Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(revisi berdasarkan permendikbud no.22 2016)

A. Sekolah : SMA Negeri 12 Banda Aceh


B. Mata Pelajaran : Kimia
C. Kelas/Semester : X/1
D. Materi Pokok : Senyawa kovalen polar dan non polar
E. Alokasi Waktu : 6 x 45 Menit (2x Pertemuan)
F. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu membedakan antara senyawa polar dengan nonpolar melalui data
keelektronegatifan unsur-unsur dengan sikap kerja sama, santun dan bertanggung
jawab.

2. Siswa mampu menjelaskan penyebab suatu senyawa bersifat polar dan dapat
membedakan antara senyawa polar dengan nonpolar melalui percobaan dengan sikap
toleran, jujur dan tanggung jawab, kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam sehingga akan
menambah rasa syukur terhadap Tuhan atas anugerah kekayaan alam yang dilimpahkan.

2. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi :


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menganalisis kepolaran 1. Menjelaskan perbedaan senyawa kovalen
senyawa polar dan non polar
2. Menjelaskan kovalen polar senyawa
berdasarkan momen dipol terhadap kepolaran
ikatan kovalen
3. Menjelaskan sifat senyawa berdasarkan
bentuk molekul

4.6 Merancang, melakukan dan 1. Melakukan percobaan mengenai kepolaran


menyimpulkan serta senyawa di dalam kelompok untuk membedakan
menyajikan hasil percobaan senyawa kovalen polar dan nonpolar
kepolaran senyawa. 2. Mempresentasikan hasil percobaan mengenai
kepolaran senyawa
3. Materi Pembelajaran :
1. Kepolaran senyawa
2. Kaitan data keelektronegatifan dengan kepolaran senyawa
3. Senyawa kovalen polar dan nonpolar

E. Metode Pembelajaran

Model : Problem Based Instruction (Pembelajaran Berdasarkan Masalah)

Pendekatan : Kontekstual dan induktif

Metode : Eksperimen, diskusi, tanya jawab, ceramah dan resitasi

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran

1. Media : Alat dan bahan praktikum, rujukan

2. Alat/Bahan : Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

3. Sumber belajar :

Harnanto,ari. Ruminten. 2009. Kimia 1 untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : erlangga.


Sunarya, yayan dan Agus Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta :
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

1. Langkah-langkah Pembelajaran :

1. Pertemuan pertama (3 x 45 menit)

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan a. Siswa menjawab salam dan berdoa bersama 10
b. Siswa menjawab apersepsi yang diajukan oleh guru : menit
Ikatan apa yang terbentuk jika di dalam proses pembentukan
ikatannya melibatkan penggunaan elektron secara bersama ?
c. Siswa menanggapi motivasi yang disampaikan oleh guru :
Bagaimanakah jika jumlah pemain tarik tambang antara kedua
grup tidak sama ?
d. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh
guru.
Inti Mengamati 105
a. Siswa dibagi dalam 5 kelompok yang beranggotakan 4 orang menit
berdasarkan nomor absen
b. Siswa mengamati tabel data keelektronegatifan dari beberapa
unsur dan gambar molekul polar dan nonpolar yang ditampilkan
oleh guru
c. Siswa menyimak topik, tugas dan kegiatan yang harus dilakukan
dalam memecahkan masalah yang disampaikan oleh guru
d. Setiap kelompok dibagikan LKPD berisi petunjuk dan soal-soal
mengenai eksperimen kepolaran senyawa
Menanya
a. Guru mengajukan pertanyaan untuk meningkatkan rasa ingin tahu
siswa agar dapat menafsirkan gambar bentuk molekul polar dan
nonpolar yang sedang ditampilkan oleh guru.
b. Tanya jawab antara siswa dengan guru mengenai gambar bentuk
molekul polar dan nonpolar agar dapat membahas tugas dan
melakukan eksperimen di LKPD seta menanyakan hubungan
kepolaran dengan bentuk molekul
Pengumpulan Data
a. Masing-masing siswa dalam setiap kelompok mengumpulkan
informasi yang sesuai dari berbagai sumber belajar mengenai
kepolaran senyawa
b. Setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan petunjuk
di LKS yang dibimbing oleh guru
c. Masing-masing kelompok mengamati dan mengumpulkan data
hasil eksperimen dengan berdiskusi di dalam kelompok untuk
memecahkan masalahnya
d. Setelah semua data yang diperlukan terkumpul, setiap kelompok
membuat hipotesis mengenai eksperimen kepolaran senyawa
Mengasosiasikan
Setiap anggota dalam kelompok menyimpulkan hasil eksperimen
untuk mendapatkan pemecahan masalahnya
Mengkomunikasikan
a. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
b. Guru memberikan kesempatan bagi kelompok lain untuk
memberikan tanggapan atau saran terhadap penyampaian hasil
diskusi kelompok tersebut
c. Tanya jawab antar kelompok mengenai materi yang belum
dipahami
d. Siswa menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
mengenai materi pembelajaran hari ini.
Penutup a. Siswa membuat kesimpulan dari hasil diskusi pembelajaran hari 20
ini dibimbing oleh guru. menit
b. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja
yang baik.
c. Refleksi terhadap pembelajaran hari ini.
d. Siswa mengerjakan evaluasi selama 10 menit.
e. Guru menugaskan setiap kelompok untuk membuat laporan
mengenai eksperimen kepolaran senyawa
f. Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan selanjutnya mengenai pengelompokkan senyawa
kovalen polar dan nonpolar dan sifatnya
2. Pertemuan Kedua (3 x 45 menit)

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan a. Siswa menjawab salam dan berdoa bersama 10
b. Siswa menjawab apersepsi yang diajukan oleh guru : menit
Apa yang menyebabkan suatu senyawa bersifat polar ?
c. Siswa menanggapi motivasi yang disampaikan oleh guru :
Mengapa minyak tidak larut di dalam air ?
d. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh
guru.
Inti Mengamati 105
a. Siswa dibagi dalam 5 kelompok yang beranggotakan 4 orang menit
berdasarkan nomor absen
b. Siswa mengamati tabel pengelompokkan senyawa kovalen polar
dan nonpolar serta sifatnya yang ditampilkan oleh guru
c. Siswa menyimak topik, tugas dan kegiatan yang harus dilakukan
dalam memecahkan masalah yang disampaikan oleh guru
d. Setiap kelompok dibagikan LKPD berisi soal-soal mengenai
pengelompokkan senyawa kovalen polar dan nonpolar serta
sifatnya
Menanya
a. Guru mengajukan pertanyaan untuk meningkatkan rasa ingin tahu
siswa agar dapat menafsirkan tabel pengelompokkan senyawa
kovalen polar dan nonpolar serta sifatnya yang sedang
ditampilkan oleh guru.
b. Tanya jawab antara siswa dengan guru mengenai
pengelompokkan senyawa kovalen polar dan nonpolar serta
sifatnya agar dapat membahas tugas di LKPD
Pengumpulan Data
a. Masing-masing siswa dalam setiap kelompok mengumpulkan
informasi yang sesuai dari berbagai sumber belajar mengenai
pengelompokkan senyawa kovalen polar dan nonpolar serta
sifatnya
b. Setiap kelompok berdiskusi membahas tugas di LKPD
c. Setelah semua data yang diperlukan terkumpul, setiap kelompok
membuat hipotesis mengenai pengelompokkan senyawa kovalen
polar dan nonpolar serta sifatnya
Mengasosiasikan
Setiap anggota dalam kelompok menyimpulkan mengenai
pengelompokkan senyawa kovalen polar dan nonpolar serta
sifatnya
Mengkomunikasikan
a. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
b. Guru memberikan kesempatan bagi kelompok lain untuk
memberikan tanggapan atau saran terhadap penyampaian hasil
diskusi kelompok tersebut
c. Tanya jawab antar kelompok mengenai materi yang belum
dipahami
d. Siswa menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
mengenai materi pembelajaran hari ini.
Penutup a. Siswa membuat kesimpulan dari hasil diskusi pembelajaran hari 20
ini dibimbing oleh guru. menit
b. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja
yang baik.
c. Refleksi terhadap pembelajaran hari ini.
d. Siswa mengerjakan evaluasi selama 10 menit.
e. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa
f. Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan selanjutnya mengenai teori domain elektron untuk
menentukan bentuk molekul suatu senyawa
H. Penilaian

1. Jenis /teknik penilaian : Penugasan, tes tertulis

2. Bentuk instrument : PR, sikap, uraian

3. Instrumen :-

Soal Ulangan Harian

Soal

1. Apakah perbedaan senyawa kovalen polar dan non polar ?


2. Jelaskan senyawa H2O, NH3 dan CH4 bersifat polar atau non polar (Nomor atom H =1, O=
8, N = 7, C = 6, P = 15, Cl = 17) !

Kunci Jawaban Kuis

No
Kunci Jawaban Skor
Soal

1 Ikatan kovalen murni non polar memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 50


* Bentuk molekul yang terjadi simetris
* beda keelektronegatifan antaratom yang berikatan sangat kecil dan mendekati
nol
* tidak terdapat pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat.
contoh molekul yang berikatan kovalen murni dan bersifat nonpolar adalah
CH4

Ikatan kovalen murni polar memiliki ciri-ciri yang berlawanan dengan molekul
nonpolar, yaitu :
* bentuk molekul yang terjadi asimetris
* beda keelektronegatifan antaratom yang berikatan sangat besar
* terdapat pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat.
contoh molekul yang berikatan kovalen murni dan bersifat polar adalah HF

2 H2O bersifat polar karena O sebagai atom pusat memiliki pasangan elektron bebas. 50

NH3 bersifat polar karena N sebagai atom pusat memiliki pasangan elektron bebas.

CH4 bersifat non polar karena C sebagai atom pusat tidak memiliki pasangan
elektron bebas

H.
I. Urain materi
A.Senyawa Polar
Kepolaran adalah sifat zat yang merupakan pengaruh dari bentuk molekul. Senyawa dapat bersifat
polar atau nonpolar. Sifat polar diakibatkan oleh distribusi rapatan elektron tidak merata, sehingga ada
sisi molekul yang distribusi rapatan elektronnya lebih besar, sedangkan sisi lainnya lebih rendah. Sisi
yang rapatan elektronnya lebih besar menjadi lebih negatif, sedangkan sisi lainnya menjadi lebih positif.
Dengan kata lain molekul polar mempunyai dua kutub karena pusat muatan atau dipol positif (+)
terpisah dari pusat muatan atau dipol negatif (-). Sedangkan molekul polar diakibatkan oleh distribusi
rapatan elektron yang tersebar secara merata.

Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsurnya. Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEInya cenderung tertarik ke
salah satu atom yang berikatan. Kepolaran suatu ikatan kovalen ditentukan oleh
keelektronegatifan suatu unsur. Senyawa kovalen polar biasanya terjadi antara atom-atom unsur
yang beda keelektronegatifannya besar, mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai
momen dipol (= hasil kali jumlah muatan dengan jaraknya) 0.
Contoh H2O, HCL, HF, HI dan HBr

a. H2O
Keelektronegatifan 2,1; 3,5
Beda keelektronegatifan = 3,5 2,1 = 1,4
= q x r = 1,85 Debye

b. NH3
Keelektronegatifan 2,1; 3,0
Beda keelektronegatifan = 3,0 2,1 = 0,9
= q x r = 1,47 Debye

c. HF
Keelektronegatifan 2,1; 4,0
Beda keelektronegatifan = 4,0 2,1 = 1,9
= q x r = 1,91 Debye

Ciri-Ciri Senyawa Polar:


1. Dapat larut dalam air dan pelarut polar lain

2. Memiliki kutub (+) dan kutub (-) , akibat tidak meratanya distribusi elektron

3. Memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan
keelektronegatifan.

B. Senyawa Non Polar


Senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai
elektronegatifitas yang sama/hampir sama. Ikatan kovalen nonpolar yaitu ikatan kovalen yang PEInya
tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen nonpolar terbentuk antara
atom-atom unsur yang mempunyai beda keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 (nol)
atau mempunyai bentuk molekul simetri.

Contoh
O2, CO2, CH4 dan Cl2

a. CH4
Keelektronegatifan CH4 = 2,1 ; 2,5
Beda keelektronegatifan = 2,5 2,1 = 0,4
= 0 Bentuk molekul simetri

Gambar.Senyawa non polar:

Ciri-Ciri Senyawa Non Polar :


1. Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain

2. Tidak memiliki kutub (+) dan kutub (-), akibat meratanya distribusi elektron

3. Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau
keelektronegatifannya sama.
Tabel. Perbedaan senyawa polar dan non polar sebagai berikut:

Senyawa polar Senyawa nonpolar


Secara umum terbentuk dari ikatan Secara umum terbentuk dari ikatan antar
antar atom yang berbeda atom yang sama
Bentuk molekul tidak simetris (terdapat Bentuk molekul simetris ( tidak terdapat
PEB) PEB)
Memiliki beda keelektronegatifan Tidak memiliki beda keelektronegatifan

J. Lembar kerja peserta didik


KEPOLARAN SENYAWA

Nama/Kelompok :

Kelas :

Alokasi Waktu: : 3 x 45 menit

Tujuan Pembelajaran

1) Peserta didik mampu menjelaskan pengertian kepolaran senyawa

2) Peserta didik mampu menganalisis kepolaran senyawa

berdasarkan bentuk molekul

3) Peserta didik mampu meneganalisis kepolaran senyawa

berdasarkan gaya antar molekul

4) Peserta didik mampu mengklarifikasikan senyawa polar dan non

polar berdasarkan gaya antar molekul


PENGANTAR

Perhatikan gambar dibawah ini!

minyak

air

Gambar1. Minyak yang tak dapat larut dalam air

Berdasarkan gambar di atas, kita dapat mengetahui bahwa air tidak dapat menyatu dengan air.

Mengapa demikian?

Pemisahan antara minyak dengan air disebabkan karena adanya perbedaan sifat kepolaran.

Dimana senyawa polar tidak akan pernah larut dengan senyawa polar.

Berbeda dengan minyak, garam


dapur (NaCl) mudah larut dalam
air. Hal ini disebabkan keduanya
bersifat polar.

Senyawa yang bersifat polar akan


cenderung tertarik kepada
senyawa yang bersifat polar juga
Gambar 2. Larutan garam

Konsep

A. Senyawa Polar dan Nonpolar

Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar
elektron pada unsur unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berkaitan
tersebut mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda.

Senyawa non polar : Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar
elektron pada unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang
berikatan mempunyai nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama

Contoh Senyawa kovalen polar: HCl

oo
H Cl
oo
*o

oo

Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron, tetapi

keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.

Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat

daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi

semacam kutub dalam molekul HCl).


oo
H Cl

oo
*o oo

Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan

keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.

Contoh senyawa nonpolar:

H
*o

*o
H *o C H
*o

oo oo
oo

oo
oo

**
**
oo

H O C O

Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis, akan tetapi

pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun

senyawa, sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk

kutub).

Ciri-ciri senyawa polar :

1. Dapat larut dalam air dan pelarut polar lain

2. Memiliki kutub (+) dan kutub (-) , akibat tidak meratanya distribusi elektron
3. Memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau

memiliki perbedaan keelektronegatifan

` Ciri-ciri senyawa non polar :

1. Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain

2. Tidak memiliki kutub (+) dan kutub (-) , akibat meratanya distribusi elektron

3. Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui)

atau keelektronegatifannya sama

B. Kepolaran senyawa berdasarkan bentuk molekul

Kepolaran dapat terjadi pada molekul dwiatom dan poliatom. Berdasarkanb

harga keelektronegatifannya, kepolaran dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Kepolaran pada Molekul Dwiatom

Jika dua macam atom yang berbeda keelektronegatifannya membentuk ikatan


kovalen, posisi pasangan elektron ikatan akan lebih tertarik oleh atom yang
keelektronegatifannya lebih besar. Pada molekul HCl, keelektronegatifan Cl = 3,0
dan H = 2,1, sehingga pasangan elektron ikatan akan tertarik oleh atom Cl dan
atom Cl cenderung lebih negatif daripada atom H. Pada molekul HCl akan terjadi
dua kutub muatan yaitu pada Cl relatif negatif, sedangkan H relatif positif.
Muatan yang berbeda disebut dipol dan ditulis untuk atom bermuatan positif
dan untuk atom bermuatan negatif. Struktur HCl ditulis:

Tanda panah () menunjukkan arah elektron tertarik

Molekul HCl disebut molekul polar. Ikatannya disebut ikatan kovalen polar.

2. Kepolaran pada Molekul Poliatom

Molekul air terdiri dari satu atom O dan dua atom H dengan keelektronegatifan O
= 3,5 dan H = 2,1.

Struktur Lewis H2O :

Perbedaan keelektronegatifan O dan H menyebabkan elektron lebih tertarik ke


oksigen, maka atom atom H akan cenderung bermuatan positif dan atom O
bermuatan negatif. Akibatnya molekul air bersifat polar.

Contoh pada karbon tetraklorida, CCl4.


Pada molekul CCl4 keelektronegatifan Cl lebih besar daripada C maka Cl
cenderung bermuatan negatif dan C bermuatan positif. Arah kutub positif ke
kutub negatif pada molekul CCl4 saling berlawanan maka dipol yang erjadi saling
meniadakan akibatnya molekul CCl4 bersifat nonpolar

Tugas !

1. Apa yang dimaksud dengan senyawa polar dan senyawa non


polar?
Jawab:.......................................................................................................
.....................................................................................................................
....................................................................................................

2. Tentukan mana yang termasuk senyawa polar dan senyawa


nonpolar darisenyawa non polar dibawah ini jika diketahui
elektronegatifan
H = 2,1 O = 3,5 F=4 N= 3 C = 2,5
a. H2 d. CH4
b. CO2 e. NH3
c. H2O f. HF

Jawab:.......................................................................................................
.....................................................................................................................
....................................................................................................

C. Kepolaran senyawa berdasarkan gaya antar molekul

Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi oleh adanya perbedaan keelekktronegatifan

antara atom atom yang berikatan dan bentuk molekul, Senyawa dikatakan

bersifat polar jika selisih keelektronegatifan antar atom penyusunnya semakin

besar. Bentuk molekul juga menyebabkan senywa bersifat polar. Adanya muatan

electron yang tidak seimbang antaratom dalam senyawa polar mengakibatkan

terjadinya suatu kutub ( dipol)

Senyawa dikatakan bersifat nonpolar jika terbentuk dari atom sejenis atau

senyawa yang distribusi muatannya simetris

1 Gaya Van Der Waals

Gaya ini merupakan gaya antarmolekul yang sangat lemah . Gaya ini di bagi

menjadi 2 :

a. Gaya London

Gaya London merupakan gaya tarik menarik antar molekul nonpolar akibat

adanya dipole terimbas yang ditimbulkan oleh perpindahan alektron dari satu

keorbital yang lain membentuk dipole sesaat.

Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relative( Mr ) dan bentuk

molekul .Jika massa molekul relative semakin besar , molekul semakin mudah
mengalami polarisasi sehingga gaya London semakin kuat, dan molekul mengalami

polarisasi , semakin tinggi titik ddihnya dan titik lelehnya .

b. Gaya tarik dipol

Molekul molekul polar cenderung menyusun diri dengan cara saling

mendekati kutub positif dari suatu molekul dengan kutub negative molekul yang

lain. Gaya tarik menarik ini disebut gaya tarik dipol. Semakin besar momen dipole

yang dimilki suatu senyawa , semakin besar gaya tarik dipol yang dihasikan .

2 Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrgen jauh lebih kuat daripada gaya gaya Van der Waals . Zat ini

mempunyai ikatan hidrogen memerlukan energi yang besar untuk memutuskan .

OIleh karena itu, titik didih dan titik lelehnya sangat tinggi.

Diskusi !

Diskusikan dengan anggota kelompokmu tentang contoh senyawa

yang termsuk dalam senyawa polar dan senyawa nonpolar!

Buatlah dalam bentuk tabel dan presentasikan di depan kelas!


LATIHAN !

Berilah tanda (X) pada jawaban yang dianggap benar!

1. Kelompok molekul di bawah ini yang semuanya mempunyai ikatan kovalen


non polar adalah

A. H2, Cl2 dan CCl4

B. H2O, HCl. Dan NH3

C. H2, H2O dan CCl4

D. Cl2, HCl dan CCl4

E. CCl4, HCl. dan NH3

2. Diketahui molekul ;

1, CCl4 2. PCl5 3. NH3 4. HCl

Senyawa yang bersifat kovalen polar ditunjukan oleh nomor

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C 1 dan 4

D. 2 dan 3
E. 3 dan 4

3. Suatu ikatan kovalen disebut polar bila

A. terjadi serah terima electron

B. terjadi penggunaan beersama electron

C. pasangan electron tertarik sama kuat ke dua atom yang berikatan

D. pasangan electron tertarik lebih kuat ke salah atom yang berikatan

E. pasangan electron ikatan berasal dari salah satu atom

4. Senyawa yang mengandung ikatan kovalen polar adalah . . . .


A. BCl3
B. H2O
C. CO2
D. CH4
E. CCl4
5. Hidrogen dapat membentuk senyawa kovalen polar dengan unsur golongan
halogen. Berikut ini yang paling polar adalah . . . .
A. HF
B. HCl
C. HBr
D. HI
E. HNO3

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan mengapa H2O bersifat polar dan CCl4 bersifat nonpolar!


Jawab:............................................................................................................................
...............................................................................................................

2. Urutkanlah senyawa dibawah ini dari kepolaran yang tinggi ke


kepolaran yang rendah
ClF, F2, BrF, HF,dan IF
Jawab:............................................................................................................................
...............................................................................................................

3. Jelaskan perbedaan antara senyawa polar dengan nonpolar, dan berikan


masing masing contohnya (minimal tiga senyawa)!
Jawab:............................................................................................................................
...............................................................................................................

SELAMAT BEKERJA.............
LEMBAR KEGIATAN
PESERTA DIDIK (LKPD)

PRAKTIKUM

KEPOLARAN SENYAWA

Nama/Kelompok :

Kelas :

Alokasi Waktu: : 3 x 45 menit

Tujuan Percobaan

Peserta didik mampu mengklarifikasikan


senyawa polar dan non polar
KEPOLARAN SENYAWA

Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar
elektron pada unsur unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berkaitan
tersebut mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda.

Senyawa non polar adalah Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan
antar elektron pada unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur
yang berikatan mempunyai nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama

Ciri-ciri senyawa polar :

1. Dapat larut dalam air dan pelarut polar lain

2. Memiliki kutub (+) dan kutub (-) , akibat tidak meratanya distribusi
elektron

3. Memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau

memiliki perbedaan keelektronegatifan

` Ciri-ciri senyawa non polar :

1. Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain

2. Tidak memiliki kutub (+) dan kutub (-) , akibat meratanya distribusi
elektron

3. Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui)


LEMBAR KEGIATAN

Alat : Gelas Plastik dan sendok plastik

Bahan : Air, Minyak tanah, Garam dapur, Alkohol, dan

Minyak goreng

Langkah kerja:

a. Masukkan 100 mL air kedalam gelas plastik

b. Tambahkan 1 sendok garam dapur ke dalam air

c. Aduk secara konstan

d. Amati perubahan yang terjadi

e. Ulangi langkah berikut untuk Minyak tanah, alkohol,

dan minyak goreng

Tugas!

1. Buatlah tabel hasil pengamatan

2. Buatlah laporan hasil percobaan


TUGAS!

1. Bagaimana kelarutan minyak tanah, garam dapur,


alakohol,dan minyak goreng dalam air?

2. Sebutkan 3 contoh senyawa polar dan senyawa non polar!

SELAMAT BEKERJA........!
Menyetujui,
Banda Aceh, 13 November 2016
Kepala Sekolah Guru mata pelajaran

(Dra. Latifah Hanum M.si.) ( Wiwik Fatmala S.Pd.)


NIP.