas kejadian
tersebut adalah :
1. Pada saat pembentukan cadangan kerugian pembiayaan mudharabah

(Dr) beban penyisihan kerugian Rp100.000.000


pembiayaan mudharabah
(Cr) penyisihan kerugian Rp100.000.000
mudharabah

2. Pada saat penghapusbukuan pembiayaan mudharabah

(Dr) penyisihan Rp100.000.000


pembukuan mudharabah

(Cr) pembiayaan Rp100.000.000


mudharabah

3. Pada saat kerugian diakibatkan kesalahan/kelalaian dari PT. JIT

Bank syariah IQTISADUNA tidak mencatat kejadian ini dalam jurnal karena kerugian yang
diakibatkan oleh pengelola dana (mudharib ) menjadi beban dari pengelola dana tanpa mengurangi
investasi mudharabah bank syariah IQTISADUNA.

Kerugian yang diakibatkan penghentian pembiayaan mudharabah yang terjadi sebelum


masa akad berakhir, maka kerugian tersebut diakui sebagai pengurang pembiayaan mudharabah.
Sedangkan kerugian pengelolaan yang timbul akibat kelalaian/kesalahan mudharib akan dibebankan
kepada pengelola dana (mudharib). Pengurang pembiayaan mudharabah dapat dilakukan dengan
metode langsung yaitu mengurangi saldo perkiraan pembiayaan mudharabah atau dapat juga
dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan cara pembentukan cadangan penghapusan
pembiayaan mudharabah yang merupakan perkiraan pengurang (contra account) dari pembiayaan
tersebut.

Anda mungkin juga menyukai