PROFIL PROYEK USAHA PENGGEMUKAN SAPI

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH
Jln. Pramuka No. 23 Palu Telp: 0451– 421807, Fax: 0451– 424325 website: www.bkpmdsulteng.go.id

. Pasokan sapi potong domestik yang tidak mencukupi jumlah kebutuhan pasar dalam negeri menyebabkan pasar Indonesia. Kenyataan ini tentu sebaiknya merupakan sinyal positip bagi para investor untuk memanfaatkan peluang tersebut.000 ekor dan impor daging sapi beku sekitar 30. Jika saja terjadi peningkatan populasi penduduk 2% per tahun dan populasi sapi di dalam negeri adalah 14% per tahun dengan kemampuan konsumsi daging (sapi) masyarakat hanya naik 1 gram/kapita/hari.1.000 ton. Latar Belakang Pemilihan Profil Proyek Bagi Investor Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat Indonesia. Bisnis peternakan/penggemukan sapi ini dinilai terintegrasi dengan bisnis lain dimana bahan baku pakan berupa hijauan rumput dapat diperoleh dengan mudah. Berdirinya bisnis peternakan sapi potong juga berimbas pada peningkatan kesejahteraan melalui penciptaan lapangan kerja.5 juta ekor sapi lokal untuk menghasilkan kurang lebih 350. limbah kotoran sapi bisa dimanfaatkan sebagai pupuk di perkebunan rakyat. khususnya pulau jawa dibanjiri oleh Sapi dari Australia. Jika saja 50% penduduk Indonesia tidak mampu membeli daging sapi. maka dibutuhkan daging sekitar 1.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi BAB I PENDAHULUAN 1. dan kontribusi riil berupa pajak kepada pemerintah daerah. di mana kondisi ini pun masih di bawah normal gizi.8 ton/hari identik dengan 10.265. BKPMD Sulawesi Tengah 1 .000 ton daging sapi yang diproduksi di dalam negeri ditambah dengan mendatangkan sapi bakalan dari Australia tidak kurang dari 350. Sementara itu. artinya sekitar 120 juta orang masih memerlukan dan mampu membeli daging. khususnya dalam penyediaan studi kelayakan bagi para investor yang berminat masuk di propinsi Sulawesi Tengah untuk menanamkan modalnya.548 ekor sapi yang harus dipotong per hari atau 3. telah dipotong sekitar 1.85 juta ekor per tahun. Peluang inilah yang juga melatar belakangi Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah dalam hal ini Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) melirik dan berencana masuk ke dalam bisnis ini.

51%. BKPMD Sulawesi Tengah 2 .586. Dari hasil peninjauan lokasi yang dilakukan beberapa waktu lalu. analisa sensitivitas menunjukkan bahwa apabila terjadi penurunan harga jual sapi sebesar 10% akan memberikan konsekuensi IRR hanya mencapai 15. b. Analisa Internal Rate of Return basis sebesar 29. namun jika terjadi penurunan harga jual sapi dan atau naiknya biaya variabel sebesar 10%. mulai dari ketersediaan bahan baku pakan ternak berupa hijauan rumput.514. namun jika terjadi penurunan harga jual sapi dan atau naiknya biaya variabel sebesar 10%. Menyediakan informasi tentang peluang investasi di bidang usaha penggemukan sapi yang sangat potensial untuk dikembangkan mengingat kebutuhan akan daging meningkat. 919. 827. kedekatan lokasi dengan sumber air.. sistem sanitasi serta keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang dapat digunakan untuk operasional peternakan sapi nantinya. akan terjadi perubahan. bahwa lokasi sangat memadai karena memenuhi sejumlah syarat sebagai tempat penggemukan sapi.113-. Hasil analisis keuangan menunjukkan bahwa usaha penggemukan sapi dapat dilaksanakan dengan investasi sebesar Rp.84%. Analisa Payback period menunjukkan investasi kembali 2 tahun 8 bulan. 1.702.dan Rp.dengan ratio 74% modal Asing dan 26% modal sendiri. akan terjadi perubahan masing-masing 3 tahun 4 bulan dan 3 tahun.996.715. dengan luas 50 Ha milik masyarakat yang dapat dibebaskan dengan harga 5 juta per Ha.. Menyediakan informasi dan pengetahuan untuk mengembangkan usaha penggemukan sapi di propinsi Sulawesi Tengah.675.15%. masing-masing sebesar Rp. ini cukup mempengaruhi usaha ini. Demikian pula tentang sapi bakalan yang ingin digemukkan dapat diperoleh dibeberapa daerah di Sulawesi Tengah. 781. Namun jika biaya variabel naik 10% usaha ini masih layak dengan IRR mencapai 20. Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Analisis Net Present Value basis sebesar Rp.2.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi Rencana penggemukan sapi akan menggunakan lahan di Desa Sikara.000.562. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari profil proyek / studi kelayakan ini adalah : a.-.

memberikan infromasi peluang investasi. Kegunaan Sebagai langka awal dalam mengolah potensi sumber daya peternakan. BKPMD Sulawesi Tengah 3 . maka diharapkan dapat beguna bagi : a. Masyarakat.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 1. d. Dapat menampung tenaga kerja yang ada. khususnya usaha penggemukan sapi. dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha penggemukan sapi yang berkualitas. Investor. dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan masuknya investor untuk menanamkan modalnya dalam membangun usaha penggemukan sapi. b. c.3. khususnya usaha penggemukan sapi. Pemerintah Daerah. sehingga dapat melakukan investasi pada sektor peternakan.

kemudian untuk memperoleh sapi bakalan untuk digemukkan dapat diperoleh dari seluruh daerah kabupaten. Potensi Penggemukkan Sapi Potensi penggemukan sapi yang ada di Sulawesi Tengah tidak terpusat pada satu Kabupaten/Kota saja.217 17.1. lokasi pengemukan cukup stategis karena dekat dengan pelabuhan laut.000 42.976 Keterangan Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Sumber : Statistik Peternakan Dalam Angka Tahun 2003 BKPMD Sulawesi Tengah 4 . Tabel 1 Potensi Sapi Menurut Kabupaten / Kota di Propinsi Sulawesi Tengah Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KABUPATEN / KOTA Donggala Parigi Moutong Poso Morowali Banggai Bangkep Tolitoli Buol Palu Jumlah Produksi Sapi 47.112 11. akan tetapi menyebar di beberapa Kabupaten/Kota. Untuk lebih jelas potensi sapi tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.248 23.113 11. Namun yang mempunyai peluang untuk dikembangkan adalah di Kabupaten Donggala.255 10.100 5.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi BAB II TINJAUAN ASPEK TERKAIT DENGAN PROFIL PROYEK 2.591 195.340 28. karena beberapa hal yang menguntungkan antara lain.

672 4 Ubi Kayu 355 5 Ubi Jalar 209 6 Kacang Tanah 33 7 Kedelai 4 8 Kacang Hijau 6 6. diantaranya adalah rumput raja dan rumput gajah yang dapat dikembangkan. Untuk jelasnya pakan hijauan dan limbah pertanian dapat dilihat pada Gambar 2 dan Tabel 2 dibawah ini. Sapi Bakalan Tabel 2.205 778 93 70 11 5 2 2.348 160 92 38 9 9 3 7. mengingat pakan hijauan yang dibutuhkan dalam usaha ini cukup tersedia.007 Poso 1.170 36 1.758 Jumlah Sumber : Statistik Peternakan Dalam Angka Tahun 2003 1 2 No Komoditi Parimo 3.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi Potensi Pakan Usaha penggemukan sapi di Propinsi Sulawesi Tengah terbuka peluang untuk dikembangkan.470 49 61 609 2.368 Padi Ladang 111 Padi (Sawah + Ladang) 4.26 0.348 3. POTENSI PAKAN HIJAUAN DAN LIMBAH PERTANIAN KABUPATEN / KOTA DI PROPINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2003 Donggala Padi Sawah 4.479 3 Jagung 1.410 1 1. disamping pakan lainnya seperti batang padi dan jagung serta jenis pakan hijauan lainnya.164 Kabupaten / Kota Morowali Banggai 560 2.545 Buol 260 26 286 76 27 35 6 1 4 435 Palu 16 16 73 15 16 3 1 124 BKPMD Sulawesi Tengah 5 .411 34 62 32 4 0 1 1.531 89 301 31 144 19 91 2 25 9 11 4 7 764 3.110 Bankep 12 12 24 83 47 50 0. Gambar 1.22 216 Toli-toli 1.

demikian pula pelabuhan laut yang ada seperti pelabuhan Pantoloan dan pelabuhan feri di Taipa. Bakalan sapi 4. serta dekat dari pinggir pantai. Pakan 2. yang merupakan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Donggala. Gambar 2.2. walaupun belum dilayani oleh PDAM dan telepon seluler sudah terjangkau layanannya. Sarana dan Prasarana Lokasi usaha penggemukan yang direncanakan dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat yang jaraknya lebih kurang 100km dari pusat kota Palu. Toli-toli dan Kota Palu dimana terdapat pelabuhan udara. Lahan Pakan Hijauan 2. pekerja lapangan (anak kandang) BKPMD Sulawesi Tengah 6 . SDM.4. 2. Kandang 3. sumber mata air (sungai). Prasarana dan sarana lainnya berupa listrik sudah terlayani oleh jaringan PLN dan sarana air bersih cukup tersedia. Pemilihan lokasi ini sesuai dengan persyaratan yang diperlukan antara lain: lahan untuk penanaman rumput raja dan rumput gajah seluas 50ha tersedia. Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala.3. Kesehatan 6. hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa lokasi yang tepat untuk usaha ini adalah di Desa Sikara. Analisis Produksi Beberapa isu teknis operasional yang perlu diperhatikan dalam usaha penggemukan sapi diantaranya adalah: 1. Lokasi Usaha penggemukan sapi.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 2. Pertambahan berat badan sapi dan 5.

Kandang yang baik juga harus memberikan kenyamanan sapi agar bisa berkembang secara optimal. Selain itu. dengan kenaikan berat badan rata-rata 0. Untuk tindakan pencegahan penyakit dilakukan secara serius. mulai dari kedatangan sapi bakalan. BKPMD Sulawesi Tengah 7 . Keberhasilan bisnis penggemukan sapi potong ini juga tidak terlepas dari dasar pengetahuan sumber daya manusia mengenai sapi. vitamin dan lain-lain.5-2 tahun dengan berat badan antara 200-300 kg. kemudahan proses pemberian pakan ternak dan minum sekaligus menyangkut kemudahan membersihkan kandang.6 kg/hari.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi Jenis pakan yang diberikan adalah hijauan rumput dan konsentrat dengan persentase dominan adalah pakan hijauan dengan perbandingan 10 berbanding satu (10:1). Adapun sapi bakalan adalah sapi yang terjamin kesehatannya dan berasal dari Brahman Cross yang berumur 1. dibutuhkan pengawas ataupun penanggung jawab yang membawahi anak kandang yang bertugas memelihara dan memenuhi segala keperluan sapi. baik dari sisa kotoran. sanitasi kandang tentu juga perlu diperhatikan. Demi kelancaran semua kegiatan tersebut perlu pembekalan pengetahuan utamanya perihal pemeliharaan/ penggemukan sapi. mengingat jenis yang dipelihara sapi potong yang tujuan akhirnya adalah kenaikan berat badan yang signifikan. Untuk tahap awal. Jangka waktu penggemukan sapi ini adalah sekitar 120 hari atau 4 (empat ) bulan. rencananya akan diusahakan sebanyak 100 ekor sapi. Untuk kandang. kapasitas dan materi bangunan kandang terutama lantai dan atap kandang. makanan dan genangan air serta persiapan pengangkutan sapi yang siap dijual. sehingga berat akhir adalah antara 325 kg sampai dengan 400 kg. Angka ini akan ditingkatkan seiring dengan kebutuhan permintaan daging sapi di masa yang akan datang. Semua itu perlu diperhatikan mengingat kesehatan adalah salah satu faktor resiko yang sangat penting dalam usaha pemeliharaan hewan ternak. antibiotik. beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai diantaranya adalah desain layout. yang utamanya adalah dalam bentuk pemberian vaksinasi pencegahan antrax. Kesemuanya itu harus diperhatikan dalam rangka mempermudah alur kegiatan pemeliharaan. Dalam hal ini.

l dan 10 orang tenaga kerja yang digunakan dalam mengurus sapi tersebut. NPV dan IRR serta analisa sensitivitasnya. Parameter teknis yang digunakan dalam menentukan hasil penggemukan sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan antara lain : Periode waktu penggemukan adalah 120 hari. Untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. dan diharapkan dapat dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu tahun. khususnya di Kabupaten Donggala. sehingga dapat diperoleh gambaran biaya langsung operasinal dan hasil usaha penggemukan serta nilai jual yang diperoleh selama satu tahun. proyeksi cash flow serta parameter-parameter kelayakan finansial yang setidaknya mencakup tingkat pengembalian dan payback period (masa pengembalian). BKPMD Sulawesi Tengah 8 . Sapi bakalan diperoleh dari petani atau pasar hewan yang tersebar dibeberapa daerah yang merata di seluruh wilayah propinsi Sulawesi Tengah. Analisis Ekonomi dan Keuangan Analisis finansial usaha penggemukan sapi ini masih dalam tahap penggodokan dengan perhitungan biaya investasi dan modal kerja.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 2. namun tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan jika permintaan pasar terus meningkat. Jumlah sapi yang digemukan adalah 100 ekor. dan Kabupaten Parigi Moutong. Tenaga kerja yang digunakan sebanyak 13 orang. apakah usaha penggemukan sapi tersebut layak untuk dikembangkan dengan catatan bahwa usaha tersebut menggunakan sapi bakalan yang mempunai berat badan antara 200 kg sampai dengan 300 kg. dimana 3 orang tenaga administrasi.5.1 Analisa Teknis Investasi Dalam menentukan layak tidaknya suatu usaha perlu diuji dengan beberapa analisis yang sering digunakan. Oleh karena itu perlu dikaji.5. 2.

a. Hari kerja Bulan Frekuensi dalam tahun Sapi yang dibutuhkan Sapi yang dibutuhkan Rata-rata Bobot sapi Harga sapi Manajemen/ADMINISTRASI Operasional/Lapangan Gaji manajemen Gaji Oiperasional Lahan yang duibutukan Harga Lahan Pertambahan bobot Pertambahan bobot Harga Jual Konsumsi Rumput Biaya Rumput Konsumsi konsetrat Biaya Konsetrat Rata-rata pembelian tiap kabupaten Rata-rata penjualan Biaya kandang Biaya perwatan Kandang Biaya peralatan Tingkat Bunga Waktu Asing ( Rp.000 600. b. b.000. c.000. d.000. c.000.7333 0.000. b.000 500.000 25. c. b.000 19.000 100.000) SATUAN Hari Bulan Kali 3 Bulan 1 Tahun Kg Rp/Kg Orang Orang Bln/Orang Bln/Org Ha Rp Kg/Hr Kg/4 Bln Rp/ Kg Kg/Hari/Ekor Rp/Ekor/Hari Kg/Ekor/Hari Rp/Ekor/Hari Rp/Ekor/Bln Rp/Ekor Rp/Ekor Rp/Ekor Rp/Bln Rp % Tahun % % % JUMLAH 120 4 3 100 300 250 12. a.000) Sendiri ( 200.000 18 5 20 0. c. c.500 100. a. b. d. c. b.000. a.000 50 250.500 3 10 2.100 2. b.6 72 15. a.000 0. b. a. d.2667 2 Pengadaan Sapi 3 Tenaga Kerja 4 5 Lahan Penggemukan Sapi 6 Pakan 7 8 9 Obat-obatan Transportasi Kandang dan Peralatan 10 11 12 Pinjaman Pajak Modal Investasi BKPMD Sulawesi Tengah 9 . a.000 20 400 2 1. Aspek Teknis NO 1 Periode Penggemukan KETERANGAN a. b. a. 550. a. b.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi TABEL 3.

559.325.250.000.559.000 262.250.000 1.000 250.000 1. Proyeksi Laba – Rugi No 1 Pinjaman Modal sendiri Saldo Awal Bulan Dana yang ada II 2.545.559.000.000.175.000.000 550.000 1.000 255.000 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 34.000 25.350.000 12. tercermin dari laporan laba / rugi setiap tahunnya.000 3. Tabel 4.2 Analisa Proyeksi Laba/Rugi Untuk mengetahui perkembangan usaha penggemukan sapi.946 315.000 46. Adapun proyeksi laporan laba / rugi dapat dilihat pada Tabel 4 berikut.545.175.000 U R A I A N Modal Usaha : 550.000 796.000 TOTAL 550.000 200. 297Kg/ekor Total Penerimaan PENGELIUARAN Investasi Pra Operasi Tanah 50 Ha @5.544.000 255.000 1.250.000 1.250.000.000 46.559.000 1. apakah usaha tersebut dapat memberikan harapan bagi investor untuk menanamkan modalnya pada usaha ini.000 7.800.946 BKPMD Sulawesi Tengah 10 .000 1.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 2.500.250.000 1.559.000 Biaya Notariat dan perizinan Biaya Perlengkapan Kantor Biaya Lainnya Total Biaya Pra Operacional A2 Kandang Peralatan 250.534.250.534.000 1.5.000 200.559.000.000.000 295.250.000 306.250.000 1.559.080 315.000.250.000.000.000 34.000.000.559.800.080 306.559.250.000 246.000.000 295.325.000 19.000.325.1 III A1 PENERIMAAN Hargta Penjualan (100 Ekor).559.544.000 1.

000 1.000.500.000 9.080.000. Vitamin Total Beban Operasi Beban Administrasi Umum Gaji Mngt / Staff Adm.320.000 4.000 810.000 54.582.000.000 3.000.500.113.000.317.000.167.000 54.000 6.633.000 63.080.000.155.000 119.000 76.000.000 110.000.000 18.000.000 1.000 972.000 18.000 369.000.568 394.400 51.000 6.000 18.000.486 315.500.000 10.000 110.000 10.406 24.000 30.000.000 4.000 46.000.000.000.000.432 78.320.500.000 972.000 295.000 1.000.800.000 810.000 110.000.000 135.000 30.500.000 24.544.000 2.500.500.175.000 2.406 42.000 270.000.000 715.000 141.000 6.000 255.000.113.176.000 72. (10 orang) Pengadaan sapi ( 100 Ekor) @12000/kg Beban Transpor Pembelian Beban Pakan Beban Obat-obatan.000 30.000.000 54.000 126.000.000.520 306.000 324.239.000.817.500.000 135.000.000 972.935.500.500.000.500.919 322.000 34.000 18.000.750.080 72.675.000 18.000 141.000 54.000 6.500.000.000.000 54.534.000 1.000 30.000.500.400 62.000.189.500.000 1.000.000.000 4.000 810.000.000 504.175.000 972.164.000 126.000 141.500.675 BKPMD Sulawesi Tengah 11 .669.500.000 369.000 810.600 76.000.000.000.950.000.000 810.000.500.675.430.000.545.000 6.568 42.325.000.000.000.000 110.000.000 119.000 9.500. (3 Orang) Beban Kantor Pembayaran Pokok Kredit Bank Total Beban Administrasi & Umum Total Biaya Modal Kerja (B) Total A + B EBT Pajak (20%) Cash Flow 75.000 141.675.000 72.000 9.000.082.000.000 73.000 72.000.000 18.000.000.000 1.000.000.000.000.000 135.000 1.000 9.000 6.400 383.000.000.000 334.000 76.000.000 6.820.000.000 18.113.000 0 12.500.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi Kendaraan Ops (bekas) Total Biaya A2 A3 B B1 B1a B1b B1c B1d B1E B2 B2a B2c Bunga Pinjaman 18%/Tahun Total Biaya Investasi (A) Modal Kerja Beban Operasi Gaji Langsung (Operasional) .000.594 80.500.000 9.000.000 199.000 211.733.113.000 135.317.406 403.000.000 141.000.000.000 319.000 1.000.000 715.000 62.000 4.000 972.500.000 189.113.000 381.886.000.000 4.000 34.000.582.000 1.000.000 1.000.000.568 51.000 1.000 10.500.325.000.000 30.580.000 10.886.000.000.000 1.000 110.946 72.432.000 3.

250.175.800.675.5.000 1.000 25. dimana penerimaan dan pengeluaran dapat diketahui dan diprediksi.000.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 2.000.325.559.000 12.559. Cash Flow No 1 Pinjaman Modal sendiri Saldo Awal Bulan Dana yang ada II 2.000 1.000.559.080 315.500. 297Kg/ekor Total Penerimaan PENGELIUARAN Investasi Pra Operasi Tanah 50 Ha @5.000 246.000.000 1.534.559.000. Tabel 5.545.000 46.000 255.000 255.3.000.000 1.325.559.000 295.000 1. sehingga memudahkan dalam menganalisis.544.000 550.080 306.000 46.000. Analisis Cash Flow Untuk mengetahui perkembangan keluar masuknya dana setiap tahunnya tercermin dari cash flow.000 TOTAL 550.1 III A1 PENERIMAAN Hargta Penjualan (100 Ekor).000 200.000.000 796.000 7.000.534.946 BKPMD Sulawesi Tengah 12 .559.250.325.000 200.250. 715.000.000 Biaya Notariat dan perizinan Biaya Perlengkapan Kantor Biaya Lainnya Total Biaya Pra Operacional A2 Kandang Peralatan 250.000 250.000 1.000 1.559. Adapun analisa cash flow dapat dilihat pada Tabel 5 berikut.000.250.000 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 34.000 262.-.250.000.000 295.000 1.000 19.250.000 34.250.000 3.175.250.800.250.000.000.000 1.559.559.000 U R A I A N Modal Usaha : 550.544.000 306.000. investasi yang digunakan pada usaha ini yaitu sebesar Rp.946 315.350.250.545.000 1.559.000 1.

000.000 (715.167.000 4.000 6.000.000.000 119.239.000.000.000 18.000 1.000 18.500.675.000 6.000.000 141.800.000.000 24.320.000 381.919 322.000.400 383.000 2.000.189.000 199.500.000 1.500.000 6.500.500.000 2.000 1.000.500.164.000.000 715.000 504.320.000.568 51.000 9.000 110.000.000.175.000 63.000 810.000 4.000.000 324.675 BKPMD Sulawesi Tengah 13 .000.733.582.000 126.000.000.500.000 1.000.000.000 0 12.000 110.946 72.000 1.000 135.000 18.000.000.400 62.486 315.000.000 3.594 80.430.000.000.000 334.580.817.000 72.000 1.000 30.545.000. Vitamin Total Beban Operasi Beban Administrasi Umum Gaji Mngt / Staff Adm.000 30.000.500.000 18.155.000 972.000 270.500.000 135.000 972.406 403.500.000 119.000 10.000 141.000 76.000.935.432.568 394.000 18.000 6.534.000 54.000 4.000 46.000.000 10.000.432 78.582.500.500.000.000.000 1.000 295.000 73.080 72.000 9.000.000.000 810.406 24.000 6.000.000 30.000 110.000 972.000.886.520 306.500.000.500.000 18.000.000 54.000.000 126.175.000 369.500.000 141.000 54.000 4.750.000.000 319.000 1.000 34.000 972.000 30.317.000 189.113.000 4.000.113.000.000 6.000 3.000 1.400 51.000.000 1.000 211.500. (10 orang) Pengadaan sapi ( 100 Ekor) @12000/kg Beban Transpor Pembelian Beban Pakan Beban Obat-obatan.176.000 810.000.082.000.500.317.113.000.000.000 255.500.000.000 135.000.000.000.000.000 9.000 54.000.000.000.000 1.000 10.000 369.500.000 810.000.633.000.000 141.000.675.000.000 110.000 972.080.000 1.000.820.000 30.000 9.000 110.600 76.000 810.000.950.000.000 10.325.000 9.669.406 42.500.000 76.000 18.000 6.080.500.000.000 72.000 141.000 62.000 54.886.325.000 135.544.000.000.000) 72.000.000.113.000.675. (3 Orang) Beban Kantor Pembayaran Pokok Kredit Bank Total Beban Administrasi & Umum Total Biaya Modal Kerja (B) Total A + B EBT Pajak (20%) Cash Flow 75.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi Kendaraan Ops (bekas) Total Biaya A2 A3 B B1 B1a B1b B1c B1d B1E B2 B2a B2c Bunga Pinjaman 18%/Tahun Total Biaya Investasi (A) Modal Kerja Beban Operasi Gaji Langsung (Operasional) .568 42.113.000.000.500.000.000.000 34.

Analisis Net Present Value (NPV) Analisa Net Present Value menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh sesuai dengan umur ekonomis dengan tingkat bunga 18% maka diperoleh NPV sebesar Rp.201. Analisis Payback Period Dari analisa payback period menunjukkan bahwa investasi kembali 1 tahun 3 bulan. No KETERANGAN 1 NPV Basis 2 NPV jika harga turun 10% 3 Table 7.250) 217.400 265.553. Payback Period Payback Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 295.495. Untuk jelasnya lihat Tabel 6 berikut.000 306.5.000) BKPMD Sulawesi Tengah 14 .500) 230.080 Rp 781. 4 tahun dan 3 tahun.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 2.000 295.351 Tahun 5 322.000 3 Tahun. No 1 Pay Back Basis KET Tabel 6.991.430. maupun turunnya harga produk masing-masing 10%.800.000 265.214..220.702 230.360 (823.880. 17. analisa sensitivitas menunjukkan bahwa apabila harga jual sapi turun.600 Tahun 3 306.514.080 260.5.880.536 (715. Net Present Value NVP Investasi Tahun 1 Tahun 2 Rp 919.000 3 Tahun Kesimpulam : hanya dalam jangka waktu di bwah 4 tahun perusahaan sudah bisa BEP 2.400 260.534.989.800.242.968 275.562.545. 4 Bulan 3 Payback jika biaya produksi naik 10% 3.672 Kesimpulan : Layak karena NPV lebih besar dari nilai investasi (715.672 Tahun 4 315.108 2.055 (787.642. Untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.220.189.989.Analisa sensitivitas dilakukan untuk mengetahui jika terjadi perubahan baik pada naiknya biaya variabel. maka payback adalah 3.586.675 274.000) 255.544.212.000 251. menunjukkan bahwa usaha industri tepung ikan masih bisa bertahan.534.212.996 217.000 2 tahun. dan biaya variable meningkat masing-masing 10% .5.113 255.218.324 290.968 NPV Jika Biaya Produksi naik 10% Rp 827.4.000 251.946 268.544.026.675.430.054 283.553.600 275. 8 Bulan 2 Payback jika harga turun 10% 3.675.935.

Aspek Legalitas dan Perizinan Untuk memperlancar proses permohonan perizinan bagi para investor yang ingin berusaha di wilayah propinsi Sulawesi Tengah ada beberapa langkah yang harus dilakukan sesuai dengan Kepmen Invest No. Analisis atas seluruh aspek di atas disusun sedemikian rupa dengan dasar pemikiran adanya kemungkinan untuk mengembangkan peternakan sapi potong ini ke skala bisnis yang lebih besar dan mengarah pada pendirian RPH (Rumah Potong Hewan).7. utamanya polusi udara. daerah utama pemasarannya adalah Kalimantan Timur Kalimantan Selatan dan Pulau Jawa.989.675.250) 217.553. Aspek Lingkungan Usaha penggemukan sapi kurang mempunyai dampak terhadap polusi.6. Analisis Internal Rate of Return (IRR) Analisa IRR basis menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh adalah sebesar 61.8.080 2 IRR jika harga naik 10% 0.5.000 306.430.600 275. BKPMD Sulawesi Tengah 15 .000 265.500) 230. 2. Internal Rate of Return No KETERANGAN IRR Investasi Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 1 IRR Basis 0.212.38/SK/1999 Tgl 6 Oktober 1999 serta format perizinan dapat dilhat pada halaman lampiran.880.000 295.4%. Aspek Pemasaran Potensi pasar sapi potong cukup tersedia.6.026.1584 (823. Tabel 8.968 3 IRR jika biaya produksi naik 10% 0.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 2.220.2951 (715. lihat Tabel 8 berikut.000) 255.2015 (787. masih lebih tinggi dari tingkat suku bunga 18%.672 Kesimpulan : Layak karena IRR lebih tinggi dari tingkat suku bunga 18% 2.800.544. 2. demikian pula analisa sensitivitas dengan menaikkan biaya variabel dan menurunkan harga penjualan masing-masing sebesar 10 persen.400 260.534.000 251.242.

514.dengan NPV Rp.67% (Rp. modal kerja sebesar Rp.000. 46.000..000.000. sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah pedesaan.. 5.000.dan IRR sebesar 29.536 tahun (2 tahun 8 bulan). 4.-).Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi BAB III PENUTUP 3.000..000. Usaha ini dapat dikembangkan pada lokasi yang memiliki lahan penggembalaan yang tersebar di Propinsi Sulawesi Tengah. 550.33% (Rp. dengan bunga pinjaman 18% dan masa pinjaman investasi selama 5 tahun dan kredit modal kerja selama 1 tahun. modal investasi sebesar Rp.51%. maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. 715. 200.000. dan waktu pengembalian modal selama 2. Usaha ini mempunyai peluang untuk dikembangkan karena cukup feasible untuk dijadikan usaha bagi calon investor. analisa aspek lingkungan dan analisa aspek legalitas.000.yang dibiayai dari pinjaman kredit 73. Analisa sensitivitas menunjukkan bahwa usaha penggemukan sapi tidak terpengaruh pada naiknya biaya variabel dan turunnya harga produk BKPMD Sulawesi Tengah 16 . Kesimpulan Bertitik tolak dari pemaparan dari analisa aspek produksi. 3.675.-) dan biaya modal sendiri 26.113. analisa aspek ekonomi dan keuaangan.1. 2. 919. 750. analisa aspek pemasaran. Perhitungan kelayakan usaha penggemukan sapi menunjukkan bahwa usaha tersebut ádalah layak. Total biaya yang dibutuhkan untuk penggemukan sapi sebesar Rp. Penggemukan sapi merupakan usaha yang berpotensi untuk dikembangkan.

4. 3. Saran 1. antara lain dalam bentuk dukungan pelayanan dan informasi untuk perluasan pasar domestik.455077 atau 081341016017 Kontak Person. 2. Berdasarkan potensi yang ada meliputi prospek pasar. Diharapkan untuk segera melakukan kontak bisnis dengan pihak Pemprov / Pemkab atau menghubungi 0451 . khususnya pada aspek pemasaran. BKPMD Sulawesi Tengah 17 . utamanya para birokrat di Sulawesi Tengah.2. Perlu jaminan dan kemudahan dalam pengurusan dan perizinan dalam mendirikan usaha penggemukan sapi. pihak yang terkait seyogyanya juga turut berpartisipasi dalam pembinaan usaha ini. maka usaha penggemukan sapi layak untuk direalisasikan. tingkat teknologi dan aspek keuangan. Untuk menjamin kelancaran usaha penggemukan sapi.Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi 3.

SP Pabean Barang Modal .IMB .Amdal Fasilitas yang Diperoleh Lembaga yang Berwenang Waktu yang Diperlukan Perkiraan Biaya yang Muncul Keterangan BKPMD Sulawesi Tengah 18 .IUT Daerah .SP Penanaman Modal .APIT .SP Pabean Bahan Modal .HO .Lokasi .RPTK .Studi Kelayakan Penggemukkan Sapi Lampiran Format Perizinan Usaha Penggemukkan Sapi Jenis Perijinan Ijin Pusat .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful