Anda di halaman 1dari 61

PERAN IBI DALAM PENINGKATAN

MUTU LULUSAN PENDIDIKAN BIDAN

*NETTI HELINA,SPd.,M.Kes

Ketua Pengurus DAERAH Ikatan Bidan Indonesia PROVINSI JATIM


Disampaikan dalam Rakor AIPKIND Prov Jatim
Hotel Haris Surabaya Tanggal 25 Agudtus 2017
ALUR PENYAJIAN
1
ORGANISASI IBI

2 3
VISI DAN MISI
STRATEGI

3.
A PERAN IBI DALAM B
INSTUSI MENINGKATKAN MUTU 1.KERJASAMA DENGAN
PEDDKAN LULUSAN PENDIDIKAN PENGGUNA(USER)
BIDAN 2.PDDKBERKELANJUTAN
BIDAN

4.
KESIMPULAN
PENDAHULUAN
PELAYANAN PENINGKATAN
BIDAN KEBIDANAN KESEHATAN IBU
DAN ANAK

PROFESIONAL
NASIONAL
GLOBAL
DIPENGARUHI
KEBIJAKAN
KOMPETENSI * PENDIDIKAN
* PELAYANAN
* NASIONAL
* GLOBAL
PERANAN OP

PERFORMANCE
UTILISASI
3
1
ORGANISASI PROFESI IBI

WADAH BERHIMPUNNYA

IKATAN BIDAN INDONESIA (IBI)


Status
- Di dirikan : June, 24 - 1951
- Member of ICM : 1956

Struktur Organisasi
:
- PP 1 di Jakarta
:
- PD 34 Propinsi
- PC 497 di Kabupaten / Kota
- PR 2562 Kecamatan, institusi
pelayanan/ pendidikan
- Jumlah Bidan : > 429.000 (MTKI Nov.2016)
- Jumlah BPM : >40.000
SITUASI IBI DI JATIM TAHUN 2016
PD:1
PC:38/PR 365

Bidan
23.006/20.080

BPM 8.934 (42%)


Profile
RB/RS/KKB
11.112
CTU : 8.336 (93% dr
BPM/
39,2% dr bidan
Bidan Delima
: 4.160 (46,6%) dr
BPM (19,6%dr bdn)
2.
VISI IBI

MEWUJUDKAN BIDAN
PROFESIONAL BERSTANDAR
GLOBAL
MISI IBI

1.Meningkatkan kekuatan organisasi


2.Meningkatkan peran IBI dalam
meningkatkan mutu pendidikan bidan
3. Meningkatkan peran IBI dalam
meningkatkan mutu pelayanan
4.Meningkatkan Kesejahteraan Anggota
3.
S
Pengembangan standar pendidikan kebidanan
T
Peningkatan pelatihan bagi anggota IBI
R Membangun kerjasama dan kepercayaan dari donor dan mitra OP IBI
A Peningkatan advokasi kepada pemerintah untuk mendukung
T pengembangan profesi bidan

E Peningkatan pembinaan terhadap anggota berkaitan dengan


peningkatan kompetensi, profesionalisme dan aspek hukum
G Peningkatan pengumpulan data dasar ( Data Base )
I Peningkatan akses OP IBI terhadap pelayanan dan pendidikan kebidanan

Peningkatan capacity building bagi pengurus IBI


I Peningkatan pengadaan sarana prasarana (multi media)
B Membangun kepercayaan anggota IBI, donor dan mitra dengan
tetap menjaga mutu pengelolaan keuangan yang accountable
I
PEMAHAMAN SIAPA ITU BIDAN?
BIDAN MENURUT KEPMENKES RI
NO. 369/MENKES/SK/III/ TH 2007
TTG STANDAR PROFESI BIDAN

seorang perempuan yang lulus dari pendidikan


Bidan yang diakui pemerintah dan organisasi
profesi di wilayah Negara Republik Indonesia
serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk
diregister, sertifikasi dan atau secara sah
mendapat lisensi untuk menjalankan praktik
kebidanan
Siapa Bidan
Bidan?
LULUS PENDIDIKAN BIDAN DIAKUI PEM&OP
PEREMPUAN Memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk
sertifikasi, diregister dan dpt lisensi untuk praktek

PROFESIONAL AKUNTABEL & BERTANGGUNG JAWAB

Pemberdayaan, menghormati harkat, martabat &


MITRA HAM dukungan, nasehat mendorong perempuan
PEREMPUAN dpt mengambil keputusan sahabat perempuan

Preventif, Promotif, pelayanan esensial normal

LULUSAN sepanjang siklus Kes reproduksi, bayi & balita,


Deteksi dini komplikasi .Melaksanakan Tindakan
Kegawat daruratan .RUJUK
TUGAS
PENTING Konseling dan Pendidikan Kesehatan
AD-ART IBI tahun 2013-2018)
Bidan Adalah
tenaga professional yang bertanggung jawab
dan akuntabel yang bekerja sebagai mitra
perempuan untuk memberikan dukungan,
asuhan dan nasehat selama masa pra
hamil, hamil, bersalin, nifas dan masa
antara serta memfasilitasi dan memimpin
persalinan normal atas tanggung jawab
sendiri dan memberikan asuhan kepada
bayi dan anak balita
LINGKUP KEWENANGAN BIDAN
Permenkes 1464 TH 2010 -- 28 TH 2017 ttg Izin
dan Penyelenggaraan Praktik Bidan

Pelayanan Kesehatan ibu


Pelayanan Kes anak balita & pra sekolah
Pelayanan Kesehatan Reproduksi & KB
Bidan Dapat praktik
PERAN BIDAN mandiri/ bekerja di
Sebagai Pelaksana Pelayanan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Pemerintah/
Sebagai Pengelola Pelayanan Swasta/BPM ( Primer,
Sebagai Pendidik Sekunder, Tersier)

Sebagai Peneliti
Kepmen PAN
001/2008
UU NO 36 Kepmenkes ttg JABFUNG
TH.2014 369/2007 bidan dan
TTG NAKES
Standar Profesi Bidan AKNYA
KOMPETENSI BIDAN (Kepmenkes 369/2007)

1. Kemampuan komunikasi, penerapan etika


danpenyuluhan kesehatan masyarakat dengan
pemahaman sosial budaya masyarakat.
2. Asuhan Pra konsepsi dan keluarga berencana
3. Asuhan dan konseling selama kehamilan
4. Asuhan selama persalinan
5. Asuhan pada nifas dan menyusui
6. Asuhan pada bayi baru lahir
7. Asuhan pada bayi dan balita
8. Kebidanan komunitas
9. Asuhan pada ibu dengan gangguan
reproduksi
16
Asuhan Kebidanan
Mandiri
Kolaborasi
Merujuk

Comprehensive care
Integrated
Continum of Care

17
BIDAN DAN SASARAN PELAYANAN
Perempuan
Bayi baru lahir
Bidan Anak
Keluarga, komunitas

Bidan Perempuan
Remaja
Pranikah
Antenatal
Intranatal BBL
Postnatal
Masa interval KB
Lansia

18
BIDAN DAN SASARAN PELAYANAN

Komunitas Keluarga
Pemberdayaan Pembinaan
perempuan keluarga
Penggerakan Pendidikan
masyarakat BIDAN kesehatan
Pendidikan Pelayanan
kesehatan kebidanan/KB
Pelayanan Home Care /
kebidanan/KB Home visit

19
KEBIJAKAN PROGRAM DALAM PELAYANAN Pemantauan
KESEHATAN IBU dan ANAK USIA DINI tumbuh & kembang
(SDIDTK)
Masa Vitamin A
anak balita MTBS

ASI eksklusif
Masa bayi Imunisasi dasar lengkap
Vitamin A
Pemantauan tumbuh &
Masa nifas kembang (SDIDTK)
& neonatus
IMD
Kunjungan nifas (KF3)
Kunjungan neonatus
Persalinan nakes
Vit K 1 inj
di fasilitas kesehatan
Masa Imunisasi Hep B
kehamilan KB pasca salin
(kunjungan Penggunaan partograf
bumil 4x10T Manajemen Aktif Kala (MAK) III
Pencegahan infeksi
Fe (90 tablet) Tata laksana pre-eklampsia/eklampsi
asam folat
PMT ibu hamil
TT ibu hamil
3.
PERAN IBI DALAM PENINGKATAN
MUTU LULUSAN PENDIDIKAN
BIDAN

STRATEGI YG KE 6
Peningkatan akses OP IBI terhadap
pelayanan dan pendidikan kebidanan
A.PERAN IBI DALAM PELAYANAN
KESEHATAN
LATAR BELAKANG PROGRAM ( AKI DAN AKB)
PERAN BIDAN DALAM PELAYANAN KES KIA/KB
PROGRAM PEMERINTAH MENURUNKAN AKI
DAN AKB
PENDIDIKAN BIDAN DI INDONESIA SAAT INI
RUU KEBIDANAN
JUMLAH KEMATIAN IBU TAHUN
2014 2016
Jumlah Total
900 Kematian Ibu:
800
2014 : 4.925
2015 : 4.893
700
2016 : 4.340
600 (update 6 feb 2017)
500

400

300

200

100

Tahun 2014 Tahun 2015

Sumber : Data Rutin Direktorat Kesehatan


Keluarga 2014 -2016
JUMLAH KEMATIAN NEONATAL TAHUN 2014
2016
4500
Jumlah Total Kematian
4000
Neonatal:
3500 2014 : 22.734
2015 : 22.330
3000 2016 : 17.037 (update 6 Februari
2017)
2500

2000

1500

1000

500

Sumber : Data Rutin Direktorat Kesehatan


Keluarga 2014 -2016
Penyebab Kematian Ibu, Jatim
60
53.86

50

Lain-lain Perdarahan 40

27% 25%
30 26.76

19.38
20

10

Jantung
0
8% hamil bersalin nifas

hamil bersalin nifas


Infeksi
5% Eklampsi
35%

Kematian: 80% di RS
Situasi Neonatus di Jawa Timur
Fenomena 2/3 kematian
bayi
Kematian Neonatus (0 28 hari)
sebesar 81 % (4/5) dari kematian
bayi
Neonatal dini (0 7 hari) sebesar
66% (2/3) dari kematian bayi

50 43.9 43.5 42
45
40
35
30 24.8 23.4 24.6
25
20 12.8 12.3
14.9
11.7 13.4
15 8.2 9
10 4.7 6.1
5 1.5 0.8 0.8 0.6 0.5 0.7
0

TN

Kelaianan
T.L.

Lain-lain
Asfiksia

BBLR

Infeksi

Bawaan
Dimana Ibu Meninggal
??? DI RUMAH SAKIT
1. Kesiapan Petugas
2. Ketersediaan
Bahan & Alat
3. Sikap Petugas
4. Biaya

1. Kesiapan Petugas
DI PUSKESMAS 2. Ketersediaan Bahan &
Alat
3. Sikap Petugas

1. Sarana Transportasi
2. Tingkat Kesulitan
3. Waktu Tempuh 2 3 TERLAMBAT :
DI RUMAH 1. Keputusan Keluarga
3
1.Terlambat mengenal tanda bahaya
dan mengambil keputusan
Pengetahuan
Ketersediaan Biaya
Kesibukan Keluarga
1 2.Terlambat mencapai fasilitas
kesehatan
3.Terlambat mendapat pelayanan di
Sosial Budaya fasilitas kesehatan
2. Ketersediaan Transportasi
PERAN BIDAN DALAM PELAYANAN
KIA/KB
The Role of Midwives

Role of Midwives - ANC

Based on profession/care LULUSAN Based on health facilities

Source: Basic Health Survey 2013


Emi 61
SDKI TAHUN 2012
Jangkaun pelayanan kontrasepsi paling banyak oleh
bidan 42,2% ( bidan di faskes 31,7% dan bidan di
desa: 18,5%)
.dokter 2,2% ( dokter Umum 1,3% dan
spesialis0,9%)

Keterpajanan KB terbanyak oleh bidan 24%, PLKB


10% dan dokter 6%
Pemberi tahu tentang efek samping kontrasepsi
oleh bidan 77 % oleh ( bidan di desa 35,5% dan
bidan di faskes lain 41,5%)
Dokter 49,9% dan
Siapa (bidan?)yg
Kontrasepsi &
Kespro Remaja
MENGAWAL
Asuhan DISETIAP PINTU
Antenatal
Persalinan
oleh Nakes
Pelayanan
Obstetri
Emergensi

mencegah kematian ibu 31


PROGRAM KI DAN AKB PADA
RPJMN 201PEMERINTAH DLM
MENURUNKAN A5-2019
PROGRAM PRIORITAS RENSTRA KEMENKES
2015 - 2019
Meningkatnya Penurunan Pengendalian
Sinergitas Antar AKI dan AKB ATM Meningkatnya
K/L Pusat &
Efektivitas
Daerah
Litbangkes
Penurunan Pengendalian
stunting PTM

Meningkatnya Kesehatan masyarakat Meningkatnya Akses & Mutu


Fasyankes

Meningkatnya Kemandirian, Akses & Mutu Sediaan


Meningkatnya Jumlah, Jenis, Kualitas, dan Pemerataan
Farmasi (Obat, Vaksin, Biosimilar) & Alkes
Tenaga Kesehatan

Meningkatnya tata kelola Meningkatnya Kom- Meningkatnya Sistem


Meningkatnya Integrasi Perencanaan, kepemerintahan yang baik dan petensi & Kinerja Aparatur Informasi Kes. Terintegrasi
Bimtek & Monev bersih Kemenkes
SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
PADA RPJMN 2015-2019

NO INDIKATOR STATUS AWAL TARGET


2019

Meningkatnya Status Kesehatan dan Gizi Masyarakat

a. Angka Kematian Ibu per 100.000 346 sampai tahun 2010) 306
kelahiran hidup

b. Angka kematian bayi per 1.000 32 24


kelahiran hidup (2012/2013)

c. Prevalensi kekurangan gizi 19.6 (2013) 17.0


(underweight) pada anak balita
(persen)
d. Prevalensi stunting (pendek dan sangat 32.9 (2013) 28.0
pendek) pada anak baduta (bawah dua
tahun) (persen)
Lansia
CONTINUUM OF
Pelayanan bagi
CARE anak SMP/A &
remaja Kualitas
Degene
Upaya rasi
promotif dan
preventif di Pelayanan
hulu sama bagi anak
Kespro
pentingnya SD
remaja
dengan yang
Konseling:
dihilir Pelayanan
Gizi
bagi HIV/AIDS,
Pelayananbalita NAPZA dll
Penjaringan
Fe
Persalinan, bagi bayi Bln Imunisasi
nifas & Anak Sekolah
neonatal Upaya Kes Sklh
Pelayanan PMT
Antenatal Pemantauan
pertumbuhan
Pelayanan &
PUS & perkembanga
ASI eksklusif n
WUS Imunisasi PMT
dasar lengkap
APN (MAK III) dan KF Pemberian
P4K
Inisiasi Menyusu Dini makan
Buku KIA
Vit K 1 inj Penimbangan
ANC terpadu
Imunisasi Hep B
Kelas Ibu Vit A
Konseling Rumah Tunggu
Hamil MTBS
Kemitraan Bidan
Kespro Fe & asam
Pelayanan KB Dukun
folat
KIE Kespro Catin KB pasca persalinan
PMT ibu hamil
PKRT PONED-PONEK
TT ibu hamil
ARAH STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN
KEMATIAN IBU DAN BAYI DI JAWA TIMUR
FOCUS PADA
1. KABUPATEN /KOTA TERPILIH, PENYEBAB
KEMATIAN TERBESAR
2. MENJALIN KOORDINASI DAN
KEMITRAAN DG BERBAGAI PIHAK

PENCEGAHAN DI PENANGANAN
HULU SEBELUM ADEKUAT DI
GAWAT DARURAT HILIR
PUSKESMAS
RUMAH SAKIT

FOKUS
KOMUNITAS INTERVENSI

KB INSTITUSI PENDIDIKAN
KESEHATAN
PERLU PERHATIAN SERIUS

1. MUTU PELAYANAN dengan beberapa faktor yang


mendasarinya.
2. KEWENANGAN KOMPETENSI dan PENUGASAN
NAKES di Faskes Pemerintah dan Swasta.
3. PENDEKATAN PERILAKU untuk petugas dan atau
pemerintah daerah.
4. INPUT FAKTOR ANC,INC,PNC DAN kepesertaan
KB dan mutu pelayanan ANC,INC,PNC DAN KB

38
UPAYA YANG DILAKUKAN IBI

1. Peningkatan kualitas pendidikan kebidanan :


Mereview standar profesi Proyek HPEQ
- Standar kompetensi
- Standar Pendidikan bidan
- Standar pendidikan berkelanjutan (CPD)
Mengembangkan pola pendidikan bidan = Diploma,
Akademik dan Profesi ( D3, S1/DIV Profesi dan S2 Keb)
Mengembangkan Sistem Uji Kompetensi bidan
Uji kompetensi nasional sejak 2013
Mengembangkan Sistem Akreditasi Pendidikan -
Lembaga Akreditasi Mandiri PTKes dengan BAN-PT
2. Peningkatan kualitas pelayanan kebidanan:

Standarisasi BPM Program Bidan Delima


- Review standar Bidan Delima
- Rekruitmen Bidan Delima
- Pelatihan Bidan Delima, asesor dan fasilitator
- Program Bidan Delima Award

Penyusunan standar pelayanan bersama mitra

Pelatihan pelayanan-kes.reproduksi dan KB


- APN, PPGDON, Resusitasi, Konselor ASI
- ABPK CTU KRR - KIP/K, dll
3. Advokasi

* Pengembangan pendidikan kebidanan


* Dukungan regulasi yang jelas terhadap
pelayanan kebidanan (primer, sekunder,
tersier
* Pendayagunaan dan pengembangan
karir bidan ( PTT + PNS)
* Bidan dapat bekerjasama dg BPJS
* Peningkatan kesejahteraan bidan
* RUU Kebidanan
B. PENINGKATAN AKSES OP IBI
TERHADAP PENDIDIKAN
KEBIDANAN

PENDIDIKAN BIDAN:
MENGHASILKAN BIDAN YANG KOMPETEN ,
PROFESIONAL BERSTANDAR GLOBAL
PERGESERAN PERAN
PENDIDIKAN,PELAYANAN DAN OP IBI

SEGITIGA EMAS

103 INSTITUSI
43
Berdampak pada tuntutan penyediaan bidan profesional.
2007 dibuka S-1 profesi bidan di UNAIR Surabaya.
2009 dibuka S-1 profesi bidan di Universitas Brawijaya
Malang
2012 dibuka S-1 profesi bidan di Unand

Selanjutnya sebagai konsekuensi dari UU GURU DAN DOSEN


tahun 2005, kualifikasi minimal dosen adalah S-2, maka
2006 dibuka S-2 Kebidanan di UNPAD, Bandung
2011 dibuka S -2 kebidanan di UB, Malang dan
UNAND,Padang
2012 dibuka S -2 kebidanan di UNHAS, Makasar.
2014 dibuka UNIV Aisyiah Jogjakarta
1. Membangun kepercayaan (Trust) dalam proses pendidikan
kebidanan dengan mengembangkan standar-standar yang
dibutuhkan oleh sebuah program pendidikan
2. Melakukan continuous quality improvement (CQI) secara
berkesinambungan
3. Memelihara integritas secara konsisten dan jujur
4. Membentuk suasana akademik yang mensupport life-long
learning
5. Mempromosikan otonomi profesi kebidanan, bidan dan
program pendidikan kebidanan.

Core document ICM tahun 2011 (Global standard for Midwifery Education tahun 2010)
JALUR PENDIDIKAN AKADEMIK

Pendidikan kebidanan dapat ditempuh melalui pendidikan


vokasi dan pendidikan profesi (akademik profesi / vokasi
profesi) serta pendidikan akademik
Pengembangan pendidikan jalur akademik melalui pendidikan
S2 dan S3 kebidanan.
Jalur akademik dikembangkan untuk memberikan kemampuan
pengembang keilmuan, penelitian, pendidikan dan
manajemen.
Pendidikan jalur profesi dikembangkan untuk meningkatkan
kemampuan praktik pada jenjang yang lebih tinggi yang
membutuhkan kemampuan kritis dan analisis serta
pengambilan keputusan yang tepat dalam melakukan praktik
kebidanan

Jenis bidan
Pendidikan

Bidan pendidikan
Vokasi vokasi Diploma

Bidan pendidikan Sarjana,


Profesi akademik Magister,
Doktor

pendidikan
Profesi
profesi Spesialis
ContohPenulisanSebutan
Jenjang ProgramStudi Sebutan Gelar
/Gelar

Vokasi
AhliMadya
DiplomaIII - Julia,AMd.Keb
Kebidanan

Pendidikan Pendidikanakademik/ S.Keb Julia,S.Keb


profesi profesi Bidan Bd. Julia,S.Keb.,Bd
PendidikanVokasi/ Bidan S.ST Julia,S.ST
Profesi Bd Julia,S.ST.,Bd

Strata2 PendidikanMagister M.Keb M.Keb Julia,Bd.,M.Keb


Kebidanan

Strata 3 Pendidikan Doktor Doktor Dr Dr.Yulia,Bd.,M.Keb


INSTITUSI PEDIDIKAN

SITUASI TERKINI DI JATIM


1. Pendidikan Kebidanan
* Diploma 3 /D4 Kebidanan 82
KUALITAS LULUSAN BERAGAM?
* S 1 Kebidanan 2 (Airlangga ,Unibraw, )
* S 2 Kebidanan 1 ( Unibraw )
PELATIHAN PRESERVICE
DOSEN MEMILIKI PENGALAMAN /

