Anda di halaman 1dari 36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. IDENTITAS SEKOLAH
Sekolah : SMA Negeri 1 Palembang
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/Ganjil
Materi Pokok : Laju Reaksi
Alokasi Waktu : 12 JP x 45 menit (6 x pertemuan)

B. KOMPETENSI INTI
KI 1 dan KI 2 Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun
responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humoniora dengan wawancara
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan perosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
C. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
KD 3 KD 4
3.6 Memahami teori tumbukan dalam 4.6 Menyajikan hasil penelusuran
reaksi kimia berdasarkan pengaruh informasi cara-cara
suhu terhadap laju rata-rata partikel pengaturan dan penyimpanan
zat dan pengaruh konsentrasi bahan untuk mencegah
terhadap frekuensi tumbukan perubahan fisika dan kimia
yang tak terkendali.
3.7 Menentukan orde reaksi dan 4.7 Merancang, melakukan, dan
tetapan laju reaksi berdasarkan menyimpulkan serta
data hasil percobaan menyajikan hasil percobaan
faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
dan orde reaksi.
IPK IPK
3.6.1 Menjelaskan pengertian laju reaksi 4.6.1 Menyajikan hasil diskusi
3.6.2 Menjelaskan terjadinya reaksi tentang terjadinya reaksi
kimia berdasarkan teori tumbukan kimia berdasarkan teori
tumbukan
3.7.1 Menyebutkan 4 faktor-faktor yang 4.7.1 Merancang percobaan
mempengaruhi laju reaksi untuk menentukan
3.7.2 Menentukan orde reaksi konsentrasi, luas
3.7.3 Menentukan konstanta laju dan permukaan bidang sentuh,
persamaan laju reaksi dan suhu terhadap laju
reaksi.
4.7.2 Melakukan percobaan
untuk menentukan
pengaruh konsentrasi, luas
permukaan bidang sentuh,
dan suhu terhadap laju
reaksi

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui model pembelajaran discovery learning dengan menggali informasi
dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi,
diharapkan siswa terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung,
memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggung
jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan
kritik, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan
teori tumbukan, menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data
hasil percobaan, menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan
penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak
terkendali, serta merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan
hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi.

E. MATERI PEMBELAJARAN
Fakta
Kemolaran, konsep laju reaksi, faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi, persamaan laju reaksi, dan teori tumbukan.

Konsep
Laju reaksi dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah pereaksi untuk setiap
satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan
waktu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan,
konsentrasi, suhu dan katalis.
Semakin besar konsentrasi pereaksi, semakin banyak jumlah partikel
pereaksi sehingga semakin besar peluang terjadinya tumbukan.
Semakin luas permukaan, semakin besar peluang terjadinya tumbukan
antar-pereaksi.
Pada suhu tinggi, partikel-partikel yang terdapat dalam suatu zat akan
bergerak (bergetar) lebih cepat daripada suhu rendah.

Prinsip

Rumus kemolaran :

=

dengan : M = kemolaran (mol/L)


n = jumlah zat terlarut (mol)
V = volume larutan (L)

Rumus kemolaran dengan kadar larutan


10
=

dengan :
M = kemolaran larutan (mol/L)
= jumlah zat terlarut (mol)
kadar = % massa
mm = massa molar (g/mol)

Rumus pengenceran larutan

V1 M1 = V2 M2
dengan :
V1M1 = jumlah mol zat terlarut sebelum pengenceran
V2M2 = jumlah mol zat terlarut sesudah pengenceran
Rumus laju reaksi

pA + qB rC

v = k [A]m [B]n

dengan :
v = laju reaksi (mol dm-3 det -1)
k = tetapan laju reaksi
m = orde reaksi terhadap A
n = orde reaksi terhadap B
[A] = konsentrasi awal A (mol/dm3)
[B] = konsentrasi awal B (mol/dm3)

Prosedur
Langkah-langkah melakukan percobaan sederhana tentang laju reaksi

F. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model : Discovery learning
3. Metode : Diskusi , tanya jawab, dan penugasan

G. MEDIA/ALAT/BAHAN
1. White board dan spidol
2. Laptop
3. LCD
H. SUMBER BELAJAR
Watoni, AH. 2014. KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Bandung : Yrama
Widya
Internet

I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan Guru mengucapkan salam, melihat 10
kondisi ruang kelas
Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam
kelas (religius)
Menyanyikan lagu wajib nasional
Guru mengabsen siswa
Guru menanya pelajaran sebelumnya
Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti Stimulus 60
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi seperti
membaca buku yang berhubungan
dengan pengertian laju reaksi
(literasi), lalu guru memberikan
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
stimulus berupa tayangan gambar
(disiplin)

Roti berjamur

Kembang api
Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta
didik untuk menanyakan tentang
gambar yang ditayangkan, dan
menanyakan mana yang termasuk
reaksi cepat dan reaksi lambat (rasa
ingin tahu) ,

Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan
informasi yang relevan dari membaca
literatur (literasi) tentang pengertian
laju reaksi
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar
(literasi), mengerjakan soal yang
berkaitan dengan pengertian laju
reaksi

Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan
untuk membuktikan benar atau
tidaknya jawaban mengenai
pengertian laju reaksi (komunikasi)

Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang pengertian laju
reaksi
3 Penutup Pendidik menanyakan kembali kepada 20
peserta didik tentang kejelasan materi
yang telah dipelajari.
Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya
yaitu teori tumbukan
Berdoa dan memberi salam
Pertemuan Kedua

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan Guru mengucapkan salam, melihat 10
kondisi ruang kelas
Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam
kelas (religius)
Menyanyikan lagu wajib nasional
Guru mengabsen siswa
Guru menanya pelajaran sebelumnya
\Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti Memberi stimulus 60
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi seperti
membaca buku yang berhubungan
dengan teori tumbukan (literasi), lalu
guru memberikan stimulus berupa
tayangan gambar (disiplin)
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta
didik untuk menanyakan tentang
gambar yang ditayangkan (rasa ingin
tahu)

Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan
informasi yang relevan dari membaca
literatur (literasi) tentang teori
tumbukan, model teori tumbukan pada
reaksi kimia

Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar
(literasi), mengerjakan soal yang
berkaitan dengan teori tumbukan,
model teori tumbukan pada reaksi
kimia

Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan
untuk membuktikan benar atau
tidaknya jawaban mengenai teori
tumbukan, model teori tumbukan pada
reaksi kimia
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang teori
tumbukan, model teori tumbukan pada
reaksi kimia
3 Penutup Pendidik menanyakan kembali kepada 20
peserta didik tentang kejelasan materi
yang telah dipelajari.
Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya
yaitu faktor yang mempengaruhi laju
reaksi: konsentrasi, suhu
Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ketiga

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan Guru mengucapkan salam, melihat 10
kondisi ruang kelas
Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam
kelas (religius)
Menyanyikan lagu wajib nasional
Guru mengabsen siswa
Guru menanya pelajaran sebelumnya
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti Memberi stimulus 60
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi seperti
membaca buku yang berhubungan
dengan faktor yang mempengaruhi
laju reaksi: konsentrasi, suhu
(literasi), lalu guru memberikan
stimulus berupa tayangan gambar
(disiplin)

Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta
didik untuk menanyakan tentang
gambar yang ditayangkan (rasa ingin
tahu)

Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
peserta didik untuk mengumpulkan
informasi yang relevan dari membaca
literatur (literasi) tentang faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: konsentrasi
, faktor yang mempengaruhi laju
reaksi: suhu dan energi aktivasi

Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar
(literasi), mengerjakan soal yang
berkaitan dengan faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: konsentrasi
, faktor yang mempengaruhi laju
reaksi: suhu dan energi aktivasi

Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan
untuk membuktikan benar atau
tidaknya jawaban mengenai faktor
yang mempengaruhi laju reaksi:
konsentrasi , faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: suhu dan
energi aktivasi

Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkantentang faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: konsentrasi
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
dan suhu
3 Penutup Pendidik menanyakan kembali kepada 20
peserta didik tentang kejelasan materi
yang telah dipelajari.
Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya
yaitu faktor yang mempengaruhi laju
reaksi: Luas permukaan
Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Keempat
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
1 Pendahuluan Guru mengucapkan salam, melihat 10
kondisi ruang kelas
Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam
kelas (religius)
Menyanyikan lagu wajib nasional
Guru mengabsen siswa
Guru menanya pelajaran sebelumnya
Guru menyampaikan kompentesi dasar
dan tujuan materi yang akan di pelajari
Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti Memberi stimulus 60
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi seperti
membaca buku yang berhubungan
dengan faktor yang mempengaruhi laju
reaksi: luas permukaan (literasi), lalu
guru memberikan stimulus berupa
tayangan gambar (disiplin)

Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta
didik untuk menanyakan tentang
gambar yang ditayangkan (rasa ingin
tahu)

Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan
informasi yang relevan dari membaca
literatur (literasi) tentang faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: luas
permukaan

Pengolahan data
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Dengan membaca literatur/bahan ajar
(literasi), mengerjakan soal yang
berkaitan dengan faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: luas
permukaan

Pembuktian
eserta didik melakukan pemeriksaan
untuk membuktikan benar atau
tidaknya jawaban mengenai faktor
yang mempengaruhi laju reaksi: luas
permukaan
Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: luas
permukaan
3 Penutup Pendidik menanyakan kembali kepada 20
peserta didik tentang kejelasan materi
yang telah dipelajari.
Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya
yaitu faktor yang mempengaruhi laju
reaksi: katalis , aplikasi di industri
Berdoa dan memberi salam
Pertemuan Kelima
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
1 Pendahuluan Guru mengucapkan salam, melihat 10
kondisi ruang kelas
Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam
kelas (religius)
Menyanyikan lagu wajib nasional
Guru mengabsen siswa
Guru menanya pelajaran sebelumnya
Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti Memberi stimulus 60
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi seperti
membaca buku yang berhubungan
dengan faktor yang mempengaruhi
laju reaksi: katalis , aplikasi di industri
(literasi), lalu guru memberikan
stimulus berupa tayangan gambar
(disiplin)
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu

Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta
didik untuk menanyakan tentang
gambar yang ditayangkan (rasa ingin
tahu)

Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan
informasi yang relevan dari membaca
literatur (literasi) tentang faktor yang
mempengaruhi laju reaksi : katalis ,
aplikasi di industri, peran katalis
dalam reaksi penguraian peroksida,
peran katalis dalam penguraian
HCOOH, peran katalis dalam reaksi
adisi etena, peran katalis dalam
industri

Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar
(literasi), mengerjakan soal yang
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
berkaitan dengan faktor yang
mempengaruhi laju reaksi : katalis ,
aplikasi di industri, peran katalis
dalam reaksi penguraian peroksida,
peran katalis dalam penguraian
HCOOH, peran katalis dalam reaksi
adisi etena, peran katalis dalam
industri

Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan
untuk membuktikan benar atau
tidaknya jawaban mengenai faktor
yang mempengaruhi laju reaksi:
katalis , aplikasi di industri

Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang faktor yang
mempengaruhi laju reaksi: katalis ,
aplikasi di industry
3 Penutup Pendidik menanyakan kembali kepada 20
peserta didik tentang kejelasan materi
yang telah dipelajari.
Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
yaitu persamaan laju reaksi dan orde
reaksi
Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Keenam

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan Guru mengucapkan salam, melihat 10
kondisi ruang kelas
Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam
kelas (religius)
Menyanyikan lagu wajib nasional
Guru mengabsen siswa
Guru menanya pelajaran sebelumnya
Guru menyampaikan kompentesi dasar
dan tujuan materi yang akan di pelajari
Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti Memberi stimulus 60
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi seperti
membaca buku yang berhubungan
dengan persamaan laju reaksi dan orde
reaksi (literasi), lalu guru memberikan
stimulus berupa tayangan gambar
(disiplin)
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu

Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta
didik untuk menanyakan tentang
gambar yang ditayangkan (rasa ingin
tahu)

Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan
informasi yang relevan dari membaca
literatur (literasi) tentang persamaan
laju reaksi dan orde reaksi

Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar
(literasi), mengerjakan soal yang
berkaitan dengan persamaan laju reaksi
dan orde reaksi

Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan
untuk membuktikan benar atau
tidaknya jawaban mengenai persamaan
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
laju reaksi dan orde reaksi

Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang persamaan laju
reaksi dan orde reaksi
3 Penutup Pendidik menanyakan kembali kepada 20
peserta didik tentang kejelasan materi
yang telah dipelajari.
Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya
yaitu kesetimbangan kimia
Berdoa dan memberi salam

J. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek

2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : Lembar pengamatan aktivitas
peserta didik
b. Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : Lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : Penilaian laporan
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian
KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial
teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri
dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali (sesuai peraturan
akademik sekolah) dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk
tugas tanpa tes tertulis kembali.
5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan
pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
Siswa yang mencapai nilai n(ketuntasan) n n(maksimum)

diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman


sebagai pengetahuan tambahan
Siswa yang mencapai nilai n n(maksimum) diberikan materi
melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan.

Palembang, November 2017


Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa P4,

Putri Nilam Sejati Rabeka Yulina Fitri


NIP 197309042006202005 NIM 06101281419028
Lampiran 1
BAHAN AJAR
LAJU REAKSI

A. Pengertian Laju Reaksi dan Penentuannya.


1. Pengertian Laju Reaksi
Istilah laju atau kecepatan sering dibicarakan dalam ilmu fisika, pengertian
laju dalam reaksi sebenarnya sama dengan laju pada kendaraan yang bergerak,
misalnya seseorang mengendarai sepeda motor sejauh 100 km ditempuh dalam
waktu 2 jam. Orang tersebut mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 50
km/jam. Kecepatan tersebut dapat diartikan bahwa setiap orang tersebut
mengendarai kendaraannya selama 1 jam maka jarak yang ditempuh bertambah
50 km. Pernyataan tersebut juga dapat diartikan bahwa setiap orang tersebut
mengendarai sepeda motornya selama 1 jam maka jarak yang harus ditempuh
berkurang sejauh 50 km. Cara menghitung kecepatan demikian ini menghasilkan
kecepatan rata-rata, karena selama mengendarai kendaraan mulai dari berangkat
sampai tiba ditujuan tidak selalu mengendarai dengan laju 50 km/jam, tetapi ada
kalanya berhenti, dipercepat atau diperlambat. Reaksi kimia menyangkut
perubahan dari suatu pereaksi (reaktan) menjadi hasil reaksi atau produk, yang
dinyatakan dengan persamaan reaksi :

Reaktan (pereaksi) produk (hasil reaksi)

Seperti halnya pada contoh di atas, maka laju reaksi dapat dinyatakan sebagai
berkurangnya jumlah reaktan untuk setiap satuan waktu atau bertambahnya
jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Ukuran jumlah zat dalam reaksi
kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M), dengan
demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau
bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik).
Satuan laju reaksi umumnya dinyatakan dalam satuan mol dm-3det-1 atau
mol/liter detik . Satuan mol dm-3 atau molaritas ( M ), adalah satuan konsentrasi
larutan.
Gambar 3.1. menunjukkan suatu proses sederhana dari reaksi perubahan molekul
A menjadi molekul B yang dinyatakan dengan persamaan reaksi :
A B
Berkurangnya jumlah molekul A dan bertambahnya molekul B diikuti dengan
selang waktu 10 detik. Dari gambar 3.1. tersebut tampak bahwa berkurangnya A
dalam setiap selang waktu 10 detik mengakibatkan bertambahnya B, dengan
demikian laju reaksi dapat dinyatakan :
A B
Laju reaksi = atau laju reaksi =
t t
Tanda negatif dari A menunjukkan bahwa A berkurang, sedangkan B berharga
positip karenma B bertambah.

Gambar. 3.1. Perubahan A B diikuti setiap 10 detik


molekul

molek

10 20 30 40 50

Waktu (detik)

Gambar. 3.2. Kurva laju reaksi A B

2. Stoikiometri Laju Reaksi


Terdapat hubungan stoikiometri antara laju reaksi yang diukur terhadap
berkurangnya konsentrasi pereaksi dan bertambahnya konsentrasi hasil reaksi.
Untuk reaksi A B bila laju reaksi dinyatakan sebagai berkurangnya A setiap
satuan waktu - [A]/ t akan sama dengan laju reaksi yang dinyatakan berdasar
bertambahnya B setiap satuan waktu [B]/ t sebab setiap sebuah molekul A
berkurang maka akan menghasilkan sebuah molekul B.
Untuk reaksi yang memenuhi persamaan reaksi :
2CD
berarti setiap 2 molekul C yang berkurang setiap satuan waktu akan menghasilkan
sebuah molekul D, dengan demikian laju reaksi yang diukur berdasarkan jumlah
D yang dihasilkan akan setara dengan dari laju reaksi yang diukur berdasar
berkurangnya C dalam satuan waktu yang sama, atau laju reaksi = - [C]/ t =
[D]/t
Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi :
a A + bB cC + dD
berlaku,
1 A 1 B 1 C 1 D
laju reaksi =
a t b t c t d t

3. Penentuan Laju Reaksi.


Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fiisika atau dengan cara
kimia. Dengan cara fisika penentuan konsentrasinya dilakukan secara tidak
langsung, yaitu berdasar sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh
konsentrasi campuran, misalnya daya hantar listrik, tekanan (untuk reaksi gas),
absorbsi cahaya, dan lain-lainnya. Penentuan secara kimia dilakukan dengan
menghentikan reaksi secara tiba-tiba ( reaksi dibekukan ) setelah selang waktu
tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisa kimia.
Berikut ini contoh penentuan laju reaksi dari reaksi antara larutan Br2 dengan
asam formiat pada suhu 25oC yang ditentukan melalui konsentrasi Br2 untuk
setiap satuan waktu. Konsentrasi Br2 ditentukan melalui spektrofootometer
berdasarkan perubahan warna Br2 yang tersisa. Reaksi yang terjadi adalah :

HCOOH (l) + Br2(aq) 2 Br (aq) + 2 H+(aq) + CO2(g)

Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :


Tabel.3.1. Hasil Pengukuran Laju Reaksi
Bromin dengan asam formiat pada 25oC
Waktu Konsentrasi Br2 Laju reaksi laju
k= (detik-1)
(detik) (M) (M/detik) Br2
0,0 0,0120 4,2 x 10-5 3,50 x 10-3
50,0 0,0101 3,52 x 10-5 3,49 x 10-3
100,0 0,00846 2,96 x 10-5 3,50 x 10-3
150,0 0,00710 2,49 x 10-5 3,51 x 10-3
200,0 0,00596 2,09 x 10-5 3,51 x 10-3
250,0 0,00500 1,75 x 10-5 3,50 x 10-3
300,0 0,00420 1,48 x 10-5 3,52 x 10-3
350,0 0,00353 1,23 x 10-5 3,48 x 10-3
400,0 0,00296 1,04 x 10-5 3,51 x 10-3
Dengan mengikuti perubahan konsentrasi Br2 dari waktu ke waktu dapat
ditentukan laju reaksi rata-rata dalam selang waktu tertentu dengan perhitungan :
Br2
Laju rata-rata =
t
Br2 akhir Br2 mula mula
=
t akhir t awal
dengan menggunakan data pada tabel 3.1. dapat dihitung laju reaksi rata-rata pada
50 detik pertama sebagai berikut :

laju rata-rata =
0,0101 0,0120M 3,8 x 10 5 M / det ik
50,0 det ik

Dengan cara yang sama maka laju rata-rata pada 100 detik pertama adalah,

laju rata rata =


0,00846 0,0120M 3,54 x 10 5 M / det ik
100,0 det ik
Dari kedua perhitungan tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan laju reaksi
rata-rata yang dihitung dalam selang waktu yang berbeda. Pendekatan ini tidak
akurat sehingga diperlukan cara perhitungan laju reaksi yang berlaku dalam setiap
saat, yang dikenal dengan laju reaksi sesaat.
Laju reaksi sesaat dapat ditentukan melalui cara grafik, dimana laju reaksi
sesaat sebenarnya merupakan gradien dari kurva antara waktu dengan perubahan
konsentrasi pada selang waktu tertentu. Oleh karena itu terdapat suatu bilangan
tetap yang merupakan angka faktor perkalian terhadap konsnetrasi yang disebut
sebagai tetapan laju reaksi (k). Dengan demikian maka laju reaksi sesaat secara
umum dapat dinyatakan sebagai ,laju reaksi k [Br2]
B. Hukum Laju Reaksi
Dari percobaan penentuan laju reaksi menunjukkan bahwa laju reaksi akan
menurun dengan bertambahnya waktu, ini berarti ada hubungan antara konsentrasi
zat yang tersisa saat itu dengan laju reaksi. Pada percobaan - percobaan
menunjukkan bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari
zat-zat pereaksi, pernytaan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau
Persamaan laju reaksi.
Secara umum untuk reaksi : pA + qB r C

V = k [ A]m [B]n
dimana, v = laju reaksi ( mol dm-3 det-1 )
k = tetapan laju reaksi
m = tingkat reaksi (orde reaksi) terhadap A
n = tingkat reaksi (orde reaksi) terhadap B
[A] = konsentrasi awal A ( mol dm-3)
[B] = konsentrasi awal B (mol dm-3)

Tingkat reaksi total adalah jumlah total dari tingkat reaksi semua pereaksi, tingkat
reaksi nol (0) berarti laju reaksi tersebut tidak teropengaruh oleh konsentrasi
pereaksi, tetapi hanya tergantung pada harga tetapan laju reaksi (k). Harga k
tergantung pada suhu, jika suhunya tetap harga k juga tetap.
Persamaan laju reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi , tetapi
melalui percobaan. Hasil percobaan tabel 12.1. menunjukkan hasil percobaan
penentuan laju reaksi antara gas hidrogen dengan nitrogen monoksida yang
dilakukan pada suhu 800o C, dengan persamaan reaksi :
2H2(g) + 2 NO(g) 2 H2O(g) + N2(g)
Percobaan [ NO ] awal [ H2] awal Laju awal pembentukan N2
ke- (mol dm-3) (mol dm-3 ) (mol dm-3 det-1 )
1 0,006 0,001 0,0030
2 0,006 0,002 0,0060
3 0,006 0,003 0,0090
4 0,001 0,006 0,0005
5 0,002 0,006 0,0020
6 0,003 0,006 0,0045

Tabel.2.2. Hasil Percobaan Penentuan Persamaan Laju reaksi


antara gas NO dan gas H2 pada 800oC.

Percobaan 1 , 2 dan 3, menunjukkan konsentrasi NO dibuat tetap (sebagai


variabel kontrol) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gas H2 terhadap laju
reaksi (sebagai variabel manipulasi), dan sebaliknya percobaan 4, 5, dan 6 yang
menjadi variabel kontrolnya adalah konsentrasi gas H2 dan sebagai variabel
manipulasinya konsentrasi gas NO.
Dengan membandingkan percobaan 4 dan 5, terlihat bahwa jika konsentrasi
NO didua-kalikan laju reaksi menjadi 4 kali lebih cepat, dan dari percobaan 4 dan
6 jika konsentrasi NO ditiga-kalikan laju reaksinya menjadi 9 kali lebih cepat,
maka

v k [NO]2
atau,

v4 k NO H 2
m n

v5 k NOm H 2 n

0,0005 k 0,001 0,006


m n

0,0020 k 0,002m 0,006 n
m
1 1

4 2
m = 2
maka v = k [NO]2

Dari percobaan 1 dan 2 didapat bila konsentrasi gas H2 didua-kalikan laju


reaksinya menjadi dua kali lebih cepat, dan jika konsentrasi gash H2 ditiga-kalikan
laju reaksinya mnenjadi tiga kali dari laju semula, maka

v k [H2]
atau,

v1 k NO H 2
m n

v2 k NOm H 2 n

0,003 k 0,006 0,001


m n

0,006 k 0,006m 0,002n
n
1 1

2 2
n = 1
maka v = k[H2]

Dengan demikian persamaan laju reaksinya,

v = k [NO]2 [H2]

Harga k pada percobaan tersebut dapat dicari dengan menggunakan persamaan


diatas, misalnya diambil data dari percobaan 2,

v = k [NO]2 [H2]
0,0060 mol dm-3 det-1 = k ( 0,006 mol dm-3 )2 (0,002 mol dm-3)

0,0060 mol dm-3 det-1


k =
(0,006 mol dm-3 )2 ( 0,002 mol dm-3)
= 8,33 x 104 mol-2 dm6 det-1

Satuan harga k dapat berubah tergantung pada tingkat (orde) reaksi totalnya. Bila
dibuat kurva antara laju reaksi terhadap konsentrasi maka didapat tipe grafik
seperti pada gambar 2.1. Dari kurva tersebut terlih bahwa pada reaksi berorde
nol, maka konsentrasi pereaksi tersebut tidak berpengaruh terhadap lajunya reaksi.

C. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi

1. Teori Tumbukan
Suatu zat dapat bereaksi dengan zat lain apabila partikel-partikelnya saling
bertumbukan. Tumbukan yang terjadi tersebut akan menghasilkan energi untuk
memulai terjadinya reaksi. Terjadinya tumbukan antar partikel disebabkan oleh
karena partikel-partikel (molekul-molekul) zat selalu bergerak dengan arah yang
tidak teratur. Tumbukan antara partikel-partikel yang bereaksi tidak selalu
menghasilkan energi, hanya tumbukan yang menghasilkan energi yang cukup
yang dapat menghasilkan reaksi. Model tumbukan antar partikel dapat
digambarkan sebagai bola yang akan menggelinding dari lekukan suatu bukit ke
lereng bukit, diperlukan energi supaya bola menggelinding mencapai puncak
lekukan ( keadaan transisi), setelah mencapai keadaan transisipun masih
diperlukan energi agar bisa terlepas dari puncak lekukan tersebut agar bisa
menggelinding ke lereng gunung jika energi tidak cukup maka bola tersebut akan
menggelinding kembali ke lekukan itu. (Gb. 2.4)
Gambar.3.4. Bola menggelinding akan kembali ke lembah bila energinya
tidak cukup untuk mendorong sampai dipuncak.

Energi yang diperlukan agar bola sampai ke puncak bukit dan menggelinding
dianalogikan sebagai energi pengaktifan. Dalam reaksi kimia Energi Pengaktifan
(Energi Aktivasi) merupakan energi minimum agar suatu reaksi dapat
berlangsung. Tumbukan yang menghasilkan energi yang cukup untuk
menghasilkan reaksi disebut dengan tumbukan efektif. Dengan menggunakan
teori tumbukan ini dapat dijelaskan bagaimana faktor faktor yang dapat
mempercepat laju reaksi.

2. Konsentrasi
Secara umum konsentrasi pereaksi akan mempengaruhi laju reaksi, pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi untuk adalah khas untuk setiap reaksi. Pada reaksi
orde-0 (nol) perubahan konsentrasi pereaksi tidak berpengaruh terhadap laju
reaksi.
Reaksi orde-1 (satu) setiap kenaikan konsentrasi dua kali akan mempercepat
laju reaksi menjadi dua kali lebih cepat, sedangkan untuk reaksi orde-2 bila
konsentrasi dinaikan menjadi dua kali laju reaksi menjadi empat kali lebih cepat.
Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi ini dapat dijelaskan dengan model teori
tumbukan. Makin tinggi konsentrasi berarti makin banyak molekul-molekul
dalam setiap satuan luas ruangan, dengan demikian tumbukan antar molekul
makin sering terjadi, semakin banyak tumbukan yang terjadi berarti kemungkinan
untuk menghasilkan tumbukan efektif semakin besar, dan reaksi berlangsung
lebih cepat.
3. Luas Permukaan Sentuhan
Untuk reaksi heterogen (fasenya tidak sama), misalnya logam seng dengan
larutan asam klorida, laju reaksi selain dipengarhui oleh konsentrasi asam klorida
juga dipengaruhi oleh kondisi logam seng. Dalam jumlah (massa) yang sama
butiran logam seng akan bereaksi lebih lambat habis daripada serbuk seng.
Reaksi terjadi antara molekul - molekul asam klorida dalam larutan dengan atom-
atom seng yang bersentuhan langsung dengan asam klorida. Pada butiran seng
atom - atom seng yang bersentuhan langsung dengan asam klorida lebih sedikit
daripada pada serbuk seng, sebab atom-atom seng yang bersetuhan hanya atom
seng yang ada dipermukaan butiran, tetapi bila butiran seng tersebut dipecah
menjadi butiran - butiran yang lebih kecil, atau menjadi serbuk, maka atom-atom
seng yang semula didalam akan berada dipermukaan dan terdapat lebih banyak
atom seng yang secara bersamaan bereaksi dengan larutan asam klorida. Dengan
menggunakan teori tumbukan dapat dijelaskan bahwa semakin luas permukaan zat
padat semakin banyak tempat terjadinya tumbukan antar partikel zat yang
bereaksi.

4. Suhu dan Laju Reaksi


Harga tetapan laju reaksi (k) akan berubah bila suhunya berubah, kenaikan
sekitar 10oC akan menyebabkan harga tetapan laju reaksi menjadi dua atau tiga
kali. Dengan naiknya harga tetapan laju reaksi (k), maka reaksi akan menjadi
lebih cepat. Jadi dengan naiknya suhu akan mengakibatkan laju reaksi akan
berlangsung makin cepat.
Hal tersebut dapat dijelaskan dengan menggunakan teori tumbukan, yaitu bila
terjadi kenaikan suhu maka molekul - molekul yang bereaksi akan bergerak lebih
cepat, sehingga energi kinetiknya tinggi. Karena energi kinetiknya tinggi maka
energi yang dihasilkan pada tumbukan antar molekul akan menghasilkan energi
yang besar dan cukup untuk berlangsungnya reaksi. Dengan demikian semakin
tinggi suhu berarti akan kemungkinan terjadinya tumbukan yang menghasilkan
energi juga semakin banyak, dan berakibat reaksi berlangsung lebih cepat. Bila
pada setiap kenaikan toC suatu reaksi berlangsung n kali lebih cepat maka laju
reaksi pada t2 (V2) bila dibandingkan laju reaksi pada t1 (V1) dapat dirumuskan :
t 2 t
V2 V1 n t

5. Katalisator
Beberapa reaksi kimia yang berlangsung lambat dapat dipercepat dengan
menambahkan suatu zat ke dalamnya, tetapi zat tersebut pada waktu reaksi selesai
ternyata tidak berubah, misalnya pada peruraian kalium klorat untuk
menghasilkan gas oksigen dengan persamaan reaksi :
2 KClO3(s) 2 KCl(s) + 3 O2(g)
berlangsung pada suhu tinggi dan berjalan lambat, tetapi dengan penambahan
kristal MnO2 ke dalamnya ternyata reaksi akan dapat berlangsung dengan lebih
cepat pada suhu yang lebih rendah. Setelah semua KClO3 terurai ternyata MnO2
masih tetap ada (tidak berubah). Dalam reaksi tersebut MnO2 disebut sebagai
katalisator. Katalisator adalah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi,
tanpa dirinya mengalami perubahan yang kekal. Suatu katalisator mungkin dapat
terlibat dalam proses reaksi atau mengalami perubahan selama reaksi berlangsung,
tetapi setelah reaksi itu selesai maka katalistor akan diperoleh kembali dalam
jumlah yang sama. Katalisator mempercepat reaksi dengan cara mengubah
jalannya reaksi, dimana jalur reaksi yang ditempu tersebut mempunyai energi
aktivasi yang lebih rendah daripada jalur reaksi yang biasanya ditempuh, jadi
dapat dikatakan bahwa katalisator berperan di dalam menurunkan energi
aktivasi.
Lampiran 2
Penilaian
INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 1 Palembang


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : XI / Semester I
Mata Pelajaran : Kimia

KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK


NO WAKTU NAMA
PERILAKU SIKAP NEG LANJUT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16