Anda di halaman 1dari 20

TUGAS REKAYASA IDE PENGANTAR STATISTIK

PENYAJIAN DATA DAN DISTRIBUSI FREKUENSI

OLEH :
KELOMPOK 1

ISMI SARAH LUBIS : 5151131023


KURNIA SARI HARAHAP : 5151131027
JUNANDA ARDIANSYAH : 5151131026
SAHRON Ag. HASIBUAN : 5151131044
WAWAN SUHENDRA : 5151131046
ZAID MUAMMAR : 5151131048

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan tepat waktu.
Makalah ini berjudul Penyajian Data dan Distribusi Frekuensi. Makalah ini
berisikan uraian mengenai Penyajian Data dan Distribusi Frekuensi berdasarkan
pengkajian terhadap fenomena atau gejala dan eksistensi manusia dalam
pengembangan hidup dan kehidupannya dalam alam dan lingkungannya .
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan
dan jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dan mendidik untuk perbaikan selanjutnya. Walaupun
demikian penulis tetap berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang
membacanya.

Medan, 13 Oktober 2017

Kelompok 1

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan .......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
PENYAJIAN DATA DAN DISTRIBUSI FREKUENSI
2.1 Penyajian Data............................................................................................. 2
2.2 Distribusi Frekuensi ..................................................................................... 8
2.3 Distribusi Frekuensi Kumulatif...................................................................... 13
2.4 Grafik Distribusi Frekuensi ........................................................................... 13
2.5 Model-Model Distribusi Data ........................................................................ 15
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 16
3.2 Saran............................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Setiap kali kita melakukan kegiatan pengumpulan data statistik,maka pada
umumnya kegiatan tersebut akan menghasilkan kumpulan data angka yang
keadaanya tidak teratur,berserak dan masih merupakan bahan keterangan yang
sifatnya kasar dan mentah. Dikatakan kasar atau mentah,sebab kumpulan
angka dengan kondisi seperti yang disebutkan di atas belum dapat memberikan
informasi secara ringkas dan jelas mengenai ciri atau sifat yang dimiliki oleh
kumpulan angka-angka tersebut.Oleh karena itu,agar data angka yang telah
berhasil dihimpun itu dapat berbicara dan dapat memberikan informasi yang
berarti,diperlukan adanya tindak lanjut salah satunya adalah Penyajian Data.
Tidak terlepas hubungannya dengan pernyataan di atas,maka salah-satu
tugas statistik sebagai ilmu pengetahuan adalah meyajikan atau mndeskripsikan
data angka yang telah dikumpulkan menjadi lebih teratur,ringkas,dan lebih dapat
memberikan gambaran yang jelas. Salah satu penyajian data adalah
tabel. Adanya tabel dapat memudahkan dalam membaca informasi dari data yang
disajikan.karena data tersebut telah disusun secara teratur atau sistematis.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah dalam makalah ini ialah :
1. Apa yang dimaksud dengan penyajian data ?
2. Apa saja jenis - jenis penyajian data ?
3. Bagaimana cara menyusun distribusi data tunggal dan data berkelompok ?
4. Bagaimana menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik dan diagram ?

1.3 TUJUAN
Setelah mempelajari uraian ini diharapkan mahasiswa mampu :
1. Memahami apa itu penyajian data
2. Membedakan antara penyajian data dengan bentuk tabel, grafik, dan
diagram
3. Menggambarkan cara menyajikan data dalam bentuk tabel, graik, dan
diagram
4. Menyebutkan arti dan manfaat distribusi frekuensi
5. Manyusun distribusi frekuensi data tunggal dan data berkelompok
6. Menggambar grafik frekuensi, frekuensi relatif, dan frekuensi kumulatif
BAB II
PEMBAHASAN
PENYAJIAN DATA DAN DISTRIBUSI FREKUENSI

2.1 PENYAJIAN DATA


Data statistic tidak hanya cukup dikumpulkan dan diolah, tetapi perlu juga
disajikan dalam bentuk yang mudah dibaca dan dimengerti. Penyajian data ini
dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik dengan tujuan agar data tersebut
dapat dengan mudah dimengerti dibandingkan dengan penyajian secara kata-
kata.
Secara umum ada beberapa cara menyajikan data statistic yang sering
digunakann, yaitu tabel, graik, diagram, pengukuuran tendensil sentrall, dan
ukuran penempatan. Penyajian data digambarkan pada gambar 1 berikut ini :

