Anda di halaman 1dari 13

BAHAN BANGUNAN YANG BERBAHAYA

DAN INOVASI BAHAN BANGUNAN


SELLI NOVIA F221 15 077

TEKNIK ARSITEKTUR
UNIVERSITAS TADULAKO
2015/2016
BAHAN BANGUNAN YANG BERBAHAYA
Pemilihan material/bahan untuk bangunan memang perlu diperhatikan, terutama yang berhubungan
dengan kesehatan penghuninya termasuk Anda sendiri. Untuk itu ada beberapa material/bahan
bangunan yang berbahaya yang perlu kita ketahui serta penyakit yang dapat di timbulkannya, seperti :

I. BAHAN BANGUNAN YANG BERSUMBER DARI KAYU ADALAH PENGGUNAAN


POLITUR, MELAMIN (UREA FORMAL-DEHYDE)
kayu merupakan bahan material alami sehingga lebih ramah lingkungan. Sering kali orang
memperindah warna kayu dengan menggunakan politur.
POLITUR
Politur merupakan bahan finishing yang terdiri atas top coat dan colorant. Bahan
ini banyak digunakan untuk finishing kayu yang memperlihatkan keindahan serat
alami. Keunggulan finishing dengan bahan ini adalah kepraktisannya saat
diaplikasikan. Sayangnya, beberapa produk dari bahan ini memiliki potensi
membahayakan kesehatan. Potensi tersebut ditunjukkan oleh produk-produk
politur dengan pelarut organic.Thinner adalah salah satu jenis pelarut organik
yang bisa digunakan untuk melarutkan politur. Meskipun penggunaannya tidak
sebesar spiritus, namun politur berpelarut thinner masih ada di
pasaran.Kandungan membahayakan thinner sendiri sebenarnya berasal dari VOC
(Volatile Organic Compounds) atau senyawa organik mudah menguap. Saat
larutan politur bercampur thinner diaplikasikan pada kayu, thinner akan menguap
dan meninggalkan lapisan kering pada kayu. Menguapnya thinner harus dihindari
oleh manusia. Sebab, sebagaimana yang disebutkan EPA, VOC dalam thinner
bisa menyebabkan iritasi, pusing, hingga kanker. Jadi, saat sedang mempolitur
kayu, hendaknya Anda menggunakan masker. Dan setelahnya, jauhi kayu
terpolitur sampai benar-benar kering.

Gambar 1.1. Penggunaan Politur pada pintu dan kusen


www.sonokelingwood.com
MELAMIN (UREA FORMAL-DEHYDE)
Melamin merupakan salah satu jenis plastik yang terbuat dari resin (bahan utama
plastik) dan formalin atau formaldehid. Formaldehid ini digunakan untuk
menambah daya ikat molekul bahan finishing. Pewarnaan juga lebih bervariasi
pada bahan ini.

Gambar 1.2. Finishing Furniture menggunakan Melamine


finishing-jati.blogspot.com

PENYAKIT YANG DAPAT DITIMBULKAN PADA PENGGUNAAN POLITUR DAN


MELAMIN :
Alergi kulit
Mata
Gangguan selaput lendir

Gambar 1.3. Penyakit yang ditimbulkan pada penggunaan politer dan melamin
www.obatpenyakitkulit.net

II. BAHAN BANGUNAN YANG DIBUAT DARI PVC : PIPA PVC, LEM PVC, CAT PVC,
LANTAI VILIL, KARPET PLASTIK, LEM KONTAK
Bahan-bahan ini memiliki sifat yang ringan, kuat dan reaktivitas rendah, sehingga
cocok untuk berbagai keperluan.
Polyvinyl Chloride (PVC) merupakan salah satu jenis plastik yang paling luas
penggunaannya, baik di dunia maupun di Indonesia. Penggunaan PVC setiap tahun
mengalami peningkatan. PVC digunakan mulai dari bahan bangunan, automotif, alatalat
kesehatan, hingga barang-barang yang dipakai dalam rumah tangga. PVC termasuk jenis
plastik dengan aplikasi material yang luas dan mampu memenuhi spesifikasi produk yang
diinginkan. Namun PVC merupakan salah satu jenis plastik berbahaya bagi kesehatan dan
lingkungan. Diketahui bahwa PVC merupakan plastik berbahan dasar klorin, salah satu
senyawa paling berbahaya yang pernah ada. PVC merupakan salah satu sumber
penghasil dioksin. Selama proses pembuatan PVC baik dari pembentukan VCM hingga
menjadi produk plastik memakai bahan yang berbahaya, seperti zat aditif yaitu stabilizer
dan plasticizer. Di Eropa sendiri PVC sudah menjadi perhatian serius mulai dari akhir
tahun 1990-an. Eropa melarang penggunaan PVC sampai tahun 2020. Di Indonesia belum
ada peraturan yang secara khusus melarang penggunaan PVC. PVC yang terbuat dari
plastik serbaguna bisa digunakan untuk plafon, dinding, partisi, lantai, dan sebagainya.
PVC sendiri juga bisa menjadi pengganti produk lain seperti gypsum, triplek, kayu,
keramik, wallpaper, cat, dan sebagainya. Dari segi pemasangan, PVC bisa terbilang cepat,
praktis, dan tidak mengakibatkan retak atau gelombang. Masalah yang terjadi saat
menggunakan bahan lain bisa diatasi oleh PVC.
PVC juga bisa digunakan pada dinding, lantai, atau plafon. Bentuk, warna, dan
coraknya yang lebih terang membuat terlihat lebih ekslusif. Seperti corak mirip kayu jati
sangat elegan dipakai sebagai plafon. Untuk corak, PVC menawarkan berbagai macam,
mulai corak kayu, silver aluminium, putih, garis, wallpaper, dan sebagainya. Ada berbagai
corak, sebut saja plafon PVC dengan corak mirip kayu.
Dituturkan, ada berbagai alasan orang memilih menggunakan bahan PVC. Antara lain
karena tahan air, anti rayap, pemasangan cepat, peredam panas, peredam api, ringan,
bebas perawatan, dan sebagainya. Walaupun PVC terbuat dalam kandungan plastik,
namun jika terbakar akan menciut karena meredam api.

Gambar 1.4. Pipa PVC


www.congdonlumber.com

PENYAKIT YANG DAPAT DITIMBULKAN PADA PENGGUNAAN BAHAN DARI


PVC:
Kanker hati
Jika dibakar menguapkan asam klorida (menyebabkan matinya tumbuh-
tumbuhan)
Penyakit hati dan ginjal
Gambar 1.5. Akibat Penggunaan bahan dari PVC
https://piparumahku.wordpress.com/2012/04/07/bahaya-pvc-bagi-kehidupan-manusia/

III. BAHAN BANGUNAN : CAT SINTETIS (CAT BESI/KAYU), THINNER, CAT EPOKSI
YANG MENGANDUNG ETYLALKOHOL, EPOKSI MESIN

Gambar 1.6. Cat untuk tembok


sekilasharga.com

Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan
tujuan memperindah (decorative), memperkuat (reinforcing) atau melindungi (protective)
bahan tersebut. Tetapi dalam penggunaan dan pemilihan cat anda harus berhati-hati
karena beberapa kandungan didalamnya dapat menimbulkan penyakit. Kandungan itu
seperti :
1. Solvent, solvent dalam cat digunakan sebagai pencampur cat sehingga cat lebih
mudah diaduk dan cepat kering. Namun solvent tidak ramah bagi lingkungan dan
kesehatan manusia. Solvent yang ada dalam kandungan cat akan menguap setelah
cat diaplikasikan. Uap yang dihasilkan membutuhkan waktu untuk benar-benar hilang
dari udara di dalam ruang yang baru dicat.
Uap solvent yang menyebar di udara ini bisa mencemari lingkungan dan
menyebabkan gangguan kesehatan bila terhirup secara berlebihan. Solvent bisa
menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti seperti mata pedas, kulit perih,
gangguan saluran pernapasan, atau alergi. Sedangkan bila dihirup dalam jangka
waktu lama, bahan ini bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, dan gangguan
sistem saraf.

2. Timbal, Selain VOC, bahan berbahaya lainnya yang terkandung dalam cat adalah
timbal dan merkuri. timbal sering digunakan dalam campuran cat untuk menghasilkan
warna-warna cerah. Timbal ini terkandung di dalam pigmen, yaitu bahan untuk
memberi warna pada cat. Cat warna kuning dan oranye memiliki kandungan timbal
yang lebih tinggi dibandingkan warna-warna lain. Biasanya penambahan timbal ini
berlaku untuk cat minyak. Timbal bisa menyebabkan gangguan sistem saraf dan organ
reproduksi. Pada tubuh anak-anak, timbal yang melebihi ambang batas akan
memengaruhi tingkat kecerdasan dan perilaku.

3. Merkuri, seperti halnya timbal, merkuri merupakan bahan logam berat yang ada dalam
kandungan cat. Di dalam cat, merkuri salah satunya digunakan dalam campuran anti
jamur. Merkuri yang masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan gangguan pada
susunan saraf, otak dan ginjal. Lebih parah lagi, baik VOC, timbal maupun merkuri
selain merusak tubuh juga bisa merusak lingkungan.

IV. BAHAN BANGUNAN : ASBES (PLAFON DAN ATAP)

Gambar 1.7. Plafond an Atap Asbes


pnpmmpd-talun.blogspot.com

Asbes adalah bentuk serat mineral silika yang termasuk dalam kelompok serpentine
(krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi
Mg6(OH)6(Si4O11) H2O), dan amphibole dari mineral-mineral pembentuk batuan,
termasuk: actinolite, amosite (asbes coklat, cummingtonite, grunnerite), anthophyllite,
chrysotile (asbes putih), crocidolite (asbes biru), tremolite, atau campuran yang sekurang-
kurangnya mengandung salah satu dari mineral-mineral tersebut.
Asbes biasanya digunakan sebagai atap rumah kerena memiliki keuntungan,
diantaraya :
Mudah didapatkan
Harganya murah
Bobotnya ringan
Pengerjaannya lebih mudah
Tahan terhadap ppanas, kedap suara, kedap air

Debu Asbes adalah partikel-partikel asbes yang beterbangan/ bertebaran di udara


atau partikel-partikel asbes terendap yang dapat terhambur ke udara sebagai debu di
lingkungan kerja.

Serat asbes dapat terhirup adalah partikel asbes berdiameter kurang dari 3 um dan
yang panjangnya sekurang-kurangnya tiga kali panjang diameternya.

Debu Asbes dapat mengkontaminasi melalui:

a. Operasi penambangan atau penggilingan


b. Pengolahan bahan-bahan yang mengandung asbes atau akibat pembuatan/
produksi barang-barang yang mengandung asbes
c. Pemakaian atau penggunaan barang-barang hasil produksi yang mengandung
asbes
d. Kegiatan membongkar, membuka, mencopoti, memperbaiki kerusakan (reparasi)
atau merawat barang-barang hasil produksi yang mengandung asbe
e. Kegiatan menghancurkan dan merubuhkan bangunan pabrik atau bangunan
lainnya yang mengandung bahan-bahan berasbes
f. Kegiatan memindahkan (transportasi), menyimpan dan kegiatan yang
menyebabkan timbulnya kontak atau sentuhan fisik dengan asbes atau bahan-
bahan yang mengandung asbes
g. Kegiatan-kegiatan lain yang menimbulkan resiko terkena debu asbes yang ada di
udara.

Bahaya kesehatan yang ditimbulkan debu asbes:

Asbestosis: fibrosis (yang menimbulkan penebalan dan luka gores pada paru-
paru)
Kanker paru-paru: termasuk kanker batang tenggorokan
Mesothelioma: kanker pada bagian lain saluran pernapasan seperti kanker
pleura atau peritoneum.

Debu asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura di sana sini (diffuse
pleural thickening) dan timbulnya lapisan plak pleura (circumscribed pleural
plaques) yang dapat mengarah pada pengapuran. Serat asbestos yang terhirup
akan masuk ke dalam paru dan menimbulkan jaringan ikat, peradangan, serta
perlengketan pada paru.
Gambar 1.8. Asbestosis dan Kanker Paru-Paru
enfermedadclinica.com

V. BAHAN BANGUNAN : GAS RADON (MERUPAKAN PENGUAPAN DARI TANAH)

Gambar 1.9. Gas Radon yang tersebar di lingkungan


pulsk.com

Radon (Rn) merupakan gas radioaktif yang tidak berwarna, tak berbau, tidak berasa, dan
secara kimia tidak reaktif. Ia terbentuk dari turunan radium-226 yang termasuk dalam
rantai luruhan uranium-238 yang ada dalam batu, tanah, dan air.
Berbagai bahan bangunan seperti granit, Italian tuff, serta alum shale concrete ringan
mengandung konsentrasi tinggi radium-226 yang dapat menjadi sumber migrasi radon di
dalam ruangan. Ternyata udara luar berperan penting bagi masuknya radon ke dalam
ruangan melalui ventilasi udara, pintu ,dan jendela (Alatas, 2004; Anies, 2006).
Komponen terbesar dari paparan radon pada manusia melalui inhalasi radon dan
turunannya yang berumur pendek. Radon dan 1/3 hasil luruhannya akan terinhalasi dan
masuk ke dalam organ paru sebagai organ target.
Gas radon yang terinhalasi ini dapat masuk ke dalam darah serta berbagai organ
maupun jaringan tubuh manusia. Studi epidemiologi yang pernah dilakukan belum
menunjukkan hubungan positif antara radon lingkungan dan kejadian leukemia.
Penggunaan bahan tambang seperti asbes dan sisa-sisa hasil pengolahan bahan
tambang sebagai bahan bangunan untuk rumah dan gedung dapat memperbesar kadar
radon. Kasus cukup menarik terjadi di Swedia. Rumah-rumah di negeri ini umumnya
bertembok dari bahan bangunan lokal yang dikenal dengan nama aerated concrete. Bahan
bangunan ini mengandung shale.
Aerated concrete telah dipakai sebagai bahan bangunan sejak abad ke-19 dan
mengisi sepertiga bahan bangunan di Swedia. Alun shale ditemukan di beberapa daerah
bagian tengah dan selatan Swedia, serta banyak mengandung unsur radioaktif alam
seperti 238U, 232Th, dan 40K. Swedia merupakan negara dingin sehingga rumah-rumah
di sana membutuhkan penghangat ruangan. Untuk menghemat bahan bakar, rumah-
rumah dibuat bertembok tebal dengan sedikit ventilasi. Ini dimaksudkan agar tidak banyak
panas dalam ruangan yang hilang. Namun akibat lain pun timbul, yaitu menumpuknya gas
radon dalam ruangan yang dipancarkan dari dinding rumah maupun lantai (Koh, 2004).

Ada Beberapa Upaya untuk Meminimalisasi Bahaya yang Mungkin Ditimbulkan dari Material
atau Bahan Bangunan yang Berbahaya untuk Kesehatan, Setidaknya Kita Mempunyai Beberapa
Solusi Diantaranya :

1. Apabila rumah baru saja dicat, atau ada furniture yang baru difinishing (dicat/dipolitur),
sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara waktu hingga bau menyengat dari formaldehyde tidak
tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi selama 6 12 bulan. Sebaiknya ventilasi
dalam ruangan dipikirkan dan digunakan dengan baik agar gas dapat lebih dinetralisir oleh
udara segar.
2. Pada saat ini banyak dikembangkan bahan-bahan finishing berbahan dasar air, yang lebih
ramah lingkungan karena kandungan bahan kimia organik yang mudah menguap lebih rendah.
Berbagai bahan material rumah tinggal yang baik digunakan sebenarnya tersedia cukup
banyak. Bahan material ini biasanya langsung berasal dari alam dan tidak melalui industri yang
melibatkan bahan kimia berbahaya.
3. Pilih bahan bangunan yang sehat (tidak tercampur bahan kimia berbahaya) seperti batu alam,
tanah liat, batako, kayu, bambu, rumbia, ijuk, alang-alang, logam, bata merah, genteng tanah,
kaca, beto, batako, conblok, kertas dll.
4. Kayu bisa tanpa finishing dibiarkan terlihat serat kayu dan teksturnya.
5. Menggunakan konstruksi yang relatif tidak memerlukan lapisan isolasi, misalnya daripada dak
beton, lebih baik menggunakan atap konvensional.
6. Gunakan jenis atap yang memiliki aliran udara yang baik agar relatif tidak memerlukan lapisan
pelindung termal.
7. Gunakan tegel, keramik, parkit, bamboo mat (lapisan pengganti karpet dari bambu), dsb.
INOVASI BAHAN BANGUNAN

Papan Semen Pengganti Kayu

Gambar 1.10. Pengaplikasian bahan semen dan Fiber pada dinding rumah
blog.rumah123.com

Kayu semakin langka. Bahan semen dan fiber yang diolah menyerupai kayu bisa jadi pilihan.
Inilah langkah bijak dan praktis dapatkan sensasi alam dari material buatan. Kayu masih menjadi
primadona untuk dekorasi rumah. Sayangnya jumlahnya yang kini kian langka membuat harganya
semakin tak terjangkau. Belum lagi perawatannya membutuhkan tenaga dan biaya ekstra. Isu
lingkungan global warming pun membuat kita harus bijak menggunakan kayu. Sebagai gantinya kini
ada papan yang terbuat dari semen dan serat fiber. Keunggulan papan semen ini memiliki sifat tahan
air, tahan api, anti rayap, tidak mengandung asbestos, tidak menyerap kelembaban, kaku dan tidak
mudah melengkung. Permukaannya pun dibuat menyerupai serat kayu.

Sifatnya yang tahan cuaca ini membuat papan semen acapkali digunakan di eksterior
bangunan. Namun tidak menutup kemungkinan juga digunakan pada interior bangunan. Dengan
finishing yang tepat dan pencahayaan yang baik, interior ruangan dengan papan semen juga bisa
tampil cantik. Waktu pemasangan papan semen tidak terlampau lama. Untuk tukang yang ahli hanya
dibutuhkan 10-15menit/m2 . Harganya pun cukup terjangkau Rp50.000-Rp60,000. Ukuran yang
tersedia umumnya panjang 4m, tebal 8mm, dengan variasi lebar 10cm, 20cm, 30cm.

Anda juga bisa memasangnya sendiri. Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti water pas,
meteran, mesin bor, palu, obeng. visher S5, sekrup gipsum, self drilling screw , alat potong (alat
potong keramik atau gergaji), polyurethane sealant, cat, dan kuas.

Langkah pemasangannya sebagai berikut. Pertama-tama pasang rangka dari besi hollow
galvanis . Buat jarak sekitar 40-60cm. Lubangi papan semen dan rangka besi dengan bor sebelum
memasang sekrup. Jarak sekrup dari tepi atas, bawah, samping 1,5cm. Gunakan sekrup 11/4 inci.
Lakukan overshunk ketika melubangi papan semen, agar kepala sekrup dapat masuk. Ratakan jejak
sekrup dengan polyurethane sealent . Setelah itu tinggal cat dengan cat waterbase. Jika mengingkan
tampilan seperti kayu gunakan cat acrylic woodstain yang juga berbasis air (waterbase ).

Panel Komposit Pengganti Bata untuk Dinding Rumah

Gambar 1.11. Pengaplikasian Panel Dinding Pengganti Bata


arzandesign.wordpress.com
Berbobot ringan, panel yang terbuat dari bahan kimia khusus ini dibuat untuk menjadi alernatif
bahan untuk dinding rumah. Untuk dinding rumah, ada bahan dari papan semen, beton ringan aerasi,
dan pelat metal. Kini ada juga panel komposit. Julukan panel komposit ini muncul lantaran isinya
menggunakan bahan kimia khusus yang dilapis metal atau papan semen.Ada tiga jenis komposit
panel. Pertama, Expanded Polystyrene (EPS) atau sejenis styrofoam. Bagian luar bahan dilapis rangka
galvanis dan zincalume . Panel yang berlapis ini berperan sebagai material alternatif pangganti bata
atau beton. Fungsi panel juga dapat mereduksi temperatur bangunan. Kedua, bahan Polyurethane
(PU). Bahan ini mirip busa yang bertekstur butiran halus. Kandungan bahan ini lebih baik ketimbang
EPS tadi. Pada PU tertentu, kandungan bahan terbuat dari Isocynate dan Polyol . Bahan PU dilapis
dengan dua jenis bahan. Ada yang menggunakan galvanis dan zincalume mirip EPS, ada pula yang
menggunakan papan semen kombinasi fiber selulosa, semen, dan pasir.

Menurut Amelito D. Lacson, Managing Director PT Isopanel Dunia, pelapis papan semen
mampu merespons perubahan cuaca. Oleh sebab itu, papan semen andal ditempatkan pada semua
bagian dinding rumah. Bahan Polyurethane memiliki daya tahan yang baik. Ia dapat diaplikasikan pada
area dinding teras hingga kamar mandi. Cukup menggunakan finishing dengan cat, keramik, atau batu
alam. Ketiga, Polyiscoyanurate (PIR). Bentuknya sekilas mirip dengan PU, tapi kandungan bahannya
lebih baik. Ia tak hanya mampu mereduksi temperatur udara, tapi juga tidak mudah tersulut api.
Aplikasinya cocok untuk bangunan publik, seperti pabrik makanan atau farmasi. Bahan PU atau PIR ini
dapat diuji dari density -nya. Semakin tinggi kerapatan, semakin baik menjadi insulasi dan tahan api.
https://cvastro.com/tips-memilih-material-bahan-bangunan-untuk-kesehatan.htm

http://hargacat.com/bahaya-politur-berpelarut-thinner.html

http://economy.okezone.com/read/2012/03/05/472/587327/waspadai-material-dan-bahan-bangunan-
beracun

http://istanapelangi.blogspot.co.id/2009/11/bahan-bangunan-dengan-pvc-solusi-untuk.html

https://core.ac.uk/display/12126457

http://www.edupaint.com/cat/pengetahuan-dasar/444-read-110613-waspadai-bahan-berbahaya-
cat.html

https://rumahkusorgaku.wordpress.com/2008/07/17/waspada-asbes-di-sekitar-kita/

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/07/09/71573/Radon-Material-Penyebab-
Kanker-Paru