CARA PENGUJIAN HIPOTESIS

PENELITIAN KORELASI
Posted by FORUM GURU INDONESIA on Sunday, June 7, 2015

Penelitian korelasi biasanya ditujukan untuk menguji hubungan antara variabel X
(variabel bebas) dengan variabel Y atau variabel terikat atau menguji hubungan
atau korelasi antara variabel independent atau variabel bebas dengan varibael
dependent atau variabel terikat.

Contoh permasalahan yang diuji dalam penelitian korelasi

 Hubungan antara penggunaan metode pembelajaran dengan prestasi
belajar siswa (hubungan antara x dengan y)
 Hubungan antara antara penggunaan metode dan media pembelajaran
dengan prestasi belajar siswa (hubungan antara X1 dan X2 dengan Y).
Kenapa ada X1 dan X2 ? karena contoh tersebut ada jenis variabel bebas.
 Hubungan antara penggunaan metode dan media pembelajar serta
motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar siswa (hubungan antara X1,
X2 dan X3 dengan Y). Kenapa ada X1, X2 dan X3? karena contoh
tersebut ada jenis variabel bebas.

Lalu bagaimana mengolah data atau menguji hipotesis penelitian korelasi atau
hubungan. Ini tergantung dari hipotesis yang diinginkan atau yang telah dibuat.
Umumnya terdapat tiga jenis hipotesis yang sering digunakan dalam penelitian
korelasi, yakni

 Hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan antara variabel x dan y
 Hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara
variabel x dan y
 Hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang linear antara variabel
x dan y

Misalnya

 Terdapat korelasi atau hubungan antara penggunaan metode
pembelajaran dengan prestasi belajar siswa (hubungan antara x dengan y)
 Terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara penggunaan
metode pembelajaran dengan prestasi belajar siswa (hubungan antara x
dengan y)
 Terdapat korelasi atau hubungan yang linear antara penggunaan metode
pembelajaran dengan prestasi belajar siswa (hubungan antara x dengan y)

Bagaimana cara menguji hipotesis jenis penelitian korelasi atau hubungan?
Sebelum diuraikan cara menguji hipotesis penelitian korelasi terlebih dahulu
akan dijelaskan syarat yang harus dipenuhi agar pengujian dapat dilakukan,
yakni:

 Data harus Normal atau Uji Normalitas
 Data harus linear atau Uji Linearitas

Kedua persyaratan itu mutlak dilakukan dalam penelitian korelasi atau
hubungan. Bisa juga ditambahkan dengan Uji homogenitas. Namun dalam
penelitian korelasi, uji homogenitas bukan syarat penting. Umumnya pengujian
kehomogenan digunakan pada pengujian hipotesis penelitian untuk uji beda

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data baik variabel independent
maupun variabel dependent terdistribusikan secara normal atau tidak. Untuk
pengujian normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov Smirnov Test
yang merupakan hasil koreksi pengujian Lilliefors. Dengan menggunakan taraf
signifikansi @ =5% maka ketentuan mengenai kenormalan data diindikasikan
dengan:

 Nilai Asymp. Sig. atau probabilitas lebih besar dari 0.05 (Sig.> 0.05) yang
artinya data terdistribusi secara normal
 Nilai Asymp. Sig. atau probabilitas lebih kecil dari 0.05 (Sig.< 0.05) yang
artinya tidak terdistribusi secara normal.

Uji Linearitas
Uji linearitas hubungan dilakukan untuk membuktikan apakah variabel bebas
mempunya hubungan yang linear dengan variabel terikat. Nater dan Wasserman
(1974) menyatakan bahwa uji linearitas dilakukan dengan menguji taraf
keberartian equation of linierity dari hubungan linearitas tersebut. Linieritas
menunjukan variasi hubungan linier dari kedua variabel yang diuji. Dengan
menggunakan taraf signifikansi @ =5% maka ketentuan mengenai linieritas
variabel bebas dan terikat pada program SPSS diindikasikan dengan:
 Nilai Sig. atau probabilitas lebih besar dari 0.05 (Sig. > 0.05)
mengindikasikan tidak ada hubungan linier (non linier) antara kedua
variabel yang diuji
 Nilai Sig. atau probabilitas lebih kecil dari 0.05 (Sig.< 0.05)
mengindikasikan ada hubungan linier antara kedua variabel yang diuji

Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk mencari tahu apakah dari beberapa kelompok
data penelitian memiliki varians yang sama atau tidak. Perhitungan uji
homogenitas menggunakan software SPSS adalah dengan Uji Levene statistics.
Dengan menggunakan taraf signifikansi @ =5% maka ketentuan mengenai
homogenitas data diindikasikan dengan:

 Nilai Sig. atau probabilitas lebih besar dari 0.05 (Sig.> 0.05) yang artinya
data penelitian homogen
 Nilai Sig. atau probabilitas lebih kecil dari 0.05 (Sig.< 0.05) yang artinya
data penelitian tidak homogen

Pengujian Hipotesis
Analisis data penelitian untuk menguji hipotesis korelasi menggunakan analisis
korelasi pada model regresi (persamaan regresi). Umumnya analisis regresi
untuk penelitian keprilakuan menggunakan nilai-nilai korelasi untuk pengujian
hipotesis bukan koefesien regresinya. Pada analisis regresi terdapat dua hasil
yaitu model hubungan (korelasi) dan model prediksi (forecast) yaitu koefisien
parameter-parameter dalam persamaan regresi.
Jika peneliti hanya ingin mengetahui hubungan antara variabel X dan Y
sesungguhnya pengujian hipotesis cukup dilakukan dengan mengetahui korelasi
antara variabel tersebut dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi Produk-
Moment Pearson (Pearson Product-Moment Corelation Coeficient).

Jika dilakukan pengujian dengan SPSS maka ketentuan yang digunakan adalah

 Nilai Sig. atau probabilitas lebih kecil dari 0.05 (Sig.< 0.05) yang artinya
terdapat korelasi/hubungan
 Nilai Sig. atau probabilitas lebih besar dari 0.05 (Sig.> 0.05) yang artinya
tidak terdapat korelasi/hubungan

Bagaimana jika hiptesisnya menyatakan terdapat hubungan yang signifikan
antara variabel X dan Y atau antara X1 dengan Y dan sejenisnya? Untuk jenis
hipotesis tersebut juga dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi pada
model regresi (persamaan regresi) dan menggunakan nilai-nilai korelasi untuk
pengujian hipotesis.. Pada analisis regresi terdapat dua hasil yaitu model
hubungan (korelasi) dan model prediksi (forecast) yaitu koefisien parameter-
parameter dalam persamaan regresi. Pada jenis hipotesis tersebut (terdapat
hubungan yang signfikan) lebih cocok menggunkan output koefisien korelasi
yang menyatakan hubungan antar variabel dalam penelitian dengan pengujian
signifikansi T test statistik pada masing-masing nilai koefisien korelasi yang di
hasilkan dalam regresi..

Jika kita melakukan pengujian dengan SPSS bisa menggunakan fasilitas analisis
regresi. Output yang dibutuhkan dari pengujian tersebut adalah Tabel
Correlations dan Tabel Coefficients. Tabel Correlations menunjukan nilai
koefisien korelasi antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) juga nilai
pengujian signifiknasi statistik (Sig. (1-tailed) pengujian satu arah sebagaimana
di hipotesiskan yaitu koefisien korelasi yang diharapkan signifikan. Dengan
menggunakan taraf signifikansi @ =5% (atau umumnya peneliti menggunakan
tingkat kepercayaan 95%) maka ketentuan mengenai pengujian hubungan antar
dua variabel diindikasikan dengan:

 Nilai Sig. atau probabilitas lebih kecil dari 0.05 (Sig. < 0.05) yang artinya
terdapat hubungan positif yang signifikan.
 Nilai Sig. atau probabilitas lebih besar dari 0.05 (Sig. > 0.05) yang artinya
tidak ada hubungan yang signifikan.

Selain dapat dihitung nilai statistik uji koefisien korelasi product moment dengan
ketentuan seperti di atas dapat pula dilakukan dengan uji-t. Dengan ketentuan

 T hitung lebih besar dari T tabel yang artinya terdapat ada hubungan yang
signifikan.
 T hitung lebih kecil dari T tabel yang artinya TIDAK terdapat ada hubungan
yang signifikan.

NB: nilai t hitung dalam SPSS dapat dilihat dari hasil analisis regresi Tabel
Coefficients

Namun apabila yang diuji berupa hipotesis korelasi berganda, misalnya
hubungan X1, X2 dengan Y atau hubungan antara X1, X2, dan X3 dengan Y
maka harus dihitung dengan uji F. Dengan ketentuan:
 F hitung lebih besar dari F tabel yang artinya terdapat ada hubungan yang
signifikan.
 F hitung lebih kecil dari F tabel yang artinya TIDAK terdapat ada hubungan
yang signifikan.(nilai F hitung dalam SPSS dapat dilihat dari hasil analisis
regresi Tabel ANOVA,

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful