Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KIMIA ORGANIK LANJUT

ADISI NUKLEOFILIK PADA SENYAWA KARBONIL TAK JENUH - ,

DISUSUN OLEH :

DEVI AYU SEPTIANI [E1M 015 020]

LAILI HIDAYATI [E1M 015 038]

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

UNIVERSITAS MATARAM

2017
Adisi Nukleofilik Pada Senyawa Karbonil Tak Jenuh - ,

1. Pendahuluan
Senyawa karbonil adalah kelompok senyawaan organik yang mengandung gugus
karbonil , gugus fungsional yang paling penting dalam kimia organik. Senyawa karbonil
ada di mana-mana. Sebagian besar senyawa-senyawa yang penting secara biologis,
seperti zat-zat farmasetis dan senyawa-senyawa sintetik yang kita gunakan sehari-hari
mempunyai gugus karbonil, Glisin, adalah suatu asam amino yang menyusun banyak
protein, fenasetin, suatu obat penghilang sakit pahala, dan Dakron, suatu senyawa
polyester yang digunakan untuk pembuatan kain/pakaian.
Struktur dari senyawa karbonil, dapat dilihat dari ikatan rangkap karbon-
oksigen pada gugus karbonil, dalam beberapa hal sama dengan ikatan rangkap karbon-
karbon pada alkena. Atom karbon karbonil terhibridisasi sp2 dan membentuk tiga ikatan
sigma. Elektron valensi yang ke empat tetap tinggal dalam orbital p karbon dan
mengadakan tumpang tindih (overlap) dengan orbital p oksigen membentuk ikatan pi.
Atom oksigen karbonil juga mempunyai dua pasang elektron yang tidak berikatan yang
menempati dua orbital yang tersisa.
Seperti halnya alkena, senyawa karbonil adalah planar di sekitar ikatan rangkap
dan mempunyai sudut ikatan kira-kira 120. Ikatan rangkap karbon-oksigen lebih pendek
(1.22 A versus 1.43 A) dari pada ikatan tunggal karbon-oksigen dan juga lebih kuat (175
kkal/mol versus 92 kkal/mol).

Ikatan rangkap karbon-oksigen terpolirisasi C+ - C- karena elektronegativitas yang


tinggi dari oksigen relatif terhadap karbon. Oleh karena itu, senyawa-senyawa karbonil
mempunyai momen dipol yang besar. Memperlihatkan momen dipol dari berbagai tipe
senyawa karbonil dan menunjukkan bahwa semuanya terpolarisasi secara kuat.
Senyawa karbonil tidak jenuh , merupakan senyawa yang dapat disentesis
melalui kondensasi aldol dengan cara mereaksikan dua senyawa aldehida dan keton,
salah satu senyawa aldehida atau keton tersebut harus mempunyai atom hidrogen .

1
Secara teori, dibenzalaseton dapat disentesis mellui kondensasi aldol antara benzaldehida
dan aseton menggunakan katalis natrium hidroksida.
Senyawa karbonil tidak jenuh , memiliki ikatan rangkap karbon-karbon dan
karbon oksigen yang keduanya dipisahkan oleh sebuah ikatan tunggal

Secara kovalen berikatan tunggal dan ganda secara bergantian (C=C-C=C=C) dan
memengaruhi satu sama lainnya membentuk daerah delokalisasi elektron.
Senyawa-senyawa karbonil mengalami empat tipe reaksi yang pokok, yaitu; adisi
nukleofilik, substitusi asil nukleofilik, substitusi alfa (), dan kondensasi karbonil.
Reaksi-reaksi tersebut memiliki banyak variasinya, tapi mekanisme dasarnya adalah
sama. Namun, pada makalah ini kita hanya membahas tentang reaksi adisi nukleofilik.
Reaksi adisi nukleofilik merupakan reaksi yang khas utuk golongan aldehid-keton dan
tidak terjadi pada golongan asam karboksilat dan turunannya. Semua reaksi adisi
nukleoflik diawali oleh serangan nukleofil pada atom karbon karbonil yang elektrofilik,
meghasilkan intermediet tetrahedral. Nukleofil menyerang karbon karbonil
menggunakan pasangan elektronnya dan dua elektron dan ikatan rangkap karbon-oksigen
akan berpindah ke atom oksigen fang elektronegatif di mana mereka dapat distabilkan
sebagai anion alkoksida. Karbon karbonil akan mengalami rehibridisasi dari sp2 menjadi
sp3 selama reaksi tersebut berlansung dan produk awal yang dihasilkan mempunyai
konfigurasi tetrahedral.

2. Mekanisme Reaksi
Persamaan umum

2
Tahap-tahap mekanisme reaksi dari adisi nukleofilik pada senyawa karbonil tak
jenuh - , , antara lain :

a. Pembentukan Ion Enolat

Karena pengaruh gugus karbonil, atom hidrogen alfa bersifat asam dan dapat
diambil oleh basa kuat untuk menghasilkan anion enolat. Keasaman hidrogen alfa
tersebut dapat diterangkan sebagai berikut : gugus karbonil merupakan gugus penarik
elektron yang kuat, dan bila seyawa karbonil tersebut kehilangan proton alfa. Anion
yang dihasilkan distabilkan oleh adanya resonansi. Jadi, muatan negatif dari anion
adalah terdelokalisasi.
Ion enolat jauh lebih berguna dibanding enol dengan dua alasan. Yang
pertama adalah enol murni secara normal tidak dapat diisolasi, mereka hanya
terbentuk sebagai intermediet yang singkat dalam konsentrasi yang kecil. Sebaliknya,
larutan yang mengandung ion enolat yang murni lebih mudah dibuat dari kebanyakan
senyawa karbonil apabila diberi perlakuan dengan basa kuat. Lebih penting lagi,
fakta menunjukkan bahwa ion enolat jauh lebih rekatif dari pada enol karena ion
enolat dapat menjalani banyak reaksi-reaksi penting dimana enol tidak dapat
menjalaninya. Alasannya cukup sederhana, bahwa ion enolat membawa penuh
muatan negatif, yang membuatnya lebih nukleofilik dibanding enol yang netral. Jadi,
posisi alfa dari ion enolat sangat reaktif terhadap elektrofilik.

b. Serangan Nukleofilik dan Pengasaman


Jika suatu asam karbonil tak jenuh , dapat mengalami serangan nukleofilik.
Maka ion enolat yang sudah terbentuk pada tahap pertama dapat mengadisi ke ikatan
rangkap dari senyawa aldehida atau ester. Dan memang demikian zat antaranya
adalah enolat dari produk adisi 1,4. Produk akhir diperoleh dengan pengasaman
tujuannya untuk menetralkan ion yang terbentuk akibat dari pemutusan ikatan
rangkap. Reaksi sintetik ini disebut dengan adisi Michael.

3
Contoh lain dari reaksi adisi nukleofilik pada senyawa karbonil tak jenuh ,
dengan menggunakan ester

Produk dari adisi nukleofilik pada senyawa karbonil tak jenuh , dengan
menggunakan ester dapat disebut dengan suatu triester. Penyabunan atau safonifikasi
yang diikuti dengan pengasaman akan menghasilkan produk yang disebut triasam.
Namun, pada kondisi hidrolisis asam dapat terjadi dekarboksilasi. Yaitu reaksi kimia
yang menyebabkan sebuah gugus karboksil (-COOH) terlepas dari senyawa semula
menjadi karbon dioksida (CO2).

Mekanisme reaksinya dapat dilihat sebagai berikut :

4
Dalam dekarboksilasi triasam, gugus asam malonat lah yang kehilangan CO2 ,
hal ini dapat dijelaskan dari persamaan reaksi dibawah :

Tipe produk yang dapat diperoleh dari adisi Michael sederhana, dapat dilihat pada
reaksi dibawah :

Adisi Michael yang digabung dengan kondensasi lainnya sangatlah berguna


dalam sintesis laboratorium senyawa siklik yang rumit, seperti steroid. Sebagian dari
sintesis semacam itu ditunjukkan berikut ini. Rentetan khusus pembentukan cincin
ini (Michael plus aldol) disebut anelasi Robinson.

5
Dapat dilihat pada mekanisme berikut ini :

3. Aplikasi
Jurnal judul Sintesis Dimetil Asetal Sitronelal Dengan Katalis Gas HCl yang
ditulis oleh E Cahyono.
(Terlampir)

Berikut mekanisme reaksinya

6
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. - . Kimiawi Senyawa Karbonil. Diakses dari


http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/24479/a25210225401d8c68331bb3
18f9182ee ((diakses Rabu, 1 November 2017 pukul 15.00 pm).

Anonim. - . Reaksi Substitusi Alfa Karbonil. Diakses dari


http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/24462/e130313550bb845ba644e70
ea832 (diakses Rabu, 1 November 2017 pukul 15.00 pm).

Cahyono, E. 2013. Sintesis Dimetil Asetal Sitronelal Dengan Katalis Gas HCl. Jurusan
Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Jurnal MIPA 36: 44 50.

Fessenden, Ralp J., Joan S. Fessenden. 1994. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.