Gambar 1. Penyajian Data


2.1.1 Penyajian Data Bentuk Tabel
a. Tabel Biasa Atau Tabel Baris Kolom
Tabel baris kolom merupakan penyajian data dalam bentuk tabel dengan
bentuk susunan baris dan kolom yang saling berhubungan.
Contohnya :
Tabel 1
Pembelian Barang Barang Oleh Jawatan A
Dalam Ribuan Unit Dan Jutaan Rupiah
Tahun 1965 1967

b. Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi adalah tabel yang menunjukkan atau memuat data sesuai
dengan rinciannya. Apabila bagian baris berisikan m baris dan bagan kolom tabel
berisikan n kolom maka didapatkan tabel kontigensi berukuran m x n.
Contohnya :
Tabel 2
Produksi Minyak Mentah Opec, Uni Soviet,
Dan Dunia Tahun 1975 1979
Tahun Opec Uni soviet Dunia jumlah
1975 9.934 3.600 20.174 33.708
1976 11.240 3.822 21.831 36.893
1977 11.468 4.013 22.672 38.153
1978 10.914 4.204 22.897 38.015
1979 11.205 4.307 23.666 39.170
jumlah 54.761 19.946 111.240 185.947
c. Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi adalah salah satu bentuk penyajian data. Tabel
distribusi frekuensi dibuat agar data yang telah dikumpulkan dalam jumlah yang
sangat banyak dapat disajikan dalam bentuk yang jelas dan baik. Dengan kata
lain, tabel distribusi frekuensi dibuat untuk menyederhanakan bentuk dan jumlah
data sehingga ketika disajikan kepada para pembaca dapat dengan mudah
dipahami atau dinilai.
Contoh : tabel distribusi frekuensi
Tabel 3
Data nilai ujian statistic 80 mahasiswa
Kelas Frekuensi
31 40 2
41 50 3
51 60 5
61 70 14
71 80 24
81 90 20
91 100 12
Jumlah 80

2.1.2 Penyajian Data Bentuk Grafik Atau Diagram


a. Grafik/ Diagram Batang
Penyajian data dalam bentuk gambar akan lebih menjelaskan lagi persoalan
secara visual. Data yang bentuknya kategori sangat tepat disajikan dalamm
bentuk diagram batang. Contoh diagram batang sebagai berikut :

Tabel 4
Daftar banyak murid di daerah A
menurut tingkat sekolah tahun 2000
Tingkat Jumlah
sekolah murid
SD 875
SMP 512
SMA 347
SMK 476
BANYAK MURID
1000
800
600
BANYAK
400
MURID
200
0
SD SMP SMA SMK

Gambar 2. Contoh diagram batang Daftar banyak murid

b. Diagram Garis
Untuk mengggambarkan keadaan data yang terus menerus atau
berkesinambungan, misalnya jjumlah siswa tiap tahu, jumlah lulusan SMP 1 tiap
tahunnya dan lain sebagainya.

BANYAK MURID
1000

500 BANYAK
MURID
0
SD SMP SMA SMK

Gambar 3. Contoh diagram garis Daftar banyak murid

c. Diagram Lingkaran Atau Diagram Pastel


Untuk membuat diagram lingkaran, gambarkan sebuah lingkaran lalu dibagi-
bagi menjadi beberapa sector. Tiap sector melukiskan kategori data yang terlebih
dahulu diubah kedalam derajat. Dianjurkan titik pembagian mulai dari titik tertinggi
lingkaran. Diagram ini sering digunakan untuk melukiskan data atribut.

BANYAK MURID

SD
SMP
SMA
SMK

Gambar 4. Contoh diagram lingkaran Daftar banyak murid


d. Diagram Lambang
Diagram ini sering digunakan untuk mendapat gambaran kasar sesuatu hal
dan sebagai alat visual bagi orang awam. Sanggat menarik dilihat, lebih-lbih jika
simbol yang digunakan cukup baik dan menarik. Misalnya untuk data menggenai
jiwa, jumlah pegawai, digunakan gambar orang, untuk data bangunan sekolah,
kantor, digunakan gambar gedung. Kesulitannya adalah jika menggambarkan
bagian symbol yang tidak penuh.
Diagram lambang adalah merupakan suatu diagram yang penyajian datanya
menggunakan lambang. Lambang yang digunakan harus sesuai dengan data atau
obyek yang diteliti.
Contoh :
Data untuk hasil panen perkebunan apel di Kota Batu pada tahun 2011. Pada
daerah A 850Kg, daerah B 500Kg, daerah C 700Kg, daerah D 550Kg.

Daerah Hasil panen apel (Kg)

A 850

B 500

C 700

D 550

= 100 kg

= 50 kg

Gambar 5. Diagram Lambang Hasil Panen Apel di Kota Batu

e. Diagram Peta
Diagram ini dinamakan juga kartogram. Dalam pembuatannya digunakan
peta geografis tempat data terjadi. Dengan demikian diagram ini melukiskan
keadaan dihubungkan dengan tempat kejadiannya. Salah satu contoh yang sudah
terkenal ialah jika kita membuka peta bumi. Disitu antara lain terdapat peta daerah
atau pulau dengan mencantumkan pula gambar-gambar pohon kelapa, jagung,
kuda, sapi dan lain lainnya.
Diagram peta adalah merupakan diagram yang melukiskan suatu kejadian
atau peristiwayang dihubungkan dengan tempat kejadian itu (peta).

Contoh :
Diagram Peta Hasil Perikanan di Provinsi Jawa Timur
Table hasil perikanan:

Gambar 6. Diagram Peta Hasil Perikanan di Provinsi Jawa Timur

f. Diagram Pencar
Untuk kumpulan data yang terdiri dari dua variabel dengan nilai kuantitatif,
diagramnya dapat dibuat dalam sistem sumbu koordinat dan diagramnya akan
merupakan kumpulan titik-titik yang terpancar. Karenanya diagram demikian
disebut diagram pencar.

BANYAK MURID
1000

800

600

400 BANYAK MURID

200

0
0 2 4 6

Gambar 7. Contoh diagram pencar Daftar banyak murid


g. Diagram Campuran
Diagram campuran adalah diagram yang disajikan dalam bentuk gabungan
dari beberapa dimensi dalam satu penyajian data. Contoh : diagram pastel
dengan diagram lambang, diagram peta dengan tabel, dan lainnya

Gambar 8. Diagram Campuran (diagram batang, dengan diagram garis)

2.2 DISTRIBUSI FREKUENSI


Distribusi frekuensi adalah penyusunan suatu data mulai dari terkecil sampai
terbesar yang membagi banyaknya data kedalam beberapa kelas. Kegunaan data
yang masuk dalam distribusi frekuensi adalah untuk memudahkan data dalam
penyajian, mudah dipahami dan mudah dibaca sebagai bahan informasi, pada
gilirannya digunakan untuk perhitungan membuat gambar statistic dalam berbagai
bentuk penyajian data.
2.2.1 Distribusi Ffrekuensi Data Tidak Berkelompok
Ukuran statistic yang paling umum dikenal orang adalah rata-rata. Misalkan
tujuh orang mahasiswa memiliki nilai matematika sebaggai berikut :
80, 70, 70 85, 90,90,85
80+70+70+85+90+90+85
maka rata-rata = (
7
) = 81.42
Ukuran statistic lain yang banyak dikenal orang adalah rentang. Rentang adalah
nilai tertinggi dikurang nilai terrendah. Untuk contoh nilai matematika diatas
rentang adalah 90 70 = 20

Membuat daftar distribusi frekuensi


Data dibawah ini menunjukkan nilai ujian statistic 10 mahasiswa
Contoh 1 :
Tabel 5
Data nilai ujian statistic 10 mahasiswa
No Nilai No Nilai
1 79 6 90
2 80 7 80
3 70 8 70
4 68 9 70
5 90 10 79

Dalam membuat daftar distribusi frekuensi, maka yang perlu dilakukan adalah
mentabulasi data, sehingga diketahui data dalam kelompoknya masing-masing.
Tabel 6
Tabulasi nilai ujian statistic 10 mahasiswa
Nilai Tabulasi/Tally Frekuensi
68 I 1
70 III 3
79 II 2
S 80 II 2
90 II 2
JUMLAH 10

Tabel diatas dapat disederhanakan menjadi tabel distribusi frekuensi berikut ini.
Tabel 7
Distribusi frekuensi nilai ujian statistic 10 mahasiswa
Nilai (x) Frekuensi Fx
68 1 68
70 3 210
79 2 158
80 2 160
90 2 180
Jumlah 10 776

Untuk tabel diatas bila rata-rata hitung yang akan dihitung maka diperoleh
Rata-rata = 776/10 = 77,6

2.2.2 Distribusi Ffrekuensi Data Berkelompok


Ada empat langkah yang perlu dilakukan dalam membuat distribusi frekuensi
untuk data berkelompok yaitu :
a. Menentukan rentang (range)
b. Menentukan banyak kelas interval
c. Menentukan panjang kelas
d. Memilih ujung bawah kelas interval pertama

Contoh 2
Perhatikan nilai ujian statistic untuk 80 orang mahasiswa berikut ini :
Tabel 8
Nilai ujian statistik
No Nilai No Nilai No Nilai No Nilai
1 79 21 48 41 81 61 87
2 80 22 90 42 91 62 82
3 70 2 92 43 56 63 74
4 68 24 85 44 65 64 83
5 90 25 83 45 74 65 86
6 92 26 76 46 90 66 87
7 80 27 61 47 97 67 88
8 70 28 99 48 80 68 71
9 63 29 83 49 60 69 89
10 76 30 88 50 66 70 79
11 49 1 74 51 98 71 80
12 84 32 70 52 93 72 78
13 71 33 38 53 81 73 73
14 72 34 51 54 93 74 86
15 35 35 73 55 43 75 88
16 93 36 71 56 72 76 75
17 91 37 72 57 91 77 81
18 74 38 95 58 59 78 77
19 60 39 82 59 67 79 63
20 63 40 70 60 88 80 75

Sesuai dengan langkah-langkah dalam membuat tabel distribusi frekuens, maka


akan dilakukan :
Menentukan rentang
Rentang = nilai tertinggi nilai terendah
= 99 35 = 64
Menentukan banyak kelas interval. Banyak kkelas dapat ditentukan dengan
menggunakan aturan sturges, yakni : banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log n.
Bila menggunakan aturan sturges maka banyak kelas untuk contoh diatas
adalah
(k)= 1 + 3,3 l0g n
= 1 + 3,3 log 80
= 1 + 3,3 . 1,9031 = 7,2802
Ditetapkan banyak kelas interval = 7
Menentukan panjang kelas interval
64
p= = = 9,14
7

ditetapkan panjang kelas interval = 10


Memilih ujung bawah kelas interval pertama
Ujung bawah kelas interval pertama diambil adalah 35

Dari hasil perhitungan, data di atas dapat disajikan kedalam tabel seperti
yang ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 9. Distribusi ffrekuensi data berkelompok untuk 80 mahasiswa
Kelas Tabulasi/Tally Frekuensi
31 40 II 2
41 50 III 3
51 60 IIII 5
61 70 IIII IIII IIII 14
71 80 IIII IIII IIII IIII IIII 24
81 90 IIII IIII IIII IIII 20
91 100 IIII IIII II 12
JUMLAH 80

Untuk data diatas dapat pula dibuat distribusi frekuensi relati, yaitu :

Tabel 10. Distribusi frekuensi relative untuk 80 mahasiswa


Kelas Frekuensi (fi) Relatif
31 40 2,50
41 50 3,75
51 60 6,25
61 70 17,50
71 80 30,00
81 90 25,00
91 - 100 15,00
Jumlah 100,00

Istilah-istilah yang perlu dalam distribusi frekuensi data berkelompok ini adalah :
Kelas interval
Interval pertama atau paling atas berisi nilai-nilai
Batas kelas
Batas kelas adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dari kelas yang
lainnya.
Misalnya, nilai 31 dan 41 (lihat tabel)
Batas atas dan batas bawah, misalnya 31 dan 40

Batas semu dan batas nyata


Batas semu

|----------------| |--------------|
31 40 41 50

Batas nyata

|---------|--------|-------|
30,5 40,5 50,5 60,5

Lebar atau panjang kelas


Panjang kelas adalah jumlah nilai-nilai variabel dalam tiap-tiap kelas

Titik tengah (tanda kelas)


Titik tengah adalah angka atau nilai variabel yang terdapat di tengah-tengah
interval kelas.
Jadi titik tengah : Xi = (nilai terendah + nilai tertinggi)
Misalnya untuk kelas pertama (lihat tabel) : Xi = (99 35) = 32

Jumlah interval (kelas interval), untuk contoh di atas ada tujuh kelas interval

Rentang (jarak) pengukuran. Untuk contoh diatas rentangnya 34, karena nilai
tertinggi 99 dan terendah 35
2.3 DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF
Tabel distribusi frekuensi kumulatif, di dalamnya disajikan frekuensi yang
dihitung terus meningkat atau selalu ditambahkan.
Tabel 11.
Distribusi frekuensi kumulatif positif (kurang dari)
nilai ujian statistic 80 mahasiswa
Nilai Ujian Fi kumulatif
Kurang dari 31 0 0
Kurang dari 41 2 0+2
Kurang dari 51 5 0+2+3
Kurang dari 61 10 0 + 2 + 3 +5
Kurang dari 71 24 0 + 2 + 3 + 5 + 14
Kurang dari 81 48 0 + 2 + 3 + 5 + 14 + 24
Kurang dari 91 68 0 + 2 + 3 + 5 + 14 + 24 + 20
Kurang dari 101 80 0 + 2 + 3 + 5 + 14 + 24 + 20 + 12

Tabel 12.
Distribusi frekuensi kumulatif negatif (lebih dari)
nilai ujian statistic 80 mahasiswa
Nilai Ujian Fi kumulatif
31 atau lebih 38 38 0
41 atau lebih 33 38 0 2
51 atau lebih 28 38 0 2
61 atau lebih 22 38 0 2 3 5
71 atau lebih 13 38 0 2 3 5 14
81 atau lebih 7 38 0 2 3 5 14 24
91 atau lebih 3 38 0 2 3 5 14 24 - 20
101 atau lebih 0 38 0 2 3 5 14 24 20 12

2.4 GRAFIK DISTRIBUSI FREKUENSI


2.4.1 Histogram, Poligon, dan Lengkungan Frekuensi
Histogram dan poligon frekuensi adalah dua grafik yang sering digunakan
untuk menggambarkan distrubusi frekuensi. Histrogram merupakan grafik batang
dari distribusi frekuensi dan poligon frekuensi merupakan grafik garisnya.
Pada histrogram batang-batangnya saling melekat atau berimpitan, sedang
poligon frekuensi dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah batang
histrogram ke titik tengah batang histrogram yang lain.
Langkah-langkah membuat histogram :
a. Membuat absis dan ordinat, perbandingannya 10 : 7
b. Absis diberi nama nilai dan ordinat diberi nama frekuensi atau f
c. Membuat skala pada absis dan ordinat
d. Membuat empat-segi empat pada absis

(a) (b)
Gambar 9. (a) Histogram, (b) poligon frekuensi

2.4.2 Lengkungan Kumulatif


Grafik untuk lengkungan kumulatif akan merupakan lengkungan naik untuk
diagram (daftar) kurang dari (positif) dan merupakan lengkungan turun untuk
diagram atau lebih (negative).

Gambar 6. Lengkungan kumulatif hasil


2.5 MODEL-MODEL DISTRIBUSI DATA
Ada tiga model distribusi data yang umum dikenal, yaitu : distribusi normal,
positif, dan negative.
a. Model normal
Model normal, yang sebenarnya akan lebih tepat digambarkan berdasarkan
persamaan matematikannya. Bentuk model normal selalu simetrik dan
mempunyai sebuah puncak. Kurva dengan sebuah puncak disebut unimodal.

Gambar 10. Normal

b. Model positif dan negatif


Model positif menggambarkan bahwa terdapat sedikit gejala yang bernilai makin
besar. Sedangkan model negative terjadi sebaliknya.

(a) (b)

Gambar 11. (a) positif, (b) negatif


BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Penyajian data sebaiknya di pilih tergantung jenis data, selera dari peneliti
dan tujuan penampilan data itu. Dan langkah pertama dalam kerja analistik
statistik adalah penampilan data yang sistematis. Tabulasi data artinya penyajian
data ke dalam bentuk tabel atau diagram untuk memudahkan pengamatan atau
evaluasi.
Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-
kategori (misalnya: jumlah pegawai menurut pendidikan dan masa kerja; jumlah
penjulan menurut jenis barang dan kantor cabang) sehingga memudahkan dalam
pembuatan analisis data. Gafik merupakan gambaran-gambaran yang
menunjukkan secara visual data berupa angka ( munkin juga dengan symbol-
simbol) yang biasanya juga berskala dari tabel-tabel yang telah di buat. Baik tabel
maupun grafik bisa dipergunakan untuk menyajikan cross section data dan data
berkala Beberapa macam grafik diantaranya yaitu grafik batangan ( barchart /
histrogram ), gafik garis ( line chart/ poligon ), grafik ogive.

3.2 SARAN
Kepada para pembaca kami menyarankan agar lebih banyak membaca buku
yang berkaitan dengan statistic terapan, khususnya penyajian data dan distribusi
frekuensi agar lebih memahami hal tersebut. Sebagai penyusun kami merasa
masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, kami
mohon kritik dan saran dari pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

Muin, A & Mulyana, D. (2017). Statistik Terapan. Medan


M.A, Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung : Tarsito
http://www.eurekapendidikan.com/2014/11/jenis-dan-bentuk-diagram.html diakses
tanggal 8 oktober 2017
https://amalialissa.wordpress.com/pendahuluan/ diakses tanggal 8 oktober 2017
http://hrynisaaa.blogspot.co.id/2015/04/penyajian-data-dalam-bentuk-diagram.html
diakses tanggal 8 oktober 2017