Anda di halaman 1dari 13

PRAKTIKUM TEKNIK PENGAWETAN DAN EMERGING

PROCESSING BAHAN PANGAN


Evaluasi Proses Termal
Bayu Airlangga 240210150077

ABSTRAK
Sterilisasi adalah proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau
benda dari semua bentuk kehidupan. Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan
dengan 3 cara, yaitu cara mekanik, cara fisik, dan cara kimiawi. Autoklaf adalah
alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang menggunakan tekanan
15 psi (2 atm) dan suhu 121oC yang tujuannya agar spora atau mikroba dapat
dimatikan. Spora adalah sel istirahat yang resisitan terhadap panas dan lingkungan
yang berfungsi sebagai tunas untuk berkembang biak selanjutnya. Oleh karena itu
dalam praktikum kali ini dilakukan evaluasi mengenai proses thermal yaitu
sterilisasi guna menentukan kecukupan proses sterilisasi dengan sampel daging dan
jus mangga. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sterilisasi dengan suhu 121oC
selama 120 menit pada sampel daging dan selama 67 menit pada sampel jus buah
menggunakan autoklaf dapat mereduksi jumlah mikroorganisme dan sterilisasi
dapat dikatakan cukup.
Kata Kunci: Sterilisasi, Autoklaf, Titik Dingin

ABSTRACT
Sterilization is the process or activity to free a material or object from all
life forms. In principle, sterilization can be done in 3 ways, namely mechanical way,
physical way, and chemical way. An autoclave is a tool for sterilizing various
devices and materials using pressure of 15 psi (2 atm) and a temperature of 121oC
which is intended for spores or microbes to be switched off. Spores are resting cells
that resisit to heat and environment that serve as buds to breed further. Therefore,
in this lab, evaluation of the thermal process is sterilized to determine the adequacy
of sterilization process with mango meat and juice samples. The results showed that
sterilization at 121 C for 120 minutes in meat samples and for 67 minutes on fruit
juice samples using autoclave reduces the number of microorganisms and
sterilization is sufficient.
Keywords: Sterilization, Autoclave, Cold Point

I. PENDAHULUAN (1994), sterilisasi adalah operasi yang


Sterilisasi adalah proses atau paling penting dalam pengalengan
kegiatan membebaskan suatu bahan makanan. Menurut Reuter (1993),
atau benda dari semua bentuk kerusakan mutu pangan selama
kehidupan. Sterilisasi dapat dilakukan proses sterilisasi adalah rendah ketika
tergantung dari bahan atau alat yang bahan pangan tersebut diberi
akan disteril. Menurut Muchtadi perlakuan suhu yang tinggi dalam
waktu yang singkat. Pada prinsipnya membunuh mikroba yang
sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 menempel pada permukaan
cara, yaitu cara mekanik, cara fisik, interior Safety Cabinet dengan
dan cara kimiawi. disinari lampu UV.
1. Sterilisasi cara mekanik (filtrasi) 3. Sterilisasi secara kimiawi
menggunakan suatu saringan biasanya menggunakan senyawa
yang berpori sangat kecil (0.22 desinfektan, antara lain alkohol.
mikron atau 0.45 mikron) Autoklaf adalah alat untuk
sehingga mikroba tertahan pada mensterilkan berbagai macam alat
saringan tersebut. Proses ini dan bahan yang menggunakan
ditujukan untuk sterilisasi bahan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu
yang peka panas, misalnya larutan 121oC. Suhu dan tekanan tinggi yang
enzim dan antibiotik. diberikan kepada alat dan media yang
2. Sterilisasi secara fisik dapat disterilisasi memberikan kekuatan
dilakukan dengan pemanasan dan yang lebih besar untuk membunuh sel
penyinaran. dibanding dengan udara panas.
a. Pemanasan Biasanya untuk mensterilkan media
1) Pemijaran (dengan api digunakan suhu 121oC dan tekanan 15
langsung): membakar alat lb/in2 (SI = 103,4 Kpa) selama 15
pada api secara langsung, menit. Alasan digunakan suhu 121oC
contoh alat: jarum inokulum atau 249,8oF adalah karena air
(jarum ose), pinset, batang L. mendidih pada suhu tersebut jika
2) Panas kering: sterilisasi digunakan tekanan 15 psi. Pada
dengan oven kira-kira 60- tekanan 0 psi dengan ketinggian di
180oC. Sterilisasi panas permukaan laut (sea level) air
kering cocok untuk alat yang mendidih pada suhu 100oC.
terbuat dari kaca, misalnya Pada saat sumber panas
erlenmeyer, tabung reaksi, dinyalakan, air dalam autoklaf akan
cawan. mendidih dan uap air yang terbentuk
3) Uap air panas: konsep ini mendesak udara yang mengisi
mirip dengan mengukus. autoklaf. Setelah semua udara dalam
Bahan yang mengandung air autoklaf diganti dengan uap air, katup
lebih tepat menggunakan uap/udara ditutup sehingga tekanan
metode ini supaya tidak udara dalam autoklaf naik. Pada saat
terjadi dehidrasi. tercapai tekanan dan suhu yang
4) Uap air panas bertekanan: sesuai, maka proses sterilisasi dimulai
menggunakan autoklaf. dan timer mulai menghitung waktu
b. Penyinaran dengan Ultra Violet mundur. Setelah proses sterilisasi
(UV) selesai, sumber panas dimatikan dan
Sinar UV juga dapat tekanan dibiarkan turun perlahan
digunakan untuk proses hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak
sterilisasi, misalnya untuk
boleh dibuka sebelum tekanan sterilisasi, sementara sampel
mencapai 0 psi. sebanyak 100 gram diberikan
II. METODE perlakuan dengan sterilisasi. Proses
2.1. Alat sterilisasi dilakukan selama 125 menit
Alat-alat yang digunakan pada untuk sampel daging dan 90 menit
praktikum sterilisasi ini antara lain untuk sampel jus mangga. Selama
autoklaf neraca analitik, proses sterilisasi berlangsung diamati
thermocouple dan jar. Autoklaf dan dicatat setiap perubahan suhu
digunakan untuk proses sterlisasi setiap satu menit. Pengukuran
menggunakan tekanan tinggi, neraca distribusi panas ini dilakukan dengan
analitik digunakan untuk menimbang bantuan termokopel yang
sampel secara akurat, thermocouple dihubungkan dengan recorder.
digunakan karena merupakan sensor Termokopel dipasang di dalam jar
yang mengubah besaran suhu menjadi pada sampel untuk menentukan titik
tegangan, dimana sensor ini dibuat terdingin (coldest point) dan dipasang
dari sambungan dua bahan metallic di dalam retort untuk mengukur suhu
yang berlainan jenis. Sambungan ini lingkungan pada bagian kanan, kiri,
dikomposisikan dengan campuran atas, dan bawah. Setelah proses
kimia tertentu, sehingga dihasilkan sterilisasi selesai, sampel ditimbang
beda potensial antar sambungan yang sebanyak 1 gram dan dimasukkan ke
akan berubah terhadap suhu yang dalam sebuah tabung reaksi dan
dideteksi, dan jar digunakan untuk ditambahkan 10 ml larutan NaCl Fis.
wadah sampel ketika sterilisasi Kemudian diambil 1 ml dan
berlangsung. dimasukkan ke dalam 9 ml larutan
2.2. Bahan NaCl Fis dan begitu seterusnya
Bahan-bahan yang digunakan hingga mendapatkan pengenceran
pada praktikum sterilisasi ini antara sebesar 10-4 dan 10-5 Kemudian pada
lain media PCA (Plate Count Agar) pengenceran dimasukkan ke dalam
dan just buah mangga serta daging media PCA dan disimpan selama dua
yang digunakan sebagai sampel. hari. Setelah itu dilakukan
Media NaCl Fis dan PCA digunakan perhitungan jumlah mikroorganisme
untuk memudahkan dalam proses dengan metode TPC (Total Plate
perhitungan jumlah mikroorganisme. Count). Data suhu dan waktu yang
2.3. Prosedur telah dicatat selama proses sterilisasi
Sampel berupa daging dan jus diaplikasikan ke dalam tabel letalitas
mangga disiapkan. Kemudian sampel dan kurva letality rate (LR).
diberikan dua perlakuan yaitu dengan III. HASIL PENGAMATAN
sterilisasi dan tanpa sterilisasi. DAN PEMBAHASAN
Sampel ditimbang sebanyak 1 gram Sterilisasi pada sebagian besar
dan 100 gram menggunakan neraca makanan kaleng biasanya dilakukan
analitik. Untuk sampel sebanyak 1 secara komersial. Sterilisasi
gram diberikan perlakuan tanpa komersial adalah sterilisasi yang
biasanya dilakukan terhadap sebagian harus dibunuh, karena bakteri ini
besar makanan di dalam kaleng, dapat menyebabkan keracunan tipe
plastik, atau botol. Bahan pangan intoksikasi pada manusia. Keracunan
yang disterilkan secara komersial tipe intoksikasi ini disebabkan oleh
berarti semua mikroba penyebab terkonsumsinya toksin (racun)
penyakit dan pembentuk racun ekstraseluler yang dihasilkan oleh
(toksin) dalam makanan tersebut telah mikroba yang mencemari pangan.
dimatikan, demikian juga mikroba Intoksikasi tidak memerlukan adanya
pembusuk. Spora bakteri non-patogen mikroba hidup pada pangan yang
yang tahan panas mungkin saja masih dikonsumsi karena umumnya toksin
ada di dalam makanan setelah proses mikroba telah dieksresikan ke
pemanasan, tetapi bersifat dorman medium sekitarnya (ke dalam
(tidak dalam kondisi aktif pangan) pada saat mikroba tumbuh
berproduksi), sehingga dan mencemari pangan.
keberadaannya tidak membahayakan Racun yang dikeluarkan oleh
jika produk tersebut disimpan dalam C. botulinum disebut neurotoksin
kondisi normal (Hariyadi, 2000). karena racun tersebut menyerang
Makanan yang telah dilakukan sistem susunan syaraf. Gejala
sterilisasi komersial memiliki daya keracunannya bersifat neuroparalitik,
simpan yang tinggi. yaitu menyebabkan kelumpuhan
Sterilisasi biasa dilakukan bagian tubuh tertentu karena susunan
pada suhu 121oC, yaitu agar spora syaraf yang terganggu. Racun
atau mikroba dapat dimatikan. Spora botulinum adalah suatu protein yang
adalah sel istirahat yang resisitan sangat beracun, sehingga walaupun
terhadap panas dan lingkungan yang tertelan dalam jumlah sedikit sudah
berfungsi sebagai tunas untuk dapat menyebabkan keracunan.
berkembang biak selanjutnya. Racun botulinum diproduksi oleh sel
Ketahanan panas mikroba atau C. botulinum dalam bentuk toksin
sensitifitas panas mikroba oleh suhu progenitor. Toksin ini kemudian
pemanasan yang dinyatakan dengan dapat diaktifkan oleh enzim-enzim
nilai D berbeda-beda untuk setiap tertentu di dalam tubuh menjadi
mikroba. Bakteri mesofilik seperti C. komponen yang beracun.
botulinum memiliki nilai D sebesar Toksin yang telah aktif akan
0,25 menit pada suhu 121,1oC (250oF) dibawa melalui pembuluh darah ke
(Kusnandar, 2006). Sensitivitas nilai sistem syaraf kholinergik, dimana
D terhadap perubahan suhu yang toksin tersebut bekerja pada bagian
dinyatakan dengan nilai Z juga tidak akhir dari sistem syaraf dengan cara
sama untuk setiap jenis mikroba. mencegah bagian sineptik untuk
Bakteri C. botulinum memiliki nilai Z melepaskan asetilkholin yang dapat
sebesar 10oC (Kusnandar, 2006). C. menggerakkan otot-otot melalui
botulinum yang ada pada produk reaksi dengan ujung-ujung otot.
pangan terutama makanan kaleng Penghambatan pelepasan asetilkholin
dapat mengakibatkan kelumpuhan hubungan antara waktu dengan suhu
atau paralisis. Dosis toksin yang dapat dari makanan tersebut.
menyebabkan kematian pada manusia Menurut Kusnandar, et al.
diperkirakan 0.1-1.0 mikrogram (2006), metode umum (trapezoidal)
(Fardiaz, et. al., 1988). menganggap nilai letalitas yang
Oleh karena itu dalam diukur antara titik satu dengan titik
praktikum kali ini dilakukan evaluasi yang lainnya membentuk suatu garis
mengenai proses thermal yaitu lurus, sehingga nilai letalitas proses
sterilisasi guna menentukan setiap selang waktu adalah luas
kecukupan proses sterilisasi dengan trapesium dengan tinggi (tn tn-1),
sampel daging dan jus mangga. panjang sisi atas dan bawah masing-
Metode umum merupakan metode masing Ln dan Ln-1. Untuk
yang paling teliti dalam menghitung menghitung kecukupan panas perlu
proses sterilisasi yang dikembangkan ditentukan mikroba yang akan
oleh Bigelow (1920) yang kemudian dijadikan target, dalam hal ini target
dilanjutkan oleh Ball dan kawan- mikroba yang akan dimusnahkan
kawan. Ketelitiannya yang tinggi adalah Clostridium botulinum.
disebabkan oleh suhu bahan pangan Menurut Muchtadi (2008),
yang diukur dalam suatu percobaan, Clostridium botulinum memiliki nilai
secara langsung digunakan dalam D pada suhu 250F sebesar 0,2 menit
perhitungan tanpa mengasumsikan dan nilai z sebesar 18C.
Berikut merupakan grafik perubahan suhu terhadap waktu selama proses
sterilisasi berlangsung dan grafik perubahan nilai letalitas terhadap waktu dengan
sampel daging:

Gambar 1. Grafik Waktu terhadap Lethal Rate Sampel Daging dan Jus Mangga
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017
Gambar 2. Grafik Waktu terhadap Temperatur Sampel Daging dan Jus Mangga
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017
Berdasarkan hasil Tabel 1. Hasil Pengamatan Bakteri
pengamatan yang terdapat pada Sebelum dan Sesudah Sterilisasi
lampiran diperoleh nilai Fo hitung Jumlah Jumlah
sampel daging sapi yaitu sebesar Sampel MO Awal MO Akhir
10 -4 10 -5 10 -4 10-5
26,50742942 menit. Fo hitung ini
dapatkan dengan cara mengakumulasi Daging 135 124 9 2
luas daerah trapesium dari grafik Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017
waktu terhadap letality rate. Analisis mikroba dilakukan
Sedangkan nilai F standar yang bertujuan mengetahui jumlah
diperoleh yaitu sebesar 2,448 menit mikroba yang terdapat dalam sampel
(Do=0,204 menit; S=12 siklus). daging. Analisis mikroba yang
Berikut perhitungannya: dilakukan adalah pengukuran total
F standar = S Do plate count (angka lempeng total)
F standar = 12 2,448 yaitu pengukuran jumlah mikroba
F standar = 2,488 menit secara keseluruhan (total mikroba)
Maka hal ini menunjukkan baik bakteri, kapang, maupun khamir.
bahwa Fo hitung lebih besar daripada Sebagai media pertumbuhannya
F standar. Apabila nilai Fo hitung adalah PCA (plate count agar).
lebih besar daripada F standar maka Dari hasil pengamatan
sterilisasi dapat dikatakan cukup. tersebut menunjukkan bahwa jumlah
Maka dari data tersebut dapat bakteri awal sebelum dilakukan
diperoleh makna bahwa sterilisasi proses sterilisasi pada pengenceran
yang dilakukan selama 125 menit 10-4 adalah sebesar 135, sedangkan
pada sampel daging sapi yang pada pengenceran 10-5 adalah sebesar
dilakukan kelas B lebih dari cukup. 124 dan setelah dilakukan sterilisasi
Hal ini dikarenakan nilai Fo hitung dan penyimpanan jumlah
jauh lebih besar dari F standar. mikroorganisme menjadi berkurang.
Hal ini dapat dilihat dari Setelah dilakukan penyimpanan
perbandingan jumlah bakteri awal selama dua hari terjadi peningkatan
dengan bakteri akhir pada data jumlah mikroorganisme pada
-4
sebagai berikut: pengenceran 10 adalah sebesar 9,
sedangkan pada pengenceran 10-5 hitung lebih besar dari F standar. Hal
adalah sebesar 2. Hal ini ini dapat dilihat dari perbandingan
menunjukkan bahwa sterilisasi dapat jumlah bakteri awal dengan bakteri
mematikan mikroorganisme yang akhir pada data sebagai berikut:
hidup pada daging dan selama Tabel 2. Hasil Pengamatan Bakteri
penyimpanan memungkinkan adanya Sebelum dan Sesudah Sterilisasi
kontaminasi dari lingkungan terhadap Jumlah
Jumlah MO
sampel daging yang disimpan. MO
Awal
Daging merupakan komoditas pangan Sampel Akhir
yang kaya akan karbohidrat, protein 10-
10-4 10-5 10-4 5
dan lemak. Hal ini merupakan
substrat yang sangat mendukung Jus
TBUD 65 2 0
untuk menunjang kebutuhan hidup Mangga
mikroorganisme karena di dalamnya Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017
terdapat karbon (C), hidrogen (H), Dari hasil pengamatan
oksigen (O) dan nitrogen (N). tersebut menunjukkan bahwa jumlah
Sedangkan pada sampel jus bakteri awal sebelum dilakukan
mangga berdasarkan hasil proses sterilisasi pada pengenceran
pengamatan yang terdapat pada 10-4 adalah sebesar TBUD (tidak bisa
lampiran diperoleh nilai Fo hitung untuk dihitung), sedangkan pada
sampel jus mangga yaitu sebesar pengenceran 10-5 adalah sebesar 65.
4,511335 menit. Fo hitung ini Namun setelah dilakukan sterilisasi
dapatkan dengan cara mengakumulasi jumlah mikroorganisme menjadi
luas daerah trapesium dari grafik berkurang. Pada hari kedua setelah
waktu terhadap letality rate. sterilisasi jumlah bakteri pada
Sedangkan nilai F standar yang pengenceran 10-4 adalah sebesar 2,
diperoleh yaitu sebesar 2,448 menit sedangkan pada pengenceran 10-5
(Do=0,204 menit; S=12 siklus). adalah sebesar 0. Hal ini
Berikut perhitungannya: menunjukkan bahwa sterilisasi dapat
F standar = S Do mematikan mikroorganisme yang
F standar = 12 2,448 hidup pada jus mangga dan selama
F standar = 2,488 menit penyimpanan memungkinkan adanya
Maka hal ini menunjukkan kontaminasi dari lingkungan terhadap
bahwa Fo hitung lebih besar daripada sampel yang disimpan.
F standar. Apabila nilai Fo hitung Dari data jumlah bakteri awal
lebih besar daripada F standar maka dan akhir pada kedua sampel
sterilisasi dapat dikatakan cukup. menunjukkan bahwa jumlah bakteri
Maka dari data tersebut dapat pada sampel daging lebih banyak
diperoleh makna bahwa sterilisasi daripada sampel jus mangga. Hal ini
yang dilakukan selama 67 menit pada dikarenakan daging lebih memiliki
sampel jus buah yang dilakukan kelas substrat yang kompleks daripada jus
A cukup. Hal ini dikarenakan nilai Fo mangga. Daging sapi merupakan
salah satu bahan pangan asal ternak IV. KESIMPULAN
yang mengandung nutrisi berupa air, Adapun kesimpulan yang
protein, lemak, mineral, dan sedikit dapat diambil dari evaluasi proses
karbohidrat sehingga dengan thermal ini adalah daging yang
kandungan tersebut menjadikan disterilisasi selama 125 menit dan jus
medium yang baik untuk mangga yang disterilisasi selama 67
pertumbuhan bakteri dan menjadikan menit menggunakan autoklaf pada
mudah mengalami kerusakan suhu 1210C dapat mereduksi jumlah
(Nurwantoro et al., 2012). Komposisi mikroorganisme patogen. Selama
daging sapi terdiri dari 19% protein, penyimpanan bahan dapat terjadi
5% lemak, 70% air, 3,5% zat-zat non kontaminasi mikroorganisme dari
protein, dan 2,5% mineral (Forrest et lingkungan. Daging merupakan
al., 1992). Sumber lain menyatakan bahan yang dapat menjadi medium
bahwa daging sapi terdiri dari 75% yang baik bagi pertumbuhan
air, 19% protein, 3,5% substansi non mikroorganisme.
protein yang larut, dan 2,5% lemak
(Lawrie, 2003).
DAFTAR PUSTAKA Teknologi Pertanian, Institut
Fardiaz, S., F.G Winarno dan D. Pertanian Bogor.
Fardiaz, 1988. Pengantar Muchtadi D. 1994. Makanan Kaleng:
Teknologi Pangan. Gramedia Teknologi dan Pengawasan
Pustaka Utama, Jakarta. Mutu. Bogor: Institut
Forrest. J.C, E.D. Aberle, H.B Pertanian Bogor.
Hendrik, M.D. Judge and R.A. Nurwantoro, V.P. Bintoro, A.M.
Markel. 1992. Principle of Legowo, A. Purnomoadi, L.D.
Meat Science. W.H. Freeman Ambara, A. Prokoso, dan S.
and Co, San Fransisko. Mulyani. 2012. Nilai pH,
Hariyadi, P. 2000. Dasar-dasar Teori kadar air dan total Escherichia
dan Praktek Proses Termal. coli daging sapi yang
Bogor: Pusat Studi Pangan dimarinasi dalam jus bawang
dan Gizi, Institut Pertanian putih. J Aplikasi Teknologi
Bogor. Pangan. 1:20-22
Kusnandar F, Hariyadi P, Wulandari Lawrie, R.A. 2003. Ilmu Daging.
N. 2006. Modul Kuliah Penerbit Universitas
Prinsip Teknik Pangan. Indonesia Press. Jakarta
Bogor: Departemen Ilmu dan Reuter H. 1993. Aseptic Processing of
Teknologi Pangan, Fakultas Food: Foods -1nd ed. New
Holland. Technomic.
LAMPIRAN
Tabel 1. Hasil Pengamatan Letality Rate Sampel Daging
t Suhu Lethal Rate Luas Trapesium
LR1 + LR2 (LR1+LR2)/2 Menit (T-Tref)/z
(menit) (oC) (z = 10oC) (Fo Parsial)
0 26,1 3,23594E-10 -9,49
1 26,3 3,38844E-10 6,624E-10 3,31219E-10 1 3,31219E-10 -9,47
2 26,3 3,38844E-10 6,777E-10 3,38844E-10 1 3,38844E-10 -9,47
3 26,7 3,71535E-10 7,104E-10 3,5519E-10 1 3,5519E-10 -9,43
4 27,3 4,2658E-10 7,981E-10 3,99057E-10 1 3,99057E-10 -9,37
5 27,7 4,67735E-10 8,943E-10 4,47157E-10 1 4,47157E-10 -9,33
6 28,4 5,49541E-10 1,017E-09 5,08638E-10 1 5,08638E-10 -9,26
7 29,2 6,60693E-10 1,21E-09 6,05117E-10 1 6,05117E-10 -9,18
8 29,7 7,4131E-10 1,402E-09 7,01002E-10 1 7,01002E-10 -9,13
9 30,6 9,12011E-10 1,653E-09 8,26661E-10 1 8,26661E-10 -9,04
10 31,7 1,1749E-09 2,087E-09 1,04345E-09 1 1,04345E-09 -8,93
11 32,6 1,44544E-09 2,62E-09 1,31017E-09 1 1,31017E-09 -8,84
12 34 1,99526E-09 3,441E-09 1,72035E-09 1 1,72035E-09 -8,7
13 35,5 2,81838E-09 4,814E-09 2,40682E-09 1 2,40682E-09 -8,55
14 37,2 4,16869E-09 6,987E-09 3,49354E-09 1 3,49354E-09 -8,38
15 38,9 6,16595E-09 1,033E-08 5,16732E-09 1 5,16732E-09 -8,21
16 40,9 9,77237E-09 1,594E-08 7,96916E-09 1 7,96916E-09 -8,01
17 43 1,58489E-08 2,562E-08 1,28107E-08 1 1,28107E-08 -7,8
18 46,3 3,38844E-08 4,973E-08 2,48667E-08 1 2,48667E-08 -7,47
19 51,4 1,09648E-07 1,435E-07 7,17661E-08 1 7,17661E-08 -6,96
20 56,8 3,80189E-07 4,898E-07 2,44919E-07 1 2,44919E-07 -6,42
21 62,2 1,31826E-06 1,698E-06 8,49223E-07 1 8,49223E-07 -5,88
22 66,8 3,80189E-06 5,12E-06 2,56008E-06 1 2,56008E-06 -5,42
23 70,5 8,91251E-06 1,271E-05 6,3572E-06 1 6,3572E-06 -5,05
24 73,7 1,86209E-05 2,753E-05 1,37667E-05 1 1,37667E-05 -4,73
25 76,8 3,80189E-05 5,664E-05 2,83199E-05 1 2,83199E-05 -4,42
26 79,9 7,76247E-05 0,0001156 5,78218E-05 1 5,78218E-05 -4,11
27 82,5 0,000141254 0,0002189 0,000109439 1 0,000109439 -3,85
28 85 0,000251189 0,0003924 0,000196221 1 0,000196221 -3,6
29 86,8 0,000380189 0,0006314 0,000315689 1 0,000315689 -3,42
30 88,6 0,00057544 0,0009556 0,000477815 1 0,000477815 -3,24
31 90 0,000794328 0,0013698 0,000684884 1 0,000684884 -3,1
32 91,2 0,001047129 0,0018415 0,000920728 1 0,000920728 -2,98
33 92,4 0,001380384 0,0024275 0,001213756 1 0,001213756 -2,86