PRAKTIK KLINIK PROFESI/PRAKTISI


DOSEN PERNAH PRAKTIK-
DOSEN SDH
MAGANGKAN. DI RS,..
PELATIHAN :
PRE KOMPETEN
- APN,PPGDON,MANALEMEN MENGAJAR
LAKTAKSI,PENATALAKSAAN SERVI
ASFIKSI,BUKU KIA,KELAS IBU DLL
CE MASISWA
PELATIHAN :
CTU,CTS,CTA,ABPK, KRR,DLL
- MELATIH
MAHASISWA YG
MAU LULUS:

KOMPETENSI
PARA LULUSAN
MENINGKAT
Diagram : Komponen yang membentuk kompetensi bidan
KETERKAITAN PBM DG
PENCAPAIAN KOMPETENSI (KAP)

KNOWLEDGE
PRACTIK/SKILL
ATTITUDE

KOMPETEN/PROFESIO
NAL
B.INSERVICE TRAINING

PENDIDIKAN & PELATIHAN : IBI SUDAH MoU DG JNPK..SKP IBI


- APN,PPGDON,MANALEMEN LAKTAKSI,PENATALAKSAAN ASFIKSI,BUKU
KIA,KELAS IBU. CTU ,ABPK,KRR DLL
- JNPK NASIONAL
- P2KT --- INDONESIA TIMUR
- P2KS --- PROPINSI
- P2KP --- KAB/JKOTA
KERJASAMA DENGAN PENGGUNA (USER) /MITRA KERJA HASIL
SURVEY PELAYANAN KOMPETENSI KURANG ,
DIUSULKAN PELATIHAN
BPM >>BIDAN DELIMA

KNOWLEDGE
SKILL
ATTITUDE

PELAYANAN
ENTERPRENEURSHIP
BERKUALITAS
SUDAH PELATIHAN

APN :11.912 (63,63%)


CTU : 8.336 ( 44,53%)
PONEK : 60
PONED : 459
PPGDON : 1.254 ( 6,75%)
C.PENDIDIKAN BERKELANJUTAN

A.PENDIDKAN B.NON
FORMAL:
FORMAL;
DIV KEBIDANAN+PROFESI
S1 KEBIDANAN+PROFESI - SEMINAR
S2 KEBIDANAN -WORKSHOP/
S3 KEBIDANAN PELATIHAN
Para lulusan pendidikan kebidanan diberikan Ijazah
Bidan sebagai tanda lulus dan diwajibkan
mengucapkan sumpah atau Janji Bidan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Lafal sumpah atau janji
Bidan adalah sebagai berikut :

Pengucapan sumpah profesi atau janji bidan


dilakukan pada waktu wisuda/ setelah wisuda
dibimbing oleh Ketua Organisasi Profesi atau Wali
Profesi yang ada di Institusi Pendidikan yang
bersangkutan.
Wali Profesi adalah Anggota IBI ( Bidan dg KTA +)
yang ada di Institusi tersebut (Pimpinan Institusi
Pendidikan antara lain Direktur, Kajur, Kaprodi atau
Dosen)

Sumpah profesi dapat dilakukan pada hari wisuda,


atau setelah wisuda (dilakukan secara terpisah).

Naskah Sumpah Profesi ditanda tangani oleh yang


membacakan naskah sumpah, Wisudawati dan
Rohaniawan sebagai saksi. Bisa di tambah salah satu
Dari Direktur/Kajur/Ka Prodi
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN

AKRIDITASI BPM
BPM PRAKTIK BERSAMA ( RUU
PRAKTIK KEBIDANAN)
5.
KESIMPULAN

1.PENINGKATAN KOMPETENSI LULUSAN, HARUS


DILAKSANAKAN BERSAMA DENGAN 3 KOMPONEN UTAMA:
1.ORGANISASI PROFESI BIDAN,
2.INSTITUSI PENDIDIKAN BIDAN
3. INSTITUSI PELAYANAN KES KHUSUSNYA KEBIDANAN
2.PELAKSANAAN PENINGKATAN KOMPETENSI LULUSAN MEL:
1.PRESERVICE TRAINING
2.INCERVICE TRAINING
3. STANDARISASI PELAYANAN BPM MENJADI BIDAN
DELIMA BIDAN BERKUALITAS ENTERPRENEURSHIP
4.PENDIDIKAN BERKELANJUTAN FORMAL/INFORMAL

Anda mungkin juga menyukai