34 93,5 0,001778279 0,0031587 0,001579332 1 0,001579332 -2,75
35 94,2 0,002089296 0,0038676 0,001933788 1 0,001933788 -2,68
36 95,2 0,002630268 0,0047196 0,002359782 1 0,002359782 -2,58
37 96,4 0,003467369 0,0060976 0,003048818 1 0,003048818 -2,46
38 97,4 0,004365158 0,0078325 0,003916263 1 0,003916263 -2,36
39 98,4 0,005495409 0,0098606 0,004930284 1 0,004930284 -2,26
40 99,3 0,00676083 0,0122562 0,006128119 1 0,006128119 -2,17
41 100,1 0,008128305 0,0148891 0,007444567 1 0,007444567 -2,09
42 101 0,01 0,0181283 0,009064153 1 0,009064153 -2
43 101,19 0,010447202 0,0204472 0,010223601 1 0,010223601 -1,981
44 102,6 0,014454398 0,0249016 0,0124508 1 0,0124508 -1,84
45 103,5 0,017782794 0,0322372 0,016118596 1 0,016118596 -1,75
46 104,2 0,020892961 0,0386758 0,019337878 1 0,019337878 -1,68
47 105 0,025118864 0,0460118 0,023005913 1 0,023005913 -1,6
48 105,7 0,029512092 0,054631 0,027315478 1 0,027315478 -1,53
49 106,3 0,033884416 0,0633965 0,031698254 1 0,031698254 -1,47
50 107 0,039810717 0,0736951 0,036847566 1 0,036847566 -1,4
51 107,9 0,048977882 0,0887886 0,044394299 1 0,044394299 -1,31
52 108,5 0,056234133 0,105212 0,052606007 1 0,052606007 -1,25
53 109,2 0,066069345 0,1223035 0,061151739 1 0,061151739 -1,18
54 109,9 0,077624712 0,1436941 0,071847028 1 0,071847028 -1,11
55 110,5 0,089125094 0,1667498 0,083374903 1 0,083374903 -1,05
56 111,2 0,104712855 0,1938379 0,096918974 1 0,096918974 -0,98
57 111,9 0,123026877 0,2277397 0,113869866 1 0,113869866 -0,91
58 112,4 0,138038426 0,2610653 0,130532652 1 0,130532652 -0,86
59 113 0,158489319 0,2965277 0,148263873 1 0,148263873 -0,8
60 113,7 0,186208714 0,344698 0,172349016 1 0,172349016 -0,73
61 114,1 0,204173794 0,3903825 0,195191254 1 0,195191254 -0,69
62 114,6 0,229086765 0,4332606 0,21663028 1 0,21663028 -0,64
63 115,4 0,27542287 0,5045096 0,252254818 1 0,252254818 -0,56
64 115,8 0,301995172 0,577418 0,288709021 1 0,288709021 -0,52
65 116,3 0,338844156 0,6408393 0,320419664 1 0,320419664 -0,47
66 116,8 0,380189396 0,7190336 0,359516776 1 0,359516776 -0,42
67 117,2 0,416869383 0,7970588 0,39852939 1 0,39852939 -0,38
68 117,7 0,467735141 0,8846045 0,442302262 1 0,442302262 -0,33
69 118 0,501187234 0,9689224 0,484461187 1 0,484461187 -0,3
70 118,5 0,562341325 1,0635286 0,531764279 1 0,531764279 -0,25
71 119 0,630957344 1,1932987 0,596649335 1 0,596649335 -0,2
72 119,2 0,660693448 1,2916508 0,645825396 1 0,645825396 -0,18
73 119,6 0,72443596 1,3851294 0,692564704 1 0,692564704 -0,14
74 119,9 0,776247117 1,5006831 0,750341538 1 0,750341538 -0,11
75 120,3 0,851138038 1,6273852 0,813692577 1 0,813692577 -0,07
76 120,7 0,933254301 1,7843923 0,892196169 1 0,892196169 -0,03
77 120,6 0,912010839 1,8452651 0,92263257 1 0,92263257 -0,04
78 120,9 0,977237221 1,8892481 0,94462403 1 0,94462403 -0,01
79 121,1 1,023292992 2,0005302 1,000265107 1 1,000265107 0,01
80 121,1 1,023292992 2,046586 1,023292992 1 1,023292992 0,01
81 121,2 1,047128548 2,0704215 1,03521077 1 1,03521077 0,02
82 121,3 1,071519305 2,1186479 1,059323927 1 1,059323927 0,03
83 121,2 1,047128548 2,1186479 1,059323927 1 1,059323927 0,02
84 121,4 1,096478196 2,1436067 1,071803372 1 1,071803372 0,04
85 121,4 1,096478196 2,1929564 1,096478196 1 1,096478196 0,04
86 121,4 1,096478196 2,1929564 1,096478196 1 1,096478196 0,04
87 121,6 1,148153621 2,2446318 1,122315909 1 1,122315909 0,06
88 121,4 1,096478196 2,2446318 1,122315909 1 1,122315909 0,04
89 121,4 1,096478196 2,1929564 1,096478196 1 1,096478196 0,04
90 121,5 1,122018454 2,2184967 1,109248325 1 1,109248325 0,05
91 120,6 0,912010839 2,0340293 1,017014647 1 1,017014647 -0,04
92 118 0,501187234 1,4131981 0,706599036 1 0,706599036 -0,3
93 115,6 0,28840315 0,7895904 0,394795192 1 0,394795192 -0,54
94 113,1 0,16218101 0,4505842 0,22529208 1 0,22529208 -0,79
95 110,7 0,09332543 0,2555064 0,12775322 1 0,12775322 -1,03
96 108,2 0,052480746 0,1458062 0,072903088 1 0,072903088 -1,28
97 105,8 0,030199517 0,0826803 0,041340132 1 0,041340132 -1,52
98 103,8 0,019054607 0,0492541 0,024627062 1 0,024627062 -1,72
99 101,8 0,012022644 0,0310773 0,015538626 1 0,015538626 -1,92
100 99,7 0,007413102 0,0194357 0,009717873 1 0,009717873 -2,13
101 98,1 0,005128614 0,0125417 0,006270858 1 0,006270858 -2,29
102 96,7 0,003715352 0,008844 0,004421983 1 0,004421983 -2,43
103 96,2 0,003311311 0,0070267 0,003513332 1 0,003513332 -2,48
104 95,5 0,002818383 0,0061297 0,003064847 1 0,003064847 -2,55
105 94,7 0,002344229 0,0051626 0,002581306 1 0,002581306 -2,63
106 93,9 0,001949845 0,0042941 0,002147037 1 0,002147037 -2,71
107 92,9 0,001548817 0,0034987 0,001749331 1 0,001749331 -2,81
108 92 0,001258925 0,0028077 0,001403871 1 0,001403871 -2,9
109 91,4 0,001096478 0,0023554 0,001177702 1 0,001177702 -2,96
110 91 0,001 0,0020965 0,001048239 1 0,001048239 -3
111 90,6 0,000912011 0,001912 0,000956005 1 0,000956005 -3,04
112 90,1 0,000812831 0,0017248 0,000862421 1 0,000862421 -3,09
113 89,5 0,000707946 0,0015208 0,000760388 1 0,000760388 -3,15
114 89 0,000630957 0,0013389 0,000669452 1 0,000669452 -3,2
115 88,4 0,000549541 0,0011805 0,000590249 1 0,000590249 -3,26
116 87,7 0,000467735 0,0010173 0,000508638 1 0,000508638 -3,33
117 87,2 0,000416869 0,0008846 0,000442302 1 0,000442302 -3,38
118 86,6 0,000363078 0,0007799 0,000389974 1 0,000389974 -3,44
119 86 0,000316228 0,0006793 0,000339653 1 0,000339653 -3,5
120 85,5 0,000281838 0,0005981 0,000299033 1 0,000299033 -3,55
121 85 0,000251189 0,000533 0,000266513 1 0,000266513 -3,6
122 84,4 0,000218776 0,00047 0,000234982 1 0,000234982 -3,66
123 84 0,000199526 0,0004183 0,000209151 1 0,000209151 -3,7
124 83,6 0,00018197 0,0003815 0,000190748 1 0,000190748 -3,74
125 83 0,000158489 0,0003405 0,00017023 1 0,00017023 -3,8
F0 = 26,50742942
Sumber: Dokumentasi Kelas B, 2017
Tabel 2. Hasil Pengamatan Letality Rate Sampel Jus Mangga
Luas
t Suhu Lethal Rate (LR1 +
LR1 + LR2 Menit Trapesium (Fo (T-Tref)/z
(menit) (oC) (z = 10oC) LR2)/2
Parsial)
0 26,5 4,33679E-09 -8,36283
1 27,2 5,00167E-09 9,34E-09 4,67E-09 1 4,67E-09 -8,30088
2 28,6 6,65287E-09 1,17E-08 5,83E-09 1 5,83E-09 -8,17699
3 30,6 0,00000001 1,67E-08 8,33E-09 1 8,33E-09 -8
4 33,3 1,73356E-08 2,73E-08 1,37E-08 1 1,37E-08 -7,76106
5 36,4 3,26043E-08 4,99E-08 2,5E-08 1 2,5E-08 -7,48673
6 39,1 5,65213E-08 8,91E-08 4,46E-08 1 4,46E-08 -7,24779
7 41,7 9,60066E-08 1,53E-07 7,63E-08 1 7,63E-08 -7,0177
8 44,4 1,66433E-07 2,62E-07 1,31E-07 1 1,31E-07 -6,77876
9 48,1 3,53731E-07 5,2E-07 2,6E-07 1 2,6E-07 -6,45133
10 52,4 8,49579E-07 1,2E-06 6,02E-07 1 6,02E-07 -6,0708
11 62,4 6,51867E-06 7,37E-06 3,68E-06 1 3,68E-06 -5,18584
12 73,4 6,13212E-05 6,78E-05 3,39E-05 1 3,39E-05 -4,21239
13 80,5 0,000260573 0,000322 0,000161 1 0,000161 -3,58407
14 84,9 0,000638719 0,000899 0,00045 1 0,00045 -3,19469
15 88,1 0,001226014 0,001865 0,000932 1 0,000932 -2,9115
16 90,7 0,002082495 0,003309 0,001654 1 0,001654 -2,68142
17 93,1 0,003396045 0,005479 0,002739 1 0,002739 -2,46903
18 95,5 0,005538126 0,008934 0,004467 1 0,004467 -2,25664
19 97,7 0,008670679 0,014209 0,007104 1 0,007104 -2,06195
20 99,8 0,013301291 0,021972 0,010986 1 0,010986 -1,87611
21 102,1 0,021253655 0,034555 0,017277 1 0,017277 -1,67257
22 104,0 0,031302226 0,052556 0,026278 1 0,026278 -1,50442
23 105,9 0,046101687 0,077404 0,038702 1 0,038702 -1,33628
24 107,7 0,066528671 0,11263 0,056315 1 0,056315 -1,17699
25 109,5 0,096006555 0,162535 0,081268 1 0,081268 -1,0177
26 111,3 0,138545658 0,234552 0,117276 1 0,117276 -0,85841
27 113,1 0,199933218 0,338479 0,169239 1 0,169239 -0,69912
28 114,9 0,288520709 0,488454 0,244227 1 0,244227 -0,53982
29 116,7 0,416360026 0,704881 0,35244 1 0,35244 -0,38053
30 117,3 0,470507306 0,886867 0,443434 1 0,443434 -0,32743
31 117,8 0,520971732 0,991479 0,49574 1 0,49574 -0,28319
32 118,3 0,576848738 1,09782 0,54891 1 0,54891 -0,23894
33 117,1 0,451717854 1,028567 0,514283 1 0,514283 -0,34513
34 115,8 0,346595571 0,798313 0,399157 1 0,399157 -0,46018
35 114,4 0,260572874 0,607168 0,303584 1 0,303584 -0,58407
36 112,3 0,169858974 0,430432 0,215216 1 0,215216 -0,76991
37 110,5 0,11770542 0,287564 0,143782 1 0,143782 -0,9292
38 107,9 0,069295968 0,187001 0,093501 1 0,093501 -1,15929
39 106,1 0,048019312 0,117315 0,058658 1 0,058658 -1,31858
40 104,1 0,03194661 0,079966 0,039983 1 0,039983 -1,49558
41 102,1 0,021253655 0,0532 0,0266 1 0,0266 -1,67257
42 100,4 0,015031113 0,036285 0,018142 1 0,018142 -1,82301
43 98,7 0,010630377 0,025661 0,012831 1 0,012831 -1,97345
44 97,3 0,007991989 0,018622 0,009311 1 0,009311 -2,09735
45 96,4 0,006652867 0,014645 0,007322 1 0,007322 -2,17699
46 96,0 0,00613212 0,012785 0,006392 1 0,006392 -2,21239
47 94,7 0,004705073 0,010837 0,005419 1 0,005419 -2,32743
48 93,9 0,003997329 0,008702 0,004351 1 0,004351 -2,39823
49 93,3 0,003537305 0,007535 0,003767 1 0,003767 -2,45133
50 92,7 0,003130223 0,006668 0,003334 1 0,003334 -2,50442
51 92,2 0,002827011 0,005957 0,002979 1 0,002979 -2,54867
52 91,6 0,00250167 0,005329 0,002664 1 0,002664 -2,60177
53 91,0 0,002213771 0,004715 0,002358 1 0,002358 -2,65487
54 90,4 0,001959004 0,004173 0,002086 1 0,002086 -2,70796
55 90,0 0,001805665 0,003765 0,001882 1 0,001882 -2,74336
56 89,7 0,00169859 0,003504 0,001752 1 0,001752 -2,76991
57 89,2 0,001534054 0,003233 0,001616 1 0,001616 -2,81416
58 88,8 0,001413977 0,002948 0,001474 1 0,001474 -2,84956
59 88,5 0,001330129 0,002744 0,001372 1 0,001372 -2,87611
60 88,1 0,001226014 0,002556 0,001278 1 0,001278 -2,9115
61 87,7 0,001130049 0,002356 0,001178 1 0,001178 -2,9469
62 87,4 0,001063038 0,002193 0,001097 1 0,001097 -2,97345
63 86,9 0,000960066 0,002023 0,001012 1 0,001012 -3,0177
64 86,6 0,000903134 0,001863 0,000932 1 0,000932 -3,04425
65 86,2 0,000832442 0,001736 0,000868 1 0,000868 -3,07965
66 85,7 0,000751807 0,001584 0,000792 1 0,000792 -3,12389
67 85,3 0,00069296 0,001445 0,000722 1 0,000722 -3,15929
F0= 4,511335
Sumber: Dokumentasi Kelas A, 